You are on page 1of 15

Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. Moh.

Saleh Probolinggo

BAB I LAPORAN KASUS
I.1 IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Umur Suku Alamat Pekerjaan MRS Rekam Medik : Tn. Moh.Saleh : Laki-laki : 40 tahun : Madura : Puger Kulon, Jember : Petani : Senin, 5 Desember 2011 : 457993

I.2 ANAMNESA A. Keluhan utama : nyeri pada tangan kiri

B. RPS Pasien datang ke IRD RSUD dr.Moh.Saleh pada senin, 5 Desember 2011 jam 19.20 dengan keluhan kesakitan pada tangan kiri akibat kecelakaan mobil. Pusing (-), muntah (-), trauma pada kepala (-), trauma pada leher (-), trauma pada dada dan perut (-). Pasien datang ke IRD RSUD dr.Moh.Saleh atas rujukan puskesmas Leces dengan diagnosa suspek fraktur dan luka robek pada tangan kiri. Terdapat luka robek di tangan kiri, deformitas siku kiri dan pin point.

C. RPD - Riwayat Hipertensi (-) - Riwayat Diabetes Melitus (-)

D. Riwayat alergi : Alergi terhadap obat maupun makanan tidak ada.

E. Riwayat pengobatan sebelumnya : Tidak ada.

Fraktur Monteggia

1

Thorax. gerakan nafas tertinggal (-) : Fremitus fokal paru kanan sama dengan kiri : Sonor diseluruh lapang paru : Suara nafas vesikuler. Kesadaran : Compos mentis C.3 PEMERIKSAAN FISIK A. Jantung . deformitas (-). sclera ikterik (-) : Pembesaran KGB (-).leher . rhonki (-).Palpasi .Kepala .Perkusi . iktus kodis tidak teraba : Batas jantung kesan normal : S1&S2 regular. Status generalis a.Auskultasi : Bentuk dada simetris . Kepala .Mata .Perkusi .Suhu : 88 x/ menit : 22 x/ menit : 36. tunggal. Tanda vital . retraksi (-) : Gerakan dinding dada simetris. Keadaan umum : Sedang B.Leher : Bentuk simetris. wheezing (-) Fraktur Monteggia 2 .Inspeksi .Tekanan darah : 120/80 mmHg .Respirasi . Moh.Inspeksi . Saleh Probolinggo I.Auskultasi : Bentuk dada simetris. : Konjungtiva anemis (-) .Nadi .Palpasi . Paru . murmur (-). retraksi (-). massa (-) b.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.5°C D.

Pemeriksaan laboratorium : (tidak ada) . 4 DIAGNOSA KLINIS Open fraktur ulna 1/3 proksimal I. E. Status lokalis antebrachii sinistra a. perdarahan masif (+) b.Perkusi .Inspeksi .Foto rongen antebrachii AP-Lateral Fraktur Monteggia 3 .Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. hepar & lien tidak teraba (-) : Timpani diseluruh lapang abdomen : Bising usus (+) Normal. false movement (+) I. deformitas aposisi (+). Feel c. Move : Nyeri tekan (+). Saleh Probolinggo c. Look : Luka robek (+). Moh. krepitasi tidak dicari karena pasien kesakitan. Abdomen .Auskultasi : Distensi (-) : Defans muskular (-).5 PEMERIKSAAN PENUNJANG . Nyeri tekan (-). : Nyeri bila digerakan (+).Palpasi . pembengkakan (+).

Infus cairan RL 20 tetes/menit .Pasang spalk I.7 TERAPI .Rawat luka . Moh. Saleh Probolinggo I.Injeksi Ceftriaxone 1 x 1g .8 PROGNOSIS Dubia ad malam Fraktur Monteggia 4 .Injeksi Lapibal 3 x 1 ampul .Injeksi Ketorolac 3 x 30 mg .6 ASSESMENT Fraktur ulna 1/3 proksimal sinistra dengan dislokasi kapitulum radius I.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.

2 Anatomi dan Fisiologi Pada ulna dan radius sangat penting gerakan-gerakan pronasi dan supinasi.(3) Kedua tulang lengan bawah dihubungkan oleh sendi radioulnar yang diperkuat oleh ligamnetum anulare yang melingkari kapitulum radius dan di distal oleh sendi radioulnar yang diperkuat oleh ligamentum radioulnar yang mengandung fibrokartilago triangularis. Moh. pronator teres dan pronator quadratus. Tulang yang bergerak supinasi pronasi adalah (rotasi) adalah radius. Oleh karena itu. Fraktur Monteggia II.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.(1) Fraktur Monteggia adalah fraktur sepertiga proksimal ulna disertai dislokasi dari kapitulum radius. Untuk mengatur gerekan ini diperlukan otot-otot supinator. Membrana interosea memperkuat hubungan ini sehingga radius dan ulna merupakan satu kesatuan yang kuat. patah yang hanya mengenai satu tulang agak jarang terjadi atau bila patahnya hanya mengenai satu tulang.(2) Fraktur Monteggia 5 .(2) Gambar 1. hampir selalu disertai dislokasi radioulnar yang dekat dengan patahan tersebut. 1 Definisi Fraktur yang mengenai tulang radius ulna karena rudapaksa termasuk fraktur disloikasi proximal atau distal radioulnar joint (Fraktur Dislokasi Galeazzi dan Montegia). Saleh Probolinggo BAB II TINJAUAN PUSTAKA II.

Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.(4) II. kerusakan jaringan lunak pada fraktur mungkin tidak ada 2. Bila terkena kekuatan tak langsung Tulang dapat mengalami fraktur pada tempat yang jauh dari tempat yang terkena itu. Moh. Tulang dapat patah pada tempat yang terkena. penekukan. Bila terkena kekuatan langsung. Fraktur akibat peristiwa trauma.Graham. penghancuran. 4 Etiologi Menurut Apley. Anatomi Radius-Ulna II. 3 Epidemiologi Cedera ini relatif jarang terjadi. Fraktur pada ulna biasanya dapat terlihat baik secara klinis maupun radiologis lengan dan siku. kurang dari 5% dari semua fraktur lengan bawah. Fraktur yang disebabkan oleh kekuatan yang tiba-tiba dan berlebihan. b. jaringan lunak rusak. Saleh Probolinggo Gambar 2. pemuntiran atau penarikan. Fraktur kelelahan atau tekanan Akibat dari tekanan yang berulang-ulang sehingga dapat menyebabkan retak yang terjadi pada tulang Fraktur Monteggia 6 . fraktur dapat terjadi akibat :(5) 1. a. yang dapat berupa pemukulan. A.

Klasifikasi Fraktur Antebrachii (1. Kelemahan abnormal pada tulang (fraktur patologik) Fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal kalau tulang itu lemah (misalnya oleh tumor) atau kalau tulang itu sangat rapuh. Trauma 3. Saleh Probolinggo 3. 4. Ini disebabkan kekuatan tulang yang berkurang dan disebut patah tulang patologis. infeksi atau osteoporosis tulang. Ruda paksa 2.) Monteggia fracture dislocation Fraktur ulna sepertiga proksimal disertai dislokasi ke anterior dari kapitulum radius (3. Beban lama atau trauma ringan yang terus menerus yang disebut fraktur II.) Essex Lopresti lesion Fraktur Monteggia 7 . Proses patologis Misalnya: tumor.7) Gambar 3. 5 Klasifikasi Pada antebrachii dapat terjadi beberapa fraktur :(1. Moh.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.) Galeazzi fracture dislocation Fraktur radius distal disertai dislokasi atau subluksasi sendi radioulnar distal (2. Penyebab fraktur menurut Sjamsuhidayat adalah :(6) 1.

tendon. Tipe I: fraktur proksimal ulna dengan angulasi anterior disertai dislokasi anterior kaput radius. Pada tipe ekstensi gaya yang terjadi mendorong ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi. gaya mendorong dari depan ke arah fleksi yang menyebabkan fragmen ulna mengadakan angulasi ke posterior. Tipe IV: dislokasi anterior dari caput radii disertai fraktur radius dan ulna. dan pembuluh darah. fraktur Monteggia dapat dikelompokkan sebagai berikut :(4) 1. Saleh Probolinggo Berdasarkarkan klasifikasi Bado. Fraktur tertutup tidak disertai kerusakan jaringan lunak disekitarnya sedangkan fraktur terbuka biasanya disertai kerusakan jarigan lunak seperti otot. 2. 6 Patofisiologi Trauma yang terjadi pada tulang dapat menyebabkan seseorang mempunyai keterbatasan gerak dan ketidakseimbangan berat badan. Tipe II: fraktur proksimal ulna dengan angulasi posterior disertai dislokasi posterior kaput radii dan fraktur kaput radii. Gambar 4.(8) II. ligamen. Sedangkan pada tipe fleksi. 4. Fraktur yang terjadi dapat berupa fraktur tertutup ataupun fraktur terbuka. (6) Fraktur Monteggia 8 .Klasifikasi Fraktur Monteggia Terdapat 2 fraktur Monteggia tipe yaitu tipe ekstensi (lebih sering) dan tipe fleksi. Tipe III: dislokasi lateral atau anterolateral dari caput radii disertai fraktur metafise ulna. 3. Moh.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.

1 Gejala Klinis Pasien dengan fraktur Monteggia disertai dengan pembengkakan siku. ekstremitas tidak berfungsi secara teratur karena fungsi normal otot tergantung pada integritas tulang yang mana tulang tersebut saling berdekatan. axonotmesis atau neurotmesis. radialis.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. Fraktur Monteggia 9 . Tertariknya segmen tulang disebabkan karena adanya kejang otot pada daerah fraktur menyebabkan disposisi pada tulang. sehingga lengan yang patah akan terlihat lebih besar. karena n. Pada pemeriksaan neurologis harus diperiksa n. radialis sering mengalami cedera dapat berupa neuropraxia. Kalau terjadi hal ini pada pemeriksaan dijumpai kemampuan dorsofleksi pada pergelangan tangan tidak ada (wrist drop). terutama bila supinasi dan pronasi. Tipe ini paling sering terjadi. dan nyeri bila siku digerakkan. deformitas.(9) II.(6) Mekanisme trauma pada antebrachii yang paling sering adalah jatuh dengan outstreched hand atau trauma langsung. sebab tulang berada pada posisi yang kaku.(4) Pada anamnesis didapati nyeri ditempat patah tulang. Gangguan fungsi Setelah terjadi fraktur ada bagian yang tidak dapat digunakan dan cenderung menunjukkan pergerakan abnormal. Hematom dalam jaringan lunak dapat terbentuk. krepitasi. Pada pemeriksaan.(3) Menurut Blach (1989) manifestasi klinik fraktur adalah :(6) 1. Tipe fleksi lebih jarang terjadi dimana gaya mendorong dari depan ke arah fleksi yang menyebabkan fragmen ulna mengadakan angulasi ke posterior. Moh. 7. Nyeri Nyeri kontinue/terus-menerus dan meningkat semakin berat sampai fragmen tulang tidak bisa digerakkan 2. jelas ditemukan tanda fraktur. Keluarnya darah dari luka terbuka dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. 7 Diagnosis II. Gaya yang terjadi mendorong ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi. Hal ini menyebabkan fraktur Montegia tipe ekstensi. Saleh Probolinggo Tekanan yang kuat atau berlebihan dapat mengakibatkan fraktur terbuka karena dapat menyebabkan fragmen tulang keluar menembus kulit sehingga akan menjadikan luka terbuka dan akan menyebabkan peradangan dan memungkinkan untuk terjadinya infeksi.

tomogram. 7. 7. Kaput radius bisanya dapat di palpasi. dilakukan bila dicurigai adanya kerusakan vaskuler 2. hematokrit kemungkinan meningkat atau menurun (perdarahan bermakna pada sisi fraktur atau organ jauh pada grauma multiple. Pasien dengan fraktur-dislokasi Monteggia datang dengan siku yang bengkak.(1) II. 3 Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan antara lain :(6) 1. 4. kreatinin dapat meningkatkan beban kreatinin untuk kelainan ginjal Fraktur Monteggia 10 . Pemendekan Pada fraktur tulang panjang terjadi pemendekan yang nyata pada ekstremitas yang disebabkan oleh kontraksi otot yang berdempet di atas dan di bawah lokasi fraktur 5. deformitas serta terbatasnya ROM karena nyeri khususnya supinasi dan pronasi. Pemeriksaan Radiologi Tampak jelas pada pemeriksaan rongent terlihat lokasi dan luas fraktur. 2 Pemeriksaan Klinis Fraktur setengan proksimal ulna dengan dislokasi radioulnar joint proksimal. Saleh Probolinggo 3. Arteriogram. Bengkak dan perubahan warna Hal ini disebabkan oleh trauma dan perdarahan yang mengikuti fraktur. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi kadar leukosit pada klien. Deformitas/kelainan bentuk Perubahan tulang pada fragmen disebabkan oleh deformitas tulang yang diketahui ketika dibandingkan dengan daerah yang tidak luka. 6. II. Scan tulang. Krepitasi Suara detik tulang yang dapat didengar atau dirasakan ketika fraktur digerakkan. Moh.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. Harus dilakukan pemeriksaan neurovascular dengan teliti oleh karena sering terjadi cedera saraf perifer nervus radialis. karena pada klien dengan luka terbuka resiko tinggi terjadi peningkatan kadar leukosit. scan CT/MRI dapat digunakan untuk mengidentifikasi kerusakan jaringan lunak.

sekrup. tetapi dalam beberapa hari kemungkinan akan tejadi redislokasi lagi karena fraktur ini termasuk fraktur yang tidak stabil. Bila gagal. Moh. Pada umumnya insisi dilakukan pada tempat yang mengalami cedera dan diteruskan sepanjang bidang anatomik menuju tempat yang mengalami fraktur. 9 Komplikasi Beberapa komplikasi yang mungkin timbul :(3.  Non union Disebabkan karena terjadi kehilangan segmen tulang yang disertai dengan infeksi. Sesudah direduksi.(9) Pada penderita dewasa. 8 Penatalaksanaan Pada saat ini metode penatalaksanaan yang paling banyak keunggulannya mungkin adalah pembedahan. (9) II. Setelah itu. Fraktur kemudian direposisi agar menghasilkan posisi yang normal kembali. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan bone grafting. sehingga terjadi angulasi dan rotasi. Metode perawatan ini disebut fiksasi interna dan reduksi terbuka. Hal ini dapat diatasi dengan operasi tandur alih tulang spongiosa. Mengenai ligamen annulare yang robek pada umumnya tak perlu dilakukan penjahitan. Saleh Probolinggo II.4)  Malunion Biasanya terjadi pada fraktur yang kominutiva sedang immobilisasinya longgar. Kalau ulna telah tereposisi baik. Imobilisasi gips sirkuler dilakukan di atas siku dengan posisi siku fleksi 90° dan posisi lengan bawah supinasi penuh. dengan jari kepala radius dicoba ditekan ke tempat semula. Asisten memegang lengan atas. walaupun hasil reposisi memberi gambaran baik.(6) Dilakukan reposisi tertutup. penolong melakukan tarikan lengan bawah ke distal.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. kemudian diputar ke arah supinasi penuh. dan paku. Untuk memperbaiki perlu dilakukan asteotomi. Hematoma fraktur dan fragmen-fragmen tulang yang telah mati diirigasi dari luka. dilakukan reposisi terbuka dengan pemasangan fiksasi interna (plate-screw). fragmen-fragmen tulang ini dipertahankan dengan alat-alat ortopedik berupa pen. dengan sendirinya sendi radio-ulna proksimal tereposisi. pelat. Fraktur Monteggia 11 .  Delayed union Terutama terjadi pada fraktur terbuka yang diikuti dengan infeksi atau pada fraktur yang communitiva. Maka pada penderita dewasa dapat langsung dilakukan tindakan open reposisi dengan internal fiksasi dipasang plate-screw.

fleksi palmar. pergerakan serta ekstensi II. 10 Prognosis pada Pasien Prognosis dari pasien ini buruk karena pasien menolak dilakukan tindakan medis. dengan jari kepala radius dicoba ditekan ke tempat semula. kemudian diputar ke arah supinasi penuh. supinasi. Fraktur Monteggia 12 . Asisten memegang lengan atas. Setelah itu. Harusnya kasus ini dapat dilakukan reposisi tertutup. penolong melakukan tarikan lengan bawah ke distal. pronasi. Medianus Rupture tendo ekstensor sendi pergelangan tangan.      Kompartemen sindrom Cross union Atropi sudeck Trauma N. Imobilisasi gips sirkuler dilakukan di atas siku dengan posisi siku fleksi 90° dan posisi lengan bawah supinasi penuh. Hal ini diatasi dengan fisioterapi. Pasien memutuskan dibawa ke sangkal putung yang nantinya dapat menyebabkan avaskuler nekrosis. dilakukan reposisi terbuka dengan pemasangan fiksasi interna (plate-screw). Bila gagal. Moh. Saleh Probolinggo  Kekakuan sendi Hal ini disebabkan karena pemakaian gips yang terlalu lama.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. pasien memutuskan pulang paksa tanpa dilakukan tindakan.

Tipe ini paling sering terjadi. Fraktur setengan proksimal ulna dengan dislokasi radioulnar joint proksimal. Membrana interosea memperkuat hubungan ini sehingga radius dan ulna merupakan satu kesatuan yang kuat. axonotmesis atau neurotmesis. fraktur Monteggia dapat dikelompokkan yaitu :     Tipe I: fraktur proksimal ulna dengan angulasi anterior disertai dislokasi anterior kaput radius. Tipe IV: dislokasi anterior dari caput radii disertai fraktur radius dan ulna. Gaya yang terjadi mendorong ulna ke arah hiperekstensi dan pronasi. Tipe fleksi lebih jarang terjadi dimana gaya mendorong dari depan ke arah fleksi yang menyebabkan fragmen ulna mengadakan angulasi ke posterior. Pada pemeriksaan neurologis harus diperiksa n. sehingga lengan yang patah akan terlihat lebih besar. Kalau terjadi hal ini pada pemeriksaan dijumpai kemampuan dorsofleksi pada pergelangan tangan tidak ada (wrist drop). Saleh Probolinggo BAB III KESIMPULAN Fraktur Monteggia adalah fraktur sepertiga proksimal ulna disertai dislokasi ke anterior dari kapitulum radius. Mekanisme trauma pada antebrachii yang paling sering adalah jatuh dengan outstreched hand atau trauma langsung.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. radialis sering mengalami cedera dapat berupa neuropraxia. Tipe III: dislokasi lateral atau anterolateral dari caput radii disertai fraktur metafise ulna. hampir selalu disertai dislokasi radioulnar yang dekat dengan patahan tersebut. Moh. karena n. patah yang hanya mengenai satu tulang agak jarang terjadi atau bila patahnya hanya mengenai satu tulang. Tipe II: fraktur proksimal ulna dengan angulasi posterior disertai dislokasi posterior kaput radii dan fraktur kaput radii. Berdasarkarkan klasifikasi Bado. Hal ini menyebabkan fraktur Montegia tipe ekstensi. Oleh karena itu. Pada anamnesis didapati nyeri ditempat patah tulang. jelas ditemukan tanda fraktur. Pasien dengan fraktur-dislokasi Monteggia datang dengan siku yang bengkak. Kedua tulang lengan bawah dihubungkan oleh sendi radioulnar yang diperkuat oleh ligamnetum anulare yang melingkari kapitulum radius dan di distal oleh sendi radioulnar yang diperkuat oleh ligamentum radioulnar yang mengandung fibrokartilago triangularis. Hematom dalam jaringan lunak dapat terbentuk. Fraktur Monteggia 13 . radialis. Pada pemeriksaan.

Fraktur Monteggia 14 . Kalau ulna telah tereposisi baik. dilakukan reposisi terbuka dengan pemasangan fiksasi interna (plate-screw). tetapi dalam beberapa hari kemungkinan akan tejadi redislokasi lagi karena fraktur ini termasuk fraktur yang tidak stabil. Saleh Probolinggo deformitas serta terbatasnya ROM karena nyeri khususnya supinasi dan pronasi. Kaput radius bisanya dapat di palpasi. Pada penderita dewasa. Bila gagal. Setelah itu. Dilakukan reposisi tertutup. Moh. Asisten memegang lengan atas. dengan sendirinya sendi radio-ulna proksimal tereposisi.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr. dengan jari kepala radius dicoba ditekan ke tempat semula. Maka pada penderita dewasa dapat langsung dilakukan tindakan open reposisi dengan internal fiksasi dipasang plate-screw. kemudian diputar ke arah supinasi penuh. Harus dilakukan pemeriksaan neurovascular dengan teliti oleh karena sering terjadi cedera saraf perifer nervus radialis. Mengenai ligamen annulare yang robek pada umumnya tak perlu dilakukan penjahitan. penolong melakukan tarikan lengan bawah ke distal. Imobilisasi gips sirkuler dilakukan di atas siku dengan posisi siku fleksi 90° dan posisi lengan bawah supinasi penuh. walaupun hasil reposisi memberi gambaran baik.

UMY-Ecase. A. Trinoval. Fraktur Radius Ulna. Moh. http://startreadingfirst. http://akangnoval.net/wiki/index. Wim.html diakses pada tanggal 5 Desember 2011 9. 1995 : 238-239 6. http://bedahunmuh. Fraktur Antebrachii. Apley .html diakses pada tanggal 5 Desember 2011 8. Fraktur.com/fig/figt013.blogspot. Saleh Probolinggo DAFTAR PUSTAKA 1.blogspot. Jakarta: EGC. Fraktur Lengan Bawah.Hand. Djoko Simbardjo. De Jong. Combined Forearm Fractures. Jakarta: Widya Medika. R Sjamsuhidayat.2005.wordpress.Fakultas Kedokteran UWKS RSUD Dr.com/2010/04/frakturantebrachii. Dalam: Buku Ajar Ortopedi dan Fraktur Sistem Apley Edisi Ketujuh. Dalam: Buku Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Hal 867-868 3. Kawuryans.com/2010/05/20/fraktur-radius-ulna/ diakses pada tanggal 5 Desember 2011 2. Fraktur Antebrachii. Reading First Digital Bookstore. 2005.fkumyecase. Klasifikasi Fraktur Monteggia. Jakarta : Binarupa Aksara. Fraktur Ekstremitas Atas.php?page=Fraktur+Radius+dan+Ulna diakses pada tanggal 5 Desember 2011 4. Fraktur Radius Ulna.html diakses pada tanggal 5 Desember 2011 5.html diakses pada tanggal 5 Desember 2011 7.eatonhand. Dalam : Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. http://www.com/2010/12/klasifikasi-fraktur-monteggia.com/2009/05/laporanpendahuluan-asuhan-keperawatan. Graham Apley & Louis Soloman.blogspot. 472-473 Fraktur Monteggia 15 . http://kfirzi-ners. E. FK Unmuh Malang. http://www.