You are on page 1of 5

A.

No 01

B. Hari, Tanggal Rabu, 27 Maret 2013

C. Tujuan Mengidentifikasi jamur pada makanan basi dan berjamur dengan menggunakan teknik identifikasi cara kultur.

D. Pemeriksaan Jamur pada roti berjamur

E. Prinsip Pemeriksaan jamur pada makanan basi dengan menggunakan metode identifikasi cara kultur.

F. Dasar Teori Aspergillus sp Aspergillus adalah jenis jamur udara yang berserabut, Spesies Aspergillus sangat aerobik dan ditemukan pada hampir semua lingkungan yang kaya oksigen, dimana mereka umumnya tumbuh sebagai jamur pada permukaan substrat, sebagai akibat dari ketegangan oksigen tinggi. Koloninya berwarna abu - abu, hitam, kuning atau cokelat. Beberapa spesies Aspergillus menyebabkan penyakit serius pada manusia yang paling umum adalah spesies patogenik menyebabkan Aspergillus fumigatus dan Aspergillus flavus. Aspergillus flavus menghasilkan aflatoxin yang bersifat racun dan karsinogen, dan yang dapat berpotensi mengkontaminasi makanan. Yang paling sering menyebabkan alergi penyakit Aspergillus fumigatus dan Aspergillus clavatus..

Aspergillus dapat menyebabkan spektrum penyakit pada manusia, bisa jadi akibat reaksi hipersensitivitas hingga bisa karena angioinvasi langsung. Umumnya Aspergillus akan menginfeksi paru - paru, yang menyebabkan empat sindrom penyakit, yakni Allergic Bronchopulmonary Aspergillosis (ABPA), Chronic Necrotizing Pneumonia Aspergillosis (CNPA), Aspergiloma, dan Aspergilosis invasif. Pada pasien yang Imunokompromais Aspergilosis juga dapat menyebar ke berbagai organ menyebabkan endoftalmitis, endokarditis, dan abses miokardium, ginjal, hepar, limpa, jaringan lunak, hingga tulang. (Surange, 1985) Aspergillus niger Aspergillus niger merupakan salah satu spesies yang paling umum dan mudah diidentifikasi dari genus Aspergillus, famili Moniliaceae, ordo Monoliales dan kelas Fungi imperfecti. Aspergillus niger dapat tumbuh dengan cepat, diantaranya digunakan secara komersial dalam produksi asam sitrat, asam glukonat dan pembuatan berapa enzim seperti amilase, pektinase, amiloglukosidase dan sellulase. Aspergillus niger dapat tumbuh pada suhu 35ºC-37ºC (optimum), 6ºC-8ºC (minimum), 45ºC-47ºC (maksimum) dan memerlukan oksigen yang cukup (aerobik). Aspergillus niger memiliki bulu dasar berwarna putih atau kuning dengan lapisan konidiospora tebal berwarna coklat gelap sampai hitam. Kepala konidia berwarna hitam, bulat, cenderung memisah menjadi bagian-bagian yang lebih longgar dengan bertambahnya umur. Konidiospora memiliki dinding yang halus, hialin tetapi juga berwarna coklat. Aspergillus niger, mempunyai koloni pada medium Cxapek’s Dox mencapai diameter 4-5 cm dalam 7 hari, dan terdiri dari suatu lapisan basal yang kompak berwarna putih hingga kuning dan suatu lapisan konidofor yang lebat yang berwarna coklat tua hingga hitam. Stipe dari konidiofor berdinding halus, berwarna hialin, tetapi dapat juga kecoklatan. Vesikula berbentuk bulat hingga semibulat, dan berdiameter 50-100 m. Fialid terbentuk pada metula dan berukuran (7,0-9,5) x (3-4) m. Metula berwarna hialin hingga coklat, seringkali bersepta, dan berukuran (15-25) x (4,5-6,0) . Konidia berbentuk bulat hingga semibulat, berukuran 3,50-5,0, berwarna coklat, memiliki

ornamentasi berupa tonjolan dan duri-duri yang tidak beraturan. Koloni pada medim MEA lebih tipis tetapi bersporulasi lebat.

Taksonomi. Aspergillus niger termasuk dalam Aspergillus subgenus Circumdati, bagian Nigri termasuk jenis 15 spora hitam. Domain Kingdom Phylum Subphylum Class Order Family Genus Species : : : : : : : : : Eukaryota Fungi Ascomycota Pezizomycotina Eurotiomycetes Eurotiales Trichocomaceae Aspergillus Aspergillus niger

G. Alat dan Bahan Alat 1. Ose bulat 2. Bunsen dan korek api 3. Objec Glass 4. Deck Glass Bahan 1. Makanan berjamur 2. Media agar dalam cawan petri 3. Plastik

H. Cara Kerja Identifikasi cara kultur : 1. Menyiapkan cawan petri yang steril, meletakkan tissue atau kertas saring diatas cawan petri. 2. Membasahi tissue dengan air steril (aquades/alkohol) hingga lembab. 3. Menaruh dua objek glass diatas tissue dengan bentuk cross.

4. Memanaskan media agar, sampai mencair, kemudian dinginkan.

5. Menaruh satu tetes media agar pada objek glass bagian atas menggunakan ose bulat steril. 6. Mengambil jamur dengan ose lalu taruh di media agar. 7. Menutupi media agar dengan deck glass 8. Menutup cawan petro dengan tutupnya. 9. Membungkus cawan petri dengan plastik. 10. Memberi label. 11. Menyimpan media cawan petri pada suhu kamar dalam inkubator.

I. Hasil Pada pemeriksaan jamur dengan cara kultur pada roti yang sudah berjamur kali ini dengan pemeriksaan dibawah mikroskop perbesaran 10x didapatkan jamur Aspergilus niger pada media cawan petri.

J. Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan jamur yang didapat dari bahan makanan (roti) berjamur didapatkan beberapa jamur di sekeliling deck glass dan di label nama. Namun, jamur sesungguhnya yang ditanam dengan cara kultur adalah yang berada di tengah deck glass. Dan jamur yang berada di tengah deck glass adalah Aspergilus niger. Hal ini mungkin disebabkan karna penggunaan alat yang kurang steril sehingga terdapat jamur kontaminan yang ikut tumbuh.

K. Kesimpulan Pada pemeriksaan jamur pada roti beramur dengan cara kultur didapatkan jamur Aspergilus niger.

L. Referensi