Syok

.Penatalaksanaan Syok • Diagnosis dini renjatan merupakan kunci keberhasilan resusitasi • Pemeriksaan darah arteri dan bikarbonat plasma diperlukan untuk menilai oksigenasi dan keseimbangan asam basa.

Resusitasi • Berikan O2 dengan masker – Intubasi endotrakeal segera dan ventilasi O2 100%. .A. – Perhatikan bila sebelumnya ada riwayat mendapat obat anestesia.

– Pasanglah dua jalur intravena dengan jarum besar. – Pada korban kecelakaan. diulang bila perlu. – Nilai perfusi anak (tanda dan gejala renjatan) sesering mungkin untuk melihat perbaikan. – Mulailah dengan pemberian bolus cairan NaCl fisiologis atau Ringer laktat 10-20 ml/kgBB yang diberikan dalam beberapa menit. . pendarahan harus diatasi dengan menekan titik perdarahan dan mengikat pembuluhnya sementara mencari akses vaskular.• Cairan – Letakkan anak dalam posisi trendelenburg.

tetapi ada kecenderungan cairan koloid lebih dulu untuk mengganti volume plasma tanpa menambah cairan interstitial. – Albumin 5% diberikan kombinasi dengan cairan kristaloid dengan dosis 10 ml/kgBB. – Sediaan sel darah merah segar (packed red cells) diberikan 10 ml/kgBB dalam 1-2 jam. – Pemberian cairan pertama apakah cairan koloid atau kristaloid masih kontroversi.• Pemberian cairan berikutnya harus berdasarkan pola kehilangan cairan : – Kristaloid seperti Ringer laktat atau NaCl fisiologis untuk dehidrasi . . dan darah pada kecelakaan (trauma). albumin 5% untuk luka/kehilangan cairan ke rongga ke-3 (third space losses) .

Stabilitas dan Pemantauan • Pantau tanda vital. • Produksi urin minimum 1 ml/kgBB/jam (normal 2-4 ml/kgBB/jam). dan produksi urin untuk menilai respons pengobatan. • Teruskan pemantauan hasil pemeriksaan darah. • Pasang pipa nasogastrik (pipa orogatrik bila dicurigai ada fraktur basis kranii) dan kateter folley (hati-hati pada trauma uretra). EKG dan ekokardiogram bila ada indikasi . – Pertahankan Ht 30-35% dengan pemberian packed red cell untuk mencapai kapasitas pengangkutan O2 optimal dan viskositas darah normal. pengisian kapiler. – Bila ada tanda KID atasi sesuai terapi KID. • Mulailah pemasangan jalur arteri dan vena sentral. – Beri terapi rumatan dengan cairan dekstrosa 5% atau 10% ditambah 20-40 mEq NaCl/L. • Bila anak sudah stabil. – Infus cairan yang cepat harus dilanjutkan sampai tekanan vena sentral mencapai rentang 5-12 mmHg.B. periksa foto toraks.

Obat-obatan • Bila tidak ada respons terhadap penggantian volume cairan. terutama pada kasus renjatan septik – Epinefrin – Dopamin – Dobutamin – Isoproterenol – Norepinefrin .C.

: Ampisilin 200 mg/kgBB/hari i. ―< 4 mgg. ―4 mgg. ―3 bl . tiap 6 jam atau sefotaksim seperti di atas .6 th : Ampisilin 200-400 mg/kgBB/hari i. Bila mungkin. .v.-3 bl : Ampisilin 200-400 mg/kgBB/hari i. antisipasi mikroorganisme yang mungkin penyebabnya.v.v. tiap 6 jam + sefotaksim 150 mg/kgBB/hari tiap 8 jam. tiap 8 jam.• Antibiotik Bila dicurigai sepsis/penyebab tidak diketahui → antibiotik begitu akses intravena terpasang.v. tiap 6 jam + gentamisin 7.v.5 mg/kgBB/hari tiap 8 jam. ―> 6 th : Sefotaksim 150 mg/kgBB/hari i. tiap 6 jam + kloramfenikol 100 mg/kgBB/hari i.

05-0. seperti koarktasio aorta atau stenosis aorta kritis). – Efek samping yang penting adalah apnea sementara. dan kemerahan pada kulit sepanjang vena tempat pemberian obat • Steroid Selain pada kasus insufisiensi adrenal tidak ada bukti nyata bahwa steroid menguntungkan dalam pengobatan renjatan .10 μg/kgBB/menit. – Efek samping lainnya : Demam.• Prostaglandin E1 (bila ada) – Pada neonatus dengan penyakit jantung struktural yang mengalami renjatan kardiogenik (mungkin mempunyai lesi obstruktif jantung sebelah kiri yang berat. – Bekerja untuk mempertahankan keutuhan duktus arteriosus. – Diberikan dengan kecepatan 0. jitteriness.