You are on page 1of 13

PENYIMPANAN SEREALIA

TUJUAN Tujuan Umum: Mahasiswa mengetahui cara penyimpanan serealia Tujuan Khusus: Mahasiswa mampu: 1. Melakukan penyimpanan serealia pada berbagai kondisi penyimpanan dan

pengemasan dan perlakuan investasi serangga 2. Melakukan penyimpanan produk pangan hasil olahan serealia pada berbagai kondisi penyimpanan dan pengemasan 3. Mengidentifikasi jenisdan tanda kerusakan akibat penyimpanan BAHAN Beras: C4, Ketan putih, Ketan hitam, Jagung pipil.,tepung maizena,tepung terigu,tepung ketan ALAT Rak penyimpanan, kantong plastik, kantong kain atau karung goni, mikrometer sekrup, penggaris, timbangan bahan makanan, gelas ukur, penanggas air, termometer, tabung reaksi PENYIMPANAN SEREALIA Penyimpanan serealia dilakukan dengan perlakuan antara lain: A) Penyimpanan Tanpa Infestasi Serangga 1. Bahan dibagi menjadi 4 bagian, dua bagian dikemas dalam kantong plastik dan dua bagian lainnya dikemas dengan karung goni 2. Masing-masing dari dua bagian bahan yang dikemas tersebut, satu bagian diletakkan atau disimpan diatas rak penyimpanan dan satu bagian lainnya disimpan diatas lantai. Penyimpanan dilakukan selama dua minggu

Gelas 3 ditambahkan serangga Tribolium sp. tepung terigu. bau. Bahan dibagi menjadi 2 bagian. sebanyak 20 ekor. sebanyak 20 ekor. sebanyak 10 ekor dan serangga Sitophillus sp. Lakukan penyimpanan pada suhu kamar 3. tepung beras ketan. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan yang meliputi berat.3. warna. jenis dan tanda-tanda kerusakan . kertas label. Kemudian masing-masing gelas disimpan selama 2 minggu dirak penyimpanan pada suhu ruang 4. sebanyak 10 ekor 3. dan Gelas 4 ditambahkan serangga Tribolium sp. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan. PENYIMPANAN PRODUK PANGAN HASIL OLAHAN SEREALIA BAHAN Tepung beras. tepung maicena tepung tapioka ALAT Kantong plastik. tekstur. kemudian masing-masing bagian dimasukkan dalam gelas plastik. Masing-masing bagian dari bahan tersebut diberikan perlakuan: Gelas 1 tanpa infestasi serangga (kontrol). dan satu bagian tanpa dikemas 2. timbangan bahan makanan CARA KERJA 1. Bahan dibagi menjadi 4 bagian. Gelas 2 ditambahkan serangga Sitophillus sp. satu bagian dikemas dengan kantong plastik. 2. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan B) Dengan infestasi serangga 1.

Catat perubahan suhu dan kelembaban setiap hari Hari pengamatn 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Suhu °C 30 30 30 30 27 31 29 31 30 31 30 31 31 29 31 Kelembaban % 54 51 57 59 70 64 69 66 66 63 61 63 54 68 58 .4. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 2 minggu LEMBAR PENGAMATAN 1.

42 mm 1 patah Biologis Shythophilus 6 Rasio pengembang Setelah disimpan Berat fross Tanda kerusakan Jenis kerusak an Jumlah serangga Berat .28 mm 1.823 gr/ml 247 % 247 % 1.42 1.823 gr/ml 0.daya serap air dan rasio pengembangan B.9 gram 1.28 mm Shythopil 50 51 gr/ml 1.42 gr/ml 52% 52% 1.28 mm Setelah disimpan Diatas rak Di lantai Dikemas karung goni Dikemas plastik 54.28 mm 1. Dengan Infestasi serangga Bahan Beras Ir Sebelum disimpan pengam atan Berat (gr) Gelas 1 Gelas 2 50 50 gr/ml 0.B.5 gram 58.823 247 % 247 % 1.42 mm 1.42 gr/ml 1.42 mm Biologis Adanya kutu shytophilus dan bau apek Catatan : lampirkan cara perhitungan desitas kamba.42 mm 1.42 Daya serap air Rasio pengemb angan Tanda kerusakan Jenis kerusakan Jumlah serangga Desitas kamba 1. Pengamatan serealia tanpa infestasi serangga Bahan ( Beras Ir ) pengamatan Berat Desitas kamba Daya serap air Rasio pengembangan Jenis kerusakan Tanda kerusakan Sebelum disimpan Diatas rak dilantai Dikemas karung goni Dikemas plastik 50 gram 50 gram 0.823 Desitas kamba 0.

42 mm 0.oleh gr/ml 0. Hasil Olahan ( Bahan Tepung Terigu ) pengamatan Berat warna aroma Sebelum disimpan Tidak dikemas 100 gram normal normal dikemas 100 gram normal normal Setelah disimpan Tidak dikemas Dikemas 56 gram Putih kecoklatan sedikit menggumpal Apek Sedikit apek 100 Putih kekuningan dan .42 mm 0.42 1.28 mm 10 Shytophil us 5 dan 50 gr/ml us 10 Tribolium 50 gr/ml 1.8 Patah Biologis Tribolium 6 serangg a Catatan : lampirkan cara perhitungan desitas kamba.42 1.823 Gelas 3 50 gr/ml 0.823 Gelas 4 50 gr/ml 247 % 1.daya serap air dan rasio pengembangan B.9 Patah Iologis dan tribolium 0 Shytophilus 7 gr/ml 1.28 mm tribolium 5 247 % 1.

warna Tanda kerusakan dan aroma berubah Warna dan bau berubah Fisiologis Pertanyaan /pembahasan 1. Jenis kerusakan fisiologis Berat berkurang.Biologis. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan serealia dan hasil olahan (sesuai dengan bahan yang anda praktikumkan) • • • Suhu Kelembaban Pengemesan . mikrobiologis.

jelaskan mengapa terjadi perubahan tersebut! • • • • • Terjdi perubahn warna pada hasil olahan Terjdi perubahan berat Terjdi kerusakan biologis Bertambah banyak teribolium Bertambah banyak sitopilus .2. Sebutkan perubahan yang terjadi ( untuk bahan yang anda amati) selama penyimpanan.

dan beras menjadi patah patah. Berikan kesimpulan yang terbaik untuk penyimpanan serealia dan hasilolahan yang anda praktikumkan. .3. dan kemasan yang disimpan selama 14 hari dan terdapat perubahan berat akibat bertambahnya serangga yang berkembang di dalamnya. juga terjadi kerusakan biologis akibat gigitan serangga dan beras menjadi patah patah dsan bolong bolong. Jadi faktor yang mempengaruhi mutu penyimpanan pada beras adalah suhu. kelembaban.

Menyimpan Bahan Pangan.Daftar pustaka • Imdad . Penebar Swadya Jakarta . Heri Purwanto dan Nawangsih . Abdjod Asih 1999.

............................................... Dosen pengampu Mata kuliah (........ Mengetahui..................Nama Mahasiswa : RATNA SARI SAHDI Nim :PO7 131 011 033 Nilai :...) ..............................

cawan petri. satu bagian dikemas dalam kantong plastik dan bagian lainnya tanpa dikemas 3. udang. larutan Pb Asetat 10%. timbangan bahan makanan. tekstur. kerang. jenis dan tanda-tanda kerusakan . talenan. Melakukan penyimpanan pada suhu ruang. ikan air tawar.PENYIMPANAN IKAN BAHAN Beberapa jenis ikan laut. pipet tetes CARA KERJA 1. pisau. cumi-cumi. bau. Untuk setiap bahan praktek dibagi menjadi dua bagian. dan suhu beku selama satu minggu (kecuali bahan pangan tersebut rusak sebelum satu minggu) 4. uji WHC. tingkat kesegaran (uji H2S). kantong palstik. warna. kertas saring watmann ALAT Lemari pendingin. suhu rendah. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan yang meliputi berat. Bahan-bahan praktek terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran yang melekat dan dicuci bersih menggunakan air bersih 2.

tekstur. sarden ALAT Kantong palstik. jenis dan tanda-tanda kerusakan 4. Pengamatan dilakukan setiap hari (kecuali uji H2S dan uji WHC dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan PENYIMPANAN PRODUK HASIL OLAHAN IKAN BAHAN Ikan asin. pisau. timbangan bahan makanan. kertas label CARA KERJA 1. abon ikan. dendeng ikan. teri.5. Pengamatan dilakukan sebelum dan sesudah penyimpanan yang meliputi berat. talenan. bau. dan bagian lainnya tidak dikemas 2. Selanjutnya disimpan pada suhu kamar 3. Produk pangan hasil olahan tersebut satu bagian dikemas dengan kantong plastik. warna. Pengamatan dilakukan setiap hari selama 1 minggu (kecuali produk pangan hasil olahan tersebut sudah rusak sebelum 1 minggu) .