You are on page 1of 5

PEMAHAMAN MENGENAI ENTITAS DAN LINGKUNGANNYA 1.

Komunikasi Dengan Auditor Pendahulu (Setelah Penunjukan) Salah satu bukti audit yang dibutuhkan auditor adalah laporan auditor pendahulunya dimana review yang dilakukan oleh auditor pengganti terhadap kertas kerja auditor pendahulu dapat berpengaruh terhadap sifat, saat, dan luasnya prosedur auditor pengganti yang berkaitan dengan saldo awal dan konsistensi prinsip akuntansi. Namun, sifat, saat, dan luasnya pekerjaan audit yang dilaksanakan dan kesimpulan yang dicapai semata-mata merupakan tanggung jawab auditor pengganti. Dalam pengauditan kembali auditor pengganti mengetahui informasi yang menyebabkan ia yakin bahwa laporan keuangan yang dilaporkan oleh auditor pendahulu mungkin memerlukan revisi, auditor pengganti harus meminta kepada klien untuk menginformasikan situasi ini kepada auditor pendahulu, dan mengatur pertemuan tiga pihak untuk membahas informasi ini dan mencoba menyelesaikan masalah ini. Jika klien menolak untuk memberitahukan kepada auditor pendahulu atau jika auditor pengganti tidak puas dengan penyelesaian masalah tersebut, auditor pengganti harus mengevaluasi kemungkinan implikasinya ke perikatan yang sedang berjalan, apakah menarik diri dari perikatan. Di samping itu, auditor pengganti dapat melakukan konsultasi dengan penasihat hukumnya dalam menentukan langkah semestinya yang selanjutnya akan dilaksanakan. 2. Pelaksana Prosedur Analitik Prosedur analitik terdiri dari evaluasi terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk akal antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dengan data nonkeuangan. Prosedur analitik digunakan dengan tujuan untuk mengidentifikasikan hal seperti adanya transaksi dan peristiwa yang tidak biasa, dan jumlah, ratio serta trend yang dapat menunjukkan masalah yang berhubungan dengan laporan keuangan dan perencanaan audit. Selain itu sebagai pengujian substantif untuk memperoleh bukti tentang asersi tertentu yang berhubungan dengan saldo akun atau jenis transaksi dan sebagai review menyeluruh informasi keuangan pada tahap review akhir audit.

1

pertimbangan tentang materialitas. auditor mempertimbangkan pengetahuan yang diperoleh dari sumber lain tentang tipe salah saji yang dapat terjadi. sementara akun neraca mencerminkan saldo pada satu titik waktu. Sebagai contoh. Prosedur analitik mungkin merupakan pengujian efektif dan efisien atas asersi yang kemungkinan salah sajinya tidak akan tampak dari pemeriksaan bukti rinci atau bila bukti yang rinci tidak langsung tersedia. 3. karena akun laba-rugi mencerminkan transaksi selama satu periode waktu. Ketersediaan dan Keandalan Data. Auditor harus menilai keandalan data dengan mempertimbangkan sumber data dan kondisi yang melingkupi pengumpulan data serta pengetahuan lain yang mungkin dimiliki auditor mengenai data itu. masing-masing hal itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor dan faktor yang bertentangan dapat menutupi salah saji. Auditor juga mempertimbangkan taksirannya tentang resiko bawaan. Sifat Asersi. Sebaliknya. Kelayakan dan Kemampuan Untuk Memprediksi Suatu Hubungan. volume dan campuran produk. Ketepatan Harapan. penjualan dipengaruhi oleh harga. resiko bahwa salah saji tersebut dapat terjadi. Sumber lain pengetahuan seperti itu mencakup audit sebelumnya dan pemahaman tentang industri yang menjadi tempat beroperasinya entitas. dan faktor yang mempengaruhi desain pengujin substansif. b. dan kompleksitas dan kecanggihan operasi dan sistem 2 . Hubungan yang melibatkan akun laba-rugi cenderung lebih dapat diduga dari pada hubungan yang melibatkan hanya akun neraca. d. Pertimbangan Akan Pengendalian Internal Dalam mempertimbangkan pemahaman atas pengendalian intern yang diperlukan untuk merencanakan audit. Identifikasi yang lebih efektif terhadap faktor yang secara signifikan mempengaruhi hubungan umumnya dibutuhkan sejalan dengan meningkatnya keyakinan yang diinginkan dari prosedur analitik.Efektivitas dan efisiensi yang diharapkan dari suatu prosedur analitik dalam megidentifikasi kemungkinan salah saji tergantung atas. antara lain: a. Tingkat keyakinan tinggi yang diharapkan dari prosedur analitik membutukan lebih banyak hubungan untuk mengembangkan harapan. c.

3 . tetap menjaga penyampaian informasi masalah-masalah penting yang dijumpai dalam audit. karena pengendalian mungkin dibangun namun tidak dilaksanakan. dan tindakan manajemen dan dewan komisaris terhadap lingkungan intern. ia juga mungkin memperoleh pemahaman atas aktivitas pengendalian. Kebutuhan Akan Supervisi. Supervisi mencakup pengarahan usaha asisten dalam mencapai tujuan audit dan penentuan apakah tujuan tersebut tercapai. Auditor yang bertanggung jawab akhir untuk setiap audit harus mengarahkan asisten untuk mengemukakan pertanyaan akuntansi dan auditing signifikan yang muncul dalam audit. Auditor harus memperoleh suatu pemahaman atas aktivitas pengendalian yang relevan untuk merencanakan audit. dengan mempertimbangkan baik substansi pengendalian maupun dampaknya secara kolektif. mungkin perlu mencurahkan perhatian ke komponen pengendalian intern untuk memperoleh pemahaman terhadap komponen tersebut yang diperlukan untuk mendesain pengujian substansif yang efektif. Luasnya supervisi memadai dalam suatu keadaan tergantung atas banyak faktor.entitas. Auditor harus memperoleh pengetahuan memadai tentang lingkungan pengendalian untuk memahami sikap. dan menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan. termasuk kompleksitas masalah dan kualifikasi orang yang melaksanakan audit. sehingga auditor dapat menetapkan seberapa signifikan masalah tersebut. Unsur supervisi adalah memberikan instruksi kepada asisten. Pekerjaan yang dilaksanakan oleh asisten harus di-review untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut telah dilaksanakan secara memadai dan auditor harus menilainya apakah hasilnya sejalan dengan kesimpulan yang disajikan dalam laporan auditor. kesadaran. me-review pekerjaan yang dilaksanakan. Auditor harus memusatkan pada substansi pengendalian daripada bentuk luarnya. Semakin kompleks dan canggih operasi dan sistem entitas. 4. termasuk apakah metode pengendalian pengolahan informasi didasarkan pada prosedur manual yang terlepas dari komputer atau sangat tergantung pada pengendalian berbasis komputer. Pada waktu auditor memperoleh pemahaman tentang komponen lain.

Pertimbangan pada Tingkat Saldo Akun Individual atau Golongan Transaksi Jika auditor ingin menurunkan tingkat risiko audit yang menurut pertimbangannya telah memadai untuk suatu saldo akun atau golongan transaksi atau jika ingin menginginkan penurunan jumlah salah saji dalam suatu saldo akun atau golongan transaksi yang dianggap material. Pengevaluasian akhir apakah laporan keuangan secara keseluruhan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. c) Memperluas prosedur audit tertentu. Merencanakan audit dan merancang prosedur audit. Risiko audit adalah risiko yang timbul karena auditor tanpa disadari tidak memodifikasi pendapatnya sebagaimana mestinya atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji yang material. Pertimbangan pada tingkat laporan keuangan Auditor harus mempetimbangkan risiko audit untuk merencakan audit dan merancang prosedur audit. serta tercermin dalam laporan keuangan bentuk baku. Konsep materialitas mengakui bahwa beberapa hal. Salah saji dapat terjadi sebagai akibat dari kekeliruan atau kecurangan. Dengan mempertimbangkan risiko audit. Laporan keuangan mengandung salah saji yang material apabila laporan keuangan tersebut mengandung salah saji yang dampaknya. auditor dapat merancang prosedur audit secara efisien dan efektif. baik secara individual atau keseluruhan.PENETAPAN RISIKO SALAH SAJI MATERIAL DAN DESAIN PROSEDUR AUDIT Risiko audit dan materialitas mempengaruhi penerapan standar auditing. 4 . b) Melaksanakan prosedur audit lebih dekat ke tanggal laporan posisi keuangan (neraca). secara individual atau keseluruhan sukup signifikan sehingga dapat mengakibatkan laporan keuangan tidak disajikan secara wajar. dalam hal semua yang material. Perencanaan Audit Risiko audit dan materialitas dalam pelaksaan audit mengharuskan auditor untuk mempertimbangkan risiko audit dalam: a. adalah penting bagi kewajaran penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. maka auditor harus melaksanakan salah satu atau lebih langkah berikut: a) Memilih prosedur audit yang lebih efektif. sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia. b. khususnya standar pekerjaan lapangan dan standar pelaporan.

Evaluasi Temuan Audit Dalam mengevaluasi apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Penggabungan salah saji harus mencakup estimasi terbaik auditor mengenai jumlah seluruh salah saji dalam saldo akun atau golongan transaksi yang telah diperiksa. ia harus memasukkan dampak kemungkinan salah saji secara gabungan tersebut terhadap laporan keuangan periode sekarang. dan tidak terbatas hanya pada jumlah salah saji yang telah diidentifikasi secara khusus. auditor harus menggabungkan semua salah saji yang tidak dikoreksi oleh entitas tersebut sedemikian rupa. 5 . subtotal. sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dan jika salah saji periode sebelumnya yang berdampak terhadap laporan keuangan periode sekarang dipertimbangkan bersama-sama dengan kemungkinan salah saji periode sekarang. Pertimbangan yang bersifat kualitatif juga mempengaruhi kesimpulan yang diambil oleh auditor dalam menentukan materialitas salah saji. dalam semua hal yang material. Auditor harus meminta kepada manajemen untuk menghilangkan salah saji material tersebut. atau jumlah keseluruhan dalam laporan keuangan. Jika auditor yakin bahwa terdapat risiko yang sangat tinggi bahwa laporan keuangan periode sekarang kemungkinan berisi salah saji material. auditor harus memberikan pendapat wajar dengan pengecualian atau pendapat tidak wajar atas laporan keuangan. Jika salah saji material tersebut tidak dihilangkan. sehingga memungkinkannya untuk mempertimbangkan apakah laporan keuangan secara keseluruhan telah disajikan salah secara material dalam hubungannya dengan jumlah individual.