You are on page 1of 13

Teknologi Sanitasi Industri

17 Apr

Rate This

Pertumbuhan industri dari tahun ke tahun menunjukkan peningkatan. Tidak dapat dihindari, dampak ikutan dari industrialisasi ini adalah terjadinya peningkatan pencemaran yang dihasilkan dari proses produksi. Proses produksi ini akan menghasilkan produk yang diinginkan dan hasil samping yang tidak diinginkan berupa limbah. Limbah terdiri dari limbah padat, limbah cair dan gas buangan yang akan masuk ke lingkungan. Untuk itu diperlukan upaya untuk mengurangi limbah tersebut dengan membuat IPAL (Instalasi Pengolah Air Limbah), Dust Collector (Penangkap Debu), Peredam suara, dan lain-lain. Untuk memastikan suatu kegiatan industri tidak mempunyai dampak negatif terhadap lingkungan, diperlukan upaya pemantauan secara berkala dan terus-menerus terhadap kualitas limbah cair dan gas buangan.

Pencemaran Lingkungan Upaya pengendalian pencemaran di Indonesia sampai saat ini masih mengalami banyak kendala. Sebagian dari penghasil bahan pencemar baik industri maupun domestik masih belum melakukan pengolahan terhadap limbah, karena adanya berbagai kendala antara lain kurangnya kesadaran bahwa pengelolaan limbah merupakan investasi jangka panjang yang harus dilakukan, kurangnya informasi teknologi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang efektif dan efisien dan kurangnya kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai teknologi pengolahan limbah. Pertumbuhan industri, pertambangan, perkebunan, pertanian dan sektor-sektor perekonomian lainnya memiliki andil juga dalam menciptakan pencemaran lingkungan. Pemakaian bahan kimia berbahaya pada industri, penggunaan racun yang berlebihan di sektor pertanian dan perkebunan, penggunaan pupuk dengan dosis yang berlebih selain mengancam sebagian kehidupan biota juga dapat membuat resisten terhadap makhluk lain. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengurangi terjadinya pencemaran akibat kegiatan industri antara lain dengan pengembangan proses produksi bersih (nir limbah), minimalisi limbah, penggantian bahan berbahaya dan dengan teknologi pengolahan limbah (end of pipe). Teknologi pengolahan limbah meskipun digunakan sebagai pilihan penyelesaian terakhir dan dianggap kurang efisien, tetapi sampai saat ini teknologi ini masih sangat diperlukan. Sebagai ketentuan dan peraturan perundangan juga telah diterbitkan untuk mencegah, mengurangi dan

minimalisi limbah (re-use. Program produksi bersih merupakan upaya proaktif dalam sistem produksi untuk tidak melakukan tindakan dan proses apapun sebelum yakin benar bahwa produknya nanti akan lebih ramah terhadap lingkungan. baru teknologi pengolahan limbah sebagai alternatif terakhir. yaitu dengan penerapan teknologi bersih (nir limbah). Untuk menghindari terjadinya pencemaran akibat timbulnya limbah industri. Semestinya upaya untuk menurunkan jumlah limbah haruslah dapat mendatangkan keuntungan terhadap lingkungan melalui pencegahan polusi dan penghematan biaya industri sehingga akan mendatangkan perbaikan ekonomi. yang mana sebagian upaya tersebut akan menghasilkan produk samping. tidak hanya difokuskan pada pengubahan proses industri. 2. Usaha minimalisi limbah yang berhasil biasanya merupakan hasil dari peningkatan efisiensi operasional industri tersebut.mengendalikan kerusakan lingkungan akibat berbagai kegiatan. recycle dan lainlain). Adanya pendapat bahwa pengontrolan polusi dan minimalisi limbah merupakan tujuan jangka panjang tidak dapat dicapai dan tidak sesuai untuk strategi jangka pendek telah mendesak para penghasil limbah untuk mencari berbagai alternatif dalam upaya minimalisi limbah. namun jika semua itu tanpa diikuti oleh kesadaran dari semua pihak untuk mendukung program-program pelestarian lingkungan. Jika langkah-langkah minimalisi limbah telah ditempuh tetapi limbah masih dihasilkan. 1. disamping itu dapat mengamankan kelestarian peran dan fungsi lingkungan. efisien dan efektif agar dapat dioperasikan dengan baik. . Agar para pengusaha kecil tidak terbebani untuk mengolah limbahnya maka perlu diberikan teknologi pengolahan limbah yang sederhana. sedangkan minimalisi limbah melibatkan semua aspek pada proses produksi yang rumit. Pengalaman juga menunjukkan bahwa dengan menerapkan produksi bersih pada industri biaya produksi dapat dipotong secara nyata. maka diperlukan pengelolaan limbah dengan benar dan tentunya dengan biaya yang seminimal mungkin. Pada umumnya industri kecil atau rumah tangga sampai saat ini masih mengalami kendala dalam melakukan pengolahan limbahnya. Teknologi Produksi Bersih Teknologi produksi bersih merupakan suatu konsep yang dikembangkan sebagai tindak lanjut dari Konferensi Dunia tentang Lingkungan dan Pembangunan (World Summit on Sustainable Development) yang diselenggarakan di Rio de Janerio pada tahun 1992. Hal ini harus dilakukan mulai dari sumbernya dan proses produksi yang ada. mustahil akan dapat berjalan. maka langkah pengolahan harus dilakukan. Teknologi produksi bersih terkait erat dengan program agenda 21 dan merupakan salah satu jalan menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi ramah lingkungan. tetapi teknologi ini belum dapat diterapkan pada semua sektor industri yang ada. Meskipun berbagai cara telah ditempuh untuk mencapai proses produksi bersih (nir limbah). Minimalisi Limbah Adanya pengolahan limbah merupakan suatu tambahan proses pada industri. namun yang menjadi penghambat upaya tersebut adalah resiko terjadinya perubahan kualitas produk akibat pengerjaan minimalisi limbah yang dikerjakan dengan merubah proses industri yang semata-mata hanya untuk menurunkan jumlah limbah yang dihasilkan tanpa didasari oleh keahlian khusus.

Memperbaiki operasi pabrik seperti melakukan house keeping yang terbaik. Pengolahan limbah secara umum dapat dikelompokkan secara fisika. Jika terjadi kesalahan dalam pemilihan teknologi ini. Substitusi bahan baku yang menyebabkan dihasilkannya bahan berbahaya. Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dan dipenuhi sebelum menentukan proses pengolahan dan sistem yang akan digunakan. automatisasi peralatan. Redisain atau reformulasi produk akhir. 3. Memperbaiki terminologi proses dan peralatan yang akan mengubah sumber limbah utama. maka IPAL yang dibangun tidak akan memberikan hasil olahan yang optimal. proses pengolahan secara kimia dan proses pengolahan secara biologi. . monitoring dan meningkatkan pengelolaan limbah.Ada beberapa pendekatan teknik minimalisi limbah yang tepat untuk mengurangi jumlah limbah antara lain: Recycling limbah atau sebagian dari limbah dimana limbah dihasilkan. Pemilihan teknologi pengolahan limbah industri Saat ini banyak sekali tersedia teknologi pengolahan limbah yang ditawarkan. memperbaiki cara pengangkutan material dan merawat peralatan. proses.

bahaya faktor biologi. NH3. bahaya faktor kimia.blogspot. upaya administrasi dan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) Selama proses menganalisa seorang Industrial Hygienist melakukan:     Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin dapat terjadi.isolasi dan rekayasa enginering. pencahayaan. permasalahan-permasalahan kerja serta resikonya. Agar pekerja bisa nyaman dan produktif perlu upaya untuk meminimalkan bahaya di tempat kerja. Mengembangkan strategi sampling dan menggunakan peralatan-peralatan sampling yang dimiliki untuk mengukur seberapa besar sumber bahaya di tempat kerja. radiasi dsb. Membandingkan hasil sampling dengan standart atau petunjuk yang relevan untuk menentukkan apakah pengontrolan khusus diperlukan. Bahaya faktor fisika meliputi : kebisingan.com/) .faktor ergonomi dan psikologi. jamur dsb. dsb. Melakukan pengamatan terhadap bagaimana dampak sumber-sumber bahaya kimia dan fisika dapat mempengaruhi kesehatan pekerja dengan melakukan pengukuran. (http://yoeli1971. Pb. Upaya untuk melakukan pengendalian bahaya tersebut meliputi: eliminasi. iklim kerja/tekanan panas. NOx. gangguan kesehatan dan kesejahteraan atau menimbulkan ketidaknyamanan pada tenaga kerja maupun lingkungan.Higiene industri Higiene industri adalah Ilmu dan seni yang mencurahkan perhatian pada pengenalan. bakteri. Bahaya faktor kimia meliputi debu. Bahaya faktor bilogi meliputi virus. evaluasi dan kontrol faktor lingkungan dan stress yang muncul di tempat kerja yang mungkin menyebabkan kesakitan. Menganalisa kondisi-kondisi yang dapat diukur untuk mencari permasalan yang timbul. substitusi. getaran. Faktor lingkungan kerja yang dapat menimbulkan bahaya di tempat kerja(occupational health hazards) adalah bahaya faktor fisika. CO.

. bahkan hampir mustahil. Tulisannya ini merupakan tulisan pertama dalam bidang kedokteran kerja (occupational medicine).menyelimuti mukanya dengan loose bladder (kain penutup yang terbuat dari kandung kemih binatang). Ellenbog mengenali bahaya dari uap logam dan menggambarkan gejala-gejala akibat keracunan uap logam timbal dan merkuri. menentukan kapan pertama kalinya praktek higiene industri dilakukan sangat sulit untuk ditentukan. dan alat yang bisa digunakan untuk mencegah penyakit dan celaka tersebut adalah ventilasi. Georgius Agricola menerbitkan tulisan De Re Metallica menyatakan bahwa semua aspek di industri pertambangan.. Melihat risiko bagi tenaga kerja yang mungkin dihadapi di lingkungan kerjanya. Sejarah Seperti halnya profesi yang lain. yang memungkinkan mereka melihat tanpa menghirup debu-debu yang berbahaya”. Pliny berhasil mengidentifikasi adanya bahaya debu di tempat kerja dan menuliskan bagaimana sebagian pekerja telah berusaha melakukan kontrol terhadap bahaya tersebut dengan menggunakan alat pelindung diri berupa loose bladder. Plinius Secundus (Pliny the Elder) menulis bahwa ”sedikit penambang …. kita bisa mulai menjawabnya dengan mengidentifikasi kapan manusia mulai menyadari adanya bahaya di tempat kerja dan bagaimana cara mengendalikannya. Selain itu Kegiatannya bertujuan agar tenaga kerja terlindung dari berbagai macam resiko akibat lingkungan kerja diantaranya melalui pengenalan. 2010 by dyahpithaloka A. Pada tahun 370 SM. Namun. Pada tahun 1556. Dari tulisannya tersebut kita melihat bahwa pada awal abad pertama setelah masehi. Tujuan utama dari Higien Perusahan dan Kesehatan Kerja adalah menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif. Pada awal abad pertama setelah masehi. pengendalian dan melakukan tindakan perbaikan yang mungkin dapat dilakukan. maka perlu adanya personil di lingkungan industri yang mengerti tentang hygiene industri dan menerapkannya di lingkungan kerjanya. Higiene Industri Kesehatan lingkungan kerja sering kali dikenal juga dengan istilah Higiene Industri atau Higiene Perusahaan. keracuan timbal pada pekerja pertambangan dan metalurgi. tidak ada yang terbebas dari penyakit dan celaka.higiene industri Posted on November 22. evaluasi. Ellenbog juga memberikan beberapa saran bagaimana cara mencegah keracunan tersebut. peleburan dan penyulingan. seorang dokter yang bernama Hippocrates (460-370SM) membuat tulisan tentang penyakit akibat kerja. Pada tahun 1473.

yang timbul di atau dari tempat kerja. Pada tahun 1775 Percival Pott. and Occupations in the United States.tingginya. dua orang dokter yakni Charles Thackrah di Inggris dan Benjamin W. Ramazzini menggambarkan dengan sangat akurat stratifikasi dari pekerjaan. memulai lahirnya literatur modern dalam bidang rekognisi penyakit akibat kerja. Dari penelitiannya ini. seperti perlunya menutupi wajah untuk menghindari debu. agar pekerja dan masyarakat di sekitar perusahaan terhindar dari bahaya akibat kerja. Melalui observasinya sendiri. menyatakan bahwa para pekerja pembersih cerobong asap di Inggris menderita penyakit kanker skrotum.Dilanjutkan dengan adanya hasil penelitian yang luar biasa dari Paracelsus. rekognisi. Professions. Mc Cready di Amerika. merupakan literatur kedokteran kerja pertama yang dipublikasikan di Amerika. Sehingga Higiene industri didefinisikan sebagai ilmu dan seni dalam melakukan antisipasi. evaluasi. pada tahun 1567 tentang penyakit respirasi pada pekerja pertambangan disertai penjelasan tentang keracunan merkuri. in the Production of disease. Meskipun Ramazzini memberikan cara pencegahan penyakit tersebut. Tulisan ini adalah hasil karya Bernardino Ramazzini (1633-1714). hasil karya Benjamin Mc Cready. yang bisa menyebabkan sakit. serta pencegahan. On the influenece of Trades. De Morbis Artificium Diatriba (penyakit para pekerja) merupakan tulisanpertama yang dianggap sebagai risalah lengkap dalam bidang penyakit akibat kerja. yang dikenal sebagai Bapak kedokteran kerja (occupational Medicine) dan diterbitkan pada tahun 1713. maka Percival Pott menjadi Occupational epidemiologist pertama dalam sejarah. gangguan kesehatan dan kesejahteraan atau ketidaknyamanan yang berarti bagi pekerja maupun warga masyarakat masyarakat . tetapi kebanyakan dari rekomendasinya bersifat terapi dan kuratif. Komponen dan Ruang Lingkup Higiene Industri Menurut Suma’mur (1976) Higiene Perusahaan adalah spesialisasi dalam ilmu hygiene beserta prakteknya yang melakukan penilaian pada faktor penyebab penyakit secara kualitatif dan kuantitatif di lingkungan kerja Perusahaan. serta memungkinkan mengecap derajat Kesehatan yang setinggi. Percival Pott menekankan bahwa adanya jelaga dan kurangnya higiene di cerobong asap yang menyebabkan terjadinya kanker skrotum. bahaya yang ada di tempat kerja tersebut dan penyakit yang mungkin muncul akibat pekerjaan tersebut. dan pengendalian terhadap faktor-faktor lingkungan atau stresses. Baru pada abad ke-19. yang hasilnya digunakan untuk dasar tindakan korektif pada lingkungan.

Melakukan evaluasi dan analisis risiko terhadap semua bahaya yang ada dengan menggunakan standar dan kriteria tertentu. Urutan ini tidak bisa dibolakbalik serta merupakan suatu siklus yang tidak berakhir (selama aktivitas industri berjalan).No Komponen dan ruang lignkup HI Keterangan 1. Warga masyarakat yaitu yang tinggal atau bermukim berdekatan dengan lingkungan industri. Kontrol Kegiatan untuk mengendalikan bahaya di tempat kerja sehingga keberadaannya tidak menimbulkan dampak kesehatan bagi pekerja khususnya dan masyarakat umumnya. Di/dari tempat kerja Terdapat di lingkungan kerja atau di tempat lain namun berasal dari lingkungan kerja 8. Keempat tahapan ini Merupakan sekuen atau urutan langkah atau metode dalam implementasi HI. Tujuan Antisipasi • Mengetahui potensi bahaya dan risiko lebih dini sebelum muncul menjadi bahaya dan risiko yang nyata • Mempersiapkan tindakan yang perlu sebelum suatu proses dijalankan atau suatu area dimasuki • Meminimalisasi kemungkinan risiko yang terjadi pada saat suatu proses dijalankan . Berdasarkan uraian di atas. 6. dan dalam jumlah banyak (multi factor) disebut stresses 7. 2. evaluasi dan kontrol(pengemdalian). rekognisi. 5. danimplementasi keilmuan yang memenuhi kaidah ilmiah. Rekognisi Melakukan pengenalan atau identifikasi terhadap bahaya yang ada di tempat kerja Melakukan pengukuran (spot) untuk menemukan keberadaan bahaya di tempat kerja 4. secara garis besar ditemukan bahwa ruang lingkup higiene industri meliputi antisipai. Ilmu dan Seni Merupakan ilmu pengetahuan yang berisikan teori. Faktor lingkungan/stres Merupakan faktor lingkungan kerja yang meliputi segala sesuatu yang ada di tempat kerja. Evaluasi Melakukan sampling dan pengukuran bahaya di tempat kerja dengan metode yang spesifik. Terdapat aspek seni khususnya dalam mengimplementasikan metode dan pendekatan-pendekatan keilmuan HI di tempat kerja. a. Antisipasi Kegiatan memprediksi potensi bahaya yang ada di tempat kerja 3. metode. Dalam jumlah tunggal disebut stressor. Menyebabkan gangguan Pada pekerja khususnya dan pada warga masyarakat umumnya.

Work proses ditempatkan terpisah. sehingga dapat ditentukan perlu atau tidaknya teknologi pengendalian. besaran) • Mengetahui sumber bahaya dan area yang berisiko • Mengetahui pekerja yang berisiko c. pola pajanan. • Engineering control : Pengendalian bahaya dengan melakukan modifikasi pada faktor lingkungan kerja selain pekerja Menghilangkan semua bahaya-bahaya yang ditimbulkan. b. Tujuan pengukuran dalam evaluasi yaitu : • Untuk mengetahui tingkat risiko • Untuk mengetahui pajanan pada pekerja • Untuk memenuhi peraturan (legal aspek) • Untuk mengevaluasi program pengendalian yang sudah dilaksanakan • Untuk memastikan apakah suatu area aman untuk dimasuki pekerja • Mengetahui jenis dan besaran hazard secara lebih spesifik d.atau suatu area dimasuki. • Substitusi : Modifikasi proses untuk mengurangi penyebaran debu atau asap. pengambilan sampel dan analisis di laboratorium. efek. dilakukan pengukuran. dan sentralisasi kontrol kamar. • Isolasi : Menghapus sumber paparan bahaya dari lingkungan pekerja dengan menempatkannya di tempat lain atau menjauhkan lokasi kerja yang berbahaya dari pekerja lainnya. kandungan. mengubah kondisi fisik bahan baku yang diterima untuk diproses lebih lanjut agar dapat menghilangkan potensi bahayanya. severity. Melalui penilaian lingkungan dapat ditentukan kondisi lingkungan kerja secara kuantitatif dan terinci. Ada 6 tingkatan Pengontrolan di Tempat Kerja yang dapat dilakukan: • Eliminasi : merupakan upaya menghilangkan bahaya dari sumbernya serta menghentikan semua kegiatan pekerja di daerah yang berpotensi bahaya. serta sekaligus merupakan dokumen data di tempat kerja. Tujuan Rekognisi • Mengetahui karakteristik suatu bahaya secara detil (sifat. Mengurangi sumber bahaya dengan mengganti dengan bahan yang kurang berbahaya. Pada tahap penilaian/evaluasi lingkungan. ada atau tidaknya korelasi kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan lingkungannya . Pengendalian bahaya kesehatan kerja dengan mengubah beberapa peralatan proses untuk mengurangi bahaya. serta membandingkan hasil pengukuran dan standar yang berlaku. dan mengurangi bahaya. .

kekurangan oksigen (oxygen defiency). cipratan bahan kimia dan logam cair. Kaki Sumber bahaya: lantai licin. armlets. breathing apparatus Tubuh Sumber bahaya: temperatur ekstrim. bump caps. terbentur benda keras. Ini merupakan langkah terakhir dari hirarki pengendalian. uap. . B. APD: safety shoes.  Pernapasan Sumber bahaya: debu. APD: safety spectacles. Ahli Higiene Industri Seorang yang ahli di bidang higiene industri biasanya disebut industrial hygienist. benda tajam. spat. • Administrasi control: Pengendalian bahaya dengan melakukan modifikasi pada interaksi pekerja dengan lingkungan kerja  Pengaturan schedule kerja atau meminimalkan kontak pekerja dengan sumber bahaya. ear muff. Kepala Sumber bahaya: tertimpa benda jatuh. full body suit. legging. proyektil. APD: ear plug. benda jatuh. aberasi. sengatan listrik. uap dan radiasi. vest. chemical suits. safety boots. infeksi kulit. semburan dari tekanan yang bocor. canal caps. rambut terlilit benda berputar. Jenis-jenis alat pelindung diri Alat pelindung diri diklasifikasikan berdasarkan target organ tubuh yang berpotensi terkena resiko dari bahaya. goggle. cuaca buruk. • Alat Pelindung Diri (APD). APD: respirator. gas. jacket. APD: sarung tangan (gloves). tertimpa benda berat. welding shield. penetrasi benda tajam. Pada umumnya latar belakang pendidikan dari seorang ahli higiene insustri adalah dari bidang teknik atau ilmu dasar namun tidak tertutup kemungkinan bagi dokter. cipratan bahan kimia atau logam cair. benda tajam. debu. Telinga Sumber bahaya: suara dengan tingkat kebisingan lebih dari 85 dB. apron. bahan kimia. Mata Sumber bahaya: cipratan bahan kimia atau logam cair. dust terkontaminasi. katalis powder. Tangan dan Lengan Sumber bahaya: temperatur ekstrim. faceshield. APD: helmet. lantai basah. gas. Menempatan ventilasi local/umum. APD: boiler suits. mitts.

Mengerti segala bentuk peraturan pemerintah yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Oleh sebab itu para karyawan yang bekerja di pabrik dengan intensitas bunyi mesin diatas 60 dB maka harus dilengkapi dengan alat pelindung (penyumbat) telinga guna mencegah gangguan pendengaran. Adapun tugas daripada seorang industrial hygeinist yaitu : Mengidentifikasi bahaya-bahaya yang mungkin dapat terjadi. Potensi potensi bahaya di lingkungan perusahaan/Industri Faktor lingkungan kerja yang dapat menimbulkan bahaya di tempat kerja(occupational health hazards) adalah bahaya faktor fisika. 1. Menganalisa kondisi-kondisi yang dapat diukur untuk mencari permasalan yang timbul. Pendidikan pada umumnya juga berlangsung 2 tahun.faktor ergonomi dan psikologi. Membandingkan hasil sampling dengan standart atau petunjuk yang relevan untuk menentukkan apakah pengontrolan khusus diperlukan. sejalan dengan perkembangan yang pesat dalam bidang industri dan akan segera datangnya era globalisasi. Disamping itu kebisingan juga dapat mengganggu komunikasi.  memastikan pekerja terbebas dari bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja. Melakukan evaluasi terhadap proses industri untuk mengetahuai ada atau tidaknya korelasi kasus kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan lingkungannya. permasalahanpermasalahan kerja serta resikonya. bahaya faktor biologi.perawat atau ahli fisiologi untuk mengikuti pendidikan formal dalam bidang ini. bahaya faktor kimia. C. Dari hasil penelitian diperoleh bukti bahwa intensitas bunyi yang dikategorikan bising dan yang mempengaruhi kesehatan (pendengaran) adalah diatas 60 dB. Mengembangkan strategi sampling dan menggunakan peralatan-peralatan sampling yang dimiliki untuk mengukur seberapa besar sumber bahaya di tempat kerja. Melakukan pengamatan terhadap bagaimana dampak sumber-sumber bahaya kimia dan fisika dapat mempengaruhi kesehatan pekerja dengan melakukan pengukuran. Banyak lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan pendidikan ini bersamaan dengan pendidikan ahli keselamatan kerja Kebutuhan akan tenaga profesional dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja makin meningkat. Sumber Suara Skala intensitas(dB) Sumber suara Skala intensitas (dB) . Bahaya Fisik : o Kebisingan Kebisingan mempengaruhi kesehatan antara lain dapat menyebabkan kerusakan pada indera pendengaran sampai kepada ketulian.

Pekerjaan manual menggunakan “powered tool” berasosiasi dengan gejala gangguan peredaran darah yang dikenal sebagai ” Raynaud’s phenomenon ” atau ” vibration-induced white fingers”(VWF). Pengaturan tenaga kerja dalam shift sesuai dengan umur masing-masing tenaga kerja. Misalnya tenaga kerja yang sudah berumur diatas 50 tahun tidak diberikan tugas di malam hari. Meningkatkan penerangan. c. Untuk mengurangi kelelahan akibat dari penerangan yang tidak cukup dikaitkan dengan objek dan umur pekerja ini dapat dilakukan hal-hal sebagai berikut : a. Misalnya cat tembok di sekeliling tempat kerja harus berwarna kontras dengan warna objek yang dikerjakan. b. • Getaran Getaran mempunyai parameter yang hampir sama dengan bising seperti: frekuensi. Akibat dari kurangnya penerangan di lingkungan kerja akan menyebabkan kelelahan fisik dan mental bagi para karyawan atau pekerjanya. menurunnya konsentrasi dan kecepatan berpikir. menurunnya kemampuan intelektual. Gejala kelelahan fisik dan mental ini antara lain sakit kepala (pusing-pusing). Metode kerja dan ketrampilan memegang peranan penting dalam memberikan efek yang berbahaya. lama pajanan dan apakah sifat getaran terus menerus atau intermitten. Disamping itu kurangnya penerangan memaksa pekerja untuk mendekatkan matanya ke objek guna memperbesar ukuran benda. amplitudo. . Disamping itu cahaya yang cukup akan memungkinkan pekerja dapat melihat objek yang dikerjakan dengan jelas dan menghindarkan dari kesalahan kerja. Disamping itu di bagian-bagian tempat kerja perlu ditambah dengan dengan lampulampu tersendiri.Halilintar 120 Kantor gaduh 70 Meriam 110 Radio 60 Mesin uap 100 Kantor pd umumnya 40 Jalan yg ramai 90 Rumah tenang 30 Pluit 80 Tetesan air 10 o Penerangan atau poencahayaan Penerangan yang kurang di lingkungan kerja bukan saja akan menambah beban kerja karena mengganggu pelaksanaan pekerjaan tetapi juga menimbulkan kesan kotor. Perbaikan kontras dimana warna objek yang dikerjakan kontras dengan latar belakang objek tersebut. sebaiknya 2 kali dari penerangan diluar tempat kerja. Oleh karena itu penerangan dalam lingkungan kerja harus cukup untuk menimbulkan kesan yang higienis.

minyak .lead. Bakteri mempunyai tiga bentuk dasar yaitu bulat (kokus). Kulit. Peralatan yang menimbulkan getaran juga dapat memberi efek negatif pada sistem saraf dan sistem musculo-skeletal dengan mengurangi kekuatan cengkram dan sakit tulang belakang.ethylene glycol ethers  Ginjal : cadmium. alkaline dusts.arsenic. Contoh : konsentrat asam dan basa .carbon disulphide Sistem pembentukan darah : benzene. Virus tidak mampu bereplikasi. lengkung dan batang (basil). makanan yang tidak dimasak dan dipersiapkan dengan baik dan kontak dengan hewan atau orang yang terinfeksi. Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil antara 16 – 300 nano meter. 2. Contoh penyakit yang diakibatkan oleh virus : influenza. hepatitis.bromine. manganese Sistem syaraf peripheral : n-hexane. lead. thypoid. Jamur dapat berupa sel tunggal atau koloni. Iritasi pada alat-alat pernapasan yang hebat dapat menyebabkan sesak napas. peradangan dan oedema ( bengkak )Contoh : Kulit : asam. varicella. Iritasi kulit bisa menyebabkan reaksi seperti eksim atau dermatitis. mata dan sistem pencernaan adalah bagain tubuh yang paling umum terkena. Faktor Biologi  Bakteri. chlorine .asbestos. nitrogen dioxide. Contoh penyakit yang diakibatkan oleh bakteri : anthrax. amonia. cholera. dan sebagainya.lead. o Iritasi Iritasi menyebabkan peradangan pada permukaan di tempat kontak. Virus. untuk itu virus harus menginfeksi sel inangnya yang khas. Pernapasan : aldehydes.chlorinated hydrocarbons Paru-paru : silica.mercury. phosgene. ozone. fosfor. debu batubara ( pneumoconiosis ) 3. lepra. Jamur.mercury. tbc. Contoh : Otak : pelarut. tetapi berbentuk lebih komplek karena .pelarut. tetanus. Bahaya Kimia o Korosi Bahan kimia yang bersifat korosif menyebabkan kerusakan pada permukaan tempat dimana terjadi kontak. dan sebagainya. HIV. Banyak bakteri penyebab penyakit timbul akibat kesehatan dan sanitasi yang buruk. o Racun Sistemik Racun sistemik adalah agen-agen yang menyebabkan luka pada organ atau sistem tubuh. basa.

berupa multi sel. tinggi siku. panjang lengan. aman. Posisi duduk : Ukuran tubuh yang penting adalah tinggi duduk. posisi kerja) yang tidak menimbulkan stres pada pekerja. kebolehan dan batasan manusia untuk terwujudnya kondisi dan lingkungan kerja yang sehat. secara populer kedua pendekatan tersebut dikenal sebagai “to fit the Job to the Man and to fit the Man to the Job”. nyaman dan tercapai efisiensi yang setinggitingginya.wbcsdcement. panjang lengan bawah dan tangan. b. tinggi pinggul. Mengambil makanan dan nutrisi dari jaringan yang mati dan hidup dari organisme atau hewan lain. Pendekatan ergonomi bersifat konseptual dan kuratif. ventilasi. 5. (http://staff. Posisi berdiri : Ukuran tubuh yang penting adalah tinggi badan berdiri.pdf) (http://www. cara. Hal ini dapat terjadi karena lingkungan kerja (cahaya. jarak lekuk lutut dan garis punggung. serta jarak lekuk lutut dan telapak kaki. proses dan lingkungan kerja terhadap kemampuan.ac. Faktor Psikologi Perasaan aman.ui.id/internal/132255817/material/sesi4BasicprincipleHIGIENEINDUSTRI. 4. tinggi bahu. Adapun beberapa posisi yang penting untuk penerapan ergonomi di tempat kerja adalah sebagai berikut : a. panjang lengan atas.org/pdf/HAS/tf3_guidelines_bahasa. nyaman dan sejahtera dalam bekerja yang didapatkan oleh pekerja. Ergonomi Ergonomi berfungsi untuk menyerasikan alat.pdf) .