P. 1
Nilai Tukar Petani

Nilai Tukar Petani

|Views: 22|Likes:
Published by agung
Process and evolusion of Rank Agriculture
Process and evolusion of Rank Agriculture

More info:

Categories:Types, Research
Published by: agung on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/26/2013

$4.99

USD

pdf

text

original

TUGAS PEMBANGUNAN DAN KEBIJAKAN PERTANIAN

PERKEMBANGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP)

Nama NIM Agroteknologi

: Chahyadi Gumilang : A1L010045

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NASIONAL UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS PERTANIAN PURWOKERTO 2013

. Pertanian dapat dilihat sebagai suatu yang sangat potensial dalam bentuk-bentuk kontribusinya terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional. • Pertanian juga memiliki peranan sebagai sumber penting bagi pertumbuhan permintaan domestik bagi produk-produk dari sektor-sektor lainnya.PENDAHULUAN Indonesia adalah negara kepulauan yang mata pencaharian penduduknya sebagian besar adalah pada sektor pertanian karena Indonesia memiliki daratan yang luas juga tanah yang relatif subur. • Pertanian merupakan sumber penting bagi surplus perdagangan karena dapat menjadi sumber devisa. baik dari sisi permintaan (demand) atau dari sisi penawaran (supply) sebagai sumber bahan baku bagi keperluan produksi di sektor-sektor lain. • Pertanian merupakan suatu sumber modal untuk investasi di sektor-sektor ekonomi lainnya. seperti: • Ekspansi dari sektor-sektor ekonomi lainnya sangat tergantung pada pertumbuhan output di bidang pertanian. seperti industri manufaktur dan perdagangan.

Secara umum NTP menghasilkan 3 pengertian : a. Secara konsepsional NTP adalah pengukur kemampuan tukar barangbarang (produk) pertanian yang dihasilkan petani dengan barang atau jasa yang diperlukan untuk konsumsi rumah tangga dan keperluan dalam memproduksi produk pertanian. c. Indeks harga yang dibayar petani (IB) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga kebutuhan rumah tangga petani. NTP > 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu lebih baik dibandingkan dengan NTP pada tahun dasar. b. baik kebutuhan untuk konsumsi rumah tangga maupun kebutuhan untuk proses produksi pertanian. Nilai Tukar Petani Nilai Tukar Petani (NTP) adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (IT) dengan indeks harga yang dibayar petani (IB) yang dinyatakan dalam persentase. secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan/daya beli petani. Semakin tinggi NTP. NTP < 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu menurun dibandingkan NTP pada tahun dasar. .PEMBAHASAN A. NTP = 100 berarti NTP pada suatu periode tertentu sama dengan NTP pada tahun dasar. Indeks harga yang diterima petani (IT) adalah indeks harga yang menunjukkan perkembangan harga produsen atas hasil produksi petani. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Perkebunan. namun secara gabungan NTP Sulawesi Tengah di tahun itu baru mencapai 97 persen. dan Peternakan. namun belum terjadi secara signifikan. Di tahun 2012 . Di tahun 2010 nilai itu berada pada angka 97 persen. . Angka-angka ini disumbangkan oleh tiga subsektor yang masih berada dibawah 100 persen yaitu Tanaman Pangan. Upaya tersebut tergambar dari komitmen anggaran untuk mendorong sektor Pertanian dalam arti luas. Upaya Pemerintah Sulawesi Tengah periode 2011 . dan Perkebunan Rakyat kemudian disumbangkan oleh dua subsektor yang NTP nya lebih besar 100 persen yaitu subsektor Perikanan pada nilai 111 persen dan subsektor Hortikultura pada nilai 104 persen. 2011 juga berada di angka itu dan di 2012 tetap bertahan di angka 97 persen. namun secara mikro terjadi peningkatan NTP di beberapa subsektor seperti Hortikultura. alokasi anggaran untuk sub sektor yang tergabung dalam rumpun pertanian meningkat sekitar dua kali dibanding tahun 2011 kemudian di tahun 2013 meningkat sekitar 40 persen dari alokasi anggaran tahun 2012. dibawah rata-rata Nasional 105 persen. Perkembangan Nilai Usaha Petani Nilai Tukar Petani Sulawesi Tengah dalam tiga tahun terakhir masih bertahan dibawah angka 100 persen. Peternakan.B. Ini berarti ada pekerjaan rumah bagi Pemerintah Daerah dan stakeholder lainnya untuk memperkecil perbedaan itu. target NTP Sulawesi Tengah di 2012 sebesar 102 persen. Trend pengembangan NTP Sulawesi Tengah 2010-2012 relatif tidak bergerak. Berdasarkan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Sulawesi Tengah.2016 untuk meningkatkan NTP secara nyata baru terlihat di tahun 2012.

IT yang rendah karena: • Komoditas yang ditanam mempunyai persaingan yang ketat (misal dengan produk impor). Penyebab Lemahnya Nilai Tambah Petani (NTP) Bisa dilihat dari faktor penyebab rendahnya IT dan atau tingginya IB. Pengkajian Inovasi oleh lembaga penelitian dan perguruan tinggi sampai kepada dukungan pembiayaan oleh lembaga keuangan kepada petani yang saat ini realisasinya masih minim. padahal dari sisi permintaan bersifat inelastis. • Komoditas yang ditanam merupakan bahan pangan pokok. Faktor yang Berpengaruh Paling tidak ada tiga faktor yang kuat berpengaruh terhadap naik-turunnya NTP di sebuah provinsi yaitu : 1. Pendidikan misalnya kehadiran sekolah-sekolah kejuruan. modal transportasi. Pengaruh atau dukungan dari Sektor lain. 3. air bersih dan kelistrikan. 2. Tingkat Penerapan Integrasi hulu-hilir dari Usaha Tani itu. pengembangan kurikulum dalam muatan lokal. sehingga banyak petani yang cenderung menanamnya. Tingkat Produktifitas Usaha Tani.C. . Sektor lain juga sangat berpengaruh terhadap naik-turunnya NTP seperti tersedianya Infrastruktur dasar berupa irigasi. D. Pelayanan kesehatan.

Ekonomika Pembangunan. T. Ghalia Indonesia. Perekonomian Indonesia. Teori. • Harga pupuk yang mahal sebagai akibat salah satu instrumen pemerintah untuk mengalihkan surplus di sektor pertanian ke sektor industri (melindungi industri pupuk dalam negeri). akibat dari: • Distorsi dalam sistem pendistribusiannya dan bukan akibat volume produksi atau suplai pupuk (termasuk pupuk impor) di dalam negeri yang terbatas. Yogyakarta. Kebijakan. Teori dan Temuan Empiris. Mudradjad. 2005 – 2007 Kuncoro. Masalah dan Tambunan.IB yang tinggi karena: • Harga pupuk yang bagi banyak petani padi (bahan pangan pokok) terlalu mahal. DAFTAR PUSTAKA BPS. 2001. . • Kenaikan BBM dan tarif listrik yang menyebabkan peningkatan biaya produksi petani. Jakarta. 2006. UPP STIM YKPN.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->