You are on page 1of 5

Identifikasi Kerangka untuk perkiraan umur Walaupun umur sebenarnya tidak dapat ditentukan dari tulang, namun perkiraan

umur seseorang dapat ditentukan. Biasanya pemeriksaan dari os pubis, sakroiliac joint, cranium, artritis pada spinal dan pemeriksaan mikroskopis dari tulang dan gigi memberikan informasi yang mendekati perkiraan umur. Untuk memperkirakan usia, bagian yang berbeda dari rangka lebih berguna untuk menentukan perkiraan usia pada range usia yang berbeda. Range usia meliputi usia perinatal, neonatus, bayi dan anak kecil, usia kanak-kanak lanjut, usia remaja, dewasa muda dan dewasa tua. Pemeriksaan terhadap pusat penulangan (osifikasi) dan penyatuan epifisis tulang sering digunakan untuk perkiraan umur pada tahun-tahun pertama kehidupan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan menggunakan foto radiologis atau dengan melakukan pemeriksaan langsung terhadap pusat penulangan pada tulang. (Budiyanto, 1997) Pemeriksaan terhadap penutupan sutura pada tulang-tulang atap tengkorak guna perkiraan umur sudah lama diteliti dan telah berkembang berbagai metode, namun pada akhirnya hampir semua ahli menyatakan bahwa cara ini tidak akurat dan hanya dipakai dalam lingkup dekade (umur 20-30-40 tahun) atau mid-dekade (umur 25-35-45 tahun) saja. (Budiyanto, 1997) Umur dalam tiga tahapan : 1. Bayi baru dilahirkan Neonatus, bayi yg belum mempunyai gigi, sangat sulit untuk menentukan usianya karena pengaruh proses pengembangan yang berbeda pada masingmasing individu. Bayi dan anak kecil biasanya telah memiliki gigi. Pembentukan gigi sering kali digunakan untuk memperkirakan usia. Gigi permanen mulai terbentuk saat kelahiran, dengan demikian pembentukan dari gigi permanen merupakan indikator yang baik untuk menentukan usia. Beberapa proses penulangan mulai terbentuk pada usia ini, ini berarti bagianbagian yang lunak dari tulang mulai menjadi keras. Namun, ini bukan faktor penentuan yg baik. Pengukuran tinggi badan diukur :  Streeter : tinggi badan dari puncak kepala sampai tulang ekor  Haase : tinggi badan diukur dari puncak kepala sampai tumit Umur 1 bulan Panjang 1 cm Umur 6 bulan Panjang 30 cm

struktur mikro dari tulang dan gigi. Masa remaja menunjukkan pertumbuhan tulang panjang dan penyatuan pada ujungnya.  Unifikasi lengkap 25 – 30 tahun.2 bulan 3 bulan 4 bulan 5 bulan 4 cm 9 cm 16 cm 25 cm 7 bulan 8 bulan 9 bulan 10 bulan 35 cm 40 cm 45 cm 50 cm 2. 3. Dewasa muda dan dewasa tua mempunyai metode-metode yang berbeda dalam penentuan usia. permukaan aurikula dan simfisis pubis.  Persambungan speno-oksipital terjadi pada umur 17 – 25 tahun. usia lebih dari 31 tahun sudah lengkap  Tulang belakang sebelum 30 tahun menunjukkan alur yang dalam dan radier pada permukaan atas dan bawah. Ujung iga saat mulai terbentuk tulang rawan awalnya berbentuk datar. Penyatuan ini merupakan teknik yang berguna dalam penentuan usia. morfologi dari ujung iga. Anak dan dewasa sampai umur 30 tahun Masa kanak-kanak lanjut dimulai saat gigi permanen mulai tumbuh. namun hubungan penyatuan sutura dengan penentuan umur kurang valid.  Tulang selangka merupakan tulang panjang terakhir unifikasi. . Iregularitas dari ujung iga mulai ditemukan saat usia menua.  Unifikasi dimulai umur 18 – 25 tahun. Morfologi pada ujung iga berubah sesuai dengan umur. penutupan sutura cranium. Dewasa > 30 tahun Sutura kranium (persendian non-moveable pada kepala) perlahan-perlahan menyatu. Masing-massing epifisis akan menyatu pada diafisis pada usia-usia tertentu. Iga berhubungan dengan sternum melalui tulang rawan. namun selama proses penuaan ujung iga mulai menjadi kasar dan tulang rawan menjadi berbintik-bintik. Semakin banyak tulang yang mulai mengeras. Walaupun ini sudah diketahui sejak lama.

Selain itu dapat juga digunakan metode Gustafson yang memperhatikan atrisi (keausan). gigi susu 6 bulan-3 tahun. tulang iga dan tulang belakang mempunyai ciri yang dapat digunakan untuk memperkirakan umur. Harsanyi dan Ascadi menggabungkan pemeriksaan penutupan sutura endokranial. Hal ini dapat membantu untuk membatasi korban yang sedang dicari atau untuk membenarkan/memperkuat identitas korban. Kelainan sel ini .dan ras.Gambar : Perkembangan Tengkorak Berdasar Umur Pemeriksaan tengkorak :  Pemeriksaan sutura.Schranz mengajukan cara pemeriksaan tulang humerus dan femur guna penentuan umur.  Sutura spheno-parietal umumnya tidak akan menutup sampai umur 70 tahun. Jumlah nilai tersebut menunjukkan umur berdasarkan sebuah tabel. gigi dapat membantu untuk membedakan usia seseorang. sternum. Mokern dan Stewart membagi simfisis pubis menjadi 3 komponen yang masing-masing diberi nilai. dan mereka dapat menentukan umur dengan kesalahan sekitar 2. pembentukan dentin sekunder. masa statis gigi susu 3-6 tahun. Mineralisasi gigi dimulai saat 12 – 16 minggu dan berlanjut setelah bayi lahir. transparasi dentin dan penyempitan/penutupan foramen apikalis. penutupan tabula interna mendahului eksterna  Sutura sagitalis. Trauma pada bayi dapat merangsang stress metabolik yang mempengaruhi pembentukan sel gigi. Ketika tidak ada yang dapat diidentifikasi. penurunan tepi gusi. geligi campuran 6-12 tahun).Nemeskeri. Demikian pula tulang klavikula. jenis kelamin. Pertumbuhan gigi desidua diawali pada minggu ke 6 intra uteri.Perkiraan umur dari gigi dilakukan dengan melihat pertumbuhan dan perkembangan gigi (intrauterin. Pemeriksaan permukaan simfisis pubis dapat memberikan skala umur dari 18 tahun hingga 50 tahun. Perkembangan gigi secara regular terjadi sampai usia 15 tahun.55 tahun. relief permukan simfisis pubis dan struktur spongiosa humerus proksimal/epifise femur. semen sekunder. Identifikasi melalui pertumbuhan gigi ini memberikan hasil yang yang lebih baik daripada pemeriksaan antropologi lainnya pada masa pertumbuhan. koronarius dan sutura lambdoideus mulai menutup umur 20 – 30 tahun  Sutura parieto-mastoid dan squamaeus 25 – 35 tahun tetapi dapat tetap terbuka sebagian pada umur 60 tahun. baik yang dikemukakan oleh Todd maupun oleh Mokern dan Stewart.

Neonatal line ini akan tetap ada walaupun seluruh enamel dan dentin telah dibentuk. Pertumbuhan gigi permanen diikuti dengan penyerapan kalsium.akan mengakibatkan garis tipis yang memisahkan enamel dan dentin di sebut sebagai neonatal line. dimulai dari gigi molar pertama dan dilanjutkan sampai akar dan gigi molar kedua yang menjadi lengkap pada usia 14 – 16 tahun. b) Dibandingkan dengan diagram yang diambil dari Schour dan Massler pada gambar (b) menunjukkan pertumbuhan gigi pada anak usia 9 tahun. penentuan secara klinis dan radiografi juga dapat digunakan untuk penentuan perkembangan gigi. a) Gambaran yang menunjukkan suatu pola pertumbuhan gigi dan perkembangan pada usia 9 tahun (pada usia 6 tahun terjadi erupsi dari akar gigi molar atau gigi 6 tapi belum tumbuh secara utuh). Setelah melebihi usia 22 tahun. Ketika ditemukan mayat bayi. Gambar : x ray gigi pada anak . . Penentuan usia antara 15 dan 22 tahun tergantung dari perkembangan gigi molar tiga yang pertumbuhannya bervariasi. terjadi degenerasi dan perubahan pada gigi melalui terjadinya proses patologis yang lambat dan hal seperti ini dapat digunakan untuk aplikasi forensik. Ini bukan referensi standar yang dapat digunakan untuk menentukan umur.anak Gambar diatas memperlihatkan gambaran panoramic X ray pada anak-anak. dan ditemukan garis ini menunjukkan bahwa mayat sudah pernah dilahirkan sebelumnya. Pembentukan enamel dan dentin ini umumnya secara kasar berdasarkan teori dapat digunakan dengan melihat ketebalan dari struktur di atas neonatal line.