TEORI-TEORI EVOLUSI MENURUT AHLI

Evolusi merupakan perubahan makhluk hidup secara perlahan lahan dalam waktu yang lama sekali. Evolusi pertama kali diteliti oleh Charles Robert Darwin, yakni pada tanggal 27 Desember 1831 dengan menggunakan kapal AL Kerajaan Inggris HMS “BEAGLE”, pergi meninggalkan pelabuhan Plymouth menjelajah Lautan Pasifik dan pada akhir tahun 1835 terdampar di Kepulauan Galapagos. Dari hasil pengamatan selama 3 minggu pada burung Finch di dapat hubungan antara Burung yang terdapat di Pantai Barat Ekuador (Amerika Selatan). Hasil pengamatan tersebut dibuatlah suatu Hipotesis tentang Evolusi yang dikenal dengan Hipotesis Darwin. Banyak temuan, simpulan, dan teori yang ternyata menjadi dasar atau perhatian bagi munculnya teori evolusi. Perhatikan pokok-pokok pikiran dari teori tentang makhluk hidup berikut ini. 1. Carolus Linnaeus (1707 1778), membuat sebuah ketentuan cara mencari keteraturan posisi antarmakhluk hidup dengan mencari persamaan sifat, dan mengelompokkan yang mirip ke dalam satu kelompok. Pengelompokan dilakukan secara berjenjang (diistilahkan dengan takson), mulai dari jenjang yang paling rendah (takson spesies) sampai jenjang yang paling tinggi (takson kingdom). Jenjang ditentukan dari pengelompokan dengan kemiripan sifat-sifat khusus, menempati takson terendah, sampai pada jenjang untuk pengelompokan makhluk hidup dengan kategori sifat-sifat umum pada takson yang paling tinggi. Linnaeus juga membuat suatu cara penamaan jenis makhluk hidup dengan sistem Binomial nomenklatur. Dengan sumbangan ilmunya ini Linnaeus disebut sebagai pendiri Taksonomi, suatu ilmu yang membahas tentang penamaan dan pengelompokan makhluk hidup yang sangat beraneka ragam. 2. Georges Cuvier (1769 1832), seorang ahli anatomi, tetapi sangat perhatian terhadap paleontologi (ilmu mengenai fosil). Cuvier mendukung teori Katastropi (catastrophism) yang menyatakan bahwa makhluk hidup setiap strata tidak ada hubungan kekerabatan karena setiap strata terbentuk akibat terjadinya bencana alam, seperti gempa, banjir, atau kemarau yang panjang. Jika strata lenyap oleh

Cuvier yakin bahwa makhluk modern di lapisan bumi paling atas sangat berbeda dengan makhluk di strata tua di lapisan bawah. Charles Darwin. muncul strata baru lengkap dengan makhluk hidup baru. Charles Lyell (1797 1875). Setiap strata dihuni oleh berbagai makhluk hidup yang unik. yaitu otot bisep (otot lengan atas) yang digunakan terus-menerus. Dari temuan fosil di lembah Paris. proses perubahan lapisan batuan dan bentuk permukaan bumi dari zaman ke zaman selalu sama atau tidak berubah. . Proses adaptasi ini dijelaskan Lamarck melalui dua hal. mengemukakan teori gradualisme.bencana. yang berpindah dari daerah lain. Pertama. mengemukakan teori Uniformitarianisme (keseragaman). berbeda strukturnya dengan makhluk penghuni strata lainnya. Contoh yang diberikan oleh Lamarck. Menurut Lyell. Jean Baptiste Lamarck (1744 1829). adanya proses use (menggunakan) dan disuse (tidak menggunakan) dari bagian-bagian tubuh organisme. Kemudian proses yang lambat. terinspirasi oleh teori Hutton dan Lyell dengan membuat sebuah pemikiran bahwa perubahan bumi secara lambat menunjukkan bumi sudah tua. dan lambat (dalam waktu lama). yang menyebutkan bahwa bentuk bumi dan lapisan-lapisannya merupakan hasil perubahan yang berlangsung secara bertahap. James Hutton (1726 1797). 4. tetapi terus-menerus dalam waktu lama pasti menghasilkan perubahan yang cukup besar. terus-menerus. bergantung pada kebutuhannya. melihat adanya kecenderungan makhluk sederhana berubah menjadi makhluk yang lebih kompleks dengan prinsip adanya proses perubahan menuju kesempurnaan. 3. dan otot leher jerapah yang digunakan untuk menggapai dedaunan pada pohon-pohon tinggi seperti pada Gambar berikut. Perubahan menjadi sempurna ini menurut Lamarck karena harus beradaptasi pada lingkungannya. Cuvier menyimpulkan bahwa batuan yang membentuk bumi ini tersusun berupa lapisan-lapisan (strata). 5.

panjang lehernya berbeda-beda. Lamarck berkeyakinan adanya pewarisan sifat-sifat yang diperoleh. Makhluk hidup mengalami evolusi melalui mekanisme seleksi alam. Darwin menggambarkan fenomena ketiga hal ini melalui contoh yang terkenal. adanya pengakuan bahwa memang adaptasi terhadap lingkungan merupakan produk evolusi. Suatu kehormatan bagi Lamarck. dan tidak ada bukti bahwa sifat-sifat yang diperoleh dapat diwariskan. Pada awalnya seluruh jerapah berleher pendek. keturunan akan lahir dengan sifat otot bisep besar dengan sendirinya. a. c. Keadaan otot bisep yang semakin besar akibat penggunaan terus-menerus akan diwariskan kepada keturunannya. Kedua. Organisme yang kuatlah yang akan melestarikan jenisnya. c. b. ada yang panjang ada yang pendek. Jerapah berleher pendek mati.Menurut Lamarck. sedangkan bagian tubuh yang kurang digunakan akan mengalami penyusutan. Seleksi alam berlanjut sehingga menghasilkan generasi jerapah seperti sekarang. . b. Darwin. Karena sering menjangkau daun. yaitu gambar perkembangan leher jerapah. Dengan kata lain. 6. organ tubuh yang digunakan secara luas untuk menghadapi lingkungan akan berkembang lebih besar. Padahal perubahan organ tubuh tersebut hasil modifikasi. mengemukakan pula adanya kemampuan adaptasi organisme agar mampu melewati seleksi alam. a. menjelaskan bahwa evolusi menghasilkan keanekaragaman hayati. Demikian pula. leher panjang jerapah akan terwaris dengan sendirinya kepada keturunannya. Populasi jerapah. Terjadi seleksi alam dalam hal mendapatkan makanan. Contoh ini menjadi komparatif terhadap contoh perkembangan leher jerapah dari Lamarck. Charles Darwin (1809 1882). sementara daun-daunan makanannya di pohon harus dijangkau karena letaknya yang tinggi. Penyesuaian dan pewarisan hasil adaptasi ini berlanjut sehingga jerapah masa kini berleher panjang. leher jerapah semakin panjang sehingga jerapah generasi berikutnya semakin tinggi.

Menurut Darwin. Teorinya sama dengan yang dikembangkan Darwin. ranting. sampai ke ujung ranting. Pada tiap awal percabangan terdapat titik-titik nenek moyang bagi organisme yang berada di cabang-cabangnya. Keturunan yang berpencar ke berbagai macam habitat di muka bumi akan mengembangkan kemampuannya beradaptasi sampai setiap jenis sesuai dengan habitatnya. bahwa pertambahan populasi menyatakan manusia lebih cepat daripaada pertambahan jumlah makanan. Weismann memotong ekor tikus beberapa generasi. seluruh makhluk hidup berkerabat melalui garis keturunan dari organisme yang hidup pada zaman purbakala. hasil percobaan Weismann menunjukkan bahwa sampai generasi terakhir ekor tikus tetap sama panjangnya. 7. Karena adaptasi ke berbagai ragam habitat inilah sejarah makhluk hidup dapat digambarkan seperti sebuah pohon yang berangkat dari sebuah titik. Namun. . dan Malaya. Buku penelitiannya berjudul “On the tendency of varieties to depart indefinitely from the original type”. 8. Alfred Russel Wallace (1923-1913).pernyataan itu tercantum dalam bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of population. Buku ini diterbitkan pada tahun 1898. mengembangkan teori yang serupa dengan teori Darwin. August Weissman. Sungguh analog dengan taksonomi dari Carolus Linnaeus. menjalar menjadi batang. Menurut teori Lamarck. Dasar teori wallace adalah penelitian Biologi perbandingan di Brasilia dan Hindia Belanda (sekarang Indonesia). seperti pendapat Whitaker yang ditunjukkan. hal tersebut akan menyebabkan timbulnya jenis tikus yang tidak berekor. menumbangkan teori Lamarck. Pertambahan populasi manusia mengikuti deret ukur dan pertambahan jumlah makanan mengikuti deret hitung. Dalam proses adaptasi inilah sebenarnya makhluk hidup sedang melewati fase seleksi alamiah. cabang. Thomas Robert Malthus (1766-1835). 9.

NAMA : ADIGNA P. KRISTI AFRIANI LEONARDO E. IRNA y GALANG k. KELAS : xii iia 2 . RIRIN A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful