Konsep Strategi : Definisi, Perumusan, Tingkatan dan Jenis Strategi

Pengertian Strategi Definisi strategi adalah cara untuk mencapai tujuan jangka panjang. Strategi bisnis bisa berupa perluasan geografis, diversifikasi, akusisi, pengembanganproduk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi, likuidasi dan joint venture (David, p.15, 2004). Pengertian strategi adalah Rencana yang disatukan, luas dan berintegrasi yang menghubungkan keunggulan strategis perusahaan dengan tantangan lingkungan, yang dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama dari perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan yang tepat oleh organisasi (Glueck dan Jauch, p.9, 1989). Pengertian strategi secara umum dan khusus sebagai berikut: 1. Pengertian Umum Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. 2. Pengertian khusus Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus-menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Perumusan Strategi Perumusan strategi merupakan proses penyusunan langkah-langkah ke depan yang dimaksudkan untuk membangun visi dan misi organisasi, menetapkan tujuan strategis dan keuangan perusahaan, serta merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut dalam rangka menyediakan customer value terbaik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan perusahaan dalam merumuskan strategi, yaitu: 1. Mengidentifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan dan menentukan misi perusahaan untuk mencapai visi yang dicita-citakan dalam lingkungan tersebut. 2. Melakukan analisis lingkungan internal dan eksternal untuk mengukur kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan dalam menjalankan misinya. 3. Merumuskan faktor-faktor ukuran keberhasilan (key success factors) dari strategi-strategi yang dirancang berdasarkan analisis sebelumnya. 4. Menentukan tujuan dan target terukur, mengevaluasi berbagai alternatif strategi

c) Business Strategy Strategi pada tingkat ini menjabarkan bagaimana merebut pasaran di tengah masyarakat. sehingga sering disebut Grand Strategy yang meliputi bidang yang digeluti oleh suatu organisasi. Jadi dalam strategi enterprise terlihat relasi antara organisasi dan masyarakat luar. 5. corporate strategy. ada pemerintah dan berbagai kelompok lain seperti kelompok penekan. kelompok politik dan kelompok sosial lainnya. lembaga itu? Apakah misi utama direktorat jenderal ini. terhadap pemerintah. Setiap organisasi mempunyai hubungan dengan masyarakat. Semua itu dimaksudkan untuk dapat .dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki dan kondisi eksternal yang dihadapi. tetapi juga oleh setiap organisasi pemerintahan dan organisasi nonprofit. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting dan kalau keliru dijawab bisa fatal. yayasan itu. a) Enterprise Strategy Strategi ini berkaitan dengan respons masyarakat. Bagaimana menempatkan organisasi di hati para penguasa. badan itu? Begitu seterusnya. b) Corporate Strategy (Grand Strategy) Strategi ini berkaitan dengan misi organisasi. Apakah misi universitas yang utama? Apakah misi yayasan ini. maupun terhadap bangsa dan negaranya. para pengusaha. apakah misi lembaga ini. Ini memerlukan keputusan-keputusan stratejik dan perencanaan stratejik yang selayaknya juga disiapkan oleh setiap organisasi. business strategy dan functional strategy. direktorat jenderal itu? Apakah misi badan ini. Strategi itu juga menampakkan bahwa organisasi sungguh-sungguh bekerja dan berusaha untuk memberi pelayanan yang baik terhadap tuntutan dan kebutuhan masyarakat. (Hariadi. Bagaimana misi itu dijalankan juga penting. 2005). Higgins (1985) menjelaskan adanya empat tingkatan strategi. Pertanyaan apa yang menjadi bisnis atau urusan kita dan bagaimana kita mengendalikan bisnis itu. baik terhadap anak didiknya. yaitu: enterprise strategy. Di dalam masyarakat yang tidak terkendali itu. kalau jawaban terhadap misi universitas ialah terjun kedalam dunia bisnis agar menjadi kaya maka akibatnya bisa menjadi buruk. tidak sematamata untuk dijawab oleh organisasi bisnis. para donor dan sebagainya. Masyarakat adalah kelompok yang berada di luar organisasi yang tidak dapat dikontrol. Misalnya. Keseluruhannya disebut Master Strategy. Tingkat-tingkat Strategi Dengan merujuk pada pandangan Dan Schendel dan Charles Hofer. sejauh interaksi itu akan dilakukan sehingga dapat menguntungkan organisasi. Memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang.

d) Functional Strategy Strategi ini merupakan strategi pendukung dan untuk menunjang suksesnya strategi lain. integrasi ke belakang. motivating. staffing. 1996). . fungsi utamanya ialah mengontrol lingkungan. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor. representing. pemasok. likuidasi. dan rasionalisasi biaya secara bersamaan. p 101. controlling. Tingkat-tingkat strategi itu merupakan kesatuan yang bulat dan menjadi isyarat bagi setiap pengambil keputusan tertinggi bahwa mengelola organisasi tidak boleh dilihat dari sudut kerapian administratif semata. Jenis-jenis Strategi Banyak organisasi menjalankan dua strategi atau lebih secara bersamaan. mencakup fungsi-fungsi manajemen yaitu planning. pemasaran. Ada tiga jenis strategi functional yaitu: • Strategi functional ekonomi yaitu mencakup fungsi-fungsi yang memungkinkan organisasi hidup sebagai satu kesatuan ekonomi yang sehat. integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. dan integrating. Salusu. 2. dan / atau pesaing. leading. Strategi Integrasi Integrasi ke depan. sumber daya.memperoleh keuntungan-keuntungan stratejik yang sekaligus mampu menunjang berkembangnya organisasi ke tingkat yang lebih baik. organisasi yang berjuang untuk tetap hidup mungkin menggunakan gabungan dari sejumlah strategi defensif. strategi kombinasi biasanya digunakan ketika divisi-divisi yang berlainan menjalankan strategi yang berbeda. • Strategi isu stratejik. decision making. Juga. namun strategi kombinasi dapat sangat beresiko jika dijalankan terlalu jauh. seperti divestasi. antara lain yang berkaitan dengan keuangan. dan pengembangan produk kadang disebut sebagai strategi intensif karena semuanya memerlukan usaha-usaha intensif jika posisi persaingan perusahaan dengan produk yang ada hendak ditingkatkan. Strategi Intensif Penetrasi pasar. 1996). p 104. communicating. tetapi juga hendaknya memperhitungkan soal “kesehatan” organisasi dari sudut ekonomi (J. organizing. implementating. • Strategi functional manajemen. Jenis-jenis strategi adalah sebagai berikut: 1. penelitian dan pengembangan. baik situasi lingkungan yang sudah diketahui maupun situasi yang belum diketahui atau yang selalu berubah (J. Di perusahaan yang besar dan terdiversifikasi. Salusu.

Divestasi dapat menjadi bagian dari strategi rasionalisasi biaya menyeluruh untuk melepaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan. Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan akibatnya bisa merupakan strategi yang secara emosional sulit dilakukan. Diferensiasi adalah strategi dengan tujuan membuat produk dan menyediakan jasa yang dianggap unik di seluruh industri dan ditujukan kepada konsumen yang relatif tidak terlalu peduli terhadap perubahan harga. Strategi Umum Michael Porter Menurut Porter. rasionalisasi biaya dirancang untuk memperkuat kompetensi pembeda dasar organisasi. Fokus berarti membuat produk dan menyediakan jasa yang memenuhi keperluan sejumlah kelompok kecil konsumen. Divestasi adalah menjual suatu divisi atau bagian dari organisasi.html . diferensiasi. Keunggulan biaya menekankan pada pembuatan produk standar dengan biaya per unit sangat rendah untuk konsumen yang peka terhadap perubahan harga.3. Divestasi sering digunakan untuk meningkatkan modal yang selanjutnya akan digunakan untuk akusisi atau investasi strategis lebih lanjut.blogspot. organisasi juga dapat menjalankan strategi rasionalisasi biaya. atau likuidasi. horizontal. (David. intensif. dan konglomerat. 5. Menambah produk atau jasa baru. Rasionalisasi Biaya.231. Menambah produk atau jasa baru yang tidak disebut diversifikasi konglomerat. Namun.com/2009/08/konsep-strategi-definisi-perumusan. atau tidak cocok dengan aktivitas lainnya dalam perusahaan. yang memerlukan modal terlalu besar. ada tiga landasan strategi yang dapat membantu organisasi memperoleh keunggulan kompetitif. Strategi Defensif Disamping strategi integrative. barangkali lebih baik berhenti beroperasi daripada terus menderita kerugian dalam jumlah besar. terjadi ketika suatu organisasi melakukan restrukturisasi melalui penghematan biaya dan aset untuk meningkatkan kembali penjualan dan laba yang sedang menurun. Selama proses rasionalisasi biaya. Porter menamakan ketiganya strategi umum. divestasi. Kadang disebut sebagai strategi berbalik (turnaround) atau reorganisasi. perencana strategi bekerja dengan sumber daya terbatas dan menghadapi tekanan dari para pemegang saham. 4. namun masih terkait biasanya disebut diversifikasi konsentrik. yaitu keunggulan biaya. dan fokus. p. Likuidasi adalah menjual semua aset sebuah perusahaan secara bertahap sesuai nilai nyata aset tersebut. Strategi Diversifikasi Terdapat tiga jenis strategi diversifikasi. Menambah produk atau jasa baru yang tidak terkait untuk pelanggan yang sudah ada disebut diversifikasi horizontal. 2004) http://jurnal-sdm. karyawan dan media. dan diversifikasi. yaitu diversifikasi konsentrik.

23). p. Visi dan Misi Visi yang dimiliki oleh sebuah perusahaan merupakan suatu cita-cita tentang keadaan di masa dating yang diinginkan untuk terwujud tentang keadaan di masa dating yang diinginkan untuk terwujud oleh seluruh personel perusahaan. b. dan memilih strategi tertentu yang akan dilaksanakan. strategi yang dibuat perlu bersifat konsisten dan realistis sesuai dengan situasi dan kondisinya. Analisis Lingkungan Eksternal dan Internal Realisasi misi perusahaan akan menjadi sulit dilakukan jika perusahaan tidak berinteraksi dengan lingkungan eksternalnya. menciptakan struktur organisasi yang efektif dan mengarahkan usaha pemasaran. implementasi strategi. Selain pemahaman kondisi lingkungan eksternal. Evaluasi strategi adalah tahapan final dalam manajemen strategis. evaluasi strategi adalah alat utama untuk mendapatkan informasi ini. Oleh karena itu. Manajer sangat ingin mengetahui kapan strategi tidak dapat berjalan seperti yang diharapkan. proses manajemen strategi terdiri atas tiga tahap: formulasi strategi. Oleh karena itu. model manajemen strategi dari Fred R. merumuskan alternatif strategi. Misi adalah penjabaran secara tertulis mengenai visi agar visi menjadi mudah dimengerti atau jelas bagi seluruh staf perusahaan. pemahaman kondisi lingkungan internal perusahaan secara luas dan mendalam juga perlu dilakukan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya dan mendukung strategi. dan menghubungkan kinerja karyawan dengan kinerja organisasi. menyiapkan anggaran.Tahapan dalam Manajemen Strategi Menurut David (2006). menetapkan tujuan jangka panjang. Berikutnya adalah Misi. bahkan pesuruh sekalipun. dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dijalankan. mengembangkan dan memberdayakan sistem informasi. Implementasi strategi mensyaratkan perusahaan untuk menetapkan tujuan tahunan. mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal perusahaan. David dipaparkan seperti berikut ini: a. Formulasi strategi termasuk mengembangkan visi dan misi. hendaknya kelemahan dan juga kekuatan yang dimiliki perusahaan dapat . dan evaluasi strategi. tindakan untuk mengetahui dan menganalisis lingkungan eksternalnya menjadi sangat penting karena pada hakikatnya kondisi lingkungan eksternal berada di luar kendali organisasi. Model Manajemen Strategi Secara umum dijelaskan dalam Umar (2005. memotivasi karyawan. Berdasarkan pemahaman lingkungan internal ini. membuat kebijakan. menentukan kekuatan dan kelemahan internal. Dimana semua strategi dapat dimodifikasi di masa datang karena faktor internal dan eksternal secara konstan berubah. mulai dari jenjang yang paling atas sampai yang paling bawah.

serta bidang pemasaran. Namun. Sasaran Jangka Panjang Upaya pencapaian tujuan perusahaan merupakan suatu proses berkesinambungan yang memerlukan pentahapan. Pengendalian dan Evaluasi Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan. Strategi fungsional ini menjadi penuntun dalam melakukan berbagai aktivitas agar konsisten bukan hanya dengan strategi utamanyan saja. d. misalnya dalam jangka waktu tahunan. perusahaan perlu mencermati peluang yang ada dan memanfaatkannya agar perusahaan memiliki keunggulan kompetitif. Analisis Pilihan Strategi Pada dasarnya setiap perusahaan. strategi perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action). Logikanya karena peluang yang disia-siakan tadi dimanfaatkan oleh pesaing.diketahui. Program. e. Perlu diingat bahwa bila peluang disiasiakan. mempunyai strategi. melainkan juga dengan strategi bidang fungsional lainnya. Untuk menentukan apakah suatu tahapan sudah dicapai atu belum diperlukan suatu tolak ukur. yaitu dengan angka-angka kuantitatif. dalam menjalankan usahanya. dimana strategi-strategi ini dapat diterapkan pada berbagai bentuk industri dan ukuran perusahaan. Bentuk strategi berbeda-beda antar-industri. Strategi Fungsional Langkah penting implementasi strategi induk dilakukan dengan membagi-baginya ke dalam berbagai sasaran jangka pendek. antarperusahaan. secara berkesinambungan dengan memperhatikan skala prioritas serta dapat diukur. Namun adasejumlah strategi yang sudah umum diketahui. para pimpinan perusahaan kadang-kadang tidak tahu atau tidak menyadarinya. misalnya kurun waktu dan hasil yang ingin dicapai dirumuskan secara jelas. Di dalam organisasi perusahaan yang konvesional. bidang-bidang fungsional utamanya adalah bidang keuangan. Pelaksanaan. dapat saja peluang berbalik menjadi ancaman bagi perusahaan. . Selain mengetahui kekuatan dan kelemahan. Strategi fungsional yang sifatnya lebih operasional ini mengarah berbagai bidang fungsional dalam perusahaan untuk memperjelas hubungan makna strategi utama dengan identifikasi rincian yang sifatnya spesifik. Dari bermacam-macam strategi dalam kelompok strategi generic ini akan dipilih salah satu atau kombinasi beberapa strategi induk (grand strategy) dengan menggunakan cara-cara tertentu. dan bahkan antar-situasi. Strategi-strategi ini dikelompokkan sebagai strategi generic. f. produksi dan operasi. Sasaran jangka pendek ini hendaknya mengacu pada strategi fungisonal yang sifatnya operasional. Pembuatan sasaran jangka panjang ini mengacu kepada strategi induk yang telah ditetapkan sebelumnya. sumber daya manusia. c.

Jika hasil evaluasi pekerjaan diketahui bahwa ada faktor X yang mengakibatkan terjadinya penyimpangan kerja dari rencana yang ada. dan ancaman (threats)satu sama lain. Sebagai pemenang dalam dunia bisnis seringkali diartikan mendapat pangsa pasar (market share) terbesar yang nantinya akan mempunyai kekuatan monopoli dan jika monopoli dilarang oleh pemerintah. 2.html 2. maka minimal perusahaan tersebut menjadi perusahaan berstatus pemimpin atau penentu harga (price setter atau price leader). jika program kerja telah disiapkan berikut sumber daya yang dibutuhkan. jika ada minimal 2 perusahaan yang beroperasi dengan produk (barang dan jasa) yang sama. efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan perusahaan. Karena manajemen strategi selalu berusaha memenangkan persaingan. peluang (opportunity). Masing-masing pihak akan selalu berusaha untuk memenangkan persaingan dan melakukan analisis tentang kekuatan (strength). maka pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai. strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya . Kelemahan dirinya dan ancaman dari perusahaan pesaing akan selalu dianalisis dan diantisipasi yang kemudian akan diperbaiki agar tidak mudah diserang atau ditundukkan oleh perusahaan pesaing.1 KONSEP STRATEGI Pada bab ini.blogspot. kelemahan (weakness). maka mau tidak mau perusahaan harus senantiasa menganalisis diri dan memperbaiki diri agar tampil lebih baik dari perusahaan pesaing.1. Pengendalian atau pengawasan dimaksudkan untuk lebih menjamin bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan oleh perusahaan hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati.com/2011/04/tahapan-dan-model-manajemen-strategi.1 Apa Itu Strategi? • Menurut KBBI. Perncanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat dalam bentuk lebih detail. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inti dari manajemen strategi adalah memenangkan persaingan.Pelaksanaan tidak efektid bila tidak didahului dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk mencapai tujuan. dan memang disebabkan salah asumsi atau oleh hal-hal lain yang sifatnya uncontrollable. kami akan mengeksplorasi manajemen strategi yang dianggap sebagai satu tipe spesifik dari suatu perencanaan. maka rencana perlu direvisi ulang http://jurnal-sdm. misalnya dalam bentuk program-program kerja. Misalnya. maka salah satu di antaranya ingin keluar sebagai pemenang dalam persaingan bisnisnya. sehingga sasaran tidak menyimpang atau keluar dari batas-batas toleransi. realistis dan wajar.

• Senantiasa meninjau kembali kekuatan. . • Secara eksplisit. 2. • Senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal. peluang dan ancaman bisnis yang ada. meninjau dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan strategi. 2. • Mengevaluasi kinerja.2 Apakah Manajemen Strategi? • Manajemen strategi (strategic management) adalah seperangkat keputusan dan tindakan yang digunakan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan strategistrategi yang berdaya saing tinggi dan sesuai bagi perusahaan dan lingkungannya untuk mencapai sasaran organisasi.1.3 Tujuan Manajemen Strategi • Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien.1. • Senantiasa melakukan inovasi atas produk agar selalu sesuai dengan selera konsumen. • Proses manajemen strategi akan memberikan hasil keputusan terbaik dikarenakan interaksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang lebih besar. 2. kelemahan.1.bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang maupun damai. • Intinya strategi adalah pilihan untuk melakukan aktivitas yang berbeda atau untuk melaksanakan aktivitas dengan cara berbeda dari pesaingnya.4 Manfaat Manajemen Strategi • Aktivitas formulasi strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan. strategi adalah rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sumber daya dan aktivitas lain untuk menanggapi lingkungan dan membantu organisasi mencapai sasarannya. • Beberapa pertanyaan yang sering diajukan para manajer seperti: 1) Perubahan dan tren apa yang terjadi pada lingkungan yang kompetitif? 2) Siapakah konsumen kita? 3) Produk atau pelayanan apa yang seharusnya kita tawarkan? 4) Bagaimana kita dapat menawarkan produk dan pelayanan seefisien mungkin? Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas dapat membantu manajer membuat pilihan mengenai bagaimana memposisikan organisasi yang penuh dengan perusahaan pesaing.

2.1. merupakan standarisasi rancangan produk dan strategi periklanan di seluruh dunia. artinya adalah bahwa organisasi ingin tetap berada pada ukurannya yang sama atau tumbuh perlahan dengan cara-cara yang masih dapat dikendalikan. • Stabilitas (Stability) atau Strategi Diam. • Pemangkasan (Retrenchment. Maksudnya adalah perusahaan multinasional ada di sejumlah negara.1. adalah modifikasi desain produk dan strategi periklanan untuk mengakomodasi kebutuhan spesifik dari masing-masing negara. • Penerapan manajemen strategi membuat manajemen perusahaan menjadi lebih peka terhadap ancaman yang datang dari luar perusahaan. Strategi besar dibedakan dalam 3 kategori: • Pertumbuhan (Growth). Ada 3 kategori strategi global: • Strategi Globalisasi (Globalization Strategy). berarti organisasi terpaksa melalui periode terjadinya penurunan dengan penyusutan unit bisnis yang ada saat ini atau menjual atau melikuidasi keseluruhan unit bisnis.• Keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas di dalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka. . perusahaan-perusahaan menghadapi dilema strategi antara integrasi global dan tanggung jawab nasional (national responsiveness). dapat dilakukan secara internal meliputi pengembangan dari produk baru atau produk lama yang mengalami perubahan dan secara eksternal dengan memperoleh tambahan divisi bisnis atau diversifikasi yang artinya mengakuisisi bisnis yang terkait dengan lini produk saat itu. 2. Organisasi harus memutuskan apakah ia ingin agar setiap afiliasinya bertindak secara otonomi atau apakah aktivitas yang dilakukan harus distandarisasi dan disentralisasikan di seluruh negara. • Strategi Multidomestik (Multidomestic Strategy). • Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategi akan lebih profitable (menguntungkan) dan lebih berhasil daripada yang tidak menerapkannya. namun periklanan dan rancangan produknya disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masingmasing negara.6 Strategi Global Di arena internasional.5 Strategi Besar (Grand Strategy) Adalah rencana umum berupa tindakan-tindakan besar yang digunakan perusahaan untuk meraih sasaran jangka panjang.

Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy) 2. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy) 1. Visi. • Berhubungan dengan fungsi bisnis seperti fungsi produksi. • Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi.2 TINGKATAN STRATEGI Terdapat 3 tingkatan strategi dalam organisasi yaitu: 1. yaitu strategi yang mengkombinasikan koordinasi global untuk meraih efisiensi dengan fleksibilitas untuk memenuhi kebutuhan spesifik pada berbagai negara. fungsi riset dan pengembangan (R&D) • Strategi fungsional harus mengarah kepada strategi bisnis dan konsep mereka yang paling utama adalah tergantung kepada hasil jawaban bagaimana cara menerapkannya.3 PROSES MANAJEMEN STRATEGI 1. Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy) • Ditetapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi (Strategy Business Unit=SBU).misi dan tujuan. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy) • Mempunyai lingkup yang lebih sempit lagi dibandingkan strategi korporasi dan strategi bisnis. Strategi bisnis biasanya diformulasikan oleh manajer tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan memusatkan kepada bagaimana cara bersaing dalam dunia bisnis yang ada. fungsi SDM.misi dan tujuan ini akan . • Strategi korporasi secara umum melibatkan tujuan jangka panjang yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan dan investasi keuangan secara langsung. Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy) • Ditetapkan oleh tingkat manajemen tertinggi di dalam organisasi dan mengarah kepada bisnis apa yang akan dilakukan serta bagaimana sumber daya dialokasikan di antara bisnis tersebut. Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy) 3. BAGAN TINGKATAN MANAJEMEN STRATEGI 2. 2. 2. fungsi keuangan.• Strategi Transnasional (Transnational Strategy). fungsi pemasaran. Menetapkan arah dan misi organisasi Setiap organisasi pasti mempunyai visi. 3.

2. Kelemahan (weakness) . Tentunya hal ini tidak boleh terjadi bagi suatu organisasi bisnis (perusahaan) apalagi jika perusahaan tersebut boleh dikatakan skala menengah dan atas. analisa SWOT: mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal serta mengukur dan menetapkan kelemahan dan kekuatan internal dan menetapkan tujuan jangka panjang. Lingkungan terdiri dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal.menentukan arah yang akan dituju oleh organisasi. Lingkungan eksternal: Memiliki dua variabel yakni peluang (opportunity) dan acaman (threats) Terdiri dari dua bagian yaitu lingkungan tugas dan lingkungan umum Lingkungan internal: Memiliki dua variabel yakni kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). opportunity (peluang) dan threats (ancaman). Formulasi strategi ini meliputi pengembangan misi bisnis. Kekuatan (strength) adalah suatu kondisi di mana perusahaan mampu melakukan semua tugasnya secara sangat baik (diatas rata-rata industri). Mencakup semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan seperti struktur organisasi perusahaan. selain itu agar manajemen mempunyai kemampuan merespon berbagai isu kritis mengenai lingkungan yang mempunyai pengaruh yang cukup kuat terhadap perusahaan. Memahami lingkungan internal dan eksternal Tujuan analisis lingkungan adalah untuk dapat mengerti dan memahami lingkungan oraganisasi sehingga manajemen akan dapat melakukan reaksi secara tepat terhadap setiap perubahan. Perubahan yang tidak mempunyai visi. budaya perusahaan dan sumber daya. weakness (kelemahan). 3. Pendekatan ini mencoba menyeimbangkan kekutaan dan kelemahan internal organisasi dengan peluang dan ancaman lingkungan eksternal organisasi. dan tujuan maka kinerja organisasi akan berjalan acak dan kurang jelas serta mudah berubah dan diombang-ambingkan oleh situasi eksternal. Memformulasikan strategi Formulasi strategi melibatkan penetapan serangkaian tindakan yang tepat guna mencapai tujuan perusahaan. misi dan tujuan seringkali bertindak spontantitas dan kurang sistematis seperti yang dilakukan oleh pedagang kecil hanya untuk memperoleh sesuap nasi. Lingkungan eksternal berada di luar perusahaan sedangkan lingkungan internal berada di dalam perusahaan. Tanpa adanya visi. Analisa SWOT SWOT merupakan singkatan dari strength (kekuatan).misi.

Mengevaluasi dan mengawasi strategi Evaluasi dan pengawasan strategi merupakan tahap terakhir di dalam proses strategi. Tantangan implementasi adalah menstimulir para manajer dan karyawan melalui organisasi agar mau bekerja dengan penuh kebanggaan dan antusias ke arah pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. memotivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah di formulasikan dapat dilaksanakan. Pada dasarnya evaluasi strategi mencakup 3 hal. Mengambil berbagai tindakan perbaikan. Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi tetapi juga diimbangi dengan imbalan yang memadai.adalah kondisi di mana perusahaan kurang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik di karenakan sarana dan prasarananya kurang mencukupi. perusahaan diharapkan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of the business). Mengimplementasikan berarti menggerakan para karyawan dan manajer untuk menempatkan strategi yang telah formulasikan menjadi tindakan nyata. 2. dan 5. 4. Evaluasi strategi sangat diperlukan sebab keberhasilan perusahaan dewasa ini tidak menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang. memikirkan dan merumuskan kebijakan. Ancaman (threats) adalah suatu keadaan di mana perusahaan mengalami kesulitan yang disebabkan oleh kinerja pihak pesaing. 5. Peluang (opportunity) adalah suatu potensi bisnis menguntungkan yang dapat diraih oleh perusahaan yang masih belum di kuasai oleh pihak pesaing dan masih belum tersentuh oleh pihak manapun. Mengukur kinerja yang telah dilakukan. BAGAN PROSES MANAJEMEN STRATEGI . Mengimplementasikan strategi Didalam implementasi strategi. Mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung. yaitu: 1. yang jika dibiarkan maka perusahaan akan mengalami kesulitan dikemudiaan hari.

Di dalam strategi tingkat ini yang ditujukan adalah bagaimana cara bersaingnya. 3. Tingkat pertumbuhan bisnis (Business Growth Rate) Berkaitan dengan seberapa cepat industri mengalami peningkatan.5 STRATEGI BISNIS (BUSINESS STRATEGY) Merumuskan strategi bisnis melibatkan pengambilan keputusan pada tingkat unit bisnis. Strategi Portofolio Strategi portofolio adalah tipe strategi tingkat perusahaan yang berhubungan dengan bauran antara unit-unit bisnis (UBS=SBU) dan lini-lini produk yang sesuai satu sama lain dalam cara-cara yang masuk akal sehingga memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan.2. UBS (Unit Bisnis Strategi) merupakan suatu divisi organisasi yang memiliki misi bisnis. Memformulasikan strategi korporasi di dalam perusahaan besar akan sangat sulit sekali sebab banyak sekali strategi tingkat bisnis yang sangat berbeda dan memerlukan koordinasi guna mencapai tujuan organisasi secara keseluruhan. http://blog. Demikian model strategi yang dipakai adalah portofolio bisnis.ac. sbb: 1. Pangsa pasar (market share) mendefinisikan apakah sebuah unit bisnis memiliki pangsa yang lebih kecil atau lebih besar dibandingkan dengan pesaingnya.binadarma. pesaing dan pasar berbeda terhadap UBS lain dalam organisasi yang sama. Matriks BCG Matriks BCG (Boston Consulting Group) mengorganisir bisnis-bisnis dalam dua dimensi yaitu pertumbuhan bisnis dan pangsa pasar (market share).id/muhammadinah/?p=114 . 2. lini produk. 2.4 STRATEGI KORPORASI (CORPORATE STRATEGY) Strategi korporasi dirumuskan oleh manajemen puncak dan dirancang sedemikian rupa guna mencapai tujuan organisasi.

Karakteristik Organisasi: Mekanik o o Organisasi sebagai suatu mesin yang bekerja dengan suatu keteraturan dan keajegan. Model ini satu – satunya model yang lama sekali mempengaruhi pemikiran dalam administrasi Negara antara lain : model Birokratis . menerapkan kesatuan komando ( chain of command ) dan jenjang pengawasan yang seringkali berlapis . Organisasi berstruktur piramida. Karakteristik Organisasi: Organik o Organisasi sebagai suatu sistem yang menekankan pada unsur manusia sebagai pelaku utama. model Rasional dan model mekanistis.ORGANISASI 1. Efisiensi dalam organisasi dapat ditingkatkan hanya apabila terdapat pengerangkaan ( structuring ) dan pengendalian ( controlling ) terhadap partisipasi anggota organisasi. sebab produk ( output ) tidak dipandang sebagai hal yang utama. Tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan efisien melalui mekanisme pembagian kerja. model Hierarki . o o o 2. model Formal . Efisiensi dan efektivitas bukan merupakan aspek utama dalam pencapaian tujuan organisasi.net/triwidodowutomo/organisasi-manajemen-pemerintahan o o Sistem Organisasi Tertutup dan Terbuka Sistem Tertutup ( Closed System ) Sistem ini dasar pemikirannya banyak dipengaruhi oleh ilmuan – ilmuan fisika dan diterapkan pada suatu system yang mekanistis. Konsentrasinya pada hal – hal yang internal. Sifat yang menonjol dari system tertutup adalah adanya kecendrungan yang kuat untuk bergerak mencapai keseimbangan dan entropi yang statis.M Stalker adalah : . Termasuk kategori manakah Organisasi Pemerintah? http://www. Aspek yang dianggap lebih penting dalam organisasi model organik ini adalah adanya keseimbangan antara faktor manusia dengan faktor lingkungannya. spesialisasi dan hubungan kerja yang hierarkhis . Organisasi lebih menganut sistem terbuka ( open system ) . Organisasi lebih menganut sistem tertutup ( close system ) .slideshare. Karakteristik lain yang dapat dipergunakan untuk mengenal system tertutup ini seperti yang dikatakan oleh Tom Burns dan G.

system ini lebih menekankan saling hubungan dan saling ketergantungan antara unsur – unsur organisasi yang bersifat social dan teknologi. Dalam pengertian umum . Competitive. Aliran pengembangan organisasi ( Organizitional Development ). walaupun administrasi Negara juga menggunakan system ini . 2. komando dan hubungan yang jelas antara atasan dan bawahan 11) Loyalitas dan kepatuhan pada seorang atasan dan organisasi pada umumnya sangat ditekankan 12) Pristise dalah pelekat didalamnya . Model system terbuka pun banyak nama samarannya seperti : Collegial. Informal. Karakteristik dari system terbuka menurut Burns dan Stalker merupakan kebalikan dari karakteristik dari system tertutup yang sebagai berikut : 1) Tugas yang tidak rutin berlangsung dalam kondisi yang tidak stabil 2) Pengetahuan spesialis menyebar pada tugas – tugas pada umumnya 3) Hasil lebih diutamakan . Organisasi dipertimbangkan sebagai serangkaian variable yang saling berhubungan sehingga jika salah satu variable berubah menyebabkan berubahnya variable lainnya. Max Weber menyebutnya tipe ideal dari suatu organisasi. Natural dan Organic dan dikelompokkan atas 3 aliran seperti aliran Human Relation. Freemarket. dan aliran organisasi yang mengutamakan adanya interaksi hubungan yang berkelangsungan dengan lingkungan. Suatu tipe ideal adalah bahwa organisasi itu berusaha untuk menjadi apa yang seharusnya terjadi Sistem tertutup ini dinamakan pula sebagai sistem yang klasik atau tradisional. yakni bahwa kedudukan seseorang itu didalam organisasi sangat ditentukan oleh kantor dan derajat seseorang Dapat diambil kesimpulan bahwa sistem tersebut menekankan adanya keteraturan dan keajengan seperti mesin pabrik yang bergerak berdasarkan aturannya untuk menjaga adanya kestabilan.1) Tugas rutin terjadi dalam keadaan yang stabil 2) Adanya pembagian tugas 3) Sarana 4) Konflik di dalam organisasi diselesaikan dari atasan 5) Pertanggungjawaban 6) Rasa tanggung jawab dan loyalitas seseorang diberikan kepada subunit birokrasi yang telah dibebankan kepadanya 7) Organisasi dipahami sebagai suatu struktur hierarki 8) Pengetahuan hanya inklusif berada pada pucuk hierarki ( pimpinan ) 9) Interaksi diantara orang – orang dalam organisasi cendrung vertikal 10) Gaya interaksidiarahkan untuk mencapai kepatuhan . Sistem Terbuka ( Open System ) Kalau system organisasi tertutup banyak berpengaruh pada administrasi Negara . Sistem ini masih dianggap penting sampai sekarang . Artinya bukan lagi tidak dipakai melainkan sudah ada system yang lebih baru. maka system terbuka mempunyai pengaruh pada administrasi perusahaan.

Adapun karakteristik menurut Nigro sebagai berikut : 1) Secara ajeng sistem ini mencari dan memerlukan sumber – sumber dalam bentuk material dan kemanusiaan 2) Organisasi mentransformasi inputs dalam bentuk hasil –hasil seperti barang dan jasa pelayanan 3) System terbuka mengirim hasil produksinya ke pihak luar.html .4) Konflik didalam organisasi diselesaikan dengan interaksi antara teman sejawat 5) Pencairan pertanggung jawaban ditekankan 6) Rasa pertanggungjawaban dan loyalitas seorang adalah pada organisasi secara keseluruhan 7) Organisasi dipandang sebagai struktur network yang merembes 8) Pengetahuan atau informasi dapat berada dimana saja dalam organisasi 9) Interaksi diantara orang – orang didalam organisasi cendrung bergerak horizontal 10) Gaya interaksi yang diarahkan untuk mencapai tujuan lebih bersifat saran dibandingkan pemberian instruksi 11) Hasil tugas dan pelaksanaan kerja yang baik diutamakan 12) Prestise ditentukan dari pihak luar Kerangka dasar sistem ini memulai dari preposisi teori bahwa semua organisasi – organisasi sosial memberikan peranan tertentu.blogspot.com/2010/03/sistem-organisasi-tertutup-dan-terbuka. yakni lingkungan 4) Struktur organisasi dikembangkan sekitar aktivita – aktivita yang telah menpola 5) Organisasi hidup dan menolak disorganisasi 6) Umpan balik dalam bentuk informasi mengenai keadaan lingkungan 7) System terbuka menginginkan adanya keseimbangan dan kestabilan antara factor – factor didalam dan diluar organisasi 8) Pengembangan struktual dan spesialis tugas merupakan merupakan jawaban umum dalam mencari sumber dan adaptasi http://kerajaan-semut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful