10 Metodologi Peneletian Rekayasa Perangkat Lunak

1. Model Waterfall Model Waterfall merupakan salah satu model klasik bersifat Sisetematis. Kenapa di sebut klasik??!! karena model ini dikerjakan secara berurutan. Pengunaan model ini dalam penerapan kehidupan sehari-hari sangatlah memakan waktu dan sangat sedikit di pakai dalam membuat software. masalah yang terdapat pada model ini : Perubahan sulit dilakukan karena sistemnya baku dan kaku. Karena, sifatnya kaku dan baku maka kebutuhan harus di kumpulkan secara lengkap sehingga perubahan bisa ditekan seminimal mungkin. Perlu diketahui penerapan model ini hanya untuk rekayasa sistem yang besar. 2. Model Prototype Kadang-kadang klien hanya memberikan beberapa kebutuhan umum software tanpa detil input, proses atau detil output. Di lain waktu mungkin dimana tim pembangun (developer) tidak yakin terhadap efisiensi dari algoritma yang digunakan, tingkat adaptasi terhadap sistem operasi atau rancangan form user interface. Ketika situasi seperti ini terjadi model prototyping sangat membantu proses pembangunan software. Sekalipun prototype memudahkan komunikasi antara developer dan klien , membuat klien mendapat gambaran awal dari prototype, membantu mendapatkan kebutuhan detil lebih baik namun demikian prototype juga menimbulkan masalah adalah developer biasanya

melakukan kompromi dalam beberapa hal karena harus membuat prototype dalam waktu singkat. Mungkin sistem operasi yang tidak sesuai, bahasa pemrograman yang berbeda, atau algoritma yang lebih sederhana.

3. Model Rapid Application Development (Model RAD) Model yang menitik beratkan pada proses pembuatan prangkat lunak yang incremental (pendek dan seingkat). Model RAD megadopsi model waterfall dan pembangunan dalam

“What is the simplest thing that could possibly work?” Lebih baik melakukan hal yang sederhana dan mengembangkannya besok jika diperlukan. Masalah yang terdapat dalam model RAD : a. 5. Simplicity/ sederhana: Menekankan pada kesederhanaan dalam pengkodean: a. c. Communication/Komunikasi : komunikasi antara developer dan klien sering menjadi masalah. b. Developer didampingi oleh pihak klien dalam melakukan coding dan unit testing sehingga klien bisa terlibat langsung dalam pemrograman sambil berkomunikasi dengan developer. Model ini adalah model proses yang terbaru dalam dunia rekayasa perangkat lunak dan mencoba menjawab kesulitan dalam pengembangan software yang rumit dan sulit dalam implementasi. dan rancangan yang sederhana mengurangi penjelasan. Selain itu perkiraan beban tugas juga diperhitungkan. berani mengerjakan kembali dan setiap kali kesalahan ditemukan. Tidak cocok untuk skala besar Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi. 4. Jika kebutuhan lengkap dan jelas waktu yang dibutuhkan secara komplit software yang dibuat misalnya 60 s/d 90 hari. Feedback / Masukan/Tanggapan: Setiap feed back ditanggapi dengan melakukan tes. Model Extreme Programming (XP) Model proses ini diciptakan dan dikembangkan oleh Kent Beck. b. Karena itu komunikasi dalam XP dibangun dengan melakukan pemrograman berpasangan (pair programming). waktu) Courage / Berani: Banyak ide baru dan berani mencobanya. V Model . Komunikasi yang lebih banyak mempermudah. Resiko teknis yang tinggi tidak cocok untuk model ini. tenaga. unit test atau system integration dan jangan menunda karena biaya akan membengkak (uang.waktu singkat dicapai dengan penerapan componenet based construction. langsung diperbaiki.

User dari V Model berpartisipasi dalam change control board terhadap V Model. Perangkatlunak dikembangkan dalam deretan pertambahan. yang memproses semua change request V Model juga memiliki beberapa kekurangan. Tahapan-Tahapan Model Spiral Model spiral dibagi menjadi enam wilayah tugas yaitu: a.Model iteratif ditandai dengan tingkah laku yang memungkinkanpengembangmengembangkan versi perangkat lunak yang lebih lengkap secara bertahap. V Model dikembangkan dan di maintain oleh publik. Komunikasi pelangganYaitu tugas-tugas untuk membangun komunikasi antara pelanggan dan kebutuhan-kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan. Model Spiral Model spiral pada awalnya diusulkan oleh Boehm. rilis inkremantal bisaberupamodel/prototype kertas. b. V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalamsuatu proyek. 6. adalah model proses perangkatlunakevolusioner yang merangkai sifat iteratif dari prototype dengan cara kontrol dan aspek sistematimodel sequensial linier.V Model memiliki beberapa kelebihan. V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activity dalam V Model yang digambarkanterlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalam activity tersebut dan apa yang tidak. V Model sangat fleksibel. . Kekurangan-kekurangan tersebut yaitu: a. Kelebihan-kelebihan tersebut secara garis besardapat dijelaskan seperti berikut: a. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dan tool secara dinamik. kemudian sedikit demi sedikit dihasilkan versi sistem yanglebih lengkap. Selama awal iterasi. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untukmenambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete b.

danproyek informasi lain yg berhubungan. Kelemahan model Spiral: · · Sulit untuk menyakinkan pelanggan bahwa pendekatan evolusioner ini bisa dikontrol. Memerlukan penaksiran resiko yang masuk akal dan akan menjadi masalah yangserius jikaresiko mayor tidak ditemukan dan diatur. 4. 5. 7. ketepatan waktu. Kelebihan dan Kelemahan Model Spiral a.danmemberi pelayanan kepada pemakai. · Menggunakan prototipe sebagai mekanisme pengurangan resiko dan pada setiapkeadaan didalam evolusi produk. 6. Evaluasi PelangganYaitu tugas-tugas untuk mendapatkan umpan balik dari pelanggan. Konstruksi dan peluncuranYaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk mengkonstruksi. Kelebihan model Spiral : · · · Dapat disesuaikan agar perangkat lunak bisa dipakai selama hidup perangkatlunak komputer. PerencanaanYaitu tugas-tugas untuk mendefinisikan sumber daya. · Butuh waktu lama untuk menerapkan paradigma ini menuju kepastian yang absolutD. Analisis ResikoYaitu tugas-tugas yang dibutuhkan untuk menaksir resikomanajemen dan teknis. PerekayasaanYaitu tugas yang dibutuhkan untuk membangun satu atau lebih representasi dari apikasitersebut. Lebih cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar. memasang . menguji. · Tetap mengikuti langkah-langkah dalam siklus kehidupan klasik dan memasukkannyakedalam kerangka kerja iteratif . Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadapresikosetiap tingkat evolusi karena perangkat lunak terus bekerja selama proses .b. Concurrent Development Model Concurrent Development Model merupakan Kelebihan dan Kelemahan Concurrent Development Model Kelebihan yang dimiliki oleh model ini adalah : . · Membutuhkan pertimbangan langsung terhadp resiko teknis sehingga mengurangiresikosebelum menjadi permaslahan yang serius b. c.

diuji. Dalam hal ini Scrum memiliki prinsip sebagai berikut : .misalnya. Tim-tim pengembangan scrum yang didukung oleh dua orang tertentu :ScrumMaster dan pemilik produk ( product owner ). bukan definisi Tugas. dllseperti yang akan disediakan dalam metodologi yang lain. Scrummerupakan suatu kerangka kerja. Pada awal sprint.a. pelanggan atau pengguna dan memandutim ke arah pegembangan produk yang tepat. Statenya sangat banyak sehingga membutuhkan waktu lebih banyak 8.membantuanggota tim menggunakan kerangka Scrum untuk tampil di tingkattertinggi. dan diintegrasikan ke dalam produkberkembangatau sistem. Tim scrumadalahmengorganisir diri dalam bentuk tidak ada pemimpin tim secara keseluruhan yangmemutuskanmana orang yang akan melakukan tugas atau bagaimana suatu masalah akandipecahkan. Pemilik produk mewakili bisnis. yang timeboxediterasi tidak lebih dari sebulan panjang. Pada akhir sprint tinjauan sprint dilakukan selama tim menunjukkanfungsi barukepada pemilik produk dan pemangku kepentingan lain yang memberikan umpan balikyang dapat mempengaruhi sprint berikutnya. Proses Concurrent Development Model ini berlaku untuk semua jenis pengembanganperangkat lunak dan memberikan gambaran yang akurat tentang keadaan sekarang darisuatu proyek. Hal ini dilakukan supaya tim akan tahu bagaimanacara terbaik untuk memecahkan masalah yang mereka disajikan. SCRUM Scrum adalah sebuah pendekatan tangkas untuk pengembangan perangkat lunak. Kekurangan yang dimiliki oleh model ini adalah : a. tim lintas fungsional. bukannya menyediakan deskripsi rinci tentang bagaimanasegala sesuatu yang harus dilakukan pada proyek seperti diserahkan kepada timpengembangan perangkat lunak pada umumnya. rapat perencanaan sprint digambarkan dalam bentuk hasil yang diinginkan (komitmen untuk mengatur fitur yang akan dikembangkan di sprint berikutnya). Inilah sebabnya mengapa. fitur ini dilakukan mereka diimplementasikan.Proyek Scrum membuat kemajuan dalam serangkaian sprint.Scrum bergantung pada pengorganisasian-diri. Pada akhir sprint. anggota tim berkomitmen untukmemberikan beberapa nomor fitur yang terdaftar di product backlog proyek. Scrum Master dapat dianggap sebagai pelatih bagi tim. kriteriaValidasi. Jadi. Tim ini lintasfungsional sehingga setiap orang perlu untuk mengambil fitur dari ide untuk diimplementasi. Mereka adalah isu-isu yang ditentukan oleh tim secara keseluruhan.

c. Proses dapat beradaptasi terhadap perubahan teknis dan bisnis proses menghasilkanbeberapa software increment.com/doc/108009101/Makalah-RPL-Kekurangan-dan-kelebihan-darimacam-macam-model-SDLC . b. Ukuran tim yang kecil melancarkan komunikasi. mengurangi biaya. Dokumentasi dan pengujian terus menerus dilakukan setelah software dibangun prosesscrum mampu menyatakan bahwa produk selesai kepanpun di perlukan sumber: http://www. d. Pembangunan dan orang yang membangun dibagi dalam tim yang kecil.dan memberdayakan satusama lain.a.scribd.