You are on page 1of 31

http://www.scribd.com/doc/84459638/Referat-Benign-Prostat-Hypertrophy http://www.scribd.

com/doc/59250222/urologi http://www.scribd.com/doc/37973331/Penatalaksanaan-BPH http://www.scribd.com/doc/51418851/Patofisiologi-BPH http://www.scribd.com/doc/55772427/Diagnosis-Banding-BPH-Ppt

http://triyanita.blogspot.com/2011/02/benign-prostatic-hyperplasia-bph.html Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Assalamualaikum Wr. Wb

Kembai menulis, kali ini sudah tau apa yang akan ditulis. Berhubungan dengan skenario tutorial yang kemarin ditulis, yang ternyata setelah ada triger tambahan dari tutor, skenario itu mengarah ke penyakit BPH (benign prostat hyperplasi. Mari langsng saja kita bahas, apa - apa yang menyakut tentang BPH... ok... tancaap gan !

BPH Pengertian BPH adalah suatu pembesaran dari kelenjar prostat (kelenjar yang terletak dibawah vesika urinaria, berguna untuk menghasilkan semen untuk memberi kekuatan terhadap sperma untuk melintasi jalan vagina yang cenderung bersuasana asam) yang menyebabkan penyempitan ataupun penyumbatan pada lumen uretra dan berakibat pada tidak lancarnya urin yang dikeluarkan.

Arti dari hyperplasi sendiri adalah bertambahnya jumlah sel. Jadi, pada kasus BPH ini bukan bertambahnya ukuran sel dari prostat, tetapi bertambahnya jumlah dari sel prostat. Biasanya penyakit ini cenderung menyerang pada orang tua dengan usia > 50tahun dan biasanya, pembesaran ini memerlukan waktu yang cukup lama untuk merasakan gejalanya, karena proses dari pembesaran prostat ini sendiri juga membutuhkan waktu yang lama.

Kelenjar prostat pada pria, tumbuh pada waktu pubertas, lalu, akan tumbuh lagi sekitar beberapa tahun kemudian. Pertumbuhan atau pembesaran kelenjar prostat ini ada banyak teori yang mendasarinya, yaitu anatara lain : a. Teori keseimbangan hormon Pada laki-laki, dihasilkan hormon testosteron dan estrogren, tetapi untuk mereka yang masih muda, testosteron akan dihasilkan lebih banyak dari pada estrogen. Nah, begitu pula

sebaliknya, pada orang lanjut usia, maka jumlah dari prosuksi testosteron akan menurun, sehingga akan meningkatkan prosuksi estrogen. Estrogen iniah yang peka terhadap pertumbuhan dari sel pada kelenjar prostat b. Interaksi stroma-epitel Stimulasi sel stroma oleh DHT (dihidrotestosteron) dan estradiol menyebabkan sel stroma memproduksi growth factor yang akhirnya mempengaruhi sel stroma itu sendiri dan mempengaruhi sel-sel parenkim juga untuk terus tumbuh c. Berkurangnya kemnatian sel prostat Seharusnya terjadi keadaanm yang fisiologis yaitu seimbangnya antara kematian sel yang direncanakan (apoptosis) dan regenasi sel. Pada BPH ini apoptosis tak seimbang dengan regenerasi sel. Ketidakseimbangan ini belum diketahui dengan pasti. Diduga hormon androgen berperan didalam menghambat proses kematian sel d. Teori sel stem Untuk mengganti sel-sel yang sudah mati, maka dilakukan regenrasi sel. Didalam prostat terdapat sel stem yang mempunyai kekuatan untuk proliferasi yang sangat ekstensif. Akttivitas selk ini dipengaruhi oleh hormon androgen. Jika hormon ini menurun, maka yang akan terjadi adalah apoptosis sel. Terjadinya proliferasi yang terus menerus pada PBH diduga karena ketidaktepatan aktivitas dari sel stem sehingga terus tumbuh

Ukuran Ukuran dari kelenjar prostat yang normal adalah seperti kacang walnut atau seperti buah kemiri dengan ukuran 4 x 3 x 2,5 cm dan beratnya normalnya sekitar 20-25 gram.

Benign Prostatic Hyperplasia Sekarang kita bahas ke BPH secara umum yaaa...** lanjuut gaan a. Kelenjar prostat membesar pada laki-laki b. Seseorang dengan pembesaran kelenjar prostat akan merasa sulit untuk berkemih dan membutuhkan keseringan yang lebih tinggi untuk berkemih dibandingkan dengan orang biasa. Hal ini terjadi karena saat seseorang dengan BPH, maka akan terjadi oenyempitan lumen, dan ini mengakibatkan obstruksi. Efek dari obstruksi ini adalah apabila pengosongan blader terjadi, maka blader tidak akan kosong dengan sempurna (masih ada sisa).

dan divertikel buli buli-buli terus kontrasksi --> perubahan rasa pada pasien --> lower urinary tract symptoms . Berkemih dengan perasaan tidak tuntas c. diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan DRE (digital rectal examination). Sulit untuk mengawali berkemih b. termasuk malam dan siang hari e. Infeksi yang mengenai blader dapat berakibat cytisis dan bisa menyebabkan rasa sakit pada daerah suprapubik dimana blader berada. terbentuknya selula.Pengosongan yang tidak sempurna ini berakibat blader jadi cepat terisi penuh (walaupun orang itu minum sedikit). sakula. Berkemih dengan frekuensi tinggi d. tetai. yaitu : a. nocturia (kencing di malam hari) --> akibat dari kandung kemih yang tidak kosong penuh. buli-buli terus berkontraksi. Pengosongan yang tidak sempurna ini juga bisa mengakibatkan terjadinya retensi urin dan bakteri pada urin yang tidak keluar akan menjadikan infeksi saluran kemih. peeriksaan darah lengkap juga dibutuhkan untuk mengetahui adanya kanker pada prostat Tanda dan Gejala Adapun tanda dan gejala yang bisa ditemukan pada BPH antara lain tidak lancarnya aliran urin yang meliputi : a. c. Obstruksi yang lama juga berakibat fatal. trabekulasi c. jadi pada setiap beberapa jam tidak bisa menahan kencing. Biasanya. hypertofi otot detrusor b. aliran urin melemah dan menetes pada akhir berkemih Patofisiologi pembesaran prostat --> penyempitan uretra pars prostatica --> aliran urin terhambat --> tekanan intravesikal meningkat --> kontraksi kuat untuk mengeluarkan urin. menyebabkan perubahan anatomi dari buli-buli. yaitu rusaknya ginjal sesorang.

Sewaktu kita melakukan pemeriksaan rectal toucher ini maka kita harus merasakan juga konsistensinya. kenyal dan tidak ada nyeri tekan.Caranya yaitu dengan memasukkan jari kita yang sudah memakai sarung tangan dan sudah dilubrikasi ke dalam rectum. dan apakah ada nyeri tekan. hydronefrosis . kata dr. maka pemeriksaan PSA sangat dianjurkan. Uroflowmetery Uroflowmetery (pengeluaran pancaran urin saat miksi)ini adalah suatu test dimana pasien diminta untuk mengosongkan bladernya untuk memastika seberapa banyak volume urin yang keluar dan seberapa kuat pancarannya. lembut. Kedua test ini berguna untuk mengetahui seberapa parah blokade urin yang tejadi.tekan buli tinggi --> aliran balik urin dr buli ke ureter (refluks vesiko-ureter) --> hydroureter . Biasanya. gagal ginjal Diagnosis a. kita dapatkan benjolan yang tidak rata (asimetris dan keras). tapi pada BPH biasanya simetris. d. Normalnya (jika tidak ada pembesaran. . ukurannya. Setelah urinnya dikeluarkan. b. apalagi kalau pada DRE didapatkan pembesaran prostat yang tidak rata dan keras. Pembesaran dapat kita rasakan karena prostat terletak didepan rectum. maka ujung jari kita dapat meraba prostat sampai ke ujung nya). PSA ini bisa digunakan sebagai indikator adanya kanker prostat. maka blader di USG untuk mengetahui seberapa besar pengosongan dari bladernya. DRE (Digital Rectal Examination) Dengan cara pemeriksaan rectal toucher (DRE/digital rectal examination. Pemeriksaan urin Pemeriksaan ini juga diperlukan untuk memastikan tidak ada perdarahan ataupun infeksi c. PSA (Prostat Spesific Antigen) PSA ini biasanya dilakukan dokter untuk mengatahui nilai pasti dari PSA. di UKDI sering keluar nie :p) kita bisa merasakan aakah ada pembesaran prostat atau tidak. PSA ini akan naik dapat meningkat pada seseorang dengan BPH ataupun dengan kanker prostat. pada kanker.ikhlas.

gp-training. Contohnya. Seseoang bisa memburuk.google. Pemeriksaan TRUS-P (Transrectal Ultrasonography of the prostate) f. dan menunda untuk dilakukannya .co. Alternatif lain untuk penderita BPH dengan skor IPSS ringan (1-7) adalah dengan watchfull waiting. doxazosin. tapi tak sedikit juga yang sembuh dengan spontan. Finazteride dan dutasteride berguna untuk memblok hormon yang berespon terhadap pertumbuhan prostat. Pemeriksaan patologi anatomi (diagnosa pasti) Treatment / Pengobatan Yang perlu kita lakukan apabila menemui pasien dengan BPH adalah kita ukur dulu angka IPSS (International Prostat Symptoms Score). Urgency.e.net%2Fprotocol%2Fdocs%2Fipss. tamsulosin. IPSS ini meliputi skor terhadap ketidakselesaian pengosongan (incomplete emptying). Kalau memungkinkan. straining dan nocturia. alfa-andrenergic blocker Obat ini dapat merelekskan tertentu pada prostat dan pada blader sehingga meningkatkan aliran urin. maka stop obat2an ini. alfuzosin b. weak stream. Tabel untuk skor ini dapat dilihat pada alamat berikut(http://www. darah pada urin. intermittency.doc&rct=j&q=International%2 0Prostate%20Symptom%20Score&ei=DKJWTZywBsXsrAe3nsG0Bw&usg=AFQjCNGe6lfqwEdcjfz-etVDTmO7fL7DQ&cad=rja). Sebenarnya. membuat prostat mengerut. adanya batu ataupun retensi urin. gangguan fungsi ginjal. terapi pada BPH ini tidak diperlukan apabila BPH tidak disertai dengan brother symptoms ataupun komplikasi seperti infeksi saluran kemih. Terapi dengan obat Obat-obat yang dapat digunakan untuk treatment pada prostat adalah : a. terazosin. Besarnya risiko yang mengarah ke komplikasi berat tak dapat ditentukan dengan terapi ini. Adapun obat yang bisa memperparah gejala dari BPH ini adlah obat2 opoid ataupun obat antikolinergik seperti antihistamin dan antidepressant.id/url?sa=t&source=web&cd=3&ved=0CDAQFjAC&url=http% 3A%2F%2Fwww. frequency.

Open simple prostatectomy Teknik ini dilakukan apabila prostat terlalu besar untuk dikeluarkan dengan endoskopi. Trombosis h. dan . Hemoroid c. TURP (transurethral resection of the prostate). sering terjadi hyperlasi dan menaikkan leher buli-buli. Obat ini belum diketahui betul eeknya terhadap symptom yang ada. rektiprostatik) . impoten (5-10%) dan inkotinensia urin (<1%) b. Urretritis dan traktus uretra f. Endoskopi dilakukan di uretra dan sekaligus menghilangkan prostat. tetapi. biasanya seseorang dengan BPH maka ia diberi alfa-andrenergik dan kombinasi kedua jenis obat ini. prostat yang kecil. Transurethral incision of the prostate Pasien dengan gejala berat.Renal insufficiency secondary to obstruction. Biasanya berat dari protat lebih dari 100gram.Retensi urin akut Failed voiding trialsss . dutasteride. Terapi non medikasi Terapi yang lain yang dapat dilakukan adalah : a. Komplikasi Adapun komplikasi yang bisa timbul antara lain : a. Adapun efek yang dapat timbul dari terapi ini adalah ejakulasi retrograde (75%). Sebagian besar simpel pratatektomi bisa dilakukan dengan endoskopi. Prosedur ini lebih cepat dan kurang menyakitkan dibandingkan TURP c. retensi urin b. Fistula (suprapubik. Perdarahan d. Biasanya seseorang yang melakukan ini dilakukal anastesi spinal. Teknik ini mejauhkan penderita dari insisi kulit. Epindidimiorkhitis g. batu buli-buli dan pada posisi litotomi tidak memungkinkan Adapun indikasi dilakukan pembedahan apabila ada kondisi seperti berikut : . Teknik ini menguntungkan bagi penderita. Open prostatectomy juga dilakukan pada BPH dengan divertikulum buli-buli.Recurrent gross hematuria .operasi atau tindakan yang lainnya c. Finasteride.urinary tract infection. Inkontinensia e.

Interstitial cyctitis f.com/bphbenigna-prostat-hipertrofi/ . Infeksi Saluran Kemih Referensi : http://emedicine. Radisi cystitis j. Trauma Buli d. Bacterial h.merckmanuals. Striktur uretra k.com/article/437359-overview http://www. Batu buli b. Prostatitis.html http://dokteryudabedah.Diagnosis Banding Adapun diagnosis banding yang diajukan antara lain : a. Neorogenic Blader g.com/home/sec21/ch239/ch239b. Nyeri pelvic kronik e.medscape. tumor buli c. Tuberculous i. Prostatitis.

gejala prostat jinak.putus (intermittency) .id/2013/01/10/benigna-prostat-hiperp lasia-bph/ BENIGNA PROSTAT HIPERPLASIA (BPH) EMIRZA NUR WICAKSONO JANUARI 10.blog. · · · · · Gejala iritatif: Sering miksi Terbangun untuk miksi pada malam hari ( Nokturia ) Persaan ingin miksi yang sangat mendesak ( Urgensi ) Nyeri pada miksi ( Disuria) Gejala Obstruktif Pancaran urin melemah Rasa tidak puas sehabis miksi Ketika mau miksi harus menunggu lama (Hesitancy) Harus mengedan ketika miksi (straining) Kencing terputus.unissula. Manifestasi klinis Biasanay gejala. BPH dapat menyebabkan penekanan pada uretra di tempat uretra menembus prostat sehingga berkemih menjadi sulit 2. Etoilogi Etiologi BPH belum jelas. dikenal sebagai Lower Urinary Track Symtoms ( LUTS ) dibedskan menjadi gejala iritatif dan obstruktif a. · · · · b.http://emirzanurwicaksono. Pengertian BPH ( Benigna Prostat Hiperplasia) adalah pembesaran kelenjar prostat nonkanker. mungkin berkaitan dengan ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron di prostat. 2013 [100] COMMENTS 1. 3.ac.

· Waktu miksi memenjang yang akhirnya menjadi retensio urin dan inkontinen karena overflow 4. Anamnesa Kumpulan gejala pada BPH dikenal dengan LUTS (Lower Urinary Tract Sympto ms) antara lain: hesitansi. · Pemeriksaan Fisik Dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah. Diagnosis Untuk menegakkan diagnosis BPH dilakukan beberapa cara antara lain a. dapat terjadi obstruksi saluran kemih karena urin tidak mampu melewati prostat. Komplikasi Seiring dengan makin banyaknya BPH. karsinoma maupun fimosis. Perkusi dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya residual urin. · · Pemeriksaan skrotum untuk menentukan adanya epididimitis Rectal touch / . terminal dribblin g. Nadi dapat meningkat pada keadaan kesakitan pada retensi urin akut. striktur uretra. Pada daerah supra simfiser pada k eadaan retensi akan menonjol. terjadi gagal ginjal 5. terasa ada sisa setelah miksi disebut gejala obstruksi dan gejala iritatif da pat berupa urgensi. batu uretra. · Pemeriksaan abdomen dilakukan dengan tehnik bimanual untuk mengetah ui adanya hidronefrosis. · Penis dan uretra untuk mendeteksi kemungkinan stenose meatus. Hal ini dapat menyebabkan infeksi saluran kemih dan apabila tidak di obati. Saat palpasi terasa adanya ballotemen dan kli en akan terasa ingin miksi. nadi dan suhu. frekuensi serta disuria. intermittensi. pancaran urin lemah. b. dehidrasi sampai syok pada retensi urin serta urosepsis sampai syok – septik. dan pyelonefrosis.

faal ginjal. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan darah lengkap. yaitu : a) b) c) c.pemeriksaan colok dubur bertujuan untuk menentukan konsistensi sistim persa rafan unit vesiko uretra dan besarnya prostat. · Derajat I = beratnya ± 20 gram. · USG (Ultrasonografi). Derajat II = beratnya antara 20 – 40 gram. · · Pemeriksaan urin lengkap dan kultur. d. Pemeriksaan dapat dilakukan secara transrektal. · ng. volume dan aan buli buli termasuk residual urin. Derajat III = beratnya > 40 gram. besar prostat juga kead – Flow rate maksimal > 15 ml / dtk = non obstruktif Flow rate maksimal 10 – 15 ml / dtk = border line Flow rate maksimal < 10 ml / dtk = obstruktif Pemeriksaan Imaging dan Rontgenologik BOF (Buik Overzich ) :Untuk melihat adanya batu dan metastase pada tula digunakan untuk memeriksa konsistensi. Dengan rectal toucher dapat diketahui derajat dari BPH. serum elektrolit dan kadar gula digunakan untuk memperoleh data dasar keadaan umum klien. PSA (Prostatik Spesific Antigen) penting diperiksa sebagai kewaspadaan adanya keganasan. Secara obyektif pancaran urin dapat diperiksa dengan uroflowmeter dengan penilaian : · · · e. tr ansuretral dan supra pubik. Pemeriksaan Uroflowmetri Salah satu gejala dari BPH adalah melemahnya pancaran urin. .

Fitoterapi: Pengobatan fitoterapi yang ada di Indonesia antara lain eviprostat Terapi bedah Penangan untuk tiap pasien berpariasi tergantung beratnya gejala dan komplikasi.a – reduktase:obat yang dipakai adalah finasteride ( proscar ) dengan dosis 1. a. ISK berulang. atau yang lebih selektif a 1a (transolusin).gejala berkurang · penghambat enzim 5. Nasehat yang diberika ialah mengurangi minum setelah makan malam untuk mengurangi nokturia. dan . doxazosin. afluzosin. Penatalaksanaan Observasi ( Watchfull Waiting ) Biasanay dilakukan pada pasein dengan keluhan ringan.5 mg/ hari.obat yang sering dipakai adalah prazosin. hematuria. mengurangi minum kopi dan tidak diperbolehkan minum alkohol agar tidak terlalu sering miksi. Terapi medika mentosa · penghambat adrenerjik a: obat. Indikasi absolut untuk terapi bedah yaitu: · · · · · retensio urin berulang.· IVP (Pyelografi Intravena) Digunakan untuk melihat fungsi exkresi ginjal dan adanya hidronefrosis. Untuk 6. Fungsinya untuk menurunkan tekanan pada uretra pars prostatika sehingga gangguan aliran air seni dan gejala. yang berfungsi mengecilkan prostat yang mmembesar · c.tanda obstruksi berat. menghindari obat.obat dekongestan (parasimpatolitik). b. · Pemeriksaan Panendoskop mengetahui keadaan uretra dan buli – buli. tanda. tanda penurunan fungsi ginjal.

Impotensi terjadi pada 13. tetapi biasanya dilakukan pada penderita yang memiliki prostat relatif kecil.6% penderita dan 1% penderita mengalami inkontinensia urin. Keuntungan dari TURP adalah tidak dilakukan sayatan sehingga mengurangi resiko terjadinya infeksi. Pembedahan ini memerlukan waktu dan biasanya penderita harus dirawat selama 5-10 hari. penyempitan uretra dan impotensi · Prostatektomi terbuka Sebuah sayatan bisa dibuat di perut (melalui struktur di belakang tulang kemaluan/retropubik dan daerah perineum (dasar diatas panggul tulang yang kemaluan/suprapubik) atau di anus). tergantung kepada . infeksi. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah impotensi (16-32%. Komplikasi yang mungkin terjadi adalah perdarahan. · Transurethral Insision of the Prostate ( TUIP ) TUIP menyerupai TURP. meliputi daerah skrotum sampai Pendekatan melalui perineum saat ini jarangn digunakan lagi karena angka kejadian impotensi setelah pembedahan mencapai 50%. Pada jaringan prostat dibuat sebuah sayatan kecil untuk melebarkan lubang uretra dan lubang pada kandung kemih.· ada batu saluran kemih Intervensi bedah yang dapat dilakukan meliputi: · Transurethral Resection of the Prostate ( TUR P ) TURP merupakan pembedahan BPH yang paling sering dilakukan. sehingga terjadi perbaikan laju aliran air kemih dan gejala berkurang. 88% penderita yang menjalani TURP mengalami perbaikan yang berlangsung selama 10-15 tahun.Endoskopi dimasukkan melalui penis (uretra).

10 tahun kemudian. · Prostatektomi dengan laser Namun pembedahan tidak mengobati penyebab BPH jadi biasanya penyakit ini akan timbul kembali 8.pendekatan pembedahan) dan inkontinensia uri (kurang dari 1%). .

blogspot. Namun menurut Syamsu Hidayat dan Wim De Jong tahun 1998 etiologi dari BPH adalah: o Adanya hiperplasia periuretral yang disebabkan karena perubahan keseimbangan testosteron dan estrogen. Maka dalam literatur di benigna hiperplasia of prostat gland atau adenoma prostat. terjadi dekompensasi kandung kemih menjadi struktur yang flasid. natrium. Kapsula bedah ini menahan perluasannya dan adenoma cenderung tumbuh ke dalam menuju lumennya. . Akhirnya diperlukan peningkatan penekanan untuk mengosongkan kandung kemih.com/2009/05/benigna-hipertropi-prostat-bph. Kelenjar-kelenjar prostat sendiri akan terdesak menjadi gepeng dan disebut kapsul surgical. Karena terdapat sisi urin.html BENIGNA HIPERTROPI PROSTAT (BPH) A. Kelenjar prostat membesar. maka terdapat peningkatan infeksi dan batu kandung kemih. B. yang membatasi pengeluaran urin. berdilatasi dan sanggup berkontraksi secara efektif. PATOFISIOLOGI Menurut syamsu Hidayat dan Wim De Jong tahun 1998 adalah Umumnya gangguan ini terjadi setelah usia pertengahan akibat perubahan hormonal.http://arasykasumo. Prostat merupakan alat tubuh yang bergantung kepada endokrin dan dapat pula dianggap undangan(counter part). Pada beberapa kasus jika obsruksi keluar terlalu hebat. o Unknown / tidak diketahui secara pasti. tetapi hipertropi prostat sudah umum dipakai. Oleh karena itu yang dianggap etiologi adalah karena tidak adanya keseimbangan endokrin. Bagian paling dalam prostat membesar dengan terbentuknya adenoma yang tersebar. Peningkatan tekanan balik dapat menyebabkan hidronefrosis. yang menghasilkan trabekulasi di dalam kandung kemih. Pembesaran adenoma progresif menekan atau mendesak jaringan prostat yang normal ke kapsula sejati yang menghasilkan kapsula bedah. D. Retensi progresif bagi air. memanjang ke arah depan ke dalam kandung kemih dan menyumbat aliran keluar urine. DEFINISI BPH adalah pembesaran atau hypertropi prostat. dapat menyebabkan hydronefrosis dan hydroureter. Serat-serat muskulus destrusor berespon hipertropi. ETIOLOGI Penyebab terjadinya Benigna Prostat Hipertropi belum diketahui secara pasti. Istilah Benigna Prostat Hipertropi sebenarnya tidaklah tepat karena kelenjar prostat tidaklah membesar atau hipertropi prostat. o Faktor umur / usia lanjut. o Ketidakseimbangan endokrin. tetapi kelenjar-kelenjar periuretralah yang mengalami hiperplasia(sel-selnya bertambah banyak.

Sebagai akibatnya serat detrusor akan menjadi lebih tebal dan penonjolan serat detrusor ke dalam mukosa buli-buli akan terlihat sebagai balok-balok yang tampai (trabekulasi). Fase penebalan detrusor adalah fase kompensasi yang apabila berlanjut detrusor akan menjadi lelah dan akhirnya akan mengalami dekompensasi dan tidak mampu lagi untuk kontraksi. elekrolit. perawatannya. sehingga terjadi retensi urin total yang berlanjut pada hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas. terjadi perlahan-lahan. Edema ini berespon cepat dengan drainage kateter. leher vesika kemudian detrusor mengatasi dengan kontraksi lebih kuat. PATHWAY:Obstruksi uretra Penumpukan urin dlm VU Pembedahan/prostatektomi Kompensasi otot destrusor Spasme otot spincter Merangsang nociseptor Hipotalamus Dekompensasi otot destrusor Potensi urin Tek intravesikal Refluk urin ke ginjal Tek ureter & ginjal meningkat Gagal ginjal Retensi urin Port de entrée mikroorganisme kateterisasi Luka insisi Resiko disfungsi seksual Nyeri Resti infeksi Resiko kekurangan vol cairan Resiko perdarahan: resiko syok hipovolemik Hilangnya fungsi tbh Perub pola eliminasi Kurang informasi ttg penyakitnya Kurang pengetahuan Hyperplasia periuretral Usia lanjut Ketidakseimbangan endokrin BPH.dan urea dapat menimbulkan edema hebat. Pada tahap awal terjadi pembesaran prostat sehingga terjadi perubahan fisiologis yang mengakibatkan resistensi uretra daerah prostat. E. TINJAUAN PUSTAKA . DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. mukosa vesika dapat menerobos keluar di antara serat detrusor sehingga terbentuk tonjolan mukosa yang apabila kecil dinamakan sakula dan apabila besar disebut diverkel. Potensial terjadinya infeksi berhubungan dengan port de entrée mikroorganisme melalui kateterisasi 5. Menurut Mansjoer Arif tahun 2000 pembesaran prostat terjadi secara perlahan-lahan pada traktus urinarius. Disfungsi seksual berhubungan dengan hilangnya fungsi tubuh 4. Diuresis paska operasi dapat terjadi pada pasien dengan edema hebat dan hidronefrosis setelah dihilangkan obstruksinya. akhirnya kehilangan cairan yang progresif bisa merusakkan kemampuan ginjal untuk mengkonsentrasikan serta menahan air dan natrium akibat kehilangan cairan dan elekrolit yang berlebihan bisa menyebabkan hipovelemia. Jika dilihat dari dalam vesika dengan sitoskopi. urin dan beban solutlainya meningkatkan diuresis ini. Perubahan pola eliminasi : retensi urin berhubungan dengan obstruksi sekunder 3. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurang informasi tentang penyakit. Gangguan rasa nyamam: nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter 2. Pada awalnya air.

dan berat 20 gram. lamina basal kurang jelas dan epitel sangat berlipat-lipat. Bila mengalami pembesaran organ ini menekan uretra pars prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urin keluar dari buli-buli (7). Prostat merupakan kelenjar aksesori terbesar pada pria. Zona ini rentan terhadap inflamasi dan merupakan tempat asal karsinoma terbanyak. Lobus medius 2. Saluran ini bermuara ke uretra pada kedua sisi kolikulus seminalis. Otot membentuk masa padat dan dibungkus oleh kapsula yang tipis dan kuat serta melekat erat pada stroma. alveoli dan tubuli bercabang berkali-kali dan keduanya mempunyai lumen yang lebar. Zona Anterior atau Ventral Sesuai dengan lobus anterior. Prostat mengelilingi uretra pars prostatika dan ditembus di bagian posterior oleh dua buah duktus ejakulatorius (8). Lobus anterior 4. Zona ini meliputi sepertiga kelenjar prostat. Nukleoli biasanya terlihat ditengah. lisosom dan butir lipid. Nukleus biasanya satu. meliputi 70% massa kelenjar prostat. tebalnya ± 2 cm dan panjangnya ± 3 cm dengan lebarnya ± 4 cm. tidak punya kelenjar. bulat dan biasanya terletak basal. Zona Perifer Sesuai dengan lobus lateral dan posterior. Zona Sentralis. sesuai dengan lobus tengah . 2. Sitoplasma mengandung sekret yang berbutir-butir halus. bulat dan kecil (8). Menurut konsep terbaru kelenjar prostat merupakan suatu organ campuran terdiri atas berbagai unsur glandular dan non glandular. terdiri atas stroma fibromuskular. Jenis epitelnya berlapis atau bertingkat dan bervariasi dari silindris sampai kubus rendah tergantung pada status endokrin dan kegiatan kelenjar. Lokasi terletak antara kedua duktus ejakulatorius.Anatomi dan Histologi Prostat Kelenjar prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli-buli dan membungkus uretra posterior. Lobus posterior (9). yaitu: (10) 1. 3. Secara histologi prostat terdiri atas 30-50 kelenjar tubulo alveolar yang mencurahkan sekretnya ke dalam 15-25 saluran keluar yang terpisah. Lobus lateralis (2 lobus) 3. Alveoli dan tubuli kelenjar sangat tidak teratur dan sangat beragam bentuk ukurannya. Kelenjar ini terbenam dalam stroma yang terutama terdiri dari otot polos yang dipisahkan oleh jaringan ikat kolagen dan serat elastis. Telah ditemukan lima daerah/ zona tertentu yang berbeda secara histologi maupun biologi. Kelenjar prostat terbagi atas 5 lobus : 1.

mungkin terutama simpatis. Prostat mendapat persarafan terutama dari serabut saraf tidak bermielin. Hiperplasia prostat adalah pembesanan prostat yang jinak bervariasi berupa hiperplasia kelenjar atau hiperplasia fibromuskular. Zona Transisional. Pembuluh vena mengikuti jalannya arteri dan bermuara ke pleksus sekeliling kelenjar. Selain itu dapat ditemukan enzim yang bekerja sebagai fibrinolisin yang kuat.meliputi 25% massa glandular prostat. 5. . Beberapa serat ini berasal dari sel ganglion otonom yang terletak di kapsula dan di stroma. 9). Serabut motoris. Semen berisi sejumlah asam sitrat sehingga pH nya agak asam (6.5). Kelenjar-Kelenjar Periuretra Bagian ini terdiri dan duktus-duktus kecil dan susunan sel-sel asinar abortif tersebar sepanjang segmen uretra proksimal (10). Merupakan bagian terkecil dari prostat. 12). Aliran darah prostat merupakan percabangan dari arteri pudenda interna. arteri vesikalis inferior dan arteri rektalis media.Definisi Hiperplasia adalah penambahan ukuran suatu jaringan yang disebabkan oleh penambahan jumlah sel pembentuknya. Pembuluh limfe mulai sebagai kapiler dalam stroma dan mengikuti pembuluh darah dam mengikuti pembuluh darah. fosfatase asam. dan berakhir sebagai jala-jala kapiler yang berkembang baik dalam lamina propria. Pleksus vena mencurahkan isinya ke vena iliaca interna. Namun orang sering menyebutnya dengan hipertropi prostat namun secara histologi yang dominan adalah hiperplasia (11. Persarafan prostat berasal dari pleksus hipogastrikus inferior dan membentuk pleksus prostatikus. tampak mempersarafi sel-sel otot polos di stroma dan kapsula sama seperti dinding pembuluh darah (8. enzim-enzim lain dan lipid. Zona ini resisten terhadap inflamasi. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)/ Pembesaran Prostat Jinak (PPJ) . Limfe terutama dicurahkan ke nodus iliaka interna dan nodus sakralis (8. 4. Fisiologi Prostat Sekret kelenjar prostat adalah cairan seperti susu yang bersama-sama sekret dari vesikula seminalis merupakan komponen utama dari cairan semen. Zona ini bersama-sama dengan kelenjar periuretra disebut juga sebagai kelenjar preprostatik. 9). Sekret prostat dikeluarkan selama ejakulasi melalui kontraksi otot polos (8). yaitu kurang lebih 5% tetapi dapat melebar bersama jaringan stroma fibromuskular anterior menjadi benign prostatic hyperpiasia (BPH). Pembuluh ini bercabang-cabang dalam kapsula dan stroma.

ini berasal dan proses yang rumit dari androgen dan estrogen. Bila unsur fibromuskuler yang bertambah maka tampak jaringan ikat atau jaringan otot dengan kelenjar-kelenjar yang letaknya berjauhan. DHT yang dibentuk kemudian akan berikatan dengan reseptor membentuk DHT-Reseptor komplek. lobus lateralis dan lobus medius) hingga pada hiperestrinism. Kemudian masuk ke inti sel dan mempengaruhi RNA untuk menyebabkan sintesis protein sehingga terjadi protiferasi sel. Membrana basalis masih utuh. maka tipe hiperplasia prostat yang sering ditemukan adalah fibromyoglandular dan fibromyomatosa. sekret yang granuler dan kadang-kadang corpora arnylacea (hyaline concretion). Adanya anggapan bahwa sebagai dasar adanya gangguan keseimbangan hormon androgen dan estrogen. Pernah juga dilaporkan pembesaran prostat yang beratnya melebihi 200 gram. dengan bertambahnya umur diketahui bahwa jumlah androgen berkurang sehingga terjadi peninggian estrogen secara retatif. . bagian inilah yang mengalami hiperplasia (13.Etiologi dan Patogenesis Penyebab hiperplasia prostat belum diketahui dengan pasti. Keadaan ini menyebabkan peningkatan tekanan intravesikal. Gambar. Dehidrotestosteron yang berasal dan testosteron dengan bantuan enzim 5-α reduktase diperkirakan sebagai mediator utama pertumbuhan prostat. ada beberapa pendapat dan fakta yang menunjukan. Untuk dapat mengeluarkan urin. Secara mikroskopik gambaran yang terlihat tergantung pada unsur yang berproliferasi. Dalam sitoplasma sel prostat ditemukan reseptor untuk dehidrotestosteron (DHT). Bila kelenjar yang banyak berproliferasi maka akan tampak penambahan jumlah kelenjar dan sering terbentuk kista-kista yang dilapisi oleh epitel silindris atau kubis dan pada beberapa tempat membentuk papila-papila ke dalam lumen. Berat prostat bisa mencapai 60-100 gram (normal 20 gram). Diketahui estrogen mempengaruhi prostat bagian dalam (bagian tengah. Di dalam lumen sering ditemukan deskuamasi sel epitel. Pembesaran prostat menyebabkan penyempitan lumen uretra pars prostatika dan akan menghambat aliran urine. Mikroskopis Hiperplasia Prostat Jinak Ketergantungan sejumlah relatif elemen stroma dan kelenjar. Reseptor ini jumlahnya akan meningkat dengan bantuan estrogen. Dalam stroma sering ditemukan infiltrasi sel limfosit. 14). Perubahan sekunder yang terjadi adalah infark akibat nodul menekan pembuluh darah (13). disebut hiperplasia fibromatosa (13). buli-buli harus berkontraksi lebih kuat . kadang-kadang terjadi penambahan kelenjar kecil-kecil sehingga menyerupai adenokarsinoma..Histopatologi Daerah yang sering dikenai adalah lobus lateral bagian tengah dan lobus medial.

kebiasaan seksual dan penyakit-penyakit lain serta obat-obatan belum ditemukan mempunyai korelasi dengan peningkatan kejadian BPH (16). otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin. Fase penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi (7). Dengan semakin meningkatnya resistensi uretra. . Kontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. dan divertikel buli-buli. Sekitar 50% dari angka tersebut diatas akan menyebabkan gejala dan tanda klinik (15). trabekulasi. bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal (7). Mereka juga menetapkan insiden hiperplasia prostat makin meningkat dengan meningkatnya usia dimulai dari dekade ke-3 kehidupan dan menjadi sangat besar pada waktu usia 80-90 tahun (1). hidronefrosis. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter. terbentuknya selula. . Prostat normal pada pria mengalami peningkatan ukuran yang lambat dari lahir sampai pubertas.Epidemiologi Hiperplasia prostat merupakan penyakit pada pria tua dan jarang ditemukan sebelum usia 40 tahun. Pada pria usia 50 tahun angka kejadiannya sekitar 50% dan pada usia 80 tahun sekitar 80%. Tekanan pada kedua muara ureter ini dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesico-ureter. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter.guna melawan tahanan itu. Dari beberapa autopsi dalam ukuran prostat dan insiden histologi hiperplasia prostat. habitus. Berdasarkan angka autopsi perubahan mikroskopik pada prostat sudah dapat ditemukan pada usia 30-40 tahun. dimana pada selang waktu tersebut terjadi peningkatan cepat dalam ukuran yang berkelanjutan sampai usia akhir 30-an. Tidak ada bukti yang meyakinkan mengenai korelasi antara faktor-faktor lain selain usia dalam peningkatan kejadian BPH. Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejala-gejala prostatismus (7). Pertengahan dasawarsa ke-5. namun ras.Gambaran KIinis . prostat bisa mengalami perubahan hiperplasia (11). riwayat vasektomi. Merokok juga diduga sebagai faktor yang berhubungan dengan prostatektomi. mereka melaporkan bahwa prostat tumbuh dengan cepat selama masa remaja sampai ukuran dewasa dalam tiga dekade dan pertumbuhan melambat sampai laki-laki mencapai usianya yang ke 40 dan 50 tahun. sakula. mulai memasuki pertumbuhan yang makin lama makin besar. Bila perubahan mikroskopik ini terus berkembang akan terjadi perubahan patologi anatomi.

Gejala hiperplasia prostat biasanya memperlihatkan dua tipe yang saling berhubungan. Bila terjadi dekompensasi akan terjadi retensi urin sehingga urin masih berada dalam kandung kemih pada akhir miksi. nocturia. Gejala klinis yang menonjol dan hiperplasia prostat adalah sumbatan saluran kencing bagian bawah.Hiperplasia prostat hampir mengenai semua orang tua tetapi tidak semuanya disertai dengan gejala-gejala klinik. Pada waktu miksi penderita hampir selalu mengedan. hidronefrosis dan gagal ginjal. Karena selalu terdapat sisa urin dapat . Gejala dan tanda ini diberi skoring untuk menentukan berat keluhan klinik. sehingga lama kelamaan akan menyebabkan hernia atau hermoroid. Tanda dan gejala hiperplasia prostat antara lain sering buang air kecil. Gejala obstruksi terjadi karena otot detrusor gagal berkontraksi dengan cukup kuat atau gagal berkontraksi cukup lama sehingga kontraksi terputus-putus (3). Retensi urin kronik menyebabkan refluk vesiko-ureter. Terjadinya gejala tersebut dapat disebabkan oleh dua komponen. obstruksi dan iritasi. pancaran urin lemah. Proses kerusakan ginjal dipercepat bila terjadi infeksi. Tanda iritasi (11): § Rasa tidak dapat menahan kencing (urgensi) § Terbangun untuk kencing pada saat tidur malam hari (nocturia) § Bertambahnya frekuensi miksi § Nyeri pada waktu miksi (disuria) (11). sehingga kandung kemih sering berkontraksi meskipun belum penuh. hidroureter. Kedua disebabkan oleh peningkatan tonus kelenjar prostat yang diatur oleh sistem saraf otonom (komponen dinamik) yang akhimya dapat meninggikan tekanan dan resistensi uretra. Gejala iritasi timbul karena pengosongan kandung kemih yang tidak sempurna pada akhir miksi atau pembesaran prostat menyebabkan ransangan pada kandung kemih. hal tersebut selanjutnya menyebabkan terjadinya sumbatan aliran kencing (17). Tanda obstruksi (11): § Menunggu pada permulaan miksi § Pancaran miksi terputus-putus (intermitten) § Rasa tidak puas sehabis miksi § Urin menetes pada akhir miksi (terminal dribling) § Pancaran urin jadi lemah (11) Gejala iritasi biasanya lebih memberatkan pasien dibandingkan obstruksi. pertama adanya penekanan yang bersifat menetap pada uretra (komponen statik) dimana terjadi peningkatan volume prostat yang pada akhirnya akan menekan uretra pars prostatika dan mengakibatkan terjadinya hambatan aliran kencing. urin yang keluar menetes-netes pada bagian akhir masa buang air kecil.

terbentuk batu endapan dalam kandung kemih (13). Derajat berat obstruksi dapat diukur dengan menentukan pancaran urin pada waktu miksi. Pada pemeriksaan ini harus diperhatikan konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal) apakah simetris. atau difertikel saluran kemih. Tentu saja penentuan berat prostat dengan cara ini tidak akurat. Apabila batas atas masih bisa diraba biasanya diperkirakan berat prostat kurang dan 60 gram. Pembesan prostat dapat dilihat lesi profusio prostat kontras pada dasar kandung kemih. hidronefrosis. biasanya dianggap sebagai batas indikasi untuk melakukan intervensi pada hiperplasia prostat (11). sedangkan pancaran maksimal menjadi 15 ml/detik. cara pengukuran ini disebut uroflowmetri. sisa urin lebih dari 100 ml. Selain itu. Volume sisa urin setelah miksi normal pada pria dewasa sekitar 35 ml. Retensi urin dapat teriadi dengan kelenjar yang dirasakan normal pada pemeniksaan colok dubur. kelainan yang berada di mukosa rektum dan pembengkakan dalam rektum dan prostat. Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan adalah pemeriksaan radiologi. batu tersebut bisa menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluk dapat terjadi pyelonefritis. sebaliknya kelenjar yang dirasakan membesar bisa tidak menimbulkan gejala obstruksi saluran keluar vesika urinaria. dapat memberi kesan keadaan tonus spingter anus. Derajat berat obstruksi dapat diukur dengan menentukan jumlah sisa urin setelah penderita miksi spontan. Pada karsinoma prostat. Pada obstruksi ringan pancaran menurun antara 6-8 ml/detik. Kadang-kadang tanpa sebab yang diketahui penderita sama sekali tidak dapat miksi sehingga harus dikeluarkan dengan kateter(13). apakah batas atas teraba. Sisa urin ditentukan dengan mengukur urin yang masih dapat keluar dengan kateterisasi. Sisa urin dapat juga diketahui dengan ultrasonografi kandung kemih setelah miksi. dapat diperoleh keterangan mengenai penyakit ikutan seperti batu saluran kemih. Sebaliknya colok dubur cukup baik untuk mengetahui adanya keganasan prostat. adakah nodul pada prostat. seperti foto polos abdomen. prostat teraba keras atau teraba benjolan yang konsistensinya lebih keras dari sekitarnya atau letaknya asimetris dengan bagian yang lebih keras (11). Tetapi pada pemeriksaan ini tidak dapat membedakan antara kelemahan otot detrusor dengan obstruksi intravesikal (11). Adanya batu saluran kemih menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuria. Dengan pemeriksaan colok dubur. Secara tidak langsung pembesaran prostat dapat diperkirakan apabila dasar kandung kemih pada gambaran sistogram tampak terangkat atau ujung distal ureter membengkok ke atas . Angka normal untuk pancaran urin rata-rata 10-12 ml/detik dengan pancaran maksimal sampai 20 ml/detik. Hematuria bisa juga terjadi karena ruptur dari vena-vena yang berdilatasi pada leher vesika uninaria.

berbentuk seperti mata kail (11). uretritis akut atau kronis (11). neuropatia diabetes. IPSS) b) Riwayat penyakit lain atau pemakai obat yang memungkinkan gangguan miksi. . . elastisitas leher kandung kemih dengan tonus ototnya dan resistensi uretra.Diagnosis The third International consultation on BPH menganjurkan untuk menganamesa keluhan miksi terhadap setiap pria berumur 50 tahun atau lebih jika ditemukan prostatismus lakukan pemeriksaan dasar standar kemudian jika perlu dilengkapi dengan pemeriksaan tambahan. Pemeriksaan standar meliputi (2. penggunaan obat-obat penenang. Kekakuan leher vesika disebabkab proses fibrosis sedangkan resistensi uretra disebabkan oleh hiperplasia prostat. Untuk mengetahui pembesaran prostat. tumor di leher kandung kemih. misalnya pada lesi medula spinalis. tumor dan batu(11). alkoholisme.Terapi . Setiap kesulitan miksi disebabkan oleh salah satu ketiga dari faktor tersebut. Sitoskopi dapat juga memberi keterangan mengenai besar prostat dengan mengukur panjang uretra pars prostatika dan melihat penonjolan prostat di dalam uretra (11). parasimpatolitilc. . mengukur sisa urin dan keadaan patologi lain seperti defertikel. pemeriksaan ini dapat pula menentukan volume kandung kemih. Kelemahan otot detrusor dapat disebabkan oleh gangguan syaraf (gangguan neorologic). bedah radikal yang mengorbankan persyarafan di daerah pelvis.Diagnosis Banding Proses miksi tergantung pada kekuatan kontraksi otot detrusor. Pemeriksaan sitoskopi dilakukan apabila pada anamesis ditemukan hematuria atau pada pemeriksaan urin ditemukan mikrohematuria. Ultrasonografi dapat dilakukan secara transabdominal atau transrektal (trans rectal ultrasography = TRUS). batu diuretra atau striktura uretra. Pemeriksaan CT Scan atau MRI jarang dilakukan. dapat ditentukan dengan menggunakan skor IPSS (International Prostate Symptom Score. 16) : a) Hitung skor gejala. c) Pemeriksaan fisik khususnya colok dubur. obat penghambat alfa. Pemeriksaan Tambahan (5): a) Pemeriksaan uroflowmetri (pengukuran pancaran urin pada saat miksi) b) Pemeriksaan TRUS-P (Transrectal Ultrasonography of the prostate) c) Pemeriksaan serum PSA (Prostatic spesific antigen) d) Pemeriksaan USG transabdominal e) Pemeriksaan patologi anatomi (diagnosa pasti) (5).

Indikasi absolut dilakukan operasi adalah (2): Retensi urin berulang (berat). Untuk pasien dengan gejala ringan (symptom score 0-7). sehingga pasien dengan gejala BPH ringan menjadi lebih berat tidak dapat dihindarkan. yang menghasilkan pengurangan ukuran kelenjar dan memperbaiki gejala. Fitoterapi . Insufisiensi ginjal. Terapi paling akhir yang dilakukan adalah operasi. Infeksi saluran kencing berulang. Gross hematuria berulang. Batu buli-buli.Ada beberapa pilihan terapi pasien BPH. Penghambat alfa dapat diklasifikasikan berdasarkan selektifitas reseptor dan waktu paruhnya (2). guna melihat efek maksimal terhadap ukuran prostat (reduksi 20%) dan perbaikan gejala-gejala (2). dimana terapi spesifik dapat diberikan untuk pasien kelompok tertentu. Besarnya risiko BPH menjadi lebih berat dan munculnya komplikasi tidak dapat ditentukan pada terapi ini. Watchful waiting Watchful waiting merupakan penatalaksanaan pilihan untuk pasien BPH dengan symptom score ringan (0-7). 4. Penghambatan terhadap alfa telah memperlihatkan hasil berupa perbaikan subjektif dan objektif terhadap gejala dan tanda (sing and symptom) BPH pada beberapa pasien. A. akan tetapi beberapa pasien ada yang mengalami perbaikan gejala secara spontan (2). dan prostat memperlihatkan respon mengecil terhadap agonis. Komponen yang berperan dalam mengecilnya prostat dan leher buli-buli secara primer diperantarai oleh reseptor α1a. 3. Penghambat alfa (alpha blocker) Prostat dan dasar buli-buli manusia mengandung adrenoreseptor-α1. B. Terapi Kombinasi Terapi kombinasi antara penghambat alfa dan penghambat 5α -Reduktase memperlihatkan bahwa penurunan symptom score dan peningkatan aliran urin hanya ditemukan pada pasien yang mendapatkan hanya Terazosin. Penelitian terapi kombinasi tambahan sedang berlangsung (2). yaitu retensi urin yang gagal dengan pemasangan kateter urin sedikitnya satu kali. Dianjurkan pemberian terapi ini selama 6 bulan. dapat dengan hanya dilakukan watchful waiting. Divertikula buli-buli. 2. Obat ini mempengaruhi komponen epitel prostat. Penghambat 5α-Reduktase (5α-Reductase inhibitors) Finasteride adalah penghambat 5α-Reduktase yang menghambat perubahan testosteron menjadi dihydratestosteron. Medikamentosa 1.

Kelenjar lebih dari 100 gram biasanya dipertimbangkan untuk dilakukan enukleasi. Biaya besar(2) . Transurethral resection of the prostate (TURP) Sembilan puluh lima persen simpel prostatektomi dapat dilakukan melalui endoskopi. Retrograde ejakulasi terjadi pada 25% pasien (2). Prosedur ini lebih cepat dan kurang menyakitkan dibandingkan TURP. Open prostatectomy juga dilakukan pada BPH dengan divertikulum buli-buli.Fitoterapi adalah penggunaan tumbuh-tumbuhan dan ekstrak tumbuh-tumbuhan untuk tujuan medis. impoten (5-10%) dan inkotinensia urin (<1%). Lebih iritatif. 3.>(2). 4. Dapat mengobati pasien yang sedang menggunakan antikoagulan. Risiko TURP adalah antara lain ejakulasi retrograde (75%). Open simple prostatectomy Jika prostat terlalu besar untuk dikeluarkan dengan endoskopi. C. Umumnya dilakukan dengan anastesi spinal dan dirawat di rumah sakit selama 1-2 hari. maka enukleasi terbuka diperlukan. 2. Laser Dua sumber energi utama yang digunakan pada operasi dengan sinar laser adalah Nd:YAG dan holomium:YAG (2). Mekanisme kerja fitoterapi tidak diketahui. Operasi konvensional 1. Pasien dengan keadaan ini lebih mendapat keuntungan dengan insisi prostat. Pemasangan keteter postoperasi lebih lama. 3. Dapat dilakukan out patient procedure. Transurethral electrovaporization of the prostate . Open prostatectomy dapat dilakukan dengan pendekatan suprapubik ataupun retropubik (2). 4. 3. Transurethral incision of the prostate Pasien dengan gejala sedang dan berat. efektifitas dan keamanan fitoterapi belum banyak diuji (2). Sindroma TUR jarang terjadi. batu buli-buli dan pada posisi litotomi tidak memungkinkan. 2. prostat yang kecil sering terjadi hiperplasia komisura posterior (menaikan leher buli-buli). 2. D. Kehilangan darah minimal. Perbaikan symptom score dan aliran urin dengan TURP lebih tinggi dan bersifat invasif minimal. 2. Keuntungan operasi dengan sinar laser adalah (2): 1. Penggunaan fitoterapi pada BPH telah popular di Eropa selama beberapa tahun. Kerugian operasi dengan laser (2): 1. Sedikit jaringan untuk pemeriksaan patologi. Terapi minimal invasif 1.

Untrasound probe ditempatkan pada rektum (2). Lebih efektif pada prostat yang ukurannya kecil (<40>3). 4. Intraurethral stents Intraurethral stents adalah alat yang ditempatkan pada fossa prostatika dengan endoskopi dan dirancang untuk mempertahankan uretra pars prostatika tetap paten (2). Testosteron dengan bantuan enzim 5-a reduktase dikonversi menjadi DHT yang merangsang pertumbuhan kelenjar prostat. biasanya dialami laki-laki berusia di atas 50 tahun2. Hyperthermia Hipertermia dihantarkan melaluli kateter transuretra.73k BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DEFINISI Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau disebut tumor prostat jinak adalah pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas4. Pembesaran prostat jinak akibat sel-sel prostat memperbanyak diri melebihi kondisi normal. Arus tegangan tinggi menyebabkan penguapan jaringan karena panas. 7. . 3. Prosedurnya lebih lama dari TUR (2). 6. 5. kemungkinannya memiliki BPH adalah 50%.wordpress. Pria berumur lebih dari 50 tahun. Beberapa teori telah dikemukakan berdasarkan faktor histologi. Transurethral balloon dilation of the prostate Balon dilator prostat ditempatkan dengan kateter khusus yang dapat melebarkan fossa prostatika dan leher buli-buli. ETIOLOGI BPH adalah tumor jinak pada pria yang paling sering ditemukan. Ketika berusia 80 –85 tahun.Transurethral electrovaporization of the prostate menggunakan resektoskop.com/2008/04/25/benign-prostatic-hyperplasia-bph-pe mbesaran-prostat-jinak-ppj/ . High Intensity focused ultrasound High Intensity focused ultrasound berarti melakukan ablasi jaringan dengan panas. Teknik ini jarang digunakan sekarang ini (2). Transurethal needle ablation of the prostate Transurethal needle ablation of the prostate menggunakan kateter khusus yang akan melaluli uretra (2). hormon. alat pendingin tidak diperlukan (2). menghasilkan cekungan pada uretra pars prostatika. SUMBER: http://yayanakhyar. Bagian alat lainnya mendinginkan mukosa uretra. dan faktor perubahan usia. Namun jika suhu lebih rendah dari 45°C. di antaranya4: Teori DHT (dihidrotestosteron). kemungkinan itu meningkat menjadi 90%.

Hal ini mengakibatkan terjadinya hipersensitivitas pasca fungsional. akhir buang air kecil belum terasa kosong (incomplete emptying). sehingga dengan adanya androgen sel ini akan berproliferasi dan menghasilkan pertumbuhan prostat yang normal. dan sulit menahan buang air kecil (urge incontinence). Kedua. buang air kecil malam hari lebih dari satu kali (nocturia). Sel aplifying akan berkembang menjadi sel transit yang tergantung secara mutlak pada androgen. Kelenjar-kelenjar biasanya besar dan terdiri atas tall columnar cells. Faktor pertumbuhan ini dibuat oleh sel-sel stroma di bawah pengaruh androgen. Perubahan yang terjadi berjalan lambat dan perbesaran ini bersifat lunak dan tidak memberikan gangguan yang berarti. Tetapi. terdiri dari sering buang air kecil (frequency). gejala obstruksi. dan penurunan input sensorik. Adanya ekspresi berlebihan dari epidermis growth factor (EGF) dan atau fibroblast growth factor (FGF) dan atau adanya penurunan ekspresi transforming growth factor-b (TGF-b). PATOLOGI Perubahan paling awal pada BPH adalah di kelenjar periuretra sekitar verumontanum4. akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan pertumbuhan prostat dan menghasilkan pembesaran prostat. terdiri dari pancaran melemah. Teori growth factors. menunggu lama pada permulaan buang air kecil (hesitancy). PATOFISIOLOGI BPH adalah perbesaran kronis dari prostat pada usia lanjut yang berkorelasi dengan pertambahan umur. Teori stem cell hypotesis. sehingga otot detrusor tidak stabil. nodul asinar atau nodul campuran fibroadenomatosa. Perubahan hiperplasia pada stroma berupa nodul fibromuskuler. dalam banyak hal dengan berbagai faktor pembesaran ini menekan uretra sedemikian rupa sehingga dapat terjadi sumbatan partial ataupun komplit3. Pertama. harus mengedan saat . Stem sel akan berkembang menjadi sel aplifying. Inti sel-sel kelenjar tidak menunjukkan proses keganasan. tergesa-gesa untuk buang air kecil (urgency). Hiperplasia glandular terjadi berupa nodul asinar atau campuran dengan hiperplasia stroma. ketidakseimbangan neurotransmiter. Teori ini berdasarkan kemampuan stroma untuk merangsang pertumbuhan epitel.Teori Reawakening. GEJALA DAN TANDA Gejala Klinis Gejala pembesaran prostat jinak dibedakan menjadi dua kelompok. Proses patologis lainnya adalah penimbunan jaringan kolagen dan elastin di antara otot polos yang berakibat melemahnya kontraksi otot. gejala iritatif.

Tanda Klinis Tanda klinis terpenting dalam BPH adalah ditemukannya pembesaran pada pemeriksaan colok dubur/digital rectal examination (DRE). Terapi laser . dan waktu buang air kecil memanjang yang akhirnya menjadi retensi urin dan terjadi inkontinen karena overflow4. Terapi Invasif Minimal Transurethral resection of the prostate (TUR-P) Menghilangkan bagian adenomatosa dari prostat yang menimbulkan obstruksi dengan menggunakan resektoskop dan elektrokauter. Pada BPH. Terapi Medikamentosa Pilihan terapi non-bedah adalah pengobatan dengan obat (medikamentosa).buang air kecil (straining). Tindakan yang dilakukan adalah observasi saja tanpa pengobatan. Jika terjadi peningkatan kadar PSA. atau bila disertai divertikulum atau batu buli-buli. Kemudian dilakukan pemeriksaan colok dubur untuk merasakan/meraba kelenjar prostat. Transurethral incision of the prostate (TUIP) Dilakukan terhadap penderita dengan gejala sedang sampai berat dan dengan ukuran prostat kecil. maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah penderita juga menderita kanker prostat. di atas 100g. PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan BPH berupa4 : Watchful Waiting Watchful waiting dilakukan pada penderita dengan keluhan ringan. kadar PSA meningkat sekitar 30-50%. prostat teraba membesar dengan konsistensi kenyal4. DIAGNOSIS Diagnosa ditegakkan dari anamnesa yang meliputi keluhan dari gejala dan tanda obstruksi dan iritasi. buang air kecil terputus-putus (intermittency). Dengan pemeriksaan ini bisa diketahui adanya pembesaran prostat. 2. benjolan keras (menunjukkan kanker) dan nyeri tekan (menunjukkan adanya infeksi). Terapi Bedah Konvensional Open simple prostatectomy Indikasi untuk melakukan tindakan ini adalah bila ukuran prostat terlalu besar. Pada penderita BPH. Selain itu biasanya dilakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui fungsi ginjal dan untuk penyaringan kanker prostat (mengukur kadar antigen spesifik prostat atau PSA).

Tekniknya antara lain Transurethral laser induced prostatectomy (TULIP) yang dilakukan dengan bantuan USG. dapat mengeluarkan 2 jarum yang dapat menusuk adenoma dan mengalirkan panas. PROGNOSIS Prognosis untuk BPH berubah-ubah dan tidak dapat diprediksi pada tiap individu walaupun gejalanya cenderung meningkat. kelenjar prostat tidak bertambah besar. sudah beredar suplemen makanan yang dapat membantu mengatasi pembesaran kelenjar prostat. sehingga terjadi koagulasi sepanjang jarum yang menancap di jaringan prostat. PENCEGAHAN Kini. yang bersama-sama dengan hormon androgen dapat menghambat kerja enzim 5-alpha reduktase. Berdasarkan hasil penelitian. BPH yang telah diterapi juga menunjukkan berbagai efek samping yang cukup merugikan bagi penderita. High intensity focused ultrasound (HIFU) Melalui probe yang ditempatkan di rektum yang memancarkan energi ultrasound dengan intensitas tinggi dan terfokus. Intraurethral stent Adalah alat yang secara endoskopik ditempatkan di fosa prostatika untuk mempertahankan lumen uretra tetap terbuka. yang berperan dalam proses pengubahan hormon testosteron menjadi dehidrotestosteron (penyebab BPH)5. Hasilnya. dan interstitial laser therapy. kanker prostat merupakan kanker pembunuh nomer 2 pada pria setelah kanker paru-paru5. Visual laser ablation of the prostate (VILAP). Visual coagulative necrosis. saw palmetto menghasilkan sejenis minyak. Transurethral baloon dilatation Dilakukan dengan memasukkan kateter yang dapat mendilatasi fosa prostatika dan leher kandung kemih. Menurut penelitian. . Trans urethral needle ablation (TUNA) Alat yang dimasukkan melalui uretra yang apabila posisi sudah diatur. Terapi alat Microwave hyperthermia Memanaskan jaringan adenoma melalui alat yang dimasukkan melalui uretra atau rektum sampai suhu 42-45oC sehingga diharapkan terjadi koagulasi. Namun BPH yang tidak segera ditindak memiliki prognosis yang buruk karena dapat berkembang menjadi kanker prostat. Salah satunya adalah suplemen yang kandungan utamanya saw palmetto.

menunggu lama pada permulaan buang air kecil. terapi bedah konvensional. dan B6. Gejala dan tanda-tanda dari BPH yaitu sering buang air kecil. yang dapat membantu melancarkan pengeluaran air seni dan mendukung fungsi ginjal. medikamentosa. selenium (dalam makanan laut). dan C. tetapi dapat dikatakan buruk jika tidak segera ditangani karena dapat berkembang menjadi kanker prostate yang bersifat mematikan. L-Glysine. akhir buang air kecil belum terasa kosong. isoflavonoid (dalam produk kedelai) Makan sedikitnya 5 porsi buah dan sayuran sehari Berolahraga secara rutin Pertahankan berat badan ideal KESIMPULAN Benign Prostatic Hyperplasia ( BPH ) merupakan pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas dan biasa menyerang pria diatas 50 tahun. pancaran melemah. senyawa asam amino yang membantu sistem penghantaran rangsangan ke susunan syaraf pusat.Zat-zat gizi yang juga amat penting untuk menjaga kesehatan prostat di antaranya adalah : 1. Berikut ini beberapa tips untuk mengurangi risiko masalah prostat. antioksidan yang berperan penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker. terapi minimal invasif. Vitamin B1. 5-10% kasus BPH dapat berkembang menjadi kanker prostat. Penatalaksanaan BPH berupa watchful waiting. buang air kecil malam hari lebih dari satu kali. Vitamin A. Copper (gluconate) dan Parsley Leaf. Prognosis BPH tidak dapat diprediksi. sehingga kerja ginjal dan organ tubuh lain tidak terlalu berat. antara lain: Mengurangi makanan kaya lemak hewan Meningkatkan makanan kaya lycopene (dalam tomat). . E. tergesa-gesa untuk buang air kecil. vitamin E. lemak. B2. sulit menahan buang air kecil. Zinc. karena menurut penelitian. buang air kecil terputus-putus. dan farmakoterapi. dan waktu buang air kecil memanjang yang akhirnya menjadi retensi urin dan terjadi inkontinen karena overflow. dan protein. tetapi mungkin akibat adanya perubahan kadar hormon yang terjadi karena proses penuaan. Penyebab BPH tidak diketahui. harus mengedan saat buang air kecil. mineral ini bermanfaat untuk meningkatkan produksi dan kualitas sperma. yang dibutuhkan dalam proses metabolisme karbohidrat.

org/tiki-download_wiki_attac hment. alpokat. dan mengkonsumsi makanan kesehatan untuk memenuhi kebutuhan akan zat-zat gizi esensial. SUMBER: http://209.85. kacang-kacangan. vitamin dan mineral.132/search?q=cache:u1_X8rtjltcJ:fkuii.175.Upaya pencegahan BPH adalah dengan menjalankan pola hidup sehat.php%3FattId%3D1172%26page%3DArina%2520Fatharani%2520A+jurnal+k edokteran+BPH&hl=id&ct=clnk&cd=5&gl=id . Di antaranya mengonsumsi buah-buahan yang kaya akan antioksidan seperti tomat.