Tabel 4.

4 Hubungan Faktor Jenis Kelamin, Pendidikan, Pola Asuh, Aktivitas Sosial, Sumber Informasi dengan Sikap Siswa SMP Mengenai Kesehatan Reproduksi SMPN 286 Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta barat , periode 15 Mei – 31 Mei 2013

Variable Kurang

Sikap Sedang Baik

Uji

df

p

p*

H0

Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan 12 16 22 18 13 17 X2 2 0,0511 >0,005 diterima

Pendidikan Kelas VII Kelas VIII 12 16 20 20 17 13 X2 X2 2 0,0576 >0,05 diterima

Pola Asuh Kurang Sedang Baik

Aktivitas Sosial Kurang Sedang Baik 6 8 14 10 9 21 7 10 13 X2 4 0.0888 >0,05 diterima

Sumber Informasi Kurang Sedang Baik 9 10 9 13 7 20 8 8 14 X2 4 0,0454 <0,05 ditolak

pendidikan. sedangkan perempuan didapatkan sebanyak 51 orang (52%).7%) memiliki tingkat pengetahuan baik. dan sumber informasi pada siswa SMPN 286. didapatkan siswa SMPN 286. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang dijadikan sampel 37 orang (37. Responden . Responden lainnya mengatakan tidak tahu. didapatka siswa SMPN 286. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang memiliki perilaku baik 21 orang (21. pengaruh pacaran usia dini dan pengaruh hubungan seksual pranikah.6%). Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013. Pada sebaran perilaku. sebagian besar responden mengetahui pengertian dari kesehatan reproduksi. mayoritas siswa memiliki perilaku sedang sebanyak 47 orang (48. Pada sebaran sikap. Perilaku yang baik dari siswa SMP dibentuk dari sikap yang baik. Sikap dan perilaku dibentuk juga dari pengalaman yang sudah dijadikan kebiasaan sehari-hari sehingga didapatkan presentase sikap baik jauh lebih tinggi dibandingkan dengan perilaku. 5. pengaruh pergaulan beba. bagaimana cara menjaga kesehatan reproduksi.5%) memiliki tingkat pengetahuan sedang. dan 36 orang (36.1 Sebaran Tingkat Distribusi Pengetahuan. laki-laki sebanyak 47 orang (48%). didapatkan siswa SMPN 286. pola asuh. Pada sebaran jenis kelamin.6%).5.4%). Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang dijadikan sampel memiliki sikap baik yaitu sebanyak 30 orang (30. Dalam penelitian ini.0%).6%). sedangkan siswa yang memiliki sikap sedang sebanyak 40 orang (40. mengetahui yang termasuk dalam organ-organ reproduksi. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang dijadikan sampel. Sikap.8%). sedangkan sekitar 25 orang (25. didapatkan siswa SMPN 286. dan yang memiliki sikap kurang sebanyak 28 orang (28. dan yang memiliki perilaku kurang sebanyak 30 orang (30.2 Sebaran jenis kelamin.8%) siswa SMP memiliki tingkat pengetahuan rendah. dan Perilaku terhadap siswa SMP Mengenai kesehatan reproduksi Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 Pada sebaran tingkat pengetahuan. Dalam penelitian ini kategori sikap yang dinilai meliputi cara menjaga kesehatan reproduksi. aktivitas sosial.

Pada sebaran sumber informasi. internet.dan yang mendapat informasi baik sebanyak 43 orang (43.3.1 Hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan siswa SMPN 286. seperti tv.6%). Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013.perempuan lebih banyak dibandingkan dengan responden laki-laki dikarenakan jumlah siswa perempuan di SMPN 286 lebih banyak dibandingkan jumlah siswa laki-laki. didapatkan mayoritas siswa SMPN 286. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 5. Pada sebaran aktivitas sosial. pada penelitian ini pola asuh sangat berpengaruh terhadap sikap maupun perilaku siswa SMP meneai kesehatan reproduksi.3 mengenai hubungan antara variabel jenis kelamin dengan pengetahuan siswa SMP terhadap kesehatan reproduksi di Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013.1%).3 Faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan siswa SMPN 286.6%). didapatkan mayoritas siswa SMPN 286. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang dijadikan sampel memiliki aktivitas sosial baik lebih banyak dibandingkan dengan siswa SMP yang memiliki aktivitas sosial sedang dan kurang. pola asuh sedang sebanyak 14 orang (14. dan siswa kelas VIII sebanyak 49 orang (50%). Pada Tabel 4. dan pola asuh baik sebanyak 28 orang (28. didapatkan siswa kelas VII sebanyak 49 orang (50%). Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang dijadikan sampel mendapatkan pola asuh kurang yaitu sebanyak 56 orang (57. didapatkan siswa SMPN 286.5%). Pada sebaran pola asuh. dan ada pula yang mendapat informasi dari orang tua dan teman.9%). aktivitas sedang sebanyak 27 orang (27.5%).3%). mendapat informasi kurang sebanyak 30 orang (30. informasi sedang sebanyak 25 orang (25. dan aktivitas kurang sebanyak 23 orang (23. didapatkan hasil bahwa adanya . Dengan demikian.6%). Wilayah Kerja Puskesmas Tomang pada Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 yang dijadikan sampel. 5. Kebanyakan responden mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi dari mata pelajaran disekolah. Pada sebaran pendidikan. Sedangkan pada pola asuh terhadap pengetahuan didapatkan tidak ada hubungan. dari media massa. Yaitu aktivitas baik sebanyak 48 orang (49%).

3 Hubungan antara pola asuh dengan pengetahuan siswa SMPN 286. Dikarenakan responden pada penelitian ini di ambil dari kelas VII dan kelas VIII. 5.3.3. Pada Tabel 4. 5.3 hubungan antara aktivitas sosial dengan pengetahuan siswa SMPN terhadap kesehatan reproduksi. Pada Tabel 4.hubungan antara pengetahuan siswa terhadap jenis kelamin. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013.3. Pada penelitian ini didapatkan adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan pengetahuan siswa SMPN 286 terhadap kesehatan reproduksi.3 dimana membandingkan hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan siswa SMPN 286.5 hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan siswa SMPN 286. dari penelitian didapatkan tingkat pengetahuan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki. 5. remaja lebih banyak mencari informasi dari teman sebayanya atau media informasi yang tidak akurat. yaitu perempuan sebanyak 24 orang dan laki sebanyak 12. 5.3 Hubungan antara pola asuh dengan pengetahuan siswa SMPN 286. Pada Tabel 4.3. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013.4 Hubungan antara aktivitas sosial dengan pengetahuan siswa SMPN 286. Sesuai dengan penelitian Wirawan Sarwono (2008) disebabkan karena sikap orang tua yang masih merasa tabu untuk membicarakan seks dengan anaknya sehingga.2 Hubungan antara pendidikan dengan pengetahuan siswa SMPN 286. Hasil yang didapat bahwa tidak ada hubungan pendidikan terhadap pengetahuan siswa terhadap kesehatan reproduksi. dimana tidak ada perbedaan yang signifikan pada responden tersebut dari aspek usia maupun pengetahuan. . didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas sosial dengan pengetahuan siswa SMPN 286 terhadap kesehatan reproduksi. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013.

didapatkan bahwa adanya hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan . didapatkan tidak ada hubungan antara pola asuh dengan sikap siswa SMPN 286. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 5. di karenakan jenis kelamin tidak dapat menjadi jaminan kedewasaan seseorang dalam berpikir. Jakarta Bara. terhadap kesehatan reproduksi periode 15 Mei – 31 Mei 2013.4. hal ini sesuai dengan penelitian Mashuri (2007) bahwa sumber informasi tentang kesehatan reproduksi terutama seks lebih mudah diperoleh dan aksesnya banyak antara lain melalui media cetak (buku.Pada Tabel 4.3 hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan siswa SMPN 286 terhadap kesehatan reproduksi.4 mengenai hubungan antara variabel jenis kelamin dengan sikap siswa SMPN 286 Tomang. majalah) dan elektronik (televisi. .2 Hubungan antara pendidikan dengan sikap siswa SMPN 286. Sikap seseorang dibentuk dari berbagai macam komponen.4.4 mengenai hubungan antara variabel pendidikan dengan sikap siswa SMPN 286 Tomang. 5. terhadap kesehatan reproduksi periode 15 Mei – 31 Mei 2013. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 Pada Tabel 4.3 Hubungan antara pola asuh dengan sikap siswa SMPN 286.4 mengenai hubungan antara variabel pola asuh dengan sikap siswa SMPN 286 terhadap kesehatan reproduksi. Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013. didapatkan hasil bahwa perbedaan sikap pada kelompok laki-laki dan perempuan tidak ada hubungan yang bermakna . Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013. didapatkan hasil bahwa perbedaan sikap pada kelas VII dan VIII tidak ada hubungan yang bermakna. Pada Tabel 4.4 Faktor yang berhubungan dengan sikap siswa SMPN 286. Pada Tabel 4.4.1 Hubungan antara jenis kelamin dengan sikap siswa SMPN 286. Gerogol Petamburan. 5. Jakarta Barat. Gerogol Petamburan. 5. internet radio).

4.4. terhadap kesehatan reproduksi. 5.4 mengenai hubungan antara variabel sumber informasi dengan sikap siswa SMPN 286.5 Hubungan antara sumber informasi dengan sikap siswa SMPN 286 Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 Pada Tabel 4.4 Hubungan antara aktivitas sosial dengan sikap siswa SMPN 286 Wilayah Kerja Puskesmas Tomang terhadap kesehatan reproduksi Periode 15 Mei sampai 31 Mei 2013 Pada Tabel 4. .4 mengenai hubungan antara variabel aktivitas sosial dengan sikap siswa SMPN 286 terhadap kesehatan reproduksi periode 15 Mei – 31 Mei 2013. Dari hasil penelitian didapatkan tidak adanya hubungan antara aktivitas sosial dengan sikap siswa SMPN 286. didapatkan tidak ada hubungan antara sumber informasi dengan sikap siswa SMPN 286.5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful