P. 1
metodologi

metodologi

|Views: 110|Likes:
Published by Reni Carica
metodologi ustek
metodologi ustek

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Reni Carica on Jun 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/29/2013

pdf

text

original

Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar

BAB V
5.1 Pendekatan Dalam melaksanakan pekerjaan ini, konsultan memandang perlu melakukan pendekatan-pendekatan terhadap aspek yang terkait, khususnya dalam hal penyelesaian pelaksanaan pekerjaan akhir. Disamping itu pula konsultan

PENDEKATAN DAN METODALOGI

akan melakukan pendekatan dengan pemilik proyek. Kemudian untuk percepatan proses pelaksanaan kegiatan ini, maka konsultan akan menggunakan sarana komputer beserta dengan program aplikasinya, maksudnya adalah agar proses penyusunan perencanaan/studi serta pelaporan dari kegiatan ini dapat dicapai dengan cepat dan akurat. Dalam Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, akan memperhatikan aspek Filosofis, historis, Desa Kala Patra dan Tri Hita Karana, serta kondisi social ekonomi masyarakat Kabupaten Gianyar sehingga dapat ditetapkan arahan pengendalian pemanfaatan ruang secara optimal guna efisiensi anggaran Pembangunan secara keseluruhan. 5.2 Metodologi 1. Kriteria Perencanaan A. Kriteria Umum Dalam kegiatan perencanaan detail yang dimaksud dengan penugasan ini, Konsultan Perencana harus memperhatikan kriteria umum yaitu :  Persyaratan guna bangunan yaitu bahwa bangunan yang direncanakan sesuai dengan kriteria penggunaannya dan dapat berfungsi secara baik sesuai dengan fungsinya.
CV. TRI MATRA DISAIN V-1

TRI MATRA DISAIN V-2 . sehingga bangunan dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang relatif pendek dan bisa dimanfaatkan secepatnya.  Pengaturan ruang/areal yang dapat menjamin kenyamanan dan keamanan pada wilayah pelayanan publik. tetapi nilai estetika. Kriteria Khusus  Perencanaan gedung diarahkan pada upaya memberikan kemudahan aksesbelitas.  Dengan batasan tidak menggangu aktifitas sehari-hari.  Pelaksanaan perencanaan gedung hendaknya lebih kawasan serta mengutamakan nilai estetika yaitu sebagai elemen yang mendukung terciptanya estetika visual dan dapat berfungsi sesuai dengan yang diharapkan. keterhubungan antar berbagai fungsi dan zone dalam mampu mengantisipasi perkembangan. B. keindahan dan kenyamanan serta kemampuan mengadakan sublemasi antara teknik dan Aspek Arsitektur Tradisional Bali serta fungsi bangunan. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya diusahakan serendah mungkin. 2. efesien. antara lain : Normalisasi Teknis dan Aspek Arsitektur Tradisional Bali.  Desain dibuat sedemikian rupa. dalam perencanaan harus didasarkan pada ketentuan-ketentuan sepeti standar. pedoman dan peraturan yang berlaku. kelancaran sirkulasi. Azas-Azas Selain dari kriteria diatas dalam pelaksanaan perencanaan tersbut nantinya akan mengacu pada azas-azas sebagai berikut :  Fasilitas yang direncanakan hendaknya fungsional. CV.  Kreatifitas desain tidak ditekankan kepada kemewahan material. menarik tetapi tidak berlebihan.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar  Selain itu.

Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar 3. Konsep Dasar Konsep Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar) didasarkan pada arsitektur tradisional Bali sesuai dengan filosofi tata ruang berpola Tri Mandala (Utama Mandala. Penataan bangunan diarahkan untuk tetap mempertahankan konsep tradisional dan tentunya dipadukan dengan standar teknis bangunan gedung. madya mandala (zoning tengah untuk kegiatan dengan beban yang bersifat sedang/lebih ringan dari utama mandala). TRI MATRA DISAIN V-3 . nista mandala (merupakan zoning terakhir yang biasanya dimanfaatkan untuk penempatan aktifitas penunjang). fungsional. Komponen yang lebih kecil dari ruang yaitu bangunan. ilmu pengetahuan. Namun kaedah perancangan bangunan yang mengedepankan kekuatan. yaitu utama mandala (zoning utama untuk kegiatan–kegiatan ya ng bersifat pusat/utama). Filosofi dari struktur ruang secara tradisional Bali yaitu Tri Mandala yang merupakan konsep pembagian struktur ruang yang memisahkan ruang menjadi 3 (tiga) jenis kegiatan yang berbeda dilihat dari persamaan beban kegiatan per bagian. Konsep Tri Angga dengan tegas tergambarkan dalam setiap visualisasi bangunan. dan keindahan juga menjadi pedoman teknis dalam perancangan. Madya Mandala. juga tidak luput dari filosofi – filosofi yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat. dan teknologi akan selalu diselaraskan sebagai suatu perwujudan intelektual manusia. Fasade bangunan kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Gianyar diarahkan untuk mencipctakan CV. Kedua hal tersebut berlandaskan akal pikiran. dan Nista Mandala) yang menyelaraskan hubungan antara manusia dengan arsitektur dan antara arsitektur dengan lingkungannya.

3. meliputi Peraturan-peraturan (UU.1. gagasan perancangan yang memperlihatkan : CV.Pemda). METODOLOGI Sejalan dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar. Kep. Secara garis besar tahapan Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar ini meliputi :     Persiapan dan Orientasi Lapangan Awal Survei Lapangan (Survei inventarisasi pekerjaan Exsisting) Perencanaan Detail Pelaporan metodis 3.2.1. Metode Perencanaan dan Perancangan Dasar proses Pendekatan Perencanaan tersebut diupayakan memadukan kaidah-kaidah yang mempengaruhi proses Perencanaan secara total antara lain :  Eksternal.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar kesan yang mendalam terhadap konsep tradisional Bali sebagai wujud filosofi ruang dan hakekat budaya manusia di dalamnya.Men. PP. Keinginan Pemberi Tugas  Struktur dan Bentuk yang menyangkut Material Bangunan dan Teknologi Membangun  Pembiayaan Bangunan  Pelaksanaan Konstruksi Model integrasi pemikiran dapat diuraikan sebagai berikut: Out-put awal dari pekerjaan ini adalah suatu gambaran rancangan skematik. Per Men. TRI MATRA DISAIN V-4 . kegiatan perencanan dan perancangan tersebut diselenggarakan dalam tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan sistem pendekatan perencanaan dan perancangan bangunan yang bersifat dan rasional.

luas tanah dan bangunan serta fasilitas yang menjadi kebutuhan utama gedung kantor tersebut Secara keseluruhan pendekatan filosofi di atas mensyaratkan. Penyediaan ruang CV. dan integritas tiga unsur menjadi sumber kesejahteraan (Tri Hita Karana). penyelarasan. Gubahan estetika bangunan yang harus mampu mengekspresikan fungsi yang disandangnya dan dapat dirasakan sentuhan . elektrikal. utilitas dan sanitasi 1. Analisis Analisis Pola Ruang Pada intinya pendekatan tapak dan pola pola pemanfaatan ruang.sentuhan rancangan seni arsitektural yang bernilai. bahwa konsepsi tapak dan pola ruang diarahkan untuk menciptakan keselarasan antara manusia dengan arsitektur. serta arsitektur dengan lingkungan. baik fisik alami maupun buatan. lahan dalam mungkin merencanakan semaksimal memanfaatkan site yang sudah ada melalui program redisain dan meminimalisasi. o Konsepsi pemecahan fisik struktural dari bangunan dan perekayasaan sehingga memenuhi semua persyaratan statika dan dinamika (mekanika bangunan) o Konsepsi pemecahan perekayasaan penunjang kenyamanan bangunan bangunan. seperti mekanikal. Secara filosofis konsepsi tapak dan pola ruang mengambil nilai-nilai dan sistem budaya dalam arsitektur tradisional Bali yang merupakan penyeimbangan.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar o Konsepsi gambaran pola pembagian ruang sebagai manifestasi dari fungsi yang diwadahinya. TRI MATRA DISAIN V-5 . Disamping itu juga akan mengacu pada Identitas Lembaga sebagai upaya penyeragaman dengan mengatur type.

5. 6. mulai konsep tata ruang. Konsepsi Wujud Bangunan Konsepsi wujud bangunan diharapkan menghasilkan perencanaan dan disain bangunan yang bercirikan khas Gianyar yang mencerminkan jati diri Gianyar di antara variasi yang terjadi pada Kabupaten-kabupaten di Bali. CV. Pola penanganan lingkungan/kawasan yang ditetapkan. orientasi bangunan. Kondisi dan rencana perpetakan untuk masing-masing instansi dan fasilitas penunjang lainnya. TRI MATRA DISAIN V-6 . A. Bersifat akomodatif terhadap aspirasi masyarakat setempat. Batasan luas bangunan yang dapat dibangun. a) Tapak dan Perpetakan Arahan tentang : tata letak bangunan. indikasi bentuk dan tampak bangunan secara keseluruhan akan direncanakan dalam kawasan Blahbatuh Gianyar. Faktor keselamatan bangunan dan lingkungan pada saat bila terjadi bahaya banjir. Di samping itu arahan aksesibilitas. tanah longsor maupun kebakaran. service dan lain-lain. sarana parkir untuk pegawai dan masyarakat umum. dikaitkan dengan ketentuan sempadan bangunan yang ada. Besarnya sarana dan prasarana dan fasilitas yang dibutuhkan. 4.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar terbuka atau halaman tengah sebagai pusat orientasi (natah) berupa plaza dan lapangan upacara merupakan perpaduan antara unsur akasa (purusa) dan pertiwi (predhana) yang diharapkan menumbuhkan kehidupan berkelanjutan. tata letak dan konsep tata bangunan. 3. 2. Konsep penataan perpetakan didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut : 1. Konsepsi wujud bangunannya diuraikan melalui tahapan konsep.

b) Komposisi Massa Bangunan Pertimbangan dalam menetapkan konsep komposisi massa bangunan ini antara lain: 1. Intensitas pemanfaatan lahan. Faktor topografi. c) Orientasi Bangunan Nilai-nilai yang terkandung dalam budaya arsitektur Gianyar dipakai dasar pertimbangan dalam menentukan konsep orientasi bangunan. KLB.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar Konsep Tata Letak Dalam konsep tata letak ini akan diuraikan bagaimana komposisi massa bangunan. orientasi dan selubung bangunan (building coverage) 3. antara lain: 1.kapasitas pengguna dan fungsi bangunan 2. aksentuasi dan makna ruang yang akan diciptakan. orientasi bangunan yang mencakup kelompok massa sesuai dengan zona / mandalanya. Ruang terbuka di tengah. d) Bentuk Dasar Bangunan Konsep bentuk dasar bangunan mengacu pada keselarasan lingkungan budaya Gianyar dan konsistensi bentuk bangunan Bali CV. Arsitektur Gianyar pada umumnya memiliki nilai orientasi yang sama dengan tempat lainnya di Bali. bisa sebagai lapangan upacara sebagai orientasi massa bangunan. aksessibilitas. TRI MATRA DISAIN V-7 . visual. nilai-nilai sosial budaya. 2. KDB. GSB. Kondisi Fisik kawasan yang mencakup jarak antar bangunan. lingkungan. klimatologi dan aksesibilitas. 3. Skala dan proporsi manusia (human scale and human proportion) terkait upaya menghindari dominasi massa bangunan terhadap lingkungan. Kondisi non fisik kawasan mencakup: ideologi.

Ekspressi bentuk yang terjadi dari padu raksa dalam bentuk makro kawasan dan pekarangan dan empat babucuan pada aspek mikro bangunan. Pengubahan bentuk kotak segiempat menjadi bentuk kotak dinamis (split level). 2. Akan mengadopsi unsur sosok dan bentuk pada desa-desa tradisional yang unik di Kabupaten Gianyar. Sosok dan Bentuk Bangunan Penataan Sosok dan bentuk mempertimbangkan sosok dan bentuk ciri khas Gianyar dengan konsep sebagai berikut: 1. namun dikembangkan dan disesuaikan dengan kekinian akibat CV. 2. TRI MATRA DISAIN V-8 . Konsep struktur dan konstruksi sebagai seni (the art off construction). 3. e) Struktur dan Bahan Prinsip-prinsip yang terkandung dalam Arsitektur Tradisional Bali khas Gianyar dipakai sebagai konsep struktur dan bahan pada Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar dimaksud. Memperhatikan efek estetika visual yang merupakan pendetailan lebih lanjut dari sosok dan bentuk yang diadopsi dari berbagai tempat di Gianyar tersebut.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar yaitu bentuk dasar segi empat serta pengembangannya yang mencerminkan: 1. penambahan penampilan) pada ujung atau tengah depan bangunan. Bentuk yang proporsional sesuai konsep Tri Angga serta menghindari dominasi massa bangunan terhadap lingkungan . memperlihatkan kejujuran sesuai prinsip statika.

jendela kayu bangkirai. teknologi tanpa mengubah etik normatif terapan Dari segi bahan bangunan. TRI MATRA DISAIN V-9 . Pada beberapa sisi tidak tertutup kemungkinan menggunakan bahan buatan ditinjau dari segi efisiensi dan efektifitas penggunaan dan pemeliharaannya. menyelaraskan diri pada jenis bahan dan cara pemasangan dengan lingkungan sekitarnya. seperti lantai keramik. seoptimal mungkin menggunakan bahan alami. kaca dan sebagainya. CV.mengikuti karakteristik bahan dengan komposisi berat di bawah dan ringan di atas.Usulan teknis Pendampingan PSD Revitalisasi Kawasan Blahbatuh Kabupaten Gianyar pengaruh bentuknya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->