You are on page 1of 28

PERBEDAAN DESINFEKSI ANTARA POVIDON IODINE DAN ALKOHOL 70 % DENGAN ALKOHOL 70 % TERHADAP HASIL KULTUR DARAH SEPTIKEMIA

ARTIKEL KARYA TULIS ILMIAH

Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi syarat dalam menempuh Program Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Disusun Oleh: Kurniati R. NIM. G2A004096

Fakultas Kedokteran Umum Universitas Diponegoro Semarang 2008

HALAMAN PENGESAHAN

Telah disetujui oleh Dosen Pembimbing Artikel Karya Tulis Ilmiah dari : Nama Nim Fakultas Program studi Universitas Bagian Ilmu : Kurniati R. : G2A004096 : Kedokteran Umum : Pendidikan Dokter : Diponegoro : Mikrobiologi

Judul : Perbedaan Desinfeksi antara Povidon Iodine dan Alkohol 70% dengan Alkohol 70 % Terhadap Hasil Kultur Darah Septikemia Dosen Pembimbing : Dr. dr. Winarto, DMM, Sp.MK, Sp.M

Semarang, 28 Juni 2008 Dosen Pembimbing

Dr.dr.Winarto, DMM, Sp.MK, Sp.M NIP. 130 675 157

2

NIM : G2A. dr.MK. PhD NIP.dr. Penguji.kes.Sp. 130 675 157 3 . MSc.HALAMAN PENGESAHAN PERBEDAAN DESINFEKSI ANTARA POVIDON IODINE DAN ALKOHOL 70 % DENGAN ALKOHOL 70 % TERHADAP HASIL KULTUR DARAH SEPTIKEMIA Yang disusun oleh : Kurniati R. DMM. Sp. Sp.Winarto.MK NIP.Hendro W. DR.004 096 Telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Akhir / Artikel Karya Tulis Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang pada tanggal 27 Agustus 2008 dan telah diperbaiki sesuai dengan saran-saran yang diberikan.M NIP.DMM. 130 701 414 Pembimbing. TIM PENGUJI AKHIR / ARTIKEL Ketua Penguji.DR.dr. M. 132 149 104 Prof.Noor Wijayahadi.

not kill the spore. Surgery ward (male and female) at period of January until Mei 2008. 2 Keywords : Blood culture . because it’s can to oxidation of protein. damage of cell membrane and inactivate enzim-enzim. Internist. The object in incubation during ten day and then done isolation in room with temperature 37 oC during 24 hours and identified by colony. with the spreading of group I as much 7 case and group II as much 16 case. They were divided into 2 groups : First group done by disinfect using alcohol 70%. septicemia. Result of sterile culture or not found of germ growth as much 105 case (82. damage of cell membrane.98%) from all case. Conclusions : Bacterial skin flora normal from blood culture result is less with used disinfect Povidon iodine and alcohol 7s0% be compared than alcohol 70% disinfect. prevent to invasive microbe at incision. Povidone iodine is a halogen compound can kill the live cell. 1 Winarto ABSTRACT Backgrounds : Disinfectant is substance which can inhibit of growt and microbe. wound injury and used at life tissue. fatty solvent. Result : Found of the positive microbe growth as much 23 case (17. Methods : This study was cross sectional method. inactivated vegetative bacteria.03%) with the spreading of group I as much 57 case dan group II as much 48 case. disinfect. sssinactivated enzim-enzim. Gram positive microbe dominant better then gram negative microbe.Difference Disinfect between of Povidon Iodine and Alcohol 70% with the Alcohol 70% to Result Septicemia of Blood Culture Kurniati R. povidone iodine. alcohol 1 2 Student of Medical Faculty of Diponegoro University Semarang Lecturer in Department of Microbiology Medical Faculty of University Diponegoro 4 . Second group done by disinfect using povidone iodine and alcohol 70%. Alcohol function is to denaturate of protein. The object of the study were 128 patient taken its blood culture from ICU.

menginaktifkan bakteri vegetatif. di isolasi diruangan 37 oC selama 24 jam dan dilakukan identifikasi koloni. septikemia. dengan penyebaran kelompok I sebanyak 57 kasus dan kelompok II sebanyak 48 kasus. yaitu Kelompok 1 desinfeksi dengan povidon iodine dan alkohol 70%. mencegah masuknya infeksi luka goresan. 1 Winarto 2 ABSTRAK Latar Belakang : Desinfeksi ialah zat yang menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme. Kelompok 2 desinfeksi dengan alkohol 70%. Hasil : Pertumbuhan kuman positif sebanyak 23 kasus (17. povidon iodine. Kuman gram positif mendominasi diikuti gram negatif.050). alkohol. Sampel penelitian 128 pasien dari bangsal ICU.038 (p<0. Hasil Uji beda Chi-Square menunjukkan ada perbedaan yang bermakna p=0. merusak membran sel dan menginaktifkan ensim-ensim. Hasil kultur yang stidak didapatkan adanya pertumbuhan kuman sebanyak 105 kasus (82.Perbedaan Desinfeksi antara Povidon Iodine dan Alkohol 70% dengan Alkohol 70% terhadap Hasil Kultur Darah Septikemia Kurniati R. Kata kunci : Kultur darah. Interna. pelarut lemak. 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang Staf Pengajar Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro 2 5 . dengan penyebaran pada kelompok I sebanyak 7 kasus dan kelompok II sebanyak 16 kasus. Bedah wanita dan pria periode bulan Januari sampai dengan Mei 2008. Kesimpulan : Kontaminasi kuman flora normal dari hasil kultur darah yang menggunakan desinfektan povidon iodine dan alkohol 70% lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan desinfektan alkohol 70%. desinfeksi.03 %). Sampel di inkubasi. mengoksidasi protein merusak membran dan menginaktifkan ensim-ensim. luka bakar dan digunakan pada jaringan hidup.98 %) dari 128 kasus. Metode : Jenis penelitian dengan metode Cross Sectional. Sampel dibagi 2 kelompok. Alkohol berfungsi mendenaturasi protein. Povidon iodine adalah senyawa halogen dapat membunuh sel hidup.

sedangkan 64.000 kasus pertahun dengan angka kematian lebih dari 100.50%). Di Amerika Serikat didapatkan sepsis setiap tahun terjadi lebih dari 500. . Kariadi pada tahun 2004-2005 didapatkan hasil kultur darah positif sebesar 35.000 orang. sindroma sepsis maupun syok septik masih menjadi masalah dokter-dokter klinik dalam 40 tahun terakhir ini.PENDAHULUAN Septikemia.175% kuman gram positif 5. Angka kematian ini berkisar dari 16 % pada penderita sepsis dan 40 – 60 % pada penderita dengan renjatan septik.3 Berdasarkan hasil laporan penelitian RS.5% terdiri dari 58. Angka mortalitas dari syok sepsis berkisar 40%.825% kuman gram negatif dan 41.1 Beberapa penyebab tingginya angka kematian adalah kurangnya kemampuan cara pengobatan yang adekuat. baik didalam maupun diluar negeri.9 per 100. 4 Pada penelitian selanjutnya di RS.000 dan hanya 55 – 65 % yang dapat diselamatkan. Insiden septikemia meningkat dari 73. atau ketidakjelasan dasar pengelolaan maupun terapi yang diberikan. Laporan terakhir tahun 1990 insiden septikemia di Amerika 450.000 pasien tahun 1979 sampai dengan 1987. Dr.2 Di Eropa didapatkan 2-11% pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) menderita severe sepsis.1 Laporan Centre for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika menunjukkan bahwa insiden sepsis mempunyai kecenderungan terus meningkat yaitu berkisar 20-50%. Kariadi pada bulan JuliDesember 2002 didapatkan hasil kultur darah positif sekitar 45.6 menjadi 175. Dr. sepsis.5% steril.3% yang didominasi oleh kuman bentuk batang gram negatif (70. Keadaan tersebut masih dianggap sebagai salah satu penyebab kematian yang mencolok di rumah sakitrumah sakit.

9 Berdasarkan teori – teori di atas maka timbul rumusan masalah : Bagaimanakah perbedaan desinfeksi antara pemberian povidon iodine dan alkohol 70 % dengan alkohol 70% terhadap hasil kultur darah septikemia dalam hal kejadian kontaminasi dari kuman flora normal kulit? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan desinfeksi antara pemberian povidon iodine dan alkohol 70 % dengan alkohol 70 % terhadap hasil kultur darah septikemia.4 Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandalkan untuk sterilisasi dan desinfeksi.9 Povidon iodine adalah zat yang bersifat bakterostatik non selektif. povidon iodine dipakai terlebih dahulu kemudian digunakan alkohol. baik dengan cara menghambat ataupun membunuh serta membasmi kuman penyebab dengan pemberian desinfeksi. sehingga perlu penanganan segera dan tepat untuk menghindari kematian penderita. dilakukan desinfeksi didaerah kulit tersebut untuk mengurangi jumlah kuman maka digunakan alkohol dan povidon iodine. 4 Upaya preventif untuk menghindari kontaminasi dilakukan dengan mencegah pertumbuhan dan aktivitas mikroorganisme.9 Pemakaian desinfektan povidon iodine diikuti alkohol diperkirakan lebih baik dibandingkan pemberian alkohol saja.7 Pada pengambilan darah untuk kultur terdapat kuman flora normal dipermukaan kulit. Sebelum pengambilan sampel darah.6 Pada kultur darah. sering terjadi kontaminasi dengan kuman yang berada dipermukaan kulit pada saat pengambilan sampel darah.9 Dalam preparatnya.Septikemia merupakan keadaan kegawatan medik yang bersifat akut. Hal ini untuk mencegah adanya deskuamasi pada kulit. METODE PENELITIAN .3.

Zα = 1.000 / mm3 atau < 4.05 . Botol BACTEC dikirim ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik dan diinkubasi selama 10 hari sampai menunjukkan adanya tanda pertumbuhan kuman. yaitu keseluruhan subyek yang datang dan memenuhi kriteria inklusi berdasarkan manifestasi klinis dan lamanya waktu penelitian. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling.3(6).459. ICU dan Interna yang darahnya dikultur di Laboratorium Mikrobiologi Klinik di RSUP Dr.842 . hitung leukosit > 12. Kariadi Semarang/ Fakultas Kedokteran UNDIP semarang pada periode Januari sampai April 2008. tetapi pada saat hasil penelitian belum keluar penderita tersebut telah meninggal dunia. frekuensi denyut jantung > 90 kali / menit. maka jumlah sampel adalah 61 sampel .Jenis penelitian ini adalah penelitian untuk mempelajari efek 2 jenis cara desinfeksi terhadap hasil kultur darah.000 / mm1. β = 0. N= 61.960 . Darah diambil dengan menggunakan vacutainer dan wings needle yang disambung ke dalam botol BACTEC aerob sebanyak 10 mL. Estimasi besar sampel diketahui adalah α = 0. Populasi studi dalam penelitian ini adalah penderita septikemia di bangsal Bedah (wanita dan pria).10 . Botol yang memberikan tanda adanya pertumbuhan kuman.9oC. Zβ = 0.16(11) Respon yang tidak diikutkan dalam penelitian adalah hasil kultur didapatkan adanya kontaminasi baik dari flora normal pada kulit atau dari tempat lainnya serta penderita yang sebelumnya dilakukan pengambilan kultur darah. kemudian diambil dari mesin BACTEC. yaitu : penderita dengan temperatur > 38oC atau < 36.15(10). Penderita yang didiagnosa septikemia dilakukan pengambilan darah setelah dilakukan desinfeksi dengan alkohol 70% atau povidon iodine diikuti alkohol 70% di daerah vena mediana cubiti. Botol dibuka secara aseptis kemudian ditanam pada . frekuensi pernafasan > 20 kali / menit.

Penderita dengan diagnosis septikemia ini terdiri dari 4 bangsal. Uji beda digunakan uji Chi-Square. Interna (34.Kariadi Semarang selama kurun waktu lima bulan dari 1 Januari sampai 31 Mei 2008 telah terkumpul sebanyak 128 orang.15%). yaitu : ICU (35. HASIL PENELITIAN Penderita dengan diagnosis septikemia di RSUP Dr.Conkey yang dieramkan secara aerobik pada suhu 37oC selama 24 jam.53%).media isolasi yaitu : Blood Agar dan Mac. Tabel 1. Koloni yang tumbuh dilakukan identifikasi. Data yang diperoleh diolah dengan program SPSS 13. Jumlah Sampel tiap Bangsal terhadap Desinfeksi yang digunakan. Desinfeksi yg dipakai Alkohol 70 Povidon Iodine dan % Alkohol 70% bangsal ICU Bedah wanita bedah pria peny dalam 0 14 25 25 64 45 0 0 19 64 Total Total 45 14 25 44 128 . Data yang dikumpulkan adalah jenis data primer yang diperoleh dari hasil kultur darah penderita suspek setikemia.37%).0 for Windows. Bedah pria (19. Data sekunder berasal dari catatan medik data pasien. Analisis data dilakukan dengan tabel 2x2. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1.93%). Bedah wanita (10.

Desinfeksi yang menggunakan Povidon Iodine dan Alkohol 70% juga diberikan sebesar 46.8 % dan pada pasien perempuan sebesar 48.Tabel 2.005. Hasil ini didapatkan bahwa pada jenis kelamin perempuan didapatkan hasil kultur darah yang positif adanya pertumbuhan kuman sebesar 13. Tabel 3. Jenis Kelamin dan Desinfeksi yang digunakan Desinfeksi yg dipakai Alkohol 70% Povidon Iodine dan Alkohol 70% Sex Total laki-laki wanita 37 27 64 30 34 64 Total 67 61 128 Tabel 2 diatas menunjukkan bahwa pemberian desinfeksi Alkohol 70 % pada pasien laki-laki sebesar 57. yaitu : p < 0. Jenis kelamin laki-laki menunjukkan adanya pertumbuhan kuman pada hasil kultur darah yaitu : sebesar 4.68 %.12 % pada pasien perempuan.18 %. . Hasil tersebut dilakukan analisis dengan menggunakan uji ChiSquare didapatkan hasil yang bermakna.05 (Lihat tabel 6) .87 % kepada pasien laki-laki dan 53. Hasil Kultur Darah dengan Jenis Kelamin (+) BACTEC Positif Negatif 6 61 17 44 23 105 Total 67 61 128 sex Total laki-laki wanita Hasil dari tabel ini menunjukkan bahwa angka kejadian hasil kultur positif terhadap jenis kelamin mempunyai nilai yang signifikan yaitu sebesar p = 0.28 %.

Pola Perkembangan Kuman terhadap Desinfeksi yang digunakan. yaitu : .98% dan pertumbuhan kuman yang negatif sebanyak 82. Desinfeksi yg dipakai Alkohol 70% Povidon Iodine dan Alkohol 70% Kultur Negatif Bakteri Gram Negatif E. Hasil kultur darah dengan pemberian Alkohol 70% didapatkan.epider 48 2 1 2 0 5 5 6 11 64 54 0 0 1 4 5 3 2 5 64 102 2 1 3 4 10 8 8 16 128 Total Bakteri Gram Positif Total Tabel 4 menunjukkan bahwa kuman Gram positif masih mendominasi hasil kultur darah tersebut.98 % Negatif 48 75 % 57 89. yaitu : adanya pertumbuhan kuman sebanyak 25 % dan tidak adanya pertumbuhan kuman sebanyak 75 %.aureus S. Hasil Kultur Darah dengan Desinfeksi yang digunakan (+) BACTEC Desinfeksi yg dipakai Alkohol 70% Povidon Iodine dan Alkohol 70% Total Positif 16 25 % 7 10.Aeroge E.coli Enteroba Ps aerog S. yaitu : adanya pertumbuhan kuman sebanyak 10. Hasil kultur darah dengan pemberian Povidon Iodine dan Alkohol 70% juga didapatkan.03 % Total 64 100 % 64 100 % 128 100 % Hasil kultur didapatkan pertumbuhan kuman yang positif sebanyak 17. kemudian disusul kuman Gram negatif.Tabel 4.06 % 105 82.93 % dan tidak ada pertumbuhan kuman sebanyak 89.03 % dari seluruh sampel total yaitu 128 sampel (Lihat tabel 3).06 %. Tabel 5.93 % 23 17. Persentase jenisjenis kuman yang ditemukan terhadap desinfeksi Alkohol 70 % didapatkan.

Kuman Gram negatif diantaranya : Enterobacter sp dan Pseudomonas aeruginosa.18 % .kuman Gram positif sebesar 17. .81 % dan sisanya 84. Kuman Gram negatif diantaranya : Enterobacter aerogenes. Hasil Identifikasi Bakteri terhadap Pemberian Desinfeksi Alkohol 70 %. yaitu : kuman Gram positif sebesar 7.81 % dan sisanya 75 % tidak ada pertumbuhan kuman. Escherichia coli . Hasil identifikasi kuman terhadap hasil kultur darah didapatkan yaitu : kuman Gram positif diantaranya : Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Hasil Identifikasi Bakteri terhadap Pemberian Desinfeksi Povidon Iodine dan Alkohol 70 % Hasil identifikasi kuman terhadap hasil kultur darah didapatkan yaitu : kuman Gram positif diantaranya : Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram 1 dan 2 tentang perbedaan pertumbuhan kuman serta jenis-jenisnya. kuman Gram negative sebesar 7.81 % . Desinfeksi yang menggunakan Povidon Iodine juga didapatkan adanya pertumbuhan kuman. Enterobacter sp dan Pseudomonas aeruginosa Diagram 2. kuman Gram negatif sebesar 7.37 % tidak ditemukan adanya pertumbuhan kuman. Diagram 1.

005 .50.293(b) 3.519 7. Tabel 6.006 . Hasil Uji Chi-Square Tests antara Desinfeksi yang digunakan dengan Hasil kultur Darah Septikemia Value Df Asymp.96.039 Exact Sig.038 .038 artinya terdapat perbedaan bermakna (p = 0. Kesimpulan bahwa ada perbedaan antara pemberian desinfeksi povidon iodine dan alkohol 70% dengan desinfeksi alkohol 70%.749(b) 6.005 Exact Sig. (2-sided) Exact Sig. PEMBAHASAN Desinfeksi ialah substansi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme.032 a Computed only for a 2x2 table b 0 cells (. Sig.066 .392 4.05) dari variable-variabel tersebut.966 7. Hasil Uji Chi-Square Tests antara Jenis Kelamin dengan Hasil kultur Darah Septikemia.005 .Tabel 5. Sig.036 . (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction(a) Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases 4. (2-sided) Exact Sig. Analisis data dengan menggunakan uji beda Chi-Square didapatkan bahwa p = 0.006 .0%) have expected count less than 5.688 128 Df 1 1 1 1 Asymp.064 .0%) have expected count less than 5.390 4.011 .260 128 1 1 1 1 . The minimum expected count is 11. Value 7. (2-sided) . (2-sided) . (1-sided) Pearson Chi-Square Continuity Correction(a) Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases a Computed only for a 2x2 table b 0 cells (. The minimum expected count is 10. menginaktifkan bakteri vegetatif tetapi tidak .

14 Obat ini juga dapat merusak membran sel dan menginaktifkan ensim-ensim.16.13 Metode yang sering digunakan pada proses desinfeksi adalah kimia yaitu dengan menghambat dan mengurangi jumlah mikroorganisme yang ada didalam darah. serta mengoksidasi protein dan lain-lain. Povidon iodine ialah suatu iodofor yang kompleks antara yodium dengan polivinil pirolidon. biasa digunakan kombinasi dengan iodine atau . stabil secara kimia dan larut dalam pirolidin polivinil polimer. 2.14. Alkohol merupakan zat yang paling efektif dan dapat diandal untuk sterilisasi dan desinfeksi.dapat membunuh spora. Hycolin Chloroxylenol (Dettol) Hexochlorophane (Ster-Zac) Hypochlorites Povidon-iodine (Betadine. Clearsol.16 Povidon iodine larut dalam air.13. goresan dan luka bakar.13.18 Tabel 7.12.10 Untuk melihat jenis desinfeksi dapat dilihat pada tabel 7. Isopropyl) Spektrum antibakteri Luas. Disadine) Alkohol 70% (Etil. menginaktifkan ensim-ensim.13.18 Di klinik obat ini digunakan sebagai pengganti merkurokrom dan yodium tingtur karena tidak iritatif. Alkohol berfungsi untuk mendenaturasi protein dengan jalan dehidrasi dan juga sebagai pelarut lemak.10 Zat-zat kimia ini mampu menghambat masuknya mikroorganisme dengan berbagai cara. beberapa spora Masalah hipersensitif bunuh Penetrasi kurang.14.12.17.15. sangat efektif Efek kumulatif Korosif pada metal. biasanya merupakan sediaan yang digunakan pada jaringan hidup. 13. 5. 3.12 dapat pula mencegah masuknya infeksi luka kecil. Desinfeksi dan Antibiotik No . tidak untuk spora Bakteri Gram positif Bakteri Gram positif Luas.13 Obat yang dapat meniadakan atau mencegah keadaan septikemia. Desnfektan Stericol.11. misalnya merusak membran sel. 6. termasuk virus Luas Luas Menginak tivasi bahan organik + + + + Keterangan Murah tetapi mengiritasi kulit Tidak iritasi. sebagai desinfeksi berspektrum luas.16. 4. 1.10.

isopropanol) Povidone-iodine Phenol Aldehydes Hexachlorophene Keterangan : HS=Highly susceptible. yaitu : adanya pertumbuhan kuman sebanyak 10. cara pengambilan sampel dengan 2 botol BACTEC selang 1 jam atau simultan.06 %. konsentrasi dari desinfektan. Formaldehyde Luas.=no data Aktivitas desinfeksi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Hasil kultur darah dengan pemberian Alkohol 70% didapatkan.chlorhexidine 7. MS=moderately susceptible.dipakai dalam bentuk gas atau solution. S=Susceptible. temperatur dan pH pada saat pengobatan serta adanya benda asing seperti zat-zat organik dan zat pengganggu lainnya. jumlah dan lokasi mikroorganisme. Tabel 6.03 % dari seluruh sampel total yaitu 128 sampel (Lihat tabel 3). yaitu jenis.98 % dan pertumbuhan kuman yang negatif sebanyak 82. iritasi pada mata dan traktus respiratorius Hasil kultur didapatkan pertumbuhan kuman yang positif sebanyak 17. volume pada saat pengambilan sampel darah. Aktivitas Desinfektan 37 Gram + HS HS HS HS S Bakteri Gram Acid fast HS S HS HS HS R S ± MS R Spora R S R S R Lipo filik S S S S R Virus Hidro filik V R R MS R Jamur S S R Lain Amebic cysts S R Prion R R R R R Alkohol (etanol. yaitu : adanya pertumbuhan kuman sebanyak 25 % dan tidak adanya pertumbuhan kuman sebanyak 75 %. cara pengambilan sampel darah baik secara single ataupun double. V=Variable. serta faktor-faktor lainnya.21 . termasuk virus _ Beberapa efektif pada spora.93 % dan tidak ada pertumbuhan kuman sebanyak 89. .10.19.20. R=Resisten. Hasil kultur darah dengan pemberian Povidon Iodine dan Alkohol 70% juga didapatkan.

23.19.23 Indikasi pemakaian botol-botol yang mengandung resin meliputi berikut : a.22.19.21 Faktor khusus untuk proses individu dipertimbangkan didalam uraian proses itu semua.10.5. Hal ini sangat penting pada setiap pasien dimana diduga terjadi endokarditis infektif walaupun pasien tidak menampakkan sakit akut atau sakit berat. Pasien yang secara klinis septik dan menerima terapi antimikroba yang hasil biakan darahnya negatif b.Banyak faktor umum yang mempengaruhi kemampuan mikroorganisme terhadap efek sterilisasi yang mematikan dan proses desinfeksi. suspending menstruum. kemampuan membentuk spora. 1. Pasien endokarditis dan menerima terapi antimikroba yang hasil biakan darahnya negatif c. waktu dan cara pengumpulannya serta kecakapan dan pengalaman klinik petugas laboratorium. Pasien yang masuk rumah sakit dengan septikemia yang sedang mendapat terapi antimikroba sebelum masuk rumah sakit. 10.21 Mikroorganisme menjadi sangat resisten karena dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: spesies atau strain dari mikroorganisme. 1.1.24 Beberapa faktor penentu pembiakan darah memberikan hasil positif tergantung pada: waktu pengambilan darah dan pengiriman botol pada pasien.5. .22.23 Beberapa jenis botol biakan darah yang tersedia mengandung resin atau substansi lain yang mengabsorbsi kebanyakan obat-obat antimikroba dan juga beberapa faktor antimikroba inang.22. status fisik.23 Biakan darah memberikan informasi penting untuk pengelolaan demam pasien yang sakit akut dengan atau tanpa gejala dan tanda setempat.19 Dalam penyakit infeksi hasil uji laboratorium sebagian besar bergantung pada kualitas bahan.19.

kemudian disusul kuman Gram negatif. Tabel 4 menunjukkan bahwa kuman Gram positif masih mendominasi hasil kultur darah tersebut. biakan anaerobik dan aerobik dan lamanya inkubasi . . Persentase jenisjenis kuman yang ditemukan terhadap desinfeksi Alkohol 70 % didapatkan. Streptococcus alpha-hemolytic dan non hemolytic. Enterobacter sp dan Pseudomonas aeruginosa Hasil identifikasi kuman terhadap hasil kultur darah didapatkan yaitu : kuman Gram positif diantaranya : Staphylococcus aureus dan Staphylococcus . penggunaan pembenihan. yaitu : kuman Gram positif sebesar 7. spesies Acinetobacter.19. Escherichia coli .volume darah yang dibiakkan. Staphylococcus epidermidis. Hasil identifikasi kuman terhadap hasil kultur darah didapatkan yaitu : kuman Gram positif diantaranya : Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis. yaitu : kuman Gram positif sebesar 17. kuman Gram negatif sebesar 7.18 % . spesies Neisseria Non pathogenic. pengenceran darah dalam perbenihan biakan 24. spesies Peptostreptococcus dan sejumlah kecil organism lain (spesies Candida. Staphylococcus aureus (pada jumlah yang kecil).81 % dan sisanya 84.81 % dan sisanya 75 % tidak ada pertumbuhan kuman. Kuman Gram negatif diantaranya : Enterobacter aerogenes.23.24 Mikroorganisme utama yang terdapat pada kulit sebagai flora normal adalah kuman bentuk batang (KBB).81 % . Desinfeksi yang menggunakan Povidon Iodine juga didapatkan adanya pertumbuhan kuman.22. 1.dll)26. spesies Micrococcus. kuman Gram negative sebesar 7.25 Metode desinfeksi yang digunakan pada bagian kulit yang superfisial. spesies Propionibacterium. Diphtheroids. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada diagram 1 dan 2 tentang perbedaan pertumbuhan kuman serta jenis-jenisnya.37 % tidak ditemukan adanya pertumbuhan kuman.

kuantitas pertumbuhan. klasifikasi automatis menggunakan teknologi informatika. Hasil penelitian tersebut juga didapatkan jumlah kuman gram negatif 10 (36. jumlah hasil kultur darah yang positif.46% (Povidon iodine ditambah etil alkohol 70%).175%. walaupun tidak ditemukan adanya kuman bentuk basil (batang). antara lain : Identitas mikroorganisme. Berdasarkan penelitian the Human Investigation Committee of the University of Virginia Health System didapatkan jumlah kontaminasi dari 4 jenis desinfeksi yang digunakan.Kariadi tahun 2004-2005 didapatkan hasil berupa kuman bentuk batang (KBB) gram negatif lebih dominan yaitu sebesar 58. 2.58% (Tincture iodine) . Hasil kultur darah pada pemberian desinfeksi alkohol 70% didapatkan kuman gram positif sebanyak 11.53%) dari hasil kultur yang positif. sumber pengambilan darah untuk kultur (kateter atau perkutan). Hal ini membuktikan bahwa penggunaan desinfeksi povidon iodine dan alkohol 70% dapat mengurangi adanya kontaminasi kuman pada saat pengambilan sampel darah. jumlah kuman gram positif 16 (61. Petunjuk yang dapat membantu kita dalam hal mereduksi adanya kontaminasi kuman.93% (Povidon iodine 10%) . Kuman Gram negatif diantaranya : Enterobacter sp dan Pseudomonas aeruginosa.48%).825% sedangkan kuman gram positif sebesar 41. lamanya pertumbuhan kuman.28 .27 Penelitian ini belum dapat disimpulkan ada tidaknya kontaminasi kuman flora normal pada hasil kultur darah. yaitu : 2. 2. data klinik dan data laboratorium. Penelitian di RSUP Dr. sedangkan desinfeksi povidon iodine dan alkohol 70% didapatkan kuman gram positif sebanyak 5.50% (Isopropil alkohol) dan 2.epidermidis.

. symptom dan time required for growth to become detectable. serta suitable techniques untuk mendeteksi kontaminasi. alkohol 70% dan jenis desinfeksi lainnya terhadap hasil kultur darah septikemia dengan cara swab pada kulit yang telah diberikan desinfeksi.038). DMM. mengisolasi organisme yang multiple. DR. DMM. cloudiness in medium. unidentified material floating in the medium. Sp. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dr.M selaku dosen pembimbing. dr. hasil pengecatan Gram. Elevated WBC count/abnormal differential.Indikator dari adanya kontaminasi kuman yaitu : Frekuensi. Msc. serta pemeriksaan Laboratorium secara molekuler seperti genotipe dan fenotipe dari kuman tersebut. SARAN Diharapkan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut tentang perbedaan desinfeksi antara Povidon iodine dan alkohol 70%.05 (p=0.MK. Hal ini untuk mengetahui kuman tersebut adalah true bacterimia atau false true bacterimia.29 KESIMPULAN Penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa kontaminasi kuman flora normal dari hasil kultur darah yang menggunakan desinfektan povidon iodine dan alkohol 70% lebih sedikit dibandingkan dengan menggunakan desinfektan alkohol 70% adalah bermakna p<0. dr. Adanya kontaminasi juga dapat diketahui dengan a rapid charge in pH. Hendro Wahyono. in case of doubt. Winarto. Sp. granuler appearance outside cells (dengan pemeriksaan mikroskop). Prof.

3. 2006 . Kristina TN. 19 : 110-5. Patogenesis dasar-dasar pengelolaan sepsis dan syok septik. 2006 6. Hadi P. 2004 Mar 06 .Dr. dr. Semarang : Bagian Mikrobiologi Klinik FK UNDIP/ RS. Jakarta : dexa Media.Dr. Aryana IGP.Kariadi Semarang Juli-Desember 2002 terhadap antibiotika. M. teman-teman satu kelompok penelitian (Ika Hapsari.Kariadi. Noor Wijayahadi. 2006 : 177-181. Widodo Dj. Penanganan sepsis. Konsep baru kortikosteroid pada penanganan sepsis. 1998 . Biran SI. . Govinda A. Dipresentasikan pada : One Day Seminar on Recent Strategies for Prophylactic and Management of Antibiotic Usage .MK. Karnadi E. Keluargaku tercinta. Hadisapoetro S. Semarang : Bagian Mikrobiologi Klinik FK UNDIP/ RS. Semarang. 4. 2006 .Kariadi. dipresentasikan pada : Seminar Komite Medik RSUP DR. serta seluruh pihak yang telah membantu penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dan pelaksanaan penelitian ini.Kariadi Semarang tahun 2004-2005. Pola kepekaan kuman yang berasal dari darah di RS. Semarang.Kariadi Semarang. Semarang : Media Medika Muda. Semarang : Medika. Pengobatan kemoterapetika pada septikemia dibagian penyakit dalam RS Dr. Winarto. Jakarta : Dexa Media.Kes selaku ketua penguji.Dr. Winarto.Sp. 33 : 37-45 2. 1990 : 963-8. DAFTAR PUSTAKA 1. Puhtut dan Hakka). Kariadi Semarang . Farida H. 2002 5.Dr. Hadisaputro S. Prevalensi resistensi kuman yang diisolasi dari darah di RS.

Medical bacteriology. Cohen Y. Semarang : Medika. Azoulay E. Goldmann O. 2002 .M. The diagnostic accuracy of clinical and blood examination for sepsis in potentially infected neonatal. Charpentier C. Ngetsa C.C. Edisi revisi. Mwangi I. Chhatwal G. 325 : 39-47 8. Jakarta : Binarupa Aksara.. Arnadi.C : ASM Press. Sumariyono. Mwarumba S. Bauni E... 34 : 149-53 11. Medina E.. Whitt D.7. Bellissant E. Penggunaan antibiotika untuk pengobatan septikemia di RS Dr..A. Washington D.S.. Contribution of natural killer cells to the pathogenesis of septic shock induced by streptococcus pyogenes in mice. Salyers A. Hadisaputro S. Surjono A.C. Howie S. Riffaut P. 2001 . 2002 . Jakarta : ACTA Medica Indonesiana. Bacteremia among children admitted to a rural hospital in Kenya. Germany : The Journal of Infectious Diseases.. 1990 : 39-40 15. 9. Bacterial pathogenesis a molecular approach. Management of septic shock in acute cholecystitis.D.J. Troche G. 288 : 862-871 14. Francois B.. 1994 : 3943.. Nelwan RHH. Lowe BS. Buku ajar Mikrobiologi kedokteran. Bollaert P. Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.Kariadi Semarang..E. Second Edition. Setyowireni D.. 2005 .. Mulyani A. 10. Berkley JA. JAMA. The New England Journal Medicine.. Copellier G. Third edition. Annane D. Churchill Livingstone : Medical Division of Longman Group UK Limited . Sebille V. Slack MPE. 2002 : 151-5 . Willams T. Yogyakarta : Berkala Ilmu Kedokteran. Effect of treatment with low doses of hydrocortisone and fludrocortisone on mortality in patients with septic shock. 1994 : 23-31. 33 : 58-62 12. Korach J. 2005 : 1280-5 13. Sleigh J.. Timbury M.D..

2007 .D.C : ASM Press. Widodo Dj..O.A. A Lange Medical Book. New York : Mc Graw Hill.G.C.H. Sleigh J. Medical bacteriology. 2002 : 77-81 23. British : Journal of Antimicrobial Chemotherapy..D. Salyers A. Sepsis dan syok sepsis. Penggunaan antibiotika untuk pengobatan septikemia di RS Dr. Churchill Livingstone : Medical Division of Longman Group UK Limited . Timbury M. Di dalam : Asdie A. 1992 . Edisi 6. 24. Whitt D.. Carvalho P. 19 : 110-5. Murdoch R.S. Chambers H. Jakarta : EGC. Patofisiologi : konsep klinis proses-proses penyakit. Greenwood D. Advances in sepsis diagnosis and treatment. Medical micobiology: Bacterial pathogens and associated disease. 2006 . The systemic inflammatory response syndrome : definitions and etiology.F. 79 : 195S-204S 19.F.C. Peutherer J.A. Jakarta : Dexa Media. antiseptics and sterilants. Miscellaneous antimicrobial agents : disinfectants. 1 : 110-16 18. Nystrom P. 14 : 744 21. 22.16. In : Katzung B. Basic and clinical pharmacology. Howie S. Brazil : Journal de pediatria. editor. Ninth edition.J. Harrison prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam. Third edition.Kariadi Semarang. Wilson L. 1994 : 23-31.R. 2003 .. 1998 : 1-7 20. Hadisaputro S. Slack R. Second Edition. Churchill Livingstone : ELBS. Washington D. 2004 : 829-32 17. Price S. Govinda A. Jakarta : EGC.MC.. Bacterial pathogenesis a molecular approach. Semarang : Medika. 1997 : 571-6 25.A. Penanganan sepsis. 1990 : 244-62 . Trotta E.

Cahrlottesville. Clinical Microbiology Reviews. Journal Clinical Microbiology. Comparison of four antiseptic preparations for skin in the preventing of contamination of percutaneously drawn blood cultures : a Randomized trial. Controlling blood culture contamination rates. Departmenent of medicine. 2006 : 788-802 29.J.M. University of Virginia Health System. Calfee D. 2004 : 14-8 . Jakarta : EGC. Updated review of blood culture contamination.26. editor.K.H.B. Departmenent of medicine. Harrison prinsip-prinsip ilmu penyakit dalam. 2002 : 1660-65 28. Onderdonk A. Di dalam : Asdie A.A. Farr B. JCM. University of Virginia Health System. Pemeriksaan laboratorium untuk diagnosis penyakit infeksi. Lyman J. 1999 : 545-561 27. Hall K.P. Ernst D. Cahrlottesville.

0% Cases Missing N Percent 0 .0% Total N Percent 128 100.0% sex * desinf yg dipakai sex * desinf yg dipakai Crosstabulation Count Desinf yg dipakai Alkohol 70% Povidon Iodine dan Alkohol 70% 37 30 27 34 64 64 Total sex Total laki-laki wanita 67 61 128 Crosstabs Case Processing Summary .0% bangsal * desinf yg dipakai Crosstabulation Count desinf yg dipakai Alkohol 70 % Povidon Iodine dan Alkohol 70% 0 45 14 25 25 64 0 0 19 64 Total bangsal ICU Bedah wanita bedah pria peny dalam Total 45 14 25 44 128 Crosstabs Case Processing Summary Valid N Percent 128 100.0% Cases Missing N Percent 0 .KARAKTERISTIK DATA Crosstabs Case Processing Summary Valid N Percent bangsal * desinf yg dipakai 128 100.0% Total N Percent 128 100.

0% kultur * desinf yg dipakai kultur * desinf yg dipakai Crosstabulation Count desinf yg dipakai Total .N sex * (+) BACTEC 1 Valid Percent 128 100.0% sex * (+) BACTEC Crosstabulation Count (+) BACTEC Positif Negatif 6 61 17 44 23 105 Total 67 61 128 sex Total laki-laki wanita Crosstabs Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0% Valid N Percent desinf yg dipakai * (+) BACTEC 128 100.0% Total N Percent 128 100.0% Cases Missing N Percent 0 .0% desinf yg dipakai * (+) BACTEC Crosstabulation Count (+) BACTEC Positif Negative 16 48 7 23 57 105 Total positif 64 64 128 desinf yg dipakai Total Alkohol 70% Povidon Iodine dan Alkohol 70% Crosstabs Case Processing Summary Valid N Percent 128 100.0% N Total Percent 128 100.0% Total N Percent 128 100.0% Cases Missing N Percent 0 .

0% Cases Missing N Percent 0 .5 105 105. Sig. (1sided) .0 128 128.0 52.0 64 64.392 df 1 1 Asymp.038 .066 Exact Sig.5 57 52. aerog E.0% desinf yg dipakai * (+) BACTEC Crosstabulation (+) BACTEC Positif negatif 16 48 11.aureus S.5 7 11.coli Enteroba Ps aerog S.epider Total Crosstabs Case Processing Summary 48 2 1 2 0 5 6 64 Povidon Iodine dan Alkohol 70% 54 0 0 1 4 3 2 64 102 2 1 3 4 8 8 128 N desinf yg dipakai * (+) BACTEC 128 Valid Percent 100.0 desinf yg dipakai Alkohol 70% Total Count Expected Count Povidon Iodine Count dan Alkohol Expected 70% Count Count Expected Count Chi-Square Tests Value Pearson Chi-Square Continuity 4. (2sided) Exact Sig.5 23 23. (2sided) .0 Total Positif 64 64.Alkohol 70% Kultur E.293(b) 3.0% N 128 Total Percent 100.

390 4.032 a Computed only for a 2x2 table b 0 cells (.0 17 11.039 . Sig.064 .0 Total 67 67.005 .0 105 105. (1sided) 7.260 128 1 1 .0% N sex * (+) BACTEC 1 Valid Percent 128 100.0 61 61.Correction(a) Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases 4.749(b) 6.011 Exact Sig.0 Chi-Square Tests Value Pearson ChiSquare Continuity df Asymp.0 23 23.0 44 50. The minimum expected count is 11. (2sided) 1 1 . Crosstabs Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0 61 55.0% sex * (+) BACTEC 1 Crosstabulation (+) BACTEC 1 Positif Negatif sex lakilaki wanita Total Count Expected Count Count Expected Count Count Expected Count 6 12.036 .0 128 128.519 .0%) have expected count less than 5. (2sided) Exact Sig.50.0% N Total Percent 128 100.

Correction(a) Likelihood Ratio Fisher's Exact Test Linear-by-Linear Association N of Valid Cases 7.0%) have expected count less than 5.005 .966 7.006 .005 a Computed only for a 2x2 table b 0 cells (.688 128 1 1 .96. . The minimum expected count is 10.006 .