You are on page 1of 8

Lilitan (kumparan) stator mesin Ac tiga fasa

Kumparan stator terdiri dari beberapa buah kumparan yang dipasang didalam aluralur stator. Bagian yang terpasang di dalam alur-alur, dinamakan : sisi kumparan dan bagian yang berada diluar alur dinamakan kepala-kepala kumparan. Tiap-tiap kumparan umumnya terdiri banyak belitan kawat. Gambar 1 memperlihatkan sebuah kumparan yang terdiri dari 4 belitan kawat.

Gambar.1. konstruksi kumparan yang dipusatkan Apabila sisi kumparan dari tiap kumparan dipasang dalam satu alur stator, maka kumparan demikian dinamakan kumparan yang dipusatkan. Dalam prakteknya jumlah belitan dari suatu kumparan tidak dipasang didalam satu alur, melainkan dibagi dalam beberapa alur (lebih dari satu). Kumparan demikian, dinamakan kumparan bagi.

Gambar.2. konstruksi kumparan bagi. Dimana jumlah belitan dari tiap sisi kumparan, terbagi atas dua alur. Jadi masingmasing alur hanya ditempati oleh 2 belitan. Keuntungan dengan sistem kumparan bagi ialah bahwa alur-alurnya tidak begitu dalam, sehingga diameter luar inti stator menjadi lebih kecil dan mesin menjadi lebih ringan dan lebih murah.

Kerugiannya ialah : bahwa gaya motor listrik (ggl) yang dibangkitkan dalam kumparan lebih kecil dari pada didalam kumparan yang dipusatkan. Dalam gambar diagram kumparan, jumlah belitan tiap sisi kumparan, tidak lazim digambarkan. Yang lazim dalam gambar diagram ialah : tiap sisi kumparan digambarkan dalam satu garis. Sehingga gambar 1 digambar seperti gambar 3, dan gambar 2 digambar seperti gambar 4.

Gambar 3.

gambar 4.

Gambar 5 memperlihatkan sebuah kumparan yang dibagi menjadi 4 kumparan bagi. Jadi ia mempunyai 8 sisi kumparan. Jelaslah bahwa ke-empat kumparan bagi dalam gambar 5 tersebut adalah dihubungkan dalam hubungan serie. Kalau diperhatikan, maka jelaslah bahwa ke-empat kumparan bagi dari gambar 5 adalah terpasang sepusat atau dinamakan konstruksi sepusat (consentric).

Gambar 5.

Gambar 6.

Jelaslah, bahwa dengan konstruksi sepusat maka tiap-tiap kumparan-kumparan bagi mempunyai ukuran yang berlainan. Dengan demikian cetakan untuk membuatnyapun harus mempunyai ukuran-ukuran yang berbeda-beda pula.

Selain bentuk konstruksi sepusat ada lagi bentuk konstruksi yang disebut konstruksi spiral. Dalam kontruksi spiral, ukuran tia-tiap kumparan baginya adalah sama. Gambar 6 memperlihatkan sebuah kumparan dalam konstruksi spiral yang terdiri dari 4 buah kumparan bagi. Jelaslah, bahwa dengan konstruksi spiral maka cetakan untuk membuatnya hanya terdiri dari satu macam ukuran. Keuntungan dengan memakai konstruksi spiral jika dibandingkan dengan konstruksi sepusat ialah : bahwa dengan konstruksi spiral tidak diperlukan ruangan yang lebih lebar untuk pemasangan / penempatan kepala kumparan.

Derajat listrik
Dalam pemasangan kumparan-kumparan pada saluran-saluran stator seringkali digunakan ukuran derajat listrik. Misalnya antara saluran-saluran (alur-alur) yang berdekatan, jarak kutub, dan jarak antara ujung permulaan dari kumparan fasa, biasanya dinyatakan dalam derajat listrik. Telah diketahui, bahwa suatu bulatan (lingkaran) mempunyai 360 mekanik atau derajat ruang.

Derajat listrik lingkaran stator = 360 x jumlah pasang kutub, jika jumlah pasang
kutub dinyatakan dengan p, maka : Derajat listrik lingkaran stator = 360. p Derajat listrik antara 2 alur stator yang berdekatan = derajat listrik lingkaran stator / jumlah saluran stator Jika jumlah saluran (alur) stator dinyatakan dengan z, maka : Derajat listrik antara 2 alur stator yang berdekatan = (360. p)/z Jarak kutub = derajat listrik lingkaran stator / jumlah kutub Jarak kutub : (360. p)/2p = 180 listrik Jarak antar ujung-ujung permulaan kumparan-kumparan fasa = 2/3 x 180=120 derajat listrik

Diagram kumparan mesin arus putar


untuk membuat diagram kumparan mesin arus putar harus diketahui lebih dahulu jumlah saluran (alur) dan kutub. Pada plat nama dari tiap-tiap mesin listrik biasanya sudah ditentukan (diketahui) jumlah putaran rotornya. Dengan demikian dapat ditentukan pula jumlah kutub dari mesin tersebut yaitu dengan rumus : n = (60.f) / p n = jumlah putaran (rpm) f = frekuensi (Hz) p = jumlah pasang kutub (1 pasang = 2 kutub) selanjutnya untuk memudahkan melukis diagram kumparan dari mesin arus putar perlu didapatkan data-data ukuran yaitu : kisar (lebar) kumparan, jumlah sisi kumparan tiap kutub tiap fasa, jumlah kelompok kumparan. jika lebar (kisar) kumparan diberi simbol dengan YZ, jumlah sisi kumparan tiap kutub tiap fasa dengan simbol g, dan jumlah kelompok kumparan dengan simbol K, maka ukuran-ukuran tersebut dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut : YZ = z/ (2p) (penuh) YZ = kisar/lebar kumparan z = jumlah alur stator

p = jumlah pasang kutub lebar/kisar kumparan dalam praktek sering dilakukan dengan jalan diperpendek. Untuk menentukan lebar (kisar) kumparan yang diperpendek dipakai rumus: YZ = z/ (2p) (1/6 . z/ (2p)) (diperpendek) Untuk kisar (lebar) kumparan yang diperpendek, jika terdapat nilai pecahan, maka nilai tersebut biasanya dibulatkan keatas. Jumlah sisi kumparan perkutub perfasa ditentukan dengan rumus : q = z/ (2pm) m = banyaknya fasa karena untuk arus putar 3 fasa, untuk m = 3, maka : q = z/ (6p) untuk mesin arus putar 3 fasa, jumlah alur (saluran) pada umumnya ditentukan dengan rumus z = 2.p.m.q jumlah kelompok kumparan untuk konstruksi tahap tunggal (satu lapis) ditentukan dengan rumus : K= 3.p Dan untuk konstruksi tahap double (ganda) ditentukan dengan rumus : K= 6.p

Gambar 7. Bentuk consentric. Gambar 7. memperlihatkan satu kelompok kumparan yang terdiri dari 4 buah kumparan bagi, konstruksi dalam bentuk consentric. Dengan konstruksi consentric yang terdiri dari 4 buah kumparan bagi, maka ukuran lebar kumparan-kumparan bagi tersebut sudah tentu akan berbeda satu sama lain. Dalam gambar 7. diperlihatkan dengan jelas, bahwa lebar dari kumparan bagi yang paling kecil adalah : yz1 = 9, dimana sisi kumparan sebelah kiri dipasang pada alur no.4 dan sisi kumparan sebelah kanannya dipasang pada alur no.13. Lebar kumparan bagi yang kedua ialah : yz2 = 11, dimana sisi kumparannya dipasang pada alur no.3 dan alur no.14. Selanjutnya lebar kumparan bagi yang ketiga ialah yz13, dimana sisi-sisi kumparannya dipasang pada alur no.2 dan alur no.15 Yang terakhir yaitu lebar kumparannya bagi yang keempat (yang terbesar) adalah yz4 = 15, dimana sisi-sisi kumparannya dipasang pada alur no.1 dan alur no.16 Keterangan diatas menunjukkan ukuran lebar dari kumparan-kumparan bagi yang berbeda satu sama lain, karena ditinjau dari konstruksi dalam bentuk konsentric.

Gambar 8. memperlihatkan konstruksi kumparan dalam bentuk spiral. Telah diketahui, bahwa dalam bentuk spiral, ukuran lebar dari kumparan-kumparan baginya adalah sama. Dalam gambar 8. diperlihatkan bahwa lebar dari kumparan-kumparan bagi tersebut adalah yz=13

Gambar 8.

Contoh :
Mesin 3 mempunyai kecepatan putaran 1500 rpm, pada frekuensi 50 Hz dan jumlah alur stator 24. Dari data yang telah diketahui : n = (60.f) / p P = (60.f)/n = (60 x 50)/ 1500 = 2 pasang kutub Jadi jumlah pasang kutub = 2.p = 2 x 2 = 4 Lebar kumparan yz = z/(2p) = 24 / 4 = 6 ( 1-7) Jumlah sisi kumparan/kutub/fasa = q = z / (2.p.m) q = 24 / (2x2x3) = 14 / 12 = 2 sisi/kutub/fasa dengan lebar yz = 6, apabila ujung awal dari sisi kumparan kesatu dipasang pada alur no.1, maka ujung akhir dari sisi kumparan tersebut harus dipasang pada alur no.7 atau dikatakan langkah 1 7. Selanjutnya ujung awal dari sisi kumparan ke 2 dipasang pada alur no.2 dan ujung akhir dari kumparan tersebut dipasang pada alur no.8, atau dikatakan langkah 2 8. Jumlah kelompok kumparan ialah : k = 3. p (tahap tunggal) k = 3 x 2 = 6 kelompok jumlah kelompok kumparan untuk tiap fasa = 6/3 = 2 kelompok. Kelompok kumparan yang dipasang dengan langkah 1 7 dan 2 8 merupakan kelompok kesatu dari salah satu kumparan fasa (misalnya x u) Selanjutnya sisi-sisi kumparan dari kelompok kedua untuk fasa x u dipasang pada alur alur 13, 14 dan 19, 20 (gambar 9).

Gambar 9. fasa x - u Dalam gambar diperlihatkan diagram kumparan dari fasa x u yang terdiri dari 2 kelompok (kumparan fasa x u lengkap). Huruf a adalah ujung akhir dari kumparan kelmpok I dan huruf b adalah ujung awal dari kumparan kelompok II. Kedua ujung kumparan tersebut dihubungkan satu sama lain. Selanjutnya akan digambarkan diagram kumparan fasa y v yang terdiri dari 2 kelompok pula. Ujung permulaan y harus terletak (dipasang) dengan perkisaran sudut 120 listrik terhadap ujung permulaan x, untuk itu harus ditentukan dahulu derajat listrik antara 2 alur yang berdekatan. Derajat listrik antara 2 alur yang berdekatan : (360.p)/z = (360 x 2)/24 = 30 listrik 120/30 = 4 ( 1 5 ) jadi ujung y harus dipasang pada alur no.5. untuk memudahkan, maka kumparan fasa y v dilukiskan dalam gambar tersendiri (gambar 10).

Gambar 10. fasa y - v Huruf huruf c dan d adalah ujung permulaan dan ujung akhir dari kedua kelompok kumparan fasa y v. setelah kedua kumparan fasa tersebut digambar, maka tinggallah satu kumparan fasa, yaitu kumparan fasa z w. ujung permulaan z harus dipasang (terletak) pada perkisaran sudut 120 listrik terhadap ujung permulaan y, jadi ujung z dipasang pada alur no.9.

Gambar 11. fasa z w Bila ketiga diagram dari masing-masing kumparan fasa tersebut digabungkan menjadi satu, didapatlah gambar 12 yang merupakan gambar diagram lengkap dari ketiga buah kumparan fasa itu.

Gambar 12. Diagram kumparan stator mesin 3 1500 rpm, 24 alur tipe spiral. Pemeliharaan dan Perbaikan rutin Langkah pemeliharaan rutin: Offkan motor dan offkan mcb Periksa baut-baut atau sejenisnya apakah terpasang dengan baik Periksa roda gigi dan pulley apakah masih dalam keadaan baik Periksa metalan atau dan pelumasnya Periksa rotor apakah tidak bergesekan dengan statornya Periksa pengawatannya apakah tidak ada kawat/kabel yang lepas/putus Periksa hubungan pentanahannya Bersihkan Pemeliharaan rutin dilakukan tanpa membongkar semua peralatan motor. Langkah perbaikan rutin : Motor harus dibongkar Stator dan rotor dibersihkan dengan udara blower.

Beri lapisan pernis baru pada windingnya Bersihkan metalan Pasang kembali bagian-bagian motor tersebut Periksa / ukur jarak antara rotor dan stator Periksa hubungan pentanahannya dan bersihkan terminal untuk hubunganhubungan tersebut.

Tugas 4 Buatlah diagram kumparan stator mesin 3 dengan data-data sebagai berikut : No. seri.. 3motor VDE 0530/1.66 / Y 220 / 380 V ; 6,4 / 3,7 A 1,5 Kw ; 2 HP
Putaran 750 rpm, 1500 rpm, 3000 rpm, 4500 rpm, 6000 rpm Jumlah 12, alur, 24 alur , 36 alur, 48 alur, 60 alur tipe spiral,

Frekuensi 50 Hz B / P 33 cos = 0,8