RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT SECARA KESELURUHAN

Kelompok 4 : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. ) () ( () () () () ()

auditor harus memusatkan perhatiannya kepada rancangan dan operasi dari aspek-aspek struktur pengendalian intern sampai seluas yang diperlukan guna dapat merencanakan audit dengan efektif.FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO Tahun Ajaran 2011 / 2012 RENCANA AUDIT DAN PROGRAM AUDIT SECARA KESELURUHAN A. Selama proses/tahap audit tersebut. Lima jenis prosedur audit yang berhubungan dengan pemahaman auditor atas struktur pengendalian internialah :      Pengalaman auditor pada periode sebelumnya terhadap satuan usaha tersebut Tanya jawab dengan pegawai perusahaan Pemeriksaan pedoman kebijakan dan system Pemeriksaan atas dokumen dan catatan Pengamatan akitivitas dan operasi satuan usaha tersebut Pengujian Atas Pengendalian Penggunaan utama dari pemahaman auditor atas struktur pengendalian intern ialah untuk menetapkan resiko pengendalian relatif terhadap barbagai tujuan audit berkait-transaksi. Sudah dibahas sebelumnya mengenai metodologi dan prosedur yang digunakan untuk memperoleh pemahaman atas struktur pengendalian intern. . tingkat resiko pengendalian yang ditetapkan harus dibatasi sampai tingkat yang didukung oleh bahan bukti yang diperoleh. dia dapat menetapkan resiko pengendalian pada tingkat yang dapat mencerminkan evaluasi tersebut. jika auditor merasa yakin dan percaya bahwa kebijakan dan prosedur pengendalian dirancang dengan efektif. Meskipun demikian. Tujuan pelaksanaan prosedur selanjutnya adalah untuk memberikan pemahaman dan bahan bukti untuk mendukung hal itu.Jenis Jenis Pengujian Prosedur Untuk Memperoleh Pemahaman Atas Struktur Pengendalian Intern. Dan prosedur yang digunakan guna memeroleh bahan bukti semacam ini disebut pengujian atas pengendalian. dan dijalankan dengan efisien.

indikasi timbulnya kemungkinan salah saji dlam laporan keuangan. Demikian pula. perhitungan persediaan dan kas di tangan juga merupakan pengujian substantif. . namun penekanan utama pada kebanyakan pengujian terinci atas saldo adalah neraca. konfirmasi menguji salah saji dan ketidakberesan moneter dan dengan demikian merupakan pengujian substantif. prosedur analitis dan pengujian terinci atas saldo. Pengujian terinci atas saldo akhir ini penting dalam pelaksanaan audit. menetapkan kemampuan kelangsungan hidup suatu satuan usaha. karena dalam kebanyakan bagiannnya bahan bukti diperoleh dari sumber yang independen dari klien dan dengan demikian dinilai berkualitas tinggi. dicatat dan diikhtisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku tambahan dengan benar.Pengujian ini mencakup jenis bahan bukti berikut :  Tanya jawab dengan pegawai klien  Pemeriksaan dokumen dan catatan  Pengamatan aktifitas-akifitas berhubungan dengan pengendalian  Pelaksanaan ulang oleh auditor terhadap prosedur-prosedur klien Pengujian Substantif Atas Transaksi Pengujian substantif merupakan suatu prosedur yang dirancang untuk menguji kekeliruan atau ketidakberesan dalam bentuk uang yang langsung memengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan. Pengujian Terinci Atas Saldo (Test of Details of Balances) Pengujian ini menitik-beratkan atau memfokuskan pada saldo akhir buku besar baik untuk akun-akun neraca maupun laba rugi. Sebagai contoh. Terdapat tiga jenis pengujian substantif : pengujian atas transaksi. Prosedur Analitis Prosedur analitis mencakup perbandingan jumlah yang dicatat dengan ekspektasi yang dikembangkan oleh auditor. Sementara itu pengujian terinci atas saldo ini bertujuan untuk memberikan kebenaran moneter atas akun – akun yang berkaitan dan dengan demikian pengujian substantif. Sedangka tujuan pengujian substantif atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah diotorisasi dengan pantas. dan mengurangi pengujian audit yang lebih rinci. Ada empat tujuan penggunaan prosedur analitis yaitu : memahami bidang klien.

Pengujian pengendalian Pengujian pengendalian juga melibatkan pengajuan pertanyaan atau tanya jawab. Ketersediaan Jenis Bukti Untuk Prosedur Audit Selanjutnya Hubungan antara prosedur audit selanjutnya dengan bukti : Lebih banyak jenis bukti. 5. efektifitas pengendalian internal. termasuk prosedur untuk memahami pengendalian internal Prosedur penilaian risiko termasuk prosedur untuk memahami pengendalian internal tidak semahal pengujian audit lainnya karena auditor dengan mudah dapat melakukan tanya jawab dan pengamatan serta melaksanakan prosedur analitis perencanaan. enam jumlahnya yang digunakan untuk pengujian rincian saldo ketimbang jenis pengujian lainnya Hanya pengujian rincian saldo yang melibatkan pemeriksaan fisik dan konfirmasi Tanya jawab dengan klien dilakukan untuk setiap jenis pengujian Dokumentasi digunakan dalam setiap jenis pengujian kecuali prosedur analitis Pelaksanaan ulang digunakan dalam setiap jenis pengujian kecuali prosedur analitis Rekalkulasi digunakan untuk memverifikasi keakuratan matematis transaksi apabila melaksanakan penjualan substantif atas transaksi dan saldo akun ketika melaksanakan pengujian rincian saldo 1. pengujian pengendalian jauh lebih mahal dibandingkan prosedur penilaian risiko auditor. termasuk ketersediaan delapan jenis bukti. Memilih Jenis Pengujian Yang Akan Dilaksanakan Biasanya auditor menggunakan kelima jenis pengujian ketika melakukan audit atas laporan keuangan. 3. biaya bukti itu merupakan pertimbangan yang penting. 2. dan risiko inheren. dn inspeksi. Biaya Relatif Ketika auditor harus memutuskan jenis pengujian mana yang akan dipilih untuk memperoleh bukti yang tepat yang mencukupi. pengamatan. . 6. Prosedur analitis Prosedur analitis dianggap yang paling murah karena relatif lebih mudah dihitung dan dibandingkan. biayanya relatif lebih rendah dibandingkan pengujian substantif. Prosedur penilaian risiko. Namun. karena luas pengujian yang diperlukan jauh lebih besar untuk mendapatkan bukti bahwa pengendalian telah beroperasi secara efektif.B. 4. tetapi ada jenis tertentu yang lebih ditekankan. tergantung pada situasinya. 3. Beberapa faktor dapat mempengaruhi pilihan auditor atas jenis pengujian yang akan dipilih. biaya relatif dari setiap jenis pengujian. 2. Jenis pengujian yang tercantum berikut ini disusun menurut peningkatan biayanya : 1.

Pengujian substantif atas transaksi Pengujian substantif atas transaksi lebih mahal dibandingkan pengujian pengendalian yang tidak mencakup pelaksanaan ulang. karena biaya prosedur misalnya untuk mengirimkan konfirmasi dan menghitung persediaan. Hubungan Antara Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Untuk memahami dengan lebih baik pengujian pengendalian dan pengujian substantif. karena sering kali memerlukan rekalkulasi dan penelusuran.4. auditor harus melaksanakan pengujian substantif atas transaksi atau pengujian rincian saldo untuk menentukan apakah salah saji telah benar-benar terjadi. mari kita lihat perbedaannya. Hubungan Antara Prosedur Analitis dan Pengujian Substantif Seperti pengujian pengendalian. pengujian substantif lainnya dapat dikurangi. Jika melakukannya. Selama tahap perencanaan. dapat mengindikasikan kemungkinan yang meningkat bahwa ada salah saji yang material tanpa harus menyediakan bukti langsung tentang salah saji yang material itu. 5. Fluktuasi yang tidak biasa dalam hubungan antara satu akun dengan akun lainnya. risiko deteksi yang direncanakan dalam . Apabiala prosedur analitis mengidentifikasi fluktuasi yang tidak biasa. Pengecualian dalam pengujian pengendalian disebut deviasi pengujian pengendalian. Suatu pengecualian dalam pengujian pengendalian hanya mengindikasikan kemungkinan salah saji laporan keuangan. auditor memutuskan apakan akan menilai risiko pengendalian dibawah maksimum. Jika auditor melaksanakan prosedur analitis dan yakin bahwa kemungkinan salah saji yang material nilainya kecil. Trade-Off Antara Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif Ada trade-off antara pengujian pengendalian dan pengujian substantif. atau dengan informasi nonkeuangan. Pengujian rincian risiko Pengujian rincian saldo hampir selalu lebih mahal dibandingkan jenis prosedur yang lain. auditor kemudian harus melaksanakan pengujian pengendalian untuk menentukan apakah penilaian tingkat risiko pengendalian itu didukung. sedangkan pengecualian dalam pengujian substantif atas transaksi atau pengujian rincian saldo merupakan salah saji laporan keuangan. prosedur analitis juga hanya mengindikasikan kemungkinan salah saji yang mempengaruhi nilai mata uang dalam laporan keuangan. Jika pengujian pengendalian mendukung penilaian risiko pengendalian.

harus diuji jika auditor mempertimbangkannya sebagai pengendalian kunci untuk mengurangi kemungkinan salah saji yang material da. Standar auditing mengakui bahwa jika ada sejumlah besar bukti audit dalam format elektronik. Contoh bukti elektronik meliputi record transfer dana elektronik dan pesanan pembelian yang dikirimkan melalui electronic data transfer (EDI). dan karenannya pengujian substantif yang direncanakan dapat dikurangi. C. pengendalian yang dilakukan computer. seperti perbandingan pesanan penjualan dang diusulkan dengan batas kredit pelanggan yang dilakukan computer. Bukti kinerja dari pengendalian yang terotomatisasi. Dalam audit atas perusahaan public. Pendekatan ini menghasilkan audit yang sangat efisien apabila auditor menentukan bahwa pengendalian terotomatisasi yang telah diuji pada audit tahun sebelumnya belum diubah dan tetap mengikuti . Pengujian semacam itu mungkin meliputi penentuan apakah setiap perubahan telah terjadi pada program dan apakah perubahan tersebut telah diotorisasi dan diuji secara layak sebelum diimplementasikan. karena konsistensi yang melekat dalam pemrosesan TI auditor mungkin dapat mengurangi luas pengujian atas pengendalian yang terotomatisasi. auditor dapat berfokus pada pengujian berikutnya untuk menilai apakah setiap perubahan yang terjadi akan membatasi efektivitas pengendalian tersebut. Dampak Teknologi Informasi Terhadap Pengujian Audit SAS 80 (AU 326) dan SAS 109 (AU 319) memberikan pedoman bagi auditor entitas yang mengirimkan. Namun.am laporan keuangan. memelihara. juga hanya bisa dalam bentuk elektronik. pengendalian berbasis-perangkat lunak hamper pasti dapat berfungsi secara konsisten kecuali programnya diubah. Dalam situasi ini. auditor harus melaksanakan pengujian pengendalian untuk mengumpulkan bukti guna mendukung penilaian tingkat risiko pengendalian di bawah maksimum bagi asersi laporan keuangan yang terpengaruh. Setelah menentukan bahwa pengendalian yang terotomatisasi berfungsi dengan baik.sebagai contoh. mungkin tidak praktis atau tidak mungkin untuk mengurangi risiko deteksi hingga tingkat yang dapat diterima dengan hanya melakukan pengujian substantif.model risiko audit akan meningkat. atau mengakses informasi penting secara elektronis. memroses.

Auditor telah memutuskan untuk melakukan pengujian dalam jumlah sedang bagi semua jenis pengujian kecuali prosedur analitis substantif yang akan dilaksanakan secara ekstensif. pengujian substantif atas transaksi dan pengujian rincian saldo dapat diminimalkan. asumsikan bahwa bukti yang tepat yang mencukupi sudah terkumpul. PCAOB Standard 2 mengharuskan auditor perusahaan public untuk menguji pengendalian setiap tahun. Bauran Bukti Memilih jenis pengujian mana yang akan digunakan dan seberapa ekstensif pengujian itu harus dilaksanakan dapat sangat bervariasi di antara audit dengan tingkat efektivitas pengendalian internal dan risiko inheren yang berbeda. yang memiliki sejumlah pengendalian dan beberapa risiko inhern. Dalam setiap kasus. seperti pengendalian pengubahan program dan pengendalian akses. Memenjemen mungkin telah memutuskan bahwa memiliki pengendalian internal yang lebih baik tidak efekltif dari segi biaya. Bahkan dalam audit tertentu variasi dapat terjadi dari satu siklus ke siklus lain. Kombinasi ini sering disebut bauran bukti. Meskipun pengendalian umum yang efektif menghasilkan audit yang sangat efisien. Dalam setiap audit. auditor melaksanakan pengujian pengendalian yang ekstensif dan sangat mengandalkan pada pengendalian internal klien untuk mengurangi pengujian substantif lain. auditor mungkin harus menggunakan teknik audit berbantukan computer atau menggunakan laporan yang dihasilkan TI untuk menguji efektivitas operasi pengujian umum TI. Analisis Audit 3 Perusahaan ini berukuran sedang tapi mempunyai segelintir pengendalian yang efektif dan risiko inheren yang signifikan. Analisi Audit 1 Klien ini adalah sebuah perusahaan besar yang memiliki pengendalian internal yang canggih dan risiko inheren yang rendah. Ketika menguji pengendalian manual yang mengandalkan pada laporan yang dihasilkan TI. . D. auditor harus mempertimbangkan baik efektivitas review manajemen maupun pengendalian atas keakuratan informasi dalam laporan bersangkutan. Jadi.pengendalian umum yang efektif. Analisis Audit 2 Perusahaan ini berukuran sedang. Karena itu. Untuk menguji pengendalian atau data yang terotomatisasi. kita harus menentukan uraian tentang klien dari bauran bukti.

dan piutang usaha rupa-rupa Program audit pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi biasanya meliputi bagian deskriptif yang mendokumentasikan pemahaman atas pengendalian internal yang diperoleh selama pelaksanaan prosedur penilaian risiko.Analisi Audit 4 Rencana awal pada audit ini adalah mengikuti pendekatan yang digunakan dalam audit 2. risiko pengendalian. Setelah bauran bukti tersebut disetujui. piutang usaha. Setiap siklus transaksi mungkin akan dievaluasi dengan menggunakan serangkaian program sub-audit yang terpisah. Perancangan Program Audit Setelah auditor menggunakan prosedur penilaian risiko untuk menentukan penekanan yang tepat pada masing-masing dari empat jenis pengujian lainnya. Dalam siklus penjualan dan penagihan misalnya. auditor yang bertanggung jawab atas penugasan itu merekomendasikan bauran bukti kepada manajer penugasan. Fokus dari perancangan program audit yaitu untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo dan transaksi. Auditor yang bertanggung jawab juga cenderung mendapatkan persetujuan dari manajer Sebelum melaksanakan prosedur audit atau mendelegasikan tugasnya kepada asisten. auditor yang bertanggung jawab lalu menyusun program audit atau memodifikasi program yanng sudah ada agar memenuhi semua tujuan audit. dan setiap risiko kecurangan yang diidentifikasi. Pada sebagian besar audit. program audit khusus bagi setiap jenis harus dirancang. dengan mempertimbangkan halhal seperti materialitas. penyisihan untuk piutang tak tertagih. ausitor dapat menggunakan :    Program audit pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk penjualan dan penerimaan kas Program audit prosedur analitis substantif untuk keseluruhan siklus Program audit pengujin rincian saldo untuk ka. serta kebutuhan akan audit yang terintegrasi bagi sebuah perusahaan publik. Namun auditor mungkin menemukan penyimpangan pengujian pengendalian yang ekstensif dan salah saji yang signifikan meskipun melakukan pengujian substantif atas transaksi dan prosedur analitis substantif. Selain itu auditor juga akan merancang program audit untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan. bauran bukti. E. . Prosedur audit ini kemudian digabungkan untuk membentuk program audit. risiko inheren. beban piutang tak tertagih.

Memberlakukan tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi pada kelas transaksi yang diuji. Beberapapengujian substantif atas transaksi juga akan disertakan. Prosedur Audit Auditor mengikuti pendekatan empat langkah untuk mengurangi risiko pengendalian yang diperkirakan 1. auditor akan sangat menekankan pada pengujian pengendalian. hanya pengujian substantif atas transaksi yang akan digunakan. dengan asumsi audit itu dilakukan atas perusahaan non publik. Metodologi untuk Merancang Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi Memahami pengendalian internal Menilai risiko pengendalian yang direncanakan Menentukan luas pengujian pengendalian* Merancang pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi Prosedur audit Ukuran sampel Item yang dipilih Penetapan waktu *luas pengujian pengendalian ditentukan oleh ketergantungan yang direncanakan pada pengendalian. seperti penjualan . Untuk perusahaan publik.Apabila pengendalian sudah efektif dan risiko pengendalian dinilai rendah. pengujian harus mencukupi untuk mengeluarkan pendapat tentang pengendalian internal atas pelaporan keuangan. Jika risiko pengendalian dinilai maksimum.

Selain itu.2.risiko dalam audit berarti bahwa auditor menerima suatu tingkat ketidakpastian tertentu dalam pelaksanaan audit. rancanglah pengujian substantif atas transaksi yang tepat. Mengembangkan pengujian pengendalian yang tepat bagi semua pengendalian internal yg digunakan untuk mengurangi penilaian pendahuluan atas risiko pengendalian di bawah maksimum (pengendalian kunci) 4. Estimasi jumlah kekeliruan atau salah saji dalam tiap segmen (langkah 3) terjadi selama audit. . Langkah-langkah dalam penetapan materialistas Adalah sebagai berikut :      Langkah 1 : menetukan pertimbangan awal mengenai materialistas Langkah 2 : mengalokasikan pertimbangan awal mengenai materialistas Langkah 3 : mengestimasikan total salah saji dalam segmen Langkah 4 : mengestimasikan salah saji gabungan Langkah 5 : membandingkan estimasi salah saji gabungan dengan pertimbangan awal mengenai meterialistas. Menentukan materialistis dan risiko Materialistis dan risiko Adalah unsure penting dalam merencanakan audit dan merancang pendekatan yang akan digunakan. Materialistas Adalah jumlah atau besarnya kekeliruan atau salah saji dalam informasi akuntansi. Mengidentifikasi pengendalian kunci yang dapat mengurangi risiko pengendalian untuk setiap tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi 3. Untuk jenis salah saji yang berkaitan dengan setiap tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi. Langkah 4 dan 5 dilakukan pada tahap penyelesaian audit. dengan mempertimbangkan defisiensi dalam pengendalian internal dan hasil yg diharapkan dari pengujian pengendalian pada langkah 3 Prosedur Analitis Tujuan pelaksanaan prosedur analisis :     Memahami bidang usaha klien Penetapan kemampuan entitas untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya Indikasi adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan Mengurangu pengujian audit yang terinci 1.

prosedur analisis dan yang disebut sebagai pengujian subtantif.paling tidak.dan menetapkan risiko akibat kekeliruan dan ketidakberesan yang terjadi dalam jumlah yang material terhadap laporan keuangan.yaitu prosedur untuk memperoleh pemahaman atas struktur pengendalian .mencukupi untuk merencanakan audit yang memadai.sehingga bahan bukti kompeten tersedia untuk mendukung saldo laporan keuangan. Mengembangkan rencana dan program audit menyeluruh Rencana audit dan program audit berkaitan dengan jenis-jenis pengujian audit yang dilakukan. Perancangan pengujian Informasi yang diperoleh seharusnya memungkinkan auditor untuk merancang pengujian saldo laporan keuangan yang efektif.yakni sebagai berikut :  Auditability Auditor harus mendapatkan informasi yang cukup memusakan mengenai integritas manajemen dan sifat serta lus catatan akuntansi.yang selanjutnya mempengaruhi risiko penemuan yang direncanakan. Risiko penemuan Informasi mengenai struktur pengendalian intern dugunakan untuk menetapkan risiko pengendalian bagi setiap tujuan pengendalian.2. Pengujian tersebut mencakup baik pengujian terinci atas transaksi maupun atas saldo. Memahami struktur pengendalian interen Luasnya pemahaman tersebut .dalam hal empat masalah spesifik perencanaan. Potensi salah saji yang material Pemahaman seharusnya memungkinkan auditor untuk mengenditifikasi jenis-jenis kekeliruan dan ketidakberesan yang potensial yang dapat mempengaruhi laporan keuangan.    Berikut ini prosedur yang berkaitan dengan perancangan dan penempatan dalam operasi dan dapat dijadikan sebagai bahan untuk memperoleh pemahaman terhadap struktur pengendalian intern klien :      Pengalaman auditor dalam periode sebelumnya atas satuan usaha Tanya jawab dengan pegawai klien Kebijakan dan pedoman system klien Inspeksi dokumen dan catatan Pengamatan atas aktivitas dan operasi satuan usaha 3.

Pengujian Rincian Transaksi     . Efektivitas prosedur analitis seringkali tergantung pada prosedur yang ditempuh entitas untuk mengembangkan anggaran atau peramalan kas yang akurat.pengujian atas pengendalian. Merancang Pengujian Substantif Prosedur Awal Sebelum membahas pengujian yang terinci atas saldo kas. Tahapannya yaitu :  Menentukan Risiko Deteksi Risiko inheren biasanya tinggi karena kerawanan kas terhadap penyalahgunaan. Prosedur Analitis Efektivitas prosedur analitis dapat mengurangi jumlah bukti yang diperlukan dari pengujian substantif lainnya dibandingkan dengan yang dibutuhkan apabila datanya tidak sesuai dengan pengharapan yang dikambangkan dari anggaran atau peramalan kas. Mengidentifikasi risiko bisnis klien yang mempengaruhi piutang usaha Menetapkan salah saji yang dapat ditoleransi dan menilai risiko inheren untuk piutang Menilai risiko pengendalian untuk siklus penjualan dan penagihan Merancang dan melaksanakan pengujian pengendalian serta pengujian substantif atas transaksi untuk siklus penjualan dan penagihan 5.prosedur analisis dan pengujian terinci atas saldo. atau kebijakan perusahaan mengenai investasi kelebihan kas. Model risiko audit atau matriks risiko kemudian dapat digunakan untuk menentukan tingkat riiko deteksi yang dapat diterima atas setiap asersi saldo kas. Pengujian Rincian Saldo Metodologi untuk merancang pengujian rincian saldo : 1. 4. Merancang pengujian rincian saldo piutang usaha untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo Pengujian substantif atas saldo kas Istilah saldo kas hanya mengacu pada kas yang ditahan dan di bank.intern. 3. Merancang dan melaksanakan prosedur analitis untuk saldo piutang usaha 6. bukan termasuk kas kecil dan dana imprest lainnya.pengujian substantive atas transaksi. auditor harus memastikan bahwa dia telah memperoleh pemahaman tentang bisnis entitas dan pentingnya saldo kas bagi entitas tersebut. 2.

Kemudian auditor akan menggunakan informasi tentang bisnis dan industri klien yang diperoleh melalui prosedur penilaian risiko untuk menilai risiko inheren bagi tujuan audit khusus. Tingkat Disagregasi Aktivitas Perencanaan Tingkat disagregasi berkisar dari audit secara keseluruhan hingga tujuan audit yang berkaitan dengan memperoleh informasi tentang latar belakang bisnis dan industri klien yang bersangkutan dengan audit secara keseluruhan Pertama auditor akan menggunakan informasi itu ketika menilai risiko audit yang dapat diterima bagi penugasan secara keseluruhan. sertaukuran sampel untuk pengujian rincian saldo bagi akun-akun yang dipengaruhi. auditor mungkin akan menggunakan informasi itu ketika membuat keputusan tentang pengujian rincian saldo.Beberapa pengujian substantif atas rincian transaksi melibatkan penelusuran dan vouching transaksi penerimaan kas serta pengeluaran kas yang biasanya dilakukan bersamaan dengan pengujian pengendalian sebagai pengujian bertujuan ganda. Demikian pula. Apabila audit terus berlanjut. serta prosedur analitis substantif Hubungan Tujuan Audit Yang Berkaitan Dengan Transaksi Dan Tujuan Audit Yang Berkaitan Dengan Saldo Serta Penyajian dan Pengungkapan . pengujian substantif atas transaksi. Program Audit Ilistratif Standar auditing mengharuskan auditor untuk menggunakan program audit tertulis. risiko pengendalian. pertama auditor akan menilai risiko kecurangan untuk audit secara keseluruhan. dan kemudian mempertimbangkan apakah ada risiko kecurangan yang dapat mempengaruhi penilaian risiko kecurangan bagi akun-akun khusus dan prosedur audit. dan hasil dari pengujian pengendalian. Program audit dikembangkan setelah mempertimbangkan semua faktor yang mempengaruhi pengujian rincian saldo dan didasarkan pada beberapa asumsi tentang risiko inheren. Format segmen pengujian rincian saldo dari program audit atas piutang usaha digunakan untuk menghubungkan prosedur audit dengan tujuan audit yang berkaitan dengan saldo.

Perencanaan dan review yang cermat atas program audit dapat menghasilkan penghematan waktu yang besar. Merevisi Program Audit Untuk Mencapai Efisiensi Yang Lebih Besar Program audit harus direview dengan cermat selama tahap perencanaan audit untuk menentukan apakah ada prosedur audit yang harus ditingkatkan atau dihilangkan.Meskipun semua tujuan audit yang berkaitan dengan transaksi telah dipenuhi. Auditor melaksanakan prosedur substantif untuk memperoleh assurance atau keyakinan bahwa semua tujuan audit telah tercapai menyangkut informasi dan jumlah yang termasuk dalam pengungkapan itu. auditor terutama masih akan mengandalkan pada pengujian substantif atas saldo untuk memenuhi tujuan audit yang berkaitan dengan saldo berikut   Nilai yang dapat direalisasikan Hak dan kewajiban Auditor akan melaksanakan pengujian pengendalian untuk mendukung penilaian risiko pengendalian yang lebih rendah bagi masing-masing dari empat tujuan audit yang berkaitan dengan penyajian dan pengungkapan. Penilaian risiko harus menghasilkan pengurangan pengujian di area yang berisiko rendah dan lebih fokus pada titik-titik masalahnya. .