CHILD ABUSE

Oleh Hoerulli (1010221026) Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Jakarta

Non-diskriminasi 2.CHILD ABUSE Definisi anak : seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.)  Ada 4 prinsip dasar hak anak yang terkandung di dalam Konvensi Hak Anak. Penghargaan terhadap pendapat anak  . kelangsungan hidup. dan perkembangan. (Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of Child) tentang definisi Anak dan Pasal 1 ayat (1) UU RI No. dan 4. yaitu: 1. Hak untuk hidup. Kepentingan yang terbaik bagi anak 3. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

.CHILD ABUSE  Menurut WHO (2004) kekerasan pada anak adalah suatu tindakan penganiayaan atau perlakuan yang salah pada anak.

. 3. 2. sebagai contoh adalah eksploitasi anak untuk alasan komersial. Kekerasan pada anak dapat berupa : fisik seksual psikologis. memanfaatkan anak untuk bekerja atau aktivitas lain untuk memperoleh keuntungan. emosional dan penelantaran. 4. Tipe lain dari kekerasan adalah mengeksploitasi anak .CHILD ABUSE  1. 5.

KEKERASAN FISIK PADA ANAK  Kekerasan fisik pada anak adalah "non accidental injuri" pada anak mulai dari ringan sampai berat sampai pada trauma neurologist yang berat bahkan sampai pada kematian. .

atau menggunakan anak untuk memproduksi pornografi anak. menampilkan pornografi untuk anak. Bentuk PSA termasuk bertanya atau menyuruh anak untuk melakukan aktivitas seksual (terlepas dari hasil). mempertontonkan alat kelamin untuk anak.PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK  Pelecehan Seksual Anak (PSA) adalah bentuk pelecehan anak di mana orang dewasa atau remaja yang lebih tua melakukan rangsangan seksual terhadap anak. kontak seksual aktual terhadap anak-anak. kontak fisik dengan alat kelamin anak. melihat alat kelamin anak tanpa kontak fisik. .

pemotongan komunikasi.PELECEHAN PSIKIS PADA ANAK  Dari semua kemungkinan bentuk pelecehan. ejekan. tuntutan yang tidak pantas atau berlebihan. penyiksaan atau kritik. degradasi. pelecehan emosional adalah yang paling sulit untuk didefinisikan. perusakan harta benda. . dan penghinaan. Itu bisa termasuk nama-panggilan.

MENELANTARKAN  Penelantaran anak adalah di mana orangtua yang bertanggung jawab gagal untuk menyediakan berbagai keperluan yang memadai. atau medis. . atau kebersihan). pendidikan (kegagalan untuk mendaftarkan anak di sekolah) . pakaian. emosional (kegagalan untuk memberikan pengasuhan atau kasih sayang). termasuk fisik (kegagalan untuk menyediakan makanan yang cukup.

Kasus kekerasan terhadap anak di Tanah Air dalam dua tahun terakhir jumlahnya meningkat.626 kasus pada 2008 menjadi 1. dan bentuk-bentuk penganiyaan lainnya mencapai angka 12%. . pelecehan seksual 8%. penganiayaan emosional 4%.891 pada 2009.PREVALENSI   Data di Amerika Komite Nasional. Sebuah laporan UNICEF pada kesejahteraan anak menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Inggris menduduki peringkat terendah di antara negara-negara industri yang berkaitan dengan kesejahteraan anak-anak. pada tahun 1997 kasus penelantaran terhadap anak mewakili 54% dari kasus yang dikonfirmasi penganiayaan anak. penyiksaan fisik 22%. dari 1. Sedangkan di Indonesia sendiri.

PENYEBAB  Karakteristik orang tua seperti usia. pendidikan. Pada tahun 2009 dilaporkan bahwa kekerasan terhadap anak telah meningkat selama resesi ekonomi. 2005). status perkawinan. kehamilan tidak diinginkan. kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan obat terlarang. .  Pengangguran dan kesulitan keuangan juga berhubungan dengan tingkat peningkatan pelecehan anak. cacat fisik/mental dan depresi (UNICEF. perawatan kehamilan tidak baik. pengalaman mendapat kekerasan.

Memiliki sifat penakut. memar. 2. Bekas luka. dan lain-lain. 3.TANDA & GEJALA  Tanda-tanda kekerasan fisik: 1. patah tulang pada anak yang belum dapat berjalan atau memanjat. Luka-luka yang tidak mungkin terjadi berdasarkan pertimbangan usia seorang anak. 4. Misalnya. . Bekas luka yang berbentuk seperti objek tertentu. Penjelasan yang tidak masuk akal mengenai penyebab cedera. atau luka bakar yang tidak dapat dijelaskan asalnya dan muncul berulang kali. 5. misalnya ikat pinggang. kabel listrik.

. Perilaku agresif atau tertutup.TANDA & GEJALA  Tanda-tanda kekerasan verbal: 1. 2. Pemalu dan menghindari kontak fisik dengan orang tua atau orang dewasa.

kesulitan makan atau tidur .alat kelamin atau dubur sakit. Anak memiliki tanda-tanda fisik seperti: .TANDA & GEJALA  Tanda-tanda pelecehan seksual: 1.sering menangis dan sedih berlebihan .berbicara tentang atau melakukan tindakan seksual di luar kewajaran untuk anak seusianya . bengkak.kesulitan berjalan atau duduk . 2.pakaian bernoda darah . Anak menunjukkan perilaku dan tanda-tanda emosional seperti: .mengotori atau membasahi celana atau tempat tidur padahal ia sudah terlatih buang air di toilet . dan kemerahan 3.memar dan luka pada daerah kemaluan dan dubur .menarik diri dari kegiatan dan orang lain . Anak menyatakan dirinya telah diperlakukan tidak pantas secara seksual. gatal.

DAMPAK Anak-anak dengan riwayat penelantaran atau kekerasan fisik berada pada risiko memiliki masalah kejiwaan. termasuk gejala disosiatif.  .kecemasan serta.  Kekerasan pada anak dapat menyebabkan keterlambatan dan gangguan tumbuh kembang pada anak. depresi.

 membantu dalam identifikasi awal anggota keluarga dengan kecenderungan yang kasar sebelum terjadi tindak pidana.PENCEGAHAN Memberikan pendidikan pada anak-anak untuk mengenali perilaku yang tidak pantas (seksual dan fisik) dan melaporkan penyalahgunaan pada tahap awal untuk orang tua mereka atau keluarga akan membantu anak-anak menghindari pelecehan.  .

serta orang tua dalam perlindungan anak. dan didalamnya juga mengatur tentang ketentuan pidana terhadap pelanggaran hak-hak anak. masyarakat. . kewajiban dan tanggung jawab pemerintah.HUKUM & UU  Di Indonesia sendiri Perlindungan anak telah diatur pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang isinya antara lain menyangkut hak-hak anak.

Play terapi dan terapi seni adalah cara untuk mendapatkan anak-anak lebih nyaman dengan terapi dengan mengerjakan sesuatu yang mereka nikmati (mewarnai.  Istilah “Terapi bermain” pertama kali di kemukakan oleh Freud. Desain karya seni anak bisa menjadi representasi simbolik dari apa yang mereka rasakan. menggambar. dll). melukis.PENANGGULANGAN Masing-masing jenis pengobatan dapat digunakan untuk lebih membantu. tergantung pada bentuk pelecehan yang mereka alami. hubungan dengan teman atau keluarga  .

Siap untuk menjadi saksi ahli. . Termotivasi untuk melaporkan temuan mereka ke instansi yang berwenang. dan 3.TUGAS DOKTER Dokter yang melihat pasien anak-anak harus 1. Akrab dengan manifestasi umum dari pelecehan anak 2.

TERIMA KASIH .