simptomologi

• Simptomatologi gangguan jiwa berarti ilmu yang mempelajari gejala-gejala gangguan jiwa .• Simptomatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala.

Refleksi pupil sudah tidak ada. tidak acuh terhadapsekelilingnya. Kalau dirangsang hanyasedikit memberikan respon. kesadarannyabaik. . kesadarannya seperti orang yang tidur lelap. kesadaran dengan respon yang meninggi terhadap rangsang. suara-suara terdengar lebih keras. gangguan kesadaran kuantitatif – Suf.orientasi. – Apati. dan pertimbangannya sudah hilang. dimana ingatan. kesadarannya seperti orang tidur. – Koma. tetapi masih dapat memberikan jawaban dan reaksi. – Sopor. dengan tidak acuh atau dengan membuka mata sebentar kemudian tidur lagi. – Somnolen. – Kesadaran yang meninggi. warna-warna kelihatan lebih jelas atau terang. kesadarannya seperti orang yang mengantuk. bisa berkomunikasi dengan baik tetapi memerlukan intensitas yang tinggi. tidak memberikan respon sedikitpun terhadap rangsang dari luar. keadaan pingsan. apatis.1) Gangguan Kesadaran/conciousness a.

ribut-gelisah. tetapi kemampuan mengadakan hubungan dan pembatasan terhadap dunia luardan dirinya sendiri sudah terganggu dalam taraf tidak sesuai dengan kenyataan. – Disorientasi. dan ketidaktahuan apa yang harus diperbuat. inkoheren. pemisahan diri secara psikologik dari kesadarannya.b. sering disertai dengan cemas dan takut. gangguan kesadaran kualitatif – Stupor.Keadaan dini. keadaan yang disifatkan dengan adanya gangguangangguan asosiasi. diikuti dengan amnesia sebagian. sering disertai dengan halusinasilihat dan dengar. kesulitan mengerti. – Bingung/confusion. kesadaran pemehaman diri dalam lingkungan seperti disorientasi diri. . tercengang dan penuh pertanyaan. tempat. kesadarannya mengabur. – Delirium. kesadaran yang menyempit. ilusi dan halusinasi. – Kesadaran berubah. tidak menurun. disorientasi. waktu. dan situasi. pengaburan kesadaran. – Disosiasi. tidak meninggi. kesadarannya tidak normal.

yaitu konsentrasi yang berlebih-lebihan.perhatian mudah teralihkan pada rangsang atau stimuli yang tidak berarti. yaitu ketidaksanggupan untuk memperhatikan secara tekun dalam waktu yang singkat terhadap suatu situasi. c. d. Distractbility. b. yaitu ketidakmampuan mengarahkan perhatian dirinya. Terjadi pada pasien paranoid dan cemas. yaitu perhatian yang kurang selektif sehingga mudah lupa dan sulit mengenali. Biasanya ditemukan pada pasien ADHD. Aprosexia. dengan tidak memandang pentingnya situasi itu. Selective.2) Gangguan Perhatian a. sehingga lapangan persepsi menjadi sangat sempit. . Hipervigilance/hiperprosexia.

Anhedonia. yaitu ketidakmampuan merasakan kesenangan. yaitu datar. tumpul. damai.mudah melambung. Merasa hidup baru kembali. yaitu emosi senang disertai dengan rasa hati yanhg aneh. yaitu perasaan sedih tertekan Expansive. yaitu terbatas/menyempit. Euthymia. Restricted. atau dingin. yaitu mudah berubah terbawa faktor eksternal. Irritable. Afek – – – – – – Inappropiate. Flat. yaitu emosi yang menyenangkan dalam tingkatan sedang. penuh kegairahan. Elevated Euphoria. yaitu perasaan mudah tersinggung.tidak timbul senang dengan aktivitas yang biasanya menyenangkan. yaitu gangguan emosi ditandai dengan jelas adanya perbedaan antara sifat emosi yang ditunjukkan dengan situasi yang minumbulkannya. Exaltasi. bersalah. Ectasy. Labil. Dysphoric. b. afek/emosinya datar.3) Gangguan Emosi a. yaitu kemiskinan afek dan emosi secara umum. yaitu perasaan wajar. perasaan aman. tidak ada perubahan roman muka. Mood – – – – – – – – – . sering disertai dengan waham kebesaran. yaitu elasi yang berlebih-lebihan. Depresi. yaitu perasaan sedih. yaitu perasaan menguasai lingkungan. Blunted. dan tenang.

yaitu menirukan gerakan orang lain pada saat dilihatnya. Pasif. Katatonia – – – – – – – – Katalepsi. yaitu kehilangan tonus otot secara mendadak. yaitu reaksi terhadap lingkungan sangat berkurang. Grimace Akatisia. remphormia. Stupor. yaitu mempertahankan secara kaku posisi badan tertentu. terdiri dari kleptomania. Raptus. Hiperaktif – – – – – – c. yaitu gerakan yang berulang-ulang. sekalipun hendak diubah orang lain. d. Echopraxia. yaitu menirukan apa yang diucapkan orang lain. Kompulsi. yaitu tangan seperti menghitung uang (jari bergerak-gerak). yaitu menuruti apa yang disuruh tetapi tanpa dikoreksi. yaitu mengamuk yang mendadak Mannerism. Kataplexia. yaitu gerakan-gerakan muncul ketika cemas. yaitu kelenturan dalam menggerakkan anggota badan tetapi masih ada hambatan. Echolalia. TIC. Negativisme – – Otomatisme. gerakan dan aktivitas menjadi sangat lambat. . Stereotipi. yaitu pengkakuan pada bagian tubuh tertentu. Posturing Fleksibilitas cerea. respon berlebihan. trikotilomania (suka mencabuti rambut sendiri). Rigiditas. b. yaitu gerakan bibir yang muncul ketika cemas.4) Gangguan Psikomotor a. satriasis. Aktif. diam saja.

Inkoherensi. yaitu keadaan jalan pikiran yang kacau. Circumstantiality. yaitu kesalahan dalam menilai diri sendiri. yaitu pikiran yang berbelit-belit. tetapi sebenarnya tidak nyata. pengaruh. kejar. Bentuk pikir: – – – Autistik. yaitu potongan-potongan kata yang tidak ada makna. Non-realistik. sehingga satu ide bercampur dengan ide yang lain. Assosiasi longgar. yaitu mengatakan sesuatu ide yang tidak ada hubungannya antara ide satu dengan yang lain. Dereistik. Word salad. Flight of ideas. b. Clang association. magic-mystic. yaitu rasa takut yang irasional terhadap suatu benda atau keadaan yang tidak dapat dihilangkan atau ditekan walaupun ia sendiri menyadari bahwa itu tidak rasional adanya. yaitu kata-kata yang diulang-ulang. nihilistik. yaitu pikiran yang melayang atau melompat-lompat. yaitu bentuk pikiran yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan. Isi pikir: – – – – c. tidak tahu kenapa berhenti.putar tidak sampai isi. yaitu berbicara seperti berpantun. atau keyakinan tentang isi pikirannya padahal tidak sesuai dengan kenyataan. hubungan.5) Gangguan Proses pikir a. curiga). biarpun tak dikehendaki dan diketahui tidak wajar atau tidak mungkin terjadi. Ide-ide yang seakan-akan cemerlang tetapi tidak mungkin realistis. Obsesi. Fantasi. yaitu jalan pikirannya tiba-tiba terhenti. dosa. yaitu adanya kegagalan untuk membedakan batas antara kenyataan dengan fantasi. yaitu pembicaraan semakin jauh dari pokok permasalahan. kebesaran. ngomong berputar. Verbigerasi. somatik. Fobia. yaitu membuat kata-kata baru yang tidak dipahami oleh umum. Progesi/jalan pikir: – – – – – – – – – – . Waham. Blocking. Neologisme. Tongentiality. Macamnya ada waham sistematis (cemburu. yaitu ketidaksesuaian antara proses mental individu dengan pengalamannya yang sedang berjalan. yaitu isi pikiran yang kukuh/persisten dan datang berulang-ulang. bizarre. yaitu isi pikiran tentang suatu keadaan atau kejadian yang diharapkan atau diinginkan.

tetapi sekali berbicara tidak berhenti-berhenti. b. d. yaitu berbicara sangat pelan. Stuttering. Remming. . Logorhoe. yaitu tiba-tiba berhenti bicara tanpa sebab. Mutisme. Blocking. yaitu susah berbicara. e. yaitu berbicara terus. g. yaitu sejak awal tidak mau berbicara. Miskin isi pembicaraan. Irrelevan. f. yaitu jawaban-jawaban yang dikeluarkan tidak sesuai dengan pertanyaan pemeriksa.6) Gangguan Pembicaraan a. c.

. Ilusi. c. yaitu persepsi yang salah. Halusinasi: – – – – – – – Auditorik Olfaktori Gustatorik Taktil Hipnagogik Hipnopompik Visual b. yaitu perasaan aneh tentang dirinya atau perasaan bahwa dirinya sudah tidak seperti dulu lagi. d. Derealisasi. Depersonalisasi. yaitu perasaan aneh tentang lingkungannya dan tidak menurut kenyataan.7) Gangguan Persepsi a.

b. terdiri dari intermediate. mungkin sebagianatau seluruhnya. sehingga seseorang dapat menggambarkan kejadiankejadian secara mendetail. fausse reconnaissance. yaitu ingatan yang berlebih-lebihan. deja vu. Level of memory. Paramnesia. meliputi: konfabulasi. Hypermnesia. d. jamais vu. recent. yaitu ingatan yang keliru (ilusi ingatan) karena distorsi pemanggilan kembali (recall). remote. Ada dua macam amnesia. yaitu antegrade dan retrograde. yaitu keadaan seseorang kehilangan ingatan. .8) Gangguan Memori a. yaitu lupa dengan pengalaman-pengalaman baru e.recent past. c. Dementia. Amnesia.

.9) Gangguan Insight/tilikan diri • Kemampuan memahami situasi/sakit yang dialami.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful