BAB I PENDAHULUAN Skenario 3 Pak Parno, umur 34 tahun, bekerja sebagai buruh bangunan, mempunyai istri dan dua

orang anak. Pak Parno tahun lalu memiliki kartu JAMKESMAS, tetapi tahun ini tidak terdaftar lagi. Pak Parno sudah menanyakan ke Puskesmas, tetapi oleh petugas Puskesmas diminta menanyakan pada kelurahan. Istri pak Parno saat ini sedang hamil anak ketiga. Istri pak Parno terdaftar sebagai penerima program JAMPERSAL, tetapi bingung kalau nanti melahirkan dengan operasi di rumah sakit swasta apakah bisa menggunakan fasilitas ini. Sudah 7 hari pak Parno merasakan demam, naik turun dengan disertai diare, badannya terasa lemas, sehingga tidak mampu berangkat kerja. Sebagai seorang buruh harian, maka bila tidak berangkat kerja, pak Parno tidak mendapatkan upah. Pak Parno tidak mempunyai uang untuk membayar pengobatan, karena itu meminjam uang dari tetangganya untuk berobat ke dokter Mia. Dr.Mia bekerja sebagai dokter Puskemas di siang hari dan membuka praktek pribadi di rumah pada sore hari. Pasien praktek pribadinya rata-rata berasal dari golongan sosial ekonomi menengah ke bawah. Seringkali pasien datang berobat dengan kondisi yang sudah parah. Dr.Mia adalah dokter keluarga yang dikontrak oleh PT.Askes untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada peserta Askes. PT.Askes membayar Dr.Mia dan dokter keluarga lainnya yang dikontrak PT. Askes dengan cara kapitasi agar pelayanan yang diberikan cost-effective. PT. Asks tidak membayar dokter keluarga dengan cara fee-for-service untuk mencegah provider moral hazard. Dr. Mia menerangkan pada pak Parno bahwa untuk tahun-tahun mendatang semua penduduk Indonesia diharapkan tergabung dalam progran jaminan sosial kesehatan. Bila berobat ke rumah sakit, pak Parno tidak perlu membayar. Pak Parno pernah bekerja sebagai buruh tetap disuatu perusahaan kontraktor swasta besar, dan mendapat asuransi kesehatan swasta sebagai fasilitas dari perusahaannya. Pak Parno pernah mengalami kecelakaan kerja yang cukup parah,
1

kemudian mendapatkan pelayanan kedokteran okupasi oleh dokter perusahaan di klinik perusahaan. Kecelakaan kerja waktu itu berakibat gak parah karena pak Parno tidak memakai alat pelindung diri (APD). Dokter perusahaan lalu merujuk pak Parno ke rumah sakit swasta.

2

persalinan. baik fisik. 7. sosial dengan usaha preventif dan kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum 6. 9. Jampersal : jaminan pembiayaan persalinan dari pemerintah. berlaku untuk masyarakat miskin 2. Seven Jumps Klarifikasi Istilah 1. 3. 5. nifas. mental. veteran. perintis kemerdekaan beserta anggota keluarga dan badan usaha lainnya 8. Kedokteran okupasi : ilmu yang mempelajari pengaruh pekerjaan terhadap kesehatan pekerja dan sebaliknya → spesialisasi kedokteran Kesehatan kerja : spesialisasi dalam ilmu kesehatan/ kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setingi-tingginya. BBL Kapitasi : metode pembayaran dokter dengan jumlah tetap berdasarkan jumlah orang yang ditetapkan asuransi. KB. Fee for service : metode pembayaran dokter berdasarkan pelayanan yang diberikan PT Askes : BUMN untuk menyelenggarkan jaminan pemeliharaan kesehatan untuk PNS. pelayanan rawat inap di 3 . Jamkesmas : jaminan perlindungan kesehatan secara komprehensif yang diberikan secara berjenjang bagi masyarakat yang iurannya dibayar oleh pemerintah.effective : pelayanan kesehatan dengan tujuan hasil maksimal dan biaya minimal 10. Program jaminan sosial kesehatan : meliputi pelayanan rawat jalan tingkat pertama. Provider moral hazard : motivasi untuk memaksimalkan pendapatan dengan cara melakukan pemeriksaan yang tidak diperlukan/ berlebihan Cost. 4.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. pelayanannya meliputi ANC. pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan. TNI/ POLRI.

pelayanan emergency. Out of pocket payment : pasien membayar langsung Pajak : pemerintah menarik pajak → digunakan untuk pembiayaan kesehatanAsuransi : menarik premi dari individu peserta asuransi. 7. 2. 8. 5. pelayanan khusus. uang tidak bisa kembali Medical saving account : warga menabung uang untuk biaya kesehatan mereka sendiri. 3. 4. 6. Kecelakaan kerja : kecelakaan terkait pekerjaan 12. Jelaskan macam-macam metode pembiayaan kesehatan! Mengapa Pak Parno dalam skenario tidak terdaftar lagi sebagai anggota Jamkesmas padahal tahun lalu terdaftar? Apakah Jampersal dapat digunakan di rumah sakit swasta? Jelaskan tentang macam-macam jaminan kesehatan di Indonesia dan perbedaan pada tiap jenis jaminan kesehatan tersebut! Jelaskan ruang lingkup kedokteran okupasi! Siapa yang bertanggung jawab untuk penyediaan alat pelindung diri bagi pekerja? Bagaimana cara menjadi dokter okupasi? Metode pembiayaan bagi dokter (pembayaran) Brain Storming 1.rumah sakit. contoh : program jamsostek untuk meningkatkan kesehatan pekerjanya 11. pelayanan persalinan. uang bisa kembali 4 . Alat perlindungan diri : kelengkapan yang wajib digunakan saat bekerja sesuai bahaya dan resiko kerja untuk menjaga keselamatan pekerja itu sendiri dan orang di sekelilingnya serta untuk meminimalisasi kecelakaan kerja Rumusan Masalah 1.

jumlah tetap. dan lain-lain →dana APBN dan masyarakat setempat →target : masyarakat yang kekurangan akses pelayanan kesehatan 5 . pemeliharaan. 3. 4. dalam suatu periode Pembiayaan berbasis kasus : pembayaran per kasus/ penyakit Kapitasi : pemberian berkala. atas indikasi medis . persalinan. terdiri atas gaji. hari tua.8.SC emergensi. . hanya yang bekerja sama. Poskesdes. atas indikasi medis . dan lain-lain Fee for service : bayar langsung Anggaran global : pembayaran di muka.SC dengan komplikasi Tidak semua rumah sakit swasta bisa memakai Jampersal. rujukan keguguran . tergantung jumlah orang yang dipegang dokter → asuransi Pelayanan persalinan tingkat pertama→ puskesmas. persalinan (termasuk resiko tinggi). . Polindes.Jampersal : target seluruh masyarakat → 4 kali ANC. KB setelah persalinan. nifas.Gaji : berdasarkan waktu kerja Line item budget : pembayaran berdasarkan periode. pengadaan alat kesehatan.SC elektif. jumlah tetap. obat.SJSN : Sistem Jaminan Kesehatan Nasional → menggantikan Jamkes lain →komprehensif : jaminan kesehatan.PKMS : Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Solo . fasilitas kesehatan swasta yang memiliki perjanjian kerja sama dengan tim pengelola kabupaten/ kota Pelayanan persalinan tingkat lanjutan → di rumah sakit pemerintah dan swasta Indikasi SC di rumah sakit swasta: . kecelakaan kerja.

rawat inap. bersalin. nifas (sampai dengan 42 hari pasca melahirkan). KB setelah persalinan. nifas. ganti rugi kecelakaan dan kematian. transport rujukan Rawat jalan. rujukan keguguran Miskin dari RT/ yang terdaftar 2. jaminan hari Asal dana Cara daftar APBN Surat Keterangan RW/ kelurahan tua Premi Pekerja aktif di perusahaan Jamsoskes APBN Menunjukkan KTP/ KK usia 28 hari) ANC. persalinan.→ dijalankan 2014 Sasaran Jamkesmas Masyarakat miskin Jamsoskes Tenaga kerja perusahaan yang terdaftar Jamsoskes Jampersal Ibu hamil. transport rujukan. gawat darurat. rawat inap. bayi baru lahir (sampai dengan Fokus kegiatan Rawat jalan. kelurahan Kemungkinan Pak Parno tidak terdaftar karena tidak ada rujukan RT/RW atau kelurahan 6 . Pendaftaran Jamkesmas → setahun sekali Cara mendaftar : berdasarkan rujukan RT/ RW. gawat darurat.

Dengan cara ini pasien membayar langsung kepada dokter atau pemberi pelayanan kesehatan lainnya untuk pelayanan kesehatan yang sudah diterima. kuratif. Aspek positif metode ini. Aspek negatifnya. STUDI PUSTAKA PEMBIAYAAN PELAYANAN KESEHATAN Uang yang dibayarkan untuk pelayanan kesehatan dapat dibayarkan dalam empat cara: 1.Ruang lingkup : pekerja dan lingkungan pekerja .Yang bertanggung jawab atas penyediaan APD : perusahaan 7. pasien menjadi lebih menghargai nilai ekonomi dari pelayanan kesehatan yang diterima sehingga menghindari penggunaan pelayanan kesehatan secara berlebihan. Sertifikasi dokter okupasi/ sekolah spesialis khusus kedokteran okupasi 5.Comprehensive → preventif (melalui APD/ Alat Perlindungan Diri).Menilai resiko pekerjaan terhadap pekerjanya . rehabilitatif . Out-of Pocket Payment (OOP).6. .Pencegahan masalah kesehatan pada pekerja dan lingkungan industri .Layanan medis yang profesional terhadap penyakit-penyakit kedaruratan medik akibat kerja .Dokter okupasi mewajibkan pekerja untuk memakai APD sebagai upaya preventif . pasien dan keluarga akan sangat rentan untuk mengalami pengeluaran bencana (catastrophic expenditure) karena harus membayar 7 . .Penilaian terhadap bahan-bahan yang berbahaya . B.Monitoring kesehatan para pekerja untuk mengidentifikasi resiko kesehatan sebelum terjadi kelainan klinis/ terjadi kecelakaan. promotif.

Sebagian besar negara menggunakan campuran dari metodemetode di atas. Pajak (Taxation). baik secara individual atau melalui perusahaan tempat bekerja. Asuransi (Insurance). Kanada. Sebagai contoh. 8 . Belanda). Beberapa negara mengoperasikan compulsory payroll tax yang bersifat wajib bagi pekerja untuk membayar asuransi. Asuransi kesehatan bisa diambil oleh masing-masing individu atau pekerja (seperti di AS). atau diselenggalarakan melaui skema nasional untuk semua penduduk (misalnya. Sistem asuransi menarik premi yang dibayarkan oleh individuindividu peserta asuransi. sebagian besar warga tidak terasuransi. di Indonesia pemerintah menyediakan pelayanan kesehatan primer dan di Puskesmas dan sekunder di RS pemerintah. Di Indonesia terdapat skema Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang membebaskan semua biaya pelayanan kesehatan di tingkat primer maupun sekunder yang disediakan oleh fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Di Inggris. disebut user fee (user charge). sehingga bisa menyebabkan pasien dan keluarganya jatuh miskin. 3. Masalah yang jelas dari sistem wajib adalah membebankan biaya 5 pelayanan kesehatan kepada angkatan kerja sehingga dapat memperburuk ekonomi umum. Pemerintah membayar sebagian dari biaya pelayanan kesehatan pasien yang diberikan pada fasilitas kesehatan pemerintah. misalnya Puskesmas dan RS pemerintah pusat maupun daerah. tetapi membiayai hanya sebagian pelayanan kesehatan itu. Pasien harus membayar sebagian dari pelayanan kesehatan yang digunakan. Pemerintah Indonesia juga menarik pajak umum. sehingga menyebabkan sebagian penduduk tidak terasuransi. Sebagian warga membeli asuransi kesehatan swasta. NHS membiayai semua pelayanan kesehatan. Pemerintah Inggris menarik pajak umum (general taxatin) dari warga yang antara lain digunakan untuk membiayai pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh NHS (National Health Services).biaya kesehatan yang mahal pada suatu saat ketika sakit. 2.

Medical Saving Account (MSA. Sistem ini memproteksi generasi berikutnya dari biaya-biaya akibat generasi kini. (Murti. per tahun) agar pemberi pelayanan dapat memberikan pelayanan kesehatan. kategori) dalam line item budget di fasilitas pelayanan kesehatan. pemeliharaan. 4. AS didominasi oleh asuransi swasta. obat. disingkat VA). tetapi terdapat sistem yang didanai pemerintah untuk warga miskin (Medicaid) dan usia lanjut (Medicare).tetapi sebagian warga membeli asuransi swasta. Line Item Budget Line item budget membayar sejumlah uang kepada pemberi pelayanan untuk suatu periode (misalnya. Gaji Gaji (salary) merupakan suatu metode untuk membayar dokter berdasarkan waktu kerja. peralatan. Anggaran Global Anggaran global (global budget) membayar pemberi pelayanan sejumlah uang dalam jumlah yang tetap yang dilakukan di muka untuk menutup pengeluaran keseluruhan dalam suatu periode. dan juga veteran Angkatan Bersenjata AS ( Veterans Administration. 9 . dan sebagainya. Metode pembayaran gaji sering digunakan sebagai salah satu item (pos. 2. 3. 2012) METODE PEMBAYARAN BAGI PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN 1. personal savings account) mengharuskan warga menabung uang untuk membiayai pelayanan keshatannya sendiri. Line item budget biasanya terdiri atas gaji. Sejauh ini hanya Singapore yang menggunakan sistem ini. Medical Saving Account.

Sri Lanka. MACAM-MACAM JAMINAN KESEHATAN I. FFS dapat digunakan untuk membayar pelayanan rawat jalan maupun pelayanan rawat inap per diem (per hari). FFS bisa meliputi tagihan untuk obat dan produk medis lainnya yang diberikan bersama dengan pelayanan tenaga kesehatan. JAMKESMAS Jamkesmas (Jaminan program jaminan Kesehatan Masyarakat) adalah sebuah kesehatan untuk warga Indonesia yang memberikan perlindungan sosial dibidang kesehatan untuk menjamin masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar oleh pemerintah agar kebutuhan dasar kesehatannya yang layak dapat terpenuhi.4. Rusia. 2012). dan jenis pelayanan lainnya. Kapitasi Metode pembayaran kapitasi (disebut juga pembayaran per kapita) membayar pemberi pelayanan kesehatan sejumlah uang dalam jumlah yang tetap secara berkala untuk suatu periode waktu per orang yang diasuransi untuk membiayai paket pelayanan tertentu. Diagnosisreated group (DRG) atau case-based group (CBG) yang diterapkan di Indonesiaa merupakan contoh sistem pembayaran berbasis kasus (Murti. Pembayaran Berbasis Kasus Sistem pembayaran berbasis kasus (case-based reimbursement) membayar pemberi pelayanan sejumlah uang yang telah ditentukan terlebih dulu yang mencakup semua pelayanan per kasus atau episode penyakit. Fee-For Service (FFS) FFS membayar pemberi pelayanan untuk masing-masing pelayanan yang diberikan.Program ini dijalankan oleh Departemen Kesehatan sejak 2008. pemeriksaan sinar X. 6. misalnya konsultasi dokter. Program Jaminan Kesehatan 10 . misalnya di India. tindakan bedah. Malaysia. 5.

4. masyarakat miskin yang tidak memiliki identitas. Peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang tidak memiliki kartu Jamkesmas. dan Masyarakat Miskin Penghuni Lembaga Pemasyarakatan serta Rumah Tahanan Negara. Masyarakat miskin dan tidak mampu yang telah ditetapkan dengan keputusan Bupati/Walikota. Gelandangan. 5.Masyarakat (Jamkesmas) diselenggarakan berdasarkan konsep asuransi sosial. Ibu hamil dan melahirkan serta bayi yang dilahirkan (sampai umur 28 hari) yang tidak memiliki jaminan kesehatan 6. anak dan orang terlantar. Masyarakat miskin yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1185/Menkes/SK/XII/2009 tentang Peningkatan Kepesertaan Jamkesmas bagi Panti Sosial. 2) agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin (Anonim. Tata laksana pelayanan diatur dengan petunjuk teknis (juknis) tersendiri sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1259/Menkes/SK/XII/2009 tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Jamkesmas Bagi Masyarakat Miskin Akibat Bencana. 2012): 1. 2. Penderita Thalassaemia Mayor yang sudah terdaftar pada Yayasan Thalassaemia Indonesia (YTI) atau yang belum terdaftar namun telah 11 . pengemis. Peserta yang dijamin dalam program Jamkesmas tersebut meliputi (Anonim. Penghuni Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara serta Korban Bencana Pasca Tanggap Darurat. Masyarakat Miskin Penghuni Panti Sosial. Program ini diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk : 1) mewujudkan portabilitas pelayanan sehingga pelayanan rujukan tertinggi yang disediakan Jamkesmas dapat diakses oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah. 3. 2012).

Pada keadaan gawat darurat (emergency ) seluruh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) wajib memberikan pelayanan kepada peserta walaupun tidak memiliki perjanjian kerjasama sebagaimana dimaksud butir 4. Setiap peserta JAMKESMAS mempunyai hak mendapat pelayanan kesehatan dasar meliputi pelayanan kesehatan rawat jalan (RJ) dan rawat inap (RI). Departemen Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atas nama Menteri Kesehatan membuat perjanjian kerjasama (PKS) dengan RS setempat yangdiketahui kepala dinas kesehatan Propinsi meliputi berbagai aspek pengaturan. 3. serta pelayanan kesehatan rujukan rawat jalan tingkat lanjutan (RJTL). RS TNI/POLRI dan RS Swasta yang bekerjasama dengan Departemen Kesehatan. Pelayanan kesehatan dalam program ini menerapkan pelayanan berjenjang berdasarkan rujukan.mendapat surat keterangan Direktur RS sebagaimana diatur dalam Petunjuk Teknis Jaminan Pelayanan Pengobatan Thalassaemia. 12 . RS/BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM melaksanakan pelayanan rujukan lintas wilayah dan biayanya dapat diklaimkan oleh Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) yang bersangkutan ke Departemen Kesehatan. 6. 2. Penggantian biaya pelayanan kesehatan diklaimkan ke Departemen Kesehatan melalui Tim Pengelola Kabupaten/kota setempat setelah diverifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada program ini. 2012): 1. Pelayanan rawat jalan tingkat pertama diberikan di Puskesmas dan jaringannya. 5. Pelayanan rawat inap diberikan di Puskesmas Perawatan dan ruang rawat inap kelas III (tiga) di RS Pemerintah termasuk RS Khusus. Pelayanan rawat jalan lanjutan diberikan di BKMM/BBKPM/BKPM/BP4/BKIM dan Rumah Sakit. 4. rawat inap tingkat lanjutan (RITL) dan pelayanan gawat darurat. Berikut Tatalaksana Pelayanan Kesehatan peserta Jamkesmas yang ditetapkan Departemen Kesehatan (Putro.

gelandangan.7. pedoman SOP yang sama bagi setiap masyarakat sesuai indikasi medis. Pelayanan obat di Puskesmas beserta jaringannya dan di Rumah Sakit dengan ketentuan sebagai berikut : (a) Untuk memenuhi kebutuhan obat generik di Puskesmas dan jaringannya akan dikirim langsung melalui pihak ketiga franko Kabupaten/Kota. Sementara untuk anak terlantar. Pelayanan atas anak terlantar. karena domisili yang tidak memungkinkan segera mendapatkan SKTM. mari kita dukung pemerintah dalam pelaksanaan program JAMKESNAS. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama Pelayanan rawat jalan tingkat primer yang dimaksud adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh puskesmas dan jaringannya termasuk jaringannya meliputi 13 . Semakin tinggi tingkat kesehatan yang ada di Indonesia maka akan semakin baik pula usaha pendidikan yang ada di Indonesia. preventif. Ruang lingkup Program Jamkesmas di puskesmas dan (Menkes. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan program Jamkesmas mencakup semua jenis pelayanan kesehatan dasar yang tersedia di puskesmas dan jaringannya. Agar terjadi efisiensi pelayanan obat dilakukan dengan mengacu kepada Formularium obat pelayanan kesehatan program ini. (b) Untuk memenuhi kebutuhan obat dan bahan habis pakai di Rumah Sakit 8. Pelayanan Kesehatan Dasar 1. Ruang lingkup pelayanan kesehatan Program Jamkesmas di puskesmas dan jaringannya meliputi upaya pelayanan kesehatan perorangan (promotif. gelandangan. pengemis. Instalasi Farmasi/Apotik Rumah Sakit bertanggungjawab menyediakan semua obat dan bahan habis pakai untuk pelayanan kesehatan masyarakat miskin yang diperlukan. dengan standar. pengemis dibiayai dalam program ini. kuratif dan rehabilitatif) yang berupa rawat jalan dan rawat inap bagi peserta Program Jamkesmas. 2011): A.

Pelayanan Kesehatan Rawat Inap Tingkat Pertama 14 . Pos UKK. Puskesmas perawatan b. atau sarana lainnya yang tersedia di wilayah tersebut termasuk rumah penduduk 2. Pelayanan kesehatan melalui Kunjungan rumah j. Pos UKK. Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi kesehatan b. Pelayanan Keluarga Berencana (alat kontrasepsi disediakan BKKBN). Penanganan gawat darurat e. pos obat desa dan lainnya) g. dan lain lain) di wilayah tersebut antara lain : a. Pelayanan laboratorium dan penunjang diagnostik lainnya l. Puskesmas Pembantu e. Pelayanan kesehatan ibu dan anak h.UKBM (poskesdes. Puskesmas c. Pemberian obat m. Pos UKBM (posyandu. termasuk penanganan efek samping dan komplikasi k. Pos Kesehatan Desa f. Pelayanan pengobatan umum c. posyandu. Rujukan Tempat pelayanan kesehatan rawat jalan tingkat pertama adalah di puskesmas dan jaringannya baik berupa kegiatan pelayanan kesehatan di dalam gedung maupun kegiatan pelayanan kesehatan di luar gedung yang meliputi : a. Puskesmas Keliling d. Pelayanan gigi termasuk cabut dan tambal d. Pelayanan imunisasi wajib bagi bayi i. Tindakan medis/operasi kecil g. Pelayanan gizi kurang/buruk f.

Jenis pelayanan pada puskesmas perawatan tersebut : a. Perawatan Nifas (Ibu dan neonatus) 15 . Peawatan persalinan d. Pertolongan persalinan pervaginam dengan penyulit (puskesmas dengan fasilitas PONED) d. Pelayanan pertolongan persalinan tersebut mencakup: a. apabila tidak memiliki kemampuan perawatan lanjutan harus dilakukan rujukan ke fasilitas kesehatan rujukan yang memberikan pelayanan Program Jamkesmas. Tindakan medis yang diperlukan f. Pemeriksaan laboratorium dan penunjang medis lainnya h. Pertolongan persalinan normal c. Pelayanan Pertolongan Persalinan Pelayanan pertolongan persalinan normal dapat dilakukan di puskesmas dan jaringannya termasuk sarana UKBM. Rujukan Tempat pelayanan kesehatan rawat inap tingkat pertama hanya di puskesmas perawatan. Pelayanan gawat darurat persalinan e. 3. Pemberian obat g.Pada kondisi pasien rawat jalan perlu dilakukan perawatan maka sebagai alternatif untuk perawatan lanjutan adalah dilakukan rawat inap di puskesmas perawatan sesuai dengan kemampuan sarana yang dimiliki. Perawatan satu hari (one day care) e. Perawatan pasien rawat inap termasuk perawatan gizi buruk dan gizi kurang c. Penanganan gawat darurat b. Observasi Proses Persalinan b. bidan dan dokter praktik sedangkan pertolongan persalinan pervaginam dengan penyulit dapat dilakukan di puskesmas dengan fasilitas PONED sesuai kompetensinya.

BKPM. beberapa puskesmas di kota besar menyediakan pelayanan spesialistik. Akomodasi dan makan pasien i. baik berupa pelayanan dokter spesialis yang bersifat tetap atau rawat jalan maupun pelayanan penunjang spesialistik (laboratorium. dokter praktik. rumah bersalin maupun di rumah penduduk oleh tenaga kesehatan yang berkompeten. Pelaksanaan rujukan harus didasarkan pada indikasi medis sehingga 16 . BKIM) atau sarana penunjang medis lainnya. maka kegiatan tersebut dapat menjadi bagian kegiatan program Jamkesmas di puskesmas dan jaringannya. dan lain lain). tetapi perlu pengaturan secara khusus (perlu pembatasan khususnya berbagai jenis tindakan dengan memperhatikan kondisi sarana. Pelayanan Spesialistik Pada dasarnya Program Jamkesmas di puskesmas dan jaringannya adalah pelayanan kesehatan perorangan tingkat pertama. Apabila puskesmas memiliki fasilitas pelayanan spesialistik. bidan praktik.f. BBKPM. Pemberian obat h. B. Rujukan Tempat pelayanan pertolongan persalinan dapat dilakukan di sarana pelayanan kesehatan yaitu puskesmas dan jaringannya. Radiologi. tetapi dalam rangka peningkatan akses pelayanan kesehatan lanjutan. prasarana. pustu ke puskesmas/puskesmas perawatan. sarana UKBM. Prosedur rujukan dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur dengan prinsip portabilitas. kompetensi dan ketersediaan dana). antar puskesmas dan jaringannya dan dari puskesmas dan jaringannya ke fasilitas kesehatan rujukan (RS. Pemeriksaan laboratorium dan penunjang diagnostik lain g. Pelayanan Rujukan Rujukan pelayanan kesehatan yang dimaksud adalah proses rujukan kasus maupun rujukan spesimen/penunjang diagnostik yang dapat berasal dari poskesdes. BKMM. C.

MACAM-MACAM PENGELOLA JAMINAN KESEHATAN A. atau Jamkeskot yang iurannya telah dibayar oleh pemerintah. Pelayanan rujukan di atas adalah berupa penyediaan biaya transportasi dari pustu. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui terkait dengan PT Askes : Lokasi Pelayanan Fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan PT Askes (Persero) atau fasilitas kesehatan yang dipilih oleh Peserta yang terdiri dari : 17 . PT Askes Indonesia juga menyelenggarakan asuransi kesehatan masyarakat Indonesia yang terlah terdaftar sebagai peserta Jamkesmas. Veteran dan Perintis Kemerdekanaan beserta Keluarganya. Selain yang disebutkan di atas. poskesdes/polindes ke puskesmas atau dari puskesmas pembantu. poskesdes ke fasilitas kesehatan rujukan terdekat. Pada kondisi gawat darurat proses rujukan dapat langsung dari puskesmas pembantu. poskesdes. Pengendalian rujukan oleh puskesmas dan jaringannya tersebut akan sangat berdampak pada pengendalian biaya karena dana Jamkesmas yang ada di puskesmas termasuk didalamnya adalah dana untuk transportasi rujukan.Penerima Pensiun. puskesmas dan jaringannya ke fasilitas kesehatan rujukan dan biaya rujukan pemeriksaan spesimen/penunjang medis.puskesmas dan jaringannya harus dapat melakukan kendali dalam hal rujukan. Prosedur rujukan harus disertai dengan surat rujukan. Jamkesda. sehingga puskesmas dan jaringannya dapat melakukan filtrasi rujukan (kasus yang dapat ditangani puskesmas dan jaringannya sesuai kompetensi dan tidak memerlukan rujukan harus ditangani di puskesmas dan jaringannya). PT Askes Indonesia (BUMN) PT Askes Indonesia adalah sebuah BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang ditunjuk untuk memberikan pelayanan berupa jaminan kesehatan secara menyeluruh kepada Pegawai Negeri Sipil.

Program dalam rangka ingin mempunyai anak. 5. 7. 3. Dokter Keluarga Dokter Spesialis RS Swasta RS Pemerintah RS TNI/POLRI Unit Pelayanan Transfusi Darah (UPTD)/PMI Apotek Optikal Laboratorium Jenis Pelayanan 1. 4. 3. 3. Pelayanan Rawat Jalan tingkat Pertama (RJTP) Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) Pelayanan Rawat Inap (RI) Pelayanan gigi dan mulut Pelayanan persalinan Penggantian alat kesehatan Pelayanan darah Pelayanan General Check Up Pelayanan evakuasi sakit 10. 9. 2. Kecanduan narkoba ( narkotika/obat-obatan/zat adiktif lainnya ) dan kecanduan alkohol serta obat berbahaya lainnya. 4. 18 . Pelayanan dan tindakan kosmetika. 8. 6. 5. 9. 6. 2. 2. Pelayanan ambulans Pelayanan Yang Tidak Dijamin 1. 7. Pelayanan kesehatan di luar negeri 11. 8.1.

Berkas pendukung yang terkait dengan klaim yang diajukan. Prosedur Pengajuan Klaim a. dan tindakan medis yang masih dikategorikan 5. PT Jamsostek (BUMN) PT Jamsostek juga merupakan BUMN yang ditunjuk untuk memberikan jaminan kesehatan melalui programnya yaitu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK). Berkas pengajuan klaim diserahkan kepada PCO Kantor Cabang PT Askes (Persero) setempat. d. c. Balai Pengobatan atau Dokter praktek solo 19 . Klinik. Pelayanan Rawat Jalan Tingkat Pertama.4. Cakupan Program Program JPK memberikan manfaat paripurna meliputi seluruh kebutuhan medis yang diselenggarakan di setiap jenjang PPK dengan rincian cakupan pelayanan sebagai berikut: 1. e. Mengisi Formulir Pengajuan Klaim (FPK). buruh. http://www. Pengobatan eksperimen. b. atau karyawan dari perusahaan yang mendaftarkan diri sebagai peserta Jamsostek.com/read/askesjamkesmas B. adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter umum atau dokter gigi di Puskesmas.ptaskes. Kuitansi Pembayaran Asli bermeterai cukup. Peserta JPK adalah peserta Jamsostek yaitu pegawai. Batas pembayaran klaim paling lambat 7 (tujuh) hari kerja terhitung sejak klaim diterima dengan lengkap oleh PT Askes (Persero). Biaya komunikasi.

jamsostek. Pelayanan Persalinan. Pihak Swasta (Sinar Mas.id/content/i. Allianz. Ilmu kedokteran Sosial. adalah pelayanan rehabilitasi. 20 . adalah pemeriksaan dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter spesialis atas dasar rujukan dari dokter PPK I sesuai dengan indikasi medis 3. adalah pertolongan persalinan yang diberikan kepada tenaga kerja wanita berkeluarga atau istri tenaga kerja peserta program JPK maksimum sampai dengan persalinan ke 3 (tiga). Suma'mur P. Pada umumnya perusahaan asuransi yang menyelenggarakan. Kedokteran Okupasi bersifat lintas cabang kedokteran yang memerlukan dukungan dari ilmu kedokteran dasar. KEDOKTERAN OKUPASI Kedokteran Okupasi atau Kedokteran Kerja termasuk kedokteran komunitas. MSc Kedokteran Okupasi adalah penerapan ilmu kedokteran dengan pendekatan komprehensif melalui kedokteran promotif. Prudential. Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit . 2011).K.php?mid=3&id=16 suatu keadaan dimana peserta membutuhkan pertolongan segera. prenventif. Ilmu Kedokteran Terapan. dan Ilmu Kedokteran Pencegahan (Farmacia.2. kuratif dan rehabilitatif terhadap tenaga kerja individual dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya. Menilik praktiknya. adalah pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta yang memerlukan perawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit 4. dan sesama komunitas pekerja lainnya. dsb) Beberapa perusahaan asuransi kerugian dan asuransi jiwa telah memasarkan pula program-program asuransi kesehatan dengan berbagai macam varian yang berbeda. dr. Menurut DR. Merupakan membahayakan jiwa.co. atau manfaat yang diberikan untuk mengembalikan fungsi tubuh 6. Emergensi. Pelayanan Khusus. yang bila tidak dilakukan dapat C. 5. Pelayanan Rawat Jalan tingkat II (lanjutan). http://www.

seorang Spesialis Kedokteran Okupasi. 2011). Begitu luasnya ilmu dokter spesialis kedokteran okupasi.Ilmu kedokteran okupasi begitu luas. selain. melidungi tenaga kerja di lokasi kerjanya dari risiko yang membahayakan kesehatan dan menempatkan dan menjaga pekerja pada lingkungan kerja yang sesuai (Farmacia. seperti fisik. Tujuan pelayanan kesehatan di perusahan menurut dua organisasi itu adalah untuk mingkatkan dan memelihara derajat sejahtera sempurna dari fisik. kimiawi. 2011). namun tugas utamanya adalah penanganan penyakit akibat kerja. Penyakit akibat kerja kerap menyertai tenaga kerja. surveilens medis dan evaluasi kembali kerja. penyuluhan. 21 . Hal ini bertujuan memberi perlindungan kesehatan. higene perusahaan . metode riset dan analisis penelitian. oleh karena itu spesialis kedokteran Okupasi diperoleh melalui pendidikan dokter spesialis. dan peningkatan produktivitas kerja (Farmacia. penelitian. komunikasi serta mendidik (Farmacia. dematosis sebagai penyakit akibat kerja nomer dua terbanyak di industri. Di samping itu mencegah jatuh sakitnya tenaga kerja dalam bertugas. 2011). mental. Selain itu dokter okupasi memiliki ketrampilan yang cukup dalam bidang managemen. kesejahteraan. Dimana mereka berperan sebagai pelaksana pelayanan dan asuhan di bidang kedokteran okupasi. dan konsultasi di bidang kedokteran okupasi. pendidikan. risk assessment. Menurut standar Organisasi Perburuhan International (ILO) dan Badan Kesehatan Dunia (WHO) ada dua puluh sembilan penyakit akibat kerja. dan sosial para pekerja. Lewat pendidikan ini. pengawasan biologis. Diantaranya penyakit paru akibat kerja yang mendapat perhatian pertama. fisiologis dan mental psikologis lingkungan kerja bila intensitasnya melebehi batas kesehatan pemaparan kerja juga menjadi pemicu penyakit akibat kerja (Farmacia. etika dan hukum kedokteraan ketenagakerjaaan. Sementara itu faktor-faktor lain. memiliki kompetensi yang dimilki dokter pada umumnya. juga secara klinis mampu melakukan pemeriksaan pra-kerja. 2011). biologis. Hal ini timbul lantaran tidak terdapat kesimbangan antara beban kerja dengan kemampuan kapasitas pekerja.

Layanan kedokteran okupasi diperoleh di klinik atau pusat kesehatan tenaga kerja yang berada di perusahaan atau rumah sakit yang menyediakan jasa layanan tersebut (Farmacia. Dua puluh sembilan jenis penyakit sesuai dengan standar organisasi international dan dua penyakit yang lain merupakan kekhususan yang ada di Indonesia.22 Tahun 1993 yang menjelaskan 31 penyakit akibat kerja yang ada di Indonesia. 2011). Namun di Indonesia. seperti pemeriksaan kesehatan pra-kerja untuk memastikan tenaga kerja yang akan mengisi posisi tertentu dalam kondisi kesehatan yang baik.Sementara itu. di Indonesia sistem kesehatan di perusahaan merujuk ke sistem kesehatan nasional. Terhitung usia perjalanannya telah 40 tahun dalam bentuk higine perusahan dan kesehatan kerja (Hiperkes). Di beberapa negara maju kedokteran okupasi telah diakui sejak lima puluh tahun lalu. Bagi tenaga kerja dapat memperoleh beberapa pemeriksaan kesehatan. Keputusan Presiden. keberadaan praktisi medis ini baru mendapat legalisasi sekitar Januari 2003. Lewat beberapa penelitian telah dilakukan 22 . Kemudiaan 25 tahun sejak dimulainya pendidikan magister Hiperkes (Farmacia. Perkembangan kedokteran okupasi ini. Hal ini diatur dalam undang-undang. Kendati begitu perjalanan merintis spesialis ini telah dilakukan sejak beberapa puluh tahun lalu. Diantaranya yaitu Kepres No. Dan pemeriksaan kesehatan berkala bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan selama masa kerja serta mengontrol adanya pengaruh buruk pekerjaan atau lingkungan terhadap kesehatan tenaga kerja. yaitu penyakit akibat kondisi cuaca dan bahan-bahan kimia (Farmacia. Perkembangan Ilmu Kedokteran Okupasi di Indonesia terbilang lambat. Keputusan Menteri Tenaga Kerja. 2011). Layanan kesehatan yang diberikan perusahan terbukti berpotensi meraih produktivitas kerja yang maksimal. tak lain sebagai wujud menjawab kebutuhan layanan kesehatan kerja yang professional. Sedangkan pemeriksaan kesehatan khusus dilakukan atas dasar telah terjadi pengaruh buruk pekerjaan dan atau lingkungan kerja kepada kesehatan tenaga kerja (Farmacia. 2011). 2011).

Kurang lebih empat puluh tahun lalu mulai dirintisnya. di Indonesia tenaga kerja yang memiliki akses layanan kedokteran okupasi masih terbatas. 2011). Kejadian itu bukan kerjaan satu atau dua hari. 27 September 2003 tercatat sebagai peristiwa besar dalam perkembangan Ilmu kedokteran Okupasi di Indonesia. dr Ahmad Djojo Soegito. Hajatan Perhimpunan Spesialis Dokter Okupasi Indonesia (Perdoki) itu berlangsung di Aula Kedokteran Komunitas. Sayangnya. Diantaranya survei di perkebunan. Yaitu: 1. termasuk Indonesia angkanya masih berkisar 5 –10 persen (Farmacia. 2011). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang dibuka oleh Prof. Periode 40-50 tahun sebelum tahun 1967 23 . melainkan telah melewati kurun waktu puluhan tahun lamanya. Sedangkan di negara berkembang. Pada kesempatan itu. Berselang sembilan bulan sejak diakuinya keberadaan Spesialis Kedokteran Okupasi. kala itu. Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indoensia.untuk memperkuat bukti ilmiah hubungan keduanya. Sementara itu kedokteran okupasi melalui pemanfaatan teknik ergonomi. organisasi yang membawahi praktisi medis itu menggelar kongres pertamanya. untuk pertama kalinya gelar Spesialis Kedokteran Okupasi di berikan kepada 32 orang yang ditandai dengan penyerahan sertifikat brevet Spesialis Kedokteran Okupasi. Sedangkan intervensi gizi yang dilakukan di perusahan konveksi menyebabkan kenaikan produktivitas 5%. Sepenggal Tonggak Spesialis Kedokteran Okupasi di Indonesia Sabtu.terbukti dengan perbaikan sikap badan saat bekerja meningkatkan produktivitas sebesar 10%. Bermula dari Hiperkes. tak kurang empat periode telah dilewati.7% sampai 10% . Program pengobatan anemia memperlihatkan kenaikan produktivitas 4. kemudian berkembang menyelenggarakan pendidikan megister Hiperkes Medis. Menurut data di negara maju tenaga kerja yang mendapat pelayanan kedoteran okupasi menvcapai 50 persen.20% (Farmacia.

dokter itu berubah statusnya menjadi bekerja waktu penuh di perusahaan. tahun berapa dan siapa pelopor pertama kali tidak terekam sejarah.Periode ini merupakan rintisan kedokteran okupasi hingga menemukan konsep dasarnya. Sayangnya. 2. Ada yang melakukannya di luar dan dalam perusahaan. dan rehabilitatif. yang setahun kemudian disusul edisi perdana majalah Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Tahun 1971 training angkatan pertama berjumlah 30 dokter dari berbagai 24 Selain itu mengupayakan perlindungan tenaga kerja dari efek negatif pekerjaan dan . Aktivitas mereka menjurus kepada kedokteran okupasi. Periode tahun 1970 sampai 1978 UU No 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja diberlakukan. kuratif . Tahun 1969 konsep itu telah mengkristal yang dikenal Ilmu Hiperkes yang bertujuan mewujudkan tenaga kerja sehat dan produktif dengan menyelenggrakan layana kedoteran promotif. Hal ini di tandai oleh sejumlah dokter yang melayani kesehatan komunitas tenaga kerja. dilaksanakan pelatihan bagi personil Hiperkes dan Keselamatan kerja dan di buat Undang-Undang tentang Pokok-Pokok Tenaga Kerja yang memuat Penjelasaan mengenai Hiperkes. Tahun 1967 diterbitkan buku Ilmu Hiperkes. Dengan perkembangan waktu. Undang– undang itu mewajibkan pengurus perusahaan melakukan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja yang diterimanya. Bahkan ada yang mendapat kesempatan belajar kedokteran okupasi di luar negeri. Di tahun yang sama. Tahun 1969 digelar seminar nsional dengan tema " Kesehatan Dalam Rangka Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas Perusahaan serta Tenaga Kerja" di Jakarta. Jumlah mereka kian bertambah. lingkungan. Kemudian didukung dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang mewajibkan latihan Hiperkes bagi dokter perusahaan. 3. Periode tahun 1967 sampai 1969 konsep dasar kedokteran okupasi mulai menemukan jati dirinya. prevenyid.

program pelatihan Hiperkes untuk dokter perusahaan telah memberikan sertifikat kepada lebih dari 4000 dokter. Dalam periode tercatat beberapa peraturan telah ditetapkan. di Jakarta. dengan memilih tema " Akselerasi Pertumbuhan Profesi dalam Hiperkes Untuk Menunjang Modernisasi". Tahun 2003. Dan di tahun yang sama terbentuk program Studi Spesialis Kedokteran Okupasi yang dulunya program magister Hiperker medis (Farmacia. Tahun berikutnya pertauran menteri tentang pelayanan kesehatan kerja diberlakukan. Sementara itu peraturan Menetri yang menetapkan kewajiban melaporkan penyakit akibat kerja di tetapkan tahun 1981. Sitidjo. Periode tahun 1978 sampai 2003 Tahun 1978 dimulai pendidikan pasca sarjana Hiperkes medis yang merupakan hasil kerja sama antara FKUI dengan Lembaga Nasiona Hiperkes. 2011). Dr. tahun 1979 keluar peraturan Menteri yang mewajibkan latihan Hiperkes dan Keselamatan Kerja bagi tenaga medis perusahaan.perusahaan di lakukan di Jakarta. Perbedaan Spesialis Kedokteran Okupasi dengan dokter hiperkes (Mansyur. Di tahun yang sama. Antara lain tahun 1978 keluar peraturan Menteri yang mengatur Nilai Batas Ambang. 2011) Sp Kedokteran Okupasi (SpOk) Dokter spesialis Jenjang Pendidikan Profesi (Akdprofesi) Pendalaman kedokteran okupasi Pelatihan Dokter Hiperkes Dokter umum. Dr. Sidharta dan Dr. Lebih dari 130 lulusan yang telah dihasilkan oleh program pendidikan hiperkes medis ini. Kemudian Kongres I organisasi profesi ini diselenggarakan 1972. dan peraturan Menteri tantang pemeriksaan tenaga kerja dalam penyelenggaraan keselamatan kerja di keluarkan tahun 1980. Kurun waktu periode ini tak kurang banyaknya dokter dan teknisi mendapat kesempatan belajar di luar negeri. 4. Suma'mur PK. atas insiatif Dr. Marwoto didirikan Ikatan Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Spesialis lain Kursus kesehatan kerja (5-8 hari) Pengetahuan umum tentang 25 .

2. 3. Untuk pelayanan Jamkesmas yang menyeluruh. 26 . Metode pembiayaan pelayanan kesehatan beranekaragam. Metode pembiayaan kesehatan yang tepat dapat membantu meningkatkan status kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. dapat berasal dari sektor pemerintah maupun swasta. Pelayanan kesehatan yang baik adalah pelayanan kesehatan yang menerapkan prinsip cost-effective analysis. yaitu pemberian layanan kesehatan yang maksimal tetapi dengan biaya yang minimal. Sistem pembayaran secara kapitasi melalui asuransi kesehatan melindungi pasien dari keadaan provider moral hazard. untuk pendaftaran. Selain itu. Konsep kedokteran okupasi menekankan pemberian pelayanan kesehatan yang komprehensif kepada individu dalam hubungannya dengan pekerjaan dan lingkungan kerjanya. sebaiknya birokrasi atau proses pendaftaran dipermudah. Saran 1. B. sebaiknya instansi terkait melakukan survey dan pendataan masyarakat yang membutuhkan sehingga seluruh masyarakat sasaran Jamkesmas mendapatkan pelayanan yang sesuai. 2.Layanan kedokteran okupasi pada tingkat sekunder kesehatan kerja Layanan kedokteran okupasi di tingkat primer BAB III PENUTUP A. Promosi kesehatan mengenai asuransi perlu ditingkatkan agar seluruh masyarakat terhindar dari provider moral hazard. Kesimpulan: 1.

Jamsostek. 2011. 2011. Slide kuliah blok kedokteran komunitas: Metode pembayaran.org/wiki/Jamsostek diakses pada 23 September 2012 Dinkes Jatim. Jampersal.wikipedia.html diakses pada 23 september 2012 Farmacia.com/rubrik/one_news. Setiap perusahaan melakukan pengecekan terhadap seluruh karyawan agar memakai alat perlindungan diri (APD) sehingga dapat meminimalisasi kecelakaan akibat kerja dan menumbuhan kesadaran karyawan agar tidak lalai dalam penggunaan APD. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Murti B (2012). 2011. 2011. http://www.majalah-farmacia. 2012. karakteristik. dan dorongan bagi pemberi pelayanan kesehatan.go.asp?IDNews= 1953 (diakses 22 September 2012) Mansyur. Universitas Sebelas Maret 27 .3. Peran Dokter Spesialis Okupasi Dalam Layanan Kesehatan Kerja. DAFTAR PUSTAKA Anonim. Muchtaruddin. Menkes. http://dinkes.id/contentdetail/ 12/2/132/jaminan_persalinan_jampersal. Meretas Spesialis Kedokteran Okupasi di Indonesia.jatimprov. http://id.

http://www.jamsostek.com/doc/92332612/Peran-Dokter-Spesialis-Okupasi-DalamLayanan-Kesehatan-Kerja (diakses 22 September 2012) 28 .wikipedia.NOMOR 1097/MENKES/PER/VI/2011. http://www.ptaskes.co. Tatalaksan Pelayanan Kesehatan peserta Jamkesmas.php ? option=com_joomdoc&task=doc_download&gid=215&Itemid=69 diakses pada 23 September 2012 Putro I.com/2012/02/tatalaksana-pelayanan-kesehatan-pesertajamkesmas/ diakses pada 23 September 2012 http://id.com/read/askesjamkesmas http://www.org/wiki/Asuransi_kesehatan http://www.go.scribd.id/content/i.inoputro.ppjk.php?mid=3&id=16 http://www.depkes. 2012.id/index.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful