You are on page 1of 18

Pengaruh Mobil Pintar Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Kabupaten Tulungagung

Oleh Ulfa Chusnul Faida NIM. 125030700111024

UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI PROGRAM STUDI ILMU PERPUSTAKAAN JUNI 2013

Daftar Isi

Hal Daftar Isi ……………………………………………………………….. ………………………………………………………. ……………………………………………… i 1

Bab I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

1.2 Perumusan Masalah Penelitian ……………………………. 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian Bab II Tinjauan Pustaka 2.1 Kerangka Pikir …………………………………………… ……………………………………...

………………………………………………. ……………………………………………….

2.2 Hipotesis ……………………………………………………….. Bab III Metode Penelitian ……………………………………………….

3.1 Jenis Penelitian ………………………………………………. 3.2 Fokus Penelitian ………………………………………………. 3.3 Sumber Data ………………………………………………. ……………………………………… ……………………………………… ……………………………..

3.4 Pengumpulan Data 3.5 Uji Keabsahan Data

3.6 Lokasi Dan Situs Penelitian 3.7 Analisis Data Daftar Pustaka

……………………………………………….

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Sebuah perpustakaan umum daerah idealnya mempunyai pengunjung 50 sampai 100 orang perhari. Jika angka itu tercapai,maka perpustakaan tersebut akan dianggap sebagai sebuah perpustakaan yang benar-benar berkualitas dan mempunyai koleksi yang cukup menarik sehingga mampu menarik minat pengunjung untuk mengunjungi dan mengakses koleksi-koleksi yang tersedia di perpustakaan. Selama ini orang membayangkan bahwa perpustakaan adalah sebuah ruangan yang kaku dengan suasana yang hening dan para kutu buku berkumpul dalam perpustakaan. Namun sebenarnya tidak demikian. Koleksi-koleksi yang tersedia di perpustakaan tidak hanya berupa koleksi jurnal,skripsi,tesis, ataupun koleksi-koleksi buku ilmiah lainnya. Perpustakaan juga menyediakan koleksi berupa novel, buku cerita rakyat, buku cerita untuk anak-anak, juga bahkan majalah-majalah yang sedang digemari oleh masyarakat. Hal-hal inilah yang tidak banyak diketahui oleh masyarakat tetang perpustakaan. Bahkan di beberapa perpustakaan yang ada di provinsi Jawa Timur juga menyediakan ruang anak yang didalamnya berisi koleksi-koleksi khusus untuk anak-anak. Ruangan yang ada didalamnya didesain sedemikian rupa yang sesuai dengan karakter anak-anak yang ceria sehingga membuat anak-anak merasa betah di perpustakaan. Dan di perpustakaan tersebut juga disediakan koleksi film anak yang diputar setiap hari tertentu yang semakin menambah daya tarik perpustakaan tersebut. Namun apalah gunanya jika perpustakaan yang memiliki koleksi-koleksi yang lengkap, namun jumlah pengunjung tidak sebanding dengan koleksikoleksi yang ada. Tentunya koleksi-koleksi itu hanya akan menjadi tumpukan yang using dan akan lapuk dimakan waktu. Menyadari bahwa minat baca serta minat masyarakat untuk menunjungi perpustakaan kabupaten Tulungagung

masih begitu rendah,maka perpustakaan mempunyai beberapa ide. Jika masyarakat tidak mau mengunjungi perpustakaan, maka perpustakaanlah yang akan datang kepada masyarakat. Perlu diingat bahwa kebiasaan membaca merupakan salah satu faktor penunjang dalam dunia pendidikan. Dengan membaca maka kita akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan baru yang dapat meningkatkan pengetahuan kita mengenai ilmu-ilmu eksak maupun non eksak. Oleh karena itu perpustakaan daerah Tulungagung berinisiatif untuk memperkenalkan koleksi-koleksi yang ada di perpustakaan kepada masyarakat kabupaten Tulungagung dengan membuat mobil pintar atau yag lebih dikenal oleh masyarakat dengan istilah perpustakaan keliling. Konsep mobil pintar atau perpustakaan keliling prtama kali digagas oleh Ibu Ani Yudhoyono dan para istri kabinet yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), konsep yang diusung dalam mobil pintar adalah joyful learning, belajar dengan cara yang menyenangkan. Konsep demikian tampaknya juga akan dianut oleh perpustakaan kabupaten Tulungagung untuk menjalankan perpustakaannya.

1.2 Perumusan Masalah Penelitian Setelah melihat latar belakang yang ada dan agar dalam penelitian ini tidak terjadi kerancuan, maka penulis membatasi dan merumuskan permasalahan yang akan di angkat dalam penelitian ini. Adapun Rumusan masalah yang diambil adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah minat baca masyarakat kabupaten Tulungagung? 2. Bagaimanakah pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan kabupaten Tulungagung kepada pengguna? 3. Bagaimanakah pengaruh mobil pintar dalam meningkatkan minat baca masyarakat kabupaten Tulungagung? 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian harus dapat menjawab rumusan masalah yang sudah dipaparkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis

pengaruh mobil pintar dalam meningkatkan minat baca masyarakat kabupaten Tulungagung 1.4 Manfaat Penelitian Dari tujuan diadakannya penelitian tersebut, maka dapat diambil manfaat penelitian yaitu penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat yang urgen bagi : 1. Peneliti 1) Untuk mengetahui pelayanan perpustakaan kabupaten

Tulungagung yang berkaitan dengan pelayanan mobil pintar. 2) Mampu menerapkan pelayanan prima baik di dalam maupun di luar perpustakaan. 2. Keilmuan Diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran khususnya tentang pengembangan konsep mobil pintar bagi Perpustakaan kabupaten Tulungagung dan dapat memberikan kontribusi keilmuan bagi disiplin keilmuan perpustakaan khususnya di Universitas Brawijaya.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kerangka Pikir Sesuai dengan judul yaitu “Pengaruh Mobil Pintar Dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Kabupaten Tulungagung”, maka proposal penelitian ini berkaitan dengan pelayanan publik. Definisi pelayanan publik menurut UndangUndang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik mendefinisikan pelayanan publik sebagai berikut: Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Menurut Roth (1926:1) adalah sebagai berikut : Pelayanan publik didefinisikan sebagai layanan yang tersedia untuk masyarakat, baik secara umum (seperti di museum) atau secara khusus (seperti di restoran makanan). Sedangkan Lewis dan Gilman (2005:22) mendefinisikan pelayanan publik sebagai berikut: Pelayanan publik adalah kepercayaan publik. Warga negara berharap pelayanan publik dapat melayani dengan kejujuran dan pengelolaan sumber penghasilan secara tepat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. Pelayanan publik yang adil dan dapat dipertanggung-jawabkan menghasilkan kepercayaan publik. Dibutuhkan etika pelayanan publik sebagai pilar dan kepercayaan publik sebagai dasar untuk mewujudkan pemerintah yang baik. Jadi kesimpulan dari berbagai pendapat tokoh mengenai definisi pelayanan publik, pengertian pelayanan publik adalah serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh suatu instansi yang menyediakan sarana pelayanan publik bagi masyarakat yang diharapkan dapat dikelola dengan baik, jujur, dan tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan kegiatannya kepada publik.

Terdapat empat unsur penting dalam proses pelayanan publik, yaitu (Bharata, 2004:11): 1. Penyedia layanan, yaitu pihak yang dapat memberikan suatu layanan tertentu kepada konsumen, baik berupa layanan dalam bentuk penyediaan dan penyerahan barang (goods) atau jasa-jasa (services). 2. Penerima layanan, yaitu mereka yang disebut sebagai konsumen (costomer) atau customer yang menerima berbagai layanan dari penyedia layanan. 3. Jenis layanan, yaitu layanan yang dapat diberikan oleh penyedia layanan kepada pihak yang membutuhkan layanan. 4. Kepuasan pelanggan, dalam memberikan layanan penyedia layanan harus mengacu pada tujuan utama pelayanan, yaitu kepuasan pelanggan. Hal ini sangat penting dilakukan karena tingkat kepuasan yang diperoleh para pelanggan itu biasanya sangat berkaitan erat dengan standar kualitas barang dan atau jasa yang mereka nikmati. Ciri-ciri pelayanan publik yang baik adalah memiliki unsur-unsur sebagai berikut (Kasmir, 2006:34): 1. Tersedianya karyawan yang baik. 2. Tersedianya sarana dan prasarana yang baik. 3. Bertanggung jawab kepada setiap nasabah (pelanggan) sejak awal hingga akhir. 4. Mampu melayani secara cepat dan tepat. 5. Mampu berkomunikasi. 6. Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi. 7. Memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik. 8. Berusaha memahami kebutuhan nasabah (pelanggan). 9. Mampu memberikan kepercayaan kepada nasabah (pelanggan).

Terdapat beberapa asas dalam penyelenggaraan pelayanan pemerintahan dan perizinan yang harus diperhatikan, yaitu (Ratminto dan Winarsih, 2006:245): 1. Empati dengan customers. Pegawai yang melayani urusan perizinan dari instansi penyelenggara jasa perizinan harus dapat berempati dengan masyarakat pengguna jasa pelayanan. 2. Pembatasan prosedur. Prosedur harus dirancang sependek mungkin, dengan demikian konsep one stop shop benar-benar diterapkan. 3. Kejelasan tatacara pelayanan. Tatacara pelayanan harus didesain sesederhana mungkin dan dikomunikasikan kepada masyarakat pengguna jasa pelayanan. 4. Minimalisasi persyaratan pelayanan. Persyaratan dalam mengurus pelayanan harus dibatasi sesedikit mungkin dan sebanyak yang benarbenar diperlukan. 5. Kejelasan kewenangan. Kewenangan pegawai yang melayani masyarakat pengguna jasa pelayanan harus dirumuskan sejelas mungkin dengan membuat bagan tugas dan distribusi kewenangan. 6. Transparansi biaya. Biaya pelayanan harus ditetapkan seminimal mungkin dan setransparan mungkin. 7. Kepastian jadwal dan durasi pelayanan. Jadwal dan durasi pelayanan juga harus pasti, sehingga masyarakat memiliki gambaran yang jelas dan tidak resah. 8. Minimalisasi formulir. Formulir-formulir harus dirancang secara efisien, sehingga akan dihasilkan formulir komposit (satu formulir yang dapat dipakai untuk berbagai keperluan). 9. Maksimalisasi masa berlakunya izin. Untuk menghindarkan terlalu seringnya masyarakat mengurus izin, maka masa berlakunya izin harus ditetapkan selama mungkin. 10. Kejelasan hak dan kewajiban providers dan curtomers. Hak-hak dan kewajiban-kewajiban baik bagi providers maupun bagi customers harus dirumuskan secara jelas, dan dilengkapi dengan sanksi serta ketentuan ganti rugi.

11. Efektivitas penanganan keluhan. Pelayanan yang baik sedapat mungkin harus menghindarkan terjadinya keluhan. Akan tetapi jika muncul keluhan, maka harus dirancang suatu mekanisme yang dapat memastikan bahwa keluhan tersebut akan ditangani secara efektif sehingga permasalahan yang ada dapat segera diselesaikan dengan baik. Penyelenggaraan pelayanan publik juga harus memenuhi beberapa prinsip pelayanan sebagaimana yang disebutkan dalam Kepmenpan No. 63 Tahun 2003 (Ratminto dan Winarsih, 2007:22) yang menyatakan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik harus memenuhi beberapa prinsip sebagai berikut : 1. Kesederhanaan Prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudah dipahami dan mudah dilaksanakan. 2. Kejelasan Kejelasan ini mencakup kejelasan dalam hal : 1. 2. Persyaratan teknis dan aministratif pelayanan publik. Unit kerja / pejabat yang berwenang dan bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan dan penyelesaian keluhan/persoalan/ sengketa dalam pelaksanaan pelayanan publik. 3. 3. Rincian biaya pelayanan publik dan tata cara pembayaran.

Kepastian waktu Pelaksanaan pelayanan publik dapat diselesaikan dalam kurun waktu yang telah ditentukan.

4.

Akurasi Produk pelayanan publik diterima dengan benar, tepat dan sah.

5.

Keamanan

Proses dan produk pelayanan publik memberikan rasa aman dan kepastian hukum. 6. Tanggung jawab Pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang ditunjuk bertanggung jawab atas penyelenggaraan pelayanan dan penyelesaian keluhan/persoalan dalam pelaksanaan pelayanan publik. 7. Kelengkapan sarana dan prasarana Tersedianya sarana dan prasarana kerja, peralatan kerja dan pendukung lainnya yang memadai termasuk penyediaan sarana teknologi telekomunikasi dan informatika (telematika). 8. Kemudahan akses Tempat dan lokasi serta sarana pelayanan yang memadai, mudah dijangkau oleh masyarakat, dan dapat memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informatika. 9. Kedisplinan, kesopanan dan keramahan Pemberi pelayanan harus bersikap disiplin, sopan dan santun, ramah, serta memberikan pelayanan dengan ikhlas. 10. Kenyamanan Lingkungan pelayanan harus tertib, teratur, disediakan ruang tunggu yang nyaman, bersih, rapi, lingkungan yang indah dan sehat serta dilengkapi dengan fasilitas pendukung pelayanan, seperti parkir, toilet, tempat ibadah dan lain-lain.

2.2 Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah dipaparkan dan harus dibuktikankebenarannya. Dari uraian latar belakang masalah serta tinjauan pustaka, maka dapat ditarik hipotesis mengenai penelitian ini, yaitu : 1. Rendahnya pengunjung perpustakaan disebabkan minat baca masyarakat yang rendah.

2. Pelayanan mobil pintar dapat dijadikan sebagai media alternatif promosi perpustakaan kepada masyarakat.

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis Penelitian Metode adalah aspek yang sangat penting dan besar pengaruhnya terhadap berhasil tidaknya suatu penelitian, terutama untuk mengumpulkan data. Sebab data yang diperoleh dalam suatu penelitian merupakan gambaran dari obyek penelitian. Dengan upaya mendapatkan dan mengumpulkan data dari kegiatan penelitian, digunakan langkah-langkah sebagai berikut :

1.

Pendekatan dalam Penelitian Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui

pendekatan kualitatif. Artinya data yang dikumpulkan bukan berupa angkaangka, melainkan data tersebut berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen resmi lainnya. Sehingga yang menjadi tujuan dari penelitian kualitatif ini adalah ingin menggambarkan realita empirik di balik fenomena secara mendalam, rinci dan tuntas. Oleh karena itu penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah dengan mencocokkan antara realita empirik dengan teori yang berlaku dengan menggunakkan metode diskriptif. Menurut Keirl dan Miller dalam Moleong yang dimaksud dengan penelitian kualitatif adalah “tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia pada kawasannya sendiri, dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan peristilahannya”. Metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, di mana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara gabungan, analisis

data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi. Pertimbangan penulis menggunakan penelitian kualitatif ini sebagaimana yang diungkapkan oleh Lexy Moleong : 1. Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda 2. Metode ini secara tidak langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden 3. Metode ini lebih peka dan menyesuaikan diri dengan manajemen pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.

Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Menurut Whitney dalam Moh. Nazir bahwa metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk tentang hubungan-hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlansung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena. 3.2 Fokus Penelitian Beberapa pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui penelitian ini, adalah sebagai berikut: 1. Bagaimanakah pelayanan mobil pintar yang ada di perpustakaan umum kabupaten Tulungagung? 2. Bagaimanakah keadaan minat baca masyarakat setelah adanya mobil pintar yang ada di Tulungagung? 3. Kendala apa sajakah yang terjadi dalam implementasi pelaksanaan mobil pintar ini? 3.3 Sumber Data 1. Data Primer Menurut S. Nasution data primer adalah data yang dapat diperoleh lansung dari lapangan atau tempat penelitian. Sedangkan menurut Lofland

bahwa sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan. Jadi kata-kata dan tindakan merupakan sumber data yang diperoleh dari lapangan dengan mengamati atau mewawancarai. Peneliti menggunakan data ini untuk mendapatkan informasi lansung tentang apa itu mobil pintar perpustakaan kabupaten Tulungagung;manfaat mobil pintar perpustakaan kabupaten Tulungagung;tingkat kenaikan minat baca masyarakat kabupaten Tulungagung setelah adanya mobil pintar.

2. Data sekunder Data sekunder adalah data-data yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya yang terdiri dari surat-surat pribadi, buku harian, notula rapat perkumpulan, sampai dokumen-dokumen resmi dari berbagai instansi pemerintah. Data sekunder juga dapat berupa majalah, buletin, publikasi dari berbagai organisasi, lampiran-lampiran dari badan-badan resmi seperti kementrian-kementrian, hasil-hasil studi, tesis, hasil survey, studi histories, dan sebagainya. Peneliti menggunakan data sekunder ini untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan melalui studi literatur melalui media internet. 3.4 Pengumpulan data Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian, karena itu seorang peneliti harus terampil dalam mengumpulkan data agar mendapatkan data yang valid. Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. 1. Observasi Langsung Observasi langsung adalah cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut. Dalam kegiatan sehari-hari, kita selalu menggunakan mata untuk mengamati sesuatu. Observasi ini digunakan untuk penelitian yang telah direncanakan secara

sistematik tentang bagaimana proses pelayanan mobil pintar yang dilakukan Perpustakaan Umum Kabupaten Tulungagung. 2. Wawancara Wawancara adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab, sambil bertatap muka antara si penanya dengan si penjawab dengan menggunakan alat yang dinamakan interview guide (panduan wawancara). Tujuan penulis menggunakan metode ini, untuk memperoleh data secara jelas dan kongkret tentang perilaku kebiasaan pustakawan pada pengunjung pelayanan yang ada di Perpustakaan Umum Kabupaten Tulungagung serta minat masyarakat untuk membaca koleksi perpustakaan melalui mobil pintar. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengadakan wawancara dengan pengunjung mobil pintar perpustakaan umum kabupaten Tulungagung.

3.5 Uji keabsahan Data Menurut Moleong ’’kriteria keabsahan data ada empat macam yaitu : (1) kepercayaan (kreadibility), (2) keteralihan (tranferability), (3) kebergantungan (dependibility), (4) kepastian (konfermability). Dalam penelitian kualitatif ini memakai 3 macam antara lain : 1. Kepercayaan (kreadibility) Kreadibilitas data dimaksudkan untuk membuktikan data yang berhasil dikumpulkan sesuai dengan sebenarnya. ada beberapa teknik untuk mencapai kreadibilitas ialah teknik : teknik triangulasi, sumber, pengecekan anggota, perpanjangan kehadiran peneliti dilapangan, diskusi teman sejawat, dan pengecekan kecakupan refrensi.

2. Kebergantungan (depandibility) Kriteria ini digunakan untuk menjaga kehati-hatian akan terjadinya kemungkinan kesalahan dalam mengumpulkan dan menginterprestasikan data

sehingga data dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Kesalahan sering dilakukan oleh manusia itu sendiri terutama peneliti karena keterbatasan pengalaman, waktu, pengetahuan. Cara untuk menetapkan bahwa proses penelitian dapat dipertanggungjawabkan melalui audit dipendability oleh ouditor independent oleh dosen pembimbing. 3. Kepastian (konfermability) Kriteria ini digunakan untuk menilai hasil penelitian yang dilakukan dengan cara mengecek data dan informasi serta interpretasi hasil penelitian yang didukung oleh materi yang ada pada pelacakan audit. 3.6 Lokasi dan Situs Penelitian Lokasi penelitian adalah tempat di mana penelitian akan dilakukan, beserta jalan dan kotanya. Dalam penelitian ini peneliti mengambil lokasi di Perpustakaan Umum Daerah Tulungagung. Jalan Diponegoro No.4, Tulungagung. Sedangkan situs penelitiannya adalah di alun-alun kabupaten Tulungagung yang digunakan sebagai tempat strategis untuk mengenalkan mobil pintar kepada masyarakat kabupaten Tulungagung 3.7 Analisa Data Analisis data adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data kedalam pola, kategori, dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang disarankan oleh data. Dari rumusan di atas dapatlah kita tanarik garis besar bahwa analisis data bermaksud pertama-tama mengorganisasikan data. Data yang terkumpul banyak sekali dan terdiri dari catatan lapangan, komentar peneliti, gambar, foto, dokumen berupa laporan, biografi, artikel, dan sebagainya. Setelah data dari lapangan terkumpul dengan menggunakan metode pengumpulan data di atas, maka peneliti akan mengolah dan menganalisis data tersebut dengan menggunakan analisis secara deskriptif-kualitatif, tanpa menggunakan teknik kuantitatif. Analisis deskriptif-kualitatif merupakan suatu tehnik yang menggambarkan dan menginterpretasikan arti data-data yang telah terkumpul

dengan memberikan perhatian dan merekam sebanyak mungkin aspek situasi yang diteliti pada saat itu, sehingga memperoleh gambaran secara umum dan menyeluruh tentang keadaan sebenarnya. Menurut M. Nazir bahwa tujuan deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

Daftar Pustaka Anymous,2007. “Belajar Dengan Cara Menyenangkan”. Melalui http://www.presidenri.go.id/index.php/sudutistana/2007/07/16/48.html [01/06/13]. Anymous, 2011. “Kantor Perpus 38 Kab/Kota”. Melalui http://bapersip.jatimprov.go.id/bapersip/kantor_perpus_38_kab_kota_deta il.jsp?id=646 [01/06/13]. Moleong, Lexy J,1991. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosda Karya, 1. Pemustaka, 2011. “Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Sebagai Titik Awal Dalam Membangun Masyarakat Cinta Perpustakaan”. Melalui http://www.pemustaka.com/meningkatkan-minat-baca-masyarakatsebagai-titik-awal-dalam-membangun-masyarakat-cintaperpustakaan.html [01/06/13]. Riadi, Muchlisin.,2013. “Pelayanan Publik”. Melalui http://www.kajianpustaka.com/2013/01/pelayananpublik.html#.Ua8i5e_h53c [01/06/13]. YPPI, 2011. “Kado Ulang Tahun Untuk Anggota TBM Meningkatkan Minat Baca Masyarakat”. Melalui http://www.pustakaindonesia.org/2011/02/02/kadoulang-tahun-untuk-anggota-tbm-meningkatkan-minat-baca-masyarakat/ [01/06/13].