Laporan Kerja KERJA TOOLBOX

Diserahkan Kepada : Dra. Rusmini Sri Maryati, MS Pengasuh Mata Kuliah Bahasa Indonesia

Disusun Oleh : Dedy Haryadi NIM : MPO3110009

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN JURUSAN TEKNIK MESIN DESEMBER 2011

BAB I PENDAHULUAN Judul:
“PEMBUATAN TOOLBOX / KOTAK KUNCI”

Tujuan:
1 Agar mahasiswa dapat memotong bahan dengan benar 2. Agar mahasiswa dapat membuat tool box dengan benar 3. Agar mahasiswa dapat menggunakan spot welding dengan benar 4. Agar mahasiswa dapat menggunakan mesin pemotong 5. Agar mahasiswa dapat menggunakan mesin tekuk plat

Dasar teori:
Kerja pelat adalah suatu proses membuat benda kerja dari lempengan pelat yang dibentuk sedemikian juga agar dapat membentuk suatu benda yang dapat digunakan. Lempengan pelat yang kita gunakan dalam pembuatan benda kerja memiliki ketebalan 0,8 mm. Dalam melakukan praktik kerja kita harus mengetahui urutan langkah-langkah kerja sebagai berikut, antara lain: 1. Pembuatan Gambar kerja 2. Melakukan pemotongan pelat 3. Menghitung besarnya Bending (penekukan) 4. Melakukan Penekukan 5. Assembling 6. Finished Work (Pengamplasan)

Peralatan yang digunakan:
Dalam kerja pelat kita memerlukan sejumlah peralatan pendukung untuk menyelesaikan benda kerja yang akan kita bentuk, peralatan tersebut diantaranya adalah: 1. Penggores Penggores digunakan untuk menggambar bentangan pada permukaan pelat. Penggores yang baik untuk digunakan harus bersudut 250 sampai 300. Macam-macam penggores menurut bentuknya antara lain:

1. Penggores sederhana 2. Penggores dengan ujung yang dibengkokkan 3. Penggores dengan ujung yang dapat diganti-ganti 2. Penitik Penitik dapat digunakan untuk menitik bagian benda kerja yang akan di bor. Bentuk penitik yang sering digunakan adalah silinder yang dikartel dengan ujung tirus yang bersudut 250 sampai 300. 3. Mistar baja Mistar baja ini berfungsi untuk mengukur benda kerja yang berukuran pendek, selain itu juga dapat dipakai untuk membimbing penggoresan dalam melukis batangan pada pelat yang digunakan, ukuran panjang dari mistar baja ini bermacam-macam, ada yang berukuran 30 cm, 60 cm, dan 100 cm. 4. Mistar siku Alat ini digunakan untuk menyiku ketelitian dari benda kerja, ukuran panjangnya 30 cm terbuat dari bahan baja. 5. Roll meter Merupakan alat ukur yang berbentuk lempengan pelat tipis yang dapat digulung. Karena roll meter ini tipis dan panjang maka dapat digunakan untuk mengukur bidang yang melingkar. Roll meter ini terdiri dari bermacam-macam ukuran yaitu 3m, 5m, 10m. 6. Gunting pelat Berfungsi sebagai alat pemotong pelat yang berukuran pendek atau yang sulit dijangkau oleh mesin potong serta untuk memotong pelat yang berbentuk radius atau lingkaran. 7. Kikir Kikir ini digunakan untuk menghilangkan bagian yang tajam. Pada umumnya pekerjaan yang sederhana akan lebih ekonomis. Kikir terbuat daribaja karon tinggi yang ditempa sesuai dengan panjangnya. Macam-macam kikir antara lain: 1) Rata 2) Segi Empat 3) Segitiga 4) Bulat 5) Setengah lingkaran 6) Bujur sangkar

Mesin-mesin yang digunakan:
Selain peralatan pendukung, dalam melakukan kerja pelat juga memerlukan beberapa mesin yang digunakan antara lain: 1. Mesin Potong Hidrocut Mesin ini digunakan untuk memotong pelat yang akan dikerjakan, mesin ini mampu memotong pelat dengan ketebalan 6 mm serta panjang maksimal 3 meter. 2. Mesin Potong Manual Mesin ini digunakan untuk memotong pelat dengan ketebalan maksimal 3 mm dan panjang maksimal 1,5 meter. 3. Mesin Bending Manual dan Promecam Mesin ini digunakan untuk melipat atau menekuk pelat kerja yang telah diselesaikan untuk pekerjaan awal. Mampu menekuk pelat dengan tebal maksimum 3 mm dan panjang maksimal 1,5 meter, sedangkan untuk mesin bending promecam untuk pembendingan pelat yang tidak dapat dibending dengan bending manual. 4. Mesin Bor Mesin bor digunakan untuk melubangi benda yang akan dikerjakan, dalam hal ini untuk menyambung pelat satu dengan yang lain menggunakan paku keling serta untuk jalan keluar panas pada benda yang dibuat.

Alat dan bahan
Alat
1) Penggores 2) Penitik

3) Mistar baja

4) Mistar siku

5) Roll meter

6) Ragum

7) Gunting plat 8) Mesin potong hidroulik 9) Mesin bending/penekuk 10) Mesin bor

Bahan:
1) Plat BWG 32 dengan ukuran 200 mm x 210 mm, sebanyak 1 lembar dan keeling

Gambar kerja:

Keselamatan kerja
1) Pakailah pakaian kerja dan alas kaki yang lengkap. 2) Hati-hati dalam menggunakan alat yang tajam dan runcing seperti gunting seng dan penggores. 3) Bersihkan serpihan-serpihan plat sisa pemotongan dan buang ditempat sampah yang telah disediakan. 4) Gunakan alat dan perkakas sesuai dengan fungsinya.

PENUTUP Kesimpulan
Pada proses kerja plat selalu gunakan alat keselamatan hal ini menjaga diri anda dan agar kita tidak luka. Pada saat pengerjaan benda kerja harus benar-benar teliti baik pada saat pengukuran maupun pemotongan plat agar pada saat benda kerja dirakit akan mendapatkan kecocokan antara bagian yang satu dan lainnya dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Untuk pengerjaan plat juga memerlukan kesabaran, dan konsentrasi yang tinggi agar hasil nya memuaskan. Dari segi peralatan pun juga, hendaknya harus lengkap agar pengerjaan nya lebih mudah dan cepat.

Saran
1) Hati-hati dalam penggunaan alat – alat kerja karena sangat berbahaya 2) Selalu perhatikan gambar atau petunjuk pada saat pengerjaan 3) Bekerjalah dengan sungguh-sungguh 4) Mintalah bantuan pada instruktur apabila ada yang tidak dimengerti