Jenis-jenis transformator Step-Up

Primer

Sekunder

lambang transformator step-up

Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh. Ns > Np

Step-Down

Primer Catu daya

Sekunder Rangkaia n

skema transformator step-down

Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui, terutama dalam adaptor AC-DC.

Np > Ns .

dan 240V 3. 9V. Kumparan primer trafo tidak boleh terhubung dengan dengan kumparan sekunder trafo 2. 220V. terminal-terminal tersebut ditandai dengan tulisan tegangan input seperti 0. 110V. Atau . Setiap titik (terminal) pada ujung kumparan primer harus terhubung atau memiliki resistansi kecil. 2. Perubahan medan magnet tersebut akan mengakibatkan perbedaan potensial (tegangan). Apabila salah satu kumparan pada transformator diberi arus bolak-balik (AC). CT. dan 24V Cara kerja trafo 1. Setiap terminal pada ujung kumparan sekunder harus terhubung atau memiliki resistansi kecil. 6V. 120V.Pengukuran dan pengecekan trafo Berikut cara sederhana untuk mengetahui kondisi sebuah trafo dengan memakai multimeter pada selektor Ohm Meter. maka medan magnet akan berubah dan menimbulkan induksi pada kumparan sisi yang lain. 18V. Prinsipnya transformator yang masih bagus dapat dilihat dari hasil beberapa pengetesan berikut: 1. terminal-terminal tersebut ditandai dengan tulisan tegangan output seperti 0.12V. 15V.

perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah.1. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder. 2. Kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input. 4. 3. 2. Dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. 2. Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder. Jika efisiensi sempurna. Atau 1. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder. Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: 1. Ketika kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik. Kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output. . sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. 3. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. Komponen Transformator (bagian-bagian trafo) Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC).

ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik arah (berubah polaritasnya) medan magnet yang dihasilkan akan berubah arah sehingga arus listrik yang dihasilkan pada kumparan sekunder akan berubah polaritasnya. .Bagian-Bagian Transformator Contoh Transformator Lambang Transformator Pada skema transformator di samping.

maka diperlukan transformator untuk mengubah tegangan listrik bolak-balik 220 volt menjadi tegangan listrik bolak-balik 12 volt. Kerugian dalam transformator . komputer. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt.Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu: 1. gardu listrik dan sebagainya. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np). Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah. transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns). 2. mesin foto kopi. Contoh alat listrik yang memerlukan transformator adalah: TV. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi. Penggunaan Transformator Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik.

Kerugian arus eddy (arus olak). 6. Kerugian yang disebabkan oleh GGL masukan yang menimbulkan arus dalam inti magnet yang melawan perubahan fluks magnet yang membangkitkan GGL. arus cenderung untuk mengalir pada permukaan konduktor. Disebabkan karena inti transformator tidak dapat mengubah arah fluks magnetnya dengan seketika. Kerugian yang terjadi karena kopling primer-sekunder tidak sempurna. Kerugian yang terjadi ketika arus primer AC berbalik arah. Kerugian kapasitas liar. 3. Kerugian ini dapat dikurang dengan menggunakan kawat Litz. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan secara berlapis-lapis antara primer dan sekunder. Kerugian yang disebabkan oleh kapasitas liar yang terdapat pada lilitan-lilitan transformator. Kerugian ini sangat memengaruhi efisiensi transformator untuk frekuensi tinggi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggunakan material inti reluktansi rendah. Kerugian dalam lilitan tembaga yang disebabkan oleh resistansi tembaga dan arus listrik yang mengalirinya. yaitu kawat yang terdiri dari beberapa kawat kecil yang saling terisolasi. Kerugian ini dapat dikurangi dengan menggulung lilitan primer dan sekunder secara semi-acak (bank winding) 4. terjadi olakan fluks magnet pada material inti. Untuk frekuensi radio digunakan kawat geronggong atau lembaran tipis tembaga sebagai ganti kawat biasa. Kerugian ini berkurang kalau digunakan inti berlapislapisan. kerugian tembaga. Kerugian histeresis.Perhitungan diatas hanya berlaku apabila kopling primer-sekunder sempurna dan tidak ada kerugian. sehingga tidak semua fluks magnet yang diinduksikan primer memotong lilitan sekunder. Hal ini memperbesar kerugian kapasitas dan juga menambah resistansi relatif lilitan. Kerugian kopling. Sebagaimana konduktor lain yang dialiri arus bolak-balik. 2. tetapi dalam praktek terjadi beberapa kerugian yaitu: 1. 5. Kerugian efek kulit. Perhitungan Trafo . Karena adanya fluks magnet yang berubah-ubah.

kumparan sekunder. 2. . agar menghasilkan tegangan output rendah dengan arus besar. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP). Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).Trafo yang tersusun dari kumparan primer. dan inti besi bekerja berdasarkan hukum Ampere dan hukum Faraday dimana arus listrik berubah menjadi medan magnet dan sebaliknya medan magnet berubah menjadi arus listrik. Berikut adalah beberapa rumus dasar untuk menentukan jumlah kumparan primer dan kumparan sekunder. Np = Vp = Is Ns = Vs = Ip Keterangan : Np = Jumlah kumparan primer Ns = Jumlah kumparan sekunder Vp = Tegangan input primer (Volt) Vs = Tegangan output sekunder (Volt) Ip = Arus input primer (Ampere) Is = Arus output sekunder (Ampere) Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah: 1.

3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer. Pp = Ps Vp x Ip = Vs x Is Keterangan : Pp = Daya Primer (Watt) Ps = Daya Sekunder (Watt) Vp = Tegangan Primer (Volt) Vs = Tegangan Sekunder (Volt) Ip = Arus Sekunder (Ampere) Is = Arus Sekunder (Ampere) Contoh 1 . arus berbanding terbalik dengan kumparan dan tegangan. Sehingga dapat dituliskan: Np = Vp = Is Ns = Vs = Ip Dari rumus di atas.

... Pp = Ps Vp x Ip = Vs x Is Is = Ps / Vs Is = 50 / 25 Is = 2 Jadi arus sekunder (Is) trafo tersebut adalah 2 Ampere Np / Ns = Is / Ip Np / Ns = (Ps / Vs) / Ip . Np / Ns = Vp / Vs 2200 / Ns = 220 / 10 Ns = 2200 / (220 /10 ) Ns = 2200 / 22 Ns = 100 Jadi untuk menghasilkan tegangan output (Vs) sekunder 10V. kumparan sekunder (Ns) harus 100 lilitan Contoh 2 Jika sebuah trafo memiliki kumparan primer (Np) 2000 dan kumparan sekunder (Ns) 500.. tegangan input (Vp) 220V.. dan tegangan output sekunder (Vs) yang diinginkan adalah 10V.Jika sebuah trafo memiliki kumparan primer (Np) 2200. berapakah arus primer dan arus sekunder jika digunakan untuk menyalakan sebuah pemanas 25 Volt 50 Watt. maka jumlah kumparan sekunder adalah.

.5 atau Np / Ns = Is / Ip 2000 / 500 = 2 / Ip 4 = 2 / Ip Ip = 2 /4 Ip = 0.5 Ampere Catatan: Tegangan primer dan tegangan sekunder trafo adalah tegangan bolah-balik (AC).5 Jadi Arus Primer (Ip) adalah 0.2000 / 500 = (50 / 25) / Ip 4 = 2 / Ip Ip = 2 / 4 Ip = 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful