Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.

Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya. Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai sarana integrasi dan adaptasi.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi bahasa menurut para ahli: # BILL ADAMS Bahasa adalah sebuah sistem pengembangan psikologi individu dalam sebuah konteks intersubjektif

# WITTGENSTEIN Bahasa merupakan bentuk pemikiran yang dapat dipahami, berhubungan dengan realitas, dan memiliki bentuk dan struktur yang logis

# FERDINAND DE SAUSSURE Bahasa adalah ciri pembeda yang paling menonjol karena dengan bahasa setiap kelompok sosial merasa dirinya sebagai kesatuan yang berbeda dari kelompok yang lain

# PLATO Bahasa pada dasarnya adalah pernyataan pikiran seseorang dengan perantaraan onomata (nama benda atau sesuatu) dan rhemata (ucapan) yang merupakan cermin dari ide seseorang dalam arus udara lewat mulut

# BLOCH & TRAGER Bahasa adalah sebuah sistem simbol yang bersifat manasuka dan dengan sistem itu suatu kelompok sosial bekerja sama.

# CARROL Bahasa adalah sebuah sistem berstruktural mengenai bunyi dan urutan bunyi bahasa yang sifatnya manasuka, yang digunakan, atau yang dapat digunakan dalam komunikasi antar individu oleh sekelompok manusia dan yang secara agak tuntas memberi nama kepada benda-benda, peristiwa-peristiwa, dan proses-proses dalam lingkungan hidup manusia

# SUDARYONO Bahasa adalah sarana komunikasi yang efektif walaupun tidak sempurna sehingga ketidaksempurnaan bahasa sebagai sarana komunikasi menjadi salah satu sumber terjadinya kesalahpahaman.

kata-kata yang kita ucapkan atau kita tulis tidak tersusun begitusaja. pikiran atau perasaan.# SAUSSURE Bahasa adalah objek dari semiologi # Mc. nampaknya disepakati bersama bahwa bahasa adalah alat komunikasi. atau yang kita gunakan sebagai pedoman berbahasa inilah yangdisebut tata bahasa. morfologi. Pengertian bahasa Secara umum bahasa didefinisikan sebagai lambang. melainkan mengikuti aturan yang ada. Pada bab berikutnya. sintaksis. Sintaksis membicarakan komponen-komponen kalimat dan prosespembentukannya. semantikdan etimologi. Pada waktu kita berbicara atau menulis. yaitu. atau menurut urutan abjad. sedang yang membahas asal-usul bentuk kata adalah etimologi. Namun meskipun terdapat perbedaan. Morfologi mempelajari proses pembentukan kata secara gramatikal besertaunsur-unsur dan bentuk-bentuk kata. Dan sebagai alat komunikasi . CARTHY Bahasa adalah praktik yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan berpikir # WILLIAM A. Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa system lambang bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. sehubungan dengan tata bahasa akan kita bicarakan secara terperincif onol ogi. . bahasa mempunyai fungsi-fungsi dan ragam-ragam terten 22 April 2012 A. kitaharus memilih kata-kata yang tepat dan menyusun kata-kata itu sesuai dengan aturan bahasa. Sebagaimana kita ketahui. Masing-masing mempunyaimakna. HAVILAND Bahasa adalah suatu sistem bunyi yang jika digabungkan menurut aturan tertentu menimbulkan arti yang dapat ditangkap oleh semua orang yang berbicara dalam bahasa itu Bila dilihat dari beberapa definisi dan pengertian mengenai bahasa menurut beberapa ahli diatas. hubungan abstrak antara kata sebagai lambang dengan objek atau konsep yang diwakiliKumpulan kata atau kosakata itu oleh ahli bahasa disusun secara alfabetis. Bidang ilmu bahasa yang secara khusus menganalisis arti atau makna kata ialah semantik. Untuk mengungkapkan gagasan. kita bisa melihat bahwa terdapat perbedaan definisi tentang bahasa dimana definisi dari setiap ahli tergantung dengan apa yang ingin ditekankan oleh setiap tersebut.disertai penjelasan artinya dan kemudian dibukukan menjadi sebuah kamus atau leksikon. Fonologi ialah bagian tata bahasa yang membahas atau mempelajari bunyi bahasa. bahasa terdiri atas kata-kata atau kumpulan kata. Seperangkataturan yang mendasari pemakaian bahasa.

untuk tujuan artistik: manusia mengolah dan menggunakan bahasa dengan seindah-indahnya guna pemuasan rasa estetis manusia.Dengan bahasa kita mewarisi kekayaan masa lampau. atau gagasan. BabXV. komunikasi sebagai proses tukar-menukar informasi. atau mengutarakan pikiran. Seorang dokter juga sama. b. Kita ambil contoh. Ia membutuhkan informasi yang berkaitan dengan bidang studinya agar lulus dalam setiapujian dan sukses meraih gelar atau tujuan yang diinginkan. mengontrol. atau sarana untuk menyampaikan informasi (fungsi informatif). C. 1. kita membina hubungan dan kerja sama. dan sesuai dengan bunyi UUD 45. selama kebudayaan dan adat-istiadat. adalah sebagai alat komunikasi. menghadapi hari ini. bahwa sesuai dengan ikrar Sumpah Pemuda tanggal 28Oktober 1928. bahwa bahasalah yang memungkinkan kita membentuk diri sebagaimakhluk bernalar.Contoh lain. Hal ini berarti bahwa bahasa Indonesiamempunyai kedudukan baik sebagai bahasa nasional dan bahasa negara.mahasiswa. Yang dimaksud dengan kedudukan bahasa ialah status relatif bahasa sebagai sistem lambang nilai budaya. c. bahasa pada dasarnya lebih dari sekadar alat untuk menyampaikan informasi.B. serta perkembangan bahasa itu sendiri (tujuan filologis).yang dirumuskan atas dasar nilai sosialnya Sedang fungsi bahasa adalah nilai pemakaian bahasa tersebutdi dalam kedudukan yang diberikan. Bahasa Nasional Sehubungan dengan kedudukannya sebagai bahasa nasional. Pasal 36 Indonesia juga dinyatakan sebagai bahasa negara. berbudaya. dan melaksanakan kegiatan sosial dengan bidang dan peran kita masing-masing. seperti disebutkan di atas. seorang manager yang mengoperasikan. Tetapi.sebagai kunci mempelajari pengetahuan-pengetahuan lain. bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa nasional. di luar pengetahuan kebahasaan. dengan sendirinya bahasa juga mutlak menjadi kebutuhan setiap orang. atau mengawasi perusahaan tanpainformasi tidak mungkin dapat mengambil keputusan atau menentukan kebijakan. Kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia Sebagaimana kita ketahui dari uraian di atas. dan berperadaban. Ia memerlukaninformasi tentang kondisi fisik dan psikis pasiennya agar dapat menyembuhkannya dengan segera. Dikatakan oleh para ahli budaya. Fungsi bahasa Fungsi utama bahasa.mengadakan transaksi. perasaan. Dengan bahasa.untuk tujuan praktis: mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari. misalnya. bahasa Indonesia memiliki empat fungsi. dan merencanakan masa depan. Jika dikatakan bahwa setiap orang membutuhkan informasi itu benar. Keempat fungsi tersebut ialah sebagai: .untuk mempelajari naskah-naskah tua guna menyelidiki latar belakang sejarah manusia. d. karena bahasa juga berfungsi: a. Karena setiap orang membutuhkan informasi.

dan 4. seperti dalam khotbah. 3. Selain itu. seperti laporan penelitian. Bahasa Indonesia baku Bahasa Indonesia yang baku ialah bahasa Indonesia yang digunakan orang-orang terdidik dan yangdipakai sebagai tolak bandingan penggunaan bahasa yang dianggap benar. di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus (Bab XV. peraturan pengumuman instansi resmi atau undang-undang. Bahasa Indonesia baku dipakai dalam: 1.bahasa resmi dalam perhubungan tingkat nasional untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan.bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan. . 2. 2. bahasa Indonesia. dan 4. kuliah pidato.komunikasi resmi. bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928 yang berbunyi: Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan. Yang dimaksuddengan kemantapan dinamis ini ialah bahwa bahasa tersebut selalu mengikuti kaidah atau aturan yangtetap dan mantap namun terbuka untuk menerima perubahan yang bersistem. Pertama. E. Peranan dan Fungsi Bahasa Indonesia dalam Konteks Ilmiah Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat penting.alat pemersatu berbagai masyarakat yang mempunyai latar belakang sosial budaya dan bahasa yang berbeda-beda.lambang kebanggaan nasional.tulisan ilmiah. Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional. 2. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. bahasa Indonesia berfungsi sebagai: 1. dan kedua bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara. antara lain. Ciri kecendekiaan bahasa baku dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengungkapkan proses pemikiran yang rumit di berbagai bidang kehidupan dan ilmu pengetahuan.bahasa resmi negara. Ragam bahasa Indonesia yangbaku ini biasanya ditandai oleh adanya sifat kemantapan dinamis dan ciri kecendekiaan. seperti dalam surat-menyurat resmi. disertasi dan buku-buku ilmu pengetahuan.bahasa resmi di dalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi. dan 4.pembicaraan dengan orang yang dihormati atau yang belum dikenal. sesuai dengan Sumpah Pemuda 1928. D. makalah.alat perhubungan antarbudaya dan daerah. skripsi.pembicaraan di muka umum. Dengan demikian ada dua macam kedudukan bahasa Indonesia. 3. sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. 3. Bahasa Negara Berkaitan dengan statusnya sebagai bahasa negara.lambang identitas nasional. kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. 2. ceramah.1.

sekalipun. dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemakaian tanda titik (. • Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. • Dalam penggunaan partikel lah. hlm. tanda titik dua (:). penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu. penulisan unsur serapan. kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. tanda petik (“). Yth. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani. • Dalam pemakaian tanda baca. • Dalam hal penulisan kata. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. kata turunan. kah. dan disertasi. tinjauan. penulisan huruf. Contoh: DPR GBHN KTP PT. (-) tanda pisah (_). • Dalam pemakaian imbuhan. kah. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. fakta.). skripsi. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. yaitu makalah. dengan sistematika penulisan tertentu. ataupun. selain harus memperhatikan faktor kebahasaan. tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.H. sda. • Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Contoh: Muh. aku pun akan pergi. Berdasarkan pemakaiannya. Partikel lah.). laporan praktik kerja. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai. ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis takbaku. awalan. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. meskipun. tah. tanda garis miring. tesis. kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. kata sandang. kata ganti. (/) dan tanda penyingkat atau aprostop („). bahasa merupakan hal yang terpenting. Dalam penulisan ilmiah. tanda hubung. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Baik kata dasar. badan atau organisasi. menurut metode tertentu.Dalam tulisan ilmiah. Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan. Dalam penulisan ilmiah. (Sarjana Hukum ). Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. walaupun. Contoh: Jika engkau pergi. dan pemakaian tanda baca. tanda titik koma (. bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf. maupun gabungan kata. Antara lain : • Dalam hal penggunaan ejaan.Singkatan nama orang. tanda koma (. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu. S. yang meliputi pemakaian huruf. seperti andaipun. sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. nama gelar. bentuk ulang. kertas kerja. penulisan kata. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. kata depan. kita harus . dan akhiran. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut.). • Dalam penulisan Singkatan dan Akronim. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: dll. serta lingkungannya. kedudukan. pun. Dalam kaitan ini. bahasa memiliki bermacammacam ragam sesuai dengan fungsi. bagaimanapun. kalaupun. serta isi. Yamin.

pertama tugas sebagai profesi. dan melatih. 29/5/2009). Dan pola pengajaran guru masih konfensional tanpa mencoba kreatifitas dengan mengembangkan penelitian yang mampu meningkatkan mutu pengajarannya di kelas. Yakni bahwa masyarakat menempatkan guru ditempat yang terhormat dilingkungannya. Melihat beberapa permasalahan diatas. para guru lebih suka berdemo turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi menuntut ini dan itu daripada mengemukakan ide dan gagasan melalui pena/tulisan. Dan ketiga. tugas guru merupakan tugas kemanusiaan. 58:11). Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan Tuhan berjanji akan mengangkat derajad orang yang berilmu dan beriman (lihat QS. tetapi juga bukan satu-satunya cara yang efektif dan efisien untuk menyampaikan keluhan-keluhan dan ketimpangan yang terjadi di dunia pendidikan (sekolah). 4) minimnya semangat belajar. kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca. berceramah dan bercerita seolah mendominasi dan berurat akar dikalangan guru sehingga sulit untuk membiasakan diri dengan menulis atau meneliti secara sistematis. hanya 0. agaknya perlu diketahui bagaimana sebenarnya tugas utama guru? Bagaimana kualifikasi kompetensi profesional guru? Bagaimana agar menjadi guru teladan dan ideal? Tugas Guru Secara garis besar. tugas utama profesi guru bukan hanya cukup memahami materi yang harus disampaikan. 2) kurang professional. Dilaporkan harian ini pula. Tampaknya. 3) kurang memahami ilmu pendidikan (paedagogig). Tidak jarang pembahasan tentang tugas dan peran guru menjadi bahan perbincangan yang serius ketika muncul masalah-masalah pada diri siswa di sekolah. Dan salah satu factor penunjang keberhasilan pendidikan adalah peranan pendidik (guru). masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Memang langkah unjuk rasa semacam itu tidak salah. Kekurangan guru diantaranya ialah 1) akademik yang kurang memadai. Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan siswa.memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan.05% saja yang telah melakukan pengembangan profesi dengan membuat karya ilmiah atau penelitian (Radar Pekalongan. akan tetapi juga diperlukan kemampuan dan pemahaman tentang pengetahuan dan ketrampilan lainnya. tugas pokok guru (seperti dikemukakan Uzair Usman. 5) memandang sebagai profesi belaka. tugas guru dibidang kemasyarakatan. Lebih jauh. Disisi lain sangat sedikit sekali bahkan hampir tidak pernah setiap guru teladan mendapat penghargaan dari berbagai pihak ketika guru telah menunjukkan prestasinya. Sebagai profesi lainnya. diakui atau tidak. 2002) terbagi dalam 3 bagian yakni. yang mana guru menganggap siswanya seperti anak sendiri. Tugas guru lainnya adalah mempersiapkan generasi manusia yang dapat hidup dan berperan aktif di . Tugas ini meliputi mendidik. Ironisnya lagi. minat guru minim karena para guru masih terjebak dengan rutinitas mengajar yang dilakukan setiap hari di kelas. kenapa begini dan kenapa begitu sehingga problemproblem bermunculan. Kedua. seperti psikologi perkembangan manusia (Wina Sanjaya. karena dari seorang guru itulah. Gurulah yang pertama ditegur. tak sekedar mencatat bahan ajar di kelas. 2000). Hal ini berarti guru sebagai orang tua kedua di sekolah. budaya bertutur. Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diwajibkan untuk diikuti oleh setiap orang terutama manusia muda (baca : peserta didik). Sebuah surat kabar lokal mengabarkan bahwa sebanyak sebelas ribuan guru. maka untuk mendeteksi dan menganalisa tentang keprofesionalitasan guru. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. mengajar. guru juga pasti memiliki keberhailan dan kelemahan. berinovasi dan berkreasi.

tidak dengan kekerasan. Dan guru dilatih menjadi spesialis untuk membantu memecahkan masalah-masalah keseharian dalam berhubungan dengan siswa. penyusunan buku. kerana selain sebagai pengajar. dipuji dan diberi gelar sebagai guru yang baik adalah guru yang murah dalam memberi nilai dan gaul dalam arti mau terlibat langsung dengan aktifitas murid. guru yang dieluelukan. bimbingan sedemikian rupa. balasan. Maka dari itu. Agar guru dapat memiliki jiwa inovatif dan kreatif. Hal itu (mungkin saja) disebabkan karena kesulitan dan . Sebaliknya. guru seharusnya mengajar dengan kasih sayang. untuk menjadi guru teladan terutama di sekolah itu gampang-gampang susah. ejekan dan sindiran. 4) melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. guru boleh keliru atau salah. seperti keikutsertaan lomba akademik. dan ucapan terima kasih (atau pujian) dari anak didik. Juga. Sebagi contoh. Masalah yang muncul sekarang adalah kelemahan utama yang ada pada guru yang berupa kurangnya di bidang pengembangan profesi. serta menuruti semua keinginan siswa (Kompas. Kelihatannya tugas guru sederhana tetapi sejatinya cukup berat untuk dilaksanakan oleh sebagian guru. semakin kita sering belajar semakin kita pandai. perkembangan profesionalisme guru menjadi perhatian secara global karena guru memiliki tugas dan peran bukan hanya memberikan informasi-informasi ilmu pengetahuan dan teknologi. maka hendaknya ada pengarahan. Disamping itu. tetapi pekerjaan dinamis yang selamanya harus sesuai dan menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 10/9/2008). Seperti yang kita tahu bahwa tugas dan tanggung jawab profesi guru cukup berbeda dengan profesi lainnya. guru diharapkan mempunyai sikap ingin tahu sehingga dapat mendorong para guru untuk serius belajar. Profesi yang berbasis ilmu-ilmu keras tertentu benar-benar mengondisikan penyandang profesi itu untuk melakukan praktik-praktiknya berdasarkan teori keilmuannya (Sudarwan Danim. 2002).2 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas 1) merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. ilmu tidak pernah usang. Padahal guru memiliki peran lain yang sangat penting yaitu dalam pembentukan karakter anak didik. institusi yang kuat dan kurang berpengaruh serta kesejahteraan pribadi. Pada umumnya. Dalam UU RI No. mencari bakat. ada kecenderungan yang menarik di dunia persekolahan kita. 2007). Dengan kata lain pekerjaan guru bukanlah pekerjaan statis. guru memberi support. penulisan artikel di media cetak. Kompetensi Profesional Guru termasuk salah satu tenaga yang profesional yang memiliki beberapa tugas tertentu. melainkan juga membentuk sikap dan jiwa yang mampu bertahan dalam era hiperkompetensi (Joko Susilo. 3) melaksanakan bimbingan dan pelatihan. Meminjam istilah Nistain Odop (2006). Guru seyogyanya juga mengajar dengan ikhlas. 2) menilai hasil pembelajaran. guru harus jujur dan rendah hati serta sopan santun dalam bertutur dan bertindak. 2007). seorang fisikawan yang didukung oleh sains yang kompleks. serta guru mengamalkan ilmunya dan jangan sampai perkataannya membohongi perbuatannya. Oleh karena itu. Pendek kata. tradisi otoritas professional yang tercakup. tidak semata-mata untuk mendapatkan upah. membimbing dan mengarahkan anak didiknya. seperti keinginan membaca sehingga guru menemukan hubungan antar teks dan konteks sebuah bacaan.masyarakat. guru juga termasuk manusia pembelajar. tetapi tidak boleh berbohong dengan sengaja. Sebagi contoh. dan guru akan mendapat motifasi untuk berkembang terus menerus. Bagi guru yang telah memenuhi kualifikasi akademik saja masih banyak kesulitan atau kekurangan kemampuan dalam pengembangan profesi akademiknya maupun pengembangan profesinya (Welas Waluyo. dan seperti penelitian dan pengabdian masyarakat.

mengendalikan diri. yang meliputi pengetahuan kependidikan dan pengetahuan mata pelajaran yang akan diajarkan guru. yaitu pertama. nilainilai pendidikan tidak sekedar dihafal secara teoritis. yang disengaja dan dipolakan sehingga sasaran dan perubahan perilaku dan pemikiran anak sudah direncanakan dan ditargetkan. maka hasilnya kita menjadi orang yang sangat mengagungkan semua penyelesaian semua masalah ini dengan cara pragmatis. Namun pada umumnya. tidak mau sesuai prosedur. tetapi lebih pada dimensi praktis (Rosidah. Ada dua bentuk strategi keteladanan para guru. Pada bagian lain. instant. sikap egoisme yang berlebihan. kompetensi efektif yang meliputi perasaan dan emosi. tidak mau bersusah payah. Sedangkan dengan adanya kompetensi sosial dan kepribadian. 2005). kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian (Joko Susilo. Untuk diikuti sebagai bagian dari kompetensi profesional guru. 2007). Kedua. kompetensi psikomotor. yang tidak disengaja. Artinya. guru yang teladan harus profesional dalam menjalankan segala tugasnya (utamanya) sebagai pendidik. 25/5/2009). 1997). Oleh sebab itu. termasuk kesejahteraan. kepedulian yang tinggi terhadap masyarakat dan juga memiliki karakter dan moral yang mulia. tetapi telah menjadi bagian dari perilaku dirinya. Kompetensi pedagogik mengharuskan guru mempunyai jiwa pendidik yang mendarah daging. bahkan beberapa hal kita sudah tidak peduli lagi dengan proses (A. Dengan kompetensi pedagogik. yakni sikap dan perasaan diri yang berkaitan dengan profesi keguruan. Syarat kepemilikan empat kompetensi diatas. 2004). penuh tanggung jawab dan profesional (Agus Mutohar. Khoirudin. tidak berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku dan tentunya memiliki setidaknya empat kompetensi. Begitu pula dengan kompetensi kepribadian mengisyaratkan adanya kepemilikan pribadi . memungkinkan guru dapat menggunakan metode mengajar dan mendidik dengan benar. kompetensi kognitif. Kompetensi akademik yang menggambarkan seseorang memiliki kemampuan berpikir secara ilmiah. tidak mau bertanya dan belajar. guru (dosen dan para ahli pendidikan) di negeri ini mengajarkan kehidupan pragmatis dan konsumtif. pengontrolan dan partisipasi atas program yang dilakukan (Abdul Khobir. dalam hal ini guru terampil sebagai figur yang dapat memberikan contoh dalam kehidupannya sehari-hari (Radar Pekalongan. ketrampilan (atau kompetensi-kompetensi) itu harus dapat dipraktekkan berulang-ulang walau bentuknya tidak sama persis tetapi sesering mungkin bukan hanya kebetulan terjadi satu kali (Wragg. serta lainnya yang intinya minimnya motifasi untuk menciptakan karya ilmiah yang dapat menunjang profesi guru. yaitu seorang guru sengaja memberi contoh yang baik kepada muridnya supaya dapat menirunya. sebagai sebuah profesi. Di sini guru dituntut untuk dapat mengatur dan mengelola situasi dan kondisi siswa (di kelas dan di sekolah) sedemikian rupa agar proses belajar mengajar berjalan dengan mulus dan menyenangkan sehingga pemindahan materi ilmu pengetahuan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. guru juga harus menepati kewajiban-kewajiban secara baik. tidak mau antri. Kedua. Namun demikian. pengawasan. 2008). pengorganisasian. diharapkan guru memiliki jiwa sosial. Kendala karena kurang minatnya membaca dan menulis. Guru profesional dituntut sedikitnya memiliki tiga kecakapan (Wawasan. 14/12/2008) yaitu pertama. kompetensi akademik. Contohnya guru menyuguhkan soal dengan format multiple choice (pilihan ganda) dengan alasan mudah mengoreksinya. sudah sewajarnya guru diperlakukan secara profesional sesuai dengan hak-hak profesionalnya. yakni kompetensi pedagogik. Guru juga sebagai pemimpin (manajerial) yang memimpin. yang pelaksanaannya berhubungan dengan tugasnya selaku pengajar. upaya mengarahkan. 2007). bukanlah persoalan mudah manakala dimaknai tidak sekedar dimensi teoritis.kemalasan pada diri pribadi guru. yang meliputi ketrampilan/ kecakapan yang bersifat jasmaniah. Dan ketiga.

Akan tetapai terlepas dari segala kekurangan yang ada. bahkan ada yang tidak mendapat gaji/tunjangan apapun. Ciri pokok profesional adalah apabila seseorang memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya (Martinus Yamin. mengajarkannya. pengorbanan para guru di pedalaman ini pantas dapat penghargaan khusus dari berbagai pihak. tentu saja mempengaruhi terhambatnya pengembangan kompetensi profesional pada guru. Bahkan masih ada kita mendengar guru-guru yang belum pernah sekalipun mengikuti pendidikan dan pelatihan terutama guru-guru yang bertugas di daerah marjinal atau terpencil. Bagaimana mungkin seorang guru akan membaca buku-buku dan belajar giat untuk menambah stock of knowledge jika untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak cukup. maka diperlukan guru yang memahami dan menghayati profesinya. Oleh karena itu. Memang dalam masalah ekonomi. Kecintaan terhadap tugas ditunjukkan dalam bentuk curahan tenaga. diikuti dan dicontoh (Hamzah B Uno. serta menurunnya nilai-nilai peradaban bangsa di masa depan. Dengan demikian diharapkan pribadi guru menjadi personifikasi nilai-nilai. seorang guru juga membutuhkan pemenuhan kesejahteraan agar ia tidak kesulitan untuk membentuk kualitasnya sebagai seorang pengajar (Nurani Soyomukti. tantangan sosial dan tantangan profesi di lembaga pendidikan dalam menghidupi diri dan keluarganya. karena informasi diperoleh bahwa masih banyak daerah-daerah yang belum menjadikan pendidikan dan pelatihan terhadap guru sebagai suatu kebutuhan mendasar. Kompetensi profesional menyangkut bidang profesinya misalnya guru Bahasa Inggris harus mampu membuat desain pembelajaran Bahasa Inggris. bukan sekedar kamuflase sehingga menjadi contoh nyata yang dapat diteladani siswa. Karena sangat terbatasnya fasilitas-fasilitas belajar mengajar dipelosok desa. 2007). Ketidakmampuan sosok seorang pendidik dalam mengatasi ketiga jenis tantangan tersebut akan mengakibatkan rendahnya kualitas lulusan dan kualitas pendidikan pada umumnya. Padahal apabila guru mengetahui sejumlah ilmu pengetahuan yang luas. yakni tantangan umum. dan tentunya guru yang memiliki wawasan pengetahuan dan ketrampilan sehingga membuat proses pembelajaran aktif. guru dituntut untuk mampu berperan maksimal dan ideal dalam berbagai tatanan pergaulan dengan berbagai kalangan dan fariasi pandangan. Motifasi lain yang mendorong perlunya dilakukan bergagai bentuk pendidikan dan pelatihan. kreatif dan menyenangkan. 2008). inovatif . karena pada dasarnya guru adalah representasi dari sekelompok orang pada suatu komunitas atau masyarakat yang diharapkan dapat digugu dan ditiru. Banyak guru bantu dan sukarela mengabdi disekolah dengan honor yang sangat tidak mencukupi. waktu dan pikiran serta penerapan disiplin yang baik dan kuat dalam proses pendidikan akan menghasilkan mental. 2007). Guru Ideal Menurut Ruslan (2008) ada tiga jenis tatanan utama yang harus diahadapi dan harus mampu diatasi sosok seorang pendidik dan melaksanakan tugas kependidikannya. maka guru seharusnya bisa menjadi teladan bagi peserta didik. guru mampu menciptakan suasana pembejaran inovatif. Untuk mengatasi ketiga tantangan tersebut tidaklah bijak jika seluruh upaya dibebankan hanya diatas pundak pendidik saja. watak dan kepribadian yang kuat. Karena itu diharapkan para lulusan lembaga pendidikan guru di masa mendatang dapat menunjukkan dirinya sebagai guru otonom dan profesional dengan daya kreatifitas yang tinggi dalam mengelola pembelajaran.yang paripurna (insan kamil). mengadakan pengamatan proses dan mengevaluasinya. 2008). Kompetensi sosial tentu bermakna lebih luas lagi. Untuk menjadi guru profesional juga memerlukan pendidikan dan pelatihan serta pendidikan khusus (Isjoni. orangtua peserta didik dan masyarakat pada umumnya. agar proses pembelajaran berhasil dan mutu pendidikan meningkat. tetapi wajib melibatkan partisipasi penuh dari pihak pemerintah.

sosial. Dalam hal ini Paulo Friere (2001) menyatakan bahwa pendidikan yang membebaskan adalah situasi dimana guru dan siswa sama-sama harus belajar. pengembangan profesi (seperti karya ilmiah dan karya tulis). kreatif dan menggunakan alat peraga yang bervariasi. Walla ‟alam. emosional. psikologi. dalam penanaman budi pekerti. maka dia berusaha mencarinya melalui kegiatan penelitian. guru hendaknya menjadi garda (garis depan). ing madya mangun karsa. Guru dituntut menjadi figur: ing ngarsa sung tuladha. karakteristik guru ideal diantaranya adalah 1) guru mampu memahami dan melaksanakan tugas dan perannya dengan baik dan benar. seperti bertindak jujur dan adil. kemungkinan besar anak akan kehilangan teladan. Inilah figur ideal yang didambakan setiap bangsa. tetapi lewat membaca buku atau majalah profesional. 2) kompetensi profesional. . yaitu sebagai figur yang harus digugu (dianut) dan ditiru. 3) guru sebagai pengajar dan juga pembelajar. Selanjutnya. materi. Jika guru sekedar bisa ceramah atau omong kosong saja. menjadi motivator. bersemangat untuk selalu mencari dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendek kata. Guru tinggal merestui dan mengarahkan saja. Dan cara yang baik bukan lewat penataran. Karena ada suatu hal yang guru tidak tahu dan dia tahu bahwa dia tidak tahu. Sumber: Gema pendidikan Karakteristik Guru Teladan Articles | Mimbar Jumat Peran guru dalam implementasi/pelaksanaan pendidikan budi pekerti tidak mudah. Figur inilah yang menghendaki seorang guru perlu menjadi suri teladan dalam aplikasi pendidikan budi pekerti. menurut Ki Hajar dewantara diartikan sebagi sikap pimpinan (guru) harus mampu memberi teladan kepada murid-muridnya. menyempatkan diri dengan penuh gairah untuk belajar terus menerus. Selain hal itu. yang mana cara-cara ini menuntut adanya semangat. Seorang guru yang pada dirinya terdapat kecerdasan-kecerdasan tersebut. memberi contoh. 4) mengikuti proses kemajuan zaman. 5) memiliki spiritual yang tinggi seperti disebutkan Al-Ghazali bahwa guru hendaknya memberikan nasehat dan bimbingan kepada murid berorientasi bahwa tujuan menuntut ilmu adalah mendekatkan diri kepada Allah bukan untuk memperoleh kedudukan dan kebahagiaan dunia. ia patut diberi apresiasi dengan sebutan guru ideal (dan profesional). maka dia sendiri merupakan subyek pembelajaran (E.dalam bidangnya dan bidang lainnya. Mulyasa. Guru juga harus mampu memberi motivasi kepada murid untuk belajar keras. Ungkapan ini. guru sejatinya memiliki sejumlah kecerdasan untuk membantu menjadi tenaga profesional. Guru yang otonom berarti guru yang juga sebagai pemikir dan perancang bahan pelajaran yang kritis dan analitis serta berani mengungkapkan berbagai gagasan kreatifnya. serta tidak pernah puas bila sudah mengajarkan bahan pelajaran (Paul Suparno dkk. Disamping itu. mengikuti lokakarya dan seminar yang berbobot. dan ketrampilan terkini yang selalu berkembang setiap hari. Sering ada pepatah yang menyinggung pribadi guru. tut wuri handayani. moral dan spiritual. 2006). Guru juga perlu untuk memberikan kepercayaan kepada muridnya untuk mempelajari sesuatu sesuai minat dan kemampuannya. Tingkat kecerdasan seseorang diukur dengan keintelektualan. guru seharusnya dinamis. ketekunan dan rasa tanggung jawab. sama memiliki subyek kognitif. Dalam istilah Drost (1998) dikatakan sebagai on going formation. Oleh karenanya dengan kesadaran bahwa guru tidak mengetahui sesuatu. selain juga sama memiliki perbedaan. inovatif. 2001). metode. mengikuti kursus lisan dan tertulis.

murid-murid akan belajar budi pekerti. Dengan demikian. guru harus menjadi potret budi pekerti yang luhur. Yang baik menurut mereka adalah apa yang kamu perbuat. Guru harus berakhlak mulia. cepat tanggap. Senantiasa melandaskan niat ibadah kepada Allah ketika mengajarkan ilmu. Akhlak dan Prilaku. dalam tulisan ini akan diungkap karakteristik guru ideal yang bisa menjadi teladan bagi murid-muridnya. dan dapat mengambil tindakan yang tepat pada saat-saat kritis. Guru harus menjadi teladan siswa-siswa dalam segala perkataan. Senantiasa merasa diawasi oleh Allah swt. melakukan koreksi diri (muhasabah) atas kelalaian dan kesalahan. adil. berpesan kepada pendidik anaknya: “Hendaknya dalam memperbaiki anakku. baik di dalam maupun di luar kelas. Menanamkan sikap tawadhu‟ (rendah hati). kamu perbaiki dirimu dahulu. bagi para guru harus senantiasa hati-hati agar senantiasa terpelihara dari perbuatan yang tidak baik. Dan yang buruk menurut mereka adalah apa yang kamu tinggalkan. langsung ataupun tidak langsung akan menjadi acuan dan contoh murid-muridnya. khilaf ataupun dosa. pernah berbuat salah. Berdasarkan citra guru ideal itu. berkata yang baik. berkelakuan baik. akan lahirlah siswa-siswa yang lebih buruk darinya. apalagi yang lain. Jika seorang guru sampai berbuat yang menyimpang dari kriteria tersebut.” Karakteristik Guru Teladan Saya sudah mengatakan bahwa manusia tidak ada yang sempurna. karena pada dasarnya guru itu adalah teladan bagi murid-muridnya dan juga yang lain untuk mewujudkan hal-hal yang baik. Guru .” Hal ini terjadi. Kalau begitu. Mata mereka mengikutimu. berarti murid akan semakin kacau balau. Guru harus selalu jujur. ia juga manusia biasa seperti yang lainnya. Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia. Untuk itu. Mampu mengatur waktu dengan baik. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan bagi seorang guru dan dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Seorang guru harus memiliki bekal dan persiapan agar dapat menjalankan profesi dan risalahnya. tidak melamun. karena orang yang tawadhu‟ akan diangkatkan derajatnya oleh Allah Swt. Pertama. Begitu juga dengan seorang guru. bashirah yang jernih. tetapi juga berdo‟a meminta taufiq serta pertolongan dari Allah Swt. jangan sampai timbul perasaan ujub dan ghurur. Mungkin akan terucap: “Guru saja sudah berbuat seperti itu. (muraqabah) dimanapun berada. maka ada beberapa karakteristik yang perlu diperhatikan sebagaimana diungkap oleh Mahmud Samir al-Munir dalam bukunya al-Mu‟allimur RabbanyGuru Teladan. Umar ibn Utbah. dan memberi nasihat serta pengarahan kepada anak didik. Ahmad Syauqi berkata: “Jika guru berbuat salah sedikit saja.” Kedua. yakni sebagai berikut: Menguasai materi pelajaran dengan matang melebihi siswa-siswanya dan mampu memberikan pemahaman kepada mereka secara baik. dan menjauhi hal-hal yang bertentangan dengan hal itu. Guru harus memiliki kesiapan alami (fitrah) untuk menjalani proses mengajar. seperti pemikiran yang lurus. perbuatan dan prilaku. Karakteristik Profesional. berpandangan jauh ke depan. Tidak semata-mata mengandalkan kemampuan dan usaha belaka dalam mengajar. Hal ini menunjukkan manakala seorang guru memberikan teladan yang buruk. agar murid-muridnya semakin berakhlak baik. Karena itu. Risalah yang diemban guru sangat agung. budi pekerti guru harus juga mencerminkan pribadi luhur yang ideal.Sikap dan tindakan guru. yaitu: Guru harus mempunyai akidah yang bersih dari hal-hal yang bertentangan dengannya. Namun. murid-murid akan semakin runyam keberadaannya. ketika guru melakukan sebuah kesalahan atau kekhilafan maka respon masyarakat akan lebih besar bila dibandingkan dengan yang lain. Karakteristik Akidah. sehingga tidak ada waktu yag terlewatkan tanpa mendatangkan manfaat duniawi dan ukhrawi. Untuk bisa menjadi teladan.

dia menghindari spontanitas dalam mengajar jika tidak menguasai materinya. saya pikir hal yang mustahil. saya kemukakan kembali karakteristik ini adalah sebagai wahana refleksi (renungan) buat kita semua para guru. Wallahu a‟lamu. Sebiasa mungkin. (Diah Widya Ningrum. fisik. Masyarakat secara umum juga harus bijaksana dalam menilai guru. guru juga butuh nasehat. Untuk bisa sempurna 100 % memenuhi karakteristik. jangan dianggap bahwa guru itu adalah makhluk sacral (tidak pernah berdosa). S. tidak menanti-nanti waktu usainya atau menginginkan para siswa membaca sendiri tanpa diterangkan maksudnya. Sebelum memasuki pelajaran. Dia menyiapkan apa yang dikatakannya. sebab manusia jauh dari kesempurnaan. paling tidak ini menjadi tolok ukur untuk terus melakukan yang terbaik buat murid-murid kita ke depan. malas ataupun lapar. atau menghabiskan jam pelajaran dengan hal-hal yang tidak ada gunanya bagi siswa. Sedangkan maksud kesiapan ilmu adalah dia menyiapkan materi pelajaran sebelum masuk kelas. Namun. Inilah garis besar yang diberikan oleh Mahmud Samir al-Munir. guru harus siap secara mental.harus menguasai cara-cara mengajar dan menjelaskan. Untuk itu kesalahan dari seorang guru bukan berarti karirnya yang terakhir sebagai seorang pendidik.I : Penulis adalah Guru Madrasah Aliyah Al Jam‟iyatul Washliyah Perbaungan-Serdang Bedagai dan Aktivis Perempuan Perduli Pendidikan Islam. Maksud kesiapan mental dan fisik adalah tidak mengisi pelajaran dalam keadaan perasaan yang kacau. . waktu dan ilmu (materi).Pd. kritik yang konstruktif sehingga kesempatan yang ada bisa menjadi wahana perubahan menjadi lebih baik. tidak menghitung tiap detik yang berlalu. Kesiapan waktu adalah dia mengisi pelajaran itu dengan jiwa yang tenang. Dia mesti menelaah buku-buku yang berkaitan dengan bidang studi yang diajarkannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful