LAPORAN TUGAS BIOLOGI REPRODUKSI MANUSIA

Disusun oleh : Chahyadi G Fitra Dwi J Melina Sri A Rossy Rosiana Syarief H XI IPA 1 XI IPA 1 XI IPA 1 XI IPA 1 XI IPA 1

KEMENTERIAAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 CIMALAKA SUMEDANG 2010

spermatosit sekunder membelah lagi menghasilkan spermatid. Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon perangsang folikel (Folicle Stimulating Hormone/FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormone/LH). Bila spermatogenesis sudah selesai. LH merangsang sel Leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. sel Sertoli yang berfungsi memberi makan spermatozoa juga sel Leydig yang terdapat di antara tubulus seminiferus yang berfungsi menghasilkan testosteron. sel sertoli akan menghasilkan hormon inhibin untuk memberi umpan balik kepada hipofisis agar menghentikan sekresi FSH dan LH. Spermiogenesis terjadi di dalam epididimis dan membutuhkan waktu selama 2 hari. sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum) yang dibentuk di dalam ovarium. Sel spermatosit primer bermiosis menghasilkan spermatosit sekunder. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai proses spermatogenesis. Pembentukan Gamet Jantan Proses pembentukan dan pemasakan spermatozoa disebut spermatogenesis.Reproduksi Manusia Alat Reproduksi pada pria maupun wanita pada dasarnya sama dengan alat reproduksi pada mamalia lain. Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon. Proses Spermatogenesis : Spermatogonium berkembang menjadi sel spermatosit primer. spermatid berdiferensiasi menjadi spermatozoa masak. Pria menghasilkan gamet jantan atau spermatozoa yang berukuran sangat kecil dan berbentuk menyerupai berudu. Proses pemasakan spermatosit menjadi spermatozoa disebut spermiogenesis. . androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. Pada tubulus seminiferus testis terdapat sel-sel induk spermatozoa atau spermatogonium. maka ABP testosteron (Androgen Binding Protein Testosteron) tidak diperlukan lagi. Pada masa pubertas.

5O tahun. sehingga aklurnya tidak membentuk progesteron lagi. Hormon estrogen merangsang kelenjar hipofisis untuk mensekresikan hormon LH. Saat bayi dilahirkan oosit primer dalam fase profase pada pembelahan meiosis. Ovum berukuran lebih besar dari badan polar kedua. yaitu badan polar pertama membelah lebih lambat. Korpus luteum kemudian menghasilkan hormon progresteron yang berfungsi menghambat sekresi DSH dan LH. hormon LH merangsang terjadinya ovulasi. Pada masa pubertas terjadilah oogenesis. Catatan : Pada laki-laki spermatogenesis terjadi seumur hidup. Oogonium akan berkembang menjadi oosit primer. Sel yang lebih kecil. Pengaruh Hormon dalam Oogenesis Kelenjar hipofisis menghasilkan hormon FSH yang merangsang pertumbuhan sel-sel folikel di sekeliling ovum. Spermatozoa bersama cairan dari kelenjar-kelenjar tersebut dikenal sebagai semen atau air mani. Oosit primer membelah secara meiosis. Pada wanita. Pembentukan Gamet Betina Di dalam ovarium janin sudah terkandung sel pemula atau oogonium. Folikel Graaf menghasilkan hormon estrogen. Pada waktu ejakulasi. melakukan pembelahan meiosis kedua yang menghasilkan ovum tunggal dan badan polar kedua. membentuk 2 badan polar. Selanjutnya folikel yang sudah kosong dirangsang oleh LH untuk menjadi badan kuning atau korpus luteum. dan pelepasan spermatozoa dapat terjadi setiap saat. proses oogenesis mulai kembali. seorang laki-laki dapat mengeluarkan 300 . kelenjar prostat dan kelenjar cowper. ovulasi hanya berlangsung sampai umur sekitar 45 . Oosit primer kemudian mengalami masa istirahat hingga masa pubertas. Ovum yang matang diselubungi oleh sel-sel folikel yang disebut Folikel Graaf. menghasilkan 2 sel yang berbeda ukurannya. Sel yang lebih besar yaitu oosit sekunder. .Spermatozoa akan keluar melalui uretra bersama-sama dengan cairan yang dihasilkan oleh kelenjar vesikula seminalis. akibatnya FSH mulai terbentuk kembali. Kemudian korpus luteum mengecil dan hilang.400 juta sel spermatozoa.

Setiap bulan wanita melepaskan satu sel telur dari salah satu ovariumnya. sedangkan pada siklus estrus. Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah dan menghasilkan ovum yang haploid. Badan kuning menghasilkan hormon progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan pembuluh . waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.Seorang wanita hanya mampu menghasilkan paling banyak 400 ovum selama hidupnya. Bila sel telur ini tidak mengalami pembuahan maka akan terjadi perdarahan (menstraasi). Bedanya. Sedang pada mamalia lain terjadi siklus estrus. Menstruasi terjadi secara perfodik satu bulan sekali. Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut : Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon FSH. Estrogen yang keluar berfungsi merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas waktu menstruasi. endomentrium akan direabsorbsi oleh tubuh. pada siklus menstruasi. LH merangsang folikel yang telah kosong untuk berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). jika tidak terjadi pembuahan maka lapisan endometrium pada uterus akan luruh keluar tubuh. Saat wanita tidak mampu lagi melepaskan ovum karena sudah habis tereduksi. folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang keluarnya LH dari hipofisis. menstruasi pun menjadi tidak teratur lagi. meskipun ovarium seorang bayi perempuan sejak lahir sudah berisi 500 ribu sampai 1 juta oosit primer. Selain itu. sampai kemudian terhenti sama sekali. jika tidak terjadi pembuahan. Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf yang masak. selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH yang berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan ovulasi yang terjadi pada hari ke-14. Masa ini disebut menopause Siklus Menstruasi Pada Wanita Siklus menstruasi terjadi pada manusia dan primata.

di dalam morula terdapat rongga yang disebut blastosoel yang berisi cairan yang dikeluokan oleh tuba fallopii. selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH dan LH. Pada saat 32 sel disebut morula. Oleh karena tidak ada progesteron. bentuk ini kemudian disebut blastosit. . empat. enam belas dan seterusnya. akibatnya korpus luteum mengecil dan menghilang. maka FSH mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali. Lapisan terluar blastosit disebut trofoblas merupakan dinding blastosit yang berfungsi untuk menyerap makanan dan merupakan calon tembuni atau ari-ari (plasenta). delapan. terjadilah zigot. pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian nutrisi kepada endometriam terhenti. zigot membelah secara mitosis menjadi dua. Fase ini disebut fase perdarahan atau fase menstruasi. sedangkan masa di dalamnya disebut simpul embrio (embrionik knot) merupakan calon janin. Periode ini disebut fase luteal. endometrium menjadi mengering dan selanjutnya akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Gambar : Siklus Menstruasi Kehamilan Dan Persalinan Peristiwa fertilisasi terjadi di saat spermatozoa membuahi ovum di tuba fallopii. Blastosit ini bergerak menuju uterus untuk mengadakan implantasi (perlekatan dengan dinding uterus).darah untuk mempersiapkan datangnya embrio.

blastosit sampai di rongga uterus. Enam hari setelah fertilisasi. mesoderm membentuk antara lain rangka. endoderm membentuk saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. otot. Ektoderm akan membentuk epidermis kulit dan sistem saraf. tampak dua lapisan jaringan di sebelah luar disebut ektoderm. sistem peredaran darah. maka tidak berkembang. banyak mengandung pembuluh darah. Terdapat 4 macam membran embrio. karena kantung ini berisi persediaan makanan bagi embrio. Pada manusia. Setelah hari ke-12. tetapi kantung ini sangat berguna pada hewan ovipar (bertelur). kantung ini tidak berguna. Trofoblas kemudian menebal beberapa lapis. Dengan demikian terbentuklah usus primitif dan kemudian terbentuk Pula kantung kuning telur (Yolk Sac) yang membungkus kuning telur. Di antara lapisan ektoderm dan endoderm terbentuk lapisan mesoderm. Pembuatan Lapisan Lembaga . Semua bagian tubuh manusia akan dibentuk oleh ketiga lapisan tersebut. permukaannya berjonjot dengan tujuan memperluas daerah penyerapan makanan. hormon progesteron merangsang pertumbuhan uterus. di sebelah dalam endoderm. trofoblas menempel pada dinding uterus (melakukan implantasi) dan melepaskan hormon korionik gonadotropin. Ketiga lapisan tersebut merupakan lapisan lembaga (Germ Layer). dindingnya tebal. Embrio telah kuat menempel setelah hari ke-12 dari fertilisasi. Hormon ini melindungi kehamilan dengan cara menstrimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron sehingga mencegah terjadinya menstruasi. yaitu : Kantung Kuning Telur (Yolk Sac) . Membran (Lapisan Embrio) . sistem ekskresi dan sistem reproduksi.Pada hari ke-4 atau ke-5 sesudah ovulasi. Endoderm tumbuh ke dalam blastosoel membentuk bulatan penuh. serta mengeluarkan sekret seperti air susu (uterin milk) sebagai makanan embrio. lunak.

Korion . Alantois . sedangkan progesteron mencegah kontraksi uterus. plasenta berukuran kurang dari 1 mm. dan tebal 2. Plasenta atau Ari-Ari . Amnion merupakan kantung yang berisi cairan tempat embrio mengapung. Pada alantois berfungsi sebagai organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme. gunanya melindungi janin dari tekanan atau benturan. Catatan : Makin tua kandungan. darah ibu tidak pernah berhubungan dengan darah janin. meskipun begitu virus dan bakteri dapat melalui penghalang (barier) berupa jaringan ikat dan masuk ke dalam darah janin. Jonjot korion menghilang pada hari ke-28. Pada mammalia dan manusia. pada tangkai badan jonjot trofoblas masuk ke dalam daerah dinding uterus membentuk ari-ari (plasenta). makanan dan zat sisa antara ibu dan fetus. kecuali pada bagian tangkai badan. alantois merupakan kantung kecil dan masuk ke dalam jaringan tangkai badan. progesteron makin sedikit.. Kantung kuning telur merupakan pelebaran endodermis berisi persediaan makanan bagi hewan ovipar. yaitu bagian yang akan berkembang menjadi tall pusat. Amnion . Plasenta atau ari-ari berbentuk seperti cakram dengn garis tengah 20 cm. Hal ini berhubungan dengan sifat estrogen yang merangsang uterus untuk berkontraksi.5 cm. Korion adalah dinding berjonjot yang terdiri dari mesoderm dan trofoblas. pada manusia hanya terdapat sedikit dan tidak berguna. Pada sistem hubungan plasenta. Setelah semua membran dan plasenta terbentuk maka embrio disebut janin/fetus. Plasenta berperan dalam pertukaran gas. Ukuran ini dicapai pada waktu bayi akan lahir tetapi pada waktu hari 28 setelah fertilisasi. jumlah estrogen di dalam darah makin banyak. Hormon oksitosin yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis jugs .

Menggunakan Alat Bantu Mencegah pertemuan ovum dengan spermatozoa. tetapi setelah kelahiran hormon prolaktin yang dihasilkan kelenjar hipoftsislah yang merangsang produksi air susu. terdapat beberapa metode.berperan dalam merangsang kontraksi uterus menjelang persalinan. Progesteron dan estrogen juga merangsang pertumbuhan kelenjar air susu. jelly. . dapat dilakukan dengan berbagai alat bantu. dan lain• . Tanpa Alat Bantu Dengan cara tidak melakukan koitus pada masa subur wanita (hari 12 16 siklus haid). lain. antara lain: • . abstinensi. spiral. misalnya : kondom. Kontrasepsi Kontrasepsi adalah suatu cara yang bertujuan mencegah terjadinya pembuahan. Cara ini dikenal dengan nama sistem kalender atau • . Sterilisasi Sterilisasi dilakukan dengan mengikat/memotong saluran vas defereus dikenal dengan istilah vasektomi. atau mengikat/memotong tuba fallopii dikenal dengan istilah tubektomi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful