14

III.

HASIL KEGIATAN

3.1

Identitas Keluarga

Pada tanggal 23 Maret 2012, tepatnya pukul 14.00 WIB, kami melakukan kunjungan pertama untuk perkenalan sekaligus identifikasi awal keluarga Tn. X. Pada pertemuan pertama yang mampu kami wawancarai hanya Ny. X serta anak kandungnya yaitu Tn. L, sedangkan anggota keluarga lain tidak bisa kami wawancarai dikarenakan belum pulang dari bekerja. Kemudian dilanjutkan pada tanggal 28 Maret 2012, tepatnya pukul 15.00 WIB, kami melakukan kunjungan kedua untuk melengkapi data-data sebelumnya tentang keluarga Tn. X. Pada pertemuan kedua ini yang mampu kami wawancarai adalah Tn. dan Ny. X, sedangkan anggota keluarga lainnya tidak bisa kami wawancarai dikarenakan sedang menjalani aktivitas bekerja dan sekolah. Tn. X adalah kepala keluarga di rumah ini. Walaupun ia suami dari Ny. X yang memiliki rumah ini, namun ia cukup dihormati oleh saudara dari Ny. X yang ikut tinggal dalam rumah ini. Jumlah anggota keluarga yang tinggal dalam keluarga ini adalah 7 orang.

yaitu dimana dalam satu rumah terdapat 1 kakak. H Tn. X Tn. 5. Daftar anggota keluarga Tn. X Ny. X : Nama No. X adalah keluarga extended.X ditambah dengan Tn. 4.15 Berikut ini data dan identitas anggota keluarga Tn. K dalam Keluarga Kepala keluarga Istri Anak kandung Keponakan Kakak Ny. I Tn. 1. 7.X dengan Ny. (Inisial) Tn. 6. Ny. J Tn. X Adik Ny. 2. X Kedudukan L/P L P L P L L L (tahun) 36 35 13 11 40 30 25 Umur Pendidikan SD SD SMP kelas 1 SD kelas 5 SD SD Pekerjaan Buruh Buruh nyuci Buruh Buruh Buruh Tabel 1. yaitu : . 1 adik dan 2 keponakan dari keluarga Ny. X Keponakan Ny. X yang tinggal dalam satu rumah Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa bentuk keluarga Tn. X.X serta 1 anak dari pernikahan antara Tn. L Nn.X.X. Dari data identitas di atas juga dapat diketahui siklus keluarga Tn. 3.

J. semua anak telah meninggalkan keluarga) 8 Tahap keluarga jompo / usia lanjut . belum punya anak) 2 Tahap keluarga dengan bayi (sampai umur 3 tahun) 3 Tahap keluarga dengan anak usia pra sekolah (umur 4-6 tahun) 4 Tahap keluarga dengan anak usia sekolah (umur > 6 – 13 tahun)  Nn.X (Tn. L) 6 Tahap keluarga dengan anak-anak meninggalkan keluarga (satu per satu)  Tn. H 5 Tahap keluarga dengan anak usia remaja (umur > 13 – 20 tahun)  Keluarga inti Tn. X menurut Duvall (1967) Keterangan : 1 Tahap awal perkawinan (baru kawin. K dan I 7 Tahap orang tua usia menengah (ortu sampai masa pensiun.16 Gambar 1. Siklus kehidupan keluarga Tn.

X 19 tahun. F. X adalah anak ketiga dari empat bersaudara dari pernikahan antara alm. .17 Tn. dan Ny. Satu tahun selepas menikah lahirlah anak pertama lakilaki yang merupakan anak satu-satunya (untuk saat ini) mereka. A. X meninggal diusia ± 75 tahun dikaenakan penyakit kanker rongga hidung. J) dan kedua belas laki-laki serta anak kedua. Namun satu-satunya anak perempuan mereka meninggal saat usia 5 tahun akibat kekurangan energi protein (KEP) dan sianosis. sepuluh dan sebelas perempuan. F dengan Ny. anak ketiga Tn. Ny. Tn. Tidak lama dari wafatnya Ny. hanya dua tahun mereka saling berkenalan dan tepat saat usia Ny. F. X meninggal diusia ± 70 tahun dikarenakan hipertensi dan stroke. Tn. Tn. kedua dan keempat laki-laki serta anak ketiga perempuan.Tn. ketujuh (Tn. X. X sudah meninggal dunia. X bertemu untuk pertama kali saat usia Ny. mereka menikah. Dimana anak pertama laki-laki. sembilan. yaitu Tn. Saat Tn. yaitu dimana anak pertama. X berusia 15 tahun. X adalah anak kedelapan dari dua belas saudara dari pernikahan antara alm. anak kedua perempuan. kelima. X 21 tahun. dua diantaranya meninggal saat lahir dan satu karena hipertensi/eklamsia saat persalinan. F menikah lagi dengan Ny. ayah Ny. O dan memiliki empat anak yaitu anak pertama. Namun ada tiga saudara dari Ny. ibu beliau meninggal dunia akibat penyakit diabetes melitus di usia 58 tahun. keenam. ketiga. L.. keempat. X dan terakhir anak keempat perempuan. A dan Ny. Begitu juga kedua orang tua Ny. sedangkan ibu Ny.

maka Nn. penglihatannya hilang untuk beberapa hari namun perlahan-lahan berangsur pulih. Tak lama dari itu.5 tahun yang lalu dan saat ini ia tidak menindaklanjuti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. H. ia mengalami muntah darah dan sempat hilang kesadaran untuk beberapa hari. yaitu Nn. X yang meninggal karena hipertensi dengan komplikasi ginjal serta ada riwayat eklamsia saat persalinan. X meninggal. akhirnya ia memberikan utrasilin untuk mengurangi rasa gatal. X memiliki keluhan dengan penglihatannya. ia juga sering mengeluh pusing. Ketika ia sadar. tak lama dari itu. ia pernah meminum cairan spirtus dengan limun akibat stress saat itu. akhirnya ia menggaruk dengan tutup obat tersebut. namun tak kunjung membaik. H dirawat oleh Ny. Tn. L. namun ia bisa melihat dengan jelas bila objek tersebut berada disamping dari pandangan lurusnya. X. X juga merawat anak dari adik Ny. Ia mengeluh tidak bisa melihat dengan jelas bila berhadapan langsung dengan objek. Selain keluhan penurunan lapangan pandang. matanya lalu terasa gatal hingga ia tidak tahan untuk menggaruknya. dan akhirnya panyakit ini timbul. Awal cikal bakalnya yaitu ketika ia masih muda. X dan sudah dianggap sebagai anak sendiri. Tn. berdasarkan anjuran dari teman-temannya. dan Ny. Sebenarnya Nn.18 Selain Tn. Hal ini sudah terjadi ± 15 tahun. ia mengaku bila ia sering mengalami . H dirawat oleh orang tua Ny. Ia pun telah mencoba tuk memeriksakan keluhannya ke Puskesmas terdekat dan hasil diagnosis sementara dari dokter jaga Puskesmas tersebut adalah penurunan lapangan pandang. Pemeriksaan ini telah dilakukan ± 1. namun setelah kedua orang tua Ny.

Ny. Orang tua Ny. Banten pada tahun 1993. Banten. Setelah kami wawancara. Ia mengaku bila ia sarapan pagi.19 hipotensi. Bahasa yang digunakan dalam interaksi sehari-hari adalah bahasa sunda. ternyata ia mengaku bila ia tidak pernah melakukan sarapan pagi. L. Tn. yaitu Pandeglang. Pada tahun itulah rumah yang keluarga ini tinggalkan dibangun tuk pertama kalinya. X sering mengeluh mengalami sakit perut dan mual tiap hari serta sakit kepala. namun untuk Tn. X adalah keluarga pendatang. . lalu kami mencoba untuk melakukan pengukuran tekanan dan hasilnya adalah 110/70 mmHg. Untuk anggota keluarga lainnya tidak terdapat keluhan penyakit lainnya. X juga berasal dari kota yang sama. X baru pindah dari Pandeglang. Keluarga Ny. dan inilah yang membuat kehangatan dan kedekatan keluarga serta lingkungan rumah ini begitu dekat. sewaktu bayi ia pernah mengalami diare berkepanjangan dan mengalami dermatitis. Namun sekarang sudah mengalami keluhan tersebut lagi karena dulu sudah pernah diobati dengan membawa ke Puskesmas. ia sering merasa mual bahkan bisa muntah.

Memiliki 3 buah kamar dan 1 kamar terbuka tidak cukup untuk mengakomodir kebutuhan untuk seluruh anggota keluarga. Sejak saat itu. Genogram keluarga Tn.5 m 2 yang dibangun di atas tanah seluas ± 10.2 Keadaan Rumah Rumah ini merupakan rumah warisan dari kedua orang tua Ny.8 x 20 m2. Bahkan 1 kamar yang dekat dengan kamar mandi jarang digunakan sebagai ruangan untuk tidur. rumah ini tidak mengalami perubahan dan perbaikan.X yang dibangun pada tahun 1993. Rumah ini cukup sederhana dan layak untuk dihuni dengan ukuran rumah ± 7 x 10. Namun dengan luas bangunan rumah tersebut masih kurang dari cukup dikarenakan dihuni oleh 7 orang. X 3. .20 Gambar 2.

X selalu menyapu minimal 2x sehari yang dilanjutkan dengan mengepel lantai minimal 2x sehari. rumah ini sudah lebih dari cukup dikarenakan ± 14 jam rumah ini selalu dibuka baik pintu maupun jendelanya. minimal 3x hari sekali Ny. ruang tamu dan keluarga. X dan Ny. Kamar ini cukup lapang dikarenakan barangbarang yang ada tidak menempati ruang. minimal sekali dalam seminggu ia mengganti dan mencuci gorden yang terpasang. Namun disayangkan. Kamar ini memiliki luas 2. dapur dan kamar mandi tidak dilapisi plester dan hanya terlihat susunan bata saja. Kamar tidur pertama adalah kamar tidur Tn.5 x 3 m2. X selalu mengganti sprei tempat tidur dan bantal serta menjemur dan membersihkan dari debu kasur dan juga bantalnya. Untuk menghindari dari penumpukan debu pada sprei dan bantal serta kasur. Keadaan perbandingan luas jendela dalam rumah ini dibagi menjadi dua. Begitu juga dengan gorden. Keadaan dinding rumah bervariasi. yaitu bagian ruang keluarga dan tamu memiliki perbandingan antara luas jendela dan lantai lebih dari 20% sedangkan bagian kamar memiliki perbandingan kurang dari 20%. Untuk keadaan ventilasinya dan pertukaran udara. Bagian depan rumah. dindingnya dilapisi plester dan di cat. maka Ny. Atap bagian rumah 100% menggunakan genteng namun atap bagian teras menggunakan asbes.21 Lantai rumah berasal dari semen yang diplester. Ny. Karena inilah. walaupun . X juga selalu membersihkan kaca jendela dari debu minimal sekali dalam seminggu. namun seluruh bagian kamar. X. Hal ini juga berbanding lurus dengan intensitas cahaya matahari yang mampu masuk ke dalam ruangan.

Kamar kedua adalah kamar Nn. kamar mandi letaknya bersebelahan dengan dapur. Hanya terdapat sedikit barang di dapur.22 jendela kamar ini dibuka ± 14 jam sehari. yaitu diantaranya kompor gas. kamar ini sangat gelap dan cukup lembab. Namun kamar ini berbeda dengan kamar Ny. Kamar keempat merupakan sebuah ruangan tanpa sekat. Anggota keluarga yang ingin tidur di kamar ini selalu menggelar tiker sebagai alas tempat tidur. Ruangan ini merupakan bagian dari ruangan untuk menuju ke dapur. namun kondisi ruangan memiliki pencahayaan yang baik dan tidak lembab. Lantai kamar mandi terdiri atas semen yang diplester dengan dinding yang hanya terlihat tumpukan bata (tanpa plester). Kamar ini telihat sempit dikarenakan ada sejumlah tumpukan barang yang tersebar merata di dalam kamar. Kondisi di dapur sangatlah lapang. H. Untuk kebersihan kamar . Lokasi septic tang tepat dibawah tempat makan dan memiliki jarak ± 5 m dari sumur air yang ada di kamar mandi. meja makan yang kecil dengan dispenser untuk galon air minum di atasnya. Di ruangan ini terdapat sebuah tempat tidur yang dapat ditiduri oleh anggota keluarga lainnya. Kamar ketiga adalah kamar yang tanpa tempat tidur. rak piring. Berbeda dengan dapur. X karena kamar ini memiliki pencahayaan yang cukup terang dan tidak lembab walaupun kondisi dinding kamar yang tidak diplester.

Hal ini dilakukannya dikarenakan kondisi air sumur yang berwarna keruh kekuningan. tepatnya ± 30 cm dari batas rumah terdapat siring. X beserta warga masyarakat biasanya membersihkan . X selalu membeli air ledeng.00 pertiga hari. X untuk selalu membersihkannya. mencuci pakaian serta mandi. Ny. begitu juga dengan serangga yang identik dengan tempat yang kotor seperti tikus dan kecoa. ia bisa menghabiskan Rp. namun tepat di samping rumah terdapat kandang ayam dengan jumlahnya yang cukup banyak yang merupakan milik tetangga rumahnya. Untuk komsumsi makanan dan minum. Di samping kiri rumahnya terdapat tumpukan batu kali yang cukup berserakan sepanjang halaman samping. Untuk konsumsi air ledeng. Berbeda dengan di depan. siring di belakang rumah terlihat kotor. Sumur air yang ada di kamar mandi memiliki kedalaman ± 10 m.000. X menggunakan air sumur ini untuk mencuci piring. ia juga selalu menguras dan menyikatnya. Di depan dan di belakang rumah. bau. Siring di depan rumah terlihat kering dan hanya akan terisi air bila dalam keadaan hujan. Namun untuk menghindari terjadinya penyakit. Mendengar cerita dari para tetangganya yang banyak jatuh di kamar mandi karena licin. hal inilah yang memotivasi Ny. Keluarga Tn. Keluarga ini tidak memiliki binatang peliharaan di dalam rumah. Disini juga terdapat tangga dan beberapa polibek tanaman. X selalu membersihkannya dengan menyikat lantai setiap hari. Begitu juga dengan bak mandi. Ny.23 mandi. keluarga Tn.8. berwarna kehitaman dan terlihat terdapat jentik nyamuk serta tidak mengalir. hangat dan sedikit bau.

X setiap sebulan sekali. Denah rumah keluarga Tn. tepatnya setiap hari jum’at. X . Gambar 3.24 siring lingkungan termasuk siring rumah keluarga Tn.

mereka melakukan pembatasan dengan menggunakan pil kontrasepsi KB. hubungan antara Tn. tepatnya berakhir di bulan November 2011. Namun sangat disayangkan. termasuk didalamnya perencanaan untuk memiliki anak. X dan istrinya selalu melakukan perencanaan dalam kehidupan berkeluarganya. L lebih erat dengan ibunya. X dengan putranya. Ny. Hampir semua keputusan dalam perencanaan keluarga diputuskan oleh Tn. Hubungan interaksi antar-anggota keluarga berjalan baik. pendidikan Tn. . Namun dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak menentu. Ny. baik itu perencanaan dalam kebutuhan sehari-hari. H maupun lain-lainnya. bahkan justru Tn. Tn. Hal ini dikarenakan jarangnya mereka berinteraksi dan berkomunikasi bersama.25 Keterangan rumah lainnya : Pintu Jendela kamar Jendela ruang keluarga Jendela dapur : 188 x 80 cm2 : 118 x 60 cm2 : 147 x 143 cm2 .3 Keadaan Keluarga Tn. X menggunakannya dari tahun 2008 sampai 2011. Mereka berencana ingin memiliki 4 anak dimana harus terdapat anak laki-laki dan anak perempuan. sedikit agak renggang. ventilasi : 227 x 20 cm2 : 64 x 44 cm2 Tinggi rumah dari lantai ke atap : ± 5 m 3. L dan Nn. L. X. untuk menghindari memiliki anak yang banyak.

Hubungan tiap anggota keluarga (family map) Keterangan : 1 2 3 : Tn. L. X : Ny. hal ini diakuinya karena ayahnya tidak perhatian dan jarang berkomunikasi dengannya. X : Anak (Laki-laki) . Ketika kami wawancarai Tn.26 X. 1 7 2 6 5 4 3 Gambar 4.

Tn. sangat jarang untuk berkumpul bersama dan pada malam hari mereka berkumpul kembali mulai dari pukul 07. Siang hari. X (Laki-laki) : Adik Ny. X (Laki-laki) : Hubungan renggang : Hubungan erat : Hubungan sangat erat Waktu seluruh anggota keluarga bertemu hampir setiap hari yaitu tepatnya pada pagi hari.00 – 08.00 (sebelum istirahat). X (Perempuan) : Kakak Ny. I dikarenakan waktu pekerjaan mereka yang tidak menentu (buruh). Tn. X adalah keterbatasan waktu akibat pekerjaan masing-masing anggota keluarga.27 4 5 6 7 : Keponakan Ny. K. X (Laki-laki) : Keponakan Ny.00 (sebelum bekerja dan sekolah). dari pukul 06. X. J dan Tn.00 – 21. Terutama Tn. Salah satu penghambat dari intensitas bertemu keluarga Tn. .

Dalam keluarga ini yang mengelola keuangan adalah Ny.28 Berhubung jenis keluarga ini adalah keluarga extended. J. Mengingat kebutuhan sehari-hari yang besar.4 Pemenuhan Kebutuhan Keluarga Diketahui terdapat 5 anggota keluarga Tn. Ny. mereka berencana untuk berusaha tetap . 3.00/orang. sound sistem.000. K dan Tn.000. dvd player. maka keputusan dalam keluarga berdasarkan diskusi antara Tn. dispenser minum dan lemari makan. di dalam rumah juga sudah terdapat kebutuhan sekunder. tergantung jumlah barang yang dipanggul serta ketersediaan barang di gudang. Namun. Tn. L dan Nn. handphone.000. gaji mereka tiap bulan ± Rp300. X usahakan untuk menyesuaikan agar kebutuhan sehari-harinya tetap terpenuhi. ditambah kebutuhan pendidikan Tn. yaitu diantaranya sudah terdapat TV. X. K. X memegang peranan lebih besar dalam pengambilan keputusan. berbagai upaya Ny. yaitu sebagai buruh panggul gudang.00/bulan. I. kecuali Tn. X selalu mengelola uang hasil pekerjaan dari ia dan suaminya yaitu sebesar ± Rp450. Dapat disimpulkan Ny. X mengakui bahwa pendapatan mereka jauh mencukupi. I. Tn. Namun. bekerja di tempat yang sama. namun Ny. Berbeda dengan suaminya. Gaji mereka tidak menentu. X yang telah bekerja. Ny. H. X membantu suaminya dengan bekerja sebagai buruh nyuci dan penghasilan dia sebasar ± Rp150. X.00. Selain kebutuhan primer. Tn. X. Tn. J. mereka mengelola hasil pendapatan mereka sendiri. X dan Ny. Tn. Untuk kebutuhan pendidikan anaknya.

H minimal sampai sekolah menengah atas. walaupun menu makanan sangat sederhana bahkan cenderung memiliki gizi yang tidak seimbang. sop dan lain-lain yang kadang dilengkapi dengan buah-buahan seperti pisang dan pepaya. Tapi kami sedikit kagum. bahkan bisa dikatakan bahwa tempe goreng merupakan menu wajib di keluarga ini dan sesekali Ny.5 Gaya Hidup Keluarga Kebiasaan makan dalam keluarga ini bisa dibilang cukup monoton. kecuali Ny. Menu yang ada sehari-hari adalah tempe goreng. Hampir jarang keluarga ini mengkonsumsi makanan yang dari luar. lebih banyak sumber energi nya (kurang seimbang). yaitu ke puskesmas terdekat. Keluarga ini memiliki dua kartu jaminan kesehatan. . Berdasarkan jenis makanan yang sehari-hari keluarga ini konsumsi. X. X yang membuat dan menyiapkannya. yaitu Jamkesmas dan Jamkesda.29 menyekolahkan Tn L dan Nn. kulit terlihat kering. X membuat tumis sayuran. setiap anggota keluarga memiliki tingkat kesadaran yang baik dalam mencari pengobatan. Untuk kegiatan ibadah. sangatlah wajar bila anggota keluarga ini terlihat lesu. Dapat disimpulkan bahwa masing-masing anggota keluarga kurang intake kalori protein. semacam kangkung. seluruh anggota keluarga sudah terdaftar didalamnya. Makanan yang ada biasanya Ny. menyadari bahwa frekuensi makan yang baik adalah 3x sehari. dalam keluarga ini jarang terlihat bahkan cenderumg tidak ada aktivitas kegiatan ibadah. hampir seluruh anggota keluarga. 3. Untuk kesehatan.

rumah masih sering terpapar debu karena rumah Tn. maka mereka sangat mudah terpapar oleh CO dan debu selama diperjalanan. X bila diajak oleh teman-temannya. Masing-masing anggota keluarga sibuk dengan aktivitas dan pekerjaannya masing-masing. Jarak antara rumah dengan gudang cukup jauh.000. J. 3. semakin banyak jumlah karung. yaitu sekitar ± 5 km. Keamanan lingkungan sangat aman karena jarang ada peristiwa kemalingan. X. merokok dua bungkus untuk dua hari serta kadang-kadang minum minuman beralkohol. selain ia jarang untuk berolahraga. Pekerjaan yang mereka jalani hanya memberikan upah berdasarkan jumlah karung yang mereka panggul. X. Tn. Tn. I bekerja sebagai buruh panggul di sebuah gudang dekat rumahnya. Khusus untuk Tn. X cukup dekat dari pinggir jalan apalagi pada musim kemarau ini. K dan Tn. Setiap hari mereka berangkat dan pulang dari dan ke tempat kerja dengan berjalan kaki. Dikarenakan harus menempuh jalan yang cukup jauh ini dan harus menyisiri jalan besar.-/rumah untuk pengelolaan sampah rumah tangga oleh pemerintah daerah setempat. Setiap bulan iuran Rp5.6 Lingkungan Hidup Keluarga Jenis perumahan Tn. X adalah area tempat tinggal permanen. Lingkungan perumahan cukup bersih karena sampah dikelola dengan baik. Tn. itu pun hanya jika Tn. ia juga memiliki kebiasaan minum kopi minimal sehari 3x.30 Keluarga ini pun juga jarang untuk berolahraga. semakin banyak pula pendapatan . Namun.

Ia aktif dalam segenap kegiatan ke-RT-an yaitu diantaranya PKK. Dalam lingkungan sosial. .31 yang bisa mereka bawa pulang dan sering akibat jenis pekerjaan ini. Ny. mereka mengeluh sakit badan dan bahkan Tn. Pengajian bulanan. Di lingkungan rumahnya bisa dibilang keluarga ini cukup dikenal dan dihormati sewajarnya oleh masyarakat. Arisan RT. X merupakan seorang yang aktif di lingkungan perumahannya. Posyandu. X pernah mengalami tertimpa karung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful