PENDIDIKAN KESEHATAN

PENDIDIKAN KESEHATAN

PEMBELAJARAN MERUBAH PERILAKU
YG MEMBERI EFEK PADA KESEHATAN MASARAKAT

PERILAKU :
RESPON SESEORANG TERHADAP STIMULUS(RANGSANGAN

RESPON BERSIFAT TERTUTUB (CONVERT BEHAVIOUR). DAN TERBUKA (OUTVERT BEHAVIOUR)

PERILAKU KESEHATAN:

RESPON SESEORANG TERHADAP STIMULUS BERKAITAN DENGAN KESEHATAN
PENYAKIT MAKANAN PELAYANAN KESEHATAN LINGKUNGAN

PENDIDIKAN KESEHATAN :
PROSES PEMBELAJARAN MERUBAH PERILAKU, MENYELESAIKAN PERMASALAHAN (LANGSUNG/TIDAK LANGSUNG) YANG MEMBERI EFEK PADA KESEHATAN MASARAKAT. PERILAKU : SUATU RESPON SESEORANG TERHADAP STIMULUS(RANGSANGAN), RESPON BERSIFAT TERTUTUB (CONVERT BEHAVIOUR). DAN TERBUKA (OUTVERT BEHAVIOUR)

PERILAKU KESEHATAN: SUATU RESPON SESEORANG TERHADAP STIMULUS BERKAITAN DENGAN KESEHATAN YAITU : PENYAKIT, PELAYANAN KESEHATAN, MAKANAN DAN LINGKUNGAN

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESEHATAN KETURUNAN

LINGKUNGAN FISIK, SOSIAL/BUDAYA BIOLOGIS

STATUS KESEHATAN

PELAYANAN KESEHATAN

ENABLING FACTORS
(KETERSEDIAAN SUMBER/ FASILITAS)

PREDISPOSING FACTORS

PERILAKU

(PENGETAHUAN, SIKAP, TRADISI,NILAI DLL.)

REFORCING FACTORS
(SIKAP SERTA PERILAKU PETUGAS, PERATURAN,UNDANG-UNDANG)

FAKTOR FAKTOR YG MEMPENGARUHI PERILAKU PREDISPOSING FACTORS
(PENGETAHUAN, SIKAP, TRADISI,NILAI DLL.)

PERILAKU MANUSIA

ENABLING FACTORS
(KETERSEDIAAN SUMBER/ FASILITAS)

REFORCING FACTORS
(SIKAP SERTA PERILAKU PETUGAS, PERATURAN,UNDANG-UNDANG)

CARA CARA PROMOSI MEMPENGARUHI PERILAKU KESEHATAN (LOWRENCE GREEN)-1980. 1.KOMUNIKASI (PENYULUHAN)
1.PREDISPOSING FACTORS (PENGETAHUAN, SIKAP, TRADISI,NILAI DLL.)

PERILAKU MANUSIA

3.ENABLING FACTORS (KETERSEDIAAN SUMBER/ FASILITAS)

2.REFORCING FACTORS (SIKAPSERTA PERILAKU PETUGAS, PERATURAN,UNDANG-UNDANG)

3.PEMBERDAYAAN SOSIAL/MASARAKAT

2.TRAINING

PENERAPAN (APLIKASI) PENDIDIKAN DALAM KESEHATAN

INPUT

PROSES

OUTPUT

INDIVIDU KELOMPOK MASARAKAT PENDIDIK PETUGAS KESEHATAN

UPAYA MEMPENGARUHI ORANG LAIN.

PERILAKU (YG DIHARAPKAN) 1.MEMELIHARA KES. 2.MENINGKATAKAN KESEHATAN YG KONDUSIF.

TEORI PERILAKU 1.STIMULUS ORGANISM REACTION 2.DISSONANCE THEORY 3.HEALTH BELIEF MODEL. 4.SOCIAL LEARNING THEORY 5.CONVERGENCY THEORY. 6.MOTIVATION THEORY.

I.STIMULUS ORGANISM REACTION (S.O.R.) (HOSLAND 1958 )

INPUT STIMULUS

PROSES

REAKSI PERUBAHAN SIKAP

REAKSI PERUBAHAN PRAKTEK

ORGANISME
-PERHATIAN -PENGERTIAN -PENERIMAAN

II.DISSONANCE THEORY (KETIDAK SEIMBANGAN) (FESTINGER 1957) KETIDAK SEIMBANGAN DALAM DIRI SESEORANG AKAN MENYEBABKAN PERUBAHAN PERILAKU
PENTINGNYA STIMULASI X JMLH KOGNITIF DISSONANACE DISSONANCE = -------------------------------------------------------------------------------------------PENTINGNYA STIMULASI X JMLH KOGNITIF COSONANCE

III.HEALTH BELIEF MODEL (KURT LEWIN)
KERENTANAN

BESARNYA ANCAMAN
BESARNYA MASALAH

KEYAKINAN DIRI

PERUBAHAN PERILAKU

KEUNTUNGAN

HARAPAN AKAN HASIL
HAMBATAN

IV.SOCIAL LEARNING THEORY (ALBERT BANDURA)
PENGARUH SOSIAL
(APA YG DIHARAPKAN OLEH MASARAKAT SAYA)

SITUASI

PERILAKU

KOGNISI PRIBADI BELAJAR DARI PENGAMATAN
(APA YANG DILAKUKAN ORANG LAIN DAN APA AKIBATNYA)

KEYAKINAN DIRI
(MAMPUKAH SAYA MELAKUKAN?)

KEYAKINAN AKAN PERILAKU
(APA HASIL DARI PERILAKU ITU? BAGAIMANA NILAI HASIL)

V.CONVERGENCY THEORY (W.STERN )
PREDISPOSING KIE NON KESEHATAN

HEALTH EDUCATION TREATMENT

PRESIPITING PSM

PERILAKU

MASALAH SOSIAL

REINFORCING IKE.

KESEHATAN

-MEDIS TEHNIS

-NON PERILAKU MEDIS

VI.MOTIVATION THEORY (TEORI KEBUTUHAN MASLOW)
SELF ACTUALIZATION NEEDS SELF ESTEEM NEEDS

STIMULUS

SOCIAL LOVE NEEDS

PERILAKU

SECURITY NEEDS BASIC NEEDS

TINGKAT KEBUTUHAN MANUSIA

MOTIVASI 1.SARATKERJA FISIK AMAN SELAMAT KELOMPOK HORMAT 2.PENDORONG KEPUASAN DIRI

KOMUNIKASI

CARA CARA PROMOSI MEMPENGARUHI PERILAKU KESEHATAN (LOWRENCE GREEN)-1980. 1.KOMUNIKASI (PENYULUHAN)
1.PREDISPOSING FACTORS (PENGETAHUAN, SIKAP, TRADISI,NILAI DLL.)

PERILAKU MANUSIA

3.ENABLING FACTORS (KETERSEDIAAN SUMBER/ FASILITAS)

2.REFORCING FACTORS (SIKAPSERTA PERILAKU PETUGAS, PERATURAN,UNDANG-UNDANG)

3.PEMBERDAYAAN SOSIAL/MASARAKAT

2.TRAINING

KOMUNIKASI ADALAH PROSES PENYERAHAN PESAN DARI KOMUNIKATOR KE KOMUNIKAN DENGAN MEMPERGUNAKAN SALURAN (CHANNEL)

KOMUNIKATOR

KONEKTOR DAN CHANNEL PROSES : DISTORSI

KOMUNIKAN

PROSES : ENCODE DAN JUDMENT

PROSES : DECOCE DAN JUDMENT

FAKTOR FAKTOR YG MEMPENGARUHI PROSES KOMUNIKASI

KOMUNIKATOR : 1.PRIBADI 2.PENGETAHUAN 3.SIKAP 4.NILAI NILAI 5.KEYAKINAN 6.SARANA. 7.DORONGAN/MOTIVASI PESAN : 1.JENIS PESAN 2.KOMPLEKSITAS ISI 3.VARIASI ISI KOMUNIKAN : 1.PRIBADI 2.PENGETAHUAN 3.SIKAP 4.NILAI NILAI 5.NORMA 6.KEYAKINAN 7.SARANA. 8.KEINGINAN

I.MODEL KOMUNIKASI dalam PERUBAHAN PERILAKU (MC.GUIRE)

SUMBER (SOURCE)

PESAN (MESSAGE)

SALURAN (CHANNEL)

PENERIMA (RECIEVER)

DAMPAK (EFFECT)

II.TEORI DIFFUSI INOVASI (EVERETT ROGERS)

KOMUNIKATOR

KONEKTOR DAN CHANNEL PROSES : DISTORSI

KOMUNIKAN

GAGASAN BARU BAGI KOMUNIKAN

MENGADOPSI

II.TEORI DIFFUSI INOVASI (EVERETT ROGERS)
DIFFUSI INOVASI : PROSES GAGASAN MENGKOMUNIKASIKAN PERILAKU ATAU BENDA YANG DIANGGAP BARU OLEH KELOMPOK SASARAN
FASE FASE ADOPSI : 1.FASE KESADARAN (AWARENESS) INDIVIDU MULAI MENGETAHUI GAGASAN BARU 2.FASE PERHATIAN (INTEREST) INDIVIDU MULAI TERTARIK GAGASAN BARU 3.FASE EVALUASI (EVALUATION) INDIVIDU MULAI MENCOBA DAN MENCARI KETERANGAN LEBIH LANJUT TENTANG GAGASAN TERSEBUT DAN AKAN MENCOBA 4.FASE COBA-COBA (TRIAL) INDIVIDU MULAI MENCOBA SECARA KHUSUS GAGASAN TSB. 5.FASE ADOPSI (ADOPTION) INDIVIDU MULAI MENCOBA SECARA KHUSUS GAGASAN TSB.

JENIS-JENIS PENERIMA INOVASI
KONEKTOR DAN CHANNEL

KOMUNIKATOR

KOMUNIKAN

1.PEMBARU 2.PENGIKUT AWAL 3.MAYORITAS AWAL 4.MAYORITAS LAMBAT 5.TERBELAKANG

JENIS-JENIS PENERIMA INOVASI
1.PEMBARU (INOVATOR): KELOMPOK PALING CEPAT MENERIMA INOVASI (2-3%) 2.PENGIKUT AWAL (EARLY ADAPTOR): KELOMPOK YG PALING BERPOTENSI BERUBAH (10-15 %) 3.MAYORITAS AWAL (EARLY MAJORITY): KELOMPOK YG BERPOTENSI BERUBAH TETAPI ADOPSINYA LEBIH LAMBAT DARI PADA PENGIKUT AWAL. (30-35%). 4.MAYORITAS LAMBAT (LATE MAJORITY): KELOMPOK YG BERSIFAT SKEPTIS (30-35 %) 5.TERBELAKANG(LAGGARD): KELOMPOK YG SULIT BERUBAH MUNGKIN SECARA AKTIF MENENTANG ( 10-15%)

PROMOSI KESEHATAN (PENDIDIKAN KESEHATAN)

I.PENDIDIKAN PERORANGAN KONSELING WAWANCARA II..PENDIDIKAN KELOMPOK 1.KELOMPOK BESAR CERAMAH SEMINAR 2.KELOMPOK KECIL (- 15 ORANG) DISKUSI KELOMPOK CURAH PENDAPAT BOLA SALJU BUZZ GROUP ROLE PLAY SIMULASI 3.PENDIDIKAN MASA CERAMAH UMUM PIDATO,TV,RADIO SIMULASI DIALOG SINETRON KORAN,MAJALAH BILLBOARD

DINAMIKA KELOMPOK
KELOMPOK ANGGOTANYA MENGERJAKAN AKTIFITAS BERSAMA SALING BERINTERAKSI DALAM MENCAPAI TUJUAN DALAM WAKTU YANG DITENTUKAN DINAMIKA KELOMPOK KECIL
-KELOMPOK TERDIRI DARI 2 S/D 12 ORANG

- BERTATAP MUKA -BERKUMPUL SELAMA JANGKA WAKTU TERTENTU - BERCIRI BEDA DENGAN KELOMPOK LAINNYA

PROSES DINAMIKA KELOMPOK KECIL
1.FORMING 2.STORMING TAHAP PEMBENTUKAN KELOMPOK TAHAP INTERAKSI DITANDAI ADANYA PERGOLAKAN,PERGESEKAN ATAU KONFLIK. TAHAP DIMANA PARA ANGGOTA MENEMPATKAN DIRI DIMASING MASING POSISI, DAN MEMBUAT KESEPAKATAN TENTANG HUBUNGAN ANTAR ANGGOTANYA (PERBUATAN ANGGOTA DINILAI SESUAI ATURAN ATAU MELANGGAR ATURAN)

3.NORMING

4.PERFORMING KELOMPOK MELAKSANAKAN TUGAS BERSAMA SEBAGAI SATU KESATUAN 5.ADJOURNING KELOMPOK TELAH MENYELESAIKAN TUGAS DAN BUBAR

DINAMIKA KELOMPOK
JENIS /CARA MENYELENGGARAKAN : 1.UNSTRUKTUR (BEBAS TANPA ACARA) 2.STRUCTURE 3.KOMBINASI PRINSIP DINAMIKA KELOMPOK 1.LEARNING BY DOING: TANGGUNG JAWAB MASING PESERTA FASILITATOR HANYA MEMOTIVASI PESERTA PENGGUNAAN KONSEPSI & PENGALAMAN INTERAKSI SESAMA ANGGOTA 2.MEMBUKA TABIR BERTAHAP (STRIPTEASE) 3.VARIASI YG MENARIK 4.HERE AND NOW (DISINI DAN SEKARANG)

DISKUSI KELOMPOK
PESERTA < 15 ORANG BELAJAR MANDIRI TENTUKAN KETUA DAN SEKRETARIS METODE YANG DIGUNAKAN “ 7 JUMPS METHODE” 1.KLARIFIKASI ISTILAH YG KURANG DIKENAL 2.MENETAPKAN PERMASALAHAN 3.MENGANALISA PERMASALAHAN 4.MENENTUKAN TUJUAN 5.BELAJAR MANDIRI 6.MENARIK KESIMPULAN

AKAN MENUNJANG KALAU DIKUASAI

TARGET DISKUSI KELOMPOK

HARUS DIKUASAI BOLEH DIKUASAI

PERENCANAAN PENYULUHAN
INPUT PROSES OUTPUT

PERENCANAAN

PENJAJAKAN KEBUTUHAN MENGENAL SASARAN PRIORITAS MENETAPKAN TUJUAN MATERI TERPILH MENENTUKAN METODE

EVALUASI PENYULUHAN
PENYULUH PESAN TERSULUH

PENYULUH : 1.PENGETAHUAN 2.PENGHAYATAN 3.KETRAMPILAN

PESAN : 1.ISI PESAN 2.JUMLAH ISI 3.KOMPLEKSITAS 4.METODE 5.TEHNIK 6.ALAT PERAGA

TERSULUH : 1.PENINGKATAN 2.PENGETAHUAN 3.PENGHAYATAN 4.PERILAKU

CARA CARA PROMOSI MEMPENGARUHI PERILAKU KESEHATAN (LOWRENCE GREEN)-1980. 1.KOMUNIKASI (PENYULUHAN)
1.PREDISPOSING FACTORS (PENGETAHUAN, SIKAP, TRADISI,NILAI DLL.)

PERILAKU MANUSIA

3.ENABLING FACTORS (KETERSEDIAAN SUMBER/ FASILITAS)

2.REFORCING FACTORS (SIKAPSERTA PERILAKU PETUGAS, PERATURAN,UNDANG-UNDANG)

3.PEMBERDAYAAN SOSIAL/MASARAKAT

2.TRAINING

PEMBERDAYAAN MASARAKAT DI BIDANG KESEHATAN
PEMBERDAYAAN MASARAKAT : UPAYA ATAU PROSES UNTUK MENIMBULKAN KEMAUAN KESADARAN KEMAMPUAN DALAM MEMELIHARA DAN MENINGKATKAN KESEHATAN

TUJUAN PEMBERDAYAAN MASARAKAT : 1.MENUMBUHKAN KESADARAN/P3ENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN 2.TIMBULNYA KEMAUAN DAN KEHENDAK DALAM KESEHATAN 3.TIMBULNYA KEMAMPUAN MASARAKAT DI BIDANG KESEHATAN : MENGENALI MASALAH/FAKTOR PENYEBAB MENGATASI MASALAH MEMELIHARA DAN MELINDUNGI DIRI MENINGKATKAN KESEHATAN

MEMFALISITASI

PEMBERDAYAAN MASARAKAT

MENTRANSFER pengetahuan ketrampilan tehnologi

MEMOTIVASI

PRINSIP PEMBERDAYAAN MASARAKAT

1.MENUMBUHKAN POTENSI MASARAKAT 2.MENUMBUHKAN GOTONG ROYONG 3.MENGGALI KONTRIBUSI MASARAKAT 4MENJALIN KEMITRAAN 5.DESENTRALISASI

SERMON OF RELAXATION UPAYA PENDEKATAN PSYCHOLOGIES AGAR PENDERITA MAU DILAKUKAN TINDAKAN MEDIS TUJUAN : 1.PENDERITA MAU DILAKUKAN TINDAKAN SESUATU 2.PENDERITA MENGERTI TUJUAN TINDAKAN. 3.PENDERITA M3ENGETAHUI CARA TINDAKAN

PEDEKATAN IDENTIK DENGAN PEMBERDAYAAN

SERMON OF RELAXATION DILAKUKAN PADA : 1.PENDERITA YANG TIDAK MAU DILAKUKAN TINDAKAN 2.PASIEN MINTA DILAKUKAN TINDAKAN YANG MEMBAHAYAKAN DIRINYA 3.PASIEN YANG INGIN PULANG PAKSA 4.PASIEN YG TIDAK INGIN MENULIS SURAT “INFORMED CONSENT”