You are on page 1of 12

IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN UPAYA PERBAIKAN TRAINER UNTUK PRAKTIKUM AMPEREMETER DAN VOLTMETE AC PADA MATA PELAJARAN MENGGUNAKAN

HASIL PENGUKURAN (Studi Kasus di SMK Negeri 5 Jakarta Timur) Muhammad Affandi Qurtubi Wisudawan 2012 (097) Program Studi Pendidikan Teknik Elektro UNJ Irzan Zakir Dosen Jurusan Teknk Elektro FT-UNJ Aris Sunawar Dosen Jurusan Teknik Elektro FT-UNJ Dita Ratnasari Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Angkatan 2011 FT-UNJ. Nomor Registrasi 5115111698 ABSTRACT This study aimed to identify the various types of damage to the trainer used for practical amperemeters and voltmeters, and then made improvements to the trainer is in accordance with the type of damage found on the trainer. After the repair, the trainer is ready for use in practical activities and compare student scores between the trainer before the repair has been done to the value of improvements on the trainer. Places of research carried out at the Laboratory of Electric Power Engineering Installation SMK N 5 East Jakarta and last from February to June 2012. Trainer ac amperemeters and voltmeters are required of teachers in the media lab. In this lab, the teacher is easier to teach and assess student learning outcomes using the trainer, the trainer therefore the state is the main thing that needs to be considered, because a good trainer or damage affecting the performance of teachers in the practicum. From some of the descriptions above, the state is the primary trainer for the note, because the practice can run smoothly when the media trainer can be used well, so researchers took a thesis for title of "Damage Identification and Repair Efforts Lab Trainer for Amperemeters and Voltmeter AC Subjects Using Measurement Results (Case Study at SMK N 5 East Jakarta) ". Identification of each trainer has the results to show the damage and minimize the costs for all the preparations before the repair on each trainer located at Installation Engineering Laboratory of Electric Power, SMK Negeri 5 East Jakarta. Keywords: Identifikasi amperemeter dan voltmeter AC, menggunakan hasil pengukuran

Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer Untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter AC pada Mata Pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (M. Affandi Qurtubi)

11

No. Lembar kerja ini menjadi tolak ukur seorang guru terhadap murid- pembelajaran. 1 September 2012. Untuk mempermudah penyerapan pembelajaran dalam praktikum- diajarkan selalu guru memberikan arahan terlebih dahulu dan memperagakan cara-cara penggunaan suatu alat ukur yang akan dipraktikumkan. trainer Pengukuran siswa diajarkan untuk mengenali alat-alat pengukur listrik seperti Voltmeter. objek. ini bidang ilmu tersendiri. hingga belajar dan pendidikan. Siswa juga diberikan arahan-arahan tentang fungsi kerja instalasi digunakannya Pevote. AVOmeter. seperti SMK Negeri 5 Jakarta Hasil Timur pembelajaran Menggunakan Pengukuran penggunaan trainer untuk pengajaran merupakan disukai metode yang paling yang merupakan salah satu dari 6 (enam) mata pelajaran produktif yang oleh guru-guru diajarkan kepada siswa kelas X sebagai tahapan awal untuk mengajar di SMK Negeri 5 Jakarta Timur. Vol. yang Sesuai kerjanya. Amperemeter.SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) adalah suatu lembaga pendidikan yang dapat memfasilitasi dunia alat-alat ukur tersebut. maka digunakan metode-metode JobSheet kerja) yang diberikan kepada siswa. Trainer dapat digunakan sebagai alat bantu hubungan Dengan pengajaran dasar praktikum listrik. ini Untuk biasanya (lembar kegiatan praktikum menggunakan praktikum yang dilakukan siswanya. baik melakukan guru PPL yang sedang (Program mengenali berbagai macam peralatan listrik beserta fungsi dan cara Pengalaman Lapangan) maupun guru tetap dengan kepada di SMK metode siswanya. 097. Setiap SMK mempunyai fokus pada bidang- pemasangan alat-alat ukur terhadap suatu Dalam instalasi tahap yang sederhana. mulai dari pemasangannya sederhana. tersebut. Dalam praktikumnya siswa diberikan jobsheet (lembar kerja) sebagai penuntun kerja praktikumnya agar sesuai dengan tujuan awal yang telah diatur di silabus dan rpp (rencana pelaksanaan pembelajaran). Pada saat melakukan praktikum mata pelajaran Menggunakan Hasil muridnya dalam menentukan nilai praktikum setiap siswanya. Hal: 11-22 12 . mengukur cara suatu yang paling mengkalibrasi.

amperemeter. Identifikasi keadaan trainer identifikasi kerusakan dan upaya perbaikan trainer Amperemeter AC dan Voltmeter AC pada mata Hasil merupakan suatu langkah yang dapat dilakukan untuk membuat kondisi belajar mengajar berjalan secara baik. jumlah trainer yang tersedia. Akibat tidak idealnya proses praktikum yang dilakukan oleh para siswa misalnya voltmeter. Pentingnya perbaikan terhadap berdampak terhadap proses belajar mengajar. Hal ini bertolak-belakang dengan fungsi awal dari trainer merupakan suatu langkah yang seharusnya dilakukan agar terjadi keseimbangan praktikum antara dengan digunakannya trainer. Berdasarkan latar belakang di atas maka permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifikasikan sebagai berikut : (1) bagaimanakah internal dari alat yang digunakan maupun Keadaan faktor tersebut eksternalnya. dan sebagainya. Akan tetapi. menjadi problematika baru didalam proses pembelajaran. fiting lampu. namun apabila trainer tersebut jumlahnya menjadi tidak ideal dalam penggunaannya dikarenakan banyaknya trainer yang mengalami kerusakan. (2) berapa idealnya trainer yang di gunakan dalam praktikum Amperemeter AC dan Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer Untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter AC pada Mata Pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (M. Dengan demikian proses belajar mengajar dalam praktikum akan berjalan sesuai dengan rencana. Ada banyak faktor-faktor trainer yang menyebabkan mengalami baik faktor tersebut pelaksanaan kerusakan-kerusakan.saklar lampu. Selanjutnya trainer tersebut diteliti bagian-bagian yang dianggap perlu untuk diperbaiki (diganti) perangkat-perangkatnya. Affandi Qurtubi) 13 . Hal ini dapat dimulai dari pelajaran Menggunakan Pengukuran? . dalam proses praktikum banyak mendata jumlah (banyak) trainer yang layak pakai dengan yang mengalami kerusakan. karena memaksimalkan penggunaan jumlah trainer adalah langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang terjadi.tersebut. fondasi trainer. trainer praktikum karena keberadaan pembelajaran mempengaruhi dalam banyak proses pembelajaran. terdapat trainer-trainer yang tidak dapat digunakan oleh siswa. maka dapat mempermudah guru dalam mengajarkan praktikum kepada murid-muridnya.

(4) apa metode yang digunakan guru dalam proses belajar menggunakan Trainer ini? . pelajaran Pengukuran. Pada penelitian ini pelajaran Pevote. (5) bagaimana sistem evaluasi yang diterapkan oleh guru pada praktikum tersebut? Mengingat banyaknya permasalahan yang muncul maka agar penelitian ini lebih fokus maka permasalahan pada penelitian ini dibatasi hanya pada permasalahan (1) yakni. Hal ini disebabkan karena voltmeter dibuat sedemikian rupa sehingga tahanan dalamnya besar sekali kegiatan terstruktur dan terjadwal yang memberi kesempatan kepada siswa pengalaman untuk yang mendapatkan nyata dalam rangka meningkatkan pemahaman siswa tentang teori atau agar siswa menguasai yang keterampilan dengan tertentu suatu berkaitan pengetahuan atau mata pelajaran. 097.Voltmeter AC pada mata pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran? . Vol. Hal: 11-22 14 . Satuan dari amperemeter adalah Ampere. Identifikasi Voltmeter AC Amperemeter AC adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu besaran arus listrik bolak-balik yang terdapat didalam suatu penghantar listrik. suatu rangkaian listrik yang akan diukur besar arusnya. Menggunakan Praktikum adalah suatu subsistem dari pelajaran yang merupakan Voltmeter AC adalah alat ukur untuk mengukur suatu besaran tegangan bolak-balik pada suatu rangkaian listrik. Satuan dari Voltmeter adalah Volt. No. 1 September 2012. (3) berapa jumlah trainer yang layak digunakan dalam kegiatan praktikum yang dibahas difokuskan kepada AmpereMeter dan Voltmeter AC.1979). Hal ini identifikasi kerusakan dan upaya perbaikan trainer Amperemeter AC dan Voltmeter AC pada mata Hasil disebabkan karena harus sesuai dengan tujuan bahwa amperemeter itu untuk mengukur arus rangkaian yang dikehendaki (Herry Suderadjat dan Soenarno. Sebuah voltmeter harus selalu dihubungkan secara paralel (sejajar) dengan sumber atau beban yang akan diukur besar tegangannya. Amperemeter harus selalu dihubungkan deret dalam amperemeter dan praktikum? .

maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. bertujuan mengenai yang ini yaitu digunakan adalah metode pada metode yang memberikan langkah langkah untuk memahami prinsip. dan juga eksperimen atau demonstrasi serta program yang SMKN 5 Jakarta Timur. Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Affandi Qurtubi) 15 . Hansen dan Linden menyatakan bahwa memberikan proses gambaran pembelajaran Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer Untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter AC pada Mata Pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (M. maka proses identifikasi yang dipilih haruslah berdasarkan dicapai. meminimalisir kesalahankesalahan dalam pengukuran dan berpengaruh terhadap meningkatnya pemahaman yang mengakibatkan tujuan yang ingin dari sumber penerima pesan belajar (siswa). Identifikasi menurut Hawadi adalah suatu prosedur yang dipilih dan yang cocok dengan ciri-ciri yang akan dicari dan selaras dengan program yang mau dikembangkan. media belajar dalam hal-hal tertentu bisa mewakili guru menyajiakan informasi belajar kepada siswa. Trainer (alat peraga) pada dapat media meningkatnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran pengukuran teknik listrik di sekolah. yaitu meliputi alat bantu guru dalam mengajar pesan serta sarana pembawa belajar ke dalam identifikasi.Media pembelajaran adalah media yang digunakan dalam pembelajaran. Dengan penggunaan media trainer sebagai alat bantu dalam kegiatan praktik pengukuran teknik listrik diduga akan menambah pengetahuan tentang alat-alat ukur besaran listrik. yang dilaksanakan pada bulan Februari 2012 sampai dengan bulan Juni 2012. Metode penelitian deskriptif. dikelompokan pembelajaran yang memiliki fungsi sebagai alat model yang dapat tentang Strategi dan Prosedur Perbaikan Tempat Identifikasi kerusakan dan perbaikan Trainer Amperemeter dan Voltmeter AC di Laboratorium memberikan pengertian struktur atau prinsip dari suatu gejala. atau struktur pokok. Sebagai penyaji dan penyalur pesan. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik. memperkecil resiko kerusakan pada alat ukur.

serta merancang (David. Melakukan penataan ulang Laboratorium Tenaga Jakarta Listrik Timur Instalasi Negeri 5 dilakukan terhadap bagian-bagian trainer. Hal: 11-22 16 . Oleh karena itu strategi perbaikan yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah 1. Vol. Mencat bagian batang trainer menggunakan phylox 6. Mencatat keperluan-keperluan langkah perbaikan. Dari ke 6 (enam) trainer yang terdapat Teknik SMK akan di perkakas yang dibutuhkan pada saat melakukan perbaikan pada trainer tersebut. 4. Melakukan identifikasi kondisi trainer voltmeter. namun apabila trainer yang tersedia seluruhnya diperbaiki. Menghitung biaya untuk belanja peralatan yang dibutuhkan. Secara umum dapat dijelaskan bahwa strategi perbaikan adalah langkah awal dari proses yang penyusunan berikutnya langkah-langkah voltmeter ac. Pembelian alat/bahan dalam yang perbaikan. terhadap komponen amperemeter dan voltmeter AC di SMK Negeri 5 Jakarta Timur.2009). 8. 1 September 2012. 2.menggunakan trainer praktikum berat dan tidak dapat dilakukan perbaikan tersebut. Merencanakan alat yang akan dipasangkan pada trainer tersebut. Melakukan pengukuran dimensi dari trainer amperemeter dan amperemeter dan untuk tujuan. 3. 7. perbaikan komponen yang terdapat pada trainer yang mengalami kerusakan Pevote. 5. Mempersiapkan peralatan untuk memperbaiki peralatan yang akan diperbaiki. 9. 2. Mereparasi/memperbaiki peralatan dan komponen yang terdapat pada trainer yang kiranya masih bisa untuk dilakukan dari alat-alat yang dibutuhkan oleh trainer untuk selanjutnya di perbaiki atau di ganti baru. No. 097. membangun. Strategi penyusunan depan yang merupakan proses ke Prosedur Perbaikan yang akan langkah-langkah dimaksudkan menetapkan dilakukan dalam penelitian ini dapat di jelaskan sebagai berikut : 1. Mengganti peralatan dan diperlukan trainer. maka akan memerlukan biaya yang cukup besar.

Tabel 4. menyempurnakan kekurangan-kekurangannya. dan banyak banana port yang kabelnya putus 1. SMK Negeri 5 Jakarta Timur.1 Data Hasil Identifikasi Kondisi Trainer NO 1 KONDISI TRAINER Baik Rusak Rusak Ringan Berat √ Jenis Kerusakan 1. banyak coretan 2. Melakukan uji coba terhadap trainer tersebut untuk pemeriksaan akhir kepada trainer sebelum di uji cobakan dalam pelaksanaan praktikum. Bodi/rangka terdapat krusakan Trainer kusam. Banana Port Keterangan Trainer masih layak pakai 2 √ - - Trainer masih layak pakai 3 - √ - 4 - √ - terdapat kerusakan pada amperemeter dan voltmeter. banyak coretan 2. Banana Port yang kabelnya putis Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer Untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter AC pada Mata Pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (M.dan ltmeter banyak banana port 3. 12. Banana Port 1. Bodi/rangka Trainer kusam. perlu 2. Melakukan perbaikan dan Hasil Penelitian Hasil Identifikasi Trainer Pada Bab sebelumnya tentang telah pemasangan-pemasangan peralatan pada trainer. perlu untuk diganti. Berikut ini adalah data hasil identifikasi kondisi trainer amperemeter dan voltmeter ac yang terdapat di Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik. 11. Bodi/rangka Trainer kusam. hal ini merupakan acuan untuk tahap-tahap selanjutnya yaitu tahap perbaikaan trainer untuk praktikum ini. Affandi Qurtubi) 17 . Amperemeter/ Voltmeter 3. Mengevaluasi untuk kinerja trainer dijelaskan identifikasi terhadap kondisi trainer. Bodi/rangka Trainer kusam. pada amperemeter banyak coretan dan voltmeter. banyak coretan 2.10. Banana Port 1. Ameperemeter/Vo untuk diganti.

(dua) menunjukkan terdapat amperemeter kesimpulannya voltmeter 2 (empat) trainer yang keadaannya tidak layak pakai dan memerlukan perbaikan pada trainer tersebut. Hal: 11-22 18 . Latar Trainer kusam. Amperemeter/ Voltmeter 4. Saklar Lampu 7.79 Data Hasil identifikasi bahwa diatas 4 hasil KONDISI TRAINER Baik Rusak Rusak Ringan Berat √ Jenis Kerusakan Keterangan Cat ulang. Affandi Qurtubi. Papan trainer 6 √ 1. pembuatan ulang terhadap trainer Cat ulang. Papan Trainer Sumber: M. Bodi/rangka Trainer kusam. Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa terdapat 2 (dua) trainer yang terdapat kondisi trainer yang masih layak untuk digunakan dan 4 (empat) yang masih harus diperbaiki. trainer-trainer dari kondisi hasil trainer Pevote.Semua komponen pada trainer hilang / ganti baru. maka pada tahapan ini yang dilakukan oleh mengalami rusak ringan. Vol. 1 September 2012.NO 5 1. dan 2 (dua) trainer yang mengalami rusak berat.2012:h. Banana Port 5. Fuse/ sekring 6. banyak coretan 2. Saklar Lampu 7. banyak coretan 2. pembuatan ulang terhadap trainer identifikasi dan kondiri trainer ac. Fiting Lampu 3. Hasil Perbaikan Trainer Seperti yang sudah dijelas kan pada peneliti adalah melakukan perbaikan terhadap identifikasi tersebut. Banana Port 5. Fuse/ sekring 6. No. Amperemeter/ Volmeter 4. Fiting Lampu 3.Semua komponen pada trainer hilang / ganti baru. 097.

2012:h. 1 Banana Port 2 Bodi/rangka 3 Kabel jumper di papan trainer Sumber: M.85 Trainer ke-2 mempunyai kondisi yang sama dengan trainer ke-1. terdapat 3 (tiga) alat dan bahan yang diperbaiki pada trainer ini.84 Pada tabel hasil perbaikan trainer ke1 di atas dapat kita ketahui bahwa perbaikan yang dilakukan pada Tabel 4.4 Hasil Perbaikan pada Trainer ke-3 NO Alat dan bahan 1 Banana Port 2 Bodi/rangka 3 Kabel jumper di papan trainer 4 Amperemeter 5 Voltmeter Sumber: M.Tabel 4.2012:h. Affandi Qurtubi) 19 .2 Hasil Perbaikan pada Trainer ke-1 NO Alat dan bahan Langkah yang dilakukan Perbaikan Penggantian √ √ √ trainer ini terdiri dari 3 (tiga) alat dan bahan yang diperbaiki. 1 Banana Port 2 Bodi/rangka 3 Kabel jumper di papan trainer Sumber: M.2012:h. begitu pula dengan hasil perbaikan Tabel 4.86 Perbaikan yang dilakukan pada trainer ke-3 dapat kita ketahui dari Langkah yang dilakukan Perbaikan Penggantian √ √ √ √ √ tabel di atas bahwa ada 5 (lima) alat dan bahan yang diperbaiki. Affandi Qurtubi. Affandi Qurtubi.3 Hasil Perbaikan pada Trainer ke-2 NO Alat dan bahan Langkah yang dilakukan Perbaikan Penggantian √ √ √ trainer ke-2. Affandi Qurtubi. Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer Untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter AC pada Mata Pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (M.

Vol.Tabel 4.5 Hasil Perbaikan pada Trainer ke-4 NO Alat dan bahan Langkah yang dilakukan Perbaikan Penggantian √ √ √ √ √ pada perbaikan kali ini lebih 1 Banana Port 2 Bodi/rangka 3 Kabel jumper di papan trainer 4 Amperemeter 5 Voltmeter Sumber: M. No. Perbaikan pada trainer ke-5 ini juga terhadap trainer ini.2012:h. Hal: 11-22 20 . 1 September 2012. Affandi Qurtubi.6 Hasil Perbaikan pada Trainer ke-5 NO Alat dan bahan beragam karena kondisi trainer yang di perbaiki itu sendiri dalam keadaan rusak yang pada alat ukurnya 1 Papan trainer 2 Bodi/rangka 3 Saklar lampu 4 Amperemeter 5 Voltmeter 6 Fiting lampu 7 Banana Port 8 Kabel jumper di papan trainer Sumber: M. berdasarkan tabel di atas langkah yang dilakukan Tabel 4. Pevote.88 Trainer ke-5 (lima) merupakan trainer yang mengalami kerusakan berat.87 Perbaikan yang dilakukan pada trainer ke-4 terdapat 5 (lima) alat dan bahan yang diperbaiki.2012:h.5 kita dapat melihat alat dan bahan yang akan dilakukan perbaikan/penggantian dijelaskan pada hasil identifikasi terhadap kondisi trainer itu sendiri. sebagaimana yang telah Langkah yang dilakukan Perbaikan Penggantian √ √ √ √ √ √ √ √ terbilang cukup banyak karena ada 8 (delapan) alat dan bahan yang harus diperbaiki. 097. pada tabel 4. Affandi Qurtubi.

7 Hasil Perbaikan pada Trainer ke-6 NO Alat dan bahan Langkah yang dilakukan Perbaikan Penggantian √ √ √ √ √ √ √ √ terbilang cukup banyak karena ada 8 (delapan) alat dan bahan yang harus diperbaiki. sebagaimana yang telah dijelaskan pada hasil identifikasi terhadap kondisi trainer itu sendiri. Perbaikan pada trainer ke-6 ini juga terhadap trainer ini Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer Untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter AC pada Mata Pelajaran Menggunakan Hasil Pengukuran (M. Affandi Qurtubi) 21 .89 Trainer ke-6 (enam) juga merupakan trainer yang mengalami kerusakan berat. pada tabel 4.5 kita dapat melihat alat dan bahan yang akan dilakukan perbaikan/penggantian 1 Banana Port 2 Bodi/rangka 3 Papan trainer 4 Amperemeter 5 Voltmeter 6 Fiting lampu 7 Saklar lampu 8 Kabel jumper di papan trainer Sumber: M.20122:h.Tabel 4. Affandi Qurtubi.

No. penggunaan media trainer mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran pengukuran teknik listrik. Pevote.Kesimpulan dan Saran Kesimpulan Dari pengamatan yang telah Daftar Pustaka Affandi. M. 2012. maka dapat disimpulkan bahwa identifikasi terhadap masingmasing trainer mempunyai hasil untuk menunjukkan kerusakan dan meminimalisasi biaya yang dikeluarkan untuk segala persiapan sebelum dilakukan perbaikan pada masing-masing trainer yang terdapat di Laboratorium Teknik Instalasi Tenaga Listrik. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta Mulyono. Hal: 11-22 22 . Kelistrikan 1 Jakarta :Depdikbud Saran Dari hasil penelitian. Pengukuran dilakukan. 2004. Vol.Puji. SMK Negeri 5 Jakarta Timur. Identifikasi Kerusakan dan Upaya Perbaikan Trainer untuk Praktikum Amperemeter dan Voltmeter pada mata pelajaran menggunakan hasil pengukuran (Studi Kasus di SMKN 5 Jakarta Timur). 1 September 2012. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta Suderadjat . jadi disarankan guru untuk menambahkan media trainer dalam proses belajar-mengajar mata pelajaran pengukuran teknik listrik.Herry dan Soenarno. Kemudian untuk dalam Bidang Pendidikan. 1979 Petunjuk Praktek Dasar melakukan perbaikan pada masingmasing trainer mengacu pada hasil identifikasi dan diatur pada prosedur perbaikan agar langkah-langkah yang dilakukan sesuai dengan hasil yang diinginkan terhadap perbaikan trainer untuk praktikum amperemeter dan voltmeter. Qurtubbi. 097.