You are on page 1of 50

KESTABILAN KATALIS

Deaktivasi, Pencegahan & Regenerasi Katalis

Kestabilan Katalis
Penyebab & Mekanisme Deaktivasi Katalis
a. b. c. d.

Pencegahan & Regenerasi Katalis
a. b. c. d. e. f. g.

e.

Keracunan Fouling, Coking, & Deposisi Karbon Degradasi Termal & Sintering Loss of Catalytic Phase by Vapor Transport Mechanical Failure : Erosi & Penggilasan Katalis

Pencegahan Keracunan Pencegahan Fouling oleh Karbon & Kokas Pencegahan Sintering Pencegahan Degradasi Mekanik Regenerasi Katalis Yang Teracuni Sulfur Regenerasi Katalis Berkokas Redispersi dari Sintered Catalysis

Penyebab & Mekanisme Deaktivasi Katalis

Stabilitas Katalis

Puguh Arif N 10/301392/PA/13400

Pencegahan degradasi katalis merupakan suatu tantangan yang harus dipecahkan saat ini. Salah satu yang dapat menyebabkan penurunan kualitas katalis adalah proses tercemarnya katalis dengan senyawa lain yg mengganggu kinerja katalis (Poisoning effect) Suatu zat dikatakan bersifat beracun bagi katalis apabila senyawa/zat tertentu berkompetisi mempengaruhi kekuatan adsorpsi dari suatu katalis relatif terhadap senyawa lain yang akan berikatan dengan sisi aktif katalis.

Poisoning

Puguh Arif N 10/301392/PA/13400

Poisoning didefinisikan sebagai hilangnya aktivitas katalitik karena kemisorpsi kotoran pada situs aktif dari katalis. Biasanya, perbedaan dibuat antara racun dan inhibitor. Racun (poison) adalah zat yang berinteraksi sangat kuat dan ireversibel dengan situs aktif katalis, sedangkan adsorpsi inhibitor pada permukaan katalis lemah dan reversibel. Dalam kasus terakhir, aktivitas katalitik dapat setidaknya sebagian dipulihkan oleh regenerasi. Namun, perbedaan antara keracunan permanen dan sementara tidak selalu begitu jelas, karena racun yang kuat pada temperatur rendah mungkin kurang berbahaya dalam aplikasi suhu tinggi (Moulijn et al. 2001). Racun katalis juga dapat diklasifikasikan sebagai selektif atau non-selektif. Deskripsi racun sebagai selektif atau nonselektif terkait dengan sifat permukaan dan tingkat interaksi racun dengan permukaan. Racun juga dapat selektif dalam satu reaksi, tapi tidak di reaksi lain. (Butt & Petersen 1988)

Puguh Arif N 10/301392/PA/13400  Contoh poisoning oleh Sulfur dalam hidrogenasi etilen .

Puguh Arif N 10/301392/PA/13400 .

Mekanisme Poisoning     Haryadi Nugraha P (10/300857/PA/13390)  Pelekatan Memodifikasi kemampuan untuk mengadsorb dan Pemisahan Restrukturisasi permukaan Pemblokiran Penghalangan dan perlambatan .

Haryadi Nugraha P (10/300857/PA/13390) .

produk. atau intermediet) terdeposit di atas permukaan katalis dan menutup pori-pori (atau active sites) katalis secara fisik.FOULING  Siti Dewi Rahayu (11/313687/PA/13744)   # Deaktivasi katalis akibat pengerakan pada umumnya berlangsung cepat. # Karbon (coke/kokas) merupakan bentuk kerak yang paling umum . # Pengerakan terjadi jika ada zat-zat dalam reaktor (bisa reaktan.

Carbon Deposition Deposisi Ika Oktapiany 10/300826/PA/13375 Pengendapan partikel atau sedimen pada permukaan bahan Deposisi karbon = penempelan karbon pada permukaan bahan Reaksi deposisi Deposisi karbon CH4 C + 2H2 Deaktivasi katalis Permukaan aktif katalis tertutup karbon 2CO CO + H2 C + CO2 C + H2O .

dan biasanya terdiri dari hidrokarbon berat yang telah terpolimerisasi.Kokas  Ika Oktapiany 10/300826/PA/13375 Kokas (coke) dihasilkan dari dekomposisi atau kondensasi hidrokarbon pada permukaan katalis. .

menyumbat pori-pori katalis Contoh pembentukan. transformasi dan gasifikasi karbon pada Nikel : Prasetyani Fita (10/305199/PA/13455) .1.teradsorb secara kimia pada monolayer atau secara fisika pada multilayers katalis .secara sempurna mengelilingi katalis logam . Pembentukan karbon dan kokas pada katalis logam Dapat terjadi melalui bebearapa cara .

.Prasetyani Fita (10/305199/PA/13455) 2. Reaksi dehidrogenasi dan siklisasi pada intermediet karbokation yang terbentuk pada situs asam membentuk senyawa aromatik yang bereksi lebih lanjut membentuk senyawa aromatik polynuclear dengan berat molekul lebih tinggi yang pada akhirnya dapat terkondensasi membentuk kokas. Pembentukan kokas pada katalis logam oksida dan sulfida Pembentukan kokas pada oksida dan sulfida pada dasarnya merupakan hasil dari reaksi perengkahan (cracking) yang melibatkan bahan awal penyebab pembentukan kokas (biasanya olefin atau aromatik) yang dikatalisasi oleh situs asam.

Sintering Monika Larasati 10/305392/PA/13502 Deaktifasi katalis secara termal dipengaruhi oleh : 1. . 3. Berkurangnya permukaan katalis yang sebanding dengan perkembangan kristalit dalam fasa katalitik (sintering) Berkurangya sisi aktif katalis karena adanya peleburan sisi aktif dan pori pada fase aktif kristalit (sintering) Transformasi kimia dari fase katalitik menjadi fase non-katalitik (reaksi padat-padat) 2.

  1. Kandungan uap air Monika Larasati 10/305392/PA/13502 . Sintering merupakan proses pengurangan luas permukaan katalis yang menyebabkan deaktifasi katalis Laju reaksi oleh sintering dipengaruhi oleh : Temperature 2.

3. 2. Fransiska Finishiana 10/305276/PA/13476 Migrasi kristalit 2. . Migrasi atom Aliran uap pada temperature tinggi Redispersi adalah proses kebalikan dari pertumbuhan kristalit karena adanya O2 dan atau Cl2 Reaksi ini melibatkan 1. Pembentukan kompleks logam oksida atau klorida yang volatil Pembentukan partikel atau film oksida Kemudian senyawa-senyawa yang terbentuk mengalami reduksi bertahap sehingga menjadi kristalit yang lebih kecil.Tiga prinsip mekanisme pertumbuhan logam kristalit : 1.

O2. 3. 6. N2) Logam Katalis Promotor Ukuran Pori . 2.Fransiska Finishiana 10/305276/PA/13476  1. 4. 5. H2. Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan logam kristalit : Temperatur Atmosfer (NO.

logam pada katalis bisa saja menguap pada suhu reaksi katalitik. Anggit Dwi Cahayani 10/300505/PA/13281 . jika logam tersebut bereaksi dengan suatu senyawa tertentu membentuk senyawa logam yang bersifat volatil.Loss of Catalytic Phases by Vapor Transport    Logam pada katalis tidak akan menguap secara langsung pada suhu reaksi katalitik. Senyawa tertentu tersebut dikenal sebagai volatization agent. karena logam akan mulai menguap pada suhu diatas 1000oC. Namun.

Anggit Dwi Cahayani 10/300505/PA/13281 . Deaktivasi ini disebabkan adanya gas-gas di lingkungan katalis yang merupakan volatization agent.  Hilangnya logam akibat menguap akan mendeaktivasi katalis.

Anggit Dwi Cahayani 10/300505/PA/13281 .

oksidasi sebagan dan oksidasi total. KINETIKA UMUM untuk deaktivasi karena kehilangan material logam: Laju pembentukan senyawa volatil= laju pembentukan – laju penguraian Laju kehilangan material logam= laju penguapan – laju penguraian uap air  . sintesis.Reaksi Fasa Padat  Meissha Ayu Ardini 10/299950/PA/13081  Deaktivasi katalis oleh reaksi dan difusi fasa padat tampaknya menjadi mekanisme penting untuk degradasi katalis kompleks multi komponen dalam reaksi dehidrogenasi. MEKANISME UMUM untuk deaktivasi karena kehilangan material logam: Sedangkan.

reduksi MoO3 Transformasi reduktif Mo18O52 menjadi Mo4O11 Reduksi menjadi FeMoO4 dan MoO3-x 8 9 10 Fe2(MoO4)3 plus MoO3 Fe2(MoO4)3 Fe2(MoO4)3 .Contoh Transformasi Fasa Padat yang Mengarah pada Deaktivasi Katalis No 1 2 3 4 Proses Katalitik Sintesis Amonia Pembakaran Katalitik Pembakaran Katalitik Dehidrogenasi Stiren menjadi Etil Benzena Katalitik Padat Fe/K/Al2O3 PdO/ Al2O3 PdO/ZrO2 Co/K on MgO. LaCoO3 atau K2O film di CeO2 Migrasi K ke pusat pelet disebabkan oleh gradien thermal 5 6 7 Fischer-Tropsch Oksidasi SO2 menjadi SO3 Oksidasi Sebagian Benzena menjadi Maleat Anhidrida Oksidasi Sebagian Metanol menjadi Formaldehid Oksidasi Sebagian Propena menjadi Acrolein Oksidasi Sebagian Isobutena menjadi Fe/K. Fe/K/CuO V2O5/K2O/Na2O/kieselguhr V2O5-MoO3 Transformasi dari Karbid aktif ke Karbid inaktif Pembentukan senyawa Vanadium (IV) inaktif pada T < 420-430 0C Penurunan selektifitas dari kehilangan material MoO3 dan pembentukan senyawa Vanadium inaktif Reorganisasi struktur menjadi β -FeMoO4. CeO2. or La2O3 Fe2O3/Cr2O3/K2O Reaksi Kimia dari Pendeaktivasian Pembentukan KAlO2 pada pemukaan katalis PdO  Pd pada T > 800 0C Pembentukan larutan CoO-MgO padat.

Dari keterbatasan ini. .Meissha Ayu Ardini 10/299950/PA/13081   Sulit untuk diketahui di sebagian besar reaksi ini sejauh mana proses dalam fasa padatan seperti reaksi dan difusi dipengaruhi oleh permukaan. proses hanya difokuskan pada pembentukan fasa baru yang melimpah dan substansinya mengarah pada aktivitas yang rendah.

.Yofri Armon 10/300568/PA/13302 Mechanical failure Kerusakan benruk katalis secara fisik oleh pengaruh pembentukan senyawa stabil dengan rekatan.

Bentuk kerusakan yang teramati    Crushing granul Attrition erosi Yofri Armon 10/300568/PA/13302 .

Sebab failure   Yofri Armon 10/300568/PA/13302   Poisoning Pengotoran Degradasi termal Pembentukan senyawa volatil .

Yofri Armon 10/300568/PA/13302  Model peracunan oleh S .

Model pengotoran oleh karbon Yofri Armon 10/300568/PA/13302 .

K2CO3 pembantukan senyawa Vanadium dan K pada silika inactive Cu pada zink dan diracuni S.As.Contoh keracunan katalis reaksi amonia sintesis katalis Fe with K2O dan Al2O3 pengemban Yofri Armon 10/300568/PA/13302 proses yang mengurangi umur katalis slow sintering methanation sulfuring Metanol sintesis Ni dan pengembannya diracuni S.Cl dan alumunium oksida karbonil .

Pencegahan Terjadinya Deaktivasi Katalis .

Dimas Hardityawan P 10/305417/PA/13510   Penggunaan katalis di dalam proses industri biasanya membutuhkan skala yang sangat besar. oleh karena itu umur katalis menjadi faktor yang sangat penting Kecepatan peluruhan katalis dapat diminimalisir dengan memahami dan mengontrol proses deaktivasi .

Prevention of Poisoning  Dimas Hardityawan P 10/305417/PA/13510   Keracunan katalis biasanya terjadi karena adsorpsi dari umpan yang tidak murni Katalis yang teracuni sulit bahkan tidak mungkin diregenerasi Cara yang paling baik adalah mencegah keracunan katalis dengan cara memurnikan umpan sampai ke tingkat dimana katalis dapat beroperasi pada umur yang optimal .

Dimas Hardityawan P 10/305417/PA/13510     Pemurnian umpan Penambahan zat aditif Pemilihan kondisi reaksi Memilih daerah transfer massa .

2. 3. sehingga dapat menjerap sebagian besar partikulat coke. Selective Catalytic Reduction.Pencegahan kerusakan katalis akibat fouling coke and carbon 3 cara penegahan kerusakan katalis: 1. Catalyst Bed: Misal dengan memposisikan bagian katalis dengan pori yang lebih banyak di dekat saluran masuk. Methane Steam Reforming: Meningkatkan rasio uap terhadap jumlah metana dapat menurunkan kemungkinan terbentuknya coke. Yoel Friady 10/302200/PA/13404 .

5 kali dari titik leleh logam. Pertumbuhan kristalit logam sangat dipengaruhi oleh suhu. Dengan memilih suhu reaksi lebih rendah 0. perbedaan kondisi tekanan atmosfir reaksi dapat mempengaruhi laju sintering.Prevention of sintering  Feby Yusniyanti 10/302251/PA/13411   Pencegahan dari proses sintering dapat dilakukan dengan mengatur kondisi reaksi. Selain itu. .30. dapat menurunkan laju metal sintering.

Menghambat laju sintering juga bisa dilakukan dengan cara menambahkan thermal stabilizers ke dalam katalis.Feby Yusniyanti 10/302251/PA/13411   Uap air dapat mempercepat terjadinya kristalisasi dan modifikasi struktur dari pengemban oksida. Zn. (Powel. 1980) . maka konsentrasi uap air pada reaksi katalisis harus diminimalisir. Si. & Mn meningkatkan kestabilan termal alumina. La. Contohnya penambahan promotor Ba.

Melapiskan agregat dengan bahan berpori yang sangat kuat seperti ZrO2 4. Perubahan panas dan zat kimia aglomerat untuk menekan tegangan yang nantinya mampu meningkatkan ketahanan atrisi Ayu Permatasari 10/300384/PA/13237 . Menambahkan bahan pengikat untuk meningkatkan kekuatan dan kekerasan 3.PENCEGAHAN DEGRADASI MEKANIK Beberapa alternatif untuk meningkatkan ketahanan terhadap gesekan: 1. Meningkatkan kekuatan agregat dengan kemajuan metode preparasi (ex: sol gel granulation) 2.

Regenerasi Katalis .

MENGGUNAKAN KATALIS UNTUK APLIKASI LAIN. Eka Jami F MEMBUANG KATALIS. 10/300789/PA/13364 .KATALIS PASTI MENGALAMI DEAKTIVASI REGENERATION DISCARD RECYCLE     MENGEMBALIKAN AKTIVITAS KATALIS. MENGAMBIL ATAU MENDAUR ULANG KOMPONEN KATALITIK YANG PENTING DAN/ATAU MAHAL.

REGENERASI KATALIS   Faktor ekonomi dan lingkungan menjadi pertimbangan utama dalam mengolah katalis deaktif. contoh: industri petroleum. Regenerasi akibat karbon atau jelaga 3. Beberapa regenerasi yang dilakukan terhadap katalis: 1. Regenerasi katalis yang teracuni sulfur 2. Regenerasi akibat sintering Eka Jami F 10/300789/PA/13364 . Regenerasi katalis lebih dipilih oleh sebagian besar industri yang menggunakan katalis dalam proses produksinya.

dan Mo akan teracuni oleh sulfur. Regenerasi menggunakan oksigen / udara Sulfur dapat dihilangkan sebagai SO2 pada tekanan parsial oksigen yang rendah dengan pengontrolan terhadap tingginya oksigen terlarut dan keberadaan CO2 atau NO yang dapat berdisosiasi menjadi oksigen. Regenerasi menggunakan agen pengoksidasi anorganik. Regenerasi menggunakan hidrogen Penghilangan sulfur dengan H2 kurang praktis dilakukan karena adsorpsi sulfur bersifat reversibel hanya pada temperatur tinggi yang dapat menyebabkan sintering dan laju penghilangannyapun lambat. 4. Pt. 2. Struktur sulfit dan sulfat ini lebih tidak beracun dibandingkan sulfida. Reaksi yang terjadi: Ni-S + H2O  NiO + H2S H2S + 2H2O  SO2 + 3H2 3.REGENERASI KATALIS YANG TERACUNI SULFUR   Sebagian besar katalis yang berbahan dasar logam seperti Ni. Agen pengoksidasi anorganik seperto KMnO4 untuk mengoksidasi fasa cairan atau mengadsorp sulfur menjadi sulfit dan sulfat. Eka Jami F 10/300789/PA/13364 . Cu. Regenerasi menggunakan uap air (steam) Penghilangan sulfur dari katalis Ni dapat dilakukan pada temperatur 700˚C dalam uap. Metode regenerasi yang pernah dilakukan: 1.

sedangkan dengan gas O2 butuh waktu 15-30 menit pada suhu 300oC (Bartholomew. struktur dan reaktivitas dari kokas. Misalnya deposit β-carbon dalam proses methanation bisa dihilangkan dengan gas H2 selama beberapa jam pada suhu 400-500oC. CO2. 1982). H2O.Regenerasi Katalis yang Berkokas    Karbon-karbon yang terdeposit pada katalis bisa dihilangkan dengan cara digasifikasi oleh O2. Rian Kurniawan 10/305469/PA/13522 . dan aktivitas katalis. Temperatur yang diperlukan untuk melakukan gasifikasi bergantung pada jenis gas. dan H2.

Penghilangan karbon & kokas pada katalis dengan oksigen berlangsung cepat pada temperatur yang sedang yaitu 300-600oC.  Regenerasi katalis dalam proses industri umumnya menggunakan oksigen di udara bebas. Rian Kurniawan 10/305469/PA/13522 Skema Fluid Catalytic Cracking .

1983). 700. dimana katalis akan terdeaktivasi akibat terjadinya sintering. . Contohnya. Proses regenerasi katalis bisa dikontrol temperaturnya agar tidak terjadi sintering. dan 500-600oC (McCulloch.Rian Kurniawan 10/305469/PA/13522   Masalah utama dari regenerasi katalis menggunakan udara adalah terjadinya overtemperature atau kelebihan temperatur. dan pembentukan kobalt atau nikel aluminat yang terjadi pada temperatur 810. regenerasi katalis hydrotreating harus dijaga temperaturnya dibawah 450oC guna menghindari terjadinya konversi γ.menjadi αalumina. sublimasi MoO3.

REDISPERSION OF SINTERED CATALYSTS Tujuan : untuk meregenerasi katalis akibat terjadinya penggumpalan katalis selama proses catalytic reforming 1. Thermodynamic Redispersion Model Mekanisme yang terjadi berdasarkan penelitian Frank dan Martino (1982) Haryanti Hutabarat 10/305219/PA/13459 .

Crystallite Splitting Model Proses penghilangan gumpalan pada katalis platinum yang didukung alumina juga mungkin terjadi pada suasana yang bebas klorin dan beroksigen jika dalam katalis tersebut terdapat klorin Haryanti Hutabarat 10/305219/PA/13459 .2.

dan akhirnya mengarah pada pemisahan partikel Hipotesis Dadyburjor (1980) menyatakan Crystallite Splitting Model paling cocok untuk perilaku kristalit besar dan semua partikel dengan waktu regenerasi yang singkat. sementara Thermodynamic Redispersion Model berguna untuk partikel kecil dan partikel dengan waktu regenerasi lama Haryanti Hutabarat 10/305219/PA/13459 .Pada model kedua ini dilakukan pemaparan oksigen terhadap gumpalan platina yang terbentuk pada suhu 550°C sehingga menyebabkan pembentukan kerak oksida platinum pada permukaan luar dari kristal.

TERIMA KASIH .

Pertanyaan Kaitan antara katalisis dengan kimia hijau? Ditunjukan bahwa hidrodesulfurisasi dan demetalisasi adalah proses pencegahan?? Maksud dari luas permukaan yang ternormalkan dan normalize pt dispertion? Tidak masuk : Izul Abid .