You are on page 1of 18

KETUBAN PECAH DINI (KPPD

)

By Tetti Solehati, S.Kp.,M.Kep.

- .Patogenesis : Idiopatik .bakteri atau sekresi maternal yg menyebabkan iritasi/ dpt menghancurkan selaput ketuban.

 Air ketuban digunakan sbg bahan penelitian u/ menentukan : Kematangan paru janin.007-1.008.Fisiologi Air Ketuban  Jumlah normal antara 1000-1500 ml pada kehamilan aterm. Gol. kelainan kongenital lain. Faktor rhesus. . BJ 1. Darah.

dan 97 . rambut lanugo. verniks kaseosa. berbau amis. garam yang larut dalam air ).3 % bahan anorganik ( protein. dan berasa manis. dn spingomielin ).  Peredaran cairan ketuban sekitar 500 cc/ jam . lesitin. zat lemak.98 % bahan anorganik ( air.  Reaksi agak alkalis atau netral  Komposisi : terdiri dari 2.Ciri-ciri kimiawi :  berwarna putih kekeruhan.

Sebagai penyangga thd panas & dingin . Fungsi Air Ketuban : a. Saat hamil berlangsung .Menyebarkan tekanan bila tjd trauma langsung. . . .Menghindari trauma langsung pada janin.Memberikan kesempatan berkembangnya janin dgn bebas kesegala arah.

Sebagai pelicin saat persalinan. Saat Inpartu .Membersihkan jalan lahir karena mempunyai kemampuan sbg desinfektan .b. .Menyebarkan kekuatan his shg servik dapat membuka. .

Ketegangan rahim >> (kehamilan ganda. . asam askorbat (vit C). Kelainan letak janin dalam rahim d. Kemungkinan kesempitan panggul (perut gantung. defisiensi gizi: tembaga.Etiologi KPD a. bagian terendah belum masuk PAP. Hidramnion) c. sefalopelvik disproforsi) e. Kelainan bawaan selaput ketuban f. Infeksi g. Servix incompeten b.

 • Mekanisme terjadinya ketuban pecah dini Selaput ketuban tidak kuat sebagai akibat kurangnya jaringan ikat dan vaskularisasi • Bila terjadi pembukaan serviks maka selaput ketuban sangat lemah dan mudah pecah dengan mengeluarkan air ketuban .

 PENGKAJIAN • Riwayat atau adanya faktor penyebab Ketuban Pecah Dini • Pemeriksaan fisik • Pemeriksaan diagnostik • Kaji tingkat pemahaman pasien dan orang terdekat tentang pilihan terapi yang tersedia dan masalah tentang hasil tindaka .

Riwayat kesehatan klien 1. Reg : : : : : :I : 1. 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) PENGKAJIAN Identitas klien Nama Umur Jenis kelamin Status perkawinan Tanggal masuk Diagnosa medis Bangsa No.2.I. Keluhan utama : Klien mengatakan ada mulas yang menyebar dari daerah bokong ke perut yang dirasa secara terus-menerus sejak pecahnya ketuban. .1. 1.

Riwayat kehamilan : G2P1A1 . Riwayat kesehatan sekarang : PQRST 3. Riwayat kesehatan dahulu : 4.2.

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan leukosit darah >15.2. Nadi . Nyeri lepas 3. Pemeriksaan fisik 1. TD : 130/100 mmHg 2. RR .1. Pemeriksaan fisik : Adanya cairan ketuban 1. Pemeriksaan abdomen : Mulas yang menyebar dari daerah bokong ke perut Terlihat ada striae linea nigra menebal pada abdomen klien.1.000 /l bila terjadi infeksi Tes lakmus merah berubah menjadi biru Amniosentosis USG . Pemeriksaan Umum :Suhu .

Resiko tinggi sindrom distress pernafasan pada bayi berhubungan dengan imaturitas jaringan paru. 3. Resti terjadinya infeksi dalam rahim b.d masuknya mikroorganisme dr daerah vagina dan anus. Ggn.d adanya kontraksi uterus 2. Ansietas berhubungan dengan ketidaktahuan .d Efek samping tokolitik 4. Rasa nyaman nyeri b. 5.Diagnosa Keperawatan 1. Resti Keracunan Janin b.

Intervensi : 1.PERENCANAAN Ggn. Ajarkan tehnik relaksasi dan distraksi 3.d adanya kontraksi uterus. Rasa nyaman nyeri b. Kaji skala nyeri 2. Kolaborasi dalam pemberian antipiretik .

Lakukan vulva hygiene 4.d masuknya mikroorganisme dr daerah vagina dan anus Intervensi : 1. Periksa keadaan vulva klien 3. Beri penjelasan mengenai proses terjadinya infeksi 2. Kurangi pemeriksaan dalam .Resti Terjadinya Infeksi b.

tinggikan kepala selama pemberian infus obat IV 2.Resti keracunan janin Intervensi : 1. Kaji kontraksi uterus dan DJJ . Tempatkan klien pada posisi lateral.

Klien tampak nyaman dan gelisah berkurang dengan kriteria : nyeri berkurang dan perut klien tidak tegang.Evaluasi 1. Klien dapat mengetahui dan mampu melakukan tehnik relaksasi dan distraksi bila rasa sakit/nyeri timbul kembali. 2. 3. Klien memahami dan mengikuti program pengobatan. .

HATUR NUHUN .