KETUA ANGGOTA

: NAZRAH ELIDA POHAN : NOVARIDA SIANIPAR CHRISTINA SIAHAAN NIA RIZKI TERMI ARA NINA ANNISA NOVA LARYSCA MANIK EVA AGUSTINA SIHOMBING KIKI NOVITA WAHYU IHSAN SYAFIRANEDLY RANGKUTI MASNAULI PRATIWI SITOMPUL

121000117 101000247 101000212 121000129 121000139 121000143 121000158 121000175 121000201 121000209 121000180

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SUMATERA UTARA T.A. 2012/2013

EKOSISTEM DAN SOSIAL BUDAYA
Pandangan ekologis adalah pandangan yang menaruh perhatian pada masalah-masalah kesehatan lingkungan biobudaya (M.Bates 1953).
Sistem menurut KWEK adalah agregasi atau pengelompokkan objek-objek yang dipersatukan oleh beberapa bentuk interaksi yang tetap atau saling tergantung, sekelompok unit yang berbeda, yang dikombinasikan sedemikian rupa oleh alam atau seni sehingga membentuk suatu keseluruhan yang integral, dan berfungsi, bergerak dalam kesatuan (Kamus Webster edisi kedua).

EKOSISTEM DAN SOSIAL BUDAYA
Dalam antropologi keseluruhan integral yang dimaksud adalah sistem sosial budaya.
Dalam ekologi keseluruhan integral adalah ekosistem.

Kedua. bila sistem tersebut telah berjalan. . bagiamana pengaturan strukturalnya bergeser membentuk hubungan baru dan apakah konsekuensi hubungan baru tersebut. bagaimana berbagai unit yang membentuk sistem diatur satu sama lain. ada dua pertanyaan pokok yang mendasari semua pertanyaan yaitu: Pertama.EKOSISTEM DAN SOSIAL BUDAYA Pada kedua disiplin tersebut.

Perhatian ekologis dari Para Ahli antropologi kesehatan Para ahli antropologi kesehatan menaruh perhatian pada hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan alamnya.tingkahlakunya.penyakit penyakitnya.dan cara cara dimana tingkahlaku dan penyakit penyakitnya mempengaruhi evolusi dan kebudayaannya melalui proses umpan balik .

Pendekatan ekologis dasar bagi stidu tentang masalah-masalah epidemiologi.cara cara dimana tingkah laku individu dan kelompok menentukan derajat kesehatan dan timbulnya penyakit yang berbeda dalam populasi yang berbeda .

Penyakit sebagai unsur dalam lingkungan manusia telah mempengaruhi evolusi manusia • Contoh: kecepatan reproduksi cirri sel sabit(sickle-cell) di penduduk Afrika barat.suatu perubahan evolusi yang adaptif yang memberikan kepada individu yang mempunyai sel itu suatu imunitas yang relative terhadap malaria .

nyanyian.Penyakit sebagai unsur dalam lingkungan manusia telah mempengaruhi evolusi kebudayaan Contoh : budaya “bidadari-bidadari kecil” yaitu anak-anak kecil di Negara-negara Khatolik yang menurut keyakinan setempat langsung masuk surga tanpa melalui penyucian (neraka) jika mereka meninggal waktu masih kecil karena terhindar dari neraka mereka dianggap bernasib baik maka pemakaman nya ditandai dengan iringan-iringan music.tarian.Bentuk budaya tersebut dapat dipandang sebagai adaptasi yang dapat meredakan kesedihan orang tua dan kerabatnya .

sedangkan wanita dan anak anak memperoleh sisa sisa.Dibanyak Negara berkembang makanan bayi dalam karton telah memperoleh sukses komersil yang besar bahkan menggantikan posisi ASI sehingga menyebabkan diare dan penyakit-penyakit perut lainnya .pria makan lebih dulu dan menerima lebih banyak makanan yang kaya protein.dan mengakibatkan kekurangan nutrisi yang serius.Nutrisi bagian dari lingkungan biobudaya dan sosiobidaya Nutrisi sebagai lingkungan biobudaya tentu tidak dapat melewati batas dari yang disediakan oleh alam sekitar yang didefenisikan sebagai “makanan” dan karenanya dapat dimakan merupakan masalah kebudayaan Nutrisi sebagai lingkungan sosio budaya misalnya.

. mumi.PALAEPATOLOGI Paleopatologi adalah studi mengenai penyakit-penyakit purba. Para ahli peleopatologi melakukan studi pada tulangtulang manusia purba. dan lain lain untuk menemukan penyakit-penyakit infeksi pada manusia purba. kotoran. lukisan pada dinding. patung.

TBC. . frambosia. osteomilitus. • Contoh penyakit infeksi yang dapat dikenali: kerusakan atau abses pada tulang sebagai akibat dari siphilis. dan penyakitpenyakit yang sejenisnya.• Studi ini. kusta. poliomilitis. pada umumnya hanya terbatas hanya mengetahui pada penyakit-penyakit yang menunjukkan buktinya seperti pada tulang-tulang yang dapat diidentifikasi.

lukisanlukisan pada bejana-bejana.• Penelitian pada mummi-mummi memberikan informasi mengenai penyakit-penyakit infeksi. dan sebagainya. • Para ahli palaepatologi juga memanfaatkan hasil-hasil kesenian seperti lukisan-lukisan dinding gua. . • Penelitian menggunakan kotoran manusia purba (coprolites) dapat memberikan informasi mengenai :  ada tidaknya parasit dalam sistem pencernaan manusia purba  jenis makanan manusia purba. terutama mengenai bijibijian dan jenis gandum lain yang dimakannya.

.• Banyak penyakit-penyakit modern yang tidak terdapat pada penduduk purba. rubella. • penyakit manusia purba disebabkan oleh jenis-jenis patogen dan faktor lingkungan yang jumlahnya lebih sedikit dari yang dialami oleh manusia modern • Misalnya penyakit campak. kolera dan cacar air mungkin tidak terdapat di zaman purba • Cockburn mengatakan bahwa banyak penyakitpenyakit yang membutuhkan populasi perantara dimana bila jumlah populasi perantara kurang dari batas tertentu maka penyakit itu mati. cacar. gondong.

disentry amuba.Dalam populasi kecil: • tidak akan ada infeksi yang menyebar dengan cepat dan memberikan kekebalan pada mayoritas populasi dalam suatu epidemi. Contohnya: typus. Contohnya: cacar air. Contohnya: Malaria. • Tetapi ada infeksi yang perantaranya tetap tidak efektif untuk jangka waktu yang lama. • Dan juga ada penyakit yang infeksinya tetap tinggal pada perantara untuk waktu yang lama serta memiliki vektor diluar perantaranya. .

dll • Populasi manusia meningkat . Contohnya: virus influensa dekat hubungannya dengan virus yang terdapat pada babi. virus campak yang merupakan golongan kelompok virus penyakit anjing.pertanian menambah jenis dan frekuensi penyakit-penyakit yang diderita manusia. Hal ini disebabkan karna: • karena hubungan manusia yang akrab dengan hewan-hewan ternak.

Penyakit ini ditandai dengan sel darah merah yang mengambil bentuk sabit (sickle). dan bersifat genetik.PENYAKIT DAN EVOLUSI Menurut Armelagos dan Dewey. Karena itu. 1970 penyakit – penyakit infeksi merupakan faktor penting dalam evolusi manusia karena melalui mekanisme evolusi dari “proteksi genetik” nenek moyang kita dapat mengatasi ancaman – ancaman penyakit dalam kehidupan individu dan kelompok. gen ini merupakan respons genetik pertama yang diketahui terhadap peristiwa penting dalam evolusi manusia. Gen sel sabit nampaknya merupakan respons evolusioner pada lingkungan penyakit yang berubah. . Contohnya seperti penyakit anemia sel-sabit yang dikenal di Amerika adalah penyakit yang hanya menulari orang – orang kulit hitam. ketika penyakit menjadi faktor utama yang menentukan arah dari evolusi tersebut (Ibid).

Luktosa ( atau gula susu) adalah satu-satunya karbohidrat yang paling berarti dan juga unsur yang utama dalam susu. yang memperlihatkan kemungkinan hubungan antara nutrisi dan kemampuan manusia untuk beradaptasi sepanjang gerak evolusinya. lemak. unsurunsur lain dan elemen-elemen pengikat lainnya. Susu itu sendiri adalah suatu kompleks makanan alami yang terdiri dari air. enzim. vitamin. adalah konsumsi susu oleh manusia dewasa. protein. tiap-tiap individu ini memiliki sejumlah kecil jaringan metabolisme ynag proporsional yang sesuai dengan pengurangan dalam kebutuhan nutrisi” Studi lain yang menarik . .Makanan dan Evolusi “ Pengurangan yang proporsional dalam ukuran tubuh pada semua warga populasi yang mempunyai sumber-sumber protein yang amat terbatas akan bersifat adaktif “ kata stini” dalam arti bahwa terdapat lebih banyak individu yang bisa mempertahankan kelangsungan hidup dengan sumbersumber yang ada.

.Epidemiologi Berkenaan Dengan : • Distribusi Dalam Tempat • Prevalensi Atau Terjadinya Penyakit • Dipengaruhi Oleh Lingkngan Serta Oleh Tingkah Laku Manusia Variabel yang digunakan : • Perbedaan Umur.Jenis Kelamin • Status Perkawinan • Pekerjaan • Hub Suku Bngsa Dankelas Sosial • Tingkah Laku Individu • Lingkungan Alami.

. Tujuan Epidimiologi • Meningkatkan Derajat Kesehatan • Mengurang Timbulnya Ancaman Kesehatan ..Lanjutan.

Misteri Kuru Pada pertengahan tahun 1950. . Papua Nugini yang memiliki kebiasaan memakan otak saudara perempuan mereka yang meninggal. kuru ditemukan pada sekalompok penduduk Fore selatan di daratan TinggiTimur.

.Misteri kuru (sambungan) • Penyakit ini ditandai oleh: kelumpuhan total pada pusat sistem syaraf ketidakmampuan untuk menelan. • Penghapusan kanibalisme oleh pemerintah Australia mampu menurunkan kasus kuru.

yaitu: 1. • Pembangunan terdiri dari 2 macam. Pembangunan yang “baik” 2.Ekologi dan Pembangunan • Bagi sebagian penduduk di dunia. istilah “pembangunan” mempunyai konotasi yang positif. Pembangunan yang “buruk” .

sehingga inovasi yang nampaknya baik bagi suatu kedua dan ketiga bidang lain yang dampaknya melebihi keuntungan yang diharapkan. .• Kebudayaan adalah sistem keseimbangan yang rumit yang tidak akan berubah begitu saja.

• Pembangunan yang sukses sering secara berarti menyebabkan peningkatan munculnya penyakit-penyakit tertentu. • Kita dihadapkan pada mata rantai lingkaran peristiwa yang disebabkan oleh penyakit. .• Penyakit merupakan pencetus dari banyak program-program pembangunan.

dan penyakit-penyakit ‘devolopo-genik’” (Hughes dan Hunter 1970 : 481) . penyakit-penyakit ‘iatrogenik’ yang terjadi akibat pengobatan medis.Penyakit-penyakit Pembangunan “Penyakit-penyakit pembanguna atau dengan istilah lain yang serupa.

Fluvialitas di india selatan . Pembangunan lembah sungai Faktor penyebab pembangunan lembah sungai:  Pengendalian banjir  Pembangunan instalasi listrik bertenaga air  Pertanian irigasi  Perikanan  Keuntungan lain yang berhubungan dengan pengairan Beberapa Akibatnya pada kesehatan:  Penyakit bilharziasis  Ochoncerciasis 2.Implikasi epidemiologi dari aktivitas pembangunan 1.” Contoh meningkatnya penyakit Malaria dan vektornya:  Anopheles di pesisir Karabia  Anopheles maculatus di malaysia  A. Pembudidayaan tanah “pembudidayaan tanah dan pertanian ‘rasional’yang sering merupakan bagian dari proyek pembangunan lembah-lembah sungai kadang-kadang membahayakan kesehatan.

3. Pembangunan jalan raya MENGAPA TRYPANOSOMIASIS TERMASUK PENYAKIT PEMBANGUNAN ??????????????????????? .

Trypanosomiasis Afrika saluran air/semak pemb. jalan baru sungai gigitan lalat tsetse lalat tsetse kegiatan musafir .

4. dan penyakitpenyakit endemik . Urbanisasi Tidak terdapat sistem pengaadaan air.

atau menggeser masalah dari satu penyakit ke jenis penyakit yang lain . Program-program kesehatan masyarakat sanitasi lingkungan dan program-program lain yang bertujuan untuk mengawasi penyakit.5. dalam kenyataanya justru dapat menjadikan situasi lebih buruk.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful