P. 1
DASAR – DASAR MANAJEMEN UMUM

DASAR – DASAR MANAJEMEN UMUM

|Views: 205|Likes:
Published by Roby Sagita
DASAR – DASAR MANAJEMEN UMUM
DASAR – DASAR MANAJEMEN UMUM

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Roby Sagita on Jun 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $0.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

10/24/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

BAB I SEJARAH MANAGEMENT Management ,(Manajemen ) sudah ada sejak adanya perusahaan-perusahaan yang bersusun sederhana.

sekalipun .manajemen berdasarkan ilmu pengetahuan tidak begitu saja hadir secara implisit , dapat disimpulkan, bahwa manajemen itu ada sejak suatu usaha dikerjakan lebih dari setu orang. Manajemen pada waktu itu sifatnya masih konvensional dan bekerja menurut tradisi, sebagaimana ayahnya bekerja/berusaha, begitu juga anaknya, atau seseorang melaksanakan sesuatu seperti yang telah dilakukan oleh orang terdahulu. Bahkan sejak peradaban kuno pada bagian barat Mesopotania yang terdapat tulisan-tulisan Mesir Kuno sekitar tahun 1200 S.M. hal tersebut dapat menunjukkan sudah adanya pengetahuan dan penggunaan manjemen dalam pengelolaan dalam suatu

perusahaan . Juga ,kerajaan romawi dan sejarah Yunani kuno banyak terlibat serta dapat memberikan bukti tentang sudah dipakainya pengetahuan manajemen. sidang - sidang di dalam pengadilan, praktek-praktek pemerintahan, organisasi kenegaraan , kesatuan usaha-usaha kelompok dan pelaksanaan otoritas. Bahkan Gereja

Katholik juga banyak memberikan sumbangan dalam pengetahuan Manajemen melalui pengembangan, Struktur Organisasi di semua Negara semuanya melalui otoritas dalam bidang bidang pekerjaan Manajemen. Sampai kurang lebih pertengahan abad ke 18 Bangsa Eropah selalu menggunakan metode-metode yang sama dangan cara yang telah digunakan selama abad ke 20. Setelah beberapa dekade timbul adanya penemuan-penemuan baru sehingga

seluruh gambaran kegiatan industri mengalami perubahan yang sangat serius . Hal ini disebut dengan Revolusi Industri. Sifat Manajemen maju selangkah, Manajemen Konvensional digantikan dengan Manajemen sistimatis. Dengang adanya Revolusi Industri menyebabkan semakin meluasnya

penggunaan mesin-mesin industri yang lebih diutamakan, serta aktivitas-aktivitas produksi dan konsumen juga lebih diutamakan . Cara-cara serba mesin, dan serba tradisionil dalam hal memimpin perusahaan di dalam menjalankan perusahaan

dengan cara tradisional , dapat diganti dengan cara yang lebih sesuai dengan kehendak zaman,. Maka sejak zaman itu mulailah masuk unsur ilmu kedalam bidang pengelolaan perusahaan.
1

Mula-mula yang diutamakan adalah segi teknisnya, tetapi kemudian juga segi-segi administrasi, finansiil dan komersil.serta lebih di tekankan khususnya pada bidang perburuan dan kemanusiaan pada umumnya. A. MANAGEMEN TRADISIONAL

Manajemen tradisionil adalah manajemen yang ditandai oleh tradisi / kebiasaan yang berasal dari pendekatan menurut tradisi , Dalam memecahan suatu masalah para manajer biasanya bertitik tolak pada apa yang telah dilakukan pada waktu yang lalu dan situasi yang hampir sama. Jadi

managemen tradisionil adalah merupakan kunci kestabilan dan kesuksesan manajemen. mengelola perusahaan dengan cara-cara dan kebiasaan-

kebiasaan yang telah dianut dan dipraktekkan orang-orang terdahulu.

B. MANAGEMEN SEBAGAI ILMU

Munculnya manajemen sebagai ilmu pada abad ke 20. Sebagaimana ilmu pengetahuan kemasyarakatan (sociologi), manajemen sebagai ilmu tidak

begitu saja diakui, karena masi memerlukan waktu yang cukup lama dalam perjuangannya untuk mendapat kedudukan, disamping ilmu-ilmu

pengetahuan yang lain yang telah hadir terlebih dahulu. Ilmu manajemen belum dianggap sebagai ilmu dimasa Taylor dan Fayol. Fayol mulai mengembangkan ilmunya ,di sebagian negara-negara Barat ,pada abad ke 20 , termasuk negeri kita sendiri,pada waktu itu masih ada keraguan dalam mengajarkan ilmu managemen dengan ilmu lainya seperti ilmu filsafat, ilmu pasti dan lain-lain. Mungkin ini adanya pertimbangan-pertimbangan politis ekonomis, karena sebagai suatu profesi, suatu dalam ilmu manajemen membutuhkan suatu pemikiran dalam masyarakat yang makmur, maju dan dinamis. Suatu ilmu adalah suatu pengetahuan yang disusun, dihimpun dan diterima berhubungan dengan pengertian tentang kebenaran-kebenaran umum yang berhubungan dengan suatu phenomena, subjek dan objek tertentu.

2

Ilmu dapat mengajarkan kepada seseorang untuk mengetahui. Apa yang disebut dengan metode ilmiah?. Metode ilmia adalah sasaran yangt penting untuk memperoleh pengetahuan yang baru dalam bidang tertentu.. MANAGEMEN BERDASARKAN ILMU al. ,Manajemen yang berdiri sendiri serta dapat dilaksanakan dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan metode tersendiri , Scientific Management ialah suatu cara untuk mengukur tingkat kemampuan perusahaan al: 1. Dapat diadakannya penyelidikan yang sempurna. 2. Perlu di adakan ercobaan-dan penafsiran yang tepat mengenai data yang dihasilkan. 3. Dapat memberikan data yang akurat untuk menentukan dan menilai faktafakta yang baru . . Beberapa ahli ilmuan yang dapat mengembangkan Scientific Management 1. Charles Babbager Seorang guru besar ilmu matematika pada universitas Cambridge di inggris. Ia menulis buku pada tahun 1832 yang berjudul “The Economic of Manufacture” Dalam bukunya ia membahas mengenai “Time Observation” Antara lain : a. Beberapa kali dalam satu jangka waktu tertentu setiap kegiatan berulang. b. Mengadakan pengukuran kerja/hasil kerja/effisiensi kerja. c. Penentuan biaya produksi d. Insentif – insentif dan upah. 2. Frederick W. Taylor (1856-1915) Dilahirkan di Amerika Serikat. Beliau yang pertama – tama mengemukakan ide mengenai manajemen dengan cara yang serba sistem, oleh karena itu beliau diberi nama “Bapak Scientific Management”,. .

3

Seleksi serta pengembangan / latihan para pekerja 3. Usaha menghubungkan dan mempersatukan trampil serta terlatih. Koontz .berpendapat . JASA TAYLOR yang utama adalah .serta pekerjaan. yang 2. Kerja sama yang efisien antara manajemen dan buruh dalam mencapai hasil yang lebih baik. pembelian dan penukaran) konsistensi logis. al. dapat dipakai dalam pemecahan persoalan manajemen. Pengembangan / latihan dan seleksi para pekerja yang berdasarkan ilmu. yang mencakup Pembagian kerja. Beliau menulis buku pada tahun 1916 yang berjudul General and Industrial Management Serta dapat mengembangkan konsep-konsep tentang manajemen sebagai suatu ilmu yang berdiri sendiri Fayol menekankan rasionalisme dan menjadi 5 kelompok yaitu: 1. 3. 4. Taylor juga mengutamakan terpenting adalah : 1. Pembagian kerja/ tugas antara manajer dan pekerja dimana tugas perencanaan dan organisasi ada pada tingkat manajer. b.Frederick W. Pengembangan metode kerja yang terbaik bahwa dalam Manajemen. dapat dibagi Tanggung jawab manajer untuk merencanakan metode dan pekerja yang 4 . Selanjutnya. Teknis (produksi) 2. Selalu mendesak agar metode serba ilmu. Kerjasama yang baik antara manajer dan non manajer. Henri Fayol Direktur sebuah perusahaan tambang logam di perancis. Komersiil (penjualan. manajer dan non manajer perlu mengetahui kwantitas dan kwalitas pekerjaan yang harus dilakukan dalam periode tertentu. c. a.bahwa Taylor telah berhasil menunjukkan beberapa segi ilmu pada manajemen.

Pembayaran upah/gaji harus memenuhi standar kebutuhan para pegawai dari majikan 8. 11. Kekuasaan dan tanggung jawab 3. Hirarchi ( garis vertikal dari jabatan tertinggi sampai yang terendah ) 10. mengusahakan dengan cara yang effisien adanya modal dan penggunaan modal 4. Sentralisasi kekuasaan dengan memperhatikan keadaan yang bebas 9. Dapat di berikan jaminan terhadap pemilik perusahaan dan tenaga kerja manusia 5. Spesialisasi (pembagian kerja) 2. Tata tertib manajemen harus mampu menyusun hal – hal yang berkaitan dengan orang-orang. Kesatuan perintah Seorang pegawai hanya menerima perintah dari seorang atasannya yang berhubungan dengan pekerjaan 5. ( Akutansi ) termasuk statistik’ JASA FAYOL: a. secara umum dan sistim matis b.3. Stabilitas dalam kepegawaian 13. Keadilan dalam memperlakukan bawahan lebih di utamakan 12. Lebih mendahulukan kepentingan kepentingan umum 7. Goal atau kegiatan yang mempunyai tujuan yang sama hendaknya mempunyai satu alasan dan satu rencana perusahaan) 6. Keuangan . Serta lebih teliti dengan masalah pembukuan. Disiplin patuh terhadap perintah dan tugas 4. dan dapat mengemukakan tidak kurang dari 14 prinsip-prinsip umum Manajemen al: 1. Mempertahankan prinsip bahwa manajemen harus dipelajari. Inisiatif dalam memikirkan dan pelaksanaan rencana-rencana yang baru yang berhubungan dengan 5 . Mengadakan analisa dan sistimatis tentang masalah manajemen.

Sehat dan giat (jasmani) 2. dan mengerti serta dapat menyesuaikan diri. b. Edukasi atau berpendidikan luas. Frank Gilberth : Melanjutkan risetnya dalam notion study. serta inisiatif yang tinggi 4. Keduanya saling melengkapi . Moral baik .W. penjualan dan sebagainya pada perusahaan industri.tegas. Pengalaman dalam bidang tertentu. Frederick . Membuat personel department setarap dengan produksi. lebi terfokus pada pucuk pimpinan (Top Level) 2. Cakap. Manajemen Sebagai Profesi : 6 .14.Taylor lebih menitik beratkan pada pengembangan methode kerja yang baik sedangkan Fayol. Kerja sama yang erat dan jiwa bersatu untuk mencapai tujuan yang sebaikbaiknya Sifat-sifat pemimpin menurut fayol 1. 2. Dua tokoh yang berjasa dalam bidang manajemen: 1. Dan lebih memusatkan perhatian pada masalah Psychologi buruh. Henri Gantt Hanri Gantt Mengemukakan : a. mengerti mengenai soal yang berhubungan dengan fungsi maupun yang diluar fungsi) 5. menerima/memikul tanggung jawab. Menciptakan suatu bagan yang disusun untuk membandingkan proses produksi yang telah distandarkan dengan tujuan yang telah ditetapkan c. Kesimpulan: 1. Perbaikan hubungan antara manajemen dan kaum buruh. 3.

Misalnya di Rusia para manajerlah yang melakukan rencana disegala bidang dan mereka diberikan segala fasilitas serta intensif yang besar (misalnya bonus dan perumahan). Sama seperti di Rusia. di Amerika juga para manajer mendapat kedudukan yang tinggi dengan adanya ber macam-macam fasilitas. Pemisahan inilah yang mempercepat profesi. Dengan adanya bermacam-macam intensif serta fasilitas. Bagaimana keadaan di Indonesia? Sebelum kita membahas persoalan ini lebih lanjut.yang memadai sehingga dapat mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Di Rusia para manajer mendapat status yang tinggi . sedangkan di Amerika terdapat pemisahan antara pemilik perusahaan (pemegang saham) dengan para manajer.Apakah manajemen pada saat ini sudah dapat dianggap sebagai suatu profesi? Apakah kita sudah menerima para profesional manajer sebagai golongan tersendiri. Patrimonial Management Suatu perusahaan yang dimiliki oleh suatu keluarga dimana anggota-anggota keluarga tersebut menjabat kedudukan yang penting serta menduduki jabatan hierarki organisasi perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan dalam hal ini ialah: untuk kepentingan dan aspirasi pihak keluarga. Kalau dilihat pada negara-negara yang sudah maju. Political Management 3. Dimana ada 3 type managerial elite yaitu : 1. 7 . akan dikemukakan suatu klasifikasi yang di ajukan oleh Harbison Myers dalam bukunya “Management in Industrial World”. Professional Management 1. para manajer di klassifikasikan sebagai suatu golongan tersendiri. Patrimonial Management 2. seperti Rusia dan Amerika Serikat. Pada kedua contoh tersebut memberi bukti bahwa di negara-negara maju manajemen memang sudah merupakan suatu profesi.

Perusahaan Negara: dapat menentukan siapa yang akan menduduki jabatan manajer. mereka menempatkan anggota partai di atas para manajer. tujuan penempatan disini ialah mempergunakan pengaruh mereka sebagai tokoh politik. Di Indonesia sudah terlihat denagn adanya proses timbulnya profesional manager antara lain :. 8 .Di Indonesia masih banyak sekali bidang-bidang usaha dimana manajemen masih bersifat patrimonial. karena hal ini sudah menjadi rahasia umum dan sulit sekali untuk mengetahui sampai sejauhmana pengaruhnya. Profesional Management Kedudukan yang penting pada perusahaan diberikan kepada mereka yang mempunyai keahlian yang di anggap mampu. untuk menaikkan gengsi perusahaan dan mendapat fasilitas-fasilitas tertentu. Political Management Adalah suatu bentuk dimana kedudukan-kedudukan penting dalam suatu organisasi dipegang oleh mereka yang berhubungan / berkecimpung dibidang politik (berdasarkan loyalitas) pada suatu partai politik tertentu. Di Indonesia tidak perlu diuraikan disini lebih mendalam. Dalam hal ini pertimbangan politik lebih diutamakan dan tujuan-tujuan perusahaan juga disesuaikan / diarahkan kepada tujuan – tujuan politik. Di Rusia sebelum pecahnya revolusi oktober 1917. 3. seringkali juga tokoh-tokoh politik diberikan kedudukan yang penting dalam perusahaan-perusahaan besar. serta dengan munculnya Indonesia Managers Club (IMC : yang lahir dari yayasan Bhakti Manajer Indonesia beranggotakan kelompok masyarakat yang berprofesi manajer) hal ini terjawab apakah profesional manajer sudah merupakan profesi dari golongan tersendiri dinegeri kita. Di Amerika. kemampuan dan keahlian masing masing . 2. Tetapi lama – kelamaan terdapat perubahan dengan timbulnya generasi baru. Contoh. berdasarkan kapasitas. Merekalah yang melaksanakan rencana dan program pemerintah.

selalu diperoleh pendidikan seorang menejer yang tinggi serta telah menguasai lapangan pekerjaan sesuai dengan profesinya . Tetapi kenyataannya banyak perusahaan terlambat untuk mengambil inisiatif pengembangan sumber daya manusia dari dalam organisasinya sedang dari lembaga pendidikan yang diharapkan selalu mampu melaksanakan tenagatenaga pimpinan. pada dasarnya mendororng pengembangan sumber daya manusia. organisasi akhirnya kewalahan menunjuk siapa manajer yang bisa dipercaya dan yang bisa di delegasikan untuk memegang suatu jabatan tertinggi . Kondisi ini mutlak dapat muncul akibat orientasi berpikir kerangka konsevatif di. gejala gejalah yang muncul dinegara kita serta berkembangnya organisasi perusahaan. Manajemen sebagai seni . artinya tidak peka terhadap perkembangan / perubahan yang akan terjadi. sementara tenaga-tenaga yang membantunya hanya merupakan orang-orang biasa saja. Ciri khas kerangka ini adalah. Yang dimaksud Manajemen sebagai seni adalah suatu pandangan yang tersendiri .Tujuan IMC ialah : Untuk mengisi kekosongan manajerial dalam struktur organisasi dunia usaha. sering kali tidak di imbangi dengan penyediaan tenaga pimpinan yang trampil dan siap pakai. ketika perusahaan mulai berkembang. karena kemampuan itu hanyalah ekstra universal Namun untuk mendapatkan tenaga manajer yang berbobot. Penyebabnya adalah : Secara umum struktur organisasi perusahaan yang sedang berkembang dinegara kita dimulai dengan kerangka yang tidak bersifat inovatif. seyogyanya organisasi perusahaan memupuk tenaga-tenaga calon pemimpin dari dalam organisasi sendiri. dalam hal ini muncul sesuatu kekuatan pribadi 9 . bukan sebagai ilmu. bahwa segala sesuatunya diputuskan pemilik perusahaan. yang nampak jelas mulai dari tingkatan paling bawah manajer awal. untuk mencegah hal ini.

Manajemen jepang juga telah berhasil secara signivikan dalam membangkitkan dan mengarahkan potensi sumber daya manusia di Negara tersebut. 10 dikemukakan seni manajemen Jepang dan seni .yang kreatif ditambah dengan skill dalam pelaksanaan pekerjaan / penyampaian dari hasil yang diinginkan melalui penerapan kecakapan. Manajemen hal menghadapi problem- problem dimana terdapat sedikit dan ilmu pengetahuan. 1. Dalam serta study. Jadi dalam seni manajemen Jepang selalu ditekankan pada gaya manajemen yang prefesional . Pengetahuan dan skill yang diperlukan untuk manajemen dapat berubah ubah sesuai dengan tingkat organisasinya Manajemen akan dipelajari sebagai suatu seni dan bertitik tolak pada prinsipprinsip yang dirumuskan dengan tegas dan jelas dan tidak pada keragu-raguan yang timbul dari penyelidikan yang terbatas dalam satu organisasi yang diketahui oleh seorang manejer Sebagai contoh dapat manajemen Taiwan. dengan kata lain . Keyakinan Kreativitas Penarapan yang terbaik. sehingga manajer dapat mengandalkan diri pada : - Seni.. Skill yaitu mencakup : pengalaman .dan bagaiman mereka mengurangi biaya-biaya yang dapat digunakan dalam satu perusahaan. Semuanya. adalah terletak pada pendekatan pengelolaan sumber daya manusia yang berlaku di Negara tersebut. Firasat. observasi merupakan salah satu seni yang paling kreatif . Seni Manajemen Jepang Bagaimana pengusaha Jepang meningkatkan dan mempertahankan produktifitas yang tinggi.

2. Seni Manajemen Taiwan Seni manajemen Taiwan ditekankan pada konsep keluarga yaitu keserasian hubungan keluarga. ayah dan anak. yang cirri khasnya diterapkannya konsep kekeluarga. serta semua organisasi sosial dapat di laksanakan dengan baik Kesimpulan al: 1. Sedangkan Manajemen Taiwan ialah gabungan atau integrasi dari moralitas terhadap.serta semua organisasi sosial tidak terlepas dari hubungan antara manusia yaitu antara pengusaha/atau atasan dan bawahan. keluarga menjadi inti dari masyarakat . Dalam masyarakat agraris. Kerjasama yang baik di antara industri yang berbeda. sebelum abad ke 18. dan Sebaliknya setiap karyawan mentaati dan menghormati pimpinannya sebagai bapak atau saudara tua mereka sendiri. Serta ada perasaan perusahan tsb . Faktor . serta dapat menghasilk kinerja yang efisien .yaitu hubungan antara pimpinan dengan bawahan selalu berlandaskan pada kekeluargaan dan terbuka. salah satu penyeebab majunya perusahaan – perusahaan di Taiwan yaitu diterapkannya konsep Kunfusionisme . suami dan istri . Filsafat Kunfusonisme : untuk memiliki 11 . peraturan-peraturan hukum yang berlaku serta praktek ilmiah yang lebih di utamakan. Manajemen Jepang adalah Manajemen tingkat atas dapat dipandang sebagai god father dari seluruh kegiatan Setiap pemimpin memandang bawahan dengan adil dan bijaksana serta memperlakukan pekerja seperti anak sendiri.dan efektif . kesejahteraan keluarga adalah jalan satusatunya bagi kemakmuran masyarakat.faktor lain yang mendukung majunya perusahaan-perusahaan jepang 1. Kemampuan untuk secara tepat dalam mendapatkan informasi 2. Meramalkan ( bentuk teknologi macam apa yang tepat untuk dipergunakan ) 3. hanya dengan keserasian ini hubungan antar manusia. antara saudara dan sahabat.

dan tambah lama tambah banyak perbedaan pendapat. bertentangan. Tetapi ekonom dan teknokrat yang kreatif mengalihkan teknologi dari luar bukanya memamfaatkan tradisi yang sudah lama tertanam dalam bangsa kita. meskipun dalam bentuk yang sederhana. humanitas dan keadilan merupakan unsur-unsur yang paling mendasar untuk membentuk pribadi yang ideal. Harold Koontz dapat mengemukakan 7 mazhab / aliran teori manajemen : 12 . dan harus mengikuti perkembangan teori manajemen yang telah ada serta bermanfaat. Karangan-karangan dari kalangan ilmuan . kesabaran. lulusan barat yang berusaha menerapkan teknologi barat.Dan semua ini perlu didukung oleh kemauan dan prasaran politik dari pemerintah. Ada yang mengatakan bahwa teori-teori manajemen adalah.Kesetiaan. . Berpendapat bahwa Setiap pengusaha dapat mempraktekkan manajemen dengan lebih efekktif. Bagaimana keadaan dinegara kita ? Sudah sejak awal kemerdekaannya telah disepakati bahwa perekonomian kita didasarkan pada azas kekeluargaan. Yang kita perlukan bukan para ekonom dan teknokrat. tetapi penyelidikannya secara sistematis atas masalah-masalah tersebut baru dilaksanakan dalam abad ke-20. akhirnya menimbulkan kesimpangsiuran dibidang ilmu di sebabkan oleh banyaknya caracara yang dipakai untuk meneliti dan mendekati teori manajemen. usahawan/industriawan dan para sarjana bermunculan. dari masin-masing kegiatan atau pemahaman dan penggunaan yang wajar oleh mereka yang dapat mempergunakannya. BAB II TEORI MANAJEMEN Harold Koontz.Filsafat Kunfusonisme adalah. baik perusahaan Negara maupun swasta. Namun pasal 33 UUD 1945 itu belum pernah secara serius dan ilmiah dijabarkan dan diterapkan dalam manajemen perusahaan-perusahaan kita.Tanpa memperhatikan filsafat dan tradisi pribumi yang baik. tetapi kenyataannya teori yang baik dan dasar utamanya adalah Manajemen Walaupun masalah manajemen sudah ada sejak timbulnya organisasi.

Aliran Sistim Sosial 13 . belum tentu bisa dipakai untuk situasi sekarang ini Aliran tingkah laku manusia ( Human Behavior School ) Aliran ini kadang-kadang disebut penelitian “human relations atau hubungan antar manusia” juga dapat dikatakan leadership approach. Contoh : seperti yang sudah dipraktekan oleh Jepang dan Taiwan 2. ilmu tingkah laku manusia karena aliran ini berpokok pada managing berarti . penelitian kepemimpinan atau behavior science . Pengalaman yang lama dalam bermacam-macam bidang usaha dapat membantu manajer dalam memecahkan masalah-masalah manajemen dan memperbaiki dalam memimpin perusahaan. kita dapat belajar bagaimana menggunakan teknik manajemen yang paling efektif. Teori manajemen tidak meliputi semua pengetahuan untuk dijadikan dasar ilmiah atau teoritis bagi praktek Manajemern. 6. kelemahannya . Aliran Empiris/Pengalaman Managemen Aliran ini berpendapat bahwa : dengan menganalisa pengalaman-pengalaman dan kesalahan-kesalahan dari pada manajer. approach. 4. Melakukan pekerjaan dengan melibatkan orang-orang. Ilmu manajemen harus berdasarkan pada hubungan antar orang. serta teknik atau penelitian yang terbukti benar dimasa lalu..1. 5. Keyakinan tersebut dapat menjadi unsur untuk suatu teori manajemen.adalah kita serlalu melihat pada pengalaman yang lalu. 7. 3. yaitu hubungan majikan dan bawahan dengan orang-orang yang membantunya dengan cara bekerja bersama-sama dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Manajemen adalah suatu proses yang dapat dibagi-bagi dengan cara menganalisa fungsi-fungsi manajer 2. Pengalaman-pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pokok untuk suatu riset yang dapat menentukan kebenarannya dan memperbaiki prakteknya. Memimpin adalah suatu seni dan dapat diperbaiki jika dasarnya adalah prinsip-prinsip yang sehat. Namun kenyataannya jarang sekali ada situasi yang dapat dan tepat sama dengan masa lalu. Prinsip-prinsip manajemen adalah benar. 1. meskipun terdapat kekecualian untuk situasi tertentu.

Aliran yang melihat manajemen sebagai suatu sistem matematika lengkap dengan model dan prosesnya. 14 . Berrnand. mengembangkan teori kerja samanya (Cooperation) yang berdasarkan pada kebutuhan-kebutuhan individu untuk mengatasi perbedaan-biologis . yang melihat manajemen sebaga suatu sistim sosial. (pokok/dasar) atau kebenaran yang bernpedoman kearah pemikiran dengan tindakan tindakan tertentu. al : Manajemen dan organisasai Perencanaan dan pengambilan keputusa Suatu proses yang logis yang dapat dinyatakan dengan istilah dan simbol matematika BAB III PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN (AZAS-AZAS MANAJEMEN) Sebuah pernyataan fundamental .Aliran ini berhubungan dengan aliran :Human Behavior”. melalui prinsip-prinsip manajemen dari seorang manajer dan dapat mencegah terjadinya kesalahan-kesalahan dalam tindakannya. 4. konsepnya ialah : setiap sistim kerjasama. Aliran teori keputusan ( Decission Theory School ) Berdasarkan pada pengambilan keputusan (decission making). yaitu dengan tindakan apa yang akan diambil dari memilih suatu cara bertindak bermacam-macam alternatif yang ada Aliran ini menganalisa : Keputusan itu sendiri (decission making) Orang yang mengambil keputusan (decision maker) dengan Cara tersendiri. yang menganalisa dan mengidentifikasi hubungan kultural dari berbagai golongan dan kelompok sosial dan mencoba melihatnya sebagai suatu sistim yang berintegrasi. Dari keseluruhan sistim kerjasam ini. Aliran matematis.fisihis dan social serta lingkungannya dengan jalan kerjasama dengan yang lain . dimana ada komunikasi antara orangorang yang satu sama lain dan ada kemauan untuk bertindak ke arah satu tujuan bersama secara sadar 3. dibentuknya perumusan “organisasi formil”.

Tujuan penggunaan prinsip ini ialah : . dengan -prinsip menyediakan kunci mengenai tindakan yang perlu dilakukan. 3.untuk menyederhanakan atau memudahkan pekerjaan . Praktis artinya selalu dapat digunakan. serta pemecahan masalah dengan baik dan tepat serta dapat meyakinan dalam mengambil tindakan-tindakan tertentu Tidak seorangpun dapat melaksanakan manajemen tanpa suatu filsafat manajemen yang baik dan ter implikasi maupun yang bersifat implisit (tersirat) PENGERTIAN / DEFINISI MANAJEMEN Pengertian/Difinisi manajemen antara lain : 1. Konsisten : dalam situasi yang sama akan terjadi hal-hal yang sama. sehingga dapat menyediakan sebuah perspektif (gambaran yang sebenarnya) yang mencakup banyak hal. terlepas dari waktu mereka diterapkan 2. KEWGUNAAN FILSAFAT MANAJEMEN Kegunaan pemakaian filsafat manajemen adalah : membantu pemikiran manajemen lebih effektif. Hal tersebut terdiri dari : Sikap Keyakinan Konsepsi-konsepsi seseorang atau kelompok tentang manajemen. 15 . “Kekuatan yang menjalankan sebuah perusahaan.dan membuat keputusan serta melakukan tindakan lainya al : Dapat mempengaruhi ide-ide seorang manajer Proses mental dan psikhologis seseorang dapat mempengaruhi tingkah laku manajer Hal-hal tersebut dapat mempengaruhi keputusan manajemen dalam pemecahan suatu masalah. Tugas seorang manajer antara lain mengambil tindakan pemikiran. Relevan dengan sebuah ketentuan yang bersifat dasar (fundamental) dan luas. Prinsip-prinsip yang bersifat : 1. dan yang bertanggung jawab atas sukses atau kegagalannya”. Serta adanya penilayan dan penafsiran fakta-fakta yang tersedia dalam situasi tertentu Filsafat Manajemen : Filsafat manajemen adalah dapat dianggap sebagai suatu cara pemikiran manajemen.

Gambar 1 . yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain. “Manajemen adalah pemuasan kebutuhan-kebutuhan ekonom dan sosial karena bersifat produktif bagi manusia. Inter n Exter n - Man Machine Material Money Market Method Pengorganisasian Pengawasan 16 . 2. “Manajemen adalah tindakan memikirkan dan mencapai hasil-hasil yang diinginkan melalui usaha kelompok yang terdiri dari tindakan mendayagunakan bakat-bakat manusia dan sumber-sumber daya lainya” 3. disamping itu dapat dikatakan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya dan pelaksanaan berlangsung dengan lainnya. Semua definisi yang disajikan mempunyai kebaikan-kebaikan. 5. “manajemen merupakan sebuah proses yang khas. 6. 4. dengan perkataan lain : adanya kegiatan-kegiatan k husus yang merupakan bagian dari pada suatu proses manajemen. “Manajemen tidak lain daripada usaha melaksanakan hal-hal tertentu melalui manusia”. manajemen al : Sumber-sumber daya Fundamental Dasar : ( Enam M ) Perencanaan Menggerakkan bantuan manusia dan sumber-sumber daya merupakan suatu gambaran grafis tentang definisi mengenai Fungsi-fungsi Proses Manajemen Goal : 1..2. “Manajemen merupakan sebuah sumber yang dipergunakan oleh semua orang untuk mencapai tujuan”. bagi perekonomian dan bagi masyarakat”. pengorganisasian. Serta dapat menitik beratkan pada aspek-aspek terpenting dari pada manajemen. terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan. menggerakkan dan pengawasan.

. Sasaran Skunder 3. 2 . ad. Misalnya . Sasaran Skunder Membantu ke arah pencapaian sasaran primer dan menetapkan target untuk kegiatan-kegiatan yang di rencanakan dalam menaikkan effisiensi dan penghematan dalam pelaksanaan pekerjaan. Pengorganisasian INTI MANAJEMEN 1. 5. 1 . Sasaran Primer Menyediakan barang-barang dan jasa untuk pasar.Semuanya bersumber pada -sumber daya manusia yang dapat dikelola oleh manajemen itu sendiri. 17 . 3. Sasaran Sosial ad. sasaran yang berhubungan dengan analisa . Sasaran Primer 2. nasehat dan penafsiran. 4. Mengidentifikasi Menganalisa Menerapkan } } tujuan ( goal ) yang harus di capai } Mengkombinasikan secara effektifitas bakat seseorang Mendayagunakan sumber-sumber materiil Konsep dasar Manajemen adalah Dapat berhubungan dengan usaha manusia untuk mencapai tujuan dengan cara menambah kegunaan sumber-sumber yang tersedia. Belum di sebut Ada 4 macam sasaran / goal : 1. 2. Sasaran Individu 4. PIRO DAN MANAJEMEN Konsepsi PIRO adalah singkatan-singkatan dari : People Ideas : Manusia atau orang : idea-idea Resources : sumber-sumber daya Objectives : sasaran-sasaran Seseorang manajer pada pokoknya bekerja dengan faktor-faktor yang memadai hal tersebut bukanlah apa yang sebenarnya di laksanakan seperti sudah di uraikan terlebih dahulu antara lain : Perencanaan . atau lebih di kenal dengan 6 M.

kalau perlu di adakan revisi. kesehatan. Faktor Sosial : 18 . 3. Misal. 5. maka sasaran tersebut tidak efisien. Sasaran untuk setiap anggota manajemen harus terbatas jumlahnya. Bersifat realistis 5. Faktor Sosial Faktor Pemerintah Faktor Ekonomis Faktor Teknologis Faktor Pendidikan ad. Bersifat up to date. Sasaran harus merupakan hasil dari kerjasama dari pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk melaksanakan suatu pekerjaan 2. Sasaran harus memiliki jangkauan tertentu. sehingga merugikan. Jika terlalu banyak sasaran akan mengakibatkan kekacawan. 8. 1. jangan terlalu di tekankan pada kondisi tertentu. kalau terlalu sedikit. . Tujuan tersebut dapat ditentukan oleh 5 faktor penting yang langsung dapat mempengaruhi manajemen dalan suatu perusahaan al : 1. Menurut Terry : 1.Misal. Pengaruh lingkungan terhadap manajemen Dalam bidang manajemen terdapat p lingkungan yang dapat mempengaruhiaktivitasAktivitas suatu perusahaan dalam pencapaian tujuan. Disusun berdasarkan urutan kepentingnya. praktek-praktek kerja dan pengaturan harga. Harus berimbang untuk suatu perusahaan.ad. ditinjau kembali secara periodik. Sasaran harus bersifat konsisten. keamanan. 6. 3 . sasaran untuk memberikan service pada langganan tidak boleh berlebihan. 4. Sasaran Sosial : Sasaran yang di tujukan kepada masyarakat. Sasaran Individu : Adalah sasaran yang berorientasa pada masing-masing individual dalam sebuah organisasi. 7. 3. 2. 4.

serta Analisa biaya. ad. pendapatan dan penggunaan rumus-rumus teknik dan matematik dalam menghitung pengeluaran serta pendapatan sangat mempengaruhi tindakan-tindakan pengambilan keputusan seorang manajer. Faktor Teknologi : Kemajuan-kemajuan teknologi akan mempengaruhi/merubah seluruh proses produksi atau kegiatan sebuah perusahaan. yaitu berkaitan dengan pengambilan keputusan. dimana ditekankan pada tanggung jawab sosial. 2. sama dengan ilmu manajemen. yang meliputi penggunaan sumber-sumber untuk mencapai bermacam. 5. Faktor Ekonomi : Faktor Ekonomi selalu merupakan pengaruh yang sangat penting atas perkembangan pemikiran manajemen. perpajakan dll. Ilmu Ekonomi meliputi persoalan-persoalan antara lain sepeti : perdagangan international. ad. 4. Kebijakan Pemerintah dalam menaikkan harga BBM. Misalnya di Indonesia : Paket EXPORT Januari 1982. tetapi pada profit yang layak bagi semua pihak. Kekuatan kekuatan ekonomi tersebut dapat menekankan pada biaya dan hasil yang akan dicapai dan merupakan hal yang terpenting dalam manajemen sebuah perusahaan. misalnya penerapan cara-cara baru/metode-metode baru/bahan-bahan baru untuk mentransfer sumber-sumber daya menjadi sebuah produk/jasa.macam tujuan dalam ilmu ekonomi. ad. Faktor Pemerintah Kebijakan-kebijakan pemerintah memberi pengaruh yang tidak sedikit pada dunia usaha. Pengaruh teknologis. 3. Faktor Pendidikan : Faktor ini terdiri dari : 19 . Seperti: bantuan-bantuan keuangan untuk pendidikan beasiswa-beasiswa dana-dana untuk riset medis bantuan untuk rumah sakit ad. dan cara tersebut dapat dipraktekkan.Tujuan Perusahaan pada masa kini tidak lagi pada mencapai profit yang maksimal.

financing : (working capital) : . Hal-hal yang ter penting bagimana. dengan cara pemecahan problem tsb ad. barang-barang . Marketing : apa yang di minta pasar . Stok persediaan/mempertahankan stok persediaan.menekan cost/biaya rendah.Produk-produk jadi 2.Modal matrial. Pemecahan problem ad. Sales : .masalah volume penjualan penentuan harga. Cost ……. 8. mencegah hilangnya konsumen. Guna membantu manajemen. lebih dahulu kita harus menganalisa problem tersebut. 3. sesuatu tingkat dimensi tertentu yang cukup penting untuk dipecahkan terhadap seseorang Untuk mengatasi sebuah problem. Produksi : Quality/Quantity control 6. Personal manajemen ……. Identifikasi 2. harus diidentifikasi terlebih dahulu. 10. Waste problem atau mencegah pemborosan/ permasalahan. 1. Effisiensi kerja : menanamkan perasaan/sense of belonging ( perasaan memiliki ). latihan pegawai dan sebagainya 4. Pricing : 9. dan semua tingkah seseorang dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya PERMASALAHAN MANAJEMEN Masalah-masalah manajemen yang umum terjadi seperti : 1. 5.membuka pasar baru 7. Sebelum pemecahan sebuah problem.- sikap umum tingkatan melakukan kegiatan pendidikan yang efektif praktisnya pendidikan yang dapat ditawarkan. 20 .Produk-produk dalam proses . terdiri dari 2 bagian antara lain : 1. Sebuah problem masalah adalah merupakan sebuah penyimpangan dari pada standadar tertentu. 2.

Problem manajemen dengan pengawasan 21 . Kelompok-kelompok informasi 5. Menggerakkan 1. Policies yang mencakup otoritas. Sasaran-sasaran perusahaan 3. Job equipchment dan perluasan kerja 5. Perencanaan. Pengawasan 1. Sasaran-sasaran individu. dan mudah diterapkan. TINDAKAN-TINDAKAN MANAJERIAL YANG DILAKUKAN GUNA MEMECAHKAN PROBLEM-PROBLEM MANAJERIAL YANG DISUSUN MENURUT FUNGSI NYA al : I. dalam memberikan pandangan yang menyeluruh yang dapat. Delegasi kekuasaan 3. Mengukur hasil pekerjaan 3. Prosedur-prosedur alat-alat spesifik untuk mengerjakan bidang administrasi 5. Integrasi aktivitas-aktivitas struktural III. harga-harga. Menggunakan alat-alat pengontrolan biaya dan kwalitas yang lebih baik. Hal tersebut cukup flexible untuk digunakan dalam berbagai macam situasi. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan pribadi melalui kepuasan kerja 4. 1. Pengorganisasian 1. Mengembangkan dan mengevaluasi pekerjaan 3. Memperbaiki hasil investasi 4. Menetapkan standart-standart prestasi 2. Supervisi IV. Penggunaan kelompok-kelompok staf dan servise 4. Program-program intern II. 2. Memimpin 2. Lingkup otoritas 2.Dalam pemecahan sebua problem a dapat diggunaan kerangka kerangka yang disediakan. sikap terhadap persaingan 4. Mengembangkan budgeting yang baik 5.

Belajarlah untuk berbicara dan mendengar secara efektif 3. dengan menggunakan kerangka perencanaan--pengorganisasoian---menggerakkan--- pengawasan untuk membantu mengidentifikasi masalah-masalah pokok. Penelitian hasil-hasil yang tercapai DAFTAR II : 1. Memilih bawahan yang efektif 3. Berdasarkan fakta tersebut Susunlah fakta-fakta dalam format yang berbeda apabila hal tersebut membantu untuk menjelaskannya. Mengetahui tujuan-tujuan perusahaan 2. PETUNJUK-PETUNJUK YANG SEDERHANA BAGI MANAJERIAL DAFTAR I : 1. hal seperti penggunaan matriks. Motivasi mereka (semangat/dorongan menggerakkan bawahan) 3. Susunlah fakta-fakta penting Gunakanlah masalah-masalah pokok serta fakta-fakta penting yang relevan untuk disusun. Dapat menetapkan standart-standart tinggi dalam segala hal 4. Delegasi ke bawahan dengan jalan menyeluruh serta dapat mengambil keputusan di dalam pekerjaan masing-masing 4. Pengawasan mengidentifikasi serta mengalokasikan dengan tepat deviasi yang dihadapi LANGKAH-LANGKAH YANG PERLU DI IKUTI DALAM HAL MENGANALISA SEBUAH KASUS MANAJEMEN 1. usahakan mencapai hubungan yang efektif antara mereka DAFTAR III : Lebih MENDALAM dan yang mungkin lebih banyak membantu dalam hal : 1. Mengidentifikasi masalah pokok Pusatkanlah perhatian atas apa yang kiranya merupakan problem pokok. Pelajarilah situasi dipandang dari sudut pandangan orang lain antara manusia ini sangat berguna untuk membentuk 22 . suatu problem dapat dianggap suatu penyimpangan (deviasi) antara apa yang seharusnya dengan apa yang sebenarnya terjadi.1. 2. 2. Memilih anggota kelompok dengan tepat 2. Kembangkan komunikasi yang baik. Perekruatan skill dalam bidang hubungan (human relation) 2.

Mengusahakan agar pengeluaran biaya serendah mungkin sesuai dengan jasa yang diperlukan 10. Menyatakan perasaan-perasaan pribadi dan memahami perasaan pihak lain 4. Mulailah apa yang telah dicapai dengan cermat dan apabila perlu dapat lakukanlah tindakan perbaikan DAFTAR IV : Menyatakan bahwa untuk mencapai hasil-hasil terbaik seseorang manajer perlu : 1. Mengevaluasi konsisten 9. Memastikan bahwa setiap anggota kelompok diberikan tugas yang paling sesuai dengan bakat-bakat kemampuan 6. Meluangkan waktu yang cukup untuk membicarakan masalah yang benar-benar penting 2. Merencanakan dan melaksanakan pengawasan atas rencanarencana 3. Kembangkanlah sikap “ingin bertanya” untuk memutuskan dan menggunakan ide-ide baru 7. Merangsang para anggota kelompok untuk menerima tanggung jawab 7. Jadilah seorang pemimpin dengan jalan melibatkan diri dalam pekerjaan yang sedang berlangsung 8. anggota-anggota kelompok dengan secara 23 . Menilai hasil pekerjaan sendiri dengan jujur 8.5. Melihat hal yang terbaik pada orang-orang dan bukanlah hanya mencari kesalahan-kesalahan 5. Memperluas pengetahuan pribadi secara umum. Usahakanlah untuk menjadi efektif dalam pembuatan keputusan (deciasion making) 6. Anggaplah bahwa manajemen merupakan suatu kesempatan untuk menpengaruhi secara positif 9.

mengenai masa yang akan datang. Actuating Menggerakan manusia untuk bekerja sama dengan cara seefektif munngkin D. Planing /Perencanaan 1. dan menentukan tindakan apa yang akan diambil bila menemukan suatu hambatan atau kenyataan. Bila (waktu yang tepat untuk memproduksi/penjualan) 4. Bagaimana merencanakan suatu pekerjaan B.BAB IV . Siapa yang harus melakukan suatu organisasi 2. Dapat bekerja sama dengan Lingkungannya C. A. Organising 1. jika tidak maka. Apa yang perlu dilakukan 2. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN Menurut G. Dapat ditentukan suatu lokasi yang jelas untuk pemasaran 3. PLANING Planning/ rencana : dapat membuat suatu rencana yang tepat serta memilih dan menghubungkan fakta-fakta serta menggunakan asumsi. 1. Controlling Meneliti pekerjaan (aktifitas-aktifitas) apakah telah dilaksanakan dengan tepat/sesuai dengan rencana. 24 . Perencanaan harus berdasarkan keterangan yang konkrit 2. tindakan perbaikan apa yang akan dilakukan. Hal ini dapat disimpulkan sebagai berikut. dan imajinasi serta kemampuan untuk melihat kedepan (forecasting) 3. Terry fungsi-fungsi manajemen adalah A. pada data dan keterangan- kesulitan-kesulitan yang tidak diharapkan. Hubungan apa dengan pihak lain 3. Perencanaan memerlukan pemikiran. dalam hal menggambarkan dan merumuskan tindakantindakan yang dianggap perlu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan otoritas bagaimana organisasi itu terlaksana dengan baik 4. Perencanaan berhubungan dengan masa yang akan datang.

Tiga rencana dalam kegiatan manajemen. kebijaksanaan / policy dari pimpinan. Prosedur adalah rencana yang meliputi tindakan apa misalnya penggunaan sumber daya perencanaan jangka manengah .Kesimpulan Perencanaan : adalah merupakan hal yang terpenting dalam proses manajemen. c. Perencanaan. Karena policy tidak dapat diperinci . a.tetapi setiap manajer (middle manajer dan lower manajer) harus merencanakan segala aktifitas dalam bidangnya masing masing. Teny ) : a. Long Rang (LR) planning dengan perencanaan jangka panjang. perencanaan jangka pendek manusia b . yang menjadi pedoman bagi pemikiran dan penindakan terhadap bawahannya. dan controlling) Secara singkat perencanaan adalah dapat menetapkan sebelumnya apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Lebih dari 5 tahun d.. yaitu menggunakan Produk yang sesuai dengan keperluan. Bentuk-bentuk rencana menurut “ Koonts “ antara lain: a. maka bagi para bawahan diberi kesempatan untuk menafsirkan dan mempertimbangkan dalam aktivitasnya sehari-hari b. yang berhubungan dengan waktu penetapan rencan menurut ( G . Intermidiate range (IR) planning atau kurang dari 5 tahun c. karena manajemen adalah merupakan dasar dari fungsi-fungsi manajemen yang lainya al : (organizing actuating. Budget: Pembuatan budget merupakan rencana yang penting Budget merupakan hal yang terdiri dari angka-angka 25 . Short Range (SR) planning (jangka pendek)-kurang dari 1 tahun b.perencanaan jangka menengah laba + pertumbuhan c. Misalnya: pengeluaran biaya oleh seorang eksekutif harus melalui suatu prosedur. bukanlah fungsi manajer saja. yang akan diambil untuk masa depan.perencanaan jangka pangjang .

yang terperinci.yang mencatat hasil yang diharapkan serta biaya yang dapat dikeluarkan. Menentukan tujuan/goal b. Tidak ada / kurang tepatnya pembagian kekuasaan dan tanggung jawab . Program: Program adalah merupakan gabungan policy dn prosedur untuk menentukan yang didukung oleh budget yang tindakan-tindakan dalam waktu dekat atau dalam waktu yang yang akan datang . Operasional –planing yaitu dibuat oleh lower manajement dengan mengadakan perincian yang lebih mendetail atas kegiatan – kegiatan program kedalam tindakan-tindakan operasional. Policy planning. yaitu yang dibuat oleh top-manajement karena hanya merumuskan rencana serta kebijaksanaan secara garis besar. dapat dibedakan antara lain : a. KEGIATAN PERENCANAAN: a. budget serta program. Apabila dilihat dari tingkatan manajemen. Kurangnya penghargaan dn penilaian atas jasa-jasa mereka yang membuat rencana 2. mencakup rencana dan procedur.program lainya . Unsur-unsur perencanaan adalah : 26 . Program planing yaitu yang dibuat oleh middle manajemen dengan mengadakan perincian policy-planing kedalam bermacam – macam kegiatan.DANUNSUR-UNSUR PERENCANAAN. yang menimbulkan ketegangan dan hambatan-hambatan 3. Menganalisa metode-metode tertentu IMPLEMENTASIDALAMPLENING. Menentukan kebijaksanaan / policy c. Sebab-sebab suatu rencana tidak berhasil: 1. Merencanakan operasional d. d. Mengerjakan salah satu diluar rencana. maka yang membuat perencanaan . b. TUJUAN PERENCANAAN: Mamperkecil penyimpangan pada realisasi tertentu . 1. c. di dalam masalah perencanaan : apakah kita telah memperhitungkan apa yang akan terjadi .

3. PRINSIP-PRINSIP PERENCANAAN Agar rencana yang dibuat mendapat hasil yang lebih baik dalam pelaksanaannya maka harus dipenuhi prinsip-prinsip dalam perencanaan antara lain : a. serta mengikuti perkembangan masyarakat yang sudah maju. Rencana dapat mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditentukan. Hal ini berarti bahwa tugas pemikiran.secara logis dan dipertimbangkan oleh karena itu harus berdasarkan pada hasil-hasil percobaan pendahuluan atas pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh dari orang lain secara nyata 2. maka dengan pembuatan rencana hendaknya memperlancar pencapaian tujuan dan bukan sebaliknya b. Harus kontinyu Pembuatan rencana hendaknya dapat digunakan tidak hanya untuk sekali melainkan beberapa kali saja. Daftar tertentu PERENCANAAN HARUS MEMILIKI SIFAT-SIFAT 1. Tujuan 3. Ramalan 2. tetapi dapat digunakan secara terus menerus dengan tidak mengurangi kemungkinan perubahan sesuai dengan sifat luwes.1. pengumpulan data dan analisanya untuk pembuatan rencana harus diserahkan kepada orang-orang yang benar-benar memberikan dedikasi terhadap organisasi 27 . Karena rencana merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan. Harus flexible/luwes Rencana yang disusun harus dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang dihadapi serta dimungkinkan untuk mengalami perkembangan lebih lanjut dalam pelaksanaannya. Kebijaksanaan4. Program 5. Harus rasional Dibuat atas dasar pemikiran-pemikiran dan perhitungan. Rencana harus dibuat oleh orang-orang yang sungguh-sungguh memahami tujuan organisasi dan teknik-teknik perencanaan. .Jadi harus disesuaikan serta dapat dikembangkan secara terus menerus.

jelas susunan prioritasnya dan sistematis uraiannya. Pragmatis berarti bahwa dapat dilaksanakan dengan memperhitungkan tujuan. maka pimpinan akan berhasil untuk merumuskan suatu rencana yang baik. penjadwalan waktu atau “Schedulling”. Rencana tidak boleh terlepas sama sekali dari pemikiran pelaksanaan Para perencana harus memperoleh informasi. dan pendapat dari orang-orang serta unit-unit organisasi yang nantinya akan bertanggung jawab dalam pelaksanaan rencana yang akan dibuat. maka didalam suatu rencana harus terdapat kemungkinan untuk menghadapi resiko. BILA HARUS MERENCANA 1. yaitu perincian lebih lanjut ke dalam berbagai kegiatan yang diperlukan.c. dan juga penentuan jumlah biaya yang diperlukan atau “budgeting” d. Rencana merupakan suatu ramalan atau “forecasting” Mengingat bahwa rencana itu akan dijalankan dimasa yang akan datang. penentuan tahap dalam pelaksanaannya atau “phasing”. Resiko tersebut dinamakan Calenlated resiko Apabila prinsip-prinsip tersebut dipahami dan diterapkan oleh pimpinan dalam menjalankan fungsi perencanaan. Rencana harus disertai oleh suatu perincian yang teliti dan lengkap. Karena tidak ada seseorang manusiapun yang mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang . g. e. rencana juga merupakan suatu ramalan atas keadaan yang mungkin dihadapi dan belum merupakan suatu kepastian. Didalam rencana terdapat unsur resiko. Awal suatu tahun yang baru dengan tujuan tertentu 2. Akan tetapi resiko tersebut harus berdasarkan kepada perhitungan perhitungan sehingga tidak mengakibatkan suatu kegagalan total. Interval 3 bulanan yang mem berikan kepada anda kesempatan untuk menilai semua yang telah dicapai serta dapat menetapkan kembali rencana baru. 28 . Artinya rencana harus segera diikuti dengan “programming”. Rencana harus bersifat sederhana dan pragmatis Sederhana disini berarti bahwa jelas dipahami oleh para pelaksana. penentuan arah dan target yang harus dicapai atau “rouling”. saran. data. kepastian organisasi dan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi f.

Setiap kali ada tugas atau proyek baru. Memilih dasar pendapat mana yang akan dipergunakan 2. Mengenal dan merumuskan masalah 2. tenaga kerja juga dapat diperhitungkan . Proses perencanaan dikerjakan dengan asumsi 2. Menentukan pemecahan masalah 5. Sehingga dengan demikian diperlukan persiapan untuk mengatasi hambatan yang akan terjadi setiap sertibu putaran. Menghimpun dan menganalisa fakta-fakta 4. Contoh : suatu mesin dengan putaran roda yang menggunakan rantai terbuat dari ban karet kalau kita artikan dengan realisasi dimasa lalu mungkin setiap seribu kali putaran rantai ban karet tersebut akan putus./besar kecilnya penyimpangan yang akan terjadi sangat tergantung dari kecermatan membuat asumsi LANGKAH-LANGKAH PROSES PERENCANAAN 1. Yang dapat dibuatkan suatu rencanakan KESULITAN YANG DIHADAPI OLEH PERENCANAAN 1. Sikap dalam memperhitungkan segala kemungkinan yang akan terjadi. 4. Tidak boleh terlalu pesimis dan optimis. Menilai bantuan yang penting yang diperoleh dari penggunaan dasar pendapatan. PROSES PERENCANAAN 1.3. Kurang memperhitungkan kemungkinan yang akan merupakan hambatan dalam pelaksanaan Misalnya : kapasitas mesin sudah diperhitungkan jumlah bahan baku. Menentukan pemecahan-pemecahan yang mungkin terjadi 3. Masalah-masalah moril lainnya yang kurang mendapat perhatian namun kapasitasnya tenaga karyawan 29 . Menyusun pelaksanaan pemecahan masalah LANGKAH-LANGKAH PROSES PERENCANAAN 1. karena akan mengakibatkan penyimpangan – penyimpangan yang lebih jauh. Perbuatan yang wajar antara karyawan dan majikan 3. Keberhasilan perencanaan. Kecermatan pengamatan akan kenyataan yang seringkali terjadi selama ini. menurun 2.

Perencanaan menjadi terbatas karena kurang tepatnya data-data dan faktafakta yang tidak akurat hal ini dapat dipengaruhi oleh ketepatan data-data yang digunakan untuk menyusun rencana . 4. Masa yang akan datang berarti perubahan dan penyesuaian terhadap situasi-situasi dan kondisi-kondisi baru. dan horizontal antara karyawan dan pimpinan muncul Bisa dibayangkan apa yang terjadi. Perencanaan memerlukan biaya besar. 2. bagai maupun komunikasi secara vertikal. 3. Tidak seorang manajerpun dapat meramalkan kejadian. Biaya yang dikeluarkan untuk perencanaan biasanya melebihi kegunaannya. 3. Memajukan penggunaan hasil ukuran pekerjaan. 2. serta menyelesaikan program-program sebelumnya. 30 . seperti halnya semua fungsi-fungsi lainnya. Memberikan dasar controlling KERUGIAN-KERUGIAN PERENCANAAN 1.serta dapat diakui pengeluaran untuk perencanaan yang cukup besar.kejadian di masa yang akan datang. Aktivitas perusahaan dilakukan secara teratur dengan tujuan tertentu. 5.Misalnya : Masalah komunikasi. jika suatu bagian yang lain harus mendukung. suatu perencanaan yang baik antara karyawan dan pimpinan. Perencanaan mempunyai hambatan-hambatan pesikologis. Perencanaan mematikan inisiatif. Mengharuskan memberikan gambaran tentang seluruh pekerjaan dengan jelas dan lengkap. 4. Keadaan masa sekarang lebih disenangi dan dimiliki kepastian. Salah satu hambatan yang terdapat secara umum adalah bahwa manusia lebih mementingkan masa kini dari pada masa yang akan datang. Pekerjaan yang tidak produktif dikurangi sebanyak munkin. KEUNTUNGAN-KEUNTUNGAN PLANING 1. Ada orang yang berpendapat bahwa perencanaan cenderung mempercepat perubahan dan menimbulkan keresahan. 6. Dan perencanaan perlu memperhitungkan sinkronisasi pelaksanaannya. perencanaaan harus dapat membuktikan / membenarkan eksistensi. Memberikan penggunaan yang lebih besar dari pada fasilitas-fasilitas perusahaan yang ada.

Jadi dengan demikian perencanaan lebih merupakan penghalang dari pada alat pembantu. (Memang ada elemen-elemen kebenaran dalam pernyataan-pernyataan tersebut. Perencanaan mempunyai nilai praktis yang terbatas. tetapi perencanaan yang paling efektif memberikan alastisitas sehingga tingkat tertentu dan juga masih memungkinkan adanya penafsiran dalam penerapannya) 5. 7. Perencanaan dilakukan kadang-kadang secara berlebihan oleh para perencana. Ada pihak yang beranggapan bahwa perencanaan bersifat terlampau teoritis : serta adanya peralatan yang lebih praktis. 31 . Ada juga yang berpendapat bahwa hasil-hasil efektif dapat dicapai dengan jalan menghadapi setiap situasi yang timbul dan mencari pemecahannya dengan segera. 6.Ada pihak yang berpendapat bahwa perencanaan memaksa para manajer melaksanakan tugas-tugas mereka dengan cara yang kaku. Keadaan-keadaan darurat dan munculnya situasi-situasi yang tidak diduga mengharuskan diambilnya keputusan segera pada tempat kejadian. Perencanaan menyebabkan terlambatnya tindakan-tindakan yang perlu dilakukan (Dalam keadaan darurat). Dalam keadaan demikian tida ada waktu untuk merenungkannya dan kemudian dapat menyusun rencana baru. Hal tersebut ternyata dalam bentuk laporan dan intruksi-intruksi yang paling panjang tanpa kegunaan yang praktis.

Tujuan perusahaan 2. Ciri – ciri pasar 4. Tentukanlah siapa yang bertanggung jawab mengenai apa 4. 3. Apa yang akan dikerjakan 2. 7. 5. Salurkanlah sumber2 daya 5. Tetapkanlah patokanpatokan pengukuran untuk setiap tugas. Bila yang akan dikerjakan 5.GAMBARAN MENYELURUH TENTANG PERENCANAAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN PROSES MANAJEMEN Perencanaan = suatu proses pemikiran yang sistimatis Perencanaan Strategis Perencanaan Taktis 1. Mengapa tindakan tersebut harus dilaksanakan Analisa tindakan alternatif Tindakan Koreksi Revisi Rencana khusus Organisasi Gerakkanlah Awasilah Keterangan2 & ramalan2 setelahnya B. 4. 1. ORGANISASI Azas-azas organisasi bersumber pada ketataniagaan. Sumber – sumber daya perusahaan 6. 2. Dimana yang akan dikerjakan 6. 8. 6. Permintaan akan produk / jasa 5. Pengaruh Teknologi. Bagaimana yang akan dikerjakan 4. Posisi Kompetitif 1. Siapa yang akan mengerjakan / siapa yang bertanggung jawab 3. Ramalan penjualan 2. 32 . (kriteria) Kebijakan2 dan rencana-rencana yang member petunjuk dan hambatan terhadap perencanaan Rencana Khusus Kreatifitas: Idea-idea baru dan hubungan – hubungan Menentukan: 1. socilogis dan pemerintah 3. Jumlah dan tipe langganan 3.

Prinsip-prinsip pokok penyusunan organisasi : 1. Adanya sekelompok orang. namun saling berkaitan dan ketergantungan serta merupakan kesatuan usaha.James D Maney : dalam bukunya The Principles Of Oraganization. Mengatur hubungan yang serasi suatu kelompok orang-orang yang berbeda. yang merupakan dasar bagi semua usaha yang di gabungkan Divisi organisasi : Bentuk setiap penggabungan manusia yang bekerja bersama-sama untuk dengan suatu tujuan bersama. Menurut. Prinsip ini di maksudkan agar supaya tugas pokok dan fungsi organisasi terbagi habis dalam unit-unit tertentu 2. Mengingat bahwa rentang pengedalian pejabat pimpinan adalah terbatas maka prinsip ini perlu di perhatikan dalam menentukan jumlah unit yang dibawahi. Perumusan tugas pokok dan fungsi itu harus sedemikian jelasnya sehingga kemungkinan terjadinya. Identifikasi dan pengelompokkan pekerjaan. kordinasi dan pengawasan. Adanya tujuan yang hendak dicapai. Adanya pembagian tugas pekerjaan. 3. Prinsip tentang pengendalian (Spand of control). Maney. 3. 2. meskipun terdiri dari dua organisasi atau lebih. Adanya kewenangan.dari organisasi tersebut dan azas-azas. Penentuan hubungan-hubungan Pentingnya pengorganisasian dan tugas pengorganisasian. UNSUR-UNSUR ORGANISASI 1. telah tercipta maka timbul dasar psikhis . 5. overlapping dapat dihindarkan. 33 . 1. Prinsip pembagian orang. 3. Prinsip perumusan tugas pokok dan fungsi yang jelas. 2. Karakteristik dari pada organisasi Dari rumusan tersebut dapat diberikan karakteristik pada organisasi al : 1. 4. Adanya kegiatan yang berbeda. Perumusan dan delegasi dari para tanggung jawab dan kekuasaan. yaitu membahas tentang azas-azas setiap organisasi. azas-azas organisasi ialah : Bila suatu golongan bergabung untuk satu tujuan yang sama.

Mempertemukan macam-macam kepentingan menjadi kepentingan bersama. Kepemimpinan. ada2 tujuan objectiv pada organisasi Tujuan intern : bersifat koordinatif Tujuan extern : adalah berupa sesuatu yang sesuai dengan tujuan pengga bungan usaha. jika tidak demikian. karena setiap tujuan organisasi berbeda . hal ini berlaku pada saat kekuasaan dan tanggung jawab delegasi. artinya mereka harus bertindak bersamasama. bekerja melalui suatu proses formil yang dinamakan Scalar Principles atau “azas sekala” atau hierarchi.. maka koordinasi menjelaskan semua tujuan organisasi sejauh ia berkenan dengan strukturn internnya. Tujuan extern : Tidak sama. Misalnya angkatan perang dimasa damai berlainan tujuannya dengan pada masa perang dunia ke II. dimana jenjang-jenjang kekuasaan tersebut berbeda satu sama lain. Azas koordinasi Dari devinisi tersebut diatas bentuk penggabungan dari manusia dan usaha penggabungan ini harus dikoordinasikan. Karena koordinasi memuat semua azas-azas organisasi. 2. 34 . Perumusan fungsi. Al 1. Delegasi. yang artinya jenjangjenjang kekusaan dan tanggung jawab yang sesuai.Tujuan intern adalah efisiensi yang diorganisasikan atau dengan perkataan lain koordinasi-Koordinasi berdasarkan pada kekuasaan pengkoordinasi yang tertinggiTanpa dasar itu tidak akan ada bimbingan dan pimpinan yang akan dikoordinasikan Kekuasaan yang mengkoordinasikan . Masa damai : tujuan extern berada dalam keadaan menganggur Masa intern : Selalu konstan dalam segala organisasi. Serta pengaturan yang tertib dari kumpulan/gabungan usaha untuk mencapai kesatuan tindakan dalam mencapai tujuan bersama dan kordinasi merupakan azas utama dan satu-satunya dari organisasi.2. 3. Memanfaatkan semua kemampuan serta tujuan tertentu. tidak akan terdapat kesatuan dalam tindakan. 3.

3. Suatu organisasi yang benar. 1.4. 2. Organisasi bentuk lini/garis. sebagai sumber dari pada kewenangan. harus berdasarkan pada persamaan kepentingan yang nyata dalam mencapai tujuan yang di inginkan. Untuk mencapai integrasi dari pada seluruh kepentingan itu ialah dengan melalui kebijaksanaan administrative. 35 . yang memberikan perintah/intruksi. Organisasi bentuk fungsional/staf. Kebaikkannya adalah : 1. pelaksana ( line ) ialah “orang-orang atau unit di dalam organisasi yang secara langsung ikut serta menghasilkan tercapainya tujuan organisasi”. Cepat dalam mengambil keputusan.Disiplin yang di jalankan adalah dari atas ke bawaha Dengan Self disiplin atau manajemen lini Kekuatan dari pada organisasi : 1. Semangat/spirit.tertentu Disiplin : . Penuh tanggung jawab. 4. 3. 4. Organisasi bentuk lini dan staf.” Menurut Garth N. Bentuk organisasi lini biasanya terdapat pada organisasi militer. Cara atau teknik yang ditujukan untuk mengatur pada organisasi BENTUK-BENTUK ORGANISASI Bentuk organisasi terdiri dari : 1.Prinsipnya organisasi lini ini bawahan hanya mengenal satu atasan. Bentuknya sederhana 2. Kebaikkan dan keburukkan organisasi lini.Dengan demikian bawahan hanya bertindak sebagai pelaksana.serta hubungan-hubungan intern melalui koordinasi: 1. Doktrin : Perumusan dari pada tujuan Arti lain : yang bersangkutan dengan prosedur yang diperlukan untuk mencapai tujuan. Jones “. Mudah memelihara disiplin. nyata dalam arti obyektif dan nyata dalam kesadaran anggota-anggotanya. Jadi di dalam organisasi lini hanya dikenal adanya unsur pimpinan dan unsur pelaksana. 2. 3. Koordinasi. Organisasi bentuk panitia. Organisasi Lini / Garis.

2. Organisasi Fungsionil. Organisasi Lini dan Staf. serta adanya pekerjaaan yang baik. Sukar untuk menganalisa pekerjaan. memungkinkan di ikutsertakan para pegawai dalam pengambilan keputusan. kwalitas serta keputusan akan lebih baik dan lebih menitik beratkan pada fungsi keahlian. Organisasi panitia Panitia dimaksudkan dalam sekelompok orang-orang yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan khusus.5. Dalam organisasi fungsionil ini penyusunannya berdasar atas kegiatan dari tiaptiap fungsi sesuai dengan bidangnya. adanya kelanjutan kebijaksanaan.yang tidak mungkin dapat diselesaikan sendiri. banyak memberi kesempatan para pegawai untuk berkembang. Organisasi lini dan staf pada umumnya dipergunakan pada organisasi pemerintah. 2. Kebaikan dari pada organisasi Panitia. Koordinasi sukar dilakukan. Tenaga-tenaga yang kurang cakap dapat dimanfaatkan. keuangan. dimana setiap fungsi seolah-olah terpisah atas dasar keahliannya. 4. 3. Mudah mengalihkan wewenang untuk pekerjaan yang bersifat sukarela. Pengertian lini seperti tersebut adalah unit-unit yang tidak secara langsung ikut serta mencapai tujuan. Namun denikian setiap fungsi pada prinsipnya tidak dapat berdiri sendiri dan saling berkaitan. serta organisasi-organisasi yang sudah banyak tugas-tugas dan tujuan-tujuan yang hendak dicapai semakin luas dan kompleks. ialah : adanya dorongan kerjasama secara sukarela. serta analisa pekerjaan dapat dibuat sesempurna mungkin. misalnya bantuan bidang kepegawaian. 3. sedangkan yang dimaksud staf adalah unit-unit yang secara tidak langsung ikut serta mencapai tujuan organisasi. 36 . 4. Kebaikkan dari organisasi fungsi onal. Kurangnya tenaga ahli. material serta bantuan lain baik untuk unit lain. antara lain : adanya pembagian pekerjaan yang sempurna.Untuk itu fungsi koordinasi dan kerjasama memegang perananan yang sangat penting. Keburukannya antara lain : 1.

pengelompokkan orang-orang semacam ini sangat berguna. banyak waktu terbuang oleh para anggota. Operasi onal 37 . (jalur) General Manajer Pimpinan/Komandan Kepala Regu Anggota Regu Organisasi bentuk lini ini sejak manusia mengelompokkan diri dalam masyarakat.. Biasanya bentuk organisasi ini disebut bentuk organisasi militer. GAMBAR DAN BENTUK ORGANISASI LINI 1. Gambar dan Bentuk Organisasi Fugsional/staf Pimpina n Kel.Keburukkan nya : dalam pengambilan keputusan tidak dapat di percepat oleh karena harus melalui rapat antar anggota panitia.Ternyata bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan di pabrik-pabrik. Organisasi Lini . kurang adanya sifat-sifat kepemimpinan yang mendorong adanya kompromi. karena orang-orang pada tingkatan yang sama.Administrasi Modern Henry Fayol yang memperkenalkan bentuk organisasi lini ini sebagai hasil dari studinya. Akan tetapi tampak kurangnya spesialisasi. dimana hubungan kerja diatur dengan komando tunggal dari atas ke bawah melalui tingkat komando (chain of command 2.

38 . tetapi melalui beberapa pimpinan. Hubungan kerja pada organisasi bentuk ini tidak melalui satu pimpinan akan . sedangkan unit bantuan ( unsur pembantu staf ) adalah membantu pelaksana dalam persiapan dan menyediakan fasilitas-fasilitas kerja Dalam Organisasi ini terdapat 2 azas : 1. Unit-unit pelaksana merupakan unit yang langsung mlaksanakan tugas pokok.kekuasaan eksekutif = menuju kea rah mencapainya (Pemerintah) . Azas fungsionil (fungsionalismer) = perbedaan antara jenis-jenis tugas. Azas skala (hierarcgi). ( line and staff ) Unsur Pimpinan Unsur pembantu pimpinan (staf) Pelaksana/Operasional Pada bentuk ini terlihat sudah ada garis-garis batas yang lebih tegas antara fungsi pelaksana dengan fungsi bantuan (anxiliary). misalnya antara Jenderal dan Kolonel 2.kekuasaan legislatif menentukan tujuan (DPR) . agar pendayagunaan spesialisasi mandor-mandor/forman yang lebih intensif.W Taylor memperkenalkan bentuk Organisasi fungsional . bukan pangkat.kekuasaan yudikatif = mengambil keputusan (Mahkamah Agung) Penafsiran sesuai dengan peraturan-peraturan prosedur yang ditetapkan semula.Frederik . misalnya : Perwira Infantri dan Alteleri Organisasi Pemerintah : Trias politika . Kelemahan yang utama pada organisasi fungsional adalah bawahan mempunyai pimpinan lebih dari satu 3. Bentuk Organisasi Jalur dan Staff. jabatan.

Ketiga fugsi tersebut ada dalam setiap organisasi. Sedang organisator bertugas menciptakan adanya korelasi (pengaruh timbal balik) antara semua fungsi Semua tugas dari setiap orang harus diperinci secara tegas PERTUMBUHAN ORGANISASI MENURUT TINGKATANYA Ernest Dealet mengatakan bahwa perkembangan pemikiran dan pertumbuhan perusahaan dapat dibagi dalam tujuh 7 tingkat. tidak ada pemisahan yang tegas dari ketiga fungsi tersebut. TINGKAT PERTUMBUHAN BESARNYA (JUMLAH PEGAWAI) 3–7 (DAN TIAP-TIAP PERSOALAN ORGANISASI DAN AKIBAT-AKIBAT YANG MUNGKIN AKAN TIMBUL MENGINGFORMASIKAN TUJUAN BERARTI MENGADAKAN PEMBAGIAN PEKERJAAN (DEVISION OF WORK) I PERUSAHAAN) II 25 JAWAB PERSOALAN PERSONI MENDELEGASI KAN TANGGUNGL MENDELEGASI LEBIH BANYAK III 125 MANAJEMEN “SPAN OF CONTROL” MERINGANKAN BEBAN TOP IV 500 MANAJEMEN/MANAJEMEN : PERSOALAN ASISTEN DAN STAF MENGADAKAN FUNGSI BARU : PESIALIS “SSTAF” V 1.500 39 .

serta dapat menggolongkan kegiatan-kegiatan bawahan kedalam pembagian kerja . Proses departement : atau pekerjaan al.KOORDINASI FUNGSI MANAJEMEN PERSOALAN VI 5. serta delegasi dari pada fungsi manajemenya yang lebih di utamakan . demikian juga proporsi keahlian dan kecakapan manajemen.000 MENENTUKAN TINGKAT MENDELEGASI PERSOALAN DESENTRALISASI MANAJERIAL Keadaan tersebut di atas dapat berbeda-beda antara perusahaan yang satu dengan yang lain. semakin banyak tenaga ahli yang dibutuhkan. Memberikan keterangan yang jelas tentang hubungan antara sipemimpin dan orang-orang yang menduduki masing-masing bagian. Proporsi keahlian managerial.000 MENGADAKAN PANITIA ADALAM MENGAMBIL KEPUTUSANKEPUTUSAN LEBIH DARI VII 5. Membagi dan menyatukan pekerjaan yang harus dilakukan oleh individu b. karena kesarnya sangat dominan  SPAN OF CONTROL yaitu jenjang pengawasan dan pekerjaan yang setepatatau dengan perkataan lain : jumlah bawahan yang dapat diawasi secara efektif.serta teknis. Meskipun demikian gambaran skhematis ini sanagat baik untuk di jadikan pedoman. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan lebih banyak. financial Berbeda-beda menurut besar kecilnya perusahaan dalam pembagian pekerjaan dalam departement: Struktur Organisasi : Serta Mekanismen untuk mencapai tujuan tertentu. Alasan pembagian kerja : proses administratif untuk mengadakan pembagian 40 . Besarnya perusahaan dalam manajemen : Makin besar perusahaan. a.

al c. Setiap kesatuan yang dibentuk cenderung pada kesatuan yang kompa serta satu tujuan yang jelas Kerugian 1. pembagian /pembahasan harus dilakukan secara konsisten Metode / Cara Pembagian Pekerjaan 1. Pembagian kerja seimbang dari semua kegiatan antara kelompok-kelompok kerja dan kesatuan kegiatan yang dibutuhkan b. Pemakaian satu dasar. maka perlu melakukan pembagiam pekerjaan. Karena pimpinan organisasi ingin efisien. 2.1. Justru karena merupakan kesatuan yang kompak maka timbul berbagai kelemahan pada dirinya sendiri 41 . Karena tuuan yang jelas sehingga tanggung jawab mencapai sasaran jelas dan berbeda ditingkat yang paling rendah satu tingkat dari pimpinan 3. Prinsip-prinsip Pembagian Kerja a. Margarine Shampo Sabun Mandi Odol Dapat memusatkan perhatian pada seluruh bagian/kesatuan yang diserahi satu kelompok kegiatan kepada hasil-hasil yang berupa tujuan/objek/produk yang harus dicapai 2. Produk dan Tujuan Manager Pabrik Sabun Cuci keuntungan 1. Pembagian kerja menimbulkan spesialisasi melalui pemusatan perhatian serta pertambahan ketrampilan yang melahirkan efisiensi. Didalam pembagi kerja harus menggunakan prinsip dasar pembagian kerja : prinsip/dasar pembagian kerja dapat di beda-bedakan. Boleh tidak boleh d.

Timbulnya tingakt kebebasan antara bagian-bagian yang sukar dikoordinasikan. Mendorong dilakukannya tekhnik-tekhnik pekerjaan yang paling modern dan baik Kerugian 1. Cenderung untuk membantu tercapainya suatu pekerjaan yang baik 3. untuk berpergian kemana-mana 2. 3. bukan pada apa yang akan dicapai (dikejar). Menurut Fungsinya (apa yang harus dikerjakan) Contoh : Manajer untuk Keuangan Keuntungan Produksi Penjualan Human R 1. 2. Memperoleh pelayanan yang baik dan lengkap serta efisien Kerugian. Seperti apa yang telah di uraikan diatas dapat menimbulkan duplikasi daripada alat-alat yang sama dan bisa multi guna. Karena pembagian kerja berdasarkan pada apa yang dikerjakan. Memudahkan bagi si klien. sehingga akan menimbulkan orang-orang yang kurang berpengetahuan dalam segala aspek pekerjaan. Mengikuti spesialisasi pekerjaan 2. Pada setiap bagian akan timbul spesialisai. maka tanggung jawab mencapai tujuan tidak dapat diserahkan kepada eselon yang dibawahnya karena takut tidak selesai dengan pekerjaannya 2. Contoh Menurut klien / Customer Misalnya : Majalah yang dibagikan menurut Kepentingan toko buku Kepentingan langganan Keuntungan 1.2. Hanya memperjuangkan kepentingan setempat dari pada kepentingan organisasi’ 42 .

Tanggung jawab bisa didelegasikan kepada tingkat yang lebih rendah. 5. al : pagi. Menurut proses Misalnya : pabrik tekstil membagi pekerjaan menurut bagian pemintaan. Membantu dalam hal mencakup inti bekerja 43 . Petunjuk hendaknya lengkap dan tegas Petunjuk yang tidak jelas dapat mengundang bermacam-macam pertanyaan. siang dan malam ACTUATING. delegasi.Keuntungan 1. atau penggolongan pekerjaan dilakukan menurut waktu. tidak boleh bertentangan dengan prinsip prinsip al : a. perumusan fungsi serta kedudukan sudah dibagi-bagi diantara para eksekutif dan bawahan. spesialisasi. Petunjuk harus masuk akal Petunjuk dapat diberikan dalam batas-batas yang wajar. Pelaksanaan kegiatan bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi tempat yang berbeda. latihan buruh dan staff didalam pekerjaan dan sebagainya. Untuk menjalankan organisasi diperlukan pedoman dan instruksi/petunjuk yang tegas dan jelas terhadap bawahan agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. penjulan.daya untuk mencapai tujuan dengan rencana yan meliputi hal-hal seperti. FUNCTION (FUNGSI MENGGERAKKAN) Koontz mengatakan bahwa fungsi menggerakkan terdiri dari : commando dan coordinator penetapan rencana. serta penenunan. hal ini belum menjamin bahwa kegiatan-kegiatan serta aktivitas perusahaan dapat berjalan dengan lancar serta mencapai tujuan yang diingikan. yang keliru. Proses menggerakkan organisasi membutuhkan manajer yang dapat menyusun 6 sumber.dengan pembagian menurut proses pabrik. sehingga memperlambat pekerjaan dari pada tujuan yang semula 2. Petunjuk yang baik : 1. 2. penafsiran. Mengangajarkan cara bagaimana melakukan pekerjaan b. 4. Menurut waktu Misalnya : karena pekerjaan seorang manajer banyak sehingga memerlukan adanya “second shift”. penyusunan organisasi.

maka diperlukan proses yang mudah. Memungkinkan komunikasi yang lebih baik (agar dapat dipelajari oleh seorang karyawan ) b.. Menanamkan pada diri sendiri tentang tanggung jawab untuk tugas yang dibebankan pada masing-masing. Kerugian-kerugiannya : 1. pikiran bagi efektivitas organisasi meskipun diluar bidang tugas mereka 6. Untuk evaluasi pekerjaan (apakah petunjuk yang diberikan baik atau tidak ) d. Memupuk benih partisipasi pada manajemen dengan sadar serta dapat memahami tanggung jawabnya masing-masing. Mendiskusikan dengan para eksekutifnya tentang cara mengatur dan mengembangkan organisasi tersebut 3. memberi kemungkinan untuk memikirkan lebih mendalam dan seksama.. Harus tertulis. Mengawasi mereka melakukan pekerjaan agar sesuai dengan instruksi dan petunjuk dari pimpinan. serta petunjuk yang dapat diberikan secara tertulis dan lisan jika memang diperlukan Koordinasi Tujuan manajemen dapat dicapai jika dipihak orang-orang staff dan bawahannya ada kesediaan untuk bekerjasama. Bagi si pembuat konsep. Maka koordinasi dapat dicapai dengan cara sebagai berikut 1. Memberi kesempatan untuk mengembangkan diri. 44 . Membutuhkan waktu dan ongkos untuk memperbanyak 3. Memberi kesan petunjuk itu mutlak dan tidak fleksibel 2. keuntungan-keuntungan dalam hal ini ialah : a. Manajemen memberitahu para eksekutifnya tentang hal-hal organisasi 2. Jika ada perubahan.c. Dapat membuat (pedoman) bagi yang menerima instruksi juga dapat dianggap sebagai “Reference document” (dapat diperiksa dan ditinjau kembali) c. menambah pengetahuan yang sesuai dengan tujuan dan kepentingan organisasi 5. jika kegiatan tersebut dapat dikoordinasikan dengan baik. Pendidikan dan latihan perlu adanya . karena persoalan-persoalan yang terjadi akan semakin komplek. dengan demikian besarnya perusahaan. Merangsang mereka untuk bersedia menyumbangkan tenaga. 3. 4.

President Fashion Institute of technology di Amerika dengan bukunya “Industrial organization of management”) menurut Lawrance.1. mempunyai ciri-ciri umum. Internal training (dari dalam perusahaan) Usaha pengembangan ketrampilan. Menurut French ada 6 unsur rumusan yang penting dalam mencapai pengembangan organisasi : 1. Ketrampilan didalam masala serta proses penyelesaiyanya Misalnya : menangani kewenangan serta tugas-tugas yang di berikan seorang pimpinan. secara langsung melibatkan involve atau masalah masalah yang menyangkut teknis pekerjaan. External training (dari luar perusahaan) 2. terutama terhadap yang dimaksud serta sasaran perusahaan yang akan dicapai. dengan atasan maupun dengan bawahan 4.L . Lawrance . Pertukaran pendapat didalam kelompok. Middle management 2. 45 . Pembahasan dan pemeriksaan target dan keberhasilan secara kelompok 3. Clerical waokers (karyawan biasa) 3. Partisipasi bawahan didalam menentukan tujuan/sasaran 2. Menjalin dan memadukan tujuan-tujuan organisasi dan tujuan-tujuan perorangan 6. Dalam pekerjaan perlu kecerdasan : 1. untuk dapat mencapai pekerjaan yang tepat 5. Setiap pekerjaan pada dasarnya memiliki ciri keunikan tersendiri yang berorientasi pada maksud perusahaan sehingga dapat diperlukan pendidikan yang tinggi 2.Bethel. Dalam perusahaan. Dapat membantu antara atasan dan bawahan serta saling hubungan didalam kelompok. Dasar pemikirannya adalah dikarenakan adanya pertumbuhan dan perubahan yang terjadi. karena perlu dipergunakan penyesuaian lebih lanjut jika dalam satu perusahaan. L Bethel : Pendidikan (education) : banyak berbicara mengenai aspek why dari suatu topik Latihan (training) tentang. Ia tidak sekedar mengetahui aka tetapi mampu melaksanakannya dengan baik. Pelaksana kerja LATIHAN 1. What.

Dengan demikian tujuan pengawasan sebenarnya identic dengan tujuan perencanaan itu sendiri. dari perubahan-perubahan tertentu guna lebih menjamin tercapainya tujuan. apakah pelaksanaan tugas sesuai dengan peraturan-peraturan dan kebijakan yang telah digariskan atau prosedurprosedur yang berlaku 3. biaya dan peralatan) yang ada telah digunakan secara efektif dan efisien tanpa pemborosan. CONTROLLING/PENGAWASAN Pengertian fungsi pengawasan Sebagai salah satu fungsi organic manajemen. 46 . Demikian eratnya hubungan antara pengawas dan perencana. perintah dan rencana serta tindakan-tindakan pencegahan atau perbaikan ataupun perubahan jika ternyata diperlukan. sehingga dapat dikatakan sebagai dua belah pada mata uang yang sama ( planning and controlling are two of the same coin ) Oleh karena pentingnya fungsi pengawasan tersebut. Untuk melakukan penilaian. Untuk melakukan evaluasi/penilaian apakah sarana (tenaga manusia.C. Untuk melakukan penilaian apakah tujuan sesuai dengan rencana dan program yang telah ditetapkan 2. Untuk melakukan penilaian perlu tidaknya sistem atau metode yang lain. Tujuan pengawasan adalah : 1. 4. sehingga dengan demikian tujuan / goal pada organisasi dapat tercapai semaksimal mungkin. sasaran dan tugas organisasi.. pengawasan mempunyai nilai sama dengan fungsi-fungsi lain Pengawasan dilakukan untuk menjamin dan menjaga agar kegiatan pelaksanaan dapat dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Maksud utama daripada pengawasan adalah : terjaminnya pelaksanaan sesuai policy. dengan kata lain bahwa fungsi pengawasan : adalah sebagai salah satu sarana pencegahan kemungkinan terjadi mis-management Devinisi pengawasan ialah : meneliti segala kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dan melakukan perbaikan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan. maka peranan pimpinan dituntut untuk lebih meningkatkan kemampuan secara terus menerus. karena salah satu ukuran dari kemampuan seorang pimpinan ialah perbandingan antara apa yang seharusnya dicapai dengan hasil yang telah dicapai sebenarnya.

Objektive. Sistem Prosedure Untuk menilai apakah sistem dan prosedur yang berlaku. Unsur-unsur pengawasan al : 1. dalam semua pekerjaan. maupu hal-hal yang berhubungan dengan itu dapat menjamin efisiensi dan efektivitas dari tiap –tiap personil 3. mental. 2. Evaluasi apakah dalam segala aktivitas telah dilaksanakan dengan cukup memuaskan Jenis-jenis pengawasan : 1. Personil (orang) Untuk menilai performance dan kesiap-siagaan personil. Kedudukan dalam pasar c. Hasil/Produknya Untuk menilai hasil/produk dari sesuatu pekerjaan baik dilihat dari segi efisiensi dan efektifitas dalam penggunaan sarana. Production control al : Mengawasi/meneliti apakah kwantitas dan kwalitas produksi telah sesuai dengan yang direncanakan (yaitu dalam waktu tertentu dan dalam batas-batas pengeluaran yang telah dikalkulasikan oleh bagian budget) Tugas manajer dibidang pengawasan ini pada setiap perusahaan tidak sama. Rencana yang bagaimana yang akan dipilih dan bila akan dilaksanakan b. Apakah jumlah pegawai bagian penjualan cukup 47 . tergantung pada besar kecilnya perusahaan. Standar apa yang merupakan pelaksanaan yang baik 3. Mengawasi Potensi kemungkinan dalam penjualan b.Sasaran Pengawasan yang dapat ditujukan terhadap : 1. Organisasi siapa yang akan bertanggung jawab c. Sales Control al : Mengawasi/meneliti atas penjualan Unsur-unsur yang mendukung sales control : a. baik mengenai phisik. 2. kesejahteraan masa depannya maupun hal-hal yang berkaitan dengan personil 2. Prosedur : a.

bila pasar disuatu daerah turun dan dilain daerah bergerak naik 3. Overhead. Menetapkan harga penjualan’mengurangkan “waste” (pemborosan) Menganjurkan kepada buruh untuk berfikir dalam suasana hemat. Selling. Pemborosan harus dianggap sebagai tindakan yang merugikan perusahaan. Memprodusir dalam jumlah ekonomis serta dalam jumlah yang dapat dijual e. Bagaimana hubungan antar cabang-cabang untuk mengadakan SHIFT (pergeseran).d. bahan-bahan b. Budget etary Control : yaitu pengawasan dan penelitian melalui budget Ada sedikit perbedaan antara “budget” dan “budgetary control” dengan “budget” kita maksudkan : Sebuah penaksiran untuk keperluan dikemudian hari yang diatur menurut kebutuhan pokok. dan sinteses serta menggunakan perbandingan maka terdapatlah pengawasan dan penelitian yang layak. 48 . tetapi jika tidak ada produktifitas. biaya. Meneliti kegiatan para saingan. b.Budget. yang dilakukan secara sistematis. Materiil. Labour. Cost Controll : Adalah pengawasan dan penelitian melalui pengeluaran Cost adalah jumlah rupiah yang dibayar untuk penggunaan faktor-faktor produksi dan service dan merupakan komponen daalm menjalankan usaha untuk sebuah perusahaan Cost terdiri dari 4 (empat) unsur prinsipil. dibuat dari data-data statistik yang dapat dianggap representatif untuk dipakai sebagai ukuran dan “expectations” dikemudian hari. yaitu : a. Mengadakan penelitian usaha efesiensi Pengeluaran untuk “direct labour cost” sudah diketahui. dan meliputi sebagian atau seluruh usaha dari sebuah perusahaan dalam jangka waktu tertentu. Mengadakan distribusi daripada biaya “overhead” d. buruh (secara langsung) c. barang apa yang menjadi inti penjualan e. “administrasi” secara tak langsung Kegunaan cost control ialah : a. biaya penjualan d. maka ini tidak dipertanggung jawabkan c. Meneliti pengeluaran Dengan mengadakan analisa.

yang sudah disahkan oleh top manajemen serta mendapat dukungan dari semua tingkat eksekutif. Dengan adanya anggaran belanja atau “budget”. Jika policy. Atas dasar organisasi c. Tujuan-tujuan yang rencanakan semula. Atas metode dan “man power” g. Pengawasan dan penelitian atas kebijakan b. maka budgetary control dapat memberikan teguran. Atas dasar personel d. maka “budget” merupakan “Undang-undang dasar”. meliputi al : a. dan tetap memegang alat untuk mengukur apakah hasil yang diperoleh cukup memuaskan atau tidak Unsur-unsur “plan of control” al : a. Sebuah prosedur yang merinci cara bagaimana. Kriteria sebagai alat mengukur apakah yang dimaksudkan dengan pelaksanaan berhasil dengan baik. Dapat mengadakan penilaian tentang hasil yang memuaskan . “Overall Control” dan lain-lain Beberapa prinsip dalam sistem pengawasan 49 diinginkan dapat tercspsi sesusi dengsn apa yang di . Rencana “control” meliputi tiap usaha yang penting dalam perusahaan. serta memberikan pertolongan praktis untuk memberikan alasan-alasan. Atas biaya-biaya yang sudah di tetapkan f. Atas “research” dan perkembangan i. b.“Budgetary Controll” adalah sebuah proses untuk mengadakan perbandingan hasil riil denga “Budgetary data” yang bersangkutan agar supaya dapat menyetujui pelaksanaan atau memperbaiki perbedaan melalui perubahan dan penyesuaian budget Budge tery” adalah efektif dan meliputi keseluruhan. Mengenai upah gaji e. d. pembelian menyimpang dari budget. serta siapa rencana tersebut yang melaksanakan . “checking”. Atas pengeluaran modal h. mempunyai kedudukan yang penting. dan menyalurkan atau menghindarkan keadaan yang tidak dinginkan ke jurusan yang diharapkan Budget dan budge tary control. c. Karena top manajemen mengadakan delegasi tanggung jawab dan kekuasaan guna melepaskan diri dari soal-soal yang mudah.

5.1. Memperhatikan faktor manusia. Evaluasi pelaksanaan dan perbandingan antara yang telah dicapai dengan yang harus dicapai Evaluasi pelaksanaan dimaksud meneliti suatu hasil yang sebenarnya dicapai. Dengan demikian dan segera perbaikan 4. Walaupun prinsip pengawasan bukanlah mencari siapa yang salah. Yang dimaksud penetapan standar adalah ukuran dapat diadakan tindakan-tindakan daripada pelaksanaan yang efektif untuk mencapai tujuan. kehematan dan efisieni suatu pelaksanaan pekerjaan 2. standar yang digunakan dalam pengawasan harus dirumuskan dalam tahap perencanaan. Adanya umpan balik. dimaksudkan sistem pengawasan harus dapat memungkinkan adanya umpan balik (feedback). Sistem pengawasan harus dapat dimengerti oleh pelaksana-pelaksana pengawas 8. Mengembangkan pengawasan diri sendiri (self control). sesuai dengan flexibilitas perencanaan. Penetapan standar. tetapi pada umumnya orang tidak suka diawasi sehingga perlu diperhatikan. sehingga dapat mengikuti perubahan situasi dan kondisi. yaitu sebagai informasi untuk keperluan perencanaan yang akan datang 3. dan harus dibandingkan dengan yang lain 50 . Pengawasan harus merefleksi pola (patten) dari organisasi 6. Langkah-langkah pengawasan Langkah-langkah pengawasan pada umumnya adalah sebagai berikut : 1. Mengembangkan pengawasan secara pribadi (Personal Control) dari pimpinan 11. bahwa seseorang tidak senang bila diawasi oleh yang lebih rendah tingkatannya 12. kecermatan. Melaporkan penyimpangan. sistem pengawasan harus memungkinkan diketahuinya secepat mungkin adanya pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana. Ini bertujuan mengembangkan rasa tanggung jawab para pelaksana kegiatan 10. ukuran yang diinginkan berkaitan dengan kecepatan. Standar merupakan salah satu jenis rencana. Pengawasan harus menjamin tindakan-tindakan perbaikan (corrective action) 9. Pengawasan harus flexible. Ongkos pengawasan harus ekonomis 7. Pemgawasan harus merefleksi sifat dan kebutuhan dari aktivitas penyelenggaraan dalam mencapai tujuan 2.

inti dari kepemimpinan ialah menggerakkan bawahannya untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai tujaun yang diingini serta dapat mempengaruhi kegiatan orang-orang agar suka bekerja untuk mencapai tujuan bersama. misalnya penggantian pimpinan organisasai pada saat-saat kritis. wabah perubahan teknologi 3) Kegagalan kinerja karena kerusakan mesin dan sebagainya 4) Juga kesalahan orang misalnya. dan hal ini merupakan titik tolak mengapa pengawasan dilaksanakan. 4 sebab utama yang menyebabkan adanya perubahan diluar rencana : 1) Ketidakpastian. Dari uraian tersebut diatas menunjukkan bahwa meskipun rencana sudah baik. misalnya bencana alam.Dalam tahap penyimpangan pelaksanaan ini. Oleh karena suatu rencana juga mengandung ramalan (forecasting) atau perkiraan-perkiraan (estimasi) maka adanya perubahan diluar yang telah direncanakan sering terjadi. Beberapa sifat pemimpin yang penting menurut TERRY : 51 . Tindakan perbaikan atau penyesuaian Tindakan perbaikan bertujuan agar tidak adanya hambatan-hambatan untuk mencapai tujuan. 2) Kejadian yang tidak terduga. kemampuan yang masih kurang. namun fungsi pengawasan tetap diperlukan. BAB V PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN Kepemimpinan Taylor mengemukakan bahwa : . Adanya perubahan-perubahan ini. atau adanya perubahan arah dan kebijaksanaan. menuntut manajemen dengan gilirann yang dapat selalu waspada mengadakan tindakan serta usaha-usaha perbaikan maupun penyesuaian. dapat atau faktor juga ditemukan negative yang sebab-sebab terjadinya mungkin mempengaruhi 3. dan peranannya sangat penting sebagai ukuran apakah pelaksanaan sudah sesuai dengan yang direncanakan.

Serta harus mempunyai anthusias dalam bekerja. Mahir di bidang sosial supaya terjamin kepercayaan dan kesetiaan pada orangorangnya (suka menolong. Tipe pribadi Seorang pemimpin yang menonjol berikut : a. Suka berkomonikasi atau kontak secara langsung dengan bawahan dan tidak begitu menginginkan adanya jenjang-jenjang hierarchie b. 6 tipe pemimpin yang menonjol : 1. 2. menghargai pendirian orang lain) 8. 5. peramah. bukan desakan dari luar. Tipe tidak langsung (non-pribadi) harus mempunyai sifat-siaft sebagai 52 . Mempunyai kecakapan mengajar/membimbing bawahan 7. baik secara terang-terangan maupun secara dinamis dan aktif. Mahir dalam berkomunikasi dengan baik. Mempunyai stabilitas dalam emosi dan perasaan (tidak boleh berfikir yang bukan-bukan terhadap bawahan. Mempunyai pengetahuan yang luas tentang hubungan dengan bawahan . Tipe ini hanya baik apabila ruang lingkup organisasi masih kecil. tetapi kalau organisasi sudah berkembang menjadi luas maka akan menimbulkan kemacetankemacetan dalam pelaksanaan tugas. lisan maupun tulisan 6. karena pekerjaannya yang utama erat hubungannya dengan bawahan ) 4. harus percaya pada diri sendiri) 3. Penuh energi dan giat terus menerus 2. Keinginan untuk menjadi pimpinan dapat memberikan dorongan yang muncul dari dalam. Mempunyai kecakapan teknis untuk : Merencana Menyusun organisasi Mendelegasi kekuasaan Mengambil keputusan Mengawasi dan meneliti akan tetapi sangat penting antara al : 9. Terry tidak mengatakan yang lain kecakapan seorang permimpin untuk berpikir. Ingin mengetahui secara langsung tentang hal-hal pelaksanaan tugas c. Cenderung untuk memusatkan segala wewenang kepadanya.1.

dimana hak-hak azasi manusia yang harus dihormati. Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata d. Menganggap organisasi sebagai milik pribadi b. bahwa manusia adalah mahluk yang termulia didunia. Tipe ini bersifat mendidik kepada pemimpin-pemimpin serta bawahannya sehingga dapat mencapai kemajuan dalam kariernya 3. c. Dalam tindakannya sering menggunakan approach yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum Dari sifat-sifat tersebut diatas jelas terlihat. Selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan individual dan awahannya c. bahwa tipe pemimpin yang demikian tidak tepat bagi suatu organisasi modern. 4. 53 . Memberi kesempatan kepada bawahan untuk bertanggung jawab dan mengembangkan kecakapanya. Tidak mau menerima kritik. Selalu berusaha mengutamakan kerjasama dalam usaha mencapai tujuan. Dalam mengadakan hubungan dengan bawahan lebih senang menggunakan jenjang-jenjang dalam hierarchi b. Dapat menghargai saran. Terlalu bergantung kepada kekuasaan formilnya f. Type demokrasi Pengetahuan tentang sifat-sifat kepemimpinan telah membuktikan . bahwa tipe pemimpin demokratislah yang paling tepat untuk digunakan dalam oranisasi modern. Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi c. Cenderung untuk sebanyak mungkin mendelegasikan wewenangnya kepada pimpinan-pimpinan dan bawahannya. Tipe otoriter mempunyai sifat-sifat sebagai berikut a. pendapat dan kritik dari bawahan d. saran dan pendapat e. Sifat-sifat dari tipe pemimpin demokratis adalah sebagai berikut: a. b.Seorang pemimpin yang tergolong dalam tipe ini mempunyai sifat-sifat sebagai berikut : a. Dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat.

yang pada umumnya dapat digolongkan kedalam tiga kategori .rahmat dari Tuhan. 5. Tipe paternalistis. Mengenai timbulnya seorang pemimpin oleh para ahli dalam teori kepemimpinan telah dikemukakan beberapa teori yang berbeda-beda. Sering bersikap maha tahu 6. Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif dan keputusan. mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: a. (“Leaders are born and note made”). Artinya bahwa seorang itu akan menjadi pemimpin karena bakat-bakat kepemimpinannya yang sudah dibawa sejak lahir. f. Berusaha mengembangkan kapasitas pribadinya sebagai pemimpin. sehingga harus diusahakan agar supaya semua pemimpin merupakan pemimpin yang demokratis. Berusaha agar bawahan sukses dan mengembangkan ke pribadinya g. Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa b. Yang diketahui ialah bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang sangat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar. maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin seperti ini banyak kekuranganya . Teori-teori tentang timbulnya seorang pemimpin. Jarang memberikan kesempatan terhadap bawahannya untuk mengembangkan daya kreasinya e.serta diberkahi kekuatan charisma . sehingga pada waktunya kelak 54 . meskipun para pengikut itu sendiri sering tidak men dapapt perhatian karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seorang menjadi pemimpin yang charismatic. d. Teori genetika atau keturunan Inti dari pada teori ini ialah bahwa seorang pemimpin itu terjadi karena dapat dilihat dari unsur keturunan . Bersikap terlalu melindungi c. Tipe Charismatis Hingga sekarang ini para sarjana belum berhasil untuk menemukan sebab-sebab mangapa seorang pemimpin memiliki charisma. Dengan ikhlas memberikan bimbingan dan koreksi kepada bawahan agar supaya mendidik bawahannya untuk lebih bertanggung jawab. 1.e. Tipe pemimpin yang inilah yang paling ideal .

Lingkungan dan merupakan kebalikan dari teori genetis (“Leaders are made and not born”).atau identik authority FAYOL mengemukakan bahwa. Authority is the ppower or the right to act to command or to exact action by others. Implied in authority is the power of making decisions and seling that they are carried aot. karena merupakan bakat yang sudah ada pada seorang sejak lahir 2. Authority atau hak-hak yang berkaitan dengan tanggung jawab.Pendapat ini menggalakkan bahwa setiap oaring dapat menjadi pemimpin. Power berarti kekuasaan dan dikatakan biasanya dalam arti fisik.ia secara otomatis akan menjadi seorang pemimpin. 3. apabila diberikan pendidikan yan tinggi serta pengalaman yang cukup dalam masyarakat. Kewibawaan berarti hak memerintah (dalam suatu perusahaan) Kekuasaan atau membuat kita dipatuhi dan ditaati. Teori ekologi atau pengaruh lingkungan yaitu merupakan salah satu ekstrin yang mengatakan bahwa pembawaan sejak lahir merupakan kodrat dari tuhan . KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB Kewibawaan (autrhority) harus dipisahkan dengan kekuasaan atau power. Jadi sifat-sifat kepemimpinan itu tidak dapat dipelajari. Teori sosial ( Science ) atau masyarakat Inti daripada teori ini ialaih bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin itu karena dibentuk oleh masyarakat. sehingga dianggap yang paling mendekati kebenaran. sedangkan teori sosial merupakan hasil dari pendidikan dalam masyarakat. baik jika pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan yang kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pengalamanpengalaman yang memungkinkan untuk mengembangkan yang lebih lanjut.akan tetapi apakah power identik dengan 55 . kewibawaan (authority) dan kekuasaan (power) Beberapa kewibawaan dan pengertian menurut para ilmuan al : TERRY mengemukakan bahwa. Jadi teori ini merupakan gabungan dari segi-segi positif dari kedua teori yang lebih dahulu. BAB VI KEWIBAWAAN. dengan powr right.

dan bertindak sesuai dengan tradisi masyarakat yang mempunyai kekuatan hukum. meskipun awalnya tidak mau mengikutinya. Perlu diusahakan/didapatkan legalitas/pengesahan dari pada kekuasaan tersebut Kewibawaan/kewenangan (authority) Definisi Kewibawaan/kewenangan ialah : kekuasaan yang disahkan kepada seseorang . Kewenangan tradisionil yaitu : kewenangan seseorang atas beberapa pihak yang tidak sesuai dengan tradisi/adat istiadat. Perlu dibuat situasi keterghantungan 4. 56 . merupakan sumber timbulnya kekuasaan dankepemimpinan. serta dituruti walaupun tidak disenangi. Kekuasaan adalah Kemampuan seseorang untuk memprngaruhi orang lain agar mau melakukan sesuatu yang tadinya tidak bias dilakukannya (yang menjadi kehendak penguasa) al 1. Kekuasaan (Power) yaitu gejala dimana seseorang mengikuti kemauan orang lain. Karena takut. Kewenangan legal rasionil Legal = paksaan berdasarkan peraturan Rasionil = secara teoritis orang dapat mempelajaryi peraturan tersebut. ada 3 (tiga) jenis kewibawaan / kewenangan : 1. Inisiatif dan sistim balas jasa 3. Perlu dibuat/diciptakan ketidakpastian 5. 2. akan tetapi sangat menonjol dalam perbedaanya atau tidak sama. Mengapa manusia mau mengikuti kemauan orang lain : 1. Perlu diketahui sungguh-sungguh kepentingan dan ketakutan pihak yang dikuasai 2. Perlu diusahakan sumber-sumber kekuasaan (sumber-sumber kekuasaan tiap ortang berlainan) 3.orang tersebut diberikan pengertian tentang kegunaan/kepentingan apa yang ditugaskan kepadanya Menurut Max Weber (seorang ahli sejarah dan sosiologi bangsa Jerman). Mempunyai motivasi : 2.Kewibawaan (authority) dapat mempergunakan kekuasaan (power) untuk mencapai maksudnya.

TANGGUNG JAWAB (Responsibility) Menurut Alvin Brown ( Organization a formulation of princioples) yaitu Tanggung jawab mempunyai 3 aspek : 1. Hak untuk memerintah. Kewibawaan pada pokoknya terdiri dari : a. Kewenangan Kharyismatis (kharisma = kelebihan) Si penguasa dipercaya/diketahui mempunyai keistimewaan/kelebihan. Seperti. Yang BAB VII DELEGASI Arti delegasi : Pelimpahan wewenang sebagian dari tanggung jawab seseorang dari beberapa orang lain tanpa melepaskan tanggung jawab atas keseluruhannya (tanggung jawabterakhir tetap pada yang didelegasikan) 57 . Tanggung jawab sebagai kewibawaan Ketiganya tidak dapat dipisahkan satu sama dengan yang lainnya. Dalam organisasi perusahaan swasta = kewibawaan dilihat sebagai suatu jenjang hierarchi Dewan Komisaris (wakil pemmegang saham)Top Manajemen dan Manjer. Menurut ralph C. Tanggung jawab sebagai penentuan kewajiban 3. Merencana Mengorganisasi Mengawasi tindakan-tindakan organisasi untuk mana manajer yang bersangkutan berttanggung jawab. Terdapat dalam dirinya. Hak mengambil keputusan b.Si penguasa dipercaya bertindak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.Contoh : birokrasi 3. Tanggung jawab sebagai kewajiban yang harus dilaksanakan 2. Davis dalam bukunya (the Fundamentals of Top Management) = kewibawaan seorang manajer ialah : hak untuk melakukan kepemimpinan yang eksekutif.

Memilih orang yang tepat untuk suatu pekerjaan. 3. misalnya menyeleksi surat-surat. Evaluasikan hasil pelaksanaan. 58 ( Lima dasar yang dapat .terhadap karyawan didelegasikan ). Buatlah suatu penugasannya. 1.. Tanggung jawab anda Kemampuan anda 6. Misalnya tugas riset. Periksa kemajuannya. Tetapkan tugas dengan tepat. 6. Tugas rutin. Langkah kearah pendelegasian yang berhasil : 1. Delegasi = menyerahklan kepada bawahan sebuah tugas yang pada hakekatnya termasuk dalam bidang ruang lingkup yang mendelegasi. Misalnya jika waktunya untuk dan akan mendapatkan hasil yang lebih obtimal . Jika terdapat suatu kesulitan .terhadap bawahan 4. Berikan dukungan. 5. Mengapa anda harus mengadakan pendelegasian. dan seakan anda akan mendukungnya. ? Karena bagian yang menjadi tanggung jawab anda lebih besar dari pada kemampuan . membuat laporan dan mengawasi 2. Tugas untuk mana anda tidak ada waktu. 2 1. 2.dan pekerjaan Lima pendelegasi yang pokok. tetapi tanggung jawab terakhir ada pada yang mendelegasi.Inti daripada delegasi adalah kepercayaan : Idealnya = bahwa orang yang didelegasikan dari pada wewenang tersebut akan berlaku seperti yang dilakukan oleh yang mendelegasi baik mengenai identitas dalam cara berfikir maupun identitas dalam cara menilai. Penugasan = memberikan suatu tugas kepada bawahan yang termasuk dalam bidang tanggung jawabnya Tekhnik pendelegasian dan penugasan merupakan kunci yang utama kearah pemanfaatan tenaga kerja bawahan secara efektif..

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pendelegasian ialah : 1. Yang tidak boleh didelegasikan : 1. 3. maka tugas yang lama harus segera didelegasikan. Kapan anda harus mengadakan pendelegasian : 1. Tugas yang akan didelegasikan. 5. Tanggung jawab untuk mempertahankan moril. Membina kemampuan. merupakan tugas rutin bagi anda. 5. tanggung jawab atas hasil akhir tetap terletak pada yang mendelegasi. Wewenang untuk mengatur. Tugas yang sifatnya rahasia atau menyangkut kepercayaan. Misalnya memproyeksikan taksira . Pendelegasian sebagai Pembina manusia / tenaga kerja : 1. Bagaiamana luasnya pendelegasian dan . anda sendiri. 2. Pengendalian keseluruhan. Tugas / pekerjaan yang sifatnya terlalu teknis. Jika anda harus pergi. Perubahan dalam tugas. 2. 4. Jika terjadi perubahan tugas. 59 . Kemampuan orang yang akan diserahi tugas. 2. 4.. 3. Kesanggupan untuk mengendalikan / mengikuti terus kemajuan yang akan dicapai. Memecahkan persoalan serta diserahkan pada bawahan yang memiliki keahlian khusus dalam bidang tersebut. 3. hal Ini merupakn tulang punggung dari kekuasaan eksekutif. karena hal ini merupakan tantangan baginya dalam memecahkan persoalan tersebut. Dalam keadaan mendesak.3. 2. Pendelegasian digunakan untuk meningkatkan kemampuan setiap bawahan. 3. Jika terlalu banyak pekerjaan. Memperbesar pengetahuan umumnya. Memperbesar rasa puas terhadap tugas yang diberikan. tetapi diluar kesanggupan bawahan. Mengembangkan rasa tanggung jawabnya.

karena dengan pengambilan keputusan yang salah akan berakibat gagalnya atau paling tidak terlambatnya usaha pencapaian tujuan. Fakta-fakta 3. Pengalaman-pengalaman 4. Tekhnik non kwantitatif. Bagaimana cara pelaksanaan dengan sebaik-baiknya dan prioritas mana yang harus dilakukan. Logika yang dibuat secara ekplisit ( terang / tegas ) dan dicapai berdasarkan analisa situasi secara cermat.BAB VIII PENGAMBILAN KEPUTUSAN ( DECISION MAKING ) Keputusan-keputusan harus dibuat sehubungan dengan fungsi-fungsi pokok manajemen. Dalam kamus webstern arti decision making ialah : sebagai tindakan menentukan sesuatu pendapat atau langkah-langkah tindakan. Pengalaman memberi petunjuk dan membantu dalam hal pembuatan keputusan tentang apa yang harus dilakukan dalam situasi tertentu. perasaan-perasaan / feeling. Insting 2. Ad. 3 pembuatan keputusan berdasarkan pada kejadian-kejadian masa lalu. 1. Pendapat-pendapat yang dipertimbangkan. 2. Tetapi biasanya fakta-fakta dalam jumlah yang cukup tidak selalu tersedia. Pembuatan keputusan berdasarkan pada penggunaan . Pada umumnya decision making juga dapat dikatakan : pemilihan satu alternative dengan cara lebih. merupakan salah satu kegiatan pokok bagi setiap manajer. yang berbeda Ad. Biasanya dipengaruhi oleh pengetahuan masa lampau. hal ini waktu. Dengan demikian proses pengambilan keputusan. Ad. yang dapat diperlukan dengan adanya pengambilan keputusan tentang ber macam-macam tugas apa yang harus dikerjakan. yaitu P O A C. untuk memperoleh serta harus mengeluarkan biaya yang cukup banyak. Ad. 4 pembuatan keputusan didasarkan pada penggunaan logika. 60 terlampau sulit atu terlalu banyak membuang . bertindak yang didasarkan pada beberapa ukuran ( kreteria ) dari 2 atu Tekhnik-tekhnik pembuatan keputusan : 1. Pembuatan keputusan berdasarkan atas fakta-fakta yang cukup diterima secara umum. 1. serta latar belakang.

Tekhnik kwantitatif / Tekhnik Matematik 1. Pilihlah alternative yang terbaik. Dapat dipakai suatu cara menghadapi ketidak pastian secara sistematis dengan cara mengevaluasi data yang dianggap bersifat representative bagi masalah yang akan diselesaikan. Terdiri dari tindakan-tindakan mempersatukan data yang tersedia mengenai spesifikasi masalah.II.yang baru 61 . jika timbul masalah tertentu baik yang bersifat normal maupun abnormal. Kembangkan alternative. dalam setiap keadaan yang membutuhkan keputusan. 6. Opersion research. Bandingkan semua alternative. 4. Kemungkinan. Hal ini Berguna bila masalah yang bersangkutann berhubungan secara fundamental dengan tindakan-tindakan fihak saingan. 4. 2. Analisa dan identifikasikan situasinya yaitu. alternative alternative tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Memulai pelaksanaan pekerjaan . Linier programming : Tekhnik pembuatan keputusan dengan cara matematik. yaitu dengan cara untuk mencapai tujuan tertentu. 2. Dasar-dasar pengambilan keputusan Meliputi tindakan sebagai berikut : 1. Dalam penerapannya tekhnik non kwantitatif berhubungan dengan seseorang dan merupakan cara yang lazim untuk pembuatan suatu keputusan . 5. Melaksanakan permainan atau . 5. misalnya mengambil suatu tindakan yang tepat. Cara coba-coba ( Trial and error ) dengan cara mencoba dapat diketahui apa yang akan terjadi. kemudian data tersebut diproses. 3. Tekhnik kwantitatif yang menjadi hasil akhir pada umumnya merupakan masalah yang harus diputuskan. Nilai resikonya. kemudian dibuat laporan-laporan kwantitatif mengenai keuntungan- keuntungan relative bermacam-macam tindakan yang akan dilaksanakan. harus dijelaskan situasi yang sedang diusahakan pemecahannya. fihak manajer dapat Serta dapat memperbaiki tindakan-tindakan manajer atau membuat keputusan tentang langkah-langkah yang akan dilaksanakan. 3.

Dalam pengumpulan fakta-fakta diperlukan adanya perhatian dan kemauan yang terbuka. maka keputusan itu tidak dapat dilaksanakan. jadi jangan dipengaruhi oleh prasangka dan pendapat yang tergesagesa. 3. Jangan mengambil keputusan yang tidak dilaksanakan. Persyaratan dalam pengambilan keputusan. Usahakan fakta-fakta dan keterangan-keterangan yang diperoleh dapat dipercaya 1. Wewenang (authory) untuk dapat mengambil keputusan diperlikan wewenang yang secara formil ditentukan dalam organisasi. Keputusan yang harus diambil berdasarkan pertimbangan rasional dan seobyektif mungkin. Keputusan harus mantap dan jangan dirubah tanpa adanya alasan yang kuat. Dengan mengadakan analisa terhadap fakta-fakta itu dapat diketahui kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukannya. karena tanpa wewenang . Keputusan harus dapat dimengerti oleh para pelaksana. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk mengambil suatu keputusan yang tepat serta didasaekan pada fakta-fakta yang atu keterangan-keterangan dan informasi yang berhubungan dengan pengambilan keputusan itu harus dikumpulkan sesuai dengan kenyataan. 2. 4.Dalam pengambilan keputusan perlu diperhatikan hal-hal atau prinsip-prinsip sebagai berikut : 1. 3. Jangan mengambil keputusan yang belum diperlukan pada saat itu. 4. 5. yang kemudian dapat ditentukan dari berapa alternativ mengenai tindakan-tindakan yang dapat diambil berdasarkan pertimbangan atas kebaikan dan keburukannya. untuk kemudian mulai dilaksanakan tindakan yang diperlukan. 2. Tindakan (action) setelah diadakan analisa terhadap fakta-fakta maka harus di pertimbangankan alternativ-alternatif mengenai tindakan-tindakan yang dapat diambil. dan ditentukan salah satu alternative yang dianggap paling menguntungkan. 6. Analisa terhadap fakta-fakta. Follow up pelaksanaannya. baik terhadap fakta yang bersifat positif maupun yang bersifat negativ. Jangan mengambil keputusan yang menjadi wewenang orang lain. 62 .

Dalam hal ini harus waspada juga terhadap kemungkinan-kemungkinan kritik yang dilontarkan untuk menentang keputusan tersebut. actions. Keputusan yang tidak dapat dilaksanakan menunjukan bahwa keputusan yang diberikan adalah keputusan negatif.Setelah dilakukan tindakan sebagai akibat dari pada keputusan yang diambil. yang akhirnya dapat diterima. sehingga perlu dijadikan pengalaman untuk mendapat perbaikan dikemudian hari. DECISION ANALYSIS ACTION FACTS FOLLOW-UP Konsekwensinya ad : Pengambilan suatu keputusan harus dilaksanakan berdasarkan suatu pemikiran yang tepat. Perlu juga diusahakan untuk mengatasi rintangan terhadap adnya perubahan- perubahan yang dikehendaki sebagai akibat daripada keputusan tersebut . Selanjutnya perlu juga diadakan follow up atau tindak lanjut terhadap pelaksanaan pengambilan keputusan tersebut dan diadakan checking apakah pelaksanaannya sesuai dengan tujuan keputusan. dengan menggunakan tekhnik-tekhnik dalam mengadakan persuasi atau motivasi. dapat dilihat dalam gambarkan dibawa ini : Thomas Ashury dalam gambar di bawa ini analysis. hal ini diperlukan kebijakan dalam memberikan pengertian-pengertian kepada orang-orang yang bersangkutan. serta dapat di berikan keteranganketerangan dan penjelasan-penjelasan untuk mendapat pengertian yang sebaikbaiknya. memberikan penjelasan terdiri dari :facts. dan kalau perlu dapat di adakan penyesuaian atau perubahan perubahan atas keputusan tersebut. Persyaratan-persyaratan yang diperlukan dalam pengambilan keputusan. maka perlu diikuti follow up dalam melaksanakan apakah sesuai dengan keputusan. 63 . dan follow up.karena pada umumnya para pelaksana yang sudah biasa menjalankan suatu pekerjaan rutin merasa enggan terhadap perubahan. agar supaya mempunyai dasar yang kuat.

Wewenang : 1. Akibat tidak lengkapnya data dalam decision making dapat menyebabkan : a. Kesulitan dalam menentukan kebijakan perencanaan jangka pendek dan jangka panjang. BAB IX DESENTRALISASI DAN SENTRALISASI Ada 2 macam pengertian sentralisasi dan desentralisasi : 1. 1. Desentralisasi berdasarkan atas komponen-komponen yang bekerja atau otonom. karena manajemen dalam suatu perusahaan sering mengambil keputusan berarti ada kelemahan –kelemahan dalam perusahaan tersebut yang belum di benahi dengan baik. 1. Decision making adalah sesuatu yang harus dihindarkan manajemen dalam suatu perusahaan . Setiap kegiatan harus ada pendataan. Pengertian secara fisik (geografi) sentralisasi = pemusatan secara geografis dari pada aktifitas suatu perusahaan. Misalnya : pabrik textile di bandung penjualannya dilakukan di Jakarta dan segala sesuatunya harus diselesaikan di Jakarta.mana tiap satuan bersaing satu sama lain. Menyulitkan pengambilan keputusan. Menyulitkan dalam melaksanakan fungsi pengawasan. 2.KESIMPULAN : Decision Making. 2. Pengertian secara managerial. Sumber konflik dalam organisasi. Sedangkan n Desentralisasi = penyebaran secara geografis dari pada suatu perusahaan. Decision making. dalam rangka susunan kebijakan yang sama dan seragam yang . b. Sentralisasi = Wewenang dalam organisasi dipusatkan dalam satu tangan atau badan. d. Didelegasi atau Desentralisasi. Dipusatkan atau Sentralisasi. Sebagai ukuran = sampai taraf mana eksekutif ikut serta dalam mengambil putusan. 2. (hak mengambil putusan) baik secara terbatas/atau secara luas. 64 . Desentralisai = wewenang didelegasikabn kepada beberapa orang atau unit. c.

2. Pekerjaan

dalam

berbagai

satuan-satuan

seperti

penggolongan-

penggolongan pokok atau (basic departementation). Desentralisasi managerial diadakan tergantung pada : 1. Besarnya perusahaan. Semakin besar perusahaan, semakin banyak permasalahan yang timbul, sehingga semakin banyaknya putusan-putusan yang harus diambil. Hal ini tidak dapat dipusatkan, karena akan menghambat pelaksanaan pekerjaan (tidak effisien). 2. Sifatnya perusahaan. Suatu perusahaan yang tersebar luas, dimana segala sesuatu distandarisasikan perlu diadakan desentralisasi managerial. 3. Kecenderungan-kecenderungan ekonomi. Meningkat al : Apabila saingan sudah berkurang, dan perusahaan tersebut terus berkembang. 4. Kecenderungan-kecenderungan politik Perasaan cemas untuk pecahnya perang lagi, menyebabkan perusahaan menyebarkan pabriknya dan tenaga-tenaga pimpinannya keseluruh negeri. 5. Filsafat management. Dapat menjadi pendorong kearah desentralisasi. 6. Kepribadian dari pucuk eksekutif. Soal kepercayaan manajer terhadap bawahannya.menurun 7. Tipe fungsi manajemen.al Tidak semua fungsi dapat didelegasi. Funsi financial dan funsi personal (atasan) sukar didelegasi. Hambatan bagi desentralisasi menurut Ernest Dale : 1. Faktor tradisi. Perusahaan berkembang dibawah pimpinan perseorang dan tetap tidak berubah. 2. Faktor keharusan. Waktu memaksakan adanya supervise yang lebih erat dan segera, dibandingkan dengan adanya desentralisasi. 3. Ongkos-ongkos. Mendelegasikan tanggungjawab berarti mengeluarkan lebih banyak ongkos untuk mengadakan latihan dan kemungkinan para manajer yang muda melakukan kesalahan. 4. Kekuasaan.

65

Desentralisasi berarti membagi kekuasaan kepada orang lain, dibandingkan dengan sentralisasi. yaitu kekuasaan, keengganan yang .terletak pada seorang pimpinan 5. Pengaruh. Delegasi kekuasaan yaitu dapat yang sama terhadap bawahan 6. Kontak. Lebih mendekat kepada pucuk pimpinan serta kontak yang lebih erat. Tetapi bilamana ada desentralisasi maka orang lain, dapat jugamenggunakan menghilangkan pengaruh dan pertimbangan

kesempatan untuk mengadakan pendekatan terhadap pucuk pimpinan 7. Faham-dan Fikiran Faham dan Fikiran yang sudah merupakan “vested interest kadang-kadang lebih penting dari pertimbangan yang didapat dari perusahaan, atau organisasi, alas an menentang kebijakan ini terletak dibidang ekonomis financial. Kebaikan Sentralisasi : Hasil dari pada keputusan biasa seragam Kerugian Sentralisasi : Menghambat pelaksanaan pekerjaan, karena putusan ada pada pucuk hierarchie. Kebaikan Desentralisasi : Para eksekutif dapat bergerak dengan lebih cepat sehingga lebih effisien dan menghemat waktu. Kerugian Desentralisasi : 1. Keputusan tidak sama/atau tidak seragam. 2. Tenaga spesialis staff di pusatkan pada suatu tempat tertentu dipergunakan oleh pemimpin cabang dan sebagainya tidak

BAB X KOMUNIKASI PENGERTIAN DAN FUNGSI KOMUNIKASI

Pengertian tentang komunikasi Istilah dalam komunikasi dapat diartikan sebagai “suatu proses untuk menyampaikan sesuatu hal ( berita, keterangan, pesan, dan lain-lain ) kepada pihak lain dan

66

menggunakan bahasa, gerak-gerik system isarat atau kode dan sebagainya, guna memperoleh pengertian yang sama”. Arti kata “ Communication “ ialah untuk menciptakan suatu “ Commoness “atau “ Common Understanding“, yaitu persamaan pengertian. Adapun asal usul kata Communication itu ialah dari bahasa latin “Communis“ yang berarti sama, (atau di sebut partai komunis yang menghendaki persamaan atau tidak adanya perbedaan kelas dalam masyarakat ). Adapun lambang-lambang yang dapat digunakan dalam komunikasi adalah : 1. Bahasa, yaitu yang merupakan suatu umum dipakai sehari-hari. 2. Gambar-gambar atau l;ukisan ( sebelum adanya bahasa tertulis, juga dalam, zaman modern digunakan dalam poster-poster, karikatur dan sebagainya ). 3. Gerak-gerik anggota badan ( untuk menambah pengertian dan memberikian tekanan ). 4. Sikap ( “ attitude “ ). 5. Bahasa Isyarat seperti (tong/bedug, asap, sinar lampu bendera, sirine, tanda morse, kata sandi, kode dan lain-lain ). FUNGSI KOMUNIKASI Dalam kehidupan sehari-hari baik dalam rumah tangga, dalam pekerjan maupun dalam pergaulan antar tetangga dan kenalan- terjadi hubungan antar manusia dan antar kelompok dimana diperlukan adanya komunikasi satu sama lainya Tujuan komunikasi ialah untuk menyampaikan suatu pernyataan, keterangan atau berita, agar mendapat pengertian bersama dari fihak lain. Dalam aktifitas- perusahaan, dimana diperlukan kerjasama antara orangorang dengan bagian-bagian lain dalam suatu usaha bersama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Maka komunikasi mempunyai fungsi dan peranan yang sangat penting. Karena tanpa komunikasi tidak mungkin terlaksananya kerjasama yang diperlukan. Fungsi komunikasi adalah merupakan saluran untuk menyampaikan perintah dan petunjuk-petunjuk dari pimpinan dari bagian-bagian organisasi tentang cara-cara melaksanakan tugas. Saluran komunikasi juga membawa laporan-laporan dan saransaran dari bagian-bagian organisasi kembali kepada pimpinan, untuk dijadikan bahan-bahan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan lebih lanjut. sering kali dijelaskan dalam uraian ter lebih dahulu, inti dari manajemen adalah.
67

rangkaian

kata-kata dan yang paling

“. instruksi. Untuk itu dapat diperlukan adanya komunikasi. edaran. saran. Orang yang meneriam berita itu harus mengadakan reaksi seperti apa yang dikehendaki oleh pengirim. sering kita jumpai kesulitan dan kesalah fahaman dalam mengadakan komunikasi. yaitu dengan menggerakan para bawahan baik dengan pemberian perintah/instruksi atau petunjukpetunjuk/serta penjelasan/penjelasan tentang pelaksanaan tugas-tugas pekerjaan. yaitu : 68 terutama kalu yang dihadapi itu tidak sama tingkatan pengetahuannya dan pengalamannya. Penerima. pengumuman. Dalam penyelengaraan kepemimpinan diperlukan adanya hubungan antar manusia. Ia harus berusaha mengemukakan maksudnya dengan sejelas-jelasnya dan dinyatakan dalam bentuk kode-kode ( “encodes”) tertentu. itu dapat berbentuk suatu perintah.leadership dan inti leadership adalah human relation. pesan atau komunikasi. Cara pengiriman atau saluaran (“Media”) Cara pengiriman berita pada umumnya dapat dibagi kedalam tiga golongan. Bentuk berita. UNSUR-UNSUR KOMUNIKASI Untuk terjadinya proses komunikasi dapat diperlukan unsur-unsur Komonkasi sebagai berikut : 1. usul. Unsur pertama atau sumber dalam proses komunikasi adalah dapat menyampaikan berita atau pesan seperti apa yang terkandung dalam pikiran seorang pemimpin . 3. atau kurang adanya “ Common experience . pertanyaan. pendapat. Juga sering terjadi kealpaan dari pihak pengirim untuk menjelaskan apa yang sebenarnya menjadi tujuan. Isi berita tersebut harus jelas bagi penerima sehingga apa yang dimaksud oleh pengirim diartikan sama juga oleh penerima. Komunikator. Sehingga dapat dikotakan lebih lanjut pada dasarnya komunikasi merupakan inti dari human relation. laporan. Dalam kehidupan sehari-hari. 2. dan lain sebagainya. dan peranannya adalah sangat menentukan dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan perusahan. untuk itu ia harus menafsirkan (“Decudes”) apa yang dimaksud dalam isi berita tersebut.

karikatur). mak saluran komunikasi berjalan secara timbale balik atau dua jurusan ( “two way traffic” ) . c. radio. b.Menggunakan tanda-tanda seperti : tong-tong/bedug. pengeras suara. Proses komunikasi dalam bagan sebagai berikut : “Common Experience” Sander Message (Signal) “Feedback” Receiver 69 . sehingga tujuan komunikasi dapat lebih terjamin. sirine. Saluran pendengaran dan penlihatan atau “Audio-Visual” . bendera. dengan adanya feedback tersebut.Dengan petunjuk-petunjuk. sehingga lebih memungkinkan untuk mendapatkan saling pengertian yang sebaik-baiknya.Dengan tulisan. pameran.Berbicara dengan perantara telpon. pengumuman. lonceng. Kelima unsur tersebut dapat dirumuskan dalam suatu kalimat.Dengan tanda-tanda seperti asap. buku pedoman dan sebagainya. REAKSI ATAU RESPONSE Dengan reaksi atau response tersebut maka pengirim berita dapat mengetahui apakah tujuan komunikasi yang diberikan itu tercapai seperti apa yang dikehendaki atau tidak. .a. .Dengan televise . pawai dan lain-lain. Dalam komunikasi tersebut harus diusahakan pula agar supaya sejauh mungkin digunakan langkah-langkah yang telah diketahui oleh pengirim maupun penerima. sinar lampu. Saluran pendengaran atau “Audial” . Selanjutnya dengan danya response tersebut. Saluran penglihatan atau “Visual” . seperti surat. .Dengan gambar-gambar atau poster-poster (reklame.Berbicara dengan berhadapan muka .Dengan film . Maka itu pemberian response tersebut dinamakan juga sebagai : ”Feedback” . maka pengirim mendapat bahan-bahan guna mengadakan komunikasi lebih lanjut.. yang berbunyi : “who says what to whom in wich channel with what effect”.

Kemampuan dalam pelaksanaan Dalam mengadakan komunikasi harus disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan dan disesuaikan pula dengan kemampuan orang-orang yang menerimanya. Untuk itu harus digunakan bahasa yang jelas. Kejelasan Komunikator harus menuangkan maksudnya dalam bentuk berita dengan menggunakan kata-kata yang sedemikian rupa sehingga dapat dimengerti oleh sipenerima untuk selanjutnya dapat melaksanakan apa yang dikehendaki oleh komunikator. penjelasan-penjelasan atau instruksi-instruksi harus konsekwen artinya jangan bertentangan yang satu dengan yang lain. diperlukan syarat-syarat sebagai berikut : 1. guna mencegah kesalahpahaman dan kesimpangsiuran 5. 3. Kejelasan distribusi 70 . Pokoknya setiap waktu harus diadakan peninjauan kembali terhadap cara pelaksanaan komunikasi. Kelancaran distribusi Keseragaman diperlukan dalam pemakaian istilah-istilah dan pengertianpengertian tertentu. Juga harus dijelaskan pula tentang maksud dan tujuan dari apa yang dikomunikasikan itu. keterangan atau instruksi yang menyimpang dari sebelumnya. menghindarkan kalimat-kalimat yang panjang dan berbelit-belit. serta alat-alat yang dipergunakan untuk pelaksanaannya. artinya mencapai tujuan seperti yang dikehendaki oleh komunikator. Agar supaya pelaksanaan komunikasi menjadi efektif.Faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi Syarat-syarat agar supaya komunikasi menjadi efektif. disesuaikan dengan situasi dan kondisi 4. Kosekwensi dan keseimbangan Pemberian keterangan-keterangan. yaitu memilih katakata yang pendek dan dikenal oleh umum. serta mevmilih istilah-istilah dalam bahasa sendiri yang jelas. sehingga pihak penerima lebih bersungguh-sungguh dalam memberikan responnya. Apabila memang diperlukan suatu penjelasan. maka dengan tegas-tegas harus dikatakan bahwa keterangan-keterangan/penjelasan-penjelasan yang lebih dahulu itu tidak berlaku lagi dan diganti dengan yang baru. 2.

padang pasir. baik oleh orang-orang didalam organisasi itu sendiri maupun oleh masyarakat luar. Rintangan yang disebabkan karena adanya gangguan atau kerusakan teknis pada alat-alat yang merupakan medis dalam proses komunikasi. Rintangan biologis. Rintangan sosial. maka disebut 5 K atau “Panca Kaidah dalam Komunikasi”. Rintangan-rintangan yang mungkin menghambat jalannya proses komunikasi adalah sebagai berikut : 1. seperti misalnya : perbedaan sifat individu. perbedaan generasi atau angkatan. perbedaan agama dan kepercayaan. Rintangan teknis. dipisahkan oleh gunung yang tinggi. perbedaan pangkat.yamg berlainan 5. Karena kelima syarat tersebut dimulai dengan huruf K. 2. maka dapat diteliti kembali apabila isi komunikasi itu menyimpang dari sumber aslinya. berhubung dengan adanya rintanganrintangan yang mencegah atau menghambat pengoperan lambang-lambang. lautan dan sebagainya. perbedaan kelamin. perbedaaan suku bangsa 3. Juga karena perbedaan kemampuan ekonomis. Artinya dengan saluran distribusi yang jelas. perbedaan kebudayaan. 4. Rintangan yang disebabkan karena perbedaan status sosial atau kedudukan dalam masyarakat. derajat dan lain-lain. Jenis-jenis komunikasi : 71 . Yaitu rintangan yang berupa jarak jauh. perbedaan ideologi dan pandangan hidup. jabatan.Kebijakan serta keterangan-keterangan yang ditetapkan oleh pimpinan organisasi perlu diketahui dengan jelas. Rintangan geografis. Hambatan-hambatan dalam komunikasi : Kadang-kadang komunikasi itu tidak dapat berlangsung secara baik atau mengalami kesukaran-kesukaran dalam prosesnya. Rintangan bahasa dan kebudayaan. Untuk itu perlu ditetapkan saluran-saluran yang harus dilalui oleh proses komunikasi dan agar dijamin adanya kepercayaan terhadap kebenaran isi komunikasi tersebut. Adalah Rintangan yang disebabkan karena perbedaan bahasa. Rintangan yang di sebabkan karena perbedaan-perbedaan biologis.

Yang dimaksud dengan komunikasi vertikal adalah komunikasi yang dilakukan dari atas ke bawah. surat. yaitu : a. d. yaitu berbentuk perintah-perintah / petunjuk-petunjuk dari pimpinan kepada bawahan dan komunikasi yang dilakukan dari bawah ke atas yang berbentuk laporan-laporan dan saran-saran/usul-usul dari dari bawahan ke kepada pimpinan. dalam pertemuan ramah-tamah. Sedangkan yang disebut Komunikasi adalah merupakan masalah utama dalam 72 . Komunikasi individual dan komunikasi massa. Sedangkan yang dimaksud dengan komunikasi horizontal adalah komunikasi yang di lakukan antara pejabat-pejabat dan petugas-petugas dalam tingkatan organisasi yang sama tingginya. atau tingkatannya antara organisasi yang satu dengan yang lain. Sedangkan komunikasi tidak langsung (“indirect”) adalah komunikasi yang menggunakan media atau alat perantara. Sehingga tidak diperlukan saluransaluran pengiriman. ialah komunikasi yang dilakukan secara tidak resmi walaupun isinya dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Komunikasi formil dan komunikasi informal. c.komunikasi yang di laksanakan melalui saluransaluran resmi yang telah di tetapkan dalam organisasi dan mengandung isi yang resmi dalam mencapai tujuan organisasi. Komunikasi langsung dan tidak langsung. radio dan lainlain. Jobbying dan lain-lain kesempatan secara tidak resmi. dapat dibedakan kedalam beberapa macam. Komunikasi formil ialah . darma wisata. Komunikasi informal ini di pakai untuk melengkapi pelaksanan komunikasi formil. Yang disebut komunikasi langsung (“direct”) adalah dimana komunikator dan penerima berhadapan muka secara langsung. Yang disebut komunikasi individual adalah komunikasi yang ditujukan kepada individu atau perorangan atau sekelompok khusus orang-orang tertentu. Komunikasi vertikal dan komunikasi horizontal. Sedangkan komunikasi informil . seperti : telpon.Komunikasi. b. Misalnya pemberian perintah dan petunjuk-petunjuk kepada para bawahan yang disalurkan melalui Kepala-kepala Bagian/Seksil/Urusan dan seterusnya. Misalnya dalam pembicaraan dari hati kehati .

Kesalahan dalam komunikasi akan mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan atau organisasi dan dapat mengakibatkan bangkrutnya perusahaan.dunia bisnis. komunikasi yang ditujukan kepada orang-orang yang menjadi anggota dalam organisasi atau lazimnya disebut juga “employee communication”.noderen Dalam komunikasi massa biasanya dipergunakan juga media yang disebut “mass communication m” atau secara singkat disebut “mass media ” yang terdiri dari : surat kabar/majalah (pers). Faktor keberhasilan seseorang manajer antara lain terletak pada komunikasi. komunikasi massa adalah komunikasi yang ditujukan kepada sebagian besar pada masyarakat. terutama yang berhubungan dengan pelaksanaan tujuan organisasi. radio film dan televise. Untuk dapat mencapai tujuan organisasi yang sebaik-baiknya dilakukan kerjasama yang baik serta dapat dukungan dari anggota organisasi maupun dari golongangolongan dalam masyarakat. Komunikasi merupakan masalah utama dalam duni bisnis.serta dapat dibina adanya hubungan intern yang sehat dan harmonis. Keuntungan dari pada mass-media ialah bahwa dalam sesekali pemberitahuan dapat sampai kepada berbagai golongan masyarakat diberbagai tempat e. 2. jadi harus memiliki keterampilan berkomunikasi secara effektif. “public relation” atau 73 . Komunikasi intern dan komunikasi ekstern. membaca orang dan mengetahui bagaimana pelaksanaan sesuatu dengan baik antar sesama manusia. Sedangkan komunikasi ekstern. Komunikasi intern adalah. adalah komunikasi yang ditujukan kepada orang-orang atau golongan-golongan yang diluar organisasi atau kepada masyarakat luas. Hal ini dapat diketahui bahwa tiap anggota organisasi harus dapat menunjang tinggi nama baik organisasi. 3. yang lazimnya disebut hubungan masyarakat. industry dan setiap organisasi. KESIMPULAN : 1. Pembinaan koomunikasi Intern dan Komunikasi Ekstern. .

F. Hanner (Businnes Policy. Proses penetapan kebijakan 2. Irwin. personil. buruh. George R. verbal. Pelaksanaan kebijakan 3. Hanner 6.T. supplier 2. (Suatu petunjuk baik secara tertulis maupun lisan mengenai prinsip-prinsip dan peraturan-peraturan yang ditetapkan oleh pimpinan seperti batas-batas umum dan petunjuk-petunjuk/pengarahan untuk pelaksanaan kegiatan organisasi).POLICY/KEBIJAKSANAAN Menrut F. Buku Pedoman Eksekutif Seri Management No 390 oleh Aurens harian jurnal EKUIN 74 . Winardi. 2. Ikhtiar/Fakta “X” Jika terdapat penyimpangan harus jelas penyebabnya. of those principles and rules that are set by managerial leadership as guide lines and constraints for the organizations throught and action. Memberi kesempatan/kekuasaan kepada manajer untuk menyesuaikan kegiatankegiatan organisasi dengan tujuan yang telah di tetapkan. Intern Policy . masyarakat. Policy dalam hal ini adalah subjektif. SE 5. written or implied. Tujuannya antara lain . Ada 2 kategori policy : 1. Extern Policy = Berhubunagn dengan masalah-masalah diluar perusahaan : pemerintah. Panglaykim dan Drs. A Policy is the statement. Manajemen suatu pengantar oleh Dr.T. Planning and Strategy by F. Business Policy. Evaluasi Kebijaksanaan : 1. Management by James A. karena ditentukan untuk kepentingan bersama. Koontz Herlor dan Henri Fayol . organisasi. Hani Handoko Management A System and Contingency Analysis of Managerial 3. Yang berhubungan dengan masalah intern perusahaan. Stoner (second edition) 7. pengadaan dan lain-lain DAFTAR KEPUSTAKAAN 1. Asas-asas Manajemen oleh Dr. Terry = Principlies of Management Richard D. Planning & Strategy). keuangan. misalnya produksi. Hazil 4.T.

DIKTAT DASAR – DASAR MANAJEMEN UMUM OLEH KHUSUS UNTUK LINGKUNGAN SENDIRI JAKARTA 2013 i .

R. A.KATA PENGANTAR Diktat ini adalah ringkasan dari beberpa buku yang telah di kemukakan oleh James. Hani Handoko . Semoga diktat ini dapat melengkapi bahan bacaan Manajemen umum yang telah ada. serta dapat memperluas pengetahuan tentang berbagai teori Manajemen dan Konsep- konsep Manajemen pada situasi yang berbeda. April 2013 Penyusun ii . Jakarta.F Stoner. Edward Freemand Dan T. dengan tujuan utamanya adalah untuk membantu mahasiswa yang sedang belajar mata kuliah Dasar-dasar Manajemen umum pada tingkat dasar .

............................... 15 C..................... Inti Managemen .......... ........................... 15 D............................ 13 E......... 3 B.1 A...... Aliran Tingkah Laku Manusia ............................... Tindakan Manjemen yang dilakukan guna mencegah Problem Problem manajerial yang disusun menurut fungsi………………………………………………………............. 13 C........................ Aliran Matematis....... Organizing………………………………………………….......12 A.. 7 D..... 19 G................. Planning……………………………………………………............................. Aliran Empiris . SEJARAH MANAJEMEN ………………………………................ 12 B...................... Filsafat Managemen ............DAFTAR ISI Hal BAB I. 9 BAB ........................ 14 BAB .......................... Aliran Sistem Sosial ............................................. Aliran Proses Managemen ............................ Managemen Sebagai Profesi ............................. 13 F........ TEORI MANAGEMEN…………………………………………….. Aliran Teori Keputusan ............ 3 C.................................... FUNGSI-FUNGSI MANAGEMEN…………………………........ Definisi Managemen .........................................24 A..............15 A..........................18 F........……........................................23 B......................... 17 E...............32 iii ..... PRINSIP-PRINSIP MANAGEMEN………………………………...... Managemen sebagai Ilmu… ............................. Managemen Sebagai Seni ........... Sasaran/goal ... 20 BABIV........ Permasalahan Managemen…………………… ............ 13 D..................... II...... Pengaruh Lingkungan ......................................... 15 B............................. III.......... Managemen Tradisional ............................................................................................

. Faktor – faktor yang mempengaruhi Komunikasi ..... KEWIBAWAAN.. Jenis –jenis komunikasi……………… ...... PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN……………………………...C... PENGAMBILAN KEPUTUSAN ( DECISION MAKING )….. Fungsi Komunikasi .... 72 M......... ………………………. …........66 H..45 BAB ........72 L..60 BAB ..... Actuating…………………………………… ………………43 D.…57 BAB . Kebijakan ( Policy )……………… ..... …………. ….. Controlling…………………………………………………... Hambatan – hambatan Komunikasi………… .…….. Pengertian Komunikasi……………………… ....…64 BABX. KOMUNIKASI DAN KEBIJAKAN ( POLICY )……………......67 J.. VIII.74 DAFTAR KEPUSTAKAAN……………………………… ........... SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI…………………........74 iv .............55 BAB VII. V... ……70 K....... KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB…. ……………… ... IX...... VI... ……66 I.51 BAB . DELEGASI………………………………………………………......

v .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->