ABSTRAKI Ideologi liberalisme adalah paham yang mengutamakan kebebasan, kebebasan adalah nilai politik utama dalam liberalisme

. Tujuan penulis membahas ideologi liberalisme pertama, untuk menjelaskan sejarah dan perkembangan ideologi liberalisme klasik. Kedua, menjelaskan nilainilai utama dalam liberalisme klasik dan ketiga, menjelaskan kelemahan liberalisme klasik. klasik merupakan dasar dari seluruh perkembangan liberalisme. Liberalisme klasik berkembang pada masa transisi dari feodalisme ke sistem kapitalis. Liberalisme mempunyai tiga nilai penting. Pertama, individualisme dimana sebagai filsafat moral, individualisme menyatakan bahwa sebuah individu dapat menjadi penentu nilai moralitas. Kedua, Natural selection atau seleksi alam, dalam nilai seleksi alam ini pemikirannya ada proses seleksi, maka akan ada kompetisi. Dengan adanya kompetisi tersebut, setiap individu akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mempertahankan hidupnya. Ketiga, negara sebagai alat, dalam nilai negara sebagai alat ini negara hanya mengupayakan keteraturan dalam masyarakat, tetapi tidak boleh ikut campur dalam proses netural selection yang terjadi di dalamnya. Negara tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengintervensi individu selain untuk menjaga hak kepemilikan individu. Negara juga hanya menjalankan fungsi administratif (birokrasi). Kelemahan liberalisme klasik adalah peran pemerintah sangat sedikit sehingga terjadi semena-mena terhadap pasar bebas juga eksploitasi pekerja, sedangkan kelebihan liberalisme klasik adalah masyarakat dapat bersaing bebas dalam berekonomi.

Kata kunci : Ideologi liberalisme, liberalisme klasik, kebebasa.

1

Ideologi dicirikan menjadi dua ciri. budaya dan keagamaan. diantaranya Konservatisme. Ideologi berasal dari kata ideas dan logos. Marxisme. Aktor yang berperan dalam liberalisme adalah state dan non state. New-left. dan sangat mengutamakan hak setiap individu. ekonomi. Anarkisme.sosial. norma-norma konstitusional.konsep. Non state disini kebebasan individu dalam melaksanakan kehidupan sendirinya. Liberalisme mempunyai tiga asumsi. kemajuan. dan Liberalisme yang akan dijabarkan oleh penulis. pedoman hidup. pandangan positif tentang sifat dasar manusia. Liberalisme diartikan sebagai paham yang sangat menjunjung kebebasan setiap individu. mempunyai derajat tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan kenegaraan. Sosialisme. kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis dalam bidang politik. diamalkan. Neoloberalisme. Pancasila.1 LATAR BELAKANG. kedua. dan demokrasi. Liberalisme mencerminkan aspirasi dari kelas menengah yang memiliki konflik dengan pemerintahan monarki absolut dan para aristokrat. liberalisme klasik dan liberalisme modern. toleransi. HAM. Newliberalisme. 2 . sedangkan logos berarti ilmu. dilestarikan kepada generasi berikutnya. pertama. sedangkan state hanya sebagai alat. Di dunia ada sebelas ideologi yang dikenal. Ide liberalisme muncul sebagai hasil dari keruntuhan feodalisme dan berkembangnya masyarakat kapitalis di Eropa. Idea berarti gagasan. mempunyai asas kerohanian yang mewujudkan pandangan hidup. Aktor non state berperan penting melakukan kerjasama melaui wadah organisasi atau institusi non government misalnya multinational cooperation dan LSM. Kedua. pegangan hidup yang dipelihara.keyakinan. Komunisme. adanya keyakinan bahwa hubungan internasioanal dapat bersifat kooperatif daripada konfilktual. diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan berkorban.BAB I PENDAHULUAN 1. Pengertian ideologi secara umum adalah sekumpulan ide. Kapitalisme. Pertama. Pada perkembangannya liberalisme dapat dibagi menjadi dua era. Prinsip liberalisme itu sendiri adalah kebebasan. gagasan.

1. kebebasan pers. Liberalisme seolah telah memberi jawaban pada permasalahan yang ada pada masyarakat pada masa itu. 3 . Liberalisme klasik pada jamannya dibutuhkan pengakuan atas individu dan kebebasan bagi individu tersebut. Liberalisme memperjuangkan kebebasan individu terhadap berbagai bentuk kekuasaan mutlak. pertama individualisme (yang merupakan hal terpenting dalam liberalisme klasik). Bagaimana sejarah dan perkembangan Liberalisme Klasik? 2. yang penulis akan paparkan di pembahasan atau isi. Dengan hal ini. Dalam liberalisme klasik mempunyai nilai individualisme yang meletakkan kepentingan pribadi diatas kepentingan kolektif sehingga menimbulkan nilai kedua yaitu kebebasan. Bagaimana tiga nilai utama dalam Liberalisme Klasik? 3. yang hendaknya dijamin dalam undang-undang dasar. ideologi klasik tentu mempunyai berbagai kelemahan. 1. diantaranya kebebasan beragama.Ketertarikan penulis tentang ideologi liberalis klasik ini.2. liberalisme klasik membawa pandangan-pandangan baru tentang bagaimana melihat nilai individu dalam masyarakat. Apa dan bagaimana kelemahan dan kelebihan Liberalisme Klasik? 1. kebebasan berkumpul dan menyatakan pendapat. Namun. tentu doktrin-doktrin liberalisme dengan mudah dapat diterima oleh masyarakat pada masa itu karena saat itu paham inilah yang dianggap paling baik untuk diterapkan dalam masyarakat yang mulai memahami penekanan akan penggunaan akal dan rasionalitas. kedua selection atau seleksi alam. semua tidak ada yang sempurna di dunia ini termasuk ideologi. dibutuhkannya pengakuan atas individu dan kebebasan bagi individu tersebut. TUJUAN PENULISAN.3. dan ketiga teori negara sebagai instrumen atau alat (negara sebagai penjaga malam / Night State Watch) yang akan penulis jelaskan di bagian pembahasan atau isi. Ada tiga nilai penting dalam liberalisme klasik. RUMUSAN MASALAH.

1. 3. Menjelaskan sejarah dan perkembangan ideologi liberalisme klasik.4. Sedangkan manfaat dari penelitian makalah liberalisme klasik ini untuk penulis maupun pembaca adalah dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai ideologi liberalisme klasik. Menjelaskan nilai-nilai utama dalam liberalisme klasik.Makalah tentang liberalisme klasik ini mempunyai tujuan sebagai berikut : 1. 2. 4 . Menjelaskan kelemahan liberalisme klasik. MANFAAT PENULISAN.

5 .

2 Selain hal-hal di atas. 3 Glorious Revolution adalah suatu proses dimana kerajaan Inggris membagi kekuasaannya dengan parlemen. dan asal muasal dari negara. 6 . 1 2 Ramlan. Ramlan. Dalam masa hidupnya. Golongan intelektual ini merasakan keresahan ilmiah (rasa ingin tahu dan keinginan untuk mencari pengetahuan yang baru) dan artistik umum pada zaman itu. dan rakyat dipahami sebagai individu-individu. Reformasi Gereja ini membawa dampak pada munculnya paham sekularisme yang akan berujung pada revolusi dalam segala bidang. dan dibatasi kekuasaannya. Jakarta: Grasindo. Maka golongan intelektual yang mengedepankan rasionalitas memunculkan paham liberal. 1999. termasuk di dalamnya adalah bidang politik. Locke berargumentasi tentang pembatasan pemerintahan dan perlindungan untuk hak asasi.3 John Locke (1632-1704) adalah seorang filsuf Inggris yang kemudian sering dikatakan sebagai penemu dari Liberalisme. Pada saat itu. state of nature. Selain oleh Reformasi Gereja. Ibid. ruang gerak yang leluasa. Liberalisme pada awalnya muncul saat dunia barat memasuki enlightment ages atau abad pencerahan. Surbakti. Dalam bukunya yang berjudul Two Treatieses of Government (1690). hlm 34. hukum alam. Surbakti. mulai muncul industri dan perdagangan dalam skala besar yang berbasis teknologi baru.1 Namun kebutuhan-kebutuhan ini terbentur oleh peraturanperaturan yang dibuat oleh pemerintahan yang feodal. liberalisme juga dilatarbelakangi oleh terjadinya Reformasi Gereja yang memuncak pada 31 Oktober 1517. Memahami Ilmu Politik. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN LIBERALISME KLASIK. Untuk mengelola kedua hal tersebut munculah kebutuhan-kebutuhan baru seperti buruh yang bebas dalam jumlah banyak.BAB II PEMBAHASAN 2.1. Dia membangun kasus logis untuk keduanya dengan mendiskusikan dengan ekstensif tentang kepribadian manusia. Hlm 34. Locke hidup di masa dimana keadaan politik sedang dalam keadaan kalut. paham liberalisme juga dilatarbelakangi oleh terjadinya Revolusi Industri dan Glorious Revolution di Inggris. direinstitusi. seorang raja dieksekusi dan institusi monarkinya dihapus. mobilitas yang tinggi. dan kebebasan berkreasi. Parlemen berbicara tentang rakyat. 1999.

dan untuk menolong orang yang akan mengingat kebaikan kita dan akan membalas kebaikan kita. Menurut Locke. TIGA NILAI UTAMA DALAM LIBERALISME KLASIK. Manusia secara alamiah bebas. Menurut Locke. seorang filsuf yang mendukung doktrin tentang kekuasaan absolut raja. Locke mengklasifikasi tiga hukum alam: 1. dan akal. persamaan. 2. yang dapat dipelajari dari state of nature adalah bahwa kepribadian manusia dikarakterisasi dengan kebebasan. rakyat lahir sebagai subjek dari monarki dan memiliki kewajiban untuk setia pada monarki. Oleh karena itu. Tuhan memberi raja otoritas absolute atas rakyatnya. dan pemerintahan itu berkewajiban melayani masyarakat. Jangan mencari masalah dengan memulai konflik dan perang. lahir tanpa kewajiban untuk bergantung pada siapapun. bebas. Melalui diskusinya tentang hukum alam. setiap pribadi kita punya hak untuk mengklaim hak tersebut secara bebas. Locke percaya bahwa rakyat yang membangun pemerintahan dengan persetujuan untuk pemerintahan itu. Sejauh kita sama sebagai manusia. Do not harm others. masing-masing dari hukum itu sangat jelas sekali.Pembahasannya tentang topik itu mencapai puncak pada penolakannya terhadap teori Robert Filmer (1588-1653). setiap orang secara alamiah sejajar dengan yang lain. Jika kita menyerang orang lain. Urusi diri sendiri dan semua kebutuhanmu. Sementara itu. Preserve yourself. Help others if possible. Menurut Filmer. Hal itu mengatur untuk menjaga diri kita sendiri. Locke percaya bahwa hak asasi terdiri dari hak untuk hidup. ini akan membahayakan dan beresiko terhadap diri kita sendiri dan dengan demikian hal itu merusak hukum alam yang pertama 3. Setiap orang dilahirkan sama dan memiliki hak asasi yang sama (hak asasi adalah hak yang kita dapatkan sebagai manusia). Sementara itu. Bantu orang lain selagi mungkin tanpa meletakkan diri kita dalam bahaya.2. 7 . Hak tersebut adalah bagian dari sifat alami manusia. bukan menganggapnya sebagai subjek. Locke sampai kepada kesimpulan yang sangat penting: manusia mampu menjalani hidupnya sendiri karena mempunyai akal. dalam state of nature tidak ada aturan kepada siapa kita patuh. dan kepemilikan. Berusahalah untuk keselamatan diri sendiri 2. Sperti menurut Filmer. untuk menghindar dari situasi yang membahayakan nyawa kita.

Pertama. tidak lebih. sehingga manusia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka. bukan kelompok. Pandangan ini melihat masyarakat hanya sebagai kumpul dari individu. dan teori negara sebagai instrumen atau alat (negara sebagai penjaga malam / Night State Watch). oleh karena itu individualisme juga menolak adanya hak dan tanggung jawab kolektif. Individualis berpendapat bahwa alam tidak memberikan hal yang benar-benar cocok bagi keberlangsungan hidup manusia. Political Ideologies : An Introduction. Titik tolaknya adalah pilihan pribadi dan kesadaran bahwa manusia berhak mengubah dan membentuk lingkungan sosial dan budayanya. tapi karena menekankan bahwa individu adalah pemeran utama dalam masyarakat.Liberalisme klasik seolah menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat pada saat itu melalui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Individualis berpendapat bahwa setiap orang berkemampuan bagi dirinya sendiri dan tidak boleh mengorbankan sesuatu demi orang lain. individu lain hanya merupakan salah satu aspek dari realitas tersebut. 4 Individualisme mulai tumbuh pada abad ke-13 dan terlihat nyata pada abad ke-16. Akan tetapi. Dalam liberalisme klasik individualisme berada dalam bentuk egoisme-individual yang menekankan pada ketertarikan personal dan kemandirian. yaitu individualisme dalam liberalisme klasik. New York: Palgrave. natural selection atau seleksi alam. Sebagai filsafat moral. Individualis melihat hubungan antar individu sebagai hubungan realitas. Heywood. serta menerima segala konsekuensi atas apa yang dilakukannya. Nilai utama dalam individualisme adalah tanggung jawab individu. Para individualis meyakini bahwa individu adalah komponen utama dalam realitas dan juga standar utama dalam nilai. individualisme menyatakan bahwa sebuah individu dapat menjadi penentu nilai moralitas. 4 Andrew. Individualisme menolak adanya moralitas yang bersifat kolektif. Para individualis percaya bahwa hak dan tanggung jawab hanya sesuai dengan individu. 1999. Individualisme adalah paham yang berpendapat bahwa kepentingan individu berada diatas kepentingan kelompok maupun kepentingan kolektif. 28 8 . 2nd Edition. sedangkan dalam liberalisme modern individualisme diartikan dengan mengetahui seberapa penting pertanggungjawaban sosial dan sifat mementingkan kepentingan orang lain. konsep individualisme tidak berusaha mencari kehidupan terpisah dari yang lain. hlm. Orang yang bertanggung jawab membuat pilihannya sendiri secara sadar dan hati-hati. Ada tiga nilai utama dalam liberalisme klasik.

tetapi terjadi juga terhadap individu-individu yang ada dalam 5 L. e. tidak mengganggu dan dipaksa oleh orang lain. namun ia dapat mengasingkan kapasitasnya untuk bekerja. C. Kedua. b. Hak individual manusia merupakan salah satu pokok utama dalam perjuangan liberalisme. Kebebasan dari rasa ketergantungan ini berarti kebebasan dari semua hubungan dengan orang lain. Menurut paham individualisme. Apa yang membuat seseorang menjadi manusia adalah kebebasan dari rasa ketergantungan satu sama lain. sesuai dengan kontribusinya dalam praktik kapitalisme dan ideologi dasar dari kapitalisme itu sendiri. Susan Brown. Individualisme liberal dianggap sebagai sesuatu yang penting dalam keberlangsungan kapitalisme. kebebasan dan hak masing-masing individu hendaknya dibatasi dengan kewajiban dan aturan yang diperlukan untuk menjamin kebebasan yang sama bagi orang lain. sepanjang ia tinggal sendirian. f. Natural selection atau seleksi alam berbicara tentang evolusi tidak hanya berlangsung di dunia alamiah. Karena kebebasan adalah yang membuat seseorang menjadi manusia seutuhnya. B. g.Dalam liberalisme klasik. kecuali hubungan yang diinginkan oleh individu itu sendiri. Walaupun sebuah individu tidak dapat mengasingkan seluruh properti miliknya. Masyarakat terdiri dari rangkaian hubungan-hubungan pasar. individu adalah makhluk bebas. 2003 9 . setiap orang bebas untuk memperoleh apa saja yang dikehendakinya. Black Rose Books. The Politics of Individualism : Liberalism. Liberal Feminist and Anarchism. c. d. Montréal. Masyarakat politik adalah alat manusia untuk melindungi properti pribadi. Individu adalah pemegang hak penuh atas dirinya dan kapasitasnya sendiri. ia tidak berhutang apapun kepada masyarakat. Macpherson dalam Political Theory of Possesive Individualism: Hobbes to Locke menyatakan 7 proporsi tentang individualisme posesif5: a. kebebasan dalam liberalisme juga berarti tidak adanya kendala eksternal pada individu.

7 Ebenstein. negara pada masa itu merupakan refleksi tertinggi dari kepentingan-kepentingan kelas bangsawan serta kelas lain yang berkuasa. Ibid. Sengan adanya kompetisi tersebut.7 Teori ini dilandasi oleh nilai utama liberalisme klasik yaitu pentingnya individu di atas segalanya. Negara tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengintervensi individu selain untuk menjaga hak kepemilikan individu. Dalam teori ini. Hlm 105. Ketiga. maka tiap manusia akan berusaha mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin. Penerapan teori ini pada awalnya dimaksudkan untuk meminimalisasi intervensi negara dalam kehidupan masyarakat. Jika ada proses seleksi. Segala kompetisi ini pada akhirnya akan menghasilkan individu-individu yang terbaik dan terkuat. 10 . Terjadinya ketidakadilan ini terkait dengan dampak buruk konsep individualisme dimana ternyata tidak semua individu memiliki akses terhadap pengembangan potensi. negara hanya mengupayakan keteraturan dalam masyarakat. Maka untuk dapat 6 Konsep ini dikenal sebagai konsep The Survival of The Fittest yang diperkenalkan oleh Herbert Spencer.6 Proses kompetisi dan seleksi alamiah yang dimaksudkan dalam konsep ini sebenarnya dimaksudkan untuk menghasilkan individu-individu yang berkualitas baik dan kuat. Teori Negara Sebagai Alat (Negara Sebagai Penjaga Malam). maka akan ada kompetisi. Terjadi antagonisme antar kelas terutama antara kelas yang berkuasa dengan kelas yang tidak memiliki kekuasaan maupun akses menuju kekuasaan tersebut. Hlm 635. Great Political Thinkers (Third Edition). William dan Edwin Fogelman. Dengan tidak dimilikinya akses. Untuk dapat memenangkan kompetisi “hidup” ini. William. maka tiap individu akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mempertahankan hidupnya. Teori negara sebagai alat memandang negara sebagai suatu mekanisme untuk digunakan bagi tujuan yang lebih tinggi daripada alat itu sendiri. Liberalisme menjadi tidak humanis karena pada kenyataannya yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin. tetapi tidak boleh ikut campur dalam proses netural selection yang terjadi di dalamnya. Lagi-lagi mereka menjadi pihak yang tertindas dan tereksploitasi tanpa bisa memberikan perlawanan yang berarti.masyarakat. Namun ternyata hal ini juga membawa dampak yang buruk bagi masyarakat. USA. Dikutip dari Ebenstein. Negara juga hanya menjalankan fungsi administratif (birokrasi). 1960. maka individu-individu tersebut memiliki kekuatan tawar (bargaining position) yang lemah dan tidak berdaya dalam menghadapi proses seleksi ini.

Dikutip dari Ebenstein. Kelemahan liberalisme klasik dapat dilihat dari dampak yang ditimbulkan oleh penerapan nilai-nilai utamanya dalam masyarakat. intervensi negara harus diminimalisasi. Sulit melakukan pemerataan pendapatan. Hlm 628. Dan kemajuan ini memang nyata terjadi. Sebenarnya liberalisme bertujuan untuk membawa kemajuan yang signifikan dalam masyarakat. Ibid. Individu merupakan hal yang terpenting sehingga fungsi liberalisme pada masa lalu adalah untuk membatasi kekuasaan para raja.3. hanya saja berlangsung dengan tidak seimbang. misalnya terjadinya eksploitasi kelas buruh yang dilakukan oleh kelas para pemilik faktor produksi tempat buruh-buruh terebut bekerja.8 Kekuasaan para raja pada masa itu perlu untuk dibatasi dalam rangka memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perkembangan individu. Kelemahan dan Kelebihan Liberalisme Klasik. William. dan ketidakadilan inilah yang merupakan manifestasi dari kelemahan-kelemahan liberalisme klasik dan menjadi sumber permasalahan dalam masyarakat yang terjadi pada masa itu. Berikut sumber masalah pada masa itu: 1. yang merupakan dampak dari keyakinan bahwa individu adalah hal terpenting di atas segalanya dan keyakinan akan proses seleksi sebagai cara untuk menghasilkan individu yang kuat. Ketidakseimbangan tentu akan mengarah pada sebuah ketidakadilan. Dengan keyakinan ini. Ketiga nilai utama liberalisme klasik tersebut dijalankan dengan seutuhnya dalam masyarakat. negara tidak diijinkan untuk mengintervensi proses seleksi dalam bentuk apapun. Negara tidak memiliki kekuatan apapun untuk menahan perbuatan-perbuatan individu (yang memiliki kekuasaan atau akses) yang sebenarnya tidak pantas untuk dilakukan karena bertentangan dengan hak-hak umum manusia. Karena persaingan bersifat bebas. Tidak diijinkannya intervensi negara membuat negara tidak berdaya apapun dalam mencegah ketidakadilan yang terjadi dalam masyarakat. 11 . 2. Sedangkan golongan pekerja hanya menerima sebagian kecil dari pendapatan.menjamin kemerdekaan individu (rakyat banyak). 8 Herbert Spencer. Namun ternyata hal ini kembali membawa dampak buruk dalam aplikasinya di dunia nyata. pendapatan jatuh kepada pemilik modal atau majikan.

Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Karena penyelenggaran pers dilakukan oleh pihak swasta. Setiap individu bebas untuk memiliki sumber-sumber daya produksi. baik ditujukan kepada perseorangan lembaga atau pemerintah. Sehingga pers sebagai media komunikasi dan media masa sangat efektif menciptakan image dimasyarakat sesuai misi kepentingan mereka. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi. 3. yang miskin makin miskin. Hal ini mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian. 5. Berita-berita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam. pemerintah sulit untuk mengadakan dan memberikan kontrol. Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat. karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar. 4. sehingga yang kaya makin kaya. Keunggulan atau kelebihan ideologi liberalisme : 1. Masyarakat tidak perlu menunggu komando dari pemerintah. Timbul persaingan untuk maju karena kegiatan ekonomi sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat. 4. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari keuntungan 6. 2. Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun. 7. 12 .2. Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi budaya oleh individu yang sering terjadi 5. Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja. 3.

BAB III 13 .

sesuai dengan kontribusinya dalam praktik kapitalisme dan ideologi dasar dari kapitalisme itu sendiri. negara sebagai alat. yang hendaknya dijamin dalam undang-undang dasar.1 KESIMPULAN Liberalisme klasik merupakan dasar dari seluruh perkembangan liberalisme. Kedua. Orang yang bertanggung jawab membuat pilihannya sendiri secara sadar dan hati-hati. Menurut paham individualisme.Individualisme adalah paham yang berpendapat bahwa kepentingan individu berada diatas kepentingan kelompok maupun kepentingan kolektif. individualisme dimana sebagai filsafat moral. Liberalisme klasik berkembang pada masa transisi dari feodalisme ke sistem kapitalis. Nilai utama dalam individualisme adalah tanggung jawab individu. Liberalisme memperjuangkan kebebasan individu terhadap berbagai bentuk kekuasaan mutlak. kebebasan pers. Natural selection atau seleksi alam.PENUTUP 3. Ketiga. individualisme menyatakan bahwa sebuah individu dapat menjadi penentu nilai moralitas. dalam nilai negara sebagai alat ini negara hanya mengupayakan keteraturan dalam masyarakat. Dengan adanya kompetisi tersebut. kebebasan berkumpul dan menyatakan pendapat. Pertama. Para individualis meyakini bahwa individu adalah komponen utama dalam realitas dan juga standar utama dalam nilai. diantaranya kebebasan beragama. Segala kompetisi ini pada akhirnya akan menghasilkan individu-individu yang terbaik dan terkuat. serta menerima segala konsekuensi atas apa yang dilakukannya. Individualisme liberal dianggap sebagai sesuatu yang penting dalam keberlangsungan kapitalisme. Hak individual manusia merupakan salah satu pokok utama dalam perjuangan liberalisme. oleh karena itu individualisme juga menolak adanya hak dan tanggung jawab kolektif. Sehingga manusia akan berusaha mengembangkan setiap potensi yang dimilikinya semaksimal mungkin. setiap individu akan berusaha sekuat tenaga untuk dapat mempertahankan hidupnya. tetapi tidak 14 . dalam nilai seleksi alam ini pemikirannya ada proses seleksi. Individualisme menolak adanya moralitas yang bersifat kolektif. maka akan ada kompetisi. Para individualis percaya bahwa hak dan tanggung jawab hanya sesuai dengan individu. Liberalisme mempunyai tiga nilai penting. setiap orang bebas untuk memperoleh apa saja yang dikehendakinya.

boleh ikut campur dalam proses netural selection yang terjadi di dalamnya. Negara juga hanya menjalankan fungsi administratif (birokrasi). Negara tidak memiliki kekuatan apapun untuk mengintervensi individu selain untuk menjaga hak kepemilikan individu. Selain itu perekonomian negara menjadi tinggi karena tingkat produksi selalu secara besar-besaran dan motifnya adalah mencari keuntungan. Sedangkan kelebihan liberalisme klasik. rakyat selalu berusaha untuk bersaing agar tetap bisa menjadi yang terkuat. dari yang awalnya bertujuan untuk membawa kemajuan bagi masyarakat. Dalam bidang globalisasi kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas. Kelemahan liberalisme klasik terletak pada konsepnya yang ternyata diinterpretasikan secara berbeda oleh individu yang berbeda dalam kelompok yang memiliki kekuatan yang berbeda pula. karena perekonomian sepenuhnya berada di tangan rakyat. 15 . Liberalisme klasik menjadi tidak humanis. tapi ternyata kemajuan itu berlangsung secara tidak seimbang dan ini menyebabkan kemerosotan moral dan eksploitasi kelas bawah oleh kelas yang berkuasa. Hal ini akhirnya menyebabkan ketidakadilan dan kemerosotan moral karena tidak ada kekuatan negara untuk mencegah ketidakadilan. berita-berita ataupun ulasan yang dibuat dalam media massa dapat mengandung kritik-kritik tajam. baik ditujukan kepada perseorangan lembaga atau pemerintah.

1999. Isme-isme Dewasa Ini. 2003. Montréal : Black Rose Books. Great Political Thinkers (Third Edition). Political Ideologies: an introduction. Ebenstein. Jakarta: Swada. 1973. Andrew. The Politics of Individualism : Liberalism.DAFTAR PUSTAKA Andrew. Suhelmi. 1963. Memahami Ilmu Politik. Ramlan. Brown. Heywood. Lukes. New York: Palgrave. L. 2nd Edition. Ruth W. Oxford: Basil Blackwell Publisher Limited. Edwin Fogelman. Pemikiran Politik Barat. USA. Steven. Liberal Feminism and Anarchism. 16 . 1998. Grant. John Locke’s Liberalism. Ahmad. William. 2001. William. Political Ideologies : An Introduction. 1999. 1960. Susan. Chicago: The University of Chicago Press. New York: Palgrave. Surbakti. Heywood. Key Concepts in the Social Sciences : Individualism . Ebenstein. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 1987. Jakarta: Grasindo.

2003. Montréal: Black Rose Books. The Politics of Individualism : Liberalism. Liberal Feminist and Anarchism.Susan Brown. L. 17 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful