2.1 Pemeriksaan fisik Melalui pemeriksaan fisik ad dua aspek utama yang dapat di gambarkan yaitu: 1.

Kondisi kelenjar endokrin 2. Kondisi jaringan atau organ sebagai dampak dari kondisi endokrin Pemeriksaan fisik terhadap kondisi kelenjar hanya dapat dilakukan terhadap kelenjar tiroid dan kelenjar gomad pria (testes). Secara umum,teknik pemeriksaan fisik yang dapat dilakukan dalam memperoleh berbagai penyimpangan fungsi adalah :

1) Inspeksi Disfungsi sistem endokrin akan menyebabkan perubahan fisik sebagai dampaknya terhadap pertumbuhan dan perkembangan, kesembangan cairan dan elektrolit , seks dan reproduksi, metabolisme dan energi.Berbagai pperubahan fisik dapat berhubungan dengan satu atau lebih gangguan endokrin, oleh karena itu dalam melakukan pemeriksaan fisik, perawat tetap berpedoman pada pengkajian yang komprehensif dengan penekanan pada gangguan hormonal tertentu dan dampaknya terhadap jaringan sasaran dan tubuh secara keseluruhan. Jadi menggunakan pendekatan head-to-toe saja atau menggabungkannya dengan pendekatan sistem, kedua-duanya dapat digunakan

Pertama-tama, amatilah penampilan umum klien apakah tampak kelemahan berat, sedang dan ringan dan sekaligus amati bentuk dan proporsi tubuh. Pada pemeriksaan wajah, fokuskan pada abnormalitas struktur, bentuk dan ekspresi wajah seperti bentuk dahi, rahang dan bibir.pada mata amati adannya edema periorbita dan exopthalmus serta apakah ekspresi wajah datar atau tumpul. Amati lidah klien terhadap kelainan bebtuk dan penebalan,

ada tidaknya tremor pada saat diam atau bila digerakkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada gangguan tiroid. Didaerah leher, apakah leher tampak membesar, simetris atau tidak. Pembesaran leher dapat disebabkan pembesaran kelenjar tiroid dan untuk meyakinkannya perlu dilakukan palpasi.Distensi atau bendungan pada vena jugularis dapat mengidemtifikasikan kelebihan cairan atau kegagalan jantung. Amati warna kulit(hiperpigmentasi atau

2) Palpasi Kelenjar tiroid dan testes. Pada saat melakukan pemeriksaan. Penumpukan masa otot yang berlebihan pada leher bagian belakang yang biasa disebut Bufflow neck atau leher/punuk kerbau dan terus sampai daerah clavikula sehingga klien tampak seperti bungkuk. bersisik dan petechiae lebih sering dijumpai pada klien dengan hiperfungsi adrenokortikal. Perawat memegang lembut began ibu jari dan dua jari lain. penembuhan luka yang lama. dalam melakukan palpasi pemeriksa berada dibelakang klien dengan posisi kedua ibu jari perawat dibagian belakang leher dan keempat jari-jari lain ada diatas kelenjar tiroid. klien duduk atau berdiri sama saja namun untuk menghindari kelelahan klien sebaiknya posisi duduk. kelenjar tiroid tidak teraba namun isthmus dapat diraba dengan menengadahkan kepala klien. Pada kondisi normal. apakah ada rasa nyeri pada saat di palpasi. apakah merata dan cacat lokasinya dengan jelas. Hipopigmentasi biasa terjadi di wajah. siku dan lutut dijumpai pada klien hipofungsi kelenjar adrenal. amati kondisi skrotum dan penis juga klitoris dan labia terhadap kelainan bentuk.Untuk hasil yang lebih baik. Striae pada buah dada atau abdomen sering dijumpai pada hiperfungsi adrenokortikal. simetris tidaknya.Bentuk abdomen cembung akibat penumpukan lemak centripetal dijumopai pada hiperfungsi adrenokortikal. bandingkan yang satu dengan yang . Hiperpigmentasi pada jari. Ketidakseimbangan hormonal khususnya hormon seks akan menyebabkan perubahan tanda seks sekunder. Pertumbuhan rambut yang berlebihan pada dada dan wajah wanita disebut hirsutisme. Amati bentuk dan ukuran dada. nodul tinggal atau multipel.Vitiligo atau hipopigmentasi pada kulit tampak pada hipofungsi kelenjar adrenal sebagai akibat destruksi melanosit dikulit oleh proses autoimun. leher. Pada buah dada amati bentuk dan ukuran. dan ekstremitas. terjadi pada klien hiperfungsi adrenokortikal. lanjutkan dengan memeriksa lokasi yang lain di tubuh selakigus.hipopigmentasi) pada lehe. oleh sebab itu amati keadaan rambut axila dan dada. dua kelenjar yang dapat diperiksa melalui rabaan. Infeksi jamur. Lakukan palpasi kelenjar tiroid perlobus dan kaji ukuran.Pada pemeriksaan genetalia. Bila dijumpai kelainan kulit leher. Palpasi testes di lakukan dengan posisi tidur dan tangan perawat harus dalam keadaan hangat. pergerakan dan simetris tidaknya. pigmentasi dan adanya pengeluaran cairan.

Dapat diidentifikasi bila terjadi peningkatan sirkulasi darah ke kelenjar tiroid sebagai dampak peningkatan aktivitas kelenjar tiroid. Bruit adalah bunyi yang dihasilkan oleh karena turbulensi pada pembuluh darah tiroidea. . Normalnya testes teraba lembut.lainnya terhadap ukuran/besarnya. Dalam keadaan normal.Auskultasi pada daerah leher. Auskultasi dapat pula dilakukan untuk mengidentifikasi perubahan pada pembuluh darah dan jantung seperti tekanan darah. simetris tidaknya nodul. diatas kelenjar tiroid dapat mengidentifikasi“ bruit“. bunyi ini tidak terdengar. perangsangan katekolamin dan perubahan metabilisme tubuh. 3) Auskultasi Mendengarkan bunyin tertentu dengan bantuan stetoskop dapat menggambarkan berbagai perubahan dalam tubuh. ritme dan rate jantung yang dapat menggambarkan gangguan keseimbangan cairan. peka terhadap sinaar dan sinyal seperti karret.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful