You are on page 1of 16

Mekanisme Pencernaan dan Gangguan pada Empedu

Felicia Ananda Baeha Waruwu 102011410 fel_4nanda@yahoo.co.id Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Pendahuluan Sistem pencernaan manusia terdiri atas suatu saluran yang berbentuk tabung dengan organ-organ lain yang berfungsi untuk membantu proses dari pencernaan makanan. Setiap bagian pencernaan mempunyai strukturnya masing-masing, baik itu struktur secara histologis maupun makrokospiknya. Fungsi utama dari sistem pencernaan adalah untuk memindahkan nutrien, air dan elektrolit yang terkandung dalam makanan ke tubuh. Nutrien-nutrien tersebut kemudian akan digunakan sebagai bahan untuk pembentukan ATP. ATP akan digunakan sel sebagai energi untuk melakukan kerja-kerja sel. Agar menghasilkan energi, makanan yang dimakan oleh manusia harus melewati berbagai proses sampai akhirnya energi tersebut dapat digunakan oleh manusia sebagai “bahan bakar” penghasil ATP. Proses pengolahan makanan, meliputi motilitas, sekresi, digesti, dan absorbsi. Enzim-enzim pada makanan juga dihasilkan oleh beberapa bagian pada saluran pencernaan ini. Enzim ini nantinya akan dipakai untuk membantu dalam proses pencernaan atau absorpsi makanan. Tinjauan Pustaka Pada kasus skenario B, diceritakan tentang seorang perempuan usia 30 tahun yang sering mual, kembung, sembelit, dan buang air besarnya berwarna putih seperti dempul kayu. Hal ini terjadi karena adanya masalah pada metabolisme empedunya. Sehingga, pada tinjauan pustaka ini akan dibahas pencernaan pada bagian lambung, usus halus, empedu, hati, dan pankreas yang berhubungan dengan kasus. 1. Anatomi Pencernaan Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan, yaitu tuba muskular panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ pencernaan tambahan yang berperan dalam proses pencernaan. Saluran pencernaan pertama dimulai dari pintu masuknya makanan

Peristaltis adalah gelombang kontraksi otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan melalui saluran pencernaan. yaitu melalui oesephagus pada diaphragma (merupakan fiksasi paling kuat). Gastrica sinistra.1 Lambung difiksasi oleh beberapa bagian tubuh. yang membentuk duapertiga bagian lambung. 2 tepi yaitu curvatura minor (cekung ke kanan atas) dan curvatura major (cembung ke kiri). dan egesti. dan ligamentum gastrolienale. dan elektrolit nagi tubuh nutrien yang dicerna sehingga akan siap diabsorpsi. aa. peristaltis. Gaster diperdarahi oleh a. 2 permukaan yaitu facies anterior dan posterior serta 2 lekukan yaitu incisura cardiaca (peralihan oesephagus pada curvatura major) dan incisura angularis (batas bagian vertikal dan horizontal pada curvatura minor). Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. kemudian dilanjutkan ke oesophagus. Bagian pilorus lambung menyempit di ujung bawah lambung dan membuka ke duodenum. Gastrica sinistra merupakan cabang dari a. Egesti adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna dalam bentuk feses dari saluran pencernaan. Gastroepiploica sinistra. rektum dan anus. Lambung dibagi atas fundus. Aa.1 Lambung adalah suatu organ berbentuk J.3 Fundus adalah bagian yang menonjol ke sisi kiri atas mulut esofageus. ligamentum phrenicogastricum. ligamentum hepatoduodenale dan ligamentum hepatogastricum (merupakan pars densa omentum minus).coeliaca (tripus halleri) dan akan beranastomose dengan a. terletak pada bagian superior kiri rongga abdomen di bawah diafragma. Secara anatomis gaster mempunyai 2 muara yaitu cardia (muara oesephagus ke gaster) dan pylorus (muara gaster ke duodenum). Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimiawi yang meliputi proses berikut : ingesti. usus halus. Pemotongan dan penggilingan makanan dilakukan secara mekanik oleh gigi yang nantinya akan bercampur dengan saliva sebelum ditelan. dan pilorus. Digesti adalah hidrolisis kimia molekul besar menjadi molekul kecil sehingga absorpsi dapat berlangsung. Badan lambung adalah bagain yang terdilatasi dibawah fundus. Gastricae breves dan a. Fungsi sistem pencernaan adalah untuk menyediakan makanan. absorpsi. korpus. Saluran pencernaan yang terletak di bawah area diafragma disebut saluran gastrointestinal. Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.yaitu mulut. Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke dalam sirkulasi darah dan limfatik sehingga dapat digunakan oleh sel tubuh. Antrum pilorus mengarah ke mulut pilorus yang dikelilingi oleh sfingter pilorus muskulus tebal. gaster. air. A.oesephagea (cabang dari aorta thoracalis). digesti. usus besar. . Hepatica propia di curvatura minor) dan a.2. pemotongan dan penggilingan. Gastrica dextra (cabang a.

sedangkan ileum arcadenya bertingkat dan vasa recta pendek. A. Jejunales et ilei. Gastroomentalis. pars inferior. Pembuluh baliknya melalui vv. Hati terbagi dalam dua lobus. ileum. A. rectus abdominis kanan dengan garis monro yang menghubungkan SIAS dengan umbilicus.3 Intestinal adalah kelanjutan dari gaster yang panjangnya sekitar 6-8 meter. Pancreaticoduodenalis superior berjalan diantara pasrs descendens duodeni dengan caput pancreas. Intestinum terletak intraperitoneal dan berkelok-kelok. merupakan cabang dari a. Gastroduodenalis merupakan cabang a. a.3 v. Porta. arcade setingkat dan vasa recta panjang. Mesenterica superior ke v. V. Proyeksi muara ileum pada coecum pada dinding abdomen disebut titik mc. duodenum Porta. Usus halus dibagi menjadi tiga bagian. Mesenterica superior terletak di depan a. Pada jejunum. Jejunales et ilei yang berjumlah 15-18 buah. A. Mesenterica superior dan saling beranastomosis dan memberikan cabang-cabang lurus (vasa rectae) dan cabang lengkung (arcade). Porta. Gastroduodenalis dan akan beranstomosa dengan a. X anterior dan posterior serta saraf simpatis yang berasal dari nervi spinales T6-T9 melalui plexus coeliacus dan mendistribusikan melalui anyaman saraf di sekitar a. darah dari jejunum dan ileum dialirkan ke dalam v. Pancreaticoduodenalis superior dan inferior. yaitu lobus kanan (lobus dextra hepatic) dan lobus kiri. Gastroepiploica dextra (cabang a. Besarnya penampang dari jejunum ke arah ileum makin mengecil. yaitu duodenum. dan pars ascendens. Jejunum mengisi rongga perut kiri atas sedangkan ileum mengisi rongga perut kanan bawah. berasal dari darah 2.3 Duodenum memiliki empat bagian yaitu pars superior duodeni. Gastroduodenale) di curvatura major. Gastroepiploica sinistra merupakan cabang dari a. pars descendens. Gastrica dan a. merupakan cabang dari a. Pancreaticoduodenalis Pancreaticoduodenalis inferior. Gaster dipersarafi oleh saraf otonom parasimpatis yang berasal dari N.Gastricae breves dan a. (lobus . Diperdarahi oleh aa. dari sedangkan Pancreaticoduodenalis inferior dialirkan ke v. jejunum.3 Hepar ialah kelenjar terbesar di dalam tubuh terletak pada bagian teratas dalam rongga abdomen di sebelah kanan bawah diafragma. Gastroepiploica sinistra akan beranastomose dengan a. superior Pembuluh dialirkan ke balik v. Burney yang dapat ditentukan dengan titik potong tepi lateral m . Mesenterica superior. Jejunum mengisi rongga perut kiri atas sedangkan ileum mengisi rongga perut kanan bawah. Hepatica communis yang akan memperdarahi dinding posterior duodenum. Duodenum diperdarahi oleh a. Lienalis. Gastroduodenalis. bersama-sama v. Lienalis masuk ke dalam v. Mesenterica superior di dalam radix mesenterii dan berakhir di belakang columna pancreatis. Hati secara luas dilindungi oleh os costae.

kandung empedu (vesica vellia). Tetapi kanalikuli terpisah dari kapiler darah. dan ductus cysticus. Permukaannya dilintasi oleh berbagai pembuluh darah yang masuk keluar hati. mengantarkan sepertlima darahnya ke hati. Ductus interlobularis satu sama lain saling bersatu membentuk ductus hepatikus kanan dan kiri. Arteri Hepatika yang keluar dari aorta dan memberikan seperlima darahnya kepada hati. Terdapat empat pembuluh darah utama yang menjelajahi seluruh hati yaitu arteri hepatica. Pembuluh eferen berjalan ke nodi lymphatici coeliaca. Ductus hepatikus comunis . permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan. fisura transversus. vena hepatica. Fisura longitudinal memisahkan belahan kanan dan kiri di permukaan bawah. Saluran empedu terbentuk dari pernyatuan kapiler-kapiler empedu yang mengumpulkan empedu dari sel hati. lobus caudatus dan lobus quadratus.sinistra hepatic). sedangkan ligamen falsiformis membagi pada permukaan atas hati. sinistara.1 Aparatus ekstrak hepatic terdisi atas ductus hepaticus kanan dan kiri. Vena hepatica mengembalikan darah dari hati ke vena kava inferior. vena porta. Beberapa pembuluh berjalan ke nodi lymphatici coeliaca. Darah vena porta membawa kepada hati zat makanan yang telah diabsorbsi oleh mukosa usus halus. dan quadratus. Kapiler empedu berjalan ke pinggir lobulus. dan terletak diantara dua sel. mereka menerima canalikuli biliaris. Beberapa pembuluh berjalan dari area nuda hati melalui diafragma menuju ke nodi lymphatici mediastinalis posterior. darah ini mempunyaoi kejenuhan oksigen 75% sebab beberapa O2 telah diambil oleh limpa dan usus. Permukaan atas berbentuk cembung dan terletak di bawah diafragma. Pembuluh limfe meninggalkan hati dan masuk ke sejumlah kelenjar limfe dalam Porta hepatis. Hati menghasilkan sekitar sepertiga sampai separuh cairan limfe dalam porta hepatic. yaitu saluran halus yang dimulai di antara sel hati. Cabang-cabang interlobularis terkecil ductus biliaris terdapat dalam saluran portal hati. sehingga darah dan empedu tidak pernah tercampur. Hati mempunyai dua jenis persediaan darah. Ductus hepatikus kanan mengalirkan empedu dari lubus kiri. ductus biliaris. Ductus hepatikus kanan dan kiri menyatu membentuk ductus hepatikus communis. Di dalam vena hepatica terdapat katup. dan saluran empedu. ductus choledochus. dan dikeluarkan melalui kapiler empedu yang halus atau kanalikuli empedu. caudatus. yaitu yang datang melalui arteri hepatica dan yang melalui vena porta. Hati terbagi lagi dalam empat lobus yaitu dekstra. dan menuangkan isinya ke dalam saluran interlobular empedu kemudian bergabung membentuk saluran hepatica. Saluran empedu sebagian besar dilapisi epitelium silinder dan mempunyai dinding luar yang terdiri atas jaringan fibrose dan otot dengan cara berkontraksi dinding berotot pada saluran ini mengeluarkan empedu dari hati. Vena Porta terbentuk dari vena lienalis dan vena mesenterika superior.1-3 Empedu dibentuk didalam sela-sela kecil di dalam sel hepar.

corpus. Hepatica propia. Hepatoduodenalis bersama-sama v. Variasi yang sering ditemukan diperlihatkan secara diagramatis.2-3 Kandung empedu (vesica vellea) terletak di dalam sebuah lekukan di sebelah permukaan bawah hati. di depan foramen epiploicum Winslow. Di sini ductus choleduchus bersatu dengan ductus pancreaticus major. Biasanya ductus choledocus menyatu dengan ductus pancreatikus major. gastroduodenalis. Pada bagian pertama perjalanannya . ia terletak dalam alur yang terdapat pada permukaan posterior caput pancreas.panjangnya sekitar 4 cm dan berjalan turun pada sisi yang bebas omentus minus. Ductus choledochus berjalan dalam lig. Vesica fellea berbatasan dengan hepar dan fundus vesica fellea di bagian depan serta dengan flexura coli dextra/colon transversum dan collum vesica fellea (berbatasan dengan pars superior duodeni) di bagian belakang. Ductus choledocus berakhir di bagian bawah dengan menembus dinding medial bagian pertengahan kedua duodenum. Porta dan a. Bagian akhir ductus choledochus dan ampulla dikelilingi oleh serabut otot sirkuler yang dikenal sebagai sphincter Oddi. sampai di pinggiran depannya. Collum dilanjutkan sebagai ductus cystikus. Fundus berbentuk bulat dan menonjol di sisi bawah inferior hati dimana fundus berhubungan dengan dinding anterior abdomen setinggi ujung rawan costa IX kanan. Pembuluh arteri kandung empedu.hepatica kanan. dan collum. yaitu A. Kadangkadang ductus choledochus dan ductus pancreatikus bermuara dalam duodenum pada tempat yang tidak sama. Sejumlah arteri yang sangat kecil dan vena juga . ia terletak pada sisi bebas kanan omentum minus. cystica cabang dari A. Sisi kanannya menyatu dengan ductus cysticus yang berasal dari kandung empedu untuk membentuk ductus choledocus atau ductus biliaris komunis. Corpus bersentuhan dengan permukaan visceral hati dan arahnya ke atas. Duktus cystikus (saluran empedu) kira-kira empat sentimeter panjangnya. V cystika mengalirkan darah langsung ke vena porta. belakang dan kiri.2-3 Ductus choledocus panjangnya sekitar 8 cm. hepatika Pada bagian kedua perjalanannya ia terletak di belakang bagian pertama duodenum di sisi kanan A. Ductus cysticus bersamasama saluran empedu intrahepatal membentuk ductus choledochus. Berjalan dari leher kandung empedu dan bersambung dengan duktus hepatikus sambil membentuk saluran empedu ke duodenum. Pada bagian ketiga perjalanannya. Di sini ia terletak di sisi depan kana vena porta dan sisi kanan A. dan bersam-sama bermuara dalam ampulla kecil dalam dinding duodenum yang dinamakan ampulla vater (bermuara ke dalam lumen duodenum melalui suatu papilla kecil yaitu papilla duodeni major). yang berjalan dalam omentum minus kemudian menyatu dengan sisi kanan ductus hepaticus communis akan membentuk ductus choledochus. Vesica Fellea terbagi menjadi fundus.

Pembuluh limfe berjalan menunju ke nodi lymphatici cisticae yang terletak dekat collum vesica fellia. terletak antara kedua lapisan otot dan pembuluh darah serta limfe dalam jaringan ikat di antara lapisan otot.berjalan antara hati dan kandung empedu. pembuluh limfe. sel otot polos. Ekornya merupakan bagian yang runcing di sebelah kiri. pembuluh limfe. Saraf yang menunju kandung empedu berasal dari pleksus coeliacus. sebagian besar susunannya memanjang. kadang juga mengandung kelenjar dan jaringan limfoid. Saluran-saluran kecil tersebut menerima saluran dari lobula lain kemudian bersatu membentuk saluran utama. dsan yang sebenarnya menyentuh limpa. hepatica menuju ke nodi lymphatici coeliacus. muskularis. yaitu ductus Wirsungi. Muskularis mengandung pleksus saraf mienterikus (Auerbach). Selanjutnya berjalan melalui nodi lymphatici hepaticum sepanjang perjalanan A. mukosa. Salauran-saluran ini mulai dari persambungan saluran-saluran kecil dari kiri ke kanan. sesuai arah utama jalannya otot. Di lapisan dalam (dekat lumen). dan jaringan lemak. Badan Pnkreas merupakan bagian utama pada organ pancreas dan letaknya di belakang lambung dan di depan vertebra lumbalis pertama. dan serosa. submukosa. Serosa adalah lapisan tipis jaringan ikat longgar. Submukosa terdiri atas jaringan ikat padat dengan banyak pembuluh darah.1-2 2. Mukosa tersusun oleh epitel selapis. Histologi Pencernaaan Pada umumnya saluran cerna manusia tersusun oleh 4 lapisan utama yaitu. muskularis mukosa. pleksus saraf submukosa (pleksus Meissner). Kepala pancreas paling lebar. Pankreas terdiri atas kepala. yang memisahkan mukosa dari submukosa. strukturnya mirip kelenjar ludah. Fungsi utama epitel selapis saluran cerna adalah sebagai sawar yang secara selektif bersifat permeabel di antara isi saluran cerna dan jaringan tubuh. untuk memudahkan transpor dan pencernaan makanan. Muskularis mukosa terdiri atas lapisan sirkular dalam yang tipis dan lapisan longitudinal luar dari otot polos. terletak di sebelah kanan rongga abdomen dan di dalam lekukan duodenum.2-3 Pankreas adalah kelenjar majemuk bertandan. dan yang praktis melingkarinya. mulai dari duodenum sampai limpa. yang kaya akan pembuluh darah. badan dan ekeor. sebuah lamina propria jaringan ikat yang kaya akan pembuluh darah. serta epitel berlapis gepeng sebagai epitel pelapis. Panjanganya kira-kira lima belas sentimeter. Lapisan muskularis mengandung sel-sel otot polos yang tersusun spiral dan dibagi dalam dua lapisan lagi. pembuluh limfe. Di lapisan luar. Jaringan pancreas terdiri atas lobula daripada sekretori yang tewrsusun mengitari saluran-saluran halus. . susunan sel umumnya melingkar.

sirkular. dan sekresi endokrin. Di duodenum. dan illeum.5-1.1 µm. Setiap sel absorptif diperkirakan memiliki rata-rata 3000 mikrovili. Terdiri atas membran sel yang membungkus inti mikrofilamen aktin dan protein sitoskeleton lainnya. adalah zona yang kaya akan makrofag dan sel-sel limfoid. Peristiwa pencernaan dituntaskan di usus halus.4 Usus halus adalah tempat akhir berlangsungnya pencernaan. Plika tersebut bukanlah ciri khas bagi duodenum atau ileum. vili. sel goblet. vili ini berbentuk daun. Mikrovili mempunyai fungsi fisiologis penting dalam memperluas daerah kontak antara permukaan usus dengan nutrien. dan mikrovili sangat menambah luas permukaan usus. absorbsi nutrien. Epitel vili menyatu dengan epitel kelenjar. yang terdiri atas mukosa dan submukosa. Kompleks antibodi tersebut melindungi usus dari serangan virus dan bakteri. Permukaan usus halus memperlihatkan suatu lipatan-lipatan permanen. Disakaridase dan peptidase yang disekresi sel absortif dan terikat pada brush border.5 mm ke dalam lumen usus halus. dan sel enteroendokrin.Usus halus terdiri atas tiga segmen. yaitu plika sirkularis Kerkringi. dan berangsur berubah bentuk menyerupai jari saat tiba di ileum. yaitu duodenum. Dengan mikroskop elektron. Antibodi ini terutama berupa imunoglobin A (Ig A) dan tergabung dengan suatu protein sekresi yang dihasilkan oleh sel epitel selapis usus dan disekresikan ke dalam lumen usus.membantu absorpsi produk pencernaan. masing-masing dengan inti lonjong dibagian basal sel. dengan bentuk semilunar. sel Paneth. dan menghasilkan hormon yang pengaruhi aktivitas sistem pencernaan. Setiap mikrovilius merupakan tonjolan silindris dari sitoplasma apikal dengan panjang 1 µm dan diameter 0. meskipun struktur ini berada di kedua tempat tersebut. Sel absorptif adalah sel silindris tinggi. brush border terlihat sebagai lapisan mikrovili padat. Plika ini berkembang di yeyunum dan karenanya menjadi ciri khas yeyunum. Di apeks sel terdapat lapisan homogen yang disebut brush border. ciri penting suatu organ tempat berlangsungnya absorpsi yang intensif. Kelenjar intestinal mengandung sel induk. dan beberapa diantaranya secara aktif menghasilkan antibodi. Adanya plika. sedikit sel absorptif. atau spiral. yeyunum. Banyaknya nodul limfoid dalam lamina propria dan submukosa melindungi organisme dari serangan bakteri. tempat nutrien akan diabsorpsi oleh sel epitel pelapis. Vili intestinal merupakan penonjolan atau pertumbuhan mukosa sepanjang 0. dan 1mm2 mukosa yang mengandung sekitar 200 juta struktur ini. . Lamina propria yang terdapat tepat dibawah epitel. Diantara vili ini terdapat muara kecil dari kelenjar tubuler simpleks yang disebut kelenjar intestinal (Lieberkuhn). Fungsi yang lain yang penting dari sel silindris intestinal adalah penyerapan molekul nutrien yang dihasilkan proses pencernaan. Sel lapisan ini menghasilkan mukus sebagai pelumas dan pelindung.

jaringan ikat. Sel-selnya berasal dari jenis sel mukosa. Lisozim. Lamina propria menembus pusat vili usus. Sel ini menghasilkan suatu glikoprotein asam dari jenis musin yang terhidrasi dan membentuk ikatan silang untuk membentuk mukus. lebih gepeng dari sel-sel absorptif di dekatnya.4. Pada manusia. saraf. Tipe terbuka ditandai oleh apeks sel yang memiliki mikrovili dan berkontak dengan lumen organ ini. enzim yang mencerna dinding sel beberapa bakteri.4. Produk tersebut berfungsi melindungi membran mukosa duodenum terhadap efek asam dari getah lambung dan memberikan isi usus pH yang optimal untuk kerja enzim pankreas. Lamina propria dan submukosa usus halus mengandung agregat nodul limfoid yang dikenal sebagai plaque peyeri. Sel paneth dibagian basal kelenjar intestinal dalah sel eksokrin dengan granul sekresi di sitoplasma apikal. pembuluh limfe. Lisozim memiliki aktivitas antibakteri dan dapat berperan dalam mengendalikan flora usus. dan sel otot polos. Lapisan submukosa mengandung kelompok kelenjar tubular bergelung yang bermuara ke dalam kelenjar intestinal. Produk sekresinya bersifat sangat basa. Pembuluh darah yang memberi makan usus dan memindahkan produk pencernaan yang diserap. setiap plaque peyeri tampak sebagai daerah mirip kubah dan tak mengandung villi. Muskularis mukosa tidak memperlihatkan sesuatu yang istimewa pada organ ini. Sel ini tidak banyak terdapat di duodenum dan jumlahnya bertambah ke arah ileum. Sel otot polos menimbulkan pergerakan ritmik di vili. kebanyakan absorpsi lipid terjadi di duodenum dan yeyunum bagian atas. dengan fungsi utama melindungi dan melumasi lapisan usus. dan sel otot polos. yang terdapat di dalam granul sekresi eosinofilik berukuran besar di sel ini. yang penting untuk proses penyerapan. Pencernaan lipid terutama terjadi sebagai akibat kerja lipase pankreas dan empedu. Tipe tertutup ditandai oleh apeks sel yang ditutupi sel epitel lain. Sel endokrin usus bila dirangsang akan membebaskan granul sekresinya melalui eksositosis. Di usus halus sel endokrin tipe terbuka. Inilah kelenjar duodenum (brunner).5 Lamina propria usus halus terdiri atas jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah. serabut saraf. menembus lapisan muskularis dan .5 Sel-sel goblet tersebar diantara sel absorptif.menghidrolisis disakarida dan dipeptida menjadi monosakarida dan asam amino yang mudah diserap melalui transpor aktif sekunder. yang membawa serta pembuluh darah dan limfe. Sel-sel pensekresi-polipeptida di saluran cerna dibagi dua kelompok : tipe terbuka dan tipe tertutup. dengan mikrovili yang tidak teratur di permukaan apeksnya dan granul sekresi kecil didalam sitoplasmanya. dan hormonnya kemudian menghasilkan efek parakrin (lokal) atau efek endokrin (darah). Bila dilihat dari permukaan lumen. komponen penting dari GALT.

yang dikelilingi sitoplasma pucat. Persarafan usus dibentuk oleh komponen intrinsik dan komponen ekstrinsik. Pada sediaan histologis. Duktus interkalaris adalah cabang akhir duktus interlobular berukuran lebih besar yang dilapisi epitel silindris. Tidak ada duktus striata pada sistem saluran pankreas. Proses lain yang penting untuk fungsi usus adalah pergerakan ritmik dari vili. bagian awal duktus interkalaris masuk ke dalam lumen asinus. Junlah granul zimogen yang terdapat di dalam sel bervariasi sesuai fase pencernaan dan mencapai maksimum pada hewan yang sudah berpuasa. Setiap vilus menerima. keduanya dapat dibedakan karena tidak ada duktus striata dan adanya pulau Langerhans pada pankreas. Pankreas ditutupi suatu simpai jaringan ikat tipis yang menjulurkan septa ke dalamnya dan memisahkan lobulus pankreas. Sel-sel ini hanya dijumpai di asinus pankreas. Sel-selnya inti bulat dan khas untuk sel penghasil protein. sampai bertemu vena pleksus submukosa. Kapiler ini sulit ditemukan karena dindingnya rapat satu sama lain sehingga tampak seperti kolaps walaupun ukurannya lebih besar dari kapiler darah. Pankreas juga memiliki jaringan kapiler luas yang penting untuk proses .membentuk pleksus besar di dalam submukosa. sesuai ukurannya. satu atau lebih cabang pembuluh yang membentuk jalinan kapiler tepat dibawah epitelnya. Asinus eksokrin pankreas terdiri atas beberapa sel serosa yang mengelilingi lumen. Hormon disintesi oleh kelompok sel epitel endokrin. Inti.5 Pankreas adalah kelenjar campuran eksokrin-endokrin yang menghasilkan enzim pencernaan dan hormon. yang serupa dengan struktur kelenjar parotis. dan pleksus submukosa. Kontraksi ini berlangsung beberapa kali per menit dan menimbulkan aktivitas pemompaan pada vili yang mendorong cairan limfe ke pembuluh limfe mesenterium. Pleksus ini mengandung sejumlah neuron sensorik yang menerima informasi dari ujung saraf di dekat lapisan epitel dan di lapisan otot polos sehubungan dengan komposisi isi usus dan derajat peregangan dinding usus. cabang-cabangnya meluas melalui muskularis mukosa dan lamina propria dan memasuki villi. Komponen intrinsik terdiri atas kelompok neuron yang membentuk pleksus saraf mienterikus diantara lapisan muskularis sirkular dalam dan lapisan muskularis longitudinal luar. Ciri khas lain adalah bahwa pada pankreas.4. Asinus dikelilingi oleh suatu lamina basal yang ditunjang selubung serat-serat retikulin halus. Pembuluh limfe usus berawal sebagai saluran buntu di pusat vilus. Bagian eksokrin pankreas adalah kelenjar asinar kompleks. Pada ujung vilus. muncul satu atau lebih venula dari kapiler ini dan berjalan dalam arah berlawanan. Gerakan ini timbul akibat kontraksi sel-sel otot polos yang berjalan vertikal dari muskularis mukosa dan ujung vili. terletak di sel sentroasinar yang merupakan bagian intra-asinar di duktus interkalaris. Dari submukosa. yang dikenal sebagai pulau Langerhans.

mencerna hemoglobin. dijumpai pada sudut-sudut lobulus. dan pembuluh limfe. Heaptosit pada lobulus hati trsusun seperti susunan batu-batu bata pada dinding. Pembuluh-pembuluh dan duktus ini dikelilingi jaringan ikat di sepanjang perjalannya ke bagian ujung di dalam celah portal antar lobuli hati. duktus. sinusoid juga mengandung makrofag yang dikenal sebagai sel Kupffer. Tersusun dari perifer meuju pusat dan beranostomosis secara bebas membentuk sruktur yang menyerupai labirin dan busa. tampak satuan struktural yang disebut lobulus hati. sekresi protein. dan hancurkan bakteri yang berhasil masuk ke darah portal lewat usus besar. Sekret ini terutama disekresi oleh sel-sel duktus interlobular dan berfungsi menetralkan kimus asam sehingga enzim pankreas dapat berfungsi pada pH optimalnya. Pada daerah perifer tertentu. lobuli akan dipisahkan oleh jaringan ikat yang mengandung duktus biliaris. pembuluh limfe.sekresi. Hormon ini disekresikan oleh sel-sel enteroendokrin mukosa duodenum. Celah diantara lempeng in mengandung kapiler. Daerah tersebut dinamai celah porta. Sekresi pankreas terutama dikendalikan oleh dua hormon yaitu sekretin dan koleisistokinin. dan pembuluh darah. terbentuk jalinan serat retikulin halus yang menopang hepatosit dan sel endotel sinusoid di lobulus hati. Selain sel endotel. Berfungsi untuk metabolisme eritrosit tua. masing-masing dengan sebuah venula. saraf. Kerja terpadu kedua hormon ini menghasilkan sejumlah besar sekret berupa getah pankreas yang kaya akan enzim.4 Hati merupakan organ tempat pengolahan dan penyimpanan nutrien yang diserap dari usus halus untuk dipakai oleh bagian tubuh lainnya. Komponen struktural utama hati adalah sel-sel hati atau hepatosit. Di tempat ini. Pada manusia. Sel epitel saling berkelompok membentuk lempeng-lempeng saling berhubungan. Sel endotel terpisah dari hepatosit dibawahnya oleh suatu lamina basal tak utuh. sekeliling lobulus hati akan saling berdekatan. Hormon ini terutama bekerja dengan mengeluarkan granul zimogen. membawa empedu yang dibuat oleh sel-sel parenkim dan akhirnya mencurahkan isinya ke dalam duktus hepatikus. Koleisistokinin merangsang sekresi cairan yang berjumlah lebih sedikit namun kaya akan enzim.4 . Hati manusia mengandung 3-6 celah portal perloulus. tempat vena porta dan arteri hepatika memasuki hati dan keluarnya duktus hepatika kiri dan kanan serta pembuluh limfe dari hati. Hati dibungkus oleh suatu simpai tipis jaringan ikat (kapsula Glisson) yang menebal di hilus. dengan aktivitas enzim yang rendah dan kaya akan bikarbonat. Pada mikroskop cahaya. arteriol. Sekretin merangsang produksi sekret yang banyak mengandung air. Rangsangan nervus vagus juga menimbulkan sekresi pankreas. yaitu sinusoid hati. Duktus dilapisi oleh epitel kuboid.

metilasi. Duktus hepatikus. yang menghasilkan asam taurokolat dan glikokolat. Meski kecepatan pergantian sel berjalan lambat. fosfolipid. mendetoksifikasi zat lain. karena hepatosit berfungsi sebagai sel endokrin dan eksokrin. dan lipoprotein. Hepatosit adalah sel dengan fungsi yang paling serbaguna dalam tubuh. akan memicu mekanisme pembelahan hepatosit. dan konjungasi. Duktus hepatikus. Empedu mempunyai sejumlah komponen penting lain seperti asam empedu. Hepatosit memiliki satu atau dua inti bulat dengan satu atau dua anak inti. Kanalikuli dibatasi oleh membran plasma dari dua hepatosit dan memiliki sedikit mikrovili di bagian dalamnya. kolesterol.4. protrombin. dan duktus biliaris. Duktus ini berangsur-angsur akan membentuk duktus hepatikus. RE halus merupakan sistem labil yang segera bereaksi terhadap molekul yang diterima hepatosit. dibentuk di dalam sistem fagosit mononuklear (sel Kupffer dan sinusoid) dan diangkut ke hepatosit. seringkali disebut badan basofilik. transformasi. Sekitar 90% dari zat ini akan diabsorpsi epitel usus bagian distal dan diangkut oleh hepatosit dari darah ke kanalikuli biliaris. hati memiliki kapasitas regenerasi yang luar biasa. dan duktus . fibrinogen.4 Empedu yang dihasilkan oleh empedu akan mengalir lewat kanalikuli biliaris.5 Sekresi empedu merupakan suatu fungsi eksokrin karena hepatosit meningkatkan ambilan. Struktur ini secara berangsur akan membentuk suatu anyaman yang berkovergensi membentuk duktus hepatikus. duktulus biliaris. setelah bergabung dengan duktus sistikus dari kandung empedu akan berlanjut ke duodenum sebagai duktus biliaris komunis (duktus koledokus). Kanalikuli biliaris membentuk suatu jalinan beranostomosis kompleks disepanjang lempeng lobulus hati dan berakhir di daerah portal. Dalam hepatosit mengandung lisosom yang penting untuk pergantian dan degradasi organel intrasel. yang kebanyakan berasal dari perombakan hemoglobin. menyintesis dan menimbun zat-zat tertentu.. Hepatosit juga menyintesis protein plasma seperti albumin. terbentuk suatu celah tubular diantara kedua sel ini yang disebut kanalikuli biliaris. Hepatosit memiliki banyak retikulum endoplasma halus maupun kasar. RE kasar akan membentuk agregat yang tersebar dalam sitoplasma. dan bilirubin. dan ekskresi komponen darah ke dalam kanalikuli biliaris. duktus biliaris. Sekitar 10% asam empedu disintesis di RE halus hepatosit melalui konjungasi asam kolat dengan asam amino glisin atau taurin. empedu akan memasuki duktus biliaris yang tersusun atas sel kuboid atau silindris dan mempunyai selubung jaringan ikat yang jelas. dan mengangkut zat lainnya. Bilirubin. Di tepi. Hilangnya jaringan hati pada pembedahan atau akibat zat toksik. Organel ini bertanggung jawab atas proses oksidasi.Ditempat dua hepatosit berkontak. sampai massa aslinya pulih.

Sel epitelnya kaya akan mitokondria yang mampu menyekresikan sejumlah kecil mukus. pemekatan empedu dengan cara mengabsorpsikan air. Jenis aktivitas listrik spontan di otot polos adalah basic electricity rhytm (BER). Gerakan mencampur adalah gerakan mencampur makanan dengan getah pencernaan dan mempermudah penyerapan dengan menjalankan semua bagian isi saluran cerna kepermukaan serap saluran cerna. dan konstituen organik spesifik yang penting dalam proses pencernaan. Ada dua macam gerakan yaitu propulsif dan mencampur.5 3. dan hormon pencernaan. Penyerapan adalah proses untuk menyerap unit-unit kecil makanan yang dapat diserap yang dihasilkan oleh pencernaan. pada bagian intarmular. Motilitas adalah suatu gerakan kontraksi otot yang mencampur dan mendorong isi maju saluran cerna. Propulsif adalah gerakan mendorong maju isi saluran cerna. yang nantinya akan dipindahkan dari lumen saluran cerna ke dalam darah atau limfe. membentuk sfingter Oddi. Pencernaan adalah proses untuk menguraikan struktur makanan secara biokimia menjadi satuan-satuan kecil yang lebih kecil dan mudah diserap. Jika gelombang . Lapisan otot akan bertambah tebal dekat duodenum dan akhirnya. sekresi. oleh enzim-enzim yang diproduksi di dalam sistem pencernaan. yaitu motilitas. Mekanisme dan Fungsi Pencernaan Sistem pencernaan manusia didasari oleh empat hal. saraf ekstrinsik. Mukosa kandung empedu memiliki banyak lipatan yang dijumpai saat keadaan kosong. Fungsi kedua adalah untuk memepertahankan tekanan tetap pada isi saluran cerna serta untuk mencegah dindingnya teregang permanen setelah mengalami distensi.4. Dindingnya terdiri atas mukosa dengan epitel selapis silindris dan lamina propria. dikenal sebgai tonus. Fungsi utama kandung empedu adalah untuk penyimpanan empedu. dan melepaskan empedu ke dalam saluran cerna bila dibutuhkan. dan suatu membran serosa. pleksus saraf instrinsik. Otot polos di dinding saluran cerna berfungsi untuk mempertahankan suatu kontraksi otot tingkat rendah yang menetap. pencernaan. Lamina proprianya tipis dan dikelilingi sedikit otot polos. Alunan gelombang lambat ini dipercayai disebabkan oleh variasi siklik pelpasan Ca+2 dari retikulum endoplasma dan penyerapan Ca+2 oleh mitokondria sel pemacu. elektrolit.koledukus dilapisi oleh membran mukosa dengan epitel selapis silindris. Sekresi pencernaan terdiri dari air.6 Sistem pencernaan dalam bekerja diatur oleh sistem saraf otonom. Sel pemacunya adalah sel intersitium Cajal. dan penyerapan. jaringan ikat perimuskular. selapis otot polos. Kandung empedu adalah organ berbentuk buah pir yang melekat pada permukaan bawah hati.

Lipase pankreas adalah enzim yang akan menuntaskan pencernaan lemak. dan prokarboksipeptidase yang disekresikan dalam bentuk inaktif. Hormon pencernaan yang akan diangkut ke bagian saluran pencernaan tempat hormon bekerja pada sel otot polos atau kelenjar eksokrin. dan mencampur makanan dengan sekresi lambung yang akan membentuk kimus. Kimotripsin akan diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin. dan faktor intrinsik. Lipase untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. mukus. kemampuan otot untuk mempertahankan tegangan konstan. pepsinogen. desinfektan. maka di setiap puncak terpicu potensial aksi sehingga terjadi siklus-siklus kontraksi otot yang berirama. Enzim . kimotripsinogen. Pencampuran lambung menggunakan aktivitas dari kontraksi otot yang kuat. Saraf ekstrensik adalah serat saraf dari kedua cabang SSO yang berasal dari luar saluran cerna dan mensarafi berbagai organ cerna. dan pengosongan lambung.7 Pankreas menghasilkan enzim seperti enzim proteolitik. Ada empat aspek motilitas lambung yaitu pengsisian. di duodenum berfungsi merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi merangsang empedu mengeluarkan getahnya. Sedangkan saraf parasimpatis akan menggiatkan setipa aktivitas saluran cerna. mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein. dan lipase pankreas. enzim-enzim pencernaan. Mukus untuk melindungi dinding lambung dari kerusakan akibat asam HCl. Pada saluran cerna saraf simpatis akan menurunkan atau menghambat proses dari kontraksi dan sekresi saluran cerna. Pleksus daraf instrinsik adala dua anyaman serat saraf pleksus submukosa dan pleksus mienterikus yang berada di dinding saluran cerna. Enzim proteolitik yang utama adalah tripsinogen.6. amilase pankreas. mengeluarkan HCL. Faktor yang bepengaruh dalam plastistas otot polos lambung. relaksasi reseptif pada lambung saat terisi. Tripsinogen akan diaktifkan menjadi tripsin oleh enterokinase di lumen duodenum. Senyawa kimiawi yang dihasilkan lambung adalah asam HCl . pencampuran. Renin untuk mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI).6 Lambung mempunyai fungsi sebagai tempat penyimpanan makanan yang masuk sampai makanan tersebut disalurkan kembali ke usus.mencapai ambang di puncak depolarisasi. Fungsi HCI Lambung adalah merangsang keluamya sekretin. Amilase pankreas berfungsi untuk mengubah polisakarida menjadi disakarida. Lambung dapat menyimpan makanan hingga satu liter. Pepsin berfungsi untuk mengubah protein menjadi peptone. penyimpanan. Pengososngan lambung dipengaruhi oleh kontarksi peristaltik antrum yang akan mendorong makanan ke duodenum. Prokarboksipeptidase diaktifkan oleh tripsin menjadi karboksipeptidase.

galaktosa. Fruktosa akan diserap melalui proses difusi terfasilitasi. Hal ini biasa dikenal dengan nama steatorea. lemak. sejumlah kecil garam empedu masuk ke dalam usus besar. Beberapa dari unsur pokok ini diserap kembali dan sisanya dibuang bersama tinja. dalam setiap sirkulasi.ini akan menghidrolisis trigliserida menjadi monogliserioda dan asam lemak bebas. penyimpanan (glikogen. (1) Garam empedu meningkatkan kelarutan kolesterol. vitamin). Hati berfungsi memproses secara metabolisme ketiga kategori utama nutrien setelah zat ini diserap. besi.6 Karbohidrat akan dicerna usus halus dalam bentuk disakarida maltosa. atau peningkatan lemak yang tak tercerna di tinja.7 Protein eksogen dan endogen akan dihidrolisis menjadi asam-asam amino konstituennya dan beberapa fragmen peptida kecil oleh pepsin lambung dan enzim proteolitik pankreas. Garam empedu kembali diserap ke dalam usus halus. Sirkulasi ini dikenal sebagai sirkulasi enterohepatik. Glukosa dan galaktosa akan diserap oleh transpor aktif sekunder. mendetoksifikasi zat sisa tubuh. laktosa. bakteri memecah garam empedu menjadi berbagai unsur pokok. membetuk protein plasma. (3) Bilirubin (pigmen utama dari empedu) dibuang ke dalam empedu sebagai limbah dari sel darah merah yang dihancurkan.6 Empedu memiliki 2 fungsi penting: membantu pencernaan dan penyerapan lemak. Jika pankreas mengalami defisiensi enzim. pengeluaran (bakteri dan sel darah merah tua). terutama hemoglobin yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol. serta berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh. (4) Obat dan limbah lainnya dibuang dalam empedu dan selanjutnya dibuang dari tubuh. karena pankreas adalah satu-satunya sumber lipase. Jika terjadi defisiensi enzim pankreas. maka akan terjadi maldigesti lemak yang serius. Di colon. (2) Garam empedu merangsang pelepasan air oleh usus besar untuk membantu menggerakkan isinya. Lalu asam amino akan diserap ke dalam sel epitel usus halus da akhirnya akan . aktifkan vitamin D. maka pencernaan makanan menjadi tidak tuntas. tembaga. (5) Berbagai protein yang berperan dalam fungsi empedu dibuang di dalam empedu. fruktosa).6. Seluruh garam empedu di dalam tubuh mengalami sirkulasi sebanyak 10-12 kali/hari. disuling oleh hati dan dialirkan kembali ke dalam empedu. dan mengekskresikan kolseterol dan bilirubin. dan sukrosa. Disakaridase yang terletak di dalam membran brushborder sel epitel usus akan meneruskan penguraiannya menjadi unit monosakarida (glukosa. lemak dan vitamin yang larut dalam lemak untuk membantu proses penyerapan. Secara spesifik empedu berperan dalam berbagai proses berikut.

lemak. akan diemulsikan oleh efek deterjen garam-garam empedu menjadi suspensi butiran halus lemak. yang dibentuk oleh garam empedu dan konstituen empedu lainnya. maka lemak akan membentuk suatu batu yang bisa menghambat penyaluran bilirubin. Lemak adalah salah satu bahan makanan yang sulit dicerna.6. Bagian-bagian tersebut akan bekerja untuk bisa mencerna karbohidrat. maka lemak harus menjalani serangkaian transformasi agar dapat dicerna. sehingga makanan tersebut bisa diserap tubuh. ke permukaan luminel sel epitel usus halus. Hal inilah yang menyebabkan feses bisa berwarna seperti dempul kayu.7 Karena tidak larut dalam air. Asam amino akan diangkut oleh pembawa yang bersifat spesifik. monogliserida dan asam lemak meninggalkan misel dan secara pasif berdifusi menembus lapisan ganda lemak membran luminal. Kilomikron tidak dapat menembus membran basal kapiler darah. Monogliserida dan asam lemak bebas diresintesis menjadi trigliserida di dalam sel epitel. sehingga meningkatkan luas permukaan yang tersedia untuk diserang oleh lipase pankreas. Setiap bagian tubuh mempunyai porsi dan cara kerjanya masing-masing. Jika kolosterol lemak terlalu banyak sehingga terjadi penimbunan. Jika pencernaan lemak pada tubuh manusia tidak bisa berjalan baik.masuk ke dalam darah melalui transpor aktif sekunder dependen energi dan Na+. Trigliserida akan menyatu dan dibungkus oleh suatu lapisan lipoprotein membentuk kilomikron yang larut air. Emulsi lemak akan mencegah menggumpalnya butiran lemak. lakteral sentral. Lemak makanan dalam bentuk globulus lemak besar yang terdiri dari trigliserida. Batu empedu ini dapat membuat duktus biliaris tersumbat total karna batu empedu sehingga bilrubin tidak dapat disekresikan dan dapat menyebabkan feses bewarna putih keabu-abuan 6. maka akan terbentuk suatu mikrokristal (batu empedu). Kemudian akan dikeluarkan dengan proses eksositosis melalui membran sel. Produk-produk tak larut air ini dibawa ke bagian interior misel yang larut air. sehingga masuk ke pembuluh limfe. Ketika misel mendekati permukaan epitel absortif. dan protein. . Peptida kecil akan dipecah jadi asam-asam amino pembentuknya oleh aminopeptidase di brushborder sel epitel atau oleh peptidase intarsel. Lipase menghidrolisis trigliserida menjadi monogliserida dan asam lemak bebas.7 Kesimpulan Mekanisme pencernaan manusia harus melewati berbagia macam jalur.

281-95. Sloane E. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC . Carneiro J. Slonecker CE. Jakarta: Binarupa aksara.2011.641-92. 6. Hall JE. 11th ed. Guyton AC. 2003. Jakarta: Bag. 2010. Singapore : Elsevier Pte Ltd . Grant metode anatomi berorientasi pada klinik. Inggriani Y. Anatomi Fakultas Kedokteran Ukrida.102-34. Hartanto H. 2003. Basic histology : text & atlas. 7. Edisi ke-11. Winami WW.771-825. Inc . h. 2008.p. 3. Jakarta: EGC. Fisiologi manusia dari sel ke system.203-34. 5. editor. 2002. . 2. Textbook of medical physiologi. 10th ed. Junquiera LC.h.h. Sherwood L. Buku ajar anatomi: traktus digestivus. United State : Mc GrawHill Companies.1995. Buku ajar histologi. Anatomi dan fisiologi untuk pemula.Daftar Pustaka 1. Edisi ke-12. Kindangan K. Basmajian JV. 4. Jakarta: EGC.