PENGANTAR EKONOMI MIKRO KONSEP ELASTISITAS

Oleh : KELOMPOK 8

Luh Ayu Alita Ermayanthi Luh Putu Mayta Praptidewi Luh Yuliskayani I Wayan Adi Wiguna I Putu Suarna Bumi

1206305096 1206305097 1206305098 1206305099 1206305100

UNIVERSITAS UDAYANA FAKULTAS EKONOMI TAHUN 2012

Elastisitas Permintaan dan Penawaran A. Koefisien Elastisitas Permintaan Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut : Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. atau Keterangan : ED = Elastisitas permintaan Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan Q1 = Kuantitas permintaan awal P2 = Harga setelah perubahan P1 = Harga awal . Elastisitas Harga Permintaan Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah.

Dengan demikian. kurvanya berbentuk vertikal.2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi 8 batang.32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan). kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan. dan contoh lainnya yang sejenis. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan Ada lima jenis elastisitas permintaan : 1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. . kuantitas yang tersedia tetap terbatas).32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2. kenaikan harga akan menurunkan permintaan. Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2. vice versa. dan sebaliknya (hukum permintaan). Artinya. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan.Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini. pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya). angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. yaitu ketika harga naik permintaan akan turun. maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut : Koefisien sebesar 2.

Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Namun. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Sama halnya. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis. Karenanya. orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. meskipun harganya naik. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. 3. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Ketika harganya naik. Sebaliknya pula. ketika harganya turun. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. dan lain sebagainya. konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya. makanan ringan. . tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis. Jika harga bensin naik. meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya. Misalnya beras. 4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis. Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin.2. jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Misalnya saja pakaian. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi.

kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. memberikan fungsi yang sama. bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata. permintaan akan semakin elastis. dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). kurvanya berbentuk horisontal. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga. Faktor Penentu Elastisitas Permintaan Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan : 1. Dengan demikian. . misalnya. Akibatnya.1. Dengan demikian. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi. meskipun harganya berbeda-beda. Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip. Semakin banyak produk pengganti (substitusi). permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga. Ini karena semua paperclip. sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga. yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Produk substitusi.

kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen. sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Jangka waktu permintaan dianalisis. dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari.2. Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut. permintaan akan produk mewah cenderung elastis. konsumen telah menyadari kenaikan harga. sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Sebaliknya pada produk yang harganya murah. 3. semakin elastis permintaan akan suatu produk. Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis. Sebaliknya. Akibatnya. Dalam jangka panjang. Akibatnya. Dalam jangka pendek. . kenaikan harga akan menurunkan permintaan. Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis. sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain. 4. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan. kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. maka permintaan semakin elastis. sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah. Produk mewah versus kebutuhan. Selain itu.

Dengan demikian. prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. vice versa. prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Oleh karenanya. vice versa. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut : 1. Dengan demikian. prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga.Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen) Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk. Oleh karena itu. 3. kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen. 2. kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan. vice versa. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan. . tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan. Permintaan uniter elastis (= 1). Oleh karenanya. kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen. Permintaan tidak elastis (< 1). Permintaan tidak elastis sempurna (= 0). 5. Permintaan elastis (> 1). Permintaan elastis sempurna (tak terhingga). 4.

Produk substitusi. beras berkualitas sama mereak A dan B. Perhitungannya adalah sebagai berikut : Keterangan : EA. Contoh produk substitusi : minyak tanah dan kayu bakar. . yaitu : 1. dimana kenaikan harga produk A akan menaikkan permintaan atas produk B.B = elastisitas silang antara produk A dan B P1B = harga awal produk B P2B = harga produk B setelah perubahan ΔQA = kenaikan permintaan produk A Q1A = kuantitas permintaan awal produk A Q2A = kuantitas permintaan produk A setelah harga produk B berubah ΔPB = kenaikan harga produk B Elastisitas silang berhubungan dengan karakteristik kedua produk. Elastisitas permintaan silang adalah positif. dan lain sebagainya. makanan ringan yang tersedia dalam berbagai merek.Elastisitas Permintaan Silang Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya.

yaitu : 1. Elastisitas pendapatan adalah positif. vice versa. Elastisitas permintaan silang adalah negatif . 2. Rumus perhitungannya adalah : Elastisitas pendapatan = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan pendapatan Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk. Misalnya. permintaan akan produk normal akan meningkat jika pendapatan meningkat. Elastisitas Permintaan Pendapatan (pembeli/konsumen) Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana kuantitas permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli. Produk komplementer. Elastisitas pendapatan adalah negatif. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga. Misalnya.2. . Contoh ekstrimnya adalah beras. dimana kenaikan harga produk A akan menurunkan permintaan produk B. B. Contoh produk komplementer misalnya bensin dan mobil (mobil tidak dapat digunakan tanpa bensin). Jika harga bensin naik. dapat digantikan dengan ubi sebagai produk inferiornya. permintaan akan mobil akan cenderung turun. permintaan akan produk inferior akan menurun jika pendapatan meningkat. Produk inferior. Produk normal. Elastisitas Harga Penawaran Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah.

Koefisien Elastisitas Penawaran Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut : Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran. sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga. 3. 2. atau Keterangan : ES = Elastisitas penawaran Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan Q1 = Kuantitas penawaran awal P2 = Harga setelah perubahan P1 = Harga awal Jenis-jenis Elastisitas Penawaran Ada lima jenis elastisitas penawaran : 1. .

sehingga penambahan kapasitas akan memerlukan pabrik/mesin baru. Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya. maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal. misalnya. Faktor Penentu Elastisitas Penawaran Ada dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi. yang membutuhkan investasi besar.4. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga. Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh. 5. yaitu : 1. artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran. Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. . Penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi : Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. 1.

4. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada. sehingga penawaran lebih bersifat elastis. semakin elastis persediaan. sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna. sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan. Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja. Jangka pendek. Jangka waktu analisis. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel. . Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja. namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang. sehingga penawaran tidak elastis. penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya. Hasilnya. semakin elastis penawaran. Semakin besar persediaan. penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil. 3. semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Jangka panjang. Stok persediaan. Kemudahan substitusi faktor produksi/input. Pada jangka waktu yang sangat singkat.2. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek. Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga : Jangka waktu yang sangat singkat.

Mikro Ekonomi Teori Pengantar : edisi ketiga.DAFTAR PUSTAKA Sukirno Sadono.2005. Jakarta:Rajawali Pers .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful