C.

Tindakan Halusinasi
1. Tindakan Keperawatan untuk Pasien a. Tujuan tindakan untuk pasien meliputi:

Keperawatan

Pasien

1) Pasien mengenali halusinasi yang dialaminya 2) Pasien dapat mengontrol halusinasinya 3) Pasien mengikuti program pengobatan secara optimal b. Tindakan Keperawatan 1) Membantu pasien mengenali halusinasi. Untuk membantu pasien mengenali halusinasi Saudara dapat melakukannya dengan cara berdiskusi dengan pasien tentang isi halusinasi (apa yang didengar/dilihat), waktu terjadi halusinasi, frekuensi terjadinya halusinasi, situasi yang menyebabkan halusinasi muncul dan respon pasien saat halusinasi muncul 2) Melatih pasien mengontrol halusinasi. Untuk membantu pasien agar mampu mengontrol halusinasi Saudara dapat melatih pasien empat cara yang sudah terbukti dapat mengendalikan halusinasi. Keempat cara tersebut meliputi: a) Menghardik halusinasi Menghardik halusinasi adalah upaya mengendalikan diri terhadap halusinasi dengan cara menolak halusinasi yang muncul. Pasien dilatih untuk mengatakan tidak terhadap halusinasi yang muncul atau tidak mempedulikan halusinasinya. Kalau ini dapat dilakukan, pasien akan mampu mengendalikan diri dan tidak mengikuti halusinasi yang muncul. Mungkin halusinasi tetap ada namun dengan kemampuan ini pasien tidak akan larut untuk menuruti apa yang ada dalam halusinasinya. Tahapan tindakan meliputi:  Menjelaskan cara menghardik halusinasi  Memperagakan cara menghardik  Meminta pasien memperagakan ulang  Memantau penerapan cara ini, menguatkan perilaku pasien

b) Bercakap-cakap dengan orang lain Untuk mengontrol halusinasi dapat juga dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Ketika pasien bercakap-cakap dengan orang lain maka terjadi distraksi; fokus perhatian pasien akan beralih dari halusinasi ke percakapan yang dilakukan dengan orang lain tersebut. Sehingga salah satu cara yang efektif untuk mengontrol halusinasi adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain. c) Melakukan aktivitas yang terjadwal Untuk mengurangi risiko halusinasi muncul lagi adalah dengan menyibukkan diri dengan aktivitas yang teratur. Dengan beraktivitas secara terjadwal, pasien tidak akan mengalami banyak waktu luang sendiri yang seringkali mencetuskan halusinasi. Untuk itu pasien yang mengalami halusinasi bisa dibantu untuk mengatasi halusinasinya dengan cara beraktivitas secara teratur dari bangun pagi sampai tidur malam, tujuh hari dalam seminggu. Tahapan intervensinya sebagai berikut:  Menjelaskan pentingnya aktivitas yang teratur untuk mengatasi halusinasi.  Mendiskusikan aktivitas yang biasa dilakukan oleh pasien  Melatih pasien melakukan aktivitas  Menyusun jadwal aktivitas sehari-hari sesuai dengan aktivitas yang telah dilatih. Upayakan pasien mempunyai aktivitas dari bangun pagi sampai tidur malam, 7 hari dalam seminggu.  Memantau pelaksanaan jadwal kegiatan; memberikan penguatan terhadap perilaku pasien yang positif. d) Menggunakan obat secara teratur Untuk mampu mengontrol halusinasi pasien juga harus dilatih untuk menggunakan obat secara teratur sesuai dengan program. Pasien gangguan jiwa yang dirawat di rumah seringkali mengalami putus obat sehingga akibatnya pasien mengalami kekambuhan. Bila kekambuhan terjadi maka untuk mencapai kondisi seperti semula akan lebih sulit. Untuk itu pasien perlu dilatih menggunakan obat sesuai program dan berkelanjutan. Berikut ini tindakan keperawatan agar pasien patuh menggunakan obat:  Jelaskan guna obat  Jelaskan akibat bila putus obat  Jelaskan cara mendapatkan obat/berobat

 Jelaskan cara menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar obat, benar pasien, benar cara, benar waktu, benar dosis) SP 1 Pasien : Membantu pasien mengenal halusinasi, menjelaskan cara-cara mengontrol halusinasi, mengajarkan pasien mengontrol halusinasi dengan cara pertama: menghardik halusinasi Orientasi:

”Assalamualaikum D. Saya perawat yang akan merawat D. Nama Saya SS, senang dipanggil S. Nama D siapa? Senang dipanggil apa” ”Bagaimana perasaan D hari ini? Apa keluhan D saat ini” ”Baiklah, bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang suara yang selama ini D dengar tetapi tak tampak wujudnya? Di mana kita duduk? Di ruang tamu? Berapa lama? Bagaimana kalau 30 menit” Kerja: ”Apakah D mendengar suara tanpa ada ujudnya?Apa yang dikatakan suara itu?” ” Apakah terus-menerus terdengar atau sewaktu-waktu? Kapan yang paling sering D dengar suara? Berapa kali sehari D alami? Pada keadaan apa suara itu terdengar? Apakah pada waktu sendiri?” ” Apa yang D rasakan pada saat mendengar suara itu?” ”Apa yang D lakukan saat mendengar suara itu? Apakah dengan cara itu suara-suara itu hilang? Bagaimana kalau kita belajar cara-cara untuk mencegah suara-suara itu muncul? ” D , ada empat cara untuk mencegah suara-suara itu muncul. Pertama, dengan menghardik suara tersebut. Kedua, dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain. Ketiga, melakukan kegiatan yang sudah terjadwal, dan yang ke empat minum obat dengan teratur.” ”Bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu, yaitu dengan menghardik”. ”Caranya sebagai berikut: saat suara-suara itu muncul, langsung D bilang, pergi saya tidak mau dengar, … Saya tidak mau dengar. Kamu suara palsu. Begitu diulang-ulang sampai suara itu tak terdengar lagi. Coba D peragakan! Nah begitu, … bagus! Coba lagi! Ya bagus D sudah bisa” Terminasi: ”Bagaimana perasaan D setelah peragaan latihan tadi?” Kalau suara-suara itu muncul lagi, silakan coba cara tersebut ! bagaimana kalu kita buat jadwal latihannya. Mau jam berapa saja

Minta teman untuk ngobrol dengan D. Coba D lakukan seperti saya tadi lakukan. Bagaimana kalau kita bertemu lagi untuk belajar dan latihan mengendalikan suara-suara dengan cara yang kedua? Jam berapa D?Bagaimana kalau dua jam lagi? Berapa lama kita akan berlatih?Dimana tempatnya” ”Baiklah. Bagaimana kalau kita latih cara yang ketiga yaitu melakukan aktivitas terjadwal? Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10. langsung saja cari teman untuk diajak ngobrol. Bagus! Coba sekali lagi! Bagus! Nah. Assalamu’alaikum” SP 2 Pasien : Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara kedua: bercakap-cakap dengan orang lain Orientasi: “Assalammu’alaikum D. Mau jam berapa latihan bercakap-cakap? Nah nanti lakukan secara teratur serta sewaktu-waktu suara itu muncul! Besok pagi saya akan ke mari lagi. Ya. sampai jumpa. begitu. ayo ngobrol dengan D. Bagaimana perasaan D hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai dua cara yang telah kita latih ? Bagaimana hasilnya ? Bagus ! Sesuai janji kita. hari ini kita akan belajar cara yang ketiga untuk mencegah halusinasi . Assalamualaikum” SP 3 Pasien : Melatih pasien mengontrol halusinasi dengan cara ketiga: melaksanakan aktivitas terjadwal Orientasi: “Assalamu’alaikum D. saya mulai dengar suara-suara. Begitu D. … tolong.00? Mau di mana/ Di sini lagi? Sampai besok ya. Bagaimana kalau kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian D. cobalah kedua cara ini kalau D mengalami halusinasi lagi. Bagaimana perasaan D hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai cara yang telah kita latih?Berkurangkan suara-suaranya Bagus ! Sesuai janji kita tadi saya akan latih cara kedua untuk mengontrol halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Ayo ngobrol dengan saya! Atau kalau ada orang dirumah misalnya Kakak D katakan: Kak. Jadi kalau D mulai mendengar suara-suara. Mau di mana? Di sini saja? Kerja: “Cara kedua untuk mencegah/mengontrol halusinasi yang lain adalah dengan bercakap-cakap dengan orang lain. Contohnya begini. D sedang dengar suara-suara. Kita akan latihan selama 20 menit. latih terus ya D!” Terminasi: “Bagaimana perasaan D setelah latihan ini? Jadi sudah ada berapa cara yang D pelajari untuk mencegah suara-suara itu? Bagus.latihannya? (Saudara masukkan kegiatan latihan menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan harian pasien).

Mau di mana kita bicara? Baik kita duduk di ruang tamu. D juga harus perhatikan berapa jumlah obat sekali minum. Sedangkan yang merah jambu (HP) 3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk pikiran biar tenang. Coba lakukan sesuai jadwal ya!(Saudara dapat melatih aktivitas yang lain pada pertemuan berikut sampai terpenuhi seluruh aktivitas dari pagi sampai malam) Bagaimana kalau menjelang makan siang nanti. jam 1 siang dan jam 7 malam gunanya untuk menghilangkan suara-suara. D akan kambuh dan sulit untuk mengembalikan ke keadaan semula. Bagaimana perasaan D hari ini? Apakah suara-suaranya masih muncul ? Apakah sudah dipakai tiga cara yang telah kita latih ? Apakah jadwal kegiatannya sudah dilaksanakan ? Apakah pagi ini sudah minum obat? Baik. Ini yang putih (THP)3 kali sehari jam nya sama gunanya untuk rileks dan tidak kaku. D juga harus teliti saat menggunakan obat-obatan ini. terus jam berikutnya(terus ajak sampai didapatkan kegiatannya sampai malam). Kita akan diskusi selama 20 menit sambil menunggu makan siang. Berapa lama kita bicara? Bagaimana kalau 30 menit? Baiklah. Mari kita latih dua kegiatan hari ini (latih kegiatan tersebut). Kalau suara-suara sudah hilang obatnya tidak boleh diberhentikan. Baca nama kemasannya.00 pagi?Di ruang makan ya! Sampai jumpa. Apakah suara-suara berkurang/hilang ? Minum obat sangat penting supaya suara-suara yang D dengar dan mengganggu selama ini tidak muncul lagi.” Kerja: “Apa saja yang biasa D lakukan? Pagi-pagi apa kegiatannya. dengan cara yang benar. Wassalammualaikum. Di sini sa ja ya D?” Kerja: “D adakah bedanya setelah minum obat secara teratur. Terminasi: “Bagaimana perasaan D setelah kita bercakap-cakap cara yang ketiga untuk mencegah suara-suara? Bagus sekali! Coba sebutkan 3 cara yang telah kita latih untuk mencegah suara-suara. Nanti konsultasikan dengan dokter. Jangan keliru dengan obat milik orang lain. Kegiatan ini dapat D lakukan untuk mencegah suara tersebut muncul. Hari ini kita akan mendiskusikan tentang obat-obatan yang D minum. Wah banyak sekali kegiatannya. Kalau obat habis D bisa minta ke dokter untuk mendapatkan obat lagi. Kegiatan yang lain akan kita latih lagi agar dari pagi sampai malam ada kegiatan. Berapa macam obat yang D minum ? (Perawat menyiapkan obat pasien) Ini yang warna orange (CPZ) 3 kali sehari jam 7 pagi. artinya D harus memastikan bahwa itu obat yang benar-benar punya D. kita membahas cara minum obat yang baik serta guna obat. Pastikan obat diminum pada waktunya. dan harus cukup minum 10 gelas per hari” Terminasi: .yaitu melakukan kegiatan terjadwal. Bagus sekali D bisa lakukan. sebab kalau putus obat. Bagus sekali. Yaitu diminum sesudah makan dan tepat jamnya. Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 12. Mari kita masukkan dalam jadwal kegiatan harian D. SP 4 Pasien: Melatih pasien menggunakan obat secara teratur Orientasi: “Assalammualaikum D. Pastikan obatnya benar.

00. PK P 1 Pasien : Membina hubungan saling percaya. jadi bapak marah-marah. Mari kita masukkan jadwal minum obatnya pada jadwal kegiatan D. mata melotot.iya. O. tentu tidak. identifikasi penyebab perasaan marah. perilaku kekerasan yang dilakukan. saya perawat yang dinas di ruangan 9 ini.” . apakah dengan cara ini stress bapak hilang? Iya. apa yang bapak rasakan?” (tunggu respons pasien) “Apakah bapak merasakan kesal kemudian dada bapak berdebar-debar. Besok kita ketemu lagi untuk melihat manfaat 4 cara mencegah suara yang telah kita bicarakan. senangnya dipanggil apa?” “Bagaimana perasaan bapak saat ini?.“Bagaimana perasaan D setelah kita bercakap-cakap tentang obat? Sudah berapa cara yang kita latih untuk mencegah suara-suara? Coba sebutkan! Bagus! (jika jawaban benar)... perkenalkan nama saya nurhakim yudhi wibowo. Jangan lupa pada waktunya minta obat pada perawat atau pada keluarga kalau di rumah. istri jadi takut barang-barang pecah. panggil saya yudi. sampai jumpa. penyebabnya apa? Samakah dengan yang sekarang?. Nah makanan sudah datang. tanda dan gejala yang dirasakan.iya. dan tangan mengepal?” “Setelah itu apa yang bapak lakukan? O. Apakerugian cara yang bapak lakukan? Betul. Nama bapak siapa. Wassalammu‟alaikum. Masih ada perasaan kesal atau marah?” “Baiklah kita akan berbincang-bincang sekarang tentang perasaan marah bapak” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang?” Bagaimana kalau 10 menit? “Dimana enaknya kita duduk untuk berbincang-bincang. Salah satunya adalahlah dengan cara fisik. rahang terkatup rapat. Menurut bapak adakah cara lain yang lebih baik? Maukah bapak belajar cara mengungkapkan kemarahan dengan baik tanpa menimbulkan kerugian?” ”Ada beberapa cara untuk mengontrol kemarahan. apakah ada penyebab lain yang membuat bapak marah” “Pada saat penyebab marah itu ada. seperti bapak stress karena pekerjaan atau masalah uang(misalnya ini penyebab marah pasien). akibatnya serta cara mengontrol secara fisik I ORIENTASI: “Selamat pagi pak. pak? Bagaimana kalau di ruang tamu?” KERJA: “Apa yang menyebabkan bapak marah?. pak. membanting pintu dan memecahkan barang-barang. Jadi melalui kegiatan fisik disalurkan rasa marah. Mau jam berapa? Bagaimana kalau jam 10. Apakah sebelumnya bapak p ernah marah? Terus.

ingat-ingat lagi penyebab marah bapak yang lalu.(sebutkan) dan yang bapak lakukan . sebaiknya latihan ini bapak lakukan secara rutin...... bagus... Ayo coba lagi.. Latih cara fisik ke-2: pukul kasur dan bantal c. Bagaimana perasaannya?” “Nah. bapak sudah bisa melakukannya. (sebutkan) dan yang bapak rasakan . kalau tanda-tanda marah tadi sudah bapak rasakan maka bapak berdiri...... tahan. tarik dari hidung. apa yang bapak lakukan kalau marah yang belum kita bahas dan jangan lupa latihan napas dalamnya ya pak... berapa kali sehari bapak mau latihan napas dalam?... Bagus sekali. sehingga bila sewaktu -waktu rasa marah itu muncul bapak sudah terbiasa melakukannya” TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang tentang kemarahan bapak?” ”Iya jadi ada 2 penyebab bapak marah .... lalu tarik napas dari hidung. tahan sebentar. (sebutkan) serta akibatnya .. Selamat pagi ” SP 2 Pasien: Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara fisik ke-2 a. bagaimana kalau 2 jam lagi saya datang dan kita latihan cara yang lain untuk mencegah/mengontrol marah. „Sekarang kita buat jadual latihannya ya pak... Evaluasi latihan nafas dalam b.”Ada beberapa cara. bagaimana kalau kita belajar satu cara dulu?” ”Begini pak. Nah. dan tiup melalui mulut.. Tempatnya disini saja ya pak. Susun jadwal kegiatan harian cara kedua . lalu keluarkan/tiupu perlahan –lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan.. (sebutkan) ”Coba selama saya tidak ada..... lakukan 5 kali.. jam berapa saja pak?” ”Baik.

00 pagi. Mana kamar bapak? Jadi kalau nanti bapak kesal dan ingin marah. Lalu kalau ada keinginan marah sewaktu-waktu gunakan kedua cara tadi ya pak. Nah. Kemudian jangan lupa merapikan tempat tidurnya TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah latihan cara menyalurkan marah tadi?” “Ada berapa cara yang sudah kita latih. coba bapak lakukan. “Kekesalan lampiaskan ke kasur atau bantal. Pukul kasur bantal mau jam berapa? Bagaimana kalau setiap bangun tidur? Baik. pukul kasur dan bantal.” “Nah cara inipun dapat dilakukan secara rutin jika ada perasaan marah. selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur dan bantal”.00 sore. sesuai dengan janji saya tiga jam yang lalu sekarang saya datang lagi” “Bagaimana perasaan bapak saat ini. langsung ke kamar dan lampiaskan kemarahan tersebut dengan memukul kasur dan bantal. Mau jam berapa pak? Baik. mau berapa kali sehari bapak latihan memukul kasur dan bantal serta tarik nafas dalam ini?” “Besok pagi kita ketemu lagi kita akan latihan cara mengontrol marah dengan belajar bicara yang baik. Sekarang kita buat jadwalnya ya pak. mata melotot. dan jam jam 15. “Sekarang mari kita latihan memukul kasur dan bantal. bagus sekali bapak melakukannya”. sekarang kita akan belajar cara mengontrol perasaan marah dengan kegiatan fisik untuk cara yang kedua” “sesuai janji kita tadi kita akan berbincang-bincang sekitar 20 menit dan tempatnya disini di ruang tamu. Sampai jumpa&istirahat y pak” . adakah hal yang menyebabkan bapak marah?” “Baik. coba bapak sebutkan lagi?Bagus!” “Mari kita masukkan kedalam jadual kegiatan sehari-hari bapak.bagaimana bapak setuju?” KERJA “Kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal. jadi jam 05.ORIENTASI “Selamat pagi pak. berdebar-debar. Ya. jam 10 pagi ya.

.

” “Bagus. Coba bapak praktekkan. Evaluasi jadwal harian untuk dua cara fisik b. mengungkapkan perasaan dengan baik. Nah kalau tidak dilakukan tulis T. Coba bapak praktekkan.” 2. Bagus pak. artinya belum bisa melakukan “Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara bicara untuk mencegah marah?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang?Bagaimana kalau di tempat yang sama?” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?” KERJA “Sekarang kita latihan cara bicara yang baik untuk mencegah marah. artinya mandiri. Bagus pak” 3. Menolak dengan baik. Coba praktekkan. sudah dilakukan latihan tarik napas dalam dan pukul kasur bantal?. kalau diingatkan suster baru dilakukan tulis B. Kalau marah sudah dusalurkan melalui tarik nafas dalam atau pukul kasur dan bantal. katakan: „Maaf sa ya tidak bisa melakukannya karena sedang ada kerjaan‟. Mengungkapkan perasaan kesal. Nah kalau tarik nafas dalamnya dilakukan sendiri tulis M. Kemarin Bapak bilang penyebab marahnya larena minta uang sama isteri tidak diberi. jika ada perlakuan orang lain yang membuat kesal bapak dapat mengatakan:‟ Saya jadi ingin marah karena perkataanmu itu‟. Ada tiga caranya pak: 1. saya perlu uang untuk membeli rokok. minta obat dan lain-lain. c. Latihan mengungkapkan rasa marah secara verbal: menolak dengan baik. jika ada yang menyuruh dan bapak tidak ingin melakukannya.” Nanti bisa dicoba di sini untuk meminta baju. Susun jadwal latihan mengungkapkan marah secara verbal ORIENTASI “Selamat pagi pak. sesuai dengan janji saya kemarin sekarang kita ketemu lagi” “Bagaimana pak. maka kita perlu bicara dengan orang yang membuat kita marah. dan sudah lega.SP 3 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara sosial/verbal: a. meminta dengan baik. Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak menggunakan kata-kata kasar. artinya dibantu atau diingatkan. apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?” “Coba saya lihat jadwal kegiatan hariannya. Coba Bapat minta uang dengan baik:”Bu. Bagus” TERMINASI .

misalnya meminta obat. bapak setuju? Mau di mana Pak? Di sini lagi? Baik sampai nanti ya” SP 4 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan secara spiritual a. bisa kita buat jadwalnya?” Coba masukkan dalam jadual latihan sehari-hari. sekarang mari kita masukkan dalam jadual. Diskusikan hasil latihan mengontrol perilaku kekerasan secara fisik dan sosial/verbal b. Latihan sholat/berdoa c. uang. Bagus nanti dicoba ya Pak!” “Bagaimana kalau dua jam lagi kita ketemu lagi?” “Nanti kita akan membicarakan cara lain untuk mengatasi rasa marah bapak yaitu dengan cara ibadah. Buat jadual latihan sholat/berdoa .“Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara mengontrol marah dengan bicara yang baik?” “Coba bapak sebutkan lagi cara bicara yang baik yang telah kita pelajari” “Bagus sekal. Berapa kali sehari bapak mau latihan bicara yang baik?. dll.

Mau jam berapa pak? Seperti sekarang saja. “Mari kita masukkan kegiatan ibadah pada jadual kegiatan bapak.... yaitu dengan patuh minum obat. latihan apa yang sudah dilakukan?Apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur? Bagus sekali. kalau bapak sedang marah coba bapak langsung duduk dan tarik napas dalam. Evaluasi jadwal kegiatan harian pasien untuk cara mencegah marah yang sudah dilatih... sesuai dengan janji saya dua jam yang lalu sekarang saya datang lagi” Baik.ORIENTASI “Selamat pagi pak.” “Coba Bpk sebutkan sholat 5 waktu? Bagus. yang mana mau dicoba? “Nah.. Baik kita masukkan sholat .. “Bapak bisa melakukan sholat secara teratur untuk meredakan kemarahan.. (sesuai kesepakatan pasien) “Coba bapak sebutkan lagi cara ibadah yang dapat bapak lakukan bila bapak merasa marah” “Setelah ini coba bapak lakukan jadual sholat sesuai jadual yang telah kita buat tadi” “Besok kita ketemu lagi ya pak. bagaimana rasa marahnya” “Bagaimana kalau sekarang kita latihan cara lain untuk mencegah rasa marah yaitu den gan ibadah?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang?Bagaimana kalau di tempat tadi?” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit? KERJA “Coba ceritakan kegiatan ibadah yang biasa Bapak lakukan! Bagus.” TERMINASI Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara yang ketiga ini?” “Jadi sudah berapa cara mengontrol marah yang kita pelajari? Bagus”. yang mana yang mau dicoba?” “Bagaimana pak. Mau coba yang mana?Coba sebutkan caranya (untuk yang muslim). dan . Jika tidak reda juga marahnya rebahkan badan agar rileks. jam 10 ya?” “Nanti kita akan membicarakan cara penggunaan obat yang benar untuk mengontrol rasa marah bapak. Jika tidak reda juga. setuju pak?” SP 5 Pasien : Latihan mengontrol perilaku kekerasan dengan obat a. ambil air wudhu kemudian sholat”.. nanti kita bicarakan cara keempat mengontrol rasa marah. Baik. .... Mau berapa kali bapak sholat...

sudah dilakukan latihan tarik napas dalam. benar waktu minum obat. Coba kita lihat cek kegiatannya”. benar nama obat.” “Sekarang kita masukkan waktu minum obatnya kedalam jadual ya pak. “Bila terasa mata berkunang-kunang. c. untuk membantu mengatasinya bapak bisa minum air putih yang tersedia di ruangan”. berapa dosis yang harus diminum. bicara yang baik serta sholat?. jam berapa saja harus diminum. bapak sebaiknya istirahat dan jangan beraktivitas dulu” “Nanti di rumah sebelum minum obat ini bapak lihat dulu label di kotak obat apakah benar nama bapak tertulis disitu. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar? Di sini minta obatnya pada suster kemudian cek lagi apakah benar obatnya!” “Jangan pernah menghentikan minum obat sebelum berkonsultasi dengan dokter ya pak. apa yang dirasakan setelah melakukan latihan secara teratur?. dan jam 7 malam”.” TERMINASI “Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap tentang cara minum obat yang benar?” “Coba bapak sebutkan lagijenis obat yang Bapak minum! Bagaimana cara minum obat yang benar?” . Latih pasien minum obat secara teratur dengan prinsip lima benar (benar nama pasien. “Bagaimana kalau sekarang kita bicara dan latihan tentang cara minum obat yang benar untuk mengontrol rasa marah?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau di tempat kemarin?” “Berapa lama bapak mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit” FASEKERJA (perawat membawa obat pasien) “Bapak sudah dapat obat dari dokter?” Berapa macam obat yang Bapak minum? Warnanya apa saja? Bagus! Jam berapa Bapak minum? Bagus! “Obatnya ada tiga macam pak. yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya agar pikiran tenang. Semuanya ini harus bapak minum 3 kali sehari jam 7 pagi. dan yang merah jambu ini namanya HLP agar pikiran teratur dan rasa marah berkurang. Susun jadual minum obat secara teratur ORIENTASI “Selamat pagi pak. sesuai dengan janji saya kemarin hari ini kita ketemu lagi” “ Bagaimana pak. jam 1 sian g.b. benar cara minum obat. karena dapat terjadi kekambuhan. yang putih ini namanya THP agar rileks. pukul kasur bantal. dan benar dosis obat) disertai penjelasan guna obat dan akibat berhenti minum obat. “Bila nanti setelah minum obat mulut bapak terasa kering.

Begitu ya pak? . tetapi apa yang membuat bapak terlihat begitu curiga terhadap saya? Ceritakan apa yang mengganjal di pikiran bapak sekarang? Baiklah semoga setelah bertemu dengan saya masalah bapak akan teratasi.. Kondisi Klien Klien terlihat gelisah. Bina hubungan saling percaya b. Diagnosa Keperawatan Perubahan proses pikir C. Assalamu’alaikum. curiga terhadap orang yang berada di sekelilingnya.pak. “Baik. Perkenalan diri dengan klien secara sopan c. perkenalkan nama saya Andika. Tujuan Khusus 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan orang lain D. Sampai jumpa” STRATEGI PELAKSANAAN KLIEN DG WAHAM STRATEGI PELAKSANAAN (SP) Tindakan Keperawatan Interaksi Ke : I (Pertama) Tanggal Pertemuan :………………. saya perawat disini yang akan membantu bapak selama dirawat di sini. Jujur & tepati janji f. Beri perhatian kepada klien g. Evaluasi/validasi : Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bapak terlihat segar. A. Tunjukkan sikap empati kepada klien E. sudah berapa cara mengontrol perasaan marah yang kita pelajari?. Nah sekarang saya yang bertanya ya pak? nama Bapak siapa?…. Fase Orientasi : Salam Terapeutik: Selamat pagi. Strategi Komunikasi 1. Tindakan Keperawatan : a. Sapa klien dengan ramah d.. saya boleh pang gil apa?…. perhatian terhadap lingkungan sekitar menurun. Besok kita ketemu kembali untuk melihat sejauhma a na bapak melaksanakan kegiatan dan sejauhmana dapat mencegah rasa marah.Oh Suwarno namanya bagus sekali..“Nah. bapak bisa pan ggil saya Dika (sambil mengulurkan tangan kepada klien untuk berjabat tangan). kadang-kadang klien berbicara sendiri dan berkata bahwa dirinya adalah Imam Mahdi yang tahu bahwa kapan dunia akan kiamat. Baiklah akan saya panggil pak Imam. Sekarang kita tambahkan jadual kegiatannya dengan minum obat. Jelaskan tujuan pertemuan e. B. Jangan lupa laksanakan semua dengan teratur ya”.

Bagaimana pak? Apakah bapak setuju? Baiklah bagaimana kalau kita duduk di kursi teras depan? Berapa lama bapak mempunyai waktu dengan saya? Bagaimana kalau 20 menit. oh begitu ya pak? saya mengerti apa yang bapak maksudkan. Saya berharap setiap bapak bertemu dengan saya dan saat memerlukan bantuan saya. Kontrak yang akan datang : Sekarang 15 menitnya sudah habis. Nanti pukul 11. berarti pertemuan kita disini juga sudah selesai. sekarang bagaimana perasaan bapak setelah bertemu dan bercerita dengan saya? Bagus. rasa berharap bapak lebih bisa mengungkapkan perasaan bapak dan lebih terbuka dengan harapan agar masalah bapak dapat teratasi.00 sebelum makan siang saya akan datang kembali menemui bapak untuk mendiskusikan masalah yang sedang bapak hadapi sekarang. saya rasa bapak sudah mulai terbuka dan merasa nyaman dengan kehadiran saya. coba ulangi siapa nama saya? Lupa? Masih sebentar kok sudah lupa? Saya ulangi lagi nama saya Andika. kita sudah cukup saling mengenal saat ini.Kontrak: Bapak. begitu pula sebaliknya sehingga bapak bisa merasa nyaman bercerita kepada saya. cukup? Baiklah kalau begitu 15 menit saja ya pak? 2. Tindak Lanjut : Baiklah. bapak mau memanggil saya supaya selama bapak di sini dapat bekerjasama dengan saya serta bapak mampu sembuh kembali. Evaluasi Obyektif : Nah. mengapa bapak terlihat gelisah serta selalu berbicara sendiri tentang Imam Mahdi?…. Fase Terminasi : Evaluasi Subyektif : Baiklah. nanti dimana kita bisa bertemu kembali? Baiklah nanti kita bertemu lagi disini ya pak? Assalamualaikum. sekarang coba sebutkan lagi siapa nama saya? Bagus sekali. tujuan saya menemui bapak saat ini adalah ingin mengenal lebih dekat pak Imam sehingga kita bisa saling kenal dan bapak bisa menceritakan segala masalah bapak selain itu saya dapat membantu apa yang bapak disini. Mulai sekarang kalau ketemu saya jangan lupa panggil saya dengan? Bagus. bapak bisa memanggil saya Dika ya pak? Baiklah semoga bapak bisa mengenal saya. . saya rasa perkenalan kita cukup sekian. Coba jelaskan darimana bapak mendapatkan ilham bahwa bapak adalah seorang Imam Mahdi? 3. tadi saya sudah menyebutkan nama saya. Bapak. Fase Kerja : Nah.

Oh iya. B. perhatian terhadap lingkungan sekitar menurun. mudah curiga terhadap orang yang berada di sekelilingnya..WAHAM STRATEGI PELAKSANAAN (SP) Tindakan Keperawatan Interaksi Ke: II (Kedua) Tanggal Pertemuan:…………………. seratus untuk bapak. A. punya waktu berapa menit? Baiklah kalau begitu. Pak Imam apakah sudah makan? Kalau begitu nanti setelah pertemuan kita ini bapak langsung ke ruang makan ya pak. Bagaimana apakah Bapak sudah siap? Saat ini saya datang lagi untuk menemui bapak sesuai dengan janji saya tadi. Pak Imam. Bagaimana Pak apakah dapat kita mulai? Evaluasi: Bagaimana perasaan bapak saat ini? Bapak. Perlihatkan sikap penuh perhatian dan kepedulian b. Tindakan Keperawatan: a. 15 menit ya pak. Kondisi Klien Klien masih terlihat gelisah. Kontrak: Pak Imam. kadang-kadang klien berbicara sendiri dan berkata bahwa dirinya adalah Imam Mahdi yang tahu bahwa kapan dunia akan kiamat. Validasi arti komunikasi dengan pasien c. Tujuan Khusus 2: Pasien dapat mengenal dan menjelaskan tentang waham yang merupakan salah satu bentuk dari perubahan proses pikir D. Bantu pasien mengidentifikasi perbedaan antara realita dan proses pikir internal E. Strategi Komunikasi 4. Diagnosa Keperawatan Perubahan proses pikir C. Fase Orientasi: Salam Terapeutik: Assalamu’alaikum. apakah masih ingat nama saya? Bagus. Tempatnya . Sekarang sudah pukul 11.00.

apa yang membuat bapak menamakan diri Imam Mahdi? Bapak. nah sekarang kiamat itu hanya Allah yang tahu. Baiklah sekian pertemuan kita kali ini tapi ingat pesan saya pak ya! Selalu mendiskusikan masalah yang bapak hadapi. memang waktunya sudah habis pak. sesuai dengan perjanjian kita tadi yaitu 15 menit. Nah. Fase Kerja: Bapak. sekarang bapak coba bertanya pada teman saya ini “siapakah nama saya”? Pak.Bagaimana perasaan bapak setelah pertemuan kita kali ini? Ok. benarkan apa yang saya bilang. 5. kalau begitu apakah nanti bapak mau bertemu saya lagi untuk membahas masalah bapak? Evaluasi Obyektif: Sekarang coba sebutkan apa yang dimaksud dengan waham? Benar sekali. sebenarnya Imam Mahdi itu akan datang ketika dunia akan kiamat. apakah bapak sudah paham tentang yang bapak alami sekarang? Baiklah kalau bapak ada masalah dengan penjelasan saya tadi bapak dapat menemui saya. Tindak Lanjut: Saya rasa bapak sudah banyak memahami isi pembicaraan kita kali ini. bolehkah saya bertanya? Apakah yang bapak rasakan saat ini? Bapak. nama bapak adalah Suwarno. kalau begitu. Waham adalah gangguan proses pikir terhadap realita yang meyakini sesuatu yang salah. Agar masalah bapak dapat segera teratasi Kontrak yang akan datang: Wah. Bagaimana pak kapan kita bisa ketemu lagi? Baiklah kalu besok. Fase Terminasi: Evaluasi Subyektif: Baiklah saya rasa bapak sudah mulai mengenal tentang realita atau kenyataan yang ada.apakah sama seperti tadi atau kita ngobrolnya di ruang makan? Baiklah kalau begitu kita keruang makan ya pak sekarang. Selamat makan siang. pak sepertinya bau soto sudah mengundang selera ya? Apakah sekarang bapak sudah lapar? Yah. Assalamualaikum pak Suwarno. Saya berharapa agar setiap masalah yang bapak hadapi selalu mendiskusikannya dengan saya. . sebenarnya nama bapak adalah Suwarno tetapi mengapa bapak menamakan diri Imam Mahdi? Bapak. Sekarang Bapak mengalami suatu gangguan proses pikir yang dinamakan waham. Apakah bapak sepandapat dengan saya? Bapak. 6. Bagaimana kalo mulai sekarang bapak saya panggil dengan nama pak Suwarno? Baiklah.00 ya pak nanti saya jemput di kamar bapak ya? Nanti kita akan membahas masalah waham dan realita. jam 08. Terima kasih atas waktunya. Jam berapa pak? Ok.

Kontrak: Pak Suwarno. kali ini bapak punya waktu berapa menit? Baiklah kalau begitu. Fase Orientasi: Salam Terapeutik: Assalamu’alaikum. Bantu pasien mengungkapkan secara verbal perasaannya E. Bagaimana Apakah bapak sudah siap? Bagus. atensi terhadap lingkungan menurun. Tujuan Khusus 3: Pasien dapat membedakan antara pikiranwaham dengan realita D. Tindakan Keperawatan: a. Selamat pagi Pak Suwarno. A. Kondisi Klien Klien masih terlihat gelisah. Evaluasi: Bagaimana perasaan bapak saat ini? Bapak. apakah masih ingat nama saya? Bagus. Bapak masih hafal nama saya. Oh iya. Kita ngobrol dimana pak? Dibawah Pohon yang rindang itu saja ya? Ok. Bagaimana kabar Bapak hari ini? Bagaimana tidurnya seamalam pak? Sekarang saya menapati janji saya yang kemarin yaitu akan mengajak bapak berdiskusi masalah waham dan realita.. Bantu pasien menghubungkan masalahnya dengan realita yang ada b. Diagnosa Keperawatan Perubahan proses pikir C. Strategi Komunikasi 1. Fokus dan kuatkan pada realita c. klien sering berbicara sendiri.STRATEGI PELAKSANAAN (SP) Tindakan Keperawatan Interaksi Ke: III (Ketiga) Tanggal Pertemuan:…………………. Pak Imam apakah sudah sarapan pagi? Dengan lauk dan sayur apa pak? Wah enak sekali ya pak? Ngomong-ngomong bapak apakah masih ingat apa yang disebut waham itu? Baiklah saya akan menjelaskannya kembali. B. 15 menit ya .

sekarang saya jelaskan kembali apa yang disebut waham itu. Fase Kerja: Bapak. Berarti bapak adalah pak Suwarno bukan Imam Mahdi. ORIENTASI : .00 ya pak? Nanti kita akan membahas cara menghilangkan waham ya pak? Bagaimana apakah bapak setuju? Baiklah. dan yang tahu mengenai hari kiamat adalah Allah SWT. Begitu pak ya? 3. apakah yang bapak rasakan beberapa hari terakhir ini? Oh begitu ya? Nah. apakah bapak sudah paham tentang yang bapak alami sekarang? Baiklah kalau bapak ada masalah dengan penjelasan saya tadi bapak dapat menemui saya. mempraktekkan pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi. Saya tahu yang bapak maksudkan. Dibawah pohon ini saja ya pak? 2. mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebutuhan . 1. Saya paham apa yang bapak inginkan. Waham adalah suatu pemikiran yang salah terhadap realita yang ada. saya rasa bapak sudah sedikit mengenal tentang waham dan realita dan bapak sudah mengenal siapakah bapak sebenarnya Evaluasi Obyektif: Sekarang coba sebutkan apa yang dimaksud dengan waham? Benar sekali. Tapi yang perlu diketahui bahwa saat ini yang namanya Imam Mahdi tidak ada. Baiklah kalo begitu. Tapi sebenarnya yang bapak alami sama dengan yang saya maksudkan tadi jadi bapak sebenarnya adalah pak Suwarno. Nah ok.pak. Assalamualaikum. saya ingatkan lagi kalau bapak ada masalah tolong paka menemui saya. Nah nanti siang saya akan menemui bapak kembali sebelum makan siang jam 11. Misalnya seperti menganggap diri adalah seorang yang sangat ditakuti oleh bayak orang yang pada kenyataannya tidak begitu. sebenarnya siapa kah yang bapak sebut Imam Mahdi? Nah berarti dalam diri bapak ada dua oarang dong? Padahal dalam diri setiap orang hanya ada satu. Terimakasih atas waktu yang telah bapak luangkan. Kontrak yang akan datang: Bapak saya rasa ngobrol kita kali ini sudah cukup karena sudah 15 menit. Bagaimana pak? Sekarang tos dulu pak. Tindak Lanjut: Baiklah pak saya rasa bapak sudah mampu membedakan antara waham dengan realita nah. Pak apakah bapak masih ingat siapa nama bapak sebenarnya? Wah seratus pak! Nah sekarang saya tanya. Fase Terminasi: Evaluasi Subyektif: Ok. STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI PADA PASIEN DENGAN WAHAM SP 1 P : Membina hubungan saling percaya .

00–14. KERJA : “Apa saja hobi pak Ricko? Saya catat ya pak. Saya dinas dari jam 07. jadi pak Ricko merasa takut nanti diatur-atur oleh orang lain dan tidak punya hak untuk mengatur diri pak Ricko sendiri?” “Siapa menurut pak Ricko yang sering mengatur-atur diri pak Ricko?” “Jadi teman pak Ricko yang terlalu mengatur-atur ya pak. setuju pak?” “Bagaimana kalau bincang-bincang kita saat ini kita akan lanjutkan lagi. ORIENTASI : “Assalamualaikum pak Ricko. bagaimana perasaannya saat ini? Bagus” “Apakah pak Ricko sudah mengingat-ngingat apa saja hobi atau kegemaran pak Ricko?” “Bagaimana kalau kita bicarakan hobi tersebut sekarang?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang tentang hobi pak Ricko tersebut?” “Berapa lama pak Ricko mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 20 menit?” 2. bisa kita lanjutkan pembicaraan yang tadi terputus pak?” “Tampaknya pak Ricko gelisa sekali. TERMINASI : “Bagimana perasaan pak Ricko setelah berbincang-bincang dengan saya?” “Apa saja tadi yang telah kita bicarakan? Bagus. saya yang akan membantu perawatan bapak hari ini. 1. karena setahu saya semua Nabi tidak hidup didunia ini.” “Kita akan berbincang-bincang tentang kemampuan yang pernah pak R miliki?” “Bapak mau kita berbincang-bincang dimana? Bagaimana kalau disini saja pak Ricko?” SP 2 P : Mengidentifikasi kemampuan positif pasien dan membantu mempraktekannya. jadi setiap harinya pak Ricko ingin ada kegiatan di luar rumah sakit karena bosan kalau dirumah sakit terus ya?” 3. saya perawat yang dinas pagi ini di Ruang melati. Bagus pak R sudah punya rencana dan jadwal unutk diri sendiri. perkenalkan nama saya Darussalam.” “Saya akan datang kembali dua jam lagi.00. juga adik pak Ricko yang lain?” “Kalau pak Ricko sendiri inginnya seperti apa?” “Ooo.” .” “Bagaimana kalau jadwal ini pak R coba lakukan. terus apa lagi?” “Wah. Nama bapak siapa? senangnya dipanggil apa?” “Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang bapak Ricko rasakan sekarang?” “Berapa lama bapak Ricko mau kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?” “Dimana enaknya kita berbincang-bincang pak?” 2. bias pak Ricko ceritakan kepada saya apa yang pak Ricko rasakan?” “Oooo.” “Coba kita tuliskan rencana dan jadwal tersebut pak Ricko” “Wah. tapi sulit bagi saya untuk mempercayainya.“Assalamualaikum. bagus sekali. rupanya pak Ricko pandai main suling ya. KERJA : “Saya mengerti pak Ricko merasa bahwa pak Ricko adalah seorang Nabi.

ORIENTASI : “Assalamualaikum pak Ricko. yang warnanya oranye namanya CPZ gunanya agar tenang. Agar tidak kambuh lagi. Bagaimana kalau kita buat jadwal untuk kemampuan pak Ricko ini. setuju pak?” “Nanti kita akan membicarakan tentang obat yang harus pak Ricko minimum. jam berapa saja harus diminum. sudah dicoba latihan main sulingnya? Bagus sekali. sebaiknya pak Ricko tidak menghentikan sendiri obat yang harus diminum sebelum berkonsultasi dengan dokter. dan yang merah jambu ini namanya HLP gunanya agar pikiran jadi teratur. jam 1 siang.” “Bagaimana pak. kita akan membicarakan tentang obat yang harus pak R minum. 1. TERMINASI : “Bagaimana perasaan pak Ricko setelah kita berbincang-bincang tentang hobi dan kemampuan pak Ricko?” “Setelah ini coba pak Ricko lakukan latihan bermain suling sesuai denga jadwal yang telah kita buat ya?” “Bagaimana kalau bincang-bincang kita saat ini kita akan lanjutkan lagi.” “Sesuai dengan janji kita tadi. tidurnya juga tenang.” “Bila nanti setelah minum obat mulut pak Ricko terasa kering.” 3. siapa yang dulu mengajarkannya kepada pak Ricko.” “Bagaiman kalau nanti sebelum makan siang? Nanti kita ketemuan di taman saja.” “Wah. jam 7 pagi.“Bisa pak Ricko ceritakan kepada saya kapan pertama kali belajar main Suling. Berapa kali sehari/seminggu pak Ricko mau bermain suling?” “Apa yang pak Ricko harapkan dari kemampuan bermain suling ini?” “Ada tidak hobi atau kemampuan pak Ricko yang lain selain bermain suling?” 3. yang putih ini namanya THP gunanya agar rileks. untuk membantu mengatasinya pak Ricko bisa banyak minum dan mengisap-isap es batu. jam berapa saja obat yang diminum?” “Pak R ickoperlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang. Baca juga apakah nama obatnya sudah benar!” “Obat-obat ini harus diminum secara teratur dan kemungkinan besar harus diminum dalam waktu yang lama. Bagaimana kalau kita mulai sekarang pak?” “Berapa lama pak Ricko mau kita membicarakannya? Bagaimana kalau 20 atau 30 menit saja?” 2. Semuanya ini diminum 3 kali sehari. berapa dosis atau butir yang harus diminum. bagus sekali pak. setuju?” SP 3 P : Mengajarkan dan melatih cara minum obat yang benar.” “Obatnya ada tiga macam pak.” “Sebelum minum obat ini pak Ricko mengecek dulu label dikotak obat apakah benar nama pak Ricko tertulis disitu. TERMINASI : “Bagaiman perasaan pak Ricko setelah kita becakap-cakap tentang obat yang pak R minum? Apa saja nama obatnya? Jam berapa minum obat?” . dimana?” “Bisa pak Ricko peragakan kepada saya bagaiman bermain suling yang baik itu. dan jam 7 malam. KERJA: “Pak Ricko berapa macam obat yang diminum.

.Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. tidak bersemangat. . Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai d. tampak sedih. jam 10 dan ditempat sama?” “Sampai besok ya pak. .” A. Pertemuan 1 Tuk 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya Tindakan Keperawatan a. tidak menatap lawan bicara. bicara lambat. Perkenalkan diri dengan sopan c.Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki.Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan. PROSES KEPERAWATAN 1. Jelaskan tujuan pertemuan .Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada. Diagnosa : harga diri rendah 3. Tujuan khusus: . “Bagaimana kalau seperti biasa. Kondisi Klien : klien tampak sering melamun. .Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki. baik verbal maupun non verbal b. 4.“Mari kita masukkan pada jadwal kegiatan! Jangan lupa minum obatnya dan nanti saat makan minta sendiri obatnya pada perawat!” “Jadwal yang telah kita buat kemarin dilanjutkan ya pak!” “Pak besok kita ketemu lagi untuk melihat jadwal kegiatan yang telah dilaksanakan. . Tujuan umum : mengatasi gangguan harga diri rendah klien. Sapa klien dengan ramah. dan nada suara lemah 2. lebih suka menyendiri.

3. Jujur dan menepati janji f. Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan ………. a. bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang hobi atau kegiatan yang…. setelah kita bercakap-cakap ? b. Salam Teraupetik Selamat pagi… Nama saya… biasa dipanggil…. FASE KERJA Kalau boleh tahu. Rencana Tindak Lanjut. masih ingat mengapa…. sukai? Mau dimana kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau di ruangan ini. hobi … apa ? Kegiatan apa yang sering … lakukan dirumah? Bagus … kegiatan yang … bagus sekali. Nama…..Klien mau melakukan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. dibawa kesini ? c. 2.. Apakah … sering melakukan kegiatan tersebut? Apa yang menarik dari kegiatan tersebut? Apa ada kegiatan lain yang biasa … lakukan ? FASE TERMINASI 1.siapa ? Senang dipanggil apa ? b. Validasi Bagaimana persaaan…. Coba … ingat. hari ini ?Bagaimana tidurnya semalam ? Nyenyak ? Apakah…. Mau berapa lama? Bagaimana kalau 10 menit.e. STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN FASE ORIENTASI a.. Kontrak Baiklah kalau begitu. Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya.Klien mampu mempertahankan kontrak . Kontrak . Evaluasi Obyektif . Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan.Klien mampu mengungkapkan atau mengulang kembali pembicaran ..ingat lagi kegiatan – kegiatan yang sudah pernah … lakukan selam a ini.

Dimana tempatnya ? Bagaimana kalau di kursi belakang.Mau dimana kita berbincang-bincang ?Bagaimana kalau di … Mau berapa lama ? Bagaimana kalau … menit. Berikan pujian yang realistic STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN FASE ORIENTASI a. Setiap bertemu klien hindarkan memberi penilaian negatif. c. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. Salam Teraupetik Selamat pagi……… b. di sini ataupun ditempat lain. Kontrak Baiklah kalau begitu. a. Pertemuan 2 Tuk 2 : Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Tindakan Keperawatan a. setelah kita bercakap-cakap ? b.. Evaluasi Obyektif . sekian dulu perbincangan kita hari ini. Validasi Bagaimana persaan … hari ini ? Apa … masih ingat dengan saya dan topik yang akan kita bicarakan hari ini ? d. bagaimana kalau kita berbincang-bincang tentang kemampuan dan aspek positif yang … miliki. Nanti kita lanjutkan dengan membahas tentang kemampuan yang … miliki baik itu dirumah. FASE KERJA Apa yang biasa … lakukan atau kerjakan dirumah ? Sekarang kegiatan apa saja yang … lakukan disini ? Apa yang menarik dari kegiatan tersebut ? Apa ada kemampuan lain yang … miliki ? FASE TERMINASI 1. Menurut … kita berbincang-bincang jam berapa ? bagaimana kalau jam 10 nanti.Saya kira. Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien b. Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan ……….

tapi ada..Klien mampu mempertahankan kontrak . Pertemuan 3 Tuk 3 : Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.Klien mau menjalin kontak mata 2.Klien mampu mengungkapkan atau mengulang kembali pembicaran . c. Nanti kita akan membahas tentang kemampuan mana yang … miliki yang masih dapat dilakukan di RS dan kemampuan yang dapat dilakukan dirumah. STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN FASE ORIENTASI a.Klien mau melakukan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki . Kontrak Saya kira. Diskusikan dengan klien kemampuan yang dimiliki b.bincang lagi ? Bagaimana kalau jam …? Kita mau berbincang. Diskusikan dengan klien kemampuan yang digunakan selama sakit c.bincang dimana ? Bagaimana kalau di ruangan ini Mau berapa lama …? bagaimana kalau 15 menit. Tindakan Keperawatan a. Validasi Bagaimana perasaan … hari ini ? Apakah … sudah mulai bergaul dengan teman-teman dan berbincang.miliki yang belum kita bicarakan? 3. Kontrak . sekarang coba……ingat – ingat lagi kemampuan lain yang …….bincang dengan mereka ? Apakah masih ada sesuatu yang … miliki tapi belum diceritakan pada saya. Diskusikan dengan klien kemempuan yang masih belum disebutkan. Rencana Tindak Lanjut Baiklah. sekian dulu perbincangan kita hari ini. Salam Teraupetik Selamat pagi……… b. Kapan kita bisa berbincang.

a. kemampuan yang …miliki dan dapat dilakukan disini. mau jam berapa melakukannya ? Bagaimana kalau kita buat jadwal. Tindakan Keperawatan. Nanti kita akan membahas tentang aktivitas yang dapat…lakukan setiap hari sesuai dengan kemampuan yang…miliki. Rencana Tindak Lanjut Baiklah. b. Baiklah apa menurut … masih ada yang belum ditulis ? Coba…sebutkan (beberapa ) kemampuan yang dapat dilakukan dirumah sakit ? Nah.? bagaimana kalau 10 menit. bagaimana kalau kegiatan tadi dilakukan terus di RS. coba…sebutkan kembali ? bagaimana perasaan…setelah melakukan kegiatan tersebut. buat jadwal : .Klien mau menjalin kontak mata 2. supaya lancar dan terbiasa. sekarang coba …pilih mana yang bisa kita latih sekarang ? Mungkin kita bisa mencoba kemampuan…Bagaimana kalau ini…bagus sekali ! FASE TERMINASI 1. a. Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan …setelah kita bercakap-cakap? Sekarang…sudah tahu khan. biar tidak lupa. Kita bincang-bincang jam berapa ? Mau dimana ? Bagaimana kalau di… ? Berapa lama ? Bagaimana kalau…menit ? Baiklah sampai nanti… Petemuan 4 Tuk 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. membicarakan tentang kemampuan … selama ini untuk menilai mana kegiatan yang dapat dikerjakan dirumah sakit dan mana kegiatan yang dapat dilakukan dirumah. sekian dulu perbincangan kita hari ini. FASE KERJA Ini daftar kemampuan yang … miliki yang telah kita bicarakan. Kontrak Saya kira. Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan. apa yang telah kita bicarakan kemarin ? Betul.Klien mampu mengulang dan mampu berkomunikasi dengan lancar .Klien mau menjawab pertanyaan . Evaluasi Obyektif . 3.Masih ingatkah. Nah. Menurut … dimana kita mau berbincang-bincang ? Bagaimana kalau di ruangan ini? Mau berapa lama…. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan.

FASE KERJA .Kegiatan dengan bantuan sebagian . ..Kegiatan mandiri . apa yang akan kita bicarakan sekarang ? Betul. Diskusikan jadwal kegiatan harian atau kegiatan yang telah dilatih STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN FASE ORIENTASI a.Memberikan pijuan pada klien dalam penyusunan jadwal kegiatan. c. FASE TERMINASI 1. Beri contoh pelaksanaan kegiatan yang dapat dilakukan c.Menyusun jadwal bersama klien . Sekarang. Validasi Bagaimana persaaan…hari ini ? Apakah…masih ingat dengan kemampuan yang…miliki.Menanyakan kegiatan lain yang mungkin dilakukan. Bantu klien melakukannya. kita akan buat jadwal kegiatan… Menurut …dimana kita mau berbincang-bincang ? Bagaimana kalau di. kalau perlu beri contoh e. makan.Kegiatan yang membutuhkan bantuan total b. Mandi.? Mau berapa lama…? bagaimana kalau…menit. Beri pujian atas kegiatan dan keberhasilan klien f. Kontrak Masih ingatkah .Mengingatkan kemampuan klien yang masih bisa dilakukan di RS sesuai kemampuan klien . kita akan bercakap mengenai cara…menilai kemampuan yang digunakan…serta dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang…miliki. . Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. Minta klien untuk memilih satu kegiatan yang mau dilakukan dirumah sakit d.. tidur dll. Salam Teraupetik Selamat pagi… b.

a. b. c. Kontrak Saya kira. Diskusikan kemungkinan pelaksanaan dirumah. setelah menyusun jadwal dengan saya ? Sekarang coba……ceritakan kembali.. Beri pujian atas keberhasilannya. 2. Evaluasi Obyektif .Masih ingat dengan saya ? b. kegiatan apa saja yang dapat…... bagaimana kalau…melakukan kegiatan yang sudah dibuat tadi ? Jika ada hambatan dan perlu bantuan. Besok kita akan berbincang lagi mengenai kegiatan apa saja yang telah…lakukan hari ini. sekian dulu perbincangan kita hari ini…coba laksanakan jadwal yang telah dibuat tadi. 3. b. Validasi .. Beri kesempatan klien untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan.lakukan disini. STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN FASE ORIENTASI a. a. Salam Teraupetik Selamat pagi. Menurut…kita bincang-bincang jam berapa ? Mau dimana ? Bagaimana kalau di…? Berapa lama ? Bagaimana kalau 15 menit ? Baiklah sampai nanti… Pertemuan 5 Tuk 5 : Klien mampu melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. saya siap membantu.Klien mau menjawab pertanyaan .Klien mampu mengulang dan mampu berkomunikasi dengan lancar . Tindakan Keperawatan.Klien mampu mengungkapkan atau mengulang kembali pembicaran . Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan ……….Klien mau menjalin kontak mata.Klien mampu mempertahankan kontrak . Rencana Tindak Lanjut Baiklah.

Bagaimana kegiatan hari ini ? Tetap terlaksana ? Bagus. Kalau ada kesulitan selama di sini. Bagaimana kalau setelah pulang nanti.Bagaimana perasaan…hari ini ? Apakah…masih ingat apa yang kita bicarakan kemarin.…Tadi pagi sudah melakukan apa saja ? Sesuai tidak dengan jadwal yang telah kita buat ? c. FASE KERJA . Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. sesuai dengan kesepakatan kita kemarin. Menurut…kita bincangbincang jam berapa? Mau dimana? Bagaimana kalau di…? Berapa lama? Bagaimana kalau…menit ? Baiklah sampai nanti… Pertemuan 6 Tuk 6 : Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.Menawarkan pada klien kegiatan lain yang mungkin dilakukan. . tetap….Diskusikan dengan klien tentang kegiatan yang mampu dilakukan.laksanakan. FASE TERMINASI 1. untuk selanjutnya…tetap melaksanakan kegiatan yang telah dibuat tadi. apa saja yang telah kita jadwalkan tersebut. Rencana Tindak Lanjut Baiklah. . Evaluasi Obyektif .Klien mampu melakukan jadwal kegiatan harian yang telah dibuat. Kontrak Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi ? Bagaimana kalau besok kita bahas tentang manfaat sistem pendukung.Beri reinforcement atas pelaksanaan tindakan. baik yang ada pada…dan keluarga. 3. .Menanyakan pada klien tentang kegiatan yang mampu dilakukan ? . 2. Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan…setelah dapat melakukan kegiatan tersebut? b. saya siap membantu. Kontrak Baiklah. kita akan bicarakan tentang kegiatan apa saja yang akan kita coba hari ini ? Menurut…dimana kita mau berbincang-bincang ? Bagaimana kalau di…? Mau berapa lama…? bagaimana kalau…menit. a.

.Tindakan Keperawatan a. STRATEGI PELAKSANAAAN TINDAKAN KEPERAWATAN FASE ORIENTASI a. Memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah. Kontrak Apakah bapak/ibu bersedia mendiskusikan masalah…dengan saya.Mendiskusikan dengan keluarga kemungkinan peran serta keluarga merawat d RS maupun dirumah. Validasi Menurut pendapat bapak / ibu setelah dirawat disini beberapa hari. Jadi begini ya pak / ibu. mengurung diri. Membantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat. merasa diri bersalah. . Menurut bapak/ibu kita berbincang-bincang dimana ? Bagaimana kalau disini ? Mau berapa lama ? Bagaimana kalau…menit ? FASE KERJA . FASE TERMINASI 1. Membantu keluarga menyiapkan lingkungan dirumah. karena tuntutan pekerjaan. . sikap negatif terhadap diri sendiri dsb.Memotivasi keluarga untuk berperan dalam perawatan klien. Salam Teraupetik Selamat pagi…Masih ingat dengan saya ? b. Harga Diri Rendah adalah suatu keadaan yang digambarkan dengan perasaan negatif terhadap diri sendiri hilang kepercayaan diri dan merasa gagal dalam mencapai keinginan. bagaimana kondisi… c. .Memberikan reward atas kemampuan dan kemauan keluarga dalam mendukung perawatan klien. sedangkan tanda dan gejalanya yaitu menarik diri dari lingkungan.Menceritakan kondisi klien selama dirawat pada keluarga dan perkembangannya. cemas. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. b. Adapun penyebabnya adalah pengalaman masa kanak-kanak yang tidak menyenangkan. tekanan dari kelompok sebaya. c.

Rencana Tindak Lanjut Baiklah. cob a bapak /ibu mengingatkan dan mendukung kegiatan yang dilakukan…Dan bapak/ibu harus selalu mendukung… 3. penyebab dan tanda gejala gangguan konsep diri harga diri rendah ? Bagus sekali 2. R : Bratasena A. dan mencegah agar tanda-tanda harga diri rendah tidak muncul STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan Hari/tanggal/jam Ruangan Nama : I untuk Diagnosis Defisit Perawatan Diri : Senin. Evaluasi Subyektif Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah kita berdiskusi? b. 1. 11 Oktober 2010 : Tn. Kontrak Nanti kalau sudah pulang jangan lupa kontrol kesehatan. Minum obat teratur.   2.a. Evaluasi Obyektif Coba ibu atau bapak ulangi lagi. 4. Proses Keperawatan Kondisi klien DS : Klien mengatakan sudah bisa melaksanakan perawatan diri DO : Klien mencui tangan sebelum dan sesudah makan Diagnosa keperawatan Defisit perawatan diri Tujuan khusus Klien dapat menjelaskan cara menjaga kebersihan Tindakan keperawatan . 3. berhubung bapak/ibu sudah mengerti tentang perawatan…Mulai sekarang.

b.a. Rencana tindak lanjut . menurut bapak kebersihan itu apa si?oya bagus sekali …Nah bapak kan sekarang sudah tahu arti kebersihan salah satunya selain sehat bersih merupakan sebagian dari iman! Maka dari itu penting mejaga kebersihan diri coba bapak bisa sebutkan cara menjaga kebersihan diri??Nah sekarang suster akan ajarkan bapak ya tentang bagaimana cara merawat diri yang baik dan benar yaitu. coba bapak jelaskan kembali apa yang telah kita perbincangkan tadi!Bagus ya pak. Fase kerja “Bapak coba suster mau tahu. 1. Jelaskan pentingnya kebersihan diri Jelaskan cara menjaga kebersihan diri Bantu pasien mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri Anjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian Strategi komunikasi Orientasi a. Evaluasi validasi: “Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa bapak sudah mandi?” c. 2) Evaluasi Objektif “Nah.. Kontrak “Baiklah pak. d. bagaimana kalau hari ini kita berbincang-bincang tentang pentingnya kebersihan dan bagaimana cara menjaga kebersihan diri?mau berapa lama kita berbincangbincang?bagaimana kalau 20 menit. Bapak mau berbincang-bincang dimana? bagaimana kalau diteras?” d. c. B. Salam terapeutik : “Selamat pagi Pak!” b. keramas atau menjaga kebersihan rambut bisa kalau tidak tiap hari dua hari sekali juga tidak apa-apa? dan bapak setelah itu rambut harus di sisir dengan rapih. Tujuan “Tujuan dari perbincangan hari ini adalah agar bapak mengetahui pentingnya menjaga kebersihan dan bapak dapat menjaga kebersihan diri bapak”. mandi dalam satu hari dua kali dan menggunakan sabun jangan lupa menggosok gigi. Bagaimana penjelasan dari suster apa sugah bisa di pahami oleh bapak? selain itu bapak jangan lupa masukkan kegiatan ini kadalamjadwal kegiatan harian” Fase Terminasi a. 2. ternyata bapak masih ingat apa yang telah suster ajarkan!” b. Evaluasi respon klien setelah tindakan 1) Evaluasi subjektif “Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang dengan suster?” 3.

Proses Keperawatan 1. bagaimana pak? Bapak mau berbincang-bincang dimana? oiya. Diagnosa keperawatan Defisit perawatan diri 3.boleh. Kontrak yang akan datang “Bapak sudah tidak terasa sudah 15 menit kita berbincang-bincang. sampai bertemu besok ya pak….kira-kira bapak mau berapa lama?bagaimana kalau 15 menit? baik.. STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan Hari/Tanggal/Jam Nama klien Ruangan : II untuk Diagnosa Defisit Perawatan Diri : Selasa12 Oktober 2010 : Tn. Bagaimana kalau besok kita bertemu lagi untuk membicarakan dan melatih tentang kemampuan keempat bapak yaitu merapihkan tempat tidur. Tujuan .” c. Kondisi klien Data subjektif: Klien mengatakan mencuci tangan sebelum makan Data objektif: Klien terlihat bersih 2. bapak dapat mempraktekkan kembali dan jangan lupa untuk memasukannya dalam jadwal kegiatan harian yang telah suster ajarkan tadi.“Suster harap apa yang tadi suster ajarkan kepada bapak. R : Bratasena A.

bagus sekali. c. Fase kerja ” Bapak coba burder ingin tahu menuruti bapak cara makan yang baik itu seperti apa? Nah. Klien dapat mempraktekkan cara makan yang baik Tindakan keperawatan Evaluasi jadwal kegiatan harian klien Jekaskan cara makan yang baik Bantu klien mempraktekkan cara makan yang baik Anjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian B. Salam terapeutik ” Selamat pagi pak?” b. Nah. jika waktu makan sudah tiba bapak harus segera datang dan mengantri mengambil makan. Bagaimana bapak apakah sudah mengerti? Wah. Selain itu bapak harus makan dimeja makan bersama teman-teman yang lain jangan duduk sendiri dibawah ya pak! Dan jangan lupa untuk mencuci piring setelah makan. tujuan ”Tujuan dari perbincangan kita hari ini adalah agar bapak mengetahui pentingnya cara makan yang baik dan bapak dapat mempraktekannya selama di Rumah Sakit 2. pintar sekali bapak. Fase terminasi a. Strategi Keperawatan 1. tidak perlu disuruh oleh perawat. d. 3. sekarang saya akan mengajarkan cara makan yang baik. Evaluasi respon klien setelah tindakan 1) Evaluasi subjektif . bapak masih ingatkan cara memasukkannya? Wah bagus sekali. Evaluasi validasi ”Bagaimana perasaan bapak hari ini? apakah bapak sudah mempraktekkan cara menjaga kebersihan diri yang kemarin saya ajarkan? wah bagus sekali. bagaimana pak apakah bapak mengerti? Coba sekarang jelaskan kepada burder tentang cara makan yang baik yang burder ajarkan tadi. Wah. b. Begini ya.4. Kontrak ”Baiklah bapak sesuai janji kita kemarin kita bertemu disini selama 15 menit untuk membicarakan tentang cara makan yang baik ” d. Fase orientasi a. a. Kemudian makan harus menggunakan sendok dan mengambil minum. c. bapak jangan lupa untuk memasukkan kedalam jadwal kegiatan yang telah bapak buat kemarin. Oh ya. Apakah bapak sudah mandi? menggunakan sabun atau tidak? Apa tadi bapak keramas? coba saya lihat lihat kuku bapak ! Bapak terlihat lebih rapih hari ini”.

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan Hari/tanggal/jam Ruangan Nama : III untuk Diagnosis Defisit Perawatan Diri : Rabu. Rencana tindak lanjut ”Bapak.R : Bratasena A. Kondisi klien DS :  Klien mengatakan BAB/ BAK dikamar mandi DO :  Klien terlihat bersih 2. setelah bapak melakukan kegiatan tersebut. tidak terasa ya kita telah berbincang-bincang selama 15 menit bagaimana kalau besok kita bertemu lagi? Jam berapa kita akan bertemu? Bagaimana kalau jam 09. 13 Oktober 2010 : Tn. Bagus ternyata bapak masih mengingatnya.”Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang dengan suster?” 2) Evaluasi objektif ”Nah coba sekarang bapak jelaskan kemkali apa yang telah kita perbincangkan tadi. suster harap apa yang tadi suster ajarkan kepada bapak dapat praktekken dalam kehidupan sehari-hari dan jangan lupa ya pak. Tujuan khusus . Proses Keperawatan 1. bapak masukkan ke dalam jadwal kegiatan harian yang sudah kita isi bersama-sama tadi” c. Diagnosa keperawatan Defisit perawatan diri 3.00 wib? Bapak mau kita berbincang-bincang di mana? Bagaimana kalau di teras saja? Bapak mau berapa lama kita berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?.” b. Kontrak yang akan datang ”Bapak.

Tindakan keperawatan Mengevaluasi jadwal kegiatan klien Menjelaskan cara eliminasi yang baik Membantu pasien mempraktekkan cara eliminasi yang baik dan memasukkan dalam jadwal harian d. menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian 4. Fase kerja “Bapak coba suster mau tahu. Bapak masih ingatkan cara melakukannya? Wah hebat sekali pak!” 3. Bagaimana penjelasan dari suster apa sudah bisa di pahami oleh bapak ? Selain itu jangan lupa masukkan kegiatan ini kadalam jadwal kegiatan harian bapak. buang air kecil dan buang air besar?” c. Kontrak “Baiklah bapak sesuai janji kita tadi. Fase Terminasi a.Klien dapat menjelaskan cara membersihkan eliminasi yang baik. 2. Diteras ini ya pak!” d. Salam terapeutik : “Selamat pagi pak!” b. Tujuan “Tujuan dari perbincangan hari ini adalah agar bapak mengetahui pentingnya menjaga kebersihan setelah buang air kecil atau besar dan bapak dapat mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari bapak”. sekarang kita akan berbincang-bincang tentang cara eliminasi yang baik dan cara mempraktekkannya? kita akan berbincang-bincang selama 15 menit. Begini ya pak sekarang suster akan ajarkan cara membersihkan diri setelah buang air. Strategi komunikasi 1. bagaimana cara membersihkan diri setelah buang air?oya bagus sekali…Nah tetapi alangkah lebih baik lagi jika sesudah buang air kecil atau besar bapak melakukan hal ini. B. Evaluasi validasi: “Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa bapak sudah mandi. a. Evaluasi respon klien setelah tindakan 1) Evaluasi subjektif “Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang dengan suster?” . Pertama bapak harus menyiram toiletnya sampai bersih lalu bapak membasuh bagian kelamin bapak dan jangan lupa mengunakan sabun agar bakteri-bakteri yabg terdapat disana mati. c. b. Orientasi a.

sampai bertemu nanti ya pak…. bapak dapat mempraktekkan kembali dan jangan lupa untuk memasukannya dalam jadwal kegiatan harian yang telah suster ajarkan tadi. bagaimana pak? Bapak mau berbincang-bincang dimana? Oiya.. Kondisi klien DS :  Klien mengatakan klien jarang bercermin DO : . Kontrak yang akan datang “Bapak sudah tidak terasa sudah 20 menit kita berbincang-bincang.2) Evaluasi Objektif “Nah. Rencana tindak lanjut “Suster harap apa yang tadi suster ajarkan kepada bapak. ternyata bapak masih ingat apa yang telah suster ajarkan!” b.” c. Proses Keperawatan 1. coba bapak jelaskan kembali apa yang telah kita perbincangkan tadi! Bagus ya pak. Bagaimana kalau nanti siang kita bertemu lagi untuk berbincang.bincang tentang cara melakukan perawatan diri ke 4. 13 Oktober 2010 : Tn. R : Bratasena A..” STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN Pertemuan Hari/tanggal/jam Ruangan Nama : IV untuk Diagnosis Defisit Perawatan Diri : Rabu. Boleh kira-kira bapak mau berapa lama? bagaimana kalau 15 menit? baik.

menganjurkan pasien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian B. coba bapak jelaskan kembali apa yang telah kita perbincangkan tadi! Bagus ya pak. ternyata bapak masih ingat apa yang telah suster ajarkan!” d. Evaluasi validasi: “Bagaimana perasaan bapak hari ini? Apa bapak sudah mandi?” c. sekarang kita akan berbincang-bincang tentang cara berdandan yang baik dan cara mempraktekkannya? Kita akan berbincang-bincang selama 15 menit. 2. Diagnosa keperawatan Defisit perawatan diri 3. Menjelaskan cara berdandan yang baik c. bagaimana cara bapak mempercantik diri? Oya bagus sekali pak…Nah tetapi alangkah lebih baik lagi jika setiap sesudah mandi bapak menggunakan sisir untuk menyisir rambut bapak. Evaluasi respon klien setelah tindakan 1) Evaluasi subjektif “Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang dengan suster?” 2) Evaluasi Objektif “Nah. Tujuan khusus Klien dapat menjelaskan cara berdandan yang baik 4. Tindakan keperawatan a. Diteras ini ya pak!” d. Nah bagaimana pak apakah sudah mengerti? Bagaimana penjelasan dari suster apa sudah bisa di pahami oleh bapak? Selain itu jangan lupa masukkan kegiatan ini kadalam jadwal kegiatan harian bapak. bapak masih ingatkan cara melakukannya? Wah hebat sekali bapak!” 3. Strategi komunikasi 1. Orientasi a. Salam terapeutik : “Selamat pagi pak!” b. Mengevaluasi jadwal kegiatan klien b. Membantu pasien mempraktekkan cara eliminasi yang baik dan memasukkan dalam jadwal harian d. Fase kerja “Bapak coba suster mau tahu. Begini ya pak sekarang suster akan ajarkan cara menggunakan sisir. Tujuan “Tujuan dari perbincangan hari ini adalah agar bapak dapat mempraktekkan cara berdandan yang baik dan dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari bapak”. Fase Terminasi a. Klien jarang bercermin dirumah sakit 2. Rencana tindak lanjut . Kontrak “Baiklah bapak sesuai janji kita tadi.

bapak dapat mempraktekkan kembali dan jangan lupa untuk memasukannya dalam jadwal kegiatan harian yang telah suster ajarkan tadi. Kontrak yang akan datang “Bapak sudah tidak terasa sudah 15 menit kita berbincang-bincang. Bagaimana kalau nanti siang kita bertemu lagi untuk berlatih cara mengendalikan halusinasi dengan bercakap-cakap dengan orang lain? bapak mau berbincang-bincang dimana? Oiya..” e.“Suster harap apa yang tadi suster ajarkan kepada bapak.” . Boleh kira-kira bapak mau berapa lama? bagaimana kalau 15 menit? baik. sampai bertemu nanti ya …..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful