You are on page 1of 21

NAMA : CICI PUTRI NUR IKA NIM : 1202420036

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.”S” GIII P2002Ab000 UK 39-40 MINGGU DENGAN PRE EKLAMSIA BERAT DI RSUD KANJURUAN KEPANJEN

PREEKLAMSIA Preeklamsia merupakan suatu kondisi spesifik kehamilan dimana hipertensi terjadi setelah minggu ke-20 pada wanita yang sebelumnya memiliki tekanan darah normal.KEHAMILAN Kehamilan (graviditas) mulai dengan konsepsi (pembuahan) dan terakhir dengan perrmulaan persalinan.dkk.2005:629) .(Bobak.

Sembon Timor Alamat :Ds.M • Umur : 37 tahun Umur : 40 tahun • Agama : Islam Agama : Islam • Suku : Jawa Suku : Jawa • Pendidikan : SMP Pendidikan : SMP • Pekerjaan : IRT Pekerjaan : Swasta • Alamat : Ds. S Nama Suami : Tn.Ngacung Timor Kec.TINJAUAN KASUS Pengkajian Data • Tanggal MRS : 6 Mei 2013 • Tanggal Pengkajian : 6 Mei 2013 jam 10.30 WIB Data Subyekti • Biodata • Nama : Ny.Ngacung .Sembon Kec.

• Alasan Datang Ibu mengatakan dirujuk oleh bidan ke RSUD Kanjuruhan jam 09.00 tanggal 6 mei 2013 dikarenakan hasil pemeriksaan tekanan darahnya yang tinggi yaitu 160/110 mmHg. • Riwayat Haid Menarche : 12 tahun Siklus : 28-30 hari Lama haid : ± 6-7 hari Banyak : Ganti pembalut sehari 2x HPHT : 6 Agustus 2012 TP : 7 Mei 2013 Dismenore : Tidak pernah Fluor Albous : Jarang. warna putih bening tidak gatal dan tidak berbau .

keluhan tidak ada.tanggal 17/08/2012 keluhan mual. mendapat tablet tambah darah 60 tablet di minum sehari satu kali dan calcium 1x1 • TM III : Ibu mengatakan sudah periksa kehamilan 3x kebidan . mengeluh bengkak pada kakinya dan pada saat pemeriksaan terakhir hasil pemeriksaan tekanan darah ibu tinggi sehingga dirujuk oleh bidan ke RSUD kanjuruhan .Riwayat kehamilan sekarang • TM I : Ibu mengatakan terlambat haid bulan Agustus periksa kehamilan 2x ke puskesmas. ibu mendapatkan vitamin B6 3x1 dan Bc 2x1 • TM II : Ibu mengatakan sudah periksa kehamilan 3x ke bidan.

Data Obyektif • KU : baik • Kesadaran : composmentis • TTV : TD : 160/110 mmhg N : 110x/menit S : 36.5o C R : 20 x/menit • BB sebelum hamil : 52 kg • BB sekarang : 60 kg • TB : 155 cm • LILA : 25 cm • TP : 07-05-2013 .

keras dan melenting (Let-kep) kepala janin belum masuk PAP. Leopold 2 : Pada bagian kanan perut ibu teraba bagian keras memanjang seperti papan (pu-ka) dan pada bagian kiri teraba bagian-bagian kecil janin. Leopold 3 : Bagian terendah janin teraba bulat. Leopold 4 : tidak dilakukan : Djj 142x/menit . 9.3gr% :A : + + (positif 2) . Ada gerakan janin.Palpasi • • • • Leopold 1 : Tfu pertengahan px dan pusat (32cm) pada fundus teraba bagian bulat agak lunak dan tidak melenting (bokong). teratur Punctum maksimum terletak bagian bawah pusat perut ibu bagian kanan Auskultasi Perkusi : Reflek Patella +/+ Data Penunjang • HB • Gol darah • Protein urine .

ASSESMENT Dx : GIII P2002 Ab000 UK 39 – 40 minggu A/T/H/IU dengan Pre Eklamsi Berat Antisipasi Masalah Potensial Potensial eklamsi Potensial perdarahan post partum potensial fetal distress Identifikasi Kebutuhan Segera Pemberian O2 KIE Pemberian infuse dan observasi TTV Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi dan tindakan .

tenang dan nyaman dengan menutup horden dan menyeliuti ibu.• PENATALAKSANAAN Dx : G111 P2002 Ab000 Uk 39-40 minggu A/T/H/IU – Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga untuk meningkatkan kerjasama ibu dalam pemberian tindakan. – Kolaborasi dengan dokter SpOG dalam tindakan dan pemberian terapi.5 C RR : 22x/menit – Menjelaskan dan memberitahu keadaan dan hasil pemeriksaan pada ibu – Memenuhi kebutuhan cairan ibu dengan infuse RL 16 x tetesan / menit kemudian dinaikkan tiap 1 menit 4 tetes sampai jumlah tetesan 24 tetesan. – Memberikan dukungan moril pada ibu – Mendampingi ibu untuk berdo’a dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan YME. • • • • • • • • . – Menjaga privasi ibu merasa aman. – melakukan observasi keadaan umum dan tanda-tanda vital K/U : Lemah TD : 160/110 mm Hg Kesadaran : Composmentis N : 110x / menit S : 36.

• Masalah : Kurangnya pengetahuan ibu tentang tandatanda pre eklamsi Tujuan : Ibu tahu tentang tanda-tanda eklamsi .

Observasi BJA tiap 30 menit . miring kanan/kiri .Anjurkan ibu tirah baring Tujuan : tidak terjadi gawat janin Intervensi .Beri dukungan moril dan anjurkan berdo’a • • .• Intervensi Beri informasi tentang keadaannya Beri penjelasan apda ibu tentang tanda –tanda preeklamsi Gangguan rasa nyaman Tujuan : Ibu merasa nyaman Intervensi .Atur posisi tidur ibu setengah duduk.

lanjutkan intervensi : : : .5°C Nadi : 88 x/menit RR : 22 x/menit Ny. KU : baik Kesadaran : composmentis TD : 160/110 mmHg S : 36.memberikan dukungan moril dan dengan memberi perawatan yang baik .menjelaskan pada ibu hasil pemeriksaan ibu dan janinnya . S GIIIP2002 Ab000 UK 39-40 mgg tunggal.• Implementasi mengacu pada intervensi Catatan Perkembangan VII.Evaluasi Tanggal Jam Dx : : • S O A P : : 06-05-2013 11.memberitahu ibu untuk tirah baring miring kanan . intrauterine dengan preeklamsi berat . S GIIIP2002 Ab000 UK 39-40 mgg tunggal. hidup. intrauterine dengan preeklamsi berat Ibu mengatakan tubuhnya masih oedema Ibu mengatakan khawatir dengan keadaan bayi dan janinnya. hidup.00 WIB Ny.

3. Memberikan drip 6 gr SM 20% habis jam 17. intrauterine dengan preeklamsi berat S : Ibu mengatakan tidak mengeluhkan apapun O : KU : baik Kesadaran : composmentis TD : 140/70 mmHg S : 36. hidup.00 wib. po Ø menutup).Catatan perkembangan • Tanggal : 06-05-2013 Jam : 20. intrauterine dengan PEB rencana SC selektif dan Mow. S G111P110011 Ab000 UK 39-40 mgg tunggal. P : 1.00 WIB Dx : Ny. hidup. Mempertahankan pemasangan Infus & DC 2. Mengobserfasi Observasi CHPB 4. A : Ny.5°C Nadi : 88 x/menit RR : 22 x/menit evaluasi vt Po tetap (v/v taa. Melampirkan hasil lab dan mendaftarkan ke ruang IKO . S GIIIP2002 Ab000 UK 39-40 mgg tunggal.

Melakukan injeksi ceftri jam 07. A : Ny.• Tanggal : 07-05-2013 Jam : 09.00 3. S GIIIP2002 Ab000 UK 39-40 tunggal. hidup.00 mengantar pasien ke ruang IKO . S GIIIP2002 Ab000 UK 39-40 mgg tunggal.00 WIB Dx : Ny.hidup. Jam 09. Mempertahankan pemasangan Infus & DC 2. Melakukan transfuse wb2 4. intra uterine dengan preeklamsi berat S :O : KU : baik Kesadaran : composmentis TD : 150/100 mmHg S : 36.5°C Nadi : 88 x/menit RR : 22 x/menit his (+) jarang. intrauterine dengan PEB dan anemi rencana sc dan mow P : 1.

Jk: perempuan. A/S 7-8. caput (-).35 .Jk: perempuan. teranol. ppv (+). cacat (-). kontraksi uterus baik keras globuler. Lk/Ld/Lla: 31 cm/26 cm/8cm. Mengobservasi balance cairan . induksin 4. : Ny. Lk/Ld/Lla: 31 cm/26 cm/8cm. Mempertahankan pemasangan Infus & DC 2. SM pemeliharaan habis 3. panas (-). caput (-). Bayi 1 lahir jam 09. Bb/Pb: 1600gr/42 cm. A/S 7-8. cacat (-). Bayi 2 lahir jam 09.34 . S P3004 Ab000 Post SC dengan preeklamsi berat <24 jam : 1. Bb/Pb: 1600gr/42 cm.• Tanggal Jam Dx S O A P : 07-05-2013 : 11.30 WIB : Ny. S P3004 Ab000 Post SC dengan preeklamsi berat : pasien datang dari ruang IKO : KU cukup. Memberiakan Ceftriaxon.

tinggi fundus 5 jari bawah pusat. lochea rubra A : Ny. S P3004 Ab000 Post SC PEB hari ke 2 P : 1. Melakukan pelepasan infuse 3. S P3004 Ab000 Post SC hari ke 3 dengan preeklamsi berat S : Ibu mengatakan nyeri berkurang dibagian bekas luka jahitan O : KU : baik Kesadaran : composmentis TD : 120/80 mmHg S : 36. Menganjurkan ibu untuk memberikan Asi nya secara eksklusif tanpa tambahan apapun selama 6 bulan .5°C Nadi : 88 x/menit RR : 22 x/menit kontraksi uterus baik keras globuler. Memberitahu ibu tanda-tanda bahaya saat nifas 4. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi menu gizi seimbang 5.00 WIB Dx : Ny. Mengobservasi TTV 2.• Tanggal : 10-05-2013 Jam : 05.

S GIIIP2002 Ab000 dengan PEB diharapkan dengan ini intervensi yang benar dan didukung. Dan jika kejang berulang (setelah 15 menit) berikan 2 gram MgSO4 40% (5cc) selama 5 menit. dengan implementasi yang maximal pada ibu serta pemberian KIE yang jelas diharapkan pasien dan keluarga bisa mengerti kondisi pasien dan bisa melaksanakan semua yang telah dianjurkan oleh petugas sehingga masalah dapat teratasi.BAB IV PEMBAHASAN Pada kasus Ny. . Dalam pemberian MgSO4 dilahan tidak lagi menggunakan cara seperti di buku yang dengan menyuntikkan secara IM boka boki namun dengan cara untuk dosis awal diberikan 4gram MGSO4 40% (10cc) yang diberikan secara IV dalam 5 menit. Pada dosis pemeliharaannya 6 gram MgSO4 40% (15cc) dalam 500 cc RL dan habiskan dalam 6 jam.

BAB V PENUTUP • KESIMPULAN Setelah penulis melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. Perlunya ketelitian dalam dalam pengkajian ibu hamil Dalam analisa data dan mengangkat diagnasa mengacu pada teori dan melihat kondisi ibu Pelaksanaan merupakan perwujudan dari perencanaan Perencanaan pada tinjauan pustaka tidak semuanya dapat direncanakan. Dapat ditarik beberapa kesimpulan : 1. 2. 3. keberhasilan dalam mengatasi masalah klien didukung oleh beberapa faktor diantranya sarana yang memadai . 4. sesuai dengan masalah saat itu 5. S GIIIP2002 Ab000 hari ke-1 Post Partum dengan PEB .

. Kita menjelaskan pada ibu tentang masalah yang terjadi pada saat proses persalinan. . Untuk mencegah terjadinya itu maka ibu dianjurkan untuk segera mungkin memeriksakan kehamilannya baik muda maupun kehamilan yang sudah cukup bulan.• Saran Menganjurkan pada ibu untuk berdo’a supaya ibu dan bayinya selamat. pihak RS dan masyarakat saling membantu dan membangun sehingga akan membuahkan hasil yang optimal. Dengan kerja sama antar pemerintah.

. .TERIMA KASIH ….