You are on page 1of 11

No. 04 Vol.

1315-01 LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN PENGARUH HORMON AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN AKAR Sitatun Zunaidah (1509 100 706) Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2011 Abstrak Hormon tumbuhan adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan di pindahkan kebagian lain dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis. Hormon yang memicu pertumbuhan pada tanaman, salah satunya adalah hormon auksin. Pada praktikum ini dilakukan percobaan mengenai pengaruh hormon terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan bertujuan untuk mengetahui kadar IAA terhadap jumlah dan panjang akar. Batang tanaman yang digunakan adalah batang tanaman sirih. Auksin yang digunakan dalam percobaan ini adalah auksin alami yaitu IAA (Indole Acetid Acid) dengan kadar konsentrasi yang berbeda. Batang sirih direndam dalam IAA dengan kosentrasi 0,1; 1; 10; 100 ppm. Selain itu juga digunakan pembanding (kontrol) yaitu akuades. Diamati pertumbuhan dan jumlah akar yang tumbuh akibat perendaman dengan IAA. Dari paktikum ini didapatkan hasil bahwa perlakuan IAA pada tanaman sirih mempengaruhi jumlah dan pertumbuhan akar, baik pada perlakuan gelap maupun perlakuan terang. Konsentrasi IAA yang rendah menyebabkan pertumbuhan akar berjalan lambat baik pada perlakuan gelap maupun terang. Pertumbuhan akar paling banyak pada konsentrasi IAA 10 ppm. Sedangkan pada konsentrasi IAA yang berlebih menyebabkan akar tidak dapat tumbuh yakni pada pemperian IAA 100 ppm. Pertumbuhan akar di tempat gelap jauh lebih cepat dibanding pada tempat yang terang. Hal ini karena salah satu factor yang dapat menghambat kerja IAA / auksin adalah cahaya. Kata kunci: pertumbuhan, hormon, auksin, dan IAA Abstract Plant hormones are organic compounds that are synthesized in one of the plants and on the move corner to another and at very low concentrations is capable of inflicting a physiological response. Hormone that triggers the growth of the plant, one of which is the hormone Auxin. In this experiment was conducted on Practicum instructors the influence of hormones on the growth and development of plant aims to find out the number and levels of IAA on long roots. Stem plants used are the betel plant stems. Auxin is used in the experiment it is natural that IAA Auxin (Indoles Acetid Acid) with different concentration levels. The rod is immersed in the IAA with betel concentrations 0.1; 1; 10; 100 ppm. It also used a comparison (control) that is akuades. Observed growth and the number of roots that grow by soaking with the IAA. From paktikum this is the result that the IAA on plant treatment affects the number of betel and root growth, both in dark or bright treatment treatment. Low concentrations cause the growth of the IAA roots running slow at both the dark and the light treatment. Root growth in concentrations of IAA at most 10 ppm. While the excess concentration of IAA cause root could not be grown in pemperian IAA 100 ppm. The growth of roots in a dark place is much quicker than on the light. This is because the one factor that may hinder the work of the IAA/Auxin is light. Keywords: Auxin, hormones, growth, and the IAA

Pada kadar yang sangat tinggi. Auksin merupakan hormon terhadap tumbuhan yang mempunyai peranan luas terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. 1995). meningkatkn permea-bilitas sel terhadap air. Permasalahan pada praktikum ini adalah bagaimana mengetahui pengaruh pemberian IAA terhadap jumlah dan pertumbuhan akar. dan daun (Pamungkas. mening-katkan sintesa protein. 1991). 2011). Fungsi auksin dalam transmisi isyarat lingkungan seperti cahaya dan gravitasi. Berbeda dengan yang diproduksi oleh hewan senyawa kimia pada tumbuhan sering mempengaruhi sel-sel yang juga penghasil senyawa tersebut disamping mempengaruhi sel lainnya. Hormon ini dihasilkan pada ujung pucuk yang sedang tumbuh dan akan mendatangkan efek atau akibat apabila telah bergerak kebagian organ yang lain. Pengaruh auksin terhadap perkembangan sel menunjukkan adanya indikasi bahwa auksin dapat menaikkan tekanan osmotik. Perbandingan antara auksin dan sitokinin yang tepat akan meningkatkan pembelahan sel dan diferensiasi sel. batang. Unsur ZPT ini merupakan hormon pada tumbuhan yang merupakan senyawa kimia yang diekskresi oleh suatu organ atau jaringan yang dapat mempengaruhi organ atau jaringan lain dengan cara khusus. dan melunakkan dinding sel yang kemudian diikuti menurunnya tekanan dinding sel sehingga air dapat masuk ke dalam sel yang disertai dengan kenaikan volume sel. Dan salah satu tipe Zat Pengatur Tumbuhan tersebut yang telah diidentifikasi yaitu auksin (Anonim1. Unsur tersebut biasa disebut dengan Zat Pengatur Tumbuh atau ZPT. Dengan adanya kenaikkan sintesa protein. Auksin yang diberikan secara eksogen tidak mempengaruhi pembentukan tunas. Auksin yang terlibat dalam banyak peraturan terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman proses pada tanaman. tanaman juga memerlukan beberapa unsur (Zat) lain untuk mengendalikan dan mendukung kelangsungan hidupnya. 1994). regulasi percabangan proses dalam tunas dan akar.Pendahuluan Latar Belakang Selain membutuhkan sumber nutrisi. Pertumbuhan dan perkembangan dikontrol oleh adanya keseimbangan hormon dalam tanaman. Tinjauan Pustaka Hormon tumbuhan adalah senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan di pindahkan kebagian lain dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis (Salisbury. Hal ini tentu sinyal spasial dan temporal serbaguna. karena pembentukan tunas lebih dipengaruhi oleh adanya sitokinin endogen. 2009). pola diferensiasi sel-sel di meristem dan organ dewasa. Pengaruh auksin terhadap rangsangan berbeda-beda. Pada praktikum ini dilakukan percobaan mengenai pengaruh hormon terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan yang mana bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar IAA terhadap jumlah dan panjang akar. Sifat penting auksi adalah berdasarkan konsentrasinya. Auksin berperan penting dalam perubahan dan pemanjangan sel (Anonim1. auksin lebih bersifat menghambat daripada merangsang pertumbuhan. maka dapat digunakan sebagai sumber tenaga dalm pertumbuhan (Hendaryono. dapat merangsang dan menghambat pertumbuhan. karena mereka menemukan lebih baru-baru ini. Kandungan sitokinin dalam sel yang lebih tinggi daripada auksin akan memacu sel untuk membelah secara cepat dan berkembang menjadi tunas. Inisiasi dan pembentukan tunas dikontrol oleh adanya interaksi antara auksin dan sitokinin. rangsangan yang paling kuat adalah rangsangan terhadap sel-sel meristem apikal batang dan koleoptil. Fungsi auksin dalam memacu pertumbuhan tanaman adalah sebagai pengaturan perbesaran sel dan pergerakan auksin selalu menjauhi arah cahaya (Loveless. Auksin transportasi menghasilkan konsentrasi mak- . 2011).

Sedangkan bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah potongan tanaman herba. struktur. nitrogen oksida. termasuk embriogenesis. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan dapat dikategorikan sebagai faktor eksternal dan faktor internal. organogenesis pembentukan. Diferensiasi (Gardner. nematoda. Sedangkan cara kerja dalam praktikum ini adalah pertama batang tanaman sirih dipotong 10 ruas sebanyak 10 buah.1. Akibatnya air masuk ke dalam sel dan sel membesar. pH. N2. Pada . mungkin melalui transkripsi molekul RNA. kejenuhan basa. 5 botol ditutup dengan kertas karbon. Ketahana terhadap tekanan iklim. IAA yang diberikan yaitu dengan konsentrasi 0. angin. Perendaman dilakukan selama 2 jam. Mempengaruhi metabolisme RNA yang berarti metabolisme protein. Faktor Eksternal a. Pembagian hasil asimilasi dan e. aluminium foil. Pengasaman dinding sel menyebabkan K+ diambil dan pengambilan ini mengurangi potensial air dalam sel. Klorofil. dan kandungan pigemn lain f. serangga. 1. dikelompokkan sebagai berikut: 1. Cl. Pengaruh auksin terhadap partumbuhan jaringan tanaman diduga melalui dua cara yaitu Menginduksi sekresi ion H+ keluar sel melalui dinding sel. Faktor Internal a. 2. tanah. macammacam tipe herbivora. c. 1991). larutan IAA 0. dan kertas label. dan ketersediaan nutrien. Hasil dan Pembahasan Percobaan pengaruh hormon terhadap pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan bertujuan untuk mengetahui kadar IAA terhadap jumlah dan panjang akar. karoten. penggaris. air. organisme penyebab penyakit. bahan organik. dan O3) b. 10. Peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum ini adalah Botol Nescafe 10 buah.1. Fl. yakni batang tanaman sirih (Piper betle). 100 ppm dan diberi air sebagai kontrol. jaringan pembuluh darah dan tropisme. Biologis Gulma. dan gas (CO2. dan mikroorganisme tanah. dan aquades. 1994).1 10. kapasitas pertukaran kation.simum auksin dan terdegradasi dalam jaringan yang berperan dalam regulasi beragam proses perkembangan berbagai tanaman. Laju fotosintetik c. 100 ppm. Respirasi d. Tiap perlakuan perendaman terdiri dari 2 batang. Kemudian masing masing batang direndam dengan IAA. 5 botol lainnya dibiarkan terbuka tanpa ditutup dengan kertas karbon. O2. Setelah itu batang diambil dan dimasukkan kedalam botol nescafe yang telah diisi dengan air. Edafik (Tanah) Tekstur. dan biologis b. panjang hari. Pengaruh langsung gen j. Auksin sintetik yang sering digunakan dalam kultur jaringan tanaman dapat memacu terjadinya dominansi apical dan dalam jumlah sedikit memacu pertumbuhan akar (Hendaryono. gelas ukur. temperatur. kertas karbon. Iklim Cahaya. Aktivitas enzim i. sedangkan kelompok kedua. Kelompok pertama. SO2. 2009). Tipe dan letak meristem g. Mekanisme transport auksin hanya signal molecule sebagian besar mendasari plastisitas yang luar biasa dari perkembangan tanaman dan pertumbuhan yang memungkinkan arsitektur untuk berubah sesuai dengan lingkungan (Yong. Kapasitas untuk menyimpan cadangan makanan h. Metodologi Praktikum ini dilakukan pada tanggal 15 November 2011 di laboratorium botani Biologi ITS.

batang bougenvil yang direndam tersebut diambil dan dimasukkan ke dalam botol nescafe yang telah diisi dengan air. Pada perlakuan terang. Pada pemberian IAA 1 ppm pertumbuhan akar bertambah banyak dan semakin meningkat dari 0. bagian kedua tidak ditutup dengan kertas karbon. Pada perlakuan gelap. Batang tersebut dipotong sebanyak 10 ruas. Zat penghalang pada batang tanaman sirih juga dapat menghambat peresapan atau transport IAA kedalam batang sehingga tidak dapat memicu pertumbuhan akar dari floem luar batang sirih (Salisbury. Untuk memberikan pengaruh yang sama pada pembentukan akar. 100 ppm dan direndam dengan Air.1 ppm mengalami pertumbuhan akar yang sama dengan botol control.1 ppm dan 1 ppm tidak tumbuh akar. Hasil dari pengamatan yang dilakukan selama 7 hari.1. Menurut Lakitan (1996) pada kadar yang sangat tinggi. Namun pada konsentrasi 10 ppm akar tumbuh semakin . botol control muncul 1 akar. Bagian pertama ditutup dengan kertas karbon. perlakuan ini dibagi menjadi 2 bagian. Perendaman ini berfungsi untuk memicu pertumbuhan akar pada tanaman sirih. Jika ditinjau dari kandungan lignin yang terdapat pada batang sirih. Setelah dua jam. auksin lebih bersifat menghambat dari pada merangsang pertumbuhan. System kerja hormone mirip dengan enzim ketika konsentrasi hormone maksimum maka pertumbuhan atau pembelahan sel akan terhenti/ tidak bertambah meskipun konsentrasinya terus ditambah. botol dengan 0. Hal ini membuktikan bahwa kerja hormone pada titik optimum akan meningkatkan jumlah akar secara maksimal dalam hal ini konsentrasi IAA optimum adalah 10 ppm. Setelah itu direndam dengan IAA selama 2 jam. batangnya mempunyai struktur yang keras. yaitu larutan IAA dengan konsentrasi 0. Perlakuan ini untuk mengetahui pengaruh dari cahaya terhadap aktivitas auksin dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman sirih. botol kontrol tumbuh akar sebanyak 2 buah berturutturut sampai hari ke-7. Pemotongan setiap batang harus sama panjang. Karakter batang yang seperti ini seharusnya dapat dipatahkan oleh auksin. Tanaman sirih mempunyai batang yang relative kecil sehingga mudah untuk dimasukkan kedalam botol. Jika ditinjau dari keberadaan produksi hormone ethilen yang cukup banyak pada batang Bougenvil. Selain itu tumbuhan ini mempunyai nodus sehingga dapat digunakan untuk mempermudah pengamatan jumlah akar yang tumbuh. Jumlah akar semakin banyak pada pemberian IAA 10 ppm (hasil dapat dilihat pada tabel). 7 sampai 8 buah.2005). sehingga proses terbentuknya akar terhambat. 6. hormone ini dapat menghambat hormone auksin (Salisbury. Setelah itu diamati selama 7 hari.praktikum ini digunakan batang tanaman sirih (Piper betle). 1. selain itu besar dan banyak daun akan berpengaruh pada laju fotosintesis dan respirasi yang dikhawatirkan akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan akar. Namun pad konsentrasi IAA 100 ppm tidak ada akar yang tumbuh. Walaupun diberi perlakuan gelap dan terang. Kadar IAA yang diberikan berbeda-beda. Begitu juga pada botol dengan pemberian IAA 0. Semakin tinggi konsentrasi IAA maka pertumbuhan akar akan semakin terhambat dan menyebabkan akar tidak tumbuh (konsentrasi hormone maksimal). 10. 1995). Pada pemberian auksin dengan kadar rendah disebut konsentrasi minimum dimana pertumbuhan akar tidak begitu signifikan Kondisi yang sama (tidak tumbuh akar) juga dapat terjadi karena auksin yang diberikan terlalu tinggi. Untuk mengamati pertumbuhan akar pada tiap ruasnya. Sedangkan air sebagai kontrol atau pembanding. Perendaman dengan kadar IAA yang berdeda berfungsi untuk mengetahui pengaruh kadar IAA terhadap pertumbuhan akar tanaman sirih. Diukur panjang dan jumlah akar yang ada pada semua perlakuan. Penutupan dengan kertas karbon agar cahaya tidak dapat masuk kedalam botol (perlakuan gelap) sehingga dapat diketahui perbedaan pertumbuhan antara tanaman yang diletakkan di tempat gelap dan di tempat terang.

Padahal pada perlakuan gelap akar tumbuh dengan konsentrasi IAA tersebut. yang tidak aktih pada pH tinggi. transport auksin secara akropetal ke arah ujung melalui parenkim vaskuler. Hal ini membuktikan factor cahaya menghambat kerja auksin terbukti dengan tidak tumbuhnya akar pada botol 0. 1991). yaitu laju auksin menurun tanpa oksigen atau dengan adanya karbondioksidaTingkat di atas optimal mungkin menyebabkan transpor secara apoplastik maupun transpor simplastik. atau potongan batang memerlukan H+ ke dinding sel primer yang mengelilinginya.1 ppm Terang 1 ppm Terang 10 ppm Grafik 2 : pertumbuhan akar pada tempat terang Pada batang auksin ditransport secara basipetal (away from apex). 1994). 2002). Dan pembentukan atau pemanjangan akar dapat terjadi (Salisbury. Sehingga dapat dibuktikan bahwa salah satu factor penghambat kerja hormone adalah cahaya. molekulnya akan mengikat ion hydrogen (H+) sehingga menjadi bermuatan netral.banyak dan jumlah akar semakin menurun pada pemberian IAA dengan konsentrasi 100 ppm. Selain itu tidak terbentuknya akar juga dapat disebabkan oleh rusaknya hormon IAA yang diberikan.1 ppm 10 Gelap 1 ppm 5 0 1 2 3 4 5 6 7 Gelap 10 ppm Gelap kontrol 16 14 12 10 8 6 4 2 0 1 2 3 4 5 6 7 Terang kontrol Terang 0. Selain itu jumlah akar yang dihasilkan dalam perlakuan gelap lebih banyak dibanding perlakuan terang.Pada saat auksin menemui lingkungan yang asam dari dinding sel. Grafik 1 : pertumbuhan akar pada tempat gelap Gambar 1: transport auksin (Campbell. yaitu dari ujung ke basal. . sehingga IAA tidak dapat memicu pertumbuhan akar (Hendaryono. pH yang rendah ini juga diduga bekerja dengan cara mengaktifkan merusak beberapa enzim perusak. IAA dapat mengalami degradasi yang disebabkan oleh adanya cahaya ataupun dapat diuraikan oleh enzim oksidatif. Pada akar. Natrium fluorida dan triiodobenzoat merupakan penghambat transpor (Gardner. 20 15 Gelap 0. sehingga membuat dinding lebih mudah merenggang. Ion H+ ini menurunkan pH sehingga terjadi pengenduran dinding dan pertumbuhan yang cepat.1 ppm dan 1 ppm. Adanya cahaya akan memperlambat kerja hormone auksin. Transpor auksin umumnya simplastik (dalam floem) dan aktif. Berdasarkan hipotesis pertumbuhan asam: auksin menyebabkan sel penerima pada potongan koleoptil. Keterangan : 1. Enzim tersebut diduga memutuskan ikatan polisakarida. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik di bawah ini. 1995). Transpor auksin berlangsung secara basipetal. Sitokinin dan giberelin mempercepat transpor auksin sedangkan penghambat pertumbuhan memperlambat transpor auksin.

Sedangkan di daerah perakaran yang kandungan auksinnya rendah ternyata aktivitas IAA oksidasenya tinggi (Abidin. selanjutnya menjadi Indole-3-acetic acid (IAA). yang membantutransportasi anion auksin ke luar dari sel (Campbell. pigmen pada tanaman akan menyerap cahaya. Dan zat organik lain (Indoleeethanol) yang terbentuk dari Trypthopan dalam biosintesis IAA atas bantuan bakteri (Rayle dan Purves. Bahan organic lain yaitu Indoleacetonitrile adalah bahan organic yang ditemukan dalam tanaman Cruciferae dan dapat dikelompokkan ke dalam auksin. Trytophan berubah menjadi IAA dengan membentuk Indole pyruvic acid dan indole-3acetaldehyde. 1944 dalam Abidin (1982) Indoleacetaldehyde diidentifikasikan sebagai bahan auksin yang aktif dalam tanaman. 3. karena membran plasma lebih permeabel terhadap ion. 1982). Selanjutnya zat kimia tersebut aktif dalam menstimulasi partumbuhan kemudian berubah menjadi IAA. Tetapi IAA ini dapat pula terbentuk dari Tryptamine yang selanjutnya menjadi Indole-3-acetaldehyde.Auksin dapat ke luar dari sel. hanya pada bagian basal sel. Sebagaimana kita ketahui. secara sederhana bahwa gula (glukosa. Ada hubungan yang berbanding terbalik antara aktivitas oksidase IAA dengan kandungan IAA dalam tanaman. 1982).Sebagai suatu molekul netral yang berukuran relatif kecil. begitu pula sebaliknya. dengan cara membuat suatu potensial membran (tekanan) melewati membran. Enzymatic oxidation yang terjadi pada IAA telah ditemukan oleh para ahli dalam berbagi jaringan tanaman. 1982). Didalam proses biosintesis.2. merupakan salah satu zat yang terbentuk dalam biosintesis IAA. Menurut Heddy (1996). mengatur perbedaan pH antara di sebelah dalam sel dengan di sebelah luar sel. 5. ternyata aktivitas IAA oksidasenya rendah. tempat protein karier spesifik terpasang di dalam membran (protein pembawa auksin) 6. Sedangkan mengenai perubahan dari ndole-3-acetonitrile menjadi IAA dengan bantuan enzim nitrilase prosesnya masih belum diketahui (Abidin. Perubahan tersebut adalah perubahan dari Tripthopan menjadi IAA. kemudian energi ini dapat mengoksidasi IAA. daripada terhadap molekul yang netral.Pada bagian sebelah dalam sel. arabinosa) dan lemak membentuk kompleks IAA. dengan ukuran yang sama. hormon berada di dalam sel. Tryptamine sebagai salah satu zat organic. berpengaruh terhadap aktivitas auksin. Apabila kandungan IAA tinggi.Pemompaan proton yang dikendalikan ATP.Pemompaan proton. IAA adalah endogenous auksin yang terbentuk dari Tryptophan yang merupakan suatu senyawa dengan inti Indole dan selalu terdapat dalam jaringan tanaman. Zat tersebut atas bantuan enzim nitrilase dapat membentuk aksin. Proses sintesis auksin Menurut Larsen. Dalam photo oksidasi. maka aktivitas IAA oksidase menjadi rendah. Dalam hal ini perlu dikemukakan pula bahwa Tryptophan adalah zat organic terpenting dalam proses biosintesis IAA. Rantai yang mempunyai carboxyl group yang dipisahkan oleh karbon atau oksigen akan memberikan aktivitas yang optimal. Adapun pigmen yang erperan adalah Ribovlavin dan BCarotene (Abidin. Di daerah meristematic yang kadar auksinnya tinggi. Pada waktu yang singkat ini. 1982).2002). kemudian di katalisasi oleh enzim peroksida sehingga menghasilkan indolealdehyde yang bersifat naktif. Pemecahan IAA dapat pula terjadi di alam. menyebabkan auksin berionisasi menjadi auksin bermuatan negatif dan ion H+. pH lingkungan sebesar 7. Posisi dan panjang rantai keasaman. Sebagai contoh IAA dan . auksin melintas melalui membran plasma. Hal ini adalah sebagai akibat adanya photo oksidasi dan enzim. Oksidasi IAA oleh hydrogen peroksida. 1976 dalam Abidin. berperan terhadap aliran auksin ini. 4. Indoleacetonitrile yang terdapat pada tanaman. terbentuk dari Glucobrassicin atas bantuan aktivitas enzim myrosinase.

Ada dua macam pigmen yang suka meresap sinar nila. Konsentrasi IAA yang rendah . Sehingga secara umum auksin mendorong perpanjangan sel dengan cara mempengaruhi dinding sel. meningkatkan permeabilitas sel terhdap air. Fungsi auksin di dalam proses tersebut membebaskan DNA dari Histone untuk sintesis RNA. KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum ini yaitu perlakuan IAA pada tanaman sirih mempengaruhi jumlah dan pertumbuhan akar. Menurut Delvin. Untuk menghindari hambatan tersebut auksin mempunyai peranan dalam menggeser Ca2+ dari pectic substance. terjadilah pergantian dari (-COOH) menjadi (-CH3) dengan mengalami proses esterisasi yang akhirnya menjadi Pectin. 1982). meningkatkan sintesis protein. 1975 dalam Abidin (1982). 2011) Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja auksin dalam sel adalah: a. c. Sisi bawah dari ujung batang menerima lebih banyak auksin daripada sisi sebelah atas sebagai akibat dari pengaruh gaya berat.4-D. baik pada perlakuan gelap maupun perlakuan terang. Penambahan Ca2+ pada dinding sel dapat mengakibatkan rigiditas pada dinding sel. Gaya berat Peredaran auksin adalah dari puncak menuju ke dasar (bagian akar). (Anonim3. kehadiran auksin berpengaruh tehadap sintesa protein. Riboflavin terdapat di dalam ujung-ujung batang. Pertumbuhan sel ini distimulasi oleh auksin (Abidin. Galacturonic acid ini merupakan turunan dari galactose sebagai hasil oksidase carbon-6 suatu carbinoyl group (-CH2OH) menjadi suatu carboxyl group (-COOH). akan tetapi menghambat pertumbuhan sel-sel akar. mRNA akan membantu pembentukan enzim-enzim. Kadar auksin kadar auksin yang tinggi akan menggiatkan pengembangan sel-sel batang. sehingga riboflavin merupakan pigmen yang meresap sinar nila yang dapat merusak enzim-enzim yang membantu pembentukan AIA dan triptofan. yaitu betakarotin dan riboflavin. sel tidak hanya mengalami peregangan akan tetapi juga mengalami penebalan dinding sel baru. enzim-enzim ini akan meningkatkan plastisitas dan plelebaran dinding sel. b. Cahaya Sinar dapat merusak auksin dan dapat menyebabkan pemindahan auksin ke jurusan yang menjauhi sinar. yang menghambat proses cell enlargement. Sinar nila merusak auksin atau mencegah terjadinya auksin. Pada saat sel mengalami enlargement phase. sehingga terjadi pelunakan pada dinding sel (Abidin. Dari hasil studi tentang pengaruh auksin terhadap perkembangan sel menunjukkan bahwa auksin dapat meningkatkan tekanan osmotic. dan meskipun tanpa betakarotin pengaruh fototropisme tetap ada.2. meningkatkan plastisitas dan pengembangan dinding sel. Di dalam fase pertumbuhan tanaman tediri dari dua fase yaiti fase pembelahan dan fase perrkembangan. Gambar 2 : jalur sintesis auksin (Anonim2. Pectic acid adalah suatu asam yang mengandung 1-4 rantai galacturonic acid. Tetapi pectic acid pun dapat pula berubah menjadi calcium pectate dengan penambahan Ca2+. Dalam proses selanjutnya. 1982). 2011).

Mitchell. http://4pertanian. Salisbury. Wijayani. Penerbit Angkasa. Dasar-dasar pengetahuan tentang zat pengatur tumbuh. Jean W. 2011.menyebabkan pertumbuhan akar berjalan lambat baik pada perlakuan gelap maupun terang. B. 5144-5164. 1991. Hal ini karena salah satu factor yang dapat menghambat kerja IAA / auksin adalah cahaya. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik jilid 1. doi:10. F. Fisiologi Tanaman Budidaya.)J. Raja Grafindo Persada. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. A. H. Lakitan. Sains & Mat. http://i-me-myselfildah. Jakarta. Reece. F. 2011. 2002.blogspot.2 Ducc-BR-K1.com/2011/01/fisiologi-tumbuhanpengaruhauksin. Sedangkan pada konsentrasi IAA yang berlebih menyebabkan akar tidak dapat tumbuh yakni pada pemperian IAA 100 ppm.Raja Grasindo Persada: Jakarta. The Chemical Composition and Biological Properties ofCoconut (Cocos nucifera L. 14.30 WIB.blogspot. Anonim3. Vol. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh Auksin. 3 Juli 2009: 131-140. Kanisius: Yogyakarta. N. diakses pada tanggal 28 November 2011 pukul 19. Z. Hendaryono. 1994. D. UI Press. Pengaruh Konsentrasi dan Lama Perendaman Dalam Supernatan Kultur Bacillus sp. ITB : Bandung.. 2009.B. 1996.html. 1982.3390/molecules14125144 .R.)Water.Molecules. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. B.com-/2009/08/fisiologitumbuhan-pengaruh-auksin. P. and J. Fisiologi Tumbuhan Pengaruh Auksin. dan R. Febriani Tri. Yong. Hormon tumbuhan. PT Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.com/2011/03 /hormon-tumbuhan. Ross.00 WIB. 1995.-html. http://biologigonz. Loveless. R. Jakarta. diakses pada tanggal 28 November 2011 pukul 18.html. A. Bandung. Daftar Pustaka Abidin.blogspot.802-831.3 Terhadap Pertumbuhan Stek Horisontal Batang Jarak Pagar (Jatropha curcas L. Campbell. Anonim2. 2011.W. Hormon Tumbuhan. Sixth Edition.L. 1996.B dan K. Pertumbuhan akar paling banyak pada konsentrasi IAA 10 ppm. San Francisco. Pamungkas. Pearce. Pearson Education. 17 No. Heddy. diakses pada tanggal 28 November 2011 pukul 19. Pertumbuhan akar di tempat gelap jauh lebih cepat dibanding pada tempat yang terang. 1991. Inc. Tehnik Kultur Jaringan: Pengenalan dan Petunjuk Perbanyakan Tanaman secara Vegetatifmodern. Anonim1.30 WIB. Gardner. Biology. 2009.P dan A. S.

mendukung terjadinya pelapukan pada daun. menghambat pemanjangan akar. 3. mempengaruhi pertumbuhan tunas dan akar. dan terjadinya proses diferensiasi. mempengaruhi pucuk tumbuhan untuk melakukan dormansi. oksigen 2. mempengaruhi pembungaan. Sedangkan pengaruh sinar matahari pada pertumbuhan akar tanaman sirih juga berpengaruh terbukti dengan tanaman sirih yang ditanam pada botol tertutup jumlah akarnya lebih banyak daripada tanaman sirih yang ditanam pada botol yang tidak ditutup. Semakin tinggi konsentrasi IAA yang diberikan. meningkatkan daya resistensi terhadap pengaruh yang merugikan. sehingga proses terbentuknya akar terhambat. nutrient. pemanjangan titik tumbuh. . menstimulasi perkecambahan. Namun pertumbuhan akar meningkat ketika konsentrasi IAA ditingkatkan. Auksin : merangsang perpanjangan sel. pembentukan bunga dan buah. pembentukan akar lateral. Rhizokalin(akar). hormone ini dapat menghambat hormone auksin (Salisbury. Factor internal : hormone dan hereditas Faktor eksternal : suhu. Hal ini menunjukkan bahwa kerja auksin semakin cepat ketika ditempatkan di tempat yang gelap. mendukung pematangan buah. Dalam praktikum ini pemberian IAA dengan konsentrasi yang berbeda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan akar Tanaman sirih yakni : pemberian IAA dalam konsentrasi rendah tidak terlalu memicu tumbuhnya akar pada tanaman sirih. Asam Absisat : menghambat perkecambahan biji. menunda pengguguran daun. auksin lebih bersifat menghambat dari pada merangsang pertumbuhan. maka pertumbuhan akar akan semakin terhambat karena pada kadar yang sangat tinggi. Asam Traumalin : mebantu penyembuhan luka atau regenerasi. Kaulokalin(batang). pembentukan buah tanpa biji. dan buah. Filokalin(daun). pembungaan lebih awal sebelum awalnya. tanaman tumbuh sangan cepat sehingga mempunyai ukuran raksasa Sitokinin : merangsang proses pembelahan sel. pembengkokan batang. memperpanjang masa dormansi umbi-umbian. Giberelin : merangsang pembelahan sel kambium. Jika ditinjau dari keberadaan produksi hormone ethilen yang cukup banyak pada batang Bougenvil.2005). menghambat penguningan daun. dan Anthokalin(bunga). mendukung proses pembungaan. Gas Etilen : membantu memecah dormansi pada tanaman.Lampiran 1 Diskusi 1. Dan mencapai nilai optimum pada konsentrasi 10 ppm. dan mendukung terbentuknya bulu-bulu akar. Walaupun diberi perlakuan gelap dan terang. bunga. Kalin : mempengaruhi pembentukan organ.

5 gelap) disiapkan dg diisi air Botol berisi air 3 Ditutup aluminium foil dan batang dimasukkan Permukaan Botol tertutup aluminium foil 4 Botol terang Tanaman sirih terndam air dalam botol terang 5 Botol gelap Tanaman sirih terndam air dalam botol gelap 6 Damati selama 7 hari dg menghitung jumlah akar Tumbuh akar pada ruas batang tanaman sirih .Lampiran 2 Tabel perlakuan dan pengamatan No Perlakuan 1 Batang sirih direndam auksin dalam berbagai konsentrasi selama 1 jam Pengamatan Batang tanaman sirih terendam larutan IAA 2 10 botol (5 terang.

Lampiran 3 Tabel hasil perlakuan gelap terang dengan pemberian IAA konsentrasi berbeda Gelap Terang Hari 0.1 kekontrol 1 ppm kontrol 1 ppm ppm ppm ppm ppm 1 2 3 4 5 6 7 0 2 2 2 2 2 2 0 2 2 2 2 2 2 0 6 7 7 8 8 8 0 6 8 16 17 17 17 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10 ppm 0 3 9 13 13 14 15 100 ppm 0 0 6 6 6 7 7 .1 10 100 0.