ENDOKRIN GONAD

TESTIS OVARIUM

paul s.poli/15.10.02/gonad

1

I.TESTIS
• ANATOMI: • Tiap testis panjang 4 cm, tebal 2,5 cm. • Dilapisi tunica: • A.tunica vaginalis • B.tunica albugenia

paul s.poli/15.10.02/gonad

2

• T.albugenia membagi testis atas 250-300 lobuli. • Tiap lobulus berisi tubulus seminiferous = pabrik sperma. • T.seminiferous  t.rectus  rete testis  d.efeferent  d.epididymis

paul s.poli/15.10.02/gonad

3

• HISTOLOGI: • Sel-sel diantara t.seminiferous adalah sel interstitial = sel Leydig • Fungsi sel Leydig, menghasilkan TESTOSTERON

paul s.poli/15.10.02/gonad

4

KELENJAR ASESORIUS
• 1.Vesica Seminalis: ada di dasar VU, menghasilkan 60% cairan semen • 2.Kel.Prostat: mengelilingi bag. atas urethrae, menghasilkan 30% cairan semen, mengaktifkan sperma. • 3.Kel.Bulbourethralis: kel.Cowper, dibawah prostat, menghasilkan mucus padat ke urethrae.
paul s.poli/15.10.02/gonad 5

FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA:
• 1.SPERMATOGENESIS • 2.SPERMIOGENESIS

paul s.poli/15.10.02/gonad

6

SPERMATOGENESIS
• “adalah urutan kejadian dalam tubulus seminiferous kearah pembentukan sperma” • Terjadinya sejak usia 14 thn, berlangsung sepanjang hidup pria.
paul s.poli/15.10.02/gonad 7

MEIOSIS:
• Meiosis, terjadi pada spermatogenesis = oogenesis, yaitu khas untuk pembelahan inti dalam gonad. • Mitosis: sel tubuh dibagi dan distribusi khromosom sama diantara kedua anak sel (daughter cell)
paul s.poli/15.10.02/gonad 8

• Meiosis: terjadi dua urutan pembelahan nukleus tanpa replikasi kedua dari khromosom • Akibatnya, dihasilkan 4 anak sel, bukannya dua, setiap sel mengandung ½ khromosom dr induknya (mei=less)
paul s.poli/15.10.02/gonad 9

• Pengertian Mitosis: • Pd sel tubuh adalah diploid = 2n khromosom.  khromosom 46 = 23 pasang homolog • Pd gamet ada 23 khromosom (haploid) = n khromosom
paul s.poli/15.10.02/gonad 10

• Pd spermatogenesis: dalam tubulus seminifeorus ada berbagai stadium pembelahan, stem cell disebut spermatogonia, berlangsung mitosis sampai puber. • Spermatosit I, terjadi meiosis I, spermatosit II berlangsung meiosis II  spermatid  spermiogenesis
paul s.poli/15.10.02/gonad 11

SPERMIOGENESIS: • Tiap spermatid punya n khromosom, siap fertil, tapi nonmotil. • Proses pembuangan bagasi sitoplasma menghasilkan spermatozoa. • Terdiri atas: kepala, midpiece, ekor
paul s.poli/15.10.02/gonad 12

SEL SERTOLI

• Pd proses spermatogenesis, spermatosit primer melekat satu dengan lainnya oleh jembatan sitoplasma. Sel-sel tadi dikelilingi dan disokong oleh sel sustentakuler atau sel
SERTOLI
paul s.poli/15.10.02/gonad 13

• Sel sertoli meluas dari membrana basalis ke lumen, dan terikat erat satu dengan lainnya menjadi batas disebut “blood-testis barrier”. Fungsi barrier ini menghalangi protein dari membrana basalis masuk aliran darah (autoimmune response)
paul s.poli/15.10.02/gonad 14

PENGENDALIAN HORMONAL PADA FUNGSI REPRODUKSI PRIA

• Spermatogenesis dikendalikan oleh hormon, dan produksi testosteron melibatkan interaksi antara hipotalamus, hipofise anterior dan testis (sumbu hipotalamushipofise-testis)
paul s.poli/15.10.02/gonad 15

Cara Pengendalian tsb adalah:
1.Hipotalamus melepas GnRH untuk kontrol pelepasan FSH & LH dari hipofise anterior 2.GnRH terikat dgn sel gonadotrof untuk selanjutnya sekresi FSH & LH ke dalam sirkulasi.
paul s.poli/15.10.02/gonad 16

3.FSH merangsang spermatogenesis secara tidak langsung tetapi merangsang sel sertoli mengeluarkan androgen binding protein (abp), agar sel spermatogonia mengikat testosteron. Jadi, FSH membuat spermatogonia dpt menerima testosteron untuk efek selanjutnya.

paul s.poli/15.10.02/gonad

17

4.LH terikat dengan sel interstitial dan merangsangnya menghasilkan testosteron. Karena itu LH sering dijuluki interstitial cellstimulating hormone (ICSH) pada pria.

paul s.poli/15.10.02/gonad

18

5.Testosteron menghambat pelepasan GnRH dr hipotalamus atau gonadotropin (FSH,LH) dari hipofise. Inhibin diproduksi oleh sel sertoli, bila jumlah sperma cukup, inhibin akan menghambat GnRH, dan FSH
paul s.poli/15.10.02/gonad 19

• Testosteron: hormon steroid, asal kolesterol diubah menjadi dihydrotestosteron dan diikat oleh inti sel.

paul s.poli/15.10.02/gonad

20

II. OVARIUM:
• Struktur: • Mempunyai dwifungsi yaitu produksi ovum dan hormon. • Ada sepasang, letak disamping kiri & kanan uterus

paul s.poli/15.10.02/gonad

21

• Dibungkus jar.fibrous disebut tunica albugenia • Lapisan luar tunica albugenia ada epitel kuboid disebut germinal epithelium • Lapisan dalam berisi struktur kantung disebut folikel ovarium.
paul s.poli/15.10.02/gonad 22

• Tiap folikel mengandung oosit belum matur disebut folikel primer. • Folikel matur mengandung sel granulosa • Folikel mengandung cairan disebut antrum yaitu folikel de Graaf  ovulasi • Sisa folikel postovulasi disebut corpus rubrum corpus luteum  corpus albican
paul s.poli/15.10.02/gonad 23

FISIOLOGI SISTEM REPRODUKSI WANITA

• Oogenesis: • Produksi telur pd wanita dimulai sejak lahir, tetapi pelepasan telur sejak puber  50 tahun. • Peristiwa oogenesis adalah meiosis
paul s.poli/15.10.02/gonad 24

paul s.poli/15.10.02/gonad

25

• Oogonia pd fetus wanita mengalami mitosis, disebut primordial follicles, kemudian berubah bentuk menjadi primary follicle  ada Oosit. • Oosit primer mengalami Meiosis I, hanya menetap prophase I
paul s.poli/15.10.02/gonad 26

• Pd puber, beberapa oosit terpilih untuk menyelesaikan Meiosis I  2 anak sel (haploid), sel kecil disebut first polar body, sel besar disebut secondary oocyte

paul s.poli/15.10.02/gonad

27

• First polar body mengalami Meiosis II, menghasilkan 2 polar bodies • Secondary Oocyte: berhenti pd metaphase II dan ovulasi. • Bila dibuahi, selesaikan meiosis II, hasilkan second polar body.
paul s.poli/15.10.02/gonad 28

• Selama hidup wanita ( usia 11-50 tahun) yaitu siklus reproduksi, ovulasi setiap bulan, hanya ada 400-500 oosit dari potensial 700.000 oosit yang terbentuk

paul s.poli/15.10.02/gonad

29

SIKLUS OVARIUM
Ada 3 fase: • Fase folikularis: hari pertama s/d 10 siklus • Fase ovulatoris: hari 11-14, kulminasinya ovulasi • Fase luteal: hari 1428 siklus
paul s.poli/15.10.02/gonad 30

• Fase Folikularis: • Folikel primordial matur, oosit membengkak, folikel primer. Oosit I dikelilingi sel granulosa, theca folliculi di luar, zona pellucida keliling oosit
paul s.poli/15.10.02/gonad 31

• Fase ovulatorius: • Terbentuk folikel Graaf, antrum berisi cairan, terjadi ovulasi, oosit dikelilingi korona radiata

paul s.poli/15.10.02/gonad

32

• Fase Luteal: • Sesudah ovulasi, antrum berisi darah disebut carpus albicans, sel granulosa bertambah besar disebut corpus luteum (suatu kelenjar endokrin)

paul s.poli/15.10.02/gonad

33

PENGENDALIAN HORMONAL PD SIKLUS OVARIUM

• Sumbu hipotalamushipofise-ovarium dan umpan balik mengendalikan hormon pada ovarium: 1. Pertumbuhan folikel, maturasi oosit dikendalikan oleh FSH, LH, dan E2
paul s.poli/15.10.02/gonad 34

2.Folikel membesar, target FSH pd sel granulosa. LH pd sel theca untuk menghasilkan androgen, masuk ke sel granulosa, diubah menjadi estrogen (E2)

paul s.poli/15.10.02/gonad

35

3.E2 meningkat dl darah, umpan balik negatif pd hipotalamus & hipofise 4.E2 meningkat sampai titik kritis, umpan balik positif untuk pelepasan LH (surge), meiosis I sempurna, terjadi ovulasi
paul s.poli/15.10.02/gonad 36

5.LH merangsang pembentukan corpus luteum untuk menghasilkan progesteron + sedikit E2 6.Peningkatan E2 & P4 umpan balik negatif LH & FSH 7.LH , degenerasi corpus luteum, E2 &P4 menurun tajam
paul s.poli/15.10.02/gonad 37

Terima kasih

paul s.poli/15.10.02/gonad

38

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful