You are on page 1of 10

askep jiwa isolasi sosial BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka merupakan dasar ilmu pengetahuan yang harus dimiliki oleh setiap individu sebagai pemberian pelayanan keperawatan agar tercapai hasil yang seoptimal mungkin. Bab ini penulis menguraikan tentang konsep dasar Isolasi sosial dan penatalaksanaan pada klien dengan Isolasi sosial secara teoritis.

1. A. Konsep Dasar Isolasi Sosial Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan, dan perilaku yang aneh dan terganggu. Skizofrenia tidak ada didefinisikan sebagai penyakit tersendiri, melainkan diduga sebagai suatu sindrom atau proses penyakit yang mencakup banyak jenis dengan berbagai gejala seperti halnya jenis kanker. (Videbeck, 2008, hlm. 348)

9

7

Gejala atau perilaku yang berhubungan dengan skizofrenia dikelompokkan dalam dua kategori, yaitu kategori negatif dan positif. Gejala positif yang dialami adalah waham, halusinasi, gangguan pikiran, bicara kacau, dan perilaku aneh. Sedangkan gejala negatif yang dialami adalah afek datar, alogia, avolisi/apati, anhedonia/asosial, dan defisit perhatian. (Stuart, 2007, hlm. 241)

Salah satu jenis skizofrenia adalah skizofrenia hebefrenik. Skizofrenia hebefrenik disebut juga disorganized type atau “kacau balau” yang ditandai dengan gejala-gejala seperti inkoherensi, alam perasaan, perilaku atau tertawa seperti anak-anak, waham tidak jelas, halusinasi, serta perilaku aneh. (Hawari, 2006, hlm. 64-65)

dalam Fitria. tidak ada perhatian dan tidak sanggup berbagi pengalaman. Pengertian Isolasi Sosial Suatu sikap dimana individu menghindari diri dari interaksi dengan orang lain. 2010. 1. (Balitbang. (Yosep. hlm. pikiran. 29) Isolasi sosial adalah keadaan ketika seorang individu mengalami penurunan atau bahkan sama sekali tidak mampu berinteraksi dengan orang lain disekitarnya. 1. pikiran. Dari uraian diatas penulis akan menjelaskan tentang konsep isolasi sosial. (Keliat dan Akemat.Menarik diri merupakan salah satu gejala negatif dari skizofrenia dan juga merupakan salah satu tanda dan gejala dari isolasi sosial. dan kegagalan. hlm. . Individu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk membagi perasaan. Klien yang mengalami kerusakan interaksi sosial mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan orang lain salah satunya mengarah pada perilaku menarik diri. 2009. hlm. 229) Beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa isolasi sosial merupakan suatu keadaan dimana seseorang berpartisipasi dalam pertukaran sosial dengan kuantitas dan kualitas yang tidak efektif. Ia mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain. Klien mengalami kesulitan dalam berhubungan secara spontan dengan orang lain yang dimanifestasikan dengan mengisolasi diri. atau kegagalan. prestasi. 93) Selain itu isolasi sosial merupakan upaya menghindari komunikasi dengan orang lain karena merasa kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk berbagi rasa. dan tidak sanggup membagi pengamatan dengan orang lain. 2009. yang dimanifestasikan dengan sikap memisahkan diri. tidak ada perhatian.

lihat tabel 2.1 Model adaptasi stres. diantaranya: 1) Faktor Tumbuh Kembang Pada setiap tahapan tumbuh kembang individu ada tugas perkembangan yang harus dipenuhi agar tidak terjadi gangguan dalam hubungan sosial. hlm. dan hati nurani Belajar berkompetisi. 33-35) ada empat faktor predisposisi yang menyebabkan Isolasi Sosial. mencari pasangan. (Stuart dan Laraia. rasa tanggung jawab. hlm. Proses Terjadinya Isolasi Sosial Proses terjadinya masalah dapat gambarkan dalam bentuk skema 2. Bila tugas perkembangan tidak terpenuhi maka akan menghambat fase perkembangan sosial yang nantinya akan dapat menimbulkan masalah sosial. Masa Dewasa Muda menikah. Faktor Predisposisi Menurut Fitria (2009. Mengembangkan otonomi dan awal perilaku mandiri Belajar menunjukan inisiatif.1 dibawah ini: Skema 2. 2. dan berkompromi Menjalin hubungan intim dengan teman sesama jenis kelamin Menjadi saling bergantung antara orang tua dan teman. dan mempunyai anak Masa Tengah Baya Belajar menerima hasilkehidupan yang sudah dilalui Berduka karena kehilangan dan mengembangkan perasaan keterkaitan Masa Dewasa Tua dengan budaya .1 dibawah ini: Tahap Perkembangan Masa Bayi Masa Bermain Masa Prasekolah Masa Sekolah Masa Praremaja Tugas Menetapkan rasa percaya.1. bekerja sama. 2005. Dibawah ini akan dijelaskan tahap perkembangan serta tugas perkembangan. 434) 1.

hlm. 2) Stresor Psikologi. Hal ini disebabkan oleh norma-norma yang salah dianut oleh keluarga di mana setiap anggota keluarga yang tidak produktif seperti lanjut usia. Organ tubuh yang dapat mempengaruhi terjadinya gangguan hubungan sosial adalah otak. 280) faktor presipitasi atau stresor pencetus pada umumnya mencakup peristiwa kehidupan yang menimbulkan stres seperti kehilangan. 4) Faktor Komunikasi dalam Keluarga Gangguan komunikasi dalam keluarga merupakan faktor pendukung terjadinya gangguan dalam hubungan sosial. dan penyandang cacat diasingkan dari lingkungan sosialnya. penyakit kronis. 3) Faktor Biologis Faktor biologis juga merupakan salah satu faktor pendukung terjadinya gangguan dalam hubungan sosial. yang memenuhi kemampuan individu berhubungan dengan orang lain dan menyebabkan ansietas. misalnya pada klien skizofrenia yang mengalami masalah dalam hubungan sosial memiliki struktur yang abnormal pada otak seperti atropi otak. . Stress dapat ditimbulkan oleh menurunnya stabilitas unit keluarga dan berpisah dari orang yang berarti. Dalam teori ini yang termasuk dalam masalah berkomunikasi sehingga menimbulkan ketidakjelasan yaitu suatu keadaan dimana seorang anggota keluarga menerima pesan yang saling bertentangan dalam waktu bersama atau ekspresi emosi yang tinggi dalam keluarga yang menghambat untuk berhubungan dengan lingkungan diluar keluarga. hlm. Faktor pencetus dapat dikelompokkan dalam dua kategori yaitu sebagai berikut: 1) Stresor Sosiokultural. Faktor Presipitasi (pencetus) Menurut Stuart (2007.1 Tugas perkembangan berhubungan dengan pertumbuhan interpersonal (Erik Erikson dalam Stuart. 346) 2) Faktor Sosial Budaya Isolasi sosial atau mengasingkan diri dari lingkungan sosial merupakan suatu faktor pendukung terjadinya gangguan dalam hubungan sosial. 2007. Tuntutan untuk berpisah dengan orang terdekat atau kegagalan orang lain untuk memenuhi kebutuhan.Tabel 2. serta perubahan ukuran dan bentuk sel sel dalam limbik dan daerah kortikal. 1.

hlm. musik. (Rasmun. hlm.1. 1. Mekanisme Koping Menurut Stuart (2007. mencurahkan emosi kepada orang lain karena kesalahan sendiri. 2004. 281) individu yang mengalami respon sosial maladaptif menggunakan berbagai mekanisme dalam upaya untuk mengatasi ansietas. (Stuart. 280). Mekanisme tersebut berkaitan dengan dua jenis masalah hubungan yang spesifik yaitu sebagai berikut: 1) Koping yang berhubungan dengan gangguan kepribadian antisosial a) Proyeksi merupakan keinginan yang tidak dapat ditoleransi. 3) Penggunaan kreativitas untuk mengekspresikan stres interpersonal (misalnya: kesenian. Sumber Koping Menurut Stuart (2007. Respon ini lebih mungkin terjadi jika individu mengalami kesulitan dalam tugas perkembangan yang berkaitan dengan hubungan. hlm. 432) terkadang ada beberapa orang yang ketika ada masalah mereka mendapat dukungan dari keluarga dan teman yang membantunya dalam mencari jalan keluar. 2) Hubungan dengan hewan peliharaan yaitu dengan mencurahkan perhatian pada hewan peliharaan. 280) sumber koping yang berhubungan dengan respon sosial maladaptif adalah sebagai berikut : 1) Keterlibatan dalam hubungan keluarga yang luas dan teman. tetapi menghadapinya dengan menyendiri dan tidak mau menceritakan kepada siapapun. 2007. tetapi ada juga sebagian orang yang memiliki masalah. hlm. termasuk keluarga dan temannya. atau tulisan) Menurut Stuart & Laraia (2005. Penilaian Terhadap Stressor Rasa sedih karena suatu kehilangan atau beberapa kehilangan dapat sangat besar sehingga individu tidak tidak mau menghadapi kehilangan dimasa depan. hlm. 35) . bukan mengambil resiko mengalami lebih banyak kesedihan. 1.

2004. (Rasmun. 32) e) f) g) Idealisasi orang lain Merendahkan orang lain Identifikasi proyeksi 1.2 dibawah ini: Respon adaptif Respon maladaptif Menarik diri Ketergantungan Manipulasi curiga Merasa sendiri . hlm. hlm.b) Spliting atau memisah merupakan kegagalan individu dalam menginterpretasikan dirinya dalam menilai baik buruk. 36) 2) a) b) c) Koping yang berhubungan dengan gangguan kepribadian ambang Splitting Formasi reaksi Proyeksi d) Isolasi merupakan perilaku yang menunjukan pengasingan diri dari lingkungan dan orang lain. (Rasmun. Rentang Respon Bagan rentang respon pada pasien dengan isolasi sosial dapat dilihat pada skema 2. 2004.

32) Berdasarkan bagan diatas respon sosial pada pasien dengan isolasi sosial dibagi menjadi respon adaptif dan respon maladaptif : 1) Respon Adaptif Respon adaptif adalah respon yang masih dapat diterima oleh norma-norma sosial dan kebudayaan secara umum yang berlaku. 2009. 32) yang termasuk respon adaptif adalah sebagai berikut: .2 Rentang respon isolasi sosial (Townsend dalam Fitria.Dependensi curiga Menyendiri Otonomi Bekerjasama interdependen Skema 2. hlm. hlm. Menurut Fitria (2009.

b) Ketergantungan Seseorang gagal mengembangkan rasa percaya diri sehingga tergantung dengan orang lain. b) Otonomi. saling ketergantungan antara individu dengan orang lain dalam membina hubungan interpersonal. merupakan respon yang dibutuhkan seseorang untuk merenungkan apa yang telah terjadi dilingkungan sosialnya. merupakan kemampuan individu untuk menentukan dab menyampaikan ide. pikiran. dan perasaan dalam hubungan sosial. Penatalasanaan Keperawatan . B. Penatalaksanaan Isolasi sosial Penatalaksanaan asuhan keperawatn pada pasien isolasi sosial terdiri dari penatalaksanaan keperawatan dan penatalaksanaan medis: 1. c) Bekerja sama. merupakan kemampuan individu yang saling membutuhkan orang lain. d) Interdependen. d) Curiga Seseorang gagal dalam mengembangkan rasa percaya terhadap orang lain. 1. c) Manipulasi Seseorang yang mengganggu orang lain sebagai objek individu sehingga tidak dapat menerima hubungan sosial secara mendalam. 2) Respon Maladaptif Respon yang diberikan individu menyimpang dari norma sosial.a) Menyendiri. 1. Yang termasuk kedalam rentang respon maladaptif adalah sebagai berikut: a) Menarik Diri Seseorang yang mengalami kesulitan dalam membina hubungan secara terbuka dengan orang lain.

hlm. Pasien merasa tidak aman dengan orang lain. 30). sosial. (Nurjannah. . 29) Menurut Stuart dan Sundeen dalam Nurjannah (2004. (Kozier dalam Nurjannah. Pasien mengatakan merasa bosan dan lambat menghabiskan waktu. engidentifikasian outcame. Enam fase atau langkah dari proses keperawatan tersebut meliputi pengkajian.93) untuk melakukan pengkajian pada pasien dengan isolasi sosial dapat menggunakan teknik wawancara dan observasi. presipitasi. 30) Pengelompokan data pada pengkajian kesehatan jiwa dapat pula berupa faktor predisposisi. sumber koping dan kemampuan koping yang dimiliki klien. Pasien mengatakan dirinya tidak ingin ditemani perawat dan meminta untuk sendirian. implementasi dan evaluasi. hlm. (Stuart dan Sundeen dalam Nurjannah. psikologis. dan spiritual. penilaian terhadap stressor. 1) Pengkajian Asuhan Keperawatan Pengkajian merupakan tahap awal dari dasar utama dari proses keperawatan. hlm. Pasien mengatakan tidak bisa melangsungkan hidup. 2004. 1. perencanaan. Pasien mengatakan tidak mau berbicara dengan orang lain. Metode Pendekatan Proses Keperawatan Proses keperawatan adalah suatu metode pemberian asuhan keperawatan yang sistematis dan rasional. 2004.Penatalaksanaan keperawatan pada pasien dengan isolasi sosial meliputi metode pendekatan proses keperawatan dan terapi modalitas. tahap pengkajian terdiri atas pengumpulan data dan perumusan kebutuhan atau masalah klien. 2004. hlm. 30) Menurut Keliat (2010. hlm. perumusan diagnosa keperawatan. Data yang dikumpulkan meliputi data biologis. a) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Pengkajian yang ditemukan pada teknik wawancara adalah sebagai berikut: Pasien mengatakan malas bergaul dengan orang lain. Pasien mengatakan hubungan yang tidak berarti dengan orang lain.

linknya: http://www.html .docx.com/download/20979365/BABII.ziddu.