You are on page 1of 61

Tidak bisa kencing

Tn. M, umur 60 tahun datang ke klinik dengan keluhan sudah 1 hari tidak bisa kencing sama sekali. Sejak satu bulan terakhir, setiap BAK penderita selalu merasa tidak puas, terkadang disertai dengan mengedan, menetes pada akhir buang air kecil. Pasien juga merasakan sakit pada tulang pangggul. Dari pemeriksaan fisik didapatkan nyeri tekan pada tulang pelvis (+), rectal toucher: prostat membesar, keras, sulit digerakkan. Dokter kemudian memasang kateter dan didapatkan urin. Pada pemeriksaan USG trans rektal didapatkan gambaran lesi hipoechoic (+).

1

STEP 1

1) Lesi Hipoechoic Gambaran warna kehitaman pada pemeriksaan USG yang mengindikasikan adanya cairan, kista atau pendarahan. Area abnormal yang digambarkan oleh pencitraan USG dan berwarna hitam. Keadaan ini menunjukkan adanya cairan atau darah. Selain hipoechoic juga ada hiperechoic dan echoic. Hiperechoic berupa gambaran berwarna putih yang menunjukkan adanya jaringan padat atau kalsifikasi. Sedangkan echoic adalah warna abu-abu (peralihan warna hitam dan putih), echoic merupakan warna normal untuk organ tubuh.

2

STEP 2

1) Diagnosa banding dari kasus Tn. M? 2) Etiologi dari setiap diagnosa banding kasus Tn. M? 3) Manifestasi klinis dari setiap diagnosa banding kasus Tn.M? 4) Patofisiologi dari setiap diagnosa banding kasus Tn. M? 5) Pemeriksaan terhadap pasien? 6) Diagnosa pasti kasus Tn.M? 7) Penatalaksanaan kasus Tn. M? 8) Komplikasi yang mungkin terjadi?

3

Batu saluran kemih Batu saluran kemih dapat terbentuk akibat gangguan aliran urin. Obstruksi saluran kemih b. dehidrasi. infeksi saluran kemih. b. tetapi ada beberapa hipotesis yang menyebutkan bahwa hiperplasia prostat erat kaitannya dengan peningkatan kadar dihidrotestosteron (DHT) dan proses aging (menjadi tua). dan penyakit yang ada di dalam lumen (intraluminar) atau desakan dari lumen (ekstraluminar) saluran kemih. M? a. Diantaranya adalah: a) Teori dihidrotestosteron b) Teori ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron c) Teori interaksi stroma-epitel d) Teori berkurangnya kematian sel prostat e) Teori sel stem 4 . dan keadaankeadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). yaitu : faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. M? a. Batu saluran kemih c. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) d. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Penyebab pasti BPH belum diketahui.STEP 3 1) Diagnosa banding dari kasus Tn. Obstruksi saluran kemih Obstruksi saluran kemih bisa disebabkan oleh berbagai sebab. yakni karena penyakit bawaan (congenital) atau didapat (acquired). gangguan metabolik. c. BPH dan komplikasi e. Namun secara garis besar terdapat 2 faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih. Carcinoma prostat 2) Etiologi dari setiap diagnosa banding kasus Tn.

Carcinoma prostat Dugaan terjadinya Carcinoma Prostat karena adanya beberapa faktor berikut: a) Predisposisi genetik b) Pengaruh hormonal c) Diet d) Pengaruh lingkungan e) Infeksi 3) Manifestasi klinis dari setiap diagnosa banding kasus Tn. c) Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Keluhan yang terjadi pada BPH merupakan keluhan pada saluran kemih bagian bawah atau yang lebih dikenal dengan sebutan LUTS (Lower 5 . BPH yang terjadi lama dapat berimplikasi pada gangguan saluran kemih baik saluran kemih bagian atas maupun saluran kemih bagian bawah. jika ada infeksi Perasaan panas saat berkemih Urine keruh b) Batu saluran kemih Keluhan yang terjadi tergantung pada posisi. Biasanya keluhan yang paling dirasakan adalah keluhan nyeri pinggang. e. Terkadang juga didapatkan demam. timbul kecurigaan ke urosepsis. bisa berupa nyeri kolik ataupun bukan.d. Jika ini terjadi. BPH dan komplikasi Pada dasarnya penyebabnya adalah keadaan BPH yang cukup lama dan tidak mendapatkan penatalaksanaan yang adekuat. letak batu atau ukuran batu dan penyulit apa saja yang ada.M? a) Obstruksi saluran kemih Nyeri kolik pada pinggang yang menjalar sepanjang perjalanan ureter Hematuri mikroskopik Gejala gastrointestinal Demam dan menggigil.

dan fungsi tubulus distalis (DTF). baik struktur maupun fungsinya.atau hematuria. Perubahan itu dibagi menjadi tiga kurun waktu kritis. Pada stadium dini seringkali tidak ditemukan adanya gejala. Fase-fase tersebut memiliki pengaruh terhadap tekanan intarkalies. Ketiga waktu tersebut adalah: a) Fase I (akut) yang berlangsung 0 – 90 menit b) Fase II (pertengahan) yang berlangsung 2 – 5 jam c) Fase III (lanjut) yang berlangsung selama 24 jam Dan ada pula tambahan fase pasca obstruksi.Urinary Tract Symptom). M? a. Keadaan ini menandakan kanker telah menekan uretra 4) Patofisiologi dari setiap diagnosa banding kasus Tn. d) BPH dan komplikasi BPH dan komplikasi memiliki manifestasi yang sama dengan BPH hanya saja dengan penyerta lainnya. e) Carcinoma prostat Carcinoma prostat terbagi menjadi beberapa stadium. 6 . RBF. Bisanya gejala yang ditemukan adalah kesulitan miksi. yang disebut trifase obstruksi. Gejala baru muncul pada stadium lanjut. diantaranya ada 2 penyerta yang mengikuti keadaan BPH jika tidak ditangani dengan baik yaitu komplikasi terhadap vesica urinaria dan komplikasi pada ginjal dan ureter. Obstruksi saluran kemih Obstruksi saluran kemih akan menyebabkan kerusakan ginjal. Kerusakan itu tergantung pada: a) Lama obstruksi b) Derajat obstruksi c) Unilateral atau bilateral d) Adanya infeksi yang menyertai Selain itu ada perubahan yang terjadi pada berbagai variabel saat obstruksi berlangsung. GFR. LUTS terdiri dari gejala obstruktif dan gejala iritatif. nyeri miksi.

Batu urin terdiri dari dua komponen. Dan juga diketahui ginjal harus menghemat air tetapi juga harus mengeskresikan materi yang mempunyai kelarutan yang rendah. menyebabkan terjadinya kristalisasi yang kemudian berkembang dan bersatu membentuk batu. Batu saluran kemih Batu saluran kemih biasanya terjadi akibat gangguan keseimbangan antara bahan pembentukan batu dengan faktor penghambat. diantaranya adalah: 1) Teori pembentukan inti sel (nukleasi) 2) Teori supersaturasi 3) Teori presipitasi-presipitasi 4) Teori berkurangnya faktor penghambat c. yaitu komponen kristal dan komponen matrik. magnesium dan sitrat). asam urat. Selain itu ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan tentang pembentukan batu. oksalat dan sistin) karena tingkat ekskresi yang berlebihan dan atau karena penghematan air yang ekstrim dan juga zat protektif terhadap kristalisasi kurang sempurna atau menurun (seperti. Masalahnya sampai seberapa luas kejadian batu berkurang dengan fakta adanya bahan yang terkandung di urin yang menghambat kristalisasi garam kalsium dan yang lainnya yang mengikat kalsium dalam komplek larut. iklim dan aktifitas. kalsium. Kedua keperluan yang berlawanan dari fungsi ginjal tersebut harus dipertahankan keseimbangannya terutama selama penyesuaian terhadap kombinasi diet. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dan komplikasinya 7 . pirofosfat. Dengan demikian terlihat bahwa keseimbangan antara faktor penghambat dengan faktor pembentuk sangat berpengaruh terhadap pembentukan batu urin ini. Bila urin menjadi sangat jenuh dengan bahan yang tidak larut (seperti.b.

Atas G3 ekskresi urin 8 .usia Interaksi stroma – epitel hormon DHT Teori stem cell hiperplasia prostat Penyempitan lumen uretra posterior Tekanan intravesikal ↑ Resistensi pada leher buli-buli otot detrusor menebal Fase kompensasi Detrusor melemah Dekompensasi detrusor Tidak mampu berkontraksi Retensi urin Hidronefrosis Disfungsi sel kemih bag.

Sel normal dapat menjadi sebuah sebuah sel kanker. setiap tindakan perlindungan sel abnormal. Autosom c. Tetapi yang perlu diketahui adalah sel kanker tidak menyerang massa sel. Biologi d. Psikologis 9 . diantaranya adalah: a. tidak menutup kemungkinan satu Dari setiap sel baru yang terbentuk mempunyai sifat mutasi yang selanjutnya berkembang menjadi kanker. meskipun pada stadium akhir kanker. Ada beberapa sifat sel kanker diantaranya adalah: a. Tidak menjalankan fungsi normal sel Mutasi sel yang membentuk sel kanker. Tidak mengenal koordinasi dan diluar batas kewajaran sel f. Makanan c. berasal dari rangkaian DNA kromosom didalam setiap sel yang mengalami replikasi dengan diawali oleh proses mitosis. dan karena adanya proses pengoreksian terhadap hasil replikasi. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya mutasi itu. Carcinoma prostat Setiap kanker mulai dengan sebuah sel. Polymorph b. Amoeboid e. Merusak sel normal disekitarnya d. tubuh dapat mengandung berbiliun sel kanker dan semuanya itu adalah keturunan sel pendahulunya. apabila antibody tubuh tidak dapat mencegah perkembangannya. Lingkungan b. Jadi semua sel kanker metastis maupun pada tumor merupakan sebuah klon. Proses pengoreksian ini akan memotong dan memperbaiki sistem rangkaian DNA yang abnormal sebelum terjadi proses mitosis.d. Namun.

yaitu: pemeriksaan colok dubur. dapat dilakukan dengan menekan daerah yang dicurigai. c. Pemeriksaan fisik Dapat dilakukan mulai dari inspeksi. Inspeksi dilakukan untuk melihat adanya bekas luka trauma pada daerah yang dicurigai. Pemeriksaan laboratorium terdiri dari: a) Urinalisis rutin b) PSA Pemeriksaan radiologi terdiri dari: a) Foto polos abdomen b) BNO-IVP c) Systocopy d) Systografi e) USG f) CT Scan g) MRI 10 .5) Pemeriksaan terhadap pasien? a. Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang biasanya terdiri dari pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan radiologis. Terutama dilakukan jika ditemukan gejala LUTS. perkusi. Palpasi untuk merasakan nyeri. Apakah terjadi obstruksi saluran kemih? Apakah terjadi di saluran kemih bagian atas atau saluran kemih bagian bawah? b. pemeriksaan fisik dilakukan sesuai dengan manifestasi klinis dan diagnosa banding yang terlah dipikirkan sebelumnya. hingga auskultasi. Dilanjutkan dengan perkusi dan auskultasi. ada pemeriksaan fisik tambahan yang rutin dilakukan. Pada pemeriksaan fisik traktus urogenitalia. Anamnesis Menanyakan apa yang dikeluhkan oleh pasien. Untuk mengidentifikasi lebih dalam lagi mengenai keluhan pasien. palpasi.

. 8) Komplikasi yang mungkin terjadi? Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari pemberian terapi baik dengan menggunakan radiasi maupun pembedahan berupa : 11 . Dan merasakan sakit pada tulang pangggul. dapat dilakukan observasi saja. Pemeriksaan penunjang : USG trans rektal didapatkan gambaran lesi hipoechoic (+). tergantung kepada stadiumnya:  Pada stadium awal bisa digunakan prostatektomi (pengangkatan prostat) dan terapi penyinaran. Pemeriksaan fisik : Nyeri tekan pada tulang pelvis (+) Rectal toucher: prostat membesar. M (60 tahun) Sejak 1 hari yang lalu. setiap BAK penderita selalu merasa tidak puas. Jika pertumbuhan kanker lambat. sulit digerakkan. terkadang disertai dengan mengedan. keras.M? Anamnesa: Tn. Sejak 1 bulan terakhir.6) Diagnosa pasti kasus Tn. Tindakan dokter : pemasangan kateter dan didapatkan urin.  Jika kanker telah menyebar. Pilihan pengobatan bervariasi. bisa dilakukan manipulasi hormonal (mengurangi kadar testosteron melalui obat-obatan maupun pengangkatan testis) atau kemoterapi. Diagnosa pasti  Karsinoma Prostat 7) Penatalaksanaan kasus Tn. menetes pada akhir buang air kecil. tidak bisa kencing sama sekali. M? Pengobatan yang tepat untuk kanker prostat masih diperdebatkan.

dll 12 .- Gangguan ereksi (impotensi) Perdarahan post operasi Anastomosi striktur pada perineal prostatectomy Urocutaneus fistula (perineal prostatectomy) Hernia perineal (Perineal prostatectomy).

M? a. Batu saluran kemih c. Etiologi obstruksi saluran kemih dapat dilihat pada tabel dibawah: 13 . Carcinoma prostat 2) Etiologi dari setiap diagnosa banding kasus Tn. M? a. BPH dan komplikasi e. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) d. Obstruksi saluran kemih sebelah atas mengakibatkan kerusakan saluran kemih (ureter dan ginjal) pada sisi yang terkena. Obstruksi saluran kemih Obstruksi saluran kemih bisa disebabkan oleh berbagai sebab.STEP 4 1) Diagnosa banding dari kasus Tn. yakni karena penyakit bawaan (congenital) atau didapat (acquired). tetapi obstruksi di sebelah bawah akan berakibat pada kedua sistem saluran kemih sebelah atas (bilateral). dan penyakit yang ada di dalam lumen (intraluminar) atau desakan dari lumen (ekstraluminar) saluran kemih. Obstruksi saluran kemih b.

sedangkan daerah Bantu di Afrika Selatan hampir tidak dijumpai penyakit batu saluran kemih. Secara epidemiologis.b. oksalat. Iklim dan temperatur 3. umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun 3. geografi : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi daripada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stone belt (sabuk batu). Batu saluran kemih Pembentukan batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin. dehidrasi. Pekerjaan: penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life. dapat meningkatkan insiden batu saluran kemih 4. infeksi saluran kemih. antara lain adalah: 1. dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap. 2. 14 . Faktor itu meliputi: a) faktor instrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh seseorang . Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. herediter (keturunan) : Penyakit ini diturunkan dari orang tuanya 2. 5. terdapat beberapa faktor yang mempermudah terjadinya batu saluran kemih pada seseorang. antara lain adalah: 1. gangguan metabolik. jenis kelamin : jumlah pasien lelaki tiga kali lebih banyak dibandingkan jumlah pasien wanita b) faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan disekitarnya. Diet: diet banyak purin. dan kalsium mempermudah terjadinya penyakit batu saluran kemih.

DHT dihasilkan dari reaksi perubahan testosteron oleh enzim 5 alpha – reductase di prostat dengan bantuan koenzim NADPH. Tetapi pada BPH terjadi perubahan rasio akibat penurunan kadar testosteron. diantaranya adalah sebagai berikut: a) Teori dihidrotestosteron Dihidrotestosteron (DHT) adalah metabolit androgen yang sangat penting pada pertumbuhan sel kelenjar prostat. Pada berbagai penelitian dikatakan bahwa kadar DHT pada BPH tidak jauh berbeda dengan kadarnya pada prostat normal.c. Hal ini berimplikasi pada rasio estrogen – testosteron. semakin menurun pula kadar testosteron. hanya saja pada BPH lebih banyak terjadi aktivasi enzim 5 alpha – reductase dan peningkatan jumlah reseptor androgen. b) Teori ketidakseimbangan antara estrogen-testosteron Semakin tua usia. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Penyebab pasti terjadinya hiperplasia prostat belum diketahui. testosteron dan estrogen berada pada keadaan keseimbang. Karenanya. namun ada beberapa hipotesis yang berkembang. Terlihat bahwa kadar estrogen meningkat padahal sebenarnya kadar estrogen tersebut relatif tetap. Growth factor inilah yang menstimulasi pertumbuhan sel prostat. sehingga estrogen lebih mendominasi. DHT yang terbentuk akan berikatan dengan reseptor androgen (RA) yang membentuk komplek DHT-RA pada inti sel untuk selanjutnya dilakukan sintesis protein growth factor. 15 . BPH lebih sensitif terhadap DHT dibandingkan prostat normal. Dalam keadaan normal.

Dominasi estrogen pada pria berdampak buruk pada prostat karena estrogen berperan dalam terjadinya proliferasi sel-sel prostat dengan cara:    Meningkatkan sensitifitas sel-sel prostat terhadap rangsangan androgen Meningkatkan jumlah reseptor androgen Menurunkan jumlah kematian sel-sel prostat (apoptosis) Hasil akhir dari dominasi estrogen ini adalah sel prostat yang telah ada memiliki umur yang lebih panjang sehingga massa prostat menjadi lebih besar. c) Teori interaksi stroma-epitel Sel stroma mendapatkan stimulasi dari DHT dan estradiol untuk mensintesis suatu growth factor yang selanjutnya mempengaruhi selsel stroma itu sendiri secara intrakrin atau autokrin. dimulai 16 . Dimana pertumbuhan sel baru seimbang dengan kematian sel tua prostat. Stimulasi tersebut menyebabkan proliferasi dari sel-sel stroma maupun epitel. d) Teori berkurangnya kematian sel prostat Sebenarnya. serta mempengaruhi sel epitel juga secara parakrin. Nantinya proses apoptosis ini akan mengalami proses sebagaimana mestinya. apoptosis merupakan mekanisme fisiologik untuk mempertahankan homeostasis kelenjar prostat.

e) Teori sel stem Sel stem merupakan sel yang memiliki kemampuan proliferasi sangat ekstensif. fragmentasi dan fagositosis oleh lisosom atau makrofag.dari proses piknoti. Dimana proses apoptosis dihambat karena adanya hormon androgen dan estrogen. Meski hal ini masih belum pasti. sehingga terjadilah peningkatan sintesis sel baru baik di stroma maupun di epitel. d. kondensasi. keadaan apoptosis tidak seimbang dengan pertumbuhan sel baru. Pada BPH terjadi peningkatan kadar androgen. Fungsi sel stem dipengaruhi oleh hormon androgen. jika kadar androgen menurun makan makin banyak apoptosis yang terjadi. Dengan adanya sel stem ini maka memungkinkan pula pertumbuhan sel-sel baru untuk mengganti sel yang mengalami apoptosis. Pada BPH. Sehingga sel prostat tua hidup lebih lama dan massa prostat pun bertambah. diduga hormon androgen berpengaruh dalam menghambat proses apoptosis dan hormon estrogen diduga berperan dalam memperpanjang usia selsel prostat. BPH dan komplikasi 17 .

Jika hal ini terus berlangsung maka akan terjadilah hidroureter dan berlanjut menjadi hidronefrosis hingga pada akhirnya mencapai puncak gagal ginjal. Keadaan ini menyebabkan penderita BPH merasakan keluhan pada saluran kemih bagian bawah atau Lower Urinary Tract Symptom (LUTS). dan divertikel vesica urinaria. BPH yang terjadi lama dapat berimplikasi pada gangguan saluran kemih baik saluran kemih bagian atas maupun saluran kemih bagian bawah. Tekanan pada kedua muara ureter ini menyebabkan timbulnya aliran balik urin ke ureter yang disebut sebagai refleks vesico-ureter. diantaranya adalah sebagai berikut: a) Predisposisi genetik Resiko menderita kanker prostat pada pria yang saudara laki-lakinya menderita kanker prostat adalah 2 kali dari pria normal.BPH dan komplikasi. Carcinoma prostat Ada beberapa faktor yang diduga berpengaruh dalam timbulnya carcinoma prostat. Saluran kemih bagian atas juga terkena imbas karena peningkatan tekanan intravesica karena tekanan tinggi ini diteruskan ke segala arah. Keadaan ini jika terus berlangsung akan terbentuk selula. sakula. Pada dasarnya penyebabnya adalah keadaan BPH yang cukup lama dan tidak mendapatkan penatalaksanaan yang adekuat. b) Pengaruh hormonal 18 . Pembesaran prostat menyebabkan terjadinya penyempitan uretra pars prostatica sehingga mengganggu aliran urin untuk keluar dari vesica urinaria. Keadaan ini menyebabkan vesica urinaria melakukan kompensasi dengan cara berkontraksi lebih kuat dari biasanya untuk mendorong urin. termasuk ke muara kedua ureter. e. Sedangkan resiko menderita kanker prostat pada pria dengan ayah dan saudara laki-lakinya menderita kanker prostat adalah 5 kali dari pria normal. Tekanan vesica urinaria menjadi semakin meningkat dan otot detrusor mengalami hipertrofi dan terbentuk pula jaringan trabekula (trabekulasi).

daging. selenium (terdapat pada ikan laut. d) Pengaruh lingkungan Prevalensi kanker prostat tinggi pada bangsa Afro-Amerika yang berkulit hitam daripada bangsa kulit putih. beta karoten. dan vitamin E. Pada penelitian lain didapatkan bahwa bangsa Asia (China dan Jepang) lebih sedikit menderita penyakit ini. biji-bijian). daging merah. Namun mereka yang pindah ke Amerika mendapatkan kemungkinan menderita penyakit lebih besar daripada mereka yang tetap tinggal di negara asalnya. susu yang berasal dari binatang. isoflavon atau fitoestrogen yang banyak terdapat pada kedelai. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh lingkungan dan kebiasaan hidup sehari-hari juga beroeran dalam patogenesis penyakit ini. jika ada infeksi Perasaan panas saat berkemih Urine keruh 19 .c) Diet Diet yang banyak mengandung lemak. e) Infeksi 3) Manifestasi klinis dari setiap diagnosa banding kasus Tn. likofen (antioksidan yang banyak terdapat pada tomat).M? a) Obstruksi saluran kemih Nyeri kolik pada pinggang yang menjalar sepanjang perjalanan ureter Hematuri mikroskopik Gejala gastrointestinal Demam dan menggigil. dan hati diduga meningkatkan kejadian kanker prostat. Namun ada pula beberapa nutrisi yang diduga dapat menurunkan resiko kanker prostat diantaranya adalah vitamin A.

Ukuran batu juga mempengaruhi manifestasi klinis. Perbedaan nyeri ini terutama dirasakan jika batu berada di ureter. Peningkatan peristaltik ini ternyata berdampak pada peningkatan tekanan intraluminal sehingga terjadilah peregangan dari terminal saraf yang memberikan sensasi nyeri. letak batu atau ukuran batu dan penyulit apa saja yang ada. akan merasakan nyeri sepanjangan garis horizontal vertebrae thoracal 10 (V. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: Batu terletak di ureter proksimal. Karenanya perlu dilakukan pemeriksan laboratorium. Terkadang hematuria dapat menjadi keluhan pasien akibat adanya trauma pada saluran kemih yang disebabkan oleh batu. 10) Batu terletak di ureter tengah. saat dimana ureter menyilang vasa iliaka. Nyeri yang timbul dapat berbeda berdasarkan letak batu. dan saat ureter masuk ke dalam vesica urinaria. Batu terletak di ureter distal.b) Batu saluran kemih Keluhan yang terjadi tergantung pada posisi. Sehingga nyeri dirasakan menyebar hingga ke skrotum. maka akan merasakan nyeri mengikuti alur syaraf vertebrae lumbal 2 hingga 4 (V. bisa berupa nyeri kolik ataupun bukan. 2-4). Sedangkan nyeri non-kolik terjadi akibat peregangan kapsul ginjal karena hidronefrosis atau infeksi pada ginjal. Hal ini dimaksudkan untuk mengeluarkan batu yang menyumbat jalannya urin. 20 . Hematuria yang ditemukan tidak hanya makroskopik tetapi juga hematuria mikroskopik. 2-3). Nyeri kolik terjadi karena adanya aktivitas peristaltik otot polos sistem kaliks ataupun ureter yang mengalami peningkatan.L. maka akan terasa nyeri di sepanjang alur syaraf vertebrae sakral 2 dan 3 (V. Biasanya keluhan yang paling dirasakan adalah keluhan nyeri pinggang.T. Sehingga nyeri dirasakan menyebar dari pinggang hingga ke paha. Batu yang berukruan kecil kemungkinan dapat keluar dengan spontan setelah melalui hambatan di uretero-pelvik.S.

Iritasi (Storage) adalah gejala urgensi. BPH mengganggu vesica urinari. Obstruksi (Voiding) adalah intermitency. urin pancaran lemah. Sehingga mesti segera ditemukan kelainan anatomik pada saluran kemih yang mendasari timbulnya urosepsis. timbul kecurigaan ke urosepsis. obstruksi dan iritasi adalah istilah lama. disuria. dribbling. Sebenarnya. Jika ini terjadi. d) BPH dan komplikasi Keadaan BPH yang berkelanjutan tanpa adanya penanganan atau akibat penanganan yang tidak adekuat. 21 . BPH akan menyebabkan gangguan pada saluran kemih bagian atas dan saluran kemih bagian bawah. hesitansi. Hal ini terjadi karena obstruksi di uretra menyebabkan urin tidak bisa keluar dengan sempurna sehingga menyebabkan vesica urinari untuk terus melakukan kontraksi otot detrusor agar urin menjadi lebih terdorong keluar. Pada salurna kemih bagian bawah. Akibatnya otot vesica urinari semakin bekerja keras sehingga teradilah hipertrofi m. Jika hal ini berlangsung terus menerus maka akan berlangsunglah proses trabekulasi berlanjut menjadi selula lalu akan terjadilah divertikel vesica urinari. sekarang dikenal dengan nama voiding (pengeluaran) dan storage (penyimpanan). frekuensi. Keadaan ini menjadi tanda kegawatdaruratan urologi. Tahanan tersebut membuat tekanan intraluminal vesica urinari menjadi semakin meningkat. nokturia. Detrusor. c) Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) BPH memiliki gejala iritatif dan obstruktif yang merupakan LUTS (Lower Urinary Tract Symptom). Pada intinya adalah mendorong tahanan urin oleh uretra yang menyempit karena penekanan prostat. Pada akhirnya.Terkadang juga didapatkan demam.

lama kelamaan urin akan sampai di ginjal dan menyebabkan hidronefrosis. tekanan hidrostatik intraureter dan intra pelvis pada saat istirahat adalah 0 – 10 cm H2O. Tetapi jika ditemukan gejala seperti kesulitan miksi. Pengaruh dari ketiga fase tersebut adalah sebagai berikut: a) Tekanan hidrostatik sistem pelvikalis Pada keadaan normal. Ketiga fase tersebut disebut trifase obstruksi. 22 .Tekanan tinggi di dalam vesica urinari mengalami penyebaran yang merata sehingga sampai juga di muara ureter. 4) Patofisiologi dari setiap diagnosa banding kasus Tn. Terjadi pula peningkatan tekanan ureter sehingga menyebabkan refluks vesiko-ureter. M? a. Yakni dirasakan adanya nodul dan keras. ini mengindikasikan bahwa kanker telah menekan prostat. Manifestasi lain dari kanker prostat adalah adanya keluhan buang air besar. Biasanya ditemukan pada saat skrining atau saat pemeriksaan BPH ketika melakukan colok dubur (Rectal Toucher). baik kiri maupun kanan. sedangkan pada saat pengaliran urin adalah 20 dan 60 cm H2O karena adanya tekanan peristaltik. Urin berkumpul di ureter dan menyebabkan hidroureter. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh penekanan kanker prostat ke rectum. Selain itu juga kanker prostat bisa invasi ke tulang sehingga menimbulkan fraktur. Obstruksi saluran kemih Ada tiga fase obstruksi yang mempengaruhi berbagai variabel saat obstruksi terjadi. Pada tahap akhir akan terjadi gagal ginjal. nyeri saat miksi atau hematuria. e) Carcinoma prostat Kanker prostat stadium dini seringkali tidak menunjukkan adanya gejala berbeda dengan stadium lanjut. Karenanya kanker prostat ini seringkali tidak terdeteksi.

sejalan dengan keadaan diuresis. Kenaikan tekanan tersbeut akan ditransmisikan balik ke dalam lumen tubulus. Kenaikan tekanan tidak berlanjut lama. Jika obstruksi berlangsung lebih lama. Setelah 1 minggu obstruksi unilateral. d) Fungsi tubulus distal (DTF) Pada obstruksi akut. Penurunan tekanan tersebut disebabkan oleh  Kenaikan dilatasi pelvis renalis sebagai bagian dari sistem komplians otot polos saluran kemih (sesuai dengan hukum Fisika Lapalace. GFR menurun hingga 20% dari nilai pre-produksi. terjadi vasokontriksi yang biasanya dimediasi oleh tromboksan A2.Pada obstruksi akut. kemudian diikuti oleh penurunan tekanan secara perlahan-lahan. reabsorbsi garam bertambah. b) Aliran darah ginjal (RBF) Pada fase awal obstruksi akut. tetapi akan dikompensasi dengan meningkatnya GFR sisi lain menjadi 165%. yakni tekanan di dalam suatu sistem akan menurun sebagai bagian dari kenaikan volume sistem)   Penurunan aliran darah ke ginjal atau renal blood flow (RBF) dan laju filtrasi glomerulus (FGR) Aliran balik (backflow) pielolimfatik dan pielovenus. yang diinduksi oleh prostaglandin E2. Pembentukan cairan berkurang. RBF meningkat perlahan-lahan terutama pada korteks sebelah dalam dan daerah kortiko-medular. aliran urin menjadi lambat sehingga kolum cairan yang diteruskan ke nefron distal berkurang. terjadi kenaikan tekanan intraureter dan intrarenal yang terjaid secara mendadak. Hal ini disebabkan karena vasodilatasi. dan tubulus menjadi tidak responsif terhadap hormon antidiuretik sehingga ginjal tidak 23 . sehingga menimbulkna efek penurunan RBF yang bermakna. yakni mencapai 40-70% dari harga normal dalam 24 jam. c) Rerata laju filtrasi glomerulus (GFR) Penurunan RBF dengan sendirinya akan menurunkan GFR.

memacu batu kalsium oksalat. Kristal-kristal yang saling mengadakan presipitasi membentuk inti batu (nukleasi) yang kemudian akan mengadakan agregasi. Kristal-kristal tersebut tetap berada dalam keadaan metastable (tetap terlarut) dalam urin jika tidak ada keadaan-keadaan tertentu yang menyebabkan terjadinya presipitasi Kristal. Secara teoritis batu dapat terbentuk di seluruh saluran kemih terutama pada tempat-tempat yang sering mengalami hambatan aliran urin (stasis urin). karena komposisi batu dipakai sebagai landasan untuk menelusuri etiologi penyakit batu saluran kemih. Batu saluran kemih Komposisi batu yang ditemukan pada seseorang perlu ditentukan. Untuk itu agragat kristal menempel ada epitel saluran kemih (membentuk 24 . Pembentukan batu saluran batu kemih memerlukan keadaan supersaturasi dalam pembentukan batu.dapat memproduksi urine yang pekat. striktura. dan beban solut termasuk nitrogen ini dikirim ke nefron yang akan menjadikan nefron (tubuli) lebih tidak mampu dalam fungsi pemekatan urine. Batu terdiri atas kristal-kristal yang tersusun oleh bahan-bahan organik maupun anorganik yang terlarut didalam urin. Batu kalsium oksalat dengan inhibor sitrat dan glikoprotein. Inhibor pembentukan batu dijumpai dalam air kemih normal. Adanya kelainan bawaan pada pelvikalis (stenosis uretero-pelvis). Beberapa promotor (rekatan) dapat memacu pembentukan batu sepeti asam urat. 2003). Hal ini menghasilkan urine yang sangat encer dengan kandungan natrium tinggi. Penurunan GFR menyebabkan terjadinya retensi nitrogen. yaitu pada sistem kalises ginjal atau buli-buli. b. Meskipun ukurannya cukup besar. agregat Kristal masih rapuh dan belum cukup mampu membuntu saluran kemih. divertikel. dan buli-buli neurigenk merupakan keadaan-keadaan yang memudahkan terjadinya batu (Purnomo. obstruksi infravesika kronis seperti BPH. dan menarik bahan-bahan lain sehingga akan mejadi bahan yang lebih besar.

batu sistein. Batu campuran oksalat kalsium dan fosfat biasanya juga idiopatik. atau adanay korpus alienum di dalam saluran kemih yang bertindak sebagai inti batu. batu xantin.retensi Kristal). membentuk batu kalsium oksalat dan kalsium fosfat. adanya koloid di dalam urin. Dalam hal ini misalkan batu asam urat mudah terbentuk dalam suasana asam. Komposisi batu saluran kemih yang dapat ditemukan adalah dari jenis asam urat. sistein dan xantin. Kristalografi radiografik merupakan cara yang dianggap paling baik ditinjau dari segi kesederhanaan dan ketepatannya. yaitu kualitatif. Batu oksalat kalsium kebanyakan merupakan batu idiopatik. cara kualitatif dengan metode kromatografik dan autoanalisis. fosfat. Batu fosfat dan kalsium kadang disebabkan hiperkalsiuria (tanpa hiperkalsemia). oksalat. laju aliran urin di dalam saluran kemih. Lebih dari 80% batu saluran kemih terdiri atas batu kalsium. diantaranya berkaitan dengan sindroma alkali atau kelebihan vitamin D. spektroskopi infra merah. ph larutan. Juga cara instrumental melalui kristalografi radiografik. konsentrasi solute di dalam urin. Analisa batu dapat dilakukan secara kimiawi. baik yang berikatan dengan oksalat maupun dengan fosfat. dan dari sini bahan-bahan lain diendapkan pada agregat itu sehingga membentuk batu yang cukup besar untuk membuntu saluran kemih. dan batu jenis lainnya. sedangkan batu magnesium ammonium fosfat terbentuk karena urin bersifat basa . Kondisi Metastabel dipengaruhi oleh suhu. Cara lain ialah optik dengan diseksi mikroskopik binokuler dengan mikroskop petrografik. batu magnesium ammonium fosfat (batu infeksi).sedangkan sisanya berasal dari batu asam urat. Batu fosfat amonium magnesium didapatkan pada infeksi kronik yang disebabkan 25 . Meskipun pathogenesis pembentukan batu-batu diatas hampir sama. tetapi suasana didalam saluran kemih yang memungkinkan terbentuknya jenis batu itu tidak sama. termoanalitik dan mikroskopi elektron.

Batu asam urin disebabkan hiperuremia pada artritis urika. Demikian pula telor sistosoma kadang berupa nidus batu.bakteri yang menghasilkan urease sehingga urin menjadi alkali karena pemecahan ureum. Batu urat pada anak terbentuk karena pH urin rendah. infeksi dan benda asing. Faktor ini mengakibatkan oliguria dengan urin yang mengandung kadar tinggi asam urin dan ikatan kimia lain. Misalnya batu urat pada anak di negara yang sedang berkembang. Faktor lain ialah imobilisasi lama pada penderita cedera dengan fraktor multiple atau paraplegi yang menyebabkan dekalsifikasi tulang dengan peningkatan ekskresi kalsium dan stasis. Batu idioptik disebabkan oleh pengaruh berbagai faktor. Pada kebanyakan penderita batu kemih ditemukan penyebab yang jelas. artritis urika dan sistinuria. Infeksi. stasis dan litiasis merupakan faktor yang saling memperkuat sehingga terbentuk lingkaran setan atau disebut sirkulus visiosus. hiperkalsiuria. 26 . Pada sebagian kecil pemderita batu kemih didapatkan kelainan kausal yang menyebabkan ekskresi kelebihan bahan dasar batu seperti yang terjadi pada hiperparatiroidisme. sehingga presipitasi batu mudah terjadi. Faktor yang memegang peran kausal ialah dehidrasi dan gastroenteritis. Faktor predisposisi berupa stasis. Jaringan abnormal atau mati sepeti pada nekrosis papilla di ginjal dan benda asing mudah menjadi nidus dan inti batu.

Komposisinya terutama terdiri protein. Teori inti matrik : Pembentukan batu saluran kemih membutuhkan adanya substansi organik sebagai pembentuk inti. secara umum dengan kisaran 2-10% dari berat batu. kristal.batu urin terdiri dari 2 komponen. perkembangan dan aggregasi melibatkan komponen kristal Pembentukan inti (nukleasi) mengawali proses pembentukan batu dan mungkin dirangsang oleh berbagai zat termasuk matrik protein. Bagaimana peranan matrik dalam mengawali pembentukan batu tidak diketahui. dengan sejumlah kecil hexose dan hoxosamine. 27 . bervariasi sesuai tipe batu. b) Komponen mineral Komponen matrik dari batu urin adalah bahan non kristal. Tahapan pembentukan batu yaitu: nukleasi. Mungkin matrik bertindak sebagai nidus untuk agregasi kristal atau sebagai lem untuk perekat komponen kristal kecil dan dengan demikian menghalangi sedikit turunnya melalui saluran kemih. banyak penderita batu dimana koleksi urin 24 jam secara komplit normal. benda asing dan partikel jaringan lainnya. dimana dikatakan bahwa batu tidak selalu terbentuk pada pasien dengan hiperekresi atau mereka dengan resiko dehidrasi. yaitu: a) Komponen kristal Batu terutama terdiri dari komponen kristal. Ini sering terlihat pada kristal asam urat yang mengawali pembentukan batu kalsium oksalat. Teori ini mengatakan bahwa pembentukan batu berasal dari kristal atau benda asing yang berada dalam urin yang pekat. Tambahan. Substansi organik terutama mukoprotein A mukopolisakarida yang akan mempermudah kristalisasi dan agregasi substansi pembentuk batu. Teori ini ditentang oleh beberapa argumen. Beberapa teori pembentukan batu adalah sebagai berikut: 1) Teori pembentukan inti. Kristal dari satu tipe dapat sebagai nidus untuk nukleasi dari tipe lain.

membentuk garam magnesium oksalat sehingga jumlah oksalat yang akan berikatan dengan kalsium (Ca2+) untuk membentuk kalsium oksalat menurun.2) Teori supersaturasi : peningkatan dan kejenuhan substansi pembentukan batu dalam urin seperti sistin. maupun menghambat retensi kristal. Ion magnesium (Mg2+) dikenal dapat menghambat pembentukan batu karena jika berikatan dengan oksalat. asam urat. Glikosaminoglikan (GAG) 2. akan memudahkan terbentuknya batu di dalam saluran kemih. sitrat. 28 . pirofosfat. asam mukopolisakarida dalam urin akan mempermudah pembentukan batu urin. dan sebaliknya mereka yang memiliki faktor penghambat berlimpah membentuk batu. Beberapa protein atau senyawa organik lain mampu bertindak sebagai inhibitor dengan cara menghambat pertumbuhan kristal. xastin. pirofosfat. Senyawa itu antara lain : 1. Di dalam urin yang asam akan mengendap sistin. Urine orang normal mengandung zat penghambat pembentuk kristal. polifosfat. kalsium oksalat mempermudah terbentuknya batu. Osteopostin. Jika kadar salah satu atau beberapa zat itu berkurang. menghambat agregasi kristal. mukoprotein dan beberapa peptida. asam urat. Kejenuhan ini juga sangat dipengaruhi oleh pH dan kekuatan ion 3) Teori presipitasi-kristalisasi : Perobahan pH urin akan mempengaruhi solubilitas subst ansi dalam urin. xastin. Protein Tamm Horsfall (THP) / uromukoid 3. sedang didalam urin yang basa akan mengendap garam-garam fosfat 4) Teori berkurangnya faktor penghambat : Mengatakan bahwa tidak adanya atau berkurangnya substansi penghambat pembentukan batu seperti fosfopeptida. antara lain : magnesium. Nefrokalsin 4. Teori ini tidaklah benar secara absolut karena banyak orang yang kekurangan zat penghambat tak pernah menderita batu.

Komponen mekanik ini berhubungan dengan adanya pembesaran kelenjar periuretra yang akan mendesak uretra pars prostatika sehingga terjadi gangguan aliran urine (obstruksi infra vesikal) sedangkan komponen dinamik meliputi tonus otot polos prostat dan kapsulnya. Stimulasi pada alpha adrenergik reseptor akan menghasilkan kontraksi otot polos prostat ataupun kenaikan tonus. Untuk mengatasi resistensi uretra yang meningkat. Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan oleh pasien sebagai keluhan pada saluran kemih sebelah bawah atau lower urinary tract symptom (LUTS) yang dahulu dikenal dengan gejala-gejala prostatismus1. sakula. trabekulasi. Selanjutnya hal ini akan menyebabkan sumbatan aliran kemih. otot detrusor masuk ke dalam fase dekompensasi dan akhirnya tidak mampu lagi untuk berkontraksi sehingga terjadi retensi urin. oksalat dan protein) yang mana ini dapat menimbulkan pembentukan kristal diurin). c. otot-otot detrusor akan berkontraksi untuk mengeluarkan urine. Dengan semakin meningkatnya resistensi uretra. yang juga tergantung dari beratnya obstruksi oleh komponen mekanik. dan divertikel buli-buli. Tekanan pada kedua muara ureter ini 29 . nan dan resistensi uretra. Komponen dinamik ini tergantung dari stimulasi syaraf simpatis. yang merupakan alpha adrenergik reseptor. terbentuknya selula. Fase penebalan otot detrusor ini disebut fase kompensasi. natrium. Tekanan intravesikal yang semakin tinggi akan diteruskan ke seluruh bagian buli-buli tidak terkecuali pada kedua muara ureter. kalsium. Kontraksi yang terus-menerus ini menyebabkan perubahan anatomik dari buli-buli berupa hipertrofi otot detrusor. Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) dan komplikasinya Pada BPH terdapat dua komponen yang berpengaruh untuk terjadinya gejala yaitu komponen mekanik dan komponen dinamik.5) Teori lain adalah : Berkurangnya volume urin : Kekurangan cairan akan menyebabkan peningkatan kosentrasi zat terlarut (misal.

BPH 30 . hidronefrosis. bahkan akhirnya dapat jatuh ke dalam gagal ginjal. d.dapat menimbulkan aliran balik urin dari buli-buli ke ureter atau terjadi refluks vesico-ureter. Keadaan ini jika berlangsung terus akan mengakibatkan hidroureter.

yang berubah menjadi kapsel yang membatasi pertumbuhan tumor. semaunya sendiri. sedang pada tumor ganas berupa kapsel palsu (pseudokapsul). terlepas dari kendali pertumbuhan normal sehingga terbentuk suatu tumor (benjolan) yang terpisah dari bagian tubuh normal. maskipun pada stadium akhir kanker. badan dapat mengandung berbiliun sel kanker dan semuanya itu adalah keturunan sebuah sel pendahulunya. Setiap kanker mulai dengan sebuah sel. Kejadian apapun yang mengalihkan sebuah sel normal menjadi sebuah sebuah sel kanker. Kanker merupakan suatu kegagalan morfogenesis normal dan dan kegagalan difrensiasi normal. sehingga kapsel itu dapat ditembus atau diinfiltrasi oleh sel kanker 4. Perbedaan sel kanker dengan sel normal terletak pada sifat sel kanker yang tidak pernah berhenti membelah. Mendesak dan merusak sel-sel normal disekitarnya Sel-sel tumor itu mendesak (ekspansif) sel-sel normal disekitarnya. 3. artinya pertumbuhan kanker tidak dapat dikendalikan dan tidak pernah memperoleh struktur normal serta fungsi khas jaringan tempat sel kanker tumbuh. Tumbuh autonom Sel kanker itu tumbuh terus tanpa batas (immortal).e. Carcinoma prostat Kanker adalah suatu proliferasi sel sel yang tidak dapat diatur. Dapat bergerak sendiri (amoeboid) 31 . Sel kanker tidak menyerang massa sel. maka dapat dibuat diagnosa patologi kanker. 2. Tingkat poliferasi antara sel kanker berbeda beda antara satu dengan yang lainnya. sifat sel kanker adalah : 1. Jadi semua sel kanker metastis maupun pada tumor merupakan sebuah klon. liar. Pada tumor jinak kapsel itu berupa kapsel sejati yang memisahkan gerombolan sel tumor dengan sel-sel normal. Bentuk dan struktur sel bermacam-macam (polymorph) Karena adanya perbedaan bentuk dan susunan dengan sel normal asalnya.

Tidak menjalankan fungsinya yang normal Penyebab terbentuknya sel kanker disebabkan mutasi dari sel sel normal sehingga mengalami pertumbuhan sel yang abnormal dan difrensiasi fungsi sel. sedang sel-sel kanker tidak. Tidak mengenal koordinasi dan batas-batas kewajaran Ketidakwajaran itu antara lain disebabkan oleh : · Kurang daya adesi dan kohesi Karena kurangnya daya adesi dan kohesi sel-sel kanker itu mudah lepas dari gerombolan sel-sel induknya dan dapat bergerak menyusup diantara sel-sel normal. Setiap manusia terus menerus membentuk sel sel yang memiliki kecenderungan untuk menjadi kanker namun sistem kekebalan manusia bekerja seperti burung pemakan bangkai yang akan menggigit 32 . Penyebaran ini dapat melalui penyebaran limfe (limfogen) maupun secara hematogen yaitu sel kanker masuk kedalam pembuluh darah dan bersama aliran darah beredar keseluruh tubuh. sedang sel kanker tidak. masuk diantara sel-sel normal disekitarnya.Sel-sel kanker itu dapat bergerak sendiri seperti amoeba dan lepas dari gerombolan sel-sel tumor induknya. sedang sel kanker tidak. · Tidak mengenal tanda posisi Sel-sel normal akan berhenti tumbuh jika berada pada tempat atau posisi yang tidak semestinya. 6. Hal ini menimbulkan · · Infiltrasi atau invasi ke jaringan atau organ disekitarnya Metastase atau anak sebar di kelenjar limfe atau di organ lainnya. · Tidak mengenal kontak inhibisi · Sel-sel normal akan berhenti tumbuh jika ada kontak dengan sel normal disekitarnya. sehingga dapat timbul anak sebar (metastase). 5. · Tidak mengenal batas kepadatan Sel normal akan berhenti tumbuh jika kepadatan sel telah mencapai konsistensi tertentu.

Penyinaran yang berlebihan Telah diketahui bahwa ion-ion radioktif seperti sinar X. setiap tindakan perlindungan sel abnormal. Bahan bahan kimia yang dapat menyebabkan terjadinya mutasi disebut karsinogen. dan partikel partikel radiasi yang berasal dari bahan radioaktif. sinar gama. Ion-ion yang terbentuk didalam sel sel jaringan karena pengaruh radiasi akan 33 . sehingga pada pekerja bahan kimia memiliki kecenderungan untuk menderita kanker. apabila antibody tubuh tidak dapat mencegah perkembangannya. Bahan kimia untuk industri serta asap yang mengandung senyawa karbon dapat meningkatkan kemungkinan seorang pekerja industri menderita kanker . Bahan kimia Zat yang terdapat pada asap rokok yang dapat menyebabkan kanker paru pada perokok aktif dan perokok pasif (orang yang bukan perokok atau tidak sengaja menghirup asap rokok orang lain) dalam jangka waktu yang lama. Bermacam-macam bahan kimia tertentu juga mempunyai kecenderungan untuk menyebabkan terjadinya mutasi. b. dan bahkan sinar ultra ungu dapat merangsang terjadinya kanker. Dalam sejarah telah ditemukan bahwa macam macam derivat zat warna anilin dapat menyebabkan terjadinya kanker.sel sel yang abnormal. untuk menghentikan kegiatan permulaan sebelum sempat memulai kegiatannya sebagai sel kanker. Lingkungan a. tidak menutup kemungkinan satu Dari setiap sel baru yang terbentuk mempunyai sifat mutasi yang selanjutnya berkembang menjadi kanker. Namun. Proses pengoreksian ini akan memotong dan memperbaiki sistem rangkaian DNA yang abnormal sebelum terjadi proses mitosis. dan karena adanya proses pengoreksian terhadap hasil replikasi. Mutasi sel yang membentuk sel kanker. Berikut faktor faktor yang menyebabkan terbentuknya kanker: 1. berasal dari rangkaian DNA kromosom didalam setiap sel yang mengalami replikasi dengan diawali oleh proses mitosis.

seorang ahli Institut Penelitian Kanker mengatakan. 2. dan dapat merobek rangkaian DNA. Merokok Menurut Yayat Sutratmo. Hal ini menyebabkan air yang ada di sungai terkontaminasi oleh limbah yang berasal dari perusahaanperusahaan yang ada disekitar sungai. kondisi air yang kian hari kian memburuk. penyebab utama meningkatnya jumlah kanker di China disebabkan polusi udara. Bahan pemanis buatan seperti biang Gula dan saccharin. Banyak perusahaan kimia dan industri yang membuang limbahnya kesungai dengan mudah. Makanan-makanan tersebut menjadi sumber kanker oleh sebab adanya zat-zat kimia tertentu. d. Polusi udara Menurut Chen Zichou.sangat reaktif. Makanan Para ilmuwan mendapatkan bahwa makanan-makanan tertentu adalah sumber kanker. Sinar radio aktif sinar X yang berlebihan atau radiasi dapat kanker kulit dan leukimia. 34 . Daging yang mengandung hormon sex buatan (DES or Diethylstilbestrol). perlu diketahui bahwa rokok putih bertanggung jawab 90% dari semua kasus kanker paru-paru yang menjadi penyebab utama kematian baik dari wanita maupun pria. c. Setiap kali merokok maka akan menghirup sedikitnya 60 zat karsinogen yang dapat menyebabkan kanker. sehingga meyebabkan banyak mutasi. lingkungan. Akibatnya air yang terkontaminasi tersebut secara langsung berakibat terhadap tumbuhtumbuhan dan makanan. Makanan yang dapat menyebabkan kanker adalah: a. Sinar ultra violet yang berasal dari matahari dapat menimbulkan kanker kulit. b.

Kebanyakan makan garam. Nitrosamines pada bahan-bahan pengawet buatan. Akibatnya wanita yang terinfeksi virus HIV (human immunodefiency virus)akan rentan terhadap infeksi HPV (human papillomavirus). dan bahan pewarna buatan.kedua. Salah satu virus yang dapat menyebabkan kanker adalah virus HIV(human immunodefiency virus). Virus Beberapa virus berhubungan erat dengan perubahan sel normal menjadi sel kanker. Hal ini dapat dilihat bahwa 90% kasus kanker serviks disebabkan karena adanya infeksi HPV (human papilloma virus).c. meliputi leukemia. dan terjadi mutasi. Hal ini disebabkan oleh dua cara yaitu . Zat radioaktif yang sekarang ini terdapat hampir di seluruh bulatan bumi sebagai akibat dari percobaan bom atom serta peledakan bom. minuman. yang umumnya dipakai dalam produk daging. g. d. Pada kasus virus RNA. Biologi a. khususnya susu. 3. yang telah diproses dan juga banyak dalam produk makanan kaleng. beberapa diantaranya menyertai enzim yang disebut sebagai transcriptase pembaliksehingga dapat menyebabkan DNA 35 . Makanan yang sudah menjadi Tengik. pertama. Pada percobaan pada binatang. yang masuk dalam tubuh manusia melalui makanan. e. Jenis virus ini disebut virus penyebab kanker atau virus onkogenik. rantai virus DNA itu dapat menyisipkan sendiri langsung kedalam salah satu kromosom. Zat pewarna yang ada dalam makanan. pada kasus virus DNA. beberapa macam virus tertentu dapat menyebabkan jenis kanker tertentu. kosmetik. Dimana virus HIV(human immunodefiency virus) ini dapat merusak sistem kekebalan tubuh. maupun obat obatan. f.

Jadi tambahan mutasi ini menyebabkan seseorang menderita kanker. Proses kanker secara turunan disebabkan karena gen yang sudah siap bermutasi didalam genom yang akan diturunkan. Psikologis a. misalnya abrasi terus menerus pada saluran trankus intestinalis oleh beberapa macam makanan. Kepribadian 36 . Hal ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kebanyakan kanker tidak hanya membutuhkan satu mutasi tapi bias lebih dari itu. Pada beberapa penelitian diketahui bahwa pemberian hormon tertentu secara berlebihan dapat menyebabkan terjadinya peningkatan beberapa jenis kanker seperti kanker payudara. Tetapi sejauh apa peranan gen yang abnormal masih belum diketahui.ditranskripkan ke RNA. d. Pada sebagian besar keluarga yang mempunyai kecenderungan yang kuat untuk mendapatkan kanker. Bila mitosis ini makin cepat. rahim. indung telur dan prostat (kelenjar kelamin pria). Selanjutnya DNA yang telah di transkripsikan masuk lagi kedalam kromosom binatang yang menyebabkan kanker. Hormon Hormon adalah zat yang dihasilkan kelenjar tubuh yang fungsinya adalah mengatur kegiatan alat-alat tubuh dan selaput tertentu. b. 4. Iritasi Fisik Iritasi fisik dapat menyebabkan kanker. Faktor keturunan ini sulit untuk dihindari. Keturunan Sejumlah penelitian menemukan bahwa sekitar 5% dari kasus kanker diakibatkan oleh faktor keturunan. kerusakan pada jaringan tersebut akan menyebabkan terjadinya pergantian yang cepat proses mitosis pada sel. Sebab ada orang yang terlahir dengan DNA rusak yang diturunkan salah satu orang tua mereka sehingga mereka memiliki resiko yang tinggi untuk terkena kanker. c. maka kemungkinan terjadinya mutasi semakin besar.

Jika hormon tersebut keluar secara berlebihan akan terjadi kerusakan pada tubuh yang mengakibatkan antibodi dan respon peradangan menurun. Stres Salah satu sebab menurunnya kekebalan tubuh (immunitas) adalah adanya stres dan kondisi stres ini akan melemahkan respon imunitas. Umumnya orang dengan tipe kepribadian ini akan mudah menderita gangguan emosi dan secara sadar berusaha menekan perasaan tersebut.hypothalamus yang merupakan pusat emosi akan terangsang dan kemudian akan merangsang kelenjar pituitari yang selanjutnya kemudian akan merangsang kelenjar adrenal. Dapat disimpulkan bahwa stres psikologis berpengaruh terhadap rusaknya kemampuan pembunuhsn sel secara alami untuk penghancuran sel tumor atau sel kanker. Dalam keadaan stres atau emosi seperti marah dan sedih. Menurunnya sistem imunitas inimempermudah masuknya sel-sel kanker menyerang tubuh. Akibatnya mereka akan memiliki resiko tinggi untuk terkena penyakit kanker dan jantung. sehingga keluarlah hormon glukokortikoid. karena kemampuan sel tersebut untuk mengenal dan melawan musuh tidak dapat berfungsi secara baik. b. 37 .Orang dengan tipe kepribadian tertutup termasuk tipe yang mudah terkena stres.

tidak hanya menetap pada suatu tempat 38 . Jika tiap mutasi dapat merubah sel normal menjadi kanker. karena adanya mutasi spontan atau induksi karsinogen (bahan/agen pencetus terjadinya kanker). K-ras. ultraviolet. tetapi bertambah dengan bertambahnya umur. dan aktivasi genras atau famili ras dapat menjadikan transformed sel. Pada umumnya mulai tumbuh dari satu sel kanker pada satu tempat dalam organ tubuh (unicentris).Menurut Franks L. Pada manusia gen yang sering mengalami mutasi ialah gen c-myc.M . Kesamaan sifat ini menimbulkan dugaan bahwa DNA sel merupakan sasaran utama semua bahan karsinogenik dan bahwa kanker disebabkan perubahan DNA sel. yaituproto-onkogen dan atau suppressor gen (anti onkogen). Setelah pembentukan sel kanker yang disebabkan oleh mutasi genetik sel. maka manusia tidak mungkin dapat berfungsi sebagai makhluk hidup. bahan kimia dan radiasi . sel kanker itu timbul dari sel normal tubuh yang mengalami transformasi menjadi ganas. Penelitian komparatif dari berbagai kanker menunjukkan bahwa aktivasi gen myc dapat merubah sel itu menjadi immortal (tidak dapat mati).M dan Teich N. Jarang yang mulai dari beberapa sel dalam suatu organ (multicentris). Pada manusia selama hidup diperkirakan rata-rata sel tubuh mengalami sebanyak 1016 mitosis(pembelahan sel). Sebagian besar karsinogen tersebut memiliki sifat biologis yang sama yaitu dapat mengakibatkan kerusakan pada DNA. dengan masingmasing gen mempunyai kemungkinan 10-6 mengalami mutasi spontan dan menyalin (translate) 1010 mutasi. maka selanjutnya sel berkembang mengalami pertumbuhan dengan cepat dan terus-menerus. baik dalam kurun waktu bersamaan ataupun berbeda. Transformasi sel itu terjadi karena mutasi gen yang mengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel. Sedangkan paparan karsinogen yang antara lain berbagai jenis virus. Sel kanker. hst-1 dan . Kanker yang timbul multicentris umumnya terdapat pada penderita yang mengalami kelainan genetik atau mengidapimmunodefisiensi (penurunan kekebalan). Penelitian epidemiologi menunjukkan kemungkinan perubahan menjadi kanker tidaklah konstan.

(organ), melainkan dapat mengalami proses penyebaran (Metastase) kebagian tubuh yang lain. Proses penyebaran menurut Brown Earl, proses penyebaran (metastase) terjadi karena ada interaksi antara sel kanker dengan sel tubuh normal. Sel-sel tubuh mempunyai daya tahan, baik mekanis, maupun immunologis, sedang sel kanker mempunyai daya untuk mengadakan invasi, mobilisasi dan metastasis. Proses penyebaran berjalan secara bertahap, yaitu : inisiasi, promosi lalu progresi.

Pada proses metastasis sel kanker menginvasi dan masuk ke dalam pembuluh darah dan akan Terhenti pada suatu tempat dan menempel pada endotel (dinding) pembuluh darah, Sel kanker merusak membran basal dan matriks pembuluh darah, Sel kanker migrasi ke jaringan ekstravaskuler, dan Sel kanker merangsang pertumbuhan pembuluh darah baru.

39

Munculnya kanker prostate secara laten pada usia tua banyak terjadi. Sepuluh persen pria usia enam puluh tahun mempunyai kanker prostate “diam” dan tidak bergejala, pertumbuhan dari kanker prostate

asimptomatis yang kebetulan ditemukan lamban sekali. Keganasan prostate 90% biasanya berupa Adenocarsinoma yang berasal dari kelenjar prostate yang menjadi hipotrofik pada usia decade kelima sampai ketujuh. Agaknya proses menjadi ganas sudah mulai pada jaringan prostate yang masih muda. Karsinoma prostate paling sering terjadi pada zona perifer (75%). Dengan berkembangnya tumor dapat terjadi perluasan langsung ke urethra, leher kandung kemih, dan vesikula seminalis. Karsinoma prostate dapat juga menyebar melalui jalur limfatik dan hematogen. Secara berturut tempat yang paling sering dari metastasis melalui jalur hematogen melalui v.vertebralis adalah ke tulang-tulang pelvis, vertebra lumbalis, femur, vertebra torasika, dan kosta. Metastasis ini lebih sering osteoklastik (menyerap tulang) daripada osteoblastik (membentuk tulang). Pada osteokalstik jaringan tulang diganti jaringan tumor oleh infiltrasi dan pertumbuhan tumor, sementara pada osteoblastik, tumornya justru merangsang sel-sel pembentuk tulang di sekitarnya untuk membentuk tulang ekstra yang jelas dapat dilihat pada foto roentgen. Penyebaran limfogen dapat ditemukan dikelenjar limfe di panggul kecil dan lewat samping pembuluh darah besar keatas lewat samping dinding perut belakang (kelenjar limfe retroperitoneal atas).agak jarang tumor ini menyebar ke sum-sum tulang dan visera, khususnya hati dan paru.8,9,10 Tingkat penyebaran karsinoma prostate yang lazim dipakai didasarkan pada system tingkat penyebaran “American Urological Assosiation” (AUA) dan TNM. Tingkat infiltrasi dan penyebaran tumor berdasarkan system TNM adalah sebagai berikut :

40

T – Tumor Primer  Tx - Tumor primer tidak dapat dinilai  T0 - Tidak dijumpai tumor primer  Tis – Karsinoma in situ ( PIN ) - T1a – 5 % jaringan yang direseksi mengandung sel-sel kanker, colok dubur normal - *T1b - > 5 % jaringan yang direseksi mengandung sel-sel kanker, colok dubur normal. - *T1c - Peningkatan kadar PSA, colok dubur dan TRUS normal - *T2a - Teraba tumor pada colok dubur atau terlihat pada TRUS hanya pada satu sisi, terbatas pada prostat - *T3a - Ekstensi ekstrakapsuler pada satu atau dua sisi - *T3b - Melibatkan vesikula seminalis - *T4 - Tumor secara langsung meluas ke baldder neck, sfingter, rectum, muskulus levator atau dinding pelvik N – Kelenjar limfe regional ( obturator, iliaka interna, iliaka externa, limfonodus presakral )

41

Tidak dapat dinilai  M0 . Bila digunakan dengan parameter lain. 42 .Tidak ada metastasis ke kelenjar limfe regional  N1 .Metastasis jauh ke tulang  M1c .Tidak dapat dinilai  N0 . Nx . score gleason membantu dalam menentukan staging kanker prostat yang mana secara tidak langsung akan memberikan gambaran prognosis dari kanker prostat itu sendiri dan bermamfaat dalam penentuan terapi yang akan dilakukan.Metastasis jauh kelenjar limfe nonregional  M1b .Tidak ada metastasis  M1a .Metastasis ke kelenjar limfe regional M – Metastasis jauh  Mx .Metastasis jauh ke tempat lain Score gleason berguna dalam menegakkan prognosis dari kanker prostat.

jaringan hanya menyisakan sedikit kelenjar yang masih dapat dikenali. score gleason dengan nilai 2 menandakan prognosis yang baik sedangkan nilai 10 menandakan nilai 10. Anamnesis Pemeriksaan awal terhadap pasien BPH adalah melakukan anamnesis atau wawancara yang cermat guna mendapatkan data tentang riwayat penyakit yang dideritanya. Grade 3.Score gleason berkisar antara 2 sampai 10. Hanya terdapat lembaran-lembaran sel disepanjang jaringan yang berada disekelilingnya. Score akhir merupakan kombinasi dari 2 penilaian yang berbeda dengan range 1 sampai 5. Anamnesis itu meliputi 1. atau pem-bedahan) 3. jaringan masih memiliki kelenjar yang masih dapat dikenali. jaringan masih mempunyai kelenjar0kelenjar yang bentuknya baik. Kelenjarnya kecil. bentuknya baik dan terbungkus rapat. Keluhan yang dirasakan dan seberapa lama keluhan itu telah mengganggu 2. kanker prostat yang menyerupai jaringan prostat normal. Grade 4. pada pembesaran yang lebih tinggi. Riwayat penyakit lain dan penyakit pada saluran urogenitalia (pernah mengalami cedera. Grade 5. tapi lebih besar dan memiliki lebih banyak jaringan diantaranya. beberapa dari sel-sel ini meninggalkan kelenjar dan mulai menginvasi jaringan sekitarnya. Riwayat kesehatan secara umum dankeadaan fungsi seksual 43 . Score gleason berhubungan dengan beberapa gambaran berikut ini : Grade 1. infeksi. jaringan sudah tidak memiliki kelenjar yang dapat dikenali. 5) Pemeriksaan terhadap pasien? a. Sel sudah lebih banyak menginvasi jaringan disekitarnya. Grade 2. tapi selnya lebih gelap.

Dari pemeriksaan colok dubur ini dapat diperkirakan adanya pembesaran prostat. Tingkat kebugaran pasien yang mungkin diperlukan untuk tindakan pembedahan. 3. di dalam daftar pertanyaan IPSS terdapat satu pertanyaan tunggal mengenai kualitas hidup (quality of life atau QoL) yang juga terdiri atas 7 kemungkinan jawaban. WHO dan AUA telah mengembangkan dan mensahkan prostate symptom score yang telah distandarisasi. disamping pemerik-saan fisik pada regio suprapubik untuk mencari kemungkinan adanya distensi buli-buli. b. Skor 0-7: bergejala ringan Skor 8-19: bergejala sedang Skor 20-35: bergejala berat. Skor ini berguna untuk menilai dan memantau keadaan pasien BPH. 6. dan adanya nodul yang merupakan salah satu tanda dari keganasan prostat. Salah satu pemandu yang tepat untuk mengarahkan dan menentukan adanya gejala obstruksi akibat pembesaran prostat adalah International Prostate Symptom Score (IPSS). sehingga jika prostat 44 . Analisis gejala ini terdiri atas 7 pertanyaan yang masing-masing memiliki nilai 0 hingga 5 dengan total maksimum 35 (lihat lampiran kuesioner IPSS yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia). konsistensi prostat. Kuesioner IPSS dibagikan kepada pasien dan diharapkan pasien mengisi sendiri tiap-tiap pertanyaan. 2. Pemeriksaan fisik dan penunjang Rectal Toucher (Colok Dubur) Colok dubur atau digital rectal examina-tion (DRE) merupakan pemeriksaan yang penting pada pasien BPH. Mengukur volume prostat dengan DRE cenderung underestimate paripada pengukuran dengan metode lain. Selain 7 pertanyaan di atas.4. Obat-obatan yang saat ini dikonsumsi yang dapat menimbulkan keluhan miksi 5. Keadaan pasien BPH dapat digolongkan berdasarkan skor yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1.

Disamping itu pada DRE diperhatikan pula tonus sfingter ani dan refleks bulbokavernosus yang dapat menunjukkan adanya kelainan pada busur refleks di daerah sakral.teraba besar. BPH yang sudah menimbulkan komplikasi infeksi saluran kemih.6%.3-30% dengan rata-rata 13. Pemeriksaan fungsi ginjal Obstruksi infravesika akibat BPH menyebabkan gangguan pada traktus urinarius bawah ataupun bagian atas. ternyata hanya 26-34% yang positif kanker prostat pada pemeriksaan biopsi. pada pemeriksaan urinalisis menunjuk-kan adanya kelainan. Untuk itu pada kecuri-gaan adanya infeksi saluran kemih perlu dilakukan pemeriksaan kultur urine.9% jika terdapat kelainan kadar kreatinin serum10. batu buli-buli atau penyakit lain yang menimbulkan keluhan miksi. 45 . hampir pasti bahwa ukuran sebenarnya memang besar. Gagal ginjal menyebabkan resiko terjadinya komplikasi pasca bedah (25%) lebih sering dibandingkan dengan tanpa disertai gagal ginjal (17%). dan kalau terdapat 3 kecurigaan adanya karsinoma buli-buli perlu dilakukan pemeriksaan sitologi urine.8% jika kadar kreatinin serum normal dan sebanyak 18. Dikatakan bahwa gagal ginjal akibat BPH terjadi sebanyak 0. Kecurigaan suatu keganasan pada pemeriksaan colok dubur. Pasien LUTS yang diperiksa ultrasonografi didapatkan dilatasi sistem pelvikalises 0. Urinalisis Pemeriksaan urinalisis dapat mengungkapkan adanya leukosituria dan hematuria. Perlu dinilai keadaan neurologis. status mental pasien secara umum dan fungsi neuromusluler ekstremitas bawah. Pada pasien BPH yang sudah mengalami retensi urine dan telah memakai kateter. dan mortalitas menjadi enam kali lebih banyak9. Sensitifitas pemeriksaan ini dalam menentukan adanya karsinoma prostat sebesar 33%. di antaranya: karsinoma buli-buli in situ atau striktura uretra. peme-riksaan urinalisis tidak banyak manfaatnya karena seringkali telah ada leukosituria maupun eritostiruria akibat pemasangan kateter.

keluhan akibat BPH/laju pancaran urine lebih jelek 3. Pemeriksaan PSA bersamaan dengan colok dubur lebih superior daripada pemeriksaan colok dubur saja dalam mendeteksi adanya karsinoma prostat.3-9. kateterisasi. dalam hal ini jika kadar PSA tinggi berarti: 1.5 ng/ml 2.3 ng/dl laju adalah 0. 60-69 tahun:0-4. 46 .9 ng/dl adalah 3. lebih mudah terjadinya retensi urine akut Pertumbuhan volume kelenjar prostat dapat diprediksikan berdasarkan kadar PSA.5 ng/ml 3.2 ng/dl sebesar 2. pada retensi urine akut. dan usia yang makin tua. tetapi kelompok usia BPH mempunyai resiko terjangkit karsinoma prostat. 40-49 tahun: 0-2. Serum PSA dapat dipakai untuk meramalkan perjalanan penyakit dari BPH.Oleh karena itu pemeriksaan faal ginjal ini berguna sebagai petunjuk perlu tidaknya melakukan pemeriksaan pencitraan pada saluran kemih bagian atas. Rentang kadar PSA yang dianggap normal berdasarkan usia adalah: 1. 50-59 tahun:0-3.3 mL/tahun19. sedangkan pada kadar PSA 1. dan kadar PSA 3.5 ng/ml 4.4-3. setelah manipulasi pada prostat (biopsi prostat atau TURP). Dikatakan oleh Roehrborn et al (2000) bahwa makin tinggi kadar PSA makin cepat laju pertumbuhan prostat. keganasan prostat.2. Pemeriksaan PSA (Prostate Specific Antigen) PSA disintesis oleh sel epitel prostat dan bersifat organ specific tetapi bukan cancer specific.7 mL/tahun. Kadar PSA di dalam serum dapat mengalami peningkatan pada keradangan. pertumbuhan volume prostat lebih cepat 2.5 ng/ml Meskipun BPH bukan merupakan penyebab timbulnya karsinoma prostat.1 mL/tahun.1. Laju pertumbuhan volume prostat ratarata setiap tahun pada kadar PSA 0. 70-79 tahun: 0-6. Bahwa serum PSA meningkat pada saat terjadi retensi urine akut dan kadarnya perlahan-lahan menurun terutama setelah 72 jam dilakukan kateterisasi.

Uroflometri Uroflometri adalah pencatatan tentang pancaran urine selama proses miksi secara elektronik. Dengan mencatat kapan dan berapa jumlah asupan cairan yang dikonsumsi serta kapan dan berapa jumlah urine yang dikemihkan dapat diketahui seorang pasien menderita nokturia idiopatik. Usia sebaiknya tidak melebihi 70-75 tahun atau usia harapan hidup lebih dari 10 tahun.10. 47 . namun Brown et al (2002) mendapatkan bahwa pencatatan selama 3-4 hari sudah cukup untuk menilai overaktivitas detrusor. Sebagian besar guidelines yang disusun di berbagai negara merekomendasikan pemeriksaan PSA sebagai salah satu pemeriksaan awal pada BPH. Catatan harian miksi (voiding diaries) Voiding diaries saat ini dipakai secara luas untuk menilai fungsi traktus urinarius bagian bawah dengan reliabilitas dan validitas yang cukup baik. Sebaiknya pencatatan dikerjakan 7 hari berturutturut untuk mendapatkan hasil yang baik2. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi gejala obstruksi saluran kemih bagian bawah yang tidak invasif. waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 4 pancaran maksimum. Pencatatan miksi ini sangat berguna pada pasien yang mengeluh nokturia sebagai keluhan yang menonjol. non invasif. pancaran maksimum (Qmax). Pemeriksaan ini sangat mudah. sehingga jika memang terdiagnosis karsinoma prostat tindakan radikal masih ada manfaatnya. instabilitas detrusor akibat obstruksi infra-vesika. Dari uroflometri dapat diperoleh informasi mengenai volume miksi. dan sering dipakai untuk mengevaluasi gejala obstruksi infravesika baik sebelum maupun setelah mendapatkan terapi. dan lama pancaran. atau karena poliuria akibat asupan air yang berlebih. meskipun dengan sarat yang berhubungan dengan usia pasien atau usia harapan hidup pasien. pancaran rata-rata (Qave).Oleh karena itu pada usia ini pemeriksaan PSA menjadi sangat penting guna mendeteksi kemungkinan adanya karsinoma prostat.

24 mL dengan rata-rata 0. Namun demikian sebagai patokan. Qmax 10-14 ml/detik 67% BOO 3. Tujuh puluh delapan persen pria normal mempunyai residual urine kurang dari 5 mL dan 48 . volume prostat. tetapi juga digabungkan dengan pemeriksaan lain. Nilai Qmax dipengaruhi oleh: usia. Demikian pula Qmax (pancaran) yang normal belum tentu tidak ada BOO. jumlah urine yang dikemihkan. sebab pancaran urine yang lemah dapat disebabkan karena BOO atau kelemahan otot detrusor.Hasil uroflometri tidak spesifik menunjukkan penyebab terjadinya kelainan pancaran urine. pada IC-BPH 2000. Oleh karena itu hasil uroflometri menjadi bermakna jika volume urine >150 mL dan diperiksa berulangkali pada kesempatan yang berbeda. Jumlah residual urine ini pada orang normal adalah 0. Menurut Steele et al (2000) kombinasi pemeriksaan skor IPSS. Reynard et al (1996) dan Jepsen et al (1998) menyebutkan bahwa untuk menilai ada tidak-nya BOO sebaiknya dilakukan pengukuran pancaran urine 4 kali. Qmax >15 ml/detik 30% BOO Harga Qmax dapat dipakai untuk meramalkan hasil pembedahan.09-2. dan Qmax cukup akurat dalam menentukan adanya BOO. terdapat korelasi antara nilai Qmax dengan derajat BOO sebagai berikut: 1. Sedangkan pasien dengan Qmax <10 mL/detik biasanya disebabkan karena obstruksi dan akan memberikan respons yang baik setelahnya. Pemeriksaan residual urine Residual urine atau post voiding residual urine (PVR) adalah sisa urine yang tertinggal di dalam buli-buli setelah miksi.53 mL. serta terdapat variasi induvidual yang cukup besar. Pasien tua yang mengeluh LUTS dengan Qmax normal biasanya bukan disebabkan karena BPH dan keluhan tersebut tidak berubah setelah pembedahan. Spesifisitas dan nilai prediksi positif Qmax untuk menentukan BOO harus diukur beberapa kali. Penilaian ada tidaknya BOO sebaiknya tidak hanya dari hasil Qmax saja. Qmax < 10 ml/detik 90% BOO 2.

yaitu dengan melaku-kan pengukuran langsung sisa urine melalui kateterisasi uretra setelah pasien berkemih. Watchful waiting biasanya akan gagal jika terdapat residual urine yang cukup banyak (Wasson et al 1995). namun ternyata peningkatan volume residual urine tidak selalu menunjukkan beratnya gangguan pancaran urine atau beratnya obstruksi9. Pemeriksaan residual urine dapat dilakukan secara invasif. Pengukuran dengan cara apapun. bagaimanapun adanya residu uirne menunjukkan telah terjadi gangguan miksi. tetapi tidak meng-enakkan bagi pasien. yaitu dengan mengukur sisa urine melalui USG atau bladder scan. Karena variasi intraindividual yang cukup tinggi. sedangkan volume residual urine yang tidak terlalu banyak (<120 ml) hasil pengukuran dari waktu ke waktu hampir sama25. menimbulkan infeksi saluran kemih. Variasi perbedaan volume residual urine ini tampak nyata pada residual urine yang cukup banyak (>150 ml). 49 .semua pria normal mempunyai residu urine tidak lebih dari 12 mL. demikian pula pada volume residual urine lebih 350 ml seringkali telah terjadi disfungsi pada buli-buli sehingga terapi medikamentosa biasanya tidak akan memberikan hasil yang memuaskan. pemeriksaan PVR dikerjakan lebih dari satu kali dan sebaiknya dikerjakan melalui melalui USG transabdominal. Namun. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Prasetyawan dan Sumardi (2003). hingga terjadi bakteriemia. yaitu seorang pasien yang diukur residual urinenya pada waktu yang berlainan pada hari yang sama maupun pada hari yang berbeda. Beberapa negara terutama di Eropa merekomendasikan pemeriksaan PVR sebagai bagian dari pemeriksaan awal pada BPH dan untuk memonitor setelah watchful waiting. menunjukkan perbedaan volume residual urine yang cukup bermakna9. maupun non invasif. sehingga perlu dilakukan pembedahan. Dahulu para ahli urologi beranggapan bahwa volume residual urine yang meningkat menandakan adanya obstruksi. volume residual urine mempunyai variasi individual yang cukup tinggi. Pengukuran melalui kateterisasi ini lebih akurat dibandingkan dengan USG. dapat menimbulkan cedera uretra.bahwa volume residual urine tidak dapat menerangkan adanya obstruksi saluran kemih.

ternyata bahwa 7075% tidak menunjukkan adanya kelainan pada saluran kemih bagian atas. Pemeriksaan ultrasonografi prostat tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan rutin. riwayat urolitiasis 5. besar prostat. Namun pemeriksaan itu masih berguna jika dicurigai adanya striktura uretra. Perkiraan besarnya prostat.Pencitraan traktus urinarius Pencitraan traktus urinarius pada BPH meliputi pemeriksaan terhadap traktus urinarius bagian atas maupun bawah dan pemeriksaan prostat. hematuria. 6. 2. Pemeriksaan pencitraan terhadap pasien BPH dengan memakai IVP atau USG. hanya sebagian kecil saja (10%) yang membutuhkan penanganan berbeda dari yang lain. infeksi saluran kemih. sedangkan yang menunjukkan kelainan. dan mencari kemungkinan adanya karsinoma prostat. 4. riwayat pernah menjalani pembedahan pada saluran urogenitalia. 2. 5. kelainan pada saluran kemih bagian atas. kecuali jika pada pemeriksaan awal diketemukan adanya: 1. Oleh karena itu pencitraan saluran kemih bagian atas tidak direkomendasikan sebagai pemeriksaan pada BPH. Dahulu pemeriksaan IVP pada BPH dikerjakan oleh sebagian besar ahli urologi untuk mengungkapkan adanya: 1. divertikel atau selule pada buli-buli. insufisiensi renal (dengan melakukan pemeriksaan USG). 4. perkiraan volume residual urine. Pemeriksaan sistografi maupun uretrografi retrograd guna memperkirakan besarnya prostat atau mencari kelainan pada buli-buli saat ini tidak direkomendasikan. 3. 3. batu pada buli-buli. kecuali hendak menjalani terapi: 50 . Pemeriksaan USG prostat bertujuan untuk menilai bentuk.

TURP. 3. obstruksi uretra dan leher bulibuli.1. Pemeriksaan ini cocok untuk pasien yang hendak menjalani pembedahan. cedera uretra. Disamping itu pada kasus yang disertai dengan hematuria atau dugaan adanya karsinoma buli-buli sistoskopi sangat membantu dalam mencari lesi pada buli-buli. 2. TUIP 5. Uretrosistoskopi dikerjakan pada saat akan dilakukan tindakan pembedahan untuk menentukan perlunya dilakukan TUIP. Terlihat adanya pembesaran prostat. 4. selule. Mungkin saja LUTS yang 51 . infeksi. inhibitor 5-α reduktase. termoterapi. batu buli-buli. atau prostatektomi terbuka. pemeriksaan USG melalui transrektal (TRUS) sangat dibutuhkan guna menilai kemungkinan adanya karsinoma prostat. pemeriksaan uro-dinamika (pressure flow study) dapat membedakan pancaran urine yang lemah itu disebabkan karena obstruksi leher buli-buli dan uretra (BOO) atau kelemahan kontraksi otot detrusor. Pemeriksaan urodinamika Kalau pemeriksaan uroflometri hanya dapatmenilai bahwa pasien mempunyai pancaran urine yang lemah tanpa dapat menerangkan penyebabnya. Sayangnya pemeriksaan ini tidak mengenakkan bagi pasien. prostatektomi terbuka. trabekulasi buli-buli. Jika terdapat peningkatan kadar PSA. Menilai bentuk dan ukuran kelenjar prostat dapat dilakukan melalui pemeriksaan transabdominal (TAUS) ataupun transrektal (TRUS). bisa menimbulkan komplikasi perdarahan. dan divertikel bulibuli. dan retensi urine sehingga tidak dianjurkan sebagai pemeriksaan rutin pada BPH. pemasangan stent. Selain itu sesaat sebelum dilakukan sistoskopi diukur volume residual urine pasca miksi. Uretrosistoskopi Pemeriksaan ini secara visual dapat mengetahui keadaan uretra prostatika dan bulibuli.

dikeluhkan oleh pasien bukan disebabkan oleh BPO melainkan disebabkan oleh kelemahan kontraksi otot detrusor sehingga pada keadaan ini tindakan desobstruksi tidak akan bermanfaat. setelah menjalani pembedahan 4. dan mampu meramalkan keberhasilan suatu tindakan pem-bedahan. 4. kecuali untuk tujuan penelitian. spesifisitas 93%. pemeriksaan ini mempunyai sensitifitas 87%. urodinamika saat ini merupakan pemeriksaan yang paling baik dalam menentukan derajat obstruksi prostat (BPO). kecurigaan adanya buli-buli neurogenik Pemeriksaan yang tidak direkomendasikan pada pasien BPH Berbagai pemeriksaan saat ini tidak direkomendasikan sebagai piranti untuk diagnosis pada pasien BPH. IVU. berusia kurang dari 50 tahun atau lebih dari 80tahun dengan volume residual urine>300 mL 2. 3. dan nilai prediksi positif sebesar 95%. electromyography 52 . di antaranya adalah: 1. riwayat pernah menderita urolitiasis. kecuali pada pemeriksaan awal sudah dicurigai adanya striktura uretra. Meskipun merupakan pemeriksaan invasif. Qmax>10 ml/detik 3. Pemerik-saan urodinamika merupakan pemeriksaan optional pada evaluasi pasien BPH bergejala. External urethral sphincter 4. Uretrografi retrograd. Menurut Javle et al (1998)30. Indikasi pemeriksaan uro-dinamika pada BPH adalah: 1. dan pernah menjalani operasi saluran kemih. kecuali jika pada pemeriksaan awal didapatkan adanya: hematuria. setelah gagal dengan terapi invasif 6. infeksi 2. Voiding cystourethrography (VCU) 6. radikal pada daerah pelvis 5. Urethral pressure profilometry (UPP) 5. saluran kemih berulang.

menetes pada akhir buang air kecil. Kemungkinan yang terjadi:         obstruksi pelvis renalis bilateral obstruksi ureter bilateral obstruksi spinkter uretra interna obstruksi uretra striktur uretra oklusi uretra akibat penekanan prostat pada BPH oklusi uretra akibat Karsinoma prostat putusnya uretra karena stradler injury Sejak 1 bulan terakhir. Merupakan gejala obstruksi dan iritatif. setiap BAK penderita selalu merasa tidak puas. tidak bisa kencing sama sekali. Filling cystometrography. 6) Diagnosa pasti kasus Tn. Kemungkinan yang terjadi :      obstruksi uretra striktur uretra oklusi uretra akibat penekanan prostat pada BPH oklusi uretra akibat Karsinoma prostat putusnya uretra karena stradler injury Dan merasakan sakit pada tulang pangggul.M? Anamnesa: Tn. M (60 tahun) Sejak 1 hari yang lalu. Sehingga kelainan terdapat pada traktus urinari bagian bawah. bagian dari LUTS.5. 53 . terkadang disertai dengan mengedan.

Sehingga. keras.  striktur uretra. Akibatnya pemasukan kateter menjadi terhambat. Hasil ini merupakan penjelasan lebih pasti akan kecurigaan karsinoma prostat karena gambaran hipoechoic-nya. kecurigaan diagnosa pasti adalah Karsinoma Prostat 54 . Keadaan ini menunjukkan uretra yang mengalami fibrosis dan telah menjadi jaringan ikat. Tindakan dokter adalah melakukan pemasangan kateter dan didapatkan urin.Hal ini menunjukkan adanya gejala juga pada traktus urinari bagian atas. Tidak ada riwayat trauma pada kasus dan Rectal toucher tidak menunjukkan floating prostate yaitu keadaan prostat yang mengambang atau melayang. Sehingga kemungkinan telah adanya komplikasi ke traktus urinari bagian atas akibat terhambatnya proses pengeluaran urin. Sehingga tidak memungkinkan pengeluaran urin.  putusnya uretra karena stradler injury. permukaan licin. Pemeriksaan penunjang : USG trans rektal didapatkan gambaran lesi hipoechoic (+). Pemeriksaan fisik : Nyeri tekan pada tulang pelvis (+) Rectal toucher: prostat membesar. sulit digerakkan. Kemungkinan yang terjadi :   oklusi uretra akibat Karsinoma prostat oklusi uretra akibat penekanan prostat pada BPH. Seharusnya prostat berada dalam batas normal. Pada keadaan ini kemungkinan kateter masih bisa dipasang untuk membantu pengeluaran urin. Namun perlu pemeriksaan biopsy jaringan untuk diagnosa pasti nya. dan tanpa nodul. Tetapi interprestasi Rectal toucher berbeda yaitu: prostat membesar bilateral. konsistensi kenyal.

Meskipun tindakan surveilance yang dilakukan dapat mencegah resiko pembedahan dan radiasi. DHT adalah suatu hormon yang dihasilkan di prostat dan dibutuhkan untuk pertumbuhan dan metastasis sel kanker prostate.14 Penghambatan DHT dapat menghentikan pertumbuhan kanker prostat bahkan menghambat metastasisnya. Terapi lain dapat mulai diberikan apabila sudah tumbuh gejala atau jika terdapat tanda-tanda pertumbuhan kanker (misalnya : PSA yang meningkat cepat. Namun. dan terapi biasanya dilakukan 3 tahun kemudian. terapi hormon jarang menyembuhkan kanker prostat karena kanker yang berespon terhadap terapi hormonal biasanya menjadi resisten 1 sampai 2 tahun berikutnya. b. Surveilance biasa digunakan pada stadium awal kanker prostate dengan pertumbuhan yang lambat yang biasa didapatkan pada usia lanjut.7) Penatalaksanaan kasus Tn. Observasi (Surveilance) Surveilance ditujukan untuk observasi dan pengawasan secara teratur tanpa terapi inmasif. Sebagian besar pasien yang mendapat tindakan surveilance biasanya menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan dari tumor. Masalah-masalah kesehatan yang berkembang seiring dengan berkembang usia selama masa observasi juga menyulitkan untuk dilakukannya pembedahan dan radioterapi. Pada pasien usia muda tindakan surveilance tidak ditujukan untuk mencegah dilakukannya terapi secara bersamaan. tapi bisa menjadi salah satu alasan untuk hal tersebut beberapa tahun kemudian. 55 . Terapi hormonal Terapi hormonal menggunakan pengobatan atau pembedahan untuk menghambat asupan Dihidro testosterone (DHT) pada sel kanker prostate. Tindakan ini juga dilakukan pada pasien yang berisiko terhadap terapi bedah radio terapi maupun terapi hormonal. namun resiko dari metastasis dapat meningkat. selama pengaruh terapi terhadap kualitas hidup dapat di cegah. M? a. Score Gleason yang tinggi pada biopsy dan lain-lain).

Pertama-tama kadar DHT yang rendah dalam darah menstimulasi hipotalamus untuk menghasilkan GnRH. Namun estrogen jarang 56 .  Anti Androgen yang biasa digunakan adalah flutamide (eulexine) bisa lutamide (casodex). Berikut ini beberapa bentuk dari terapi hormonal. yang selanjutnya LH menstimuli testis untuk menghasilkan testosteron. maka pengobatan ini umumnya dikombinasikan dengan pengobatan lain yang dapat menghambat 95 % dari produksi androgen di testis. yang menghambat kerja testosterone dan DHT pada pasien kanker prosta. Kanker prostate distimulasi oleh testosteron dan hormon-hormon pria lainnya (androgen). viaduneligart). seperti leuprolide (lupron.  Orchiektomy adalah suatu pembedahan yang bertujuan mengangkat testis. untuk menghentikan produksi testosterone. Pada akhirnya testosteron dari testis dan dihidro epiandrosteron dari kelenjar adrenal akan menstimuli prostat untuk menghasilkan DHT. Karena kelenjar adrenal hanya membentuk 5 % dari androgen seluruh tubuh. Tujuan dari terapi hormonal adalah menurunkan kadar testosteron atau untuk menghentikan kerja testosteron. Karena testis yang dihasilkan testosterone.Sel hormonal biasa diberikan pada kanker prostat yang sudah mendapat terapi pembedahan atau radioterapi untuk mencegah timbulnya rekurensi. dapat juga digunakan untuk menekan pembentukkan testosteron. Gossereline (zoladex) atau Busereline (supra Fact). Terapi hormonal dapat menurunkankadar DHT dengan cara mengganggu telur pembentukkan tersebut di atas.  Obat lain yang digunakan untuk menghambat produksi androgen pada kelenjar adrenal adalah DHEA yang mengandung ketokenazol dan aminoglutethimide. GnRH kemudian menstimuli kelenjar hipofise untuk menghasilkan LH. nilutamide dan asetat siproteron.  Menggunakan Agonis dari LHRH. Cara kombinasi ini biasa disebut TAB (Total Androgen Block)  Estrogen dalam bentuk dietil stilbesfron. maka apabila testis diangkat maka stimulasi hormonal terhadap tumor akan terhenti.

Untuk pasien dengan penyakit-penyakit local (T3 – T4) tambahan gocerelin (zoladex) agonis LhRH menunjukkan adanya peningkatan sebagaimana rata-rata angka kelangsungan hidup yang ada. dan hilangnya keinginan untuk berhubungan seks. dan pembesaran payudara. Radioterapi ini biasanya diberiukan selama 6-7 minggu. Suatu tehnik yang biasa disebut dengan IMRT (Intensity Modulated Radiation Therapy) dapat digunakan untuk menunjang External-Beam radiasi yang disesuaikan dengan ukuran tumor. a) Terapi external – Beam radiasi Terapi External-Beam radiasi khususnya menggunakan ekseleration linear berenergi tinggi menghasilkan kelangsungan hidup yang lebih lama pada pasien dengan penyakit local. Beberapa diantara cara pengobatan tersebut dapat menyebabkan kelemahan tulang (medicine). Efek samping adri cara pengobatan ini berbeda-beda  Orchiektomy dan Agonis LHRH dapat menimbulkan impotensi. Keuntungan dari radio terapi jenis ini adalah mudah pelaksanaannya dan masih tergolong aman. tetapi efeknya terhadap angka kelangsungan hidup tidak diketahui. Kerugiannya adalah memiliki resiko menimbulkan rekurensi maupun pertumbuhan local.digunakan karena efek sampingnya yang kuat. diare. biaya dan resiko timbulnya komplikasi. muntah. c. Terapi radiasi Radio terapi untuk kanker prostate terdiri dari terapi External-Beam radiasi dan Brachy terapi. rasa panas. 5 hari dalam seminggu. Komplikasi umumnya disebabkan oleh radiasi yang mengenai jaringan yang normal seperti 57 . Dosis dapat ditingkatkan dengan menggunakan suatu cara tertentu. diberikan dengan dosis tinggi pada prostate dan vesikula seminalis dengan sedikit merusak kandung kemih dan rectum. Anti androgen dapat menyebabkan timbulnya mual.

limfonodus. inkontinensia. Kerugiannya memiliki biaya yang besar. menimbulkan impotensi. Jika “Seeds” yang ditanamkan tadi telah mencapai dosis homogen terhadap prostat maka memungkinkan dilakukannya radiotherapi. inkontinensia (umumnya pada pasien yang telah menjalani reseksi prostat) dan pergeseran atau migrasi kekandung kemih atau sirkulasi. dimana radioterapi saja tidak cukup untuk mengatasi kanker itu. Keuntungan dari cara radiotherapi ini adalah mudah dalam penempatannya dan memiliki masa terapi yang singkat. d. Operatif Tehnik operatif untuk penanganan kanker prostat terdiri atas dua cara : a) Prostatectomy radikal 58 . Umumnya radioterapi diberikan apabila kanker sudah sampai menekan medula spinalis atau kadangkala setelah dilakukan pembedahan seperti pada kanker yang ditemukan di vesikula semilunaris. Radioterapi umumnya diberikan pada kanker stadium dini dan biasanya juga pada stadium lanjut untuk mencegah metastasis ketulang. cystitis dan prostitis. Radioterapi juga terbukti lebih baik dalam mengobati kanker ang kecil jika dibandingkan dengan pembedahan. contohnya ke paru-paru.kandung kemih. Disamping itu efek samping lainnya adalah impotensi. Radioterapi biasa dibeikan pada pasien yang memiliki kendala medis sehingga susah untuk dilakukan pembedahan. rekurensi. b) Brachy terapi Brachy terapi untuk kanker prostat menggunakan “Seeds” yaitu suatu lempeng radioaktif yang kecil yang mengandung bahan radioaktif (seperti iodin-125 atau Paladium-103) yang ditanamkan pada tumor dengan bantuan transrectal ultrasound (TRUS). radioterapi dapat dikombinasikan dengan terapi hormon pada penyakit dengan resiko sedang. diluar kapsul prostat atau daerah yang dibiopsi.

prostatectomy radikal adalah suatu tehnik pembedahan dengan cara mengangkat seluruh prostat. Hal ini akan memberikan hasil yang baik karena kanker belum bermetastasis. Komplikasi dari cara ini antara lain inkontinensia urine dan impotensi. Dan yang ketiga cara radikal suprapubik prostatectomy. Tindakan ini biasanya dilakukan pada stadium awal untuk mengangkat jaringan yang menghambat aliran urine. Sebagian prostat diangkat menggunakan suatu alat yang dimasukkan kedalam urethra. b) Transurethral Resection of the Prostate (TURP) TUR-P merupakan suatu cara pembedahan pada kanker prostate apabila terjadi sumbatan pada urethra yang disebabkan oleh pembesaran prostate. Sedangkan yang kedua yaitu radikal perineal prostatectomy. Prostatectomy radikal dapat dikombinasikan dengan radioterapi pada kanker prostate yang letaknya hanya pada daerah prostate. limfonodus dan organ lain disekitarnya. sedangkan kandung kemih dibiarkan tetap berhubungan dengan membrane urethra untuk membiarkan terjadinya berkemih. Terdapat tiga cara pelaksanaan radical prostatectomy yaitu radical retropubik prostatectomy dengan cara melakukan insisi abdomen. TUR-P biasanya dilakukan pada penyakitpenyakit yang tergolong ringan. vesikula seminalis dan ampula dari vasdeferens diangkat seluruhnya.dengan melakukan prostatectomy yaitu : prostate yang terkena. 59 . alat tersebut atau yang biasa dikenal cystoscope dimasukkan kedalam penis dan berfungsi untuk menghilangkan sumbatan pada urethra tersebut. Pada stadium metastasis dimana kanker telah menyebar seluruh prostat penganmgkatan testis (Orchiectomy) dilakukan untuk menurunkan kadar testosteron dan mengendalikan pertumbuhan kanker. Cara ini di indikasikan untuk kanker yang hanya mengenai prostat dan tidak menginvasi kapsula prostat.

dll 60 .8) Komplikasi yang mungkin terjadi? Komplikasi yang dapat ditimbulkan dari pemberian terapi baik dengan menggunakan radiasi maupun pembedahan berupa : Gangguan ereksi (impotensi) Perdarahan post operasi Anastomosi striktur pada perineal prostatectomy Urocutaneus fistula (perineal prostatectomy) Hernia perineal (Perineal prostatectomy).

pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan penunjang? 3.STEP 5 1. vesica urinari baik dari anamnesis. Jelaskan mengenai striktura uretra! Apa gejalanya dan bagaimana penatalaksanaannya? 61 . Bagaimana cara membedakan gangguan kencing yang bersifat obstruksi dan iritasi? Apa penyebabnya? 4. Bagaimana cara mendiagnosa karsinoma prostat dan BPH? Jelaskan pemeriksaan penunjang dari yang sederhana hingga pemeriksaan yang modern! 2. Bagaimana cara membedakan batu yang ada di ginjal. ureter.