You are on page 1of 41

BAB I IDENTITAS BUKU

Judul buku Pengarang Penerbit Tahun Terbit Cetakan lembaga terbit Tebal Buku Garis Besar Isi Buku Bagian Pertama :

: Manajemen penelitian : Prof.Dr.Suharmi Arikunto : Rineka Cipta : 2009 : Ke-10 : PT. RINEKA CIPTA, Jakarta kompleks perkantoran Mita Matraman Blok 8.No 1-2 : 506 Lembar

: pra-perencanaan

Yang dimuat adalah bagaimana peneliti harus mengelola kegiatan-kegiatannya dalam menyusun proposal dan memanfaatkan proposal penelitian jika telah disetujui oleh dosen pembimbing atau sponsor yang mamberikan dana. Bagian dua : perencanan

Yang dimuat adalah melengkapi personalia pembantu atau menentukan personalia pembantu (merupakan penelitian yang dilakukan secara mandiri) mengurus surat izin. Penyusunan serta memantapkan instrumen pengumpulan data. Bagian tiga : pelaksanaan penelitian

Yang dimuat adalah dengan apa dan bagaimana melaksakan berbagai teknik pengumpulan data dan bagaimana cara mengatasianya hambatan yang di antipasikan akan muncul. Bagian empat : Pelaksanaan

Menjelasakn tentang bagaimana memantapkan penelitian dalam memilih teknik analisis data, melakukan pengelolaan data, melaksanakan pengolahan, melakukan pembahasan terhadap anlisis, menarik kesimpulan mencari pendukung untuk menyusun dan saran. Bagian lima : Penyusunan laporan penelitian

Menjelaskan pembagian tugas menyusun bagian laporan, mencari sumber-sumber untuk memperluas dukungan teori, mencari dan manentukan model penulisan laporan, memilih rumusan, menyunting laporan

BAB II LAPORAN BAGIAN BUKU

PRA-PERSIAPAN PENELITIAN I. Menyusun Proposal Penelitian A. manfaat proposal penelitian Pnelitian merupakan kegiatan ilmiah yang dimaksudkan untuk mengembangkan dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. Kegiatan ilmiah mengandung tiga hal yakni : dilakukan bertujuan, terencana dan sistematis. Proposal penelitian merupakan ssuatu rencana tertulis yang akan diikuti dengan kegiatan nyata. Proposal penelitian ini masih merupakan rancangan yang bersifat tentatif. B. Isi proposal penelitin 1. Latar belakang penelitian Latar balakang penelitian dikategorikan sebagai bagian pendahuluan yang menjelaskan mengenai apa yang mendorong peneliti untuk melakukan penelitian. 2. Rumusan problematika penelitia Dalam sebuah penelitian problematika merupakan kunci dari kegiatannya. Dari problematika penelitian inilah tujuan penelitian, hipotesis, populasi dan sampel, teknik untuk mengumpulkan data dan menganalisis data ditentukan. Ada dua batasan yang sering dikacaukan para calon peneliti: a. Batasan pengertian b. Batasan masalah 3. Rumusan tujuan dan hipotesis penelitian Sudah disinggung betapa pentingnya problemtika didalam kegiatan penelitian. Apalagi problematika peneletian sudah berhasil di identifikasi, dibatasi, dan

dirumuskan. Langkah berikutnya adalah meumuskan tujuan penelitiannya. 4. Metodologi penelitian Dalam bagian metodologi ini peneliti diharapkan menyebutkan sekali lagi dengan jelas apa yang menjadi variabel berikutnya. Penyebutan variabel maksudnya agar peneliti sendiri mantap dengan variabel yang akan diteliti sehingga pandangan hati dan pikirannya tertuju kemasalah. 5. langkah-langkah penelitian Menentukan

Menyusun proposal penelitian merupakan langkah pertama sesudah proposal

penelitian

disetujui oleh dosen pembimbing dan di sahkan oleh biro tesis atau jika penelitian tadak memerlukan pengesahan penelitian sendiri sudah mantap dengan proposalnya, maka masih diperlukan satu langkah lagi yaitu memantapkan proposal.AS

I. Merumuskan Judul dan Problematika Penelitian A. Prosespemilihan problematika dan judul penelitian Sebenarnya proses pemilihan problematika dan judul penelitian tidak dapat dibesarakan dari bagian-bagian penelitian yatu kepentingan pribadi atau kecenderungan perhatian masyarakat dan pemerintah besrta kebijakannya. Secara garis besar, proses penelitian pada umumnya malalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. Mencari permasalahan yang pantas diteliti 2. Menelaah buku-buku untuk mencari dukungan teori dengan cara mambaca buku teori 3. Meninjau kembali rumusan serta memantapkan problematika 4. Menyusun instrumen pengumpulan data 5. Melaksanakan penelitian 6. Melakukan tabulasi pengolahan data 7. Mengambil kesimpulan 8. Menyusun laporan penelitian Untuk dapa merumuskan penelitian harus diketahui unsur-unsur yang akan dicerminkan dalam rumusannya yaitu: a) Problematika penelitian yang akan dicari jawabnya b) Populasi atau subjek penelitian dimana dapat diperoleh data yang dimaksud c) Wilayah penelitian d) Waktu penelitian B. Unsur-unsur yang dipertimbangkan dalam merumuskan problematika dan judul penelitian Pada umumnya peneliti membatasi diri kita dari kegiaatan penelitinya dengan memperkecil jumlah variabel, memperkecil jumlah subjek penelitian, mempersempit

wilayah penelitian dengan instrumen dan metode yang lebih sederhana. Pembatasan tersebut dilakukan dengan berbagai alasan, diantaranya alasan yang dapat diterima adalah kurangnya penyediaan dana, tenaga, dan waktu. Ada lima buah pengertian pokok yang di cakup sebuah judul : 1. Eksplorasi : menunjuk pada sifat atau jenis penelitian yang dilakukan

2. diteliti

Gejala sifat negatif

: menunjuk pada variabel pokok yang merupakan objek yang akan

3. Pelajar dan mahasiswa : menunjuk pada subjek penelitian tempat diprolehnya data untuk variabel yang diteliti 4. Kabupaten pedikan 5. Tahun 1998 : lokasi tempat penelitian dilakukan : waktu data penelitian diambil

II.

Merumuskan Hipotesis Penelitian

A. Pengertian Hipotesis Hipotesis menunjuk pada hubungan antara dua atau lebih variabel. Peneliti perlu berpikir akan menggunakan hipotesis atau tidak dalam penelitiannya jika penelitian tersebut mengandung variabel. Untuk penelitian dua atau lebih variabel, hipotesis merupakan dugaan tentang kebenaran mengenai hubungan dua varibel atau lebih. Dalam uraian-uraian mengenai hubungan diterangkan bahwa secara garis besar hubungan antara variabel dapat dibedakan menjadi tiga yaitu : 1. Hubungan yang sifatnya sejajar tidak timbal balik 2. Hubungan yang sifatnya sejajar timbal balik 3. Hubungan yang menunjuk pada sebab-akibat tetapi tidak timbal balik B. Jenis-jenis hipotesis 1. Hipotesis Nol adalah hipotesis yang menyatakan ketidak adanya hubungan antara variabel; 2. Hipotesis alternatif atau hipotesis kerja adalah hipotesis yang menyatakan adanya hubungan antar variabel. C. Penelitian tampa hipotesis Jenis-jenis penelitian yang biasanya tanpa menggunakan hipotesis antara lain: penelitian deskriptif, penelitian historis, penelitian filosofis, penelitian pelacakan, penelitian evaluasi dan penelitian tindakan. Untuk menganalisis efektivitas lembaga pendidikan dalam menyiapkan lulusannya bekerja dimasyakat, peneliti pelacakan dapat mengajukan beberapa pertanyaan dengan klasifikasi: 1. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan lembaga pendidikan dan efeknya terhadap lulusan;

2. Pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pasaran kerja dan lain-lain. Secara ekspisit, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dalam penelitian pelacakan antara lain: 1. Bagaimana lulusan telah berhasil mempelajari program yang dilaksanakan oleh sekolah; 2. Sejauh mana sekolah dapat membuat lulusan dalam usahanya memperoleh pekerjaan atau melanjutkan studi; 3. Seberapa gigih para lulusannya mencari pekerjaan; 4. Berapa rentang yang memperoleh nilai tertinggi dengan nilai terendah dalam satu waktu; 5. Seberapa banyak lulusan yang memerlukan bantuan orang lain; 6. Apakah dengan kelulusan mereka dari pendidiken tersebut mempercepat pencarian kerja; 7. Berapa jarak rata-rata waktunya ; 8. Dan sebagainya.

III.

Mengkaji Bahan Pustaka

A. Pengertian dan pentingnya mengkaji pustaka Tahap-tahap yang harus dilalui menurut prosedur ilmiah bukan hanya dapat dilakukan dilaboratorium saja, tetapi juga dikancah termasuk untuk bidak pendidikan. B. Bagian pra-persiapan penelitian yang memerlukan kajian pustaka 1. Pemilihan permasalahan dan judul penelitian; 2. Penyusunan latar belakang masalah; 3. Menyusun metodologi penelitian. C. Cara-cara mengkaji bahan pustaka 1. Jenis sumber bahan pustaka a. Klasifikasi menurut bentuk yaitu tertulis dan bukan tertulis; b. Klasifikasi menurut isi yaitu sumber primer dan skunder. 2. Cara mengkaji dan mengumpulkan hasil kajian; 3. Cara menulis hasil kajian. a. Cara menuangkan hasil kajian Kerangka teori adalah bagian dari penelitian, tempat penelitian, memberikan penjelasan tentang hal-hal yang berhubungan dengan variabel pokok, sub variabel atau pokok masalah yang ada di dalam penelitiannya.

Kualitas pengelolahan kelas ditinjau dari latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar guru sekolah dasar . Kerangka berpikir adalah bagian teori penelitian yang menjelskan alasan atau argumentasi bagi rumusan hipotesis. Kerangka berpikir menggambarkan alur pikiran peneliti dan memberikan penjelasan kepada orang lain, mengapa ia beranggapan seperti yang diutarakan dalam hipotesis.

Jenis-jenis kutipan baik langsung maupun tidak langsung i. Kutipan langsung empat baris atau kurang ii. Kutipan langsung lebih dari empat baris iii. Kutipan tidak langsung b. Cara mempertanggungjawabkan pengambilan kutipan Pertanggungjawaban pengutipan hasil karya orang lain yang dituliskan pada halaman tempat kutipan berada dapat dilakukan dengan bermacam-macam cara: 1. Menuliskan sumber kajian sebelum peneliti mengemukakan kutipannya; 2. Menuliskan sumber kajian sesudah peneliti mengemukakan kutipannya; 3. Menuliskan sumber kajian sesudah peneliti mengemukakan satu demi satu pendapat seseorang yang langsung diikuti nama ahlinya; 4. Menuliskan nama ahli dan sumbernya. Kecenderungan akhir-akhir ini adalah cara-cara yang tertulis dalam nomor a,b dan c. Walaupun demikian tidak berarti bahwa pertanggung jawaban dalam bentuk catatan kaki tidak dibenarkan lagi. Sehubungan dengan masih dibenarkannya perbuatan catatan kaki sebagai penanggung jawab hasil kutipan. Contoh: Sumber kajian berupa buku teori M.A.May and A.A. Lumsdaine,eds; learning from flims (new haven; yale university press, 19580) Sumber kajian berupa majalah James Ratsh; The inductive process inplications for research reporting, leadership 24 (1967): 37 Suber kajian berupa jurnal

R. Vance Hall, Conni Creater, sharon S, Craston and Bonnie Tucker,teacher and parent as reseachers using multiple baseline designs, jurnal of applied analisis 3 (1970) :247-55

IV. Menentukan Subjek Penelitian A. Pengertian Subjek Penelitian, Responden Penelitian dan Sumber Data Disini dibicarakan tentang subjek dan penelitian. Marilah sambung saja pembicaraan tersebut dengan topik yang sudah ada di atas yaitu hubungan antara pemberian PR dengan kebencian siswa terhadap pelajarannya. Variabel pertama Variabel kedua Variabel utuh : Pemberian PR untuk bahasa indonesia setiap hari : Perasaan benci siswa terhadap pelajaran bahasa indonesia : Hubungan antara pemberian PR dengan rasa benci pada pembelajarannya. B. Unit Analisis dan Subjek Penelitian Seringkali mahasiswa atau calon peneliti mengajukan pertanyaan tentang berapa baiknya Kalau judul yang harus diambil. : Kolerasi antara kreativitas jumlah subjek atau respon penelitian

Pertanyaan antara lain: dengan prestasi belajar. Untuk penelitian ini : Harus mengambil beberapa sekolah bebagai subjek penelitiannya. Mahasiswa atau calon peneliti ini tidak menerangkan kreativitas dan prestasi belajar. Siapa yang diteliti : Siswa atau mahasiswa, kelas atau tingkat berapa, bidang studi tertentu atau prestasi keseluruhan, prestasi belajar dilihat dari mana dan sebagainya. C. Besarnya Subjek Penelitian Dalam sebuah peneliti, subjek peneliti merupakan sesuatu yang kedudukannya sangat sentral karena pada subjek penelitian itulah data tentang variabel yang diteliti berada dan diantara oleh peneliti. Pada umumnya peneliti menginginkan untuk mempunyai subjek peneliti yang cukup banyak agar data yang diperoleh cukup banyak pula. Dengan data yang banyak gambaran. Kesimpulan menjadi mantap. Namun tidak selamanya keinginan peneliti tersebut terpenuhi. Disebabkan karena adanya kendala tenaga, waktu dan peneliti terpaksa membatasi banyaknya subjek penelitian yang disesuaikan dengan kemampuan yang ada pada dirinya.

Sebagai langkah pertama, dari penentuan sampel adalah membuat batasan tentang ciriciri populasi. Di dalam penelitian pendidikan dikenal dengan istilah target populasi. Misalnya peneliti menentukan sebagai subjek adalah anak putus sekolah. Yang menjadi target populasi meliputi anak yang jumlahnya banyak sekali, karena batasannya hanya satu pengertian yaitu putus sekolah. Semua anak yang pernah masuk sekolah, baik sekolah dasar, SLTP, SMA, tetapi tidak sampai tamat, dapat dimasukkan kedalam kategori ini, populasi cukup banyak. Jika batasan tersebut ditambah dengan satu ciri, misalnya anak putus sekolah dasar, maka lingkup populasinya menjadi menyempit. Dengan demikian dapat disimpulkan. Semakin banyak ciri atau karakteristik yang ada pada populasi, akan semakin sedikit subjek yang tercakup dalam populasi dan sebaliknya. Banyak hal yang harus di pertimbangkan dalam menetukan besarnya sampel: 1. Untuk analisis Peneliti menggunakan siswa yang sifatnya umumsebagai unit analisis, dapat mengambil banyak subjek penelitian karena mereka cukup mengambil satu atau dua kelas siswa, tampa harus repot mengunjungi banyak tempat. 2. Pendekatan atau model penelitian Sifatnya survei akan menggunakan subjek yang cukup banyak, sedangkan eksprimen cukup menggunakan subjek npenelitian sedikit saja. 3. Banyak karakteristik khusus yang ada pada populasi Dalam menentukan besarnya sampel penelitian,peneliti mau tidak mau, harus mencoba mengidentifikasi variasi ciri-ciri yang ada dalam populasi. D. Keterbatasan Penelitian Teknik pengambilan sampel yang biasa di kenal antara lain: sampling acak (random), sampling kelompok (cluster), sampling berstrata (stratifled), sampling bertujuan (puposive) sampling daerah/wilayah (area), samplingkembar (double)dan sampling-sampling

berimbang,yang menunjukkan pada ukuran besarnya bagian sampel.

V.

Memilih Instrumen Pengumpul Data

A. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data 1. Metode pengumpul data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. 2. Instrumen pengumpul data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.

A.1. Angket 1. Angket terbuka adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. 2. angket tertutup adalah angket yang disajikan sedemikian rupa sehingga resporden tinggal memberikan tanda tentang ( ) pada kolom atau tempat yang sesuai. 3. Angket campuran adalah gabungan antara angket terbuka dan tertutup.

A.2. Daftar dan Tabel Maksudnya mengumpulkan data berupa kolom-kolom tanpa judul, atau dengan judul yang masih tentatif (rencana yang masih berubah). B. Kedudukan Instrumen Pengumpulan Data Dalam Penelitian Dalam kerangka penelitian telah dikemukakan bahwa pokok utama yang menentukan segalanya dalam penelitian adalah permasalahan. Permasalahan tersebut merupakan pancingan bagi dirumuskan tujuan penelitian dan hipotesis (kalau ada). Untuk menjawab problematika, mencapai tujuan dan membuktikan hipotesis diperlukan data. Agar peneliti dipermudah pekerjaannya, digunakan instrumen pengumpilan data tersebut. C. Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Data Dalam Peneitian Pemilihan instrumen penelitian dipengaruhi oleh beberapa fakta antara lain: Data yang diinginkan, Sumber data, Metode, Kedalam penelitian, dan kemampuan. Peneliti dalam hal : Tehnik metodologi, Waktu, Dana dan Tenaga.

VI.

Memantapkan Proposal Penelitian

A. Pengertian dan Pentingnya Memantapkan Proposal Penelitian Pada waktu menyusun proposal, calon peneliti sungguh memusatkan perhatiannya terhadap pekerjaannya. Semua pedoman sudah dibaca, dan dicoba memahami isinya, dan sedapat mungkin diterapkan. Menyusun laporan merupakan langkah paling awal dilakukan oleh calon peneliti setelah proposal disusun seyogianya diperiksa kembali untuk diketahui apakah betul bahwa baik secara keseluruhan sesuai dengan aturan yang diikuti. Pemeriksaan kembali proposal yang telah jadi tersebut akan akan dapat dilakukan dengan baik dan lancar jika pemeriksaannya dilakukan dengan alat tertentu yaitu ramburambu kriteria. B. Rambu-Rambu Penilaian Proposal

Sebagai alat untuk menilik proposal sebetulnya calon peneliti dapat membuat sederetan pertanyaan yang didasarkan atas butir-butir yang terdapat dalam petunjuk atau ketentuan menyusun proposal. Agar penilik cermat dan efektif, maka deretan pertanyaan yang berfungsi sebagai rambu-rambu penilaian proposal tersebut disesuaikan dengan komponen-komponen yang terdapat di dalam proposal penelitian. Penilaian tersebut terhadap komponen-komponen secara terpisah. Kemudian dilihat kaitannya antar komponen/hubungan secara keseluruhan. Adapun garis besar proposal adalah problematika yang diajukan, rumusan judul, tujuan penelitian, hipotesis, kerangka teori, kerangka berpikir, metodologi, jadwal, dan biaya. Ada dua butir penilaian yang berhubungan dengan keseluruhan proposal yaitu, keseluruhan antar komponen dan memenuhi tidaknya susunan proposal dengan ketentuan atau pedoman yang diikuti.

Persiapan Penelitian VII. Mengatur Rencana Penelitian A. Mengatur Personalia Penelitian Lingkup, kedalaman dan kompleksitas penelitian sangat menentukan banyak atau sedikitnya personalia yang perlu dilibatkan dalam kegiatan dari awal sampai akhir penelitian adalah: 1. Menyusun proposal penelitian 2. Menyusun instrumen pengumpilan data 3. Mencari data awal mengadakan survei pendahuluan 4. Mengurus perizinan 5. Mengumpulkan data penelitian 6. Menganalisis data 7. Membahas hasil analisis 8. Menyusun laporan 9. Memproduksi laporan. B. Mengkaji Proposal Peneliti Langkah awal dari tahap persiapan penelitian adalah mengkaji proposal penelitian. Penelitian perseorangan mengkaji proposal untuk kepentingan dirinya sendiri agar lebih memahami pokok permasalahan yang bersangkut paut dengan penelitihannya. Akan tetapi bagi penelitian kelompo, mengkaji proposal penelitian

merupakan satu langkah penting agar tidak ada seorangpun diantara anggota yang terlibat dalam kegiatan penelitian tidak mengetahui seluk beluk kegiatan yang akan dilakukan. Mengkaji proposal penelitian dimaksutkan agar semua anggota mempunyai pemahaman yang sama mengenai segala sesuatu sehingga tiap langkah mereka dapat serempak. Jenis-jenis kegiatan yang dilakukan di dalam mengkaji proposal penelitian. 1. Memahami bersama apa yang menjadi permasalahan peneitian 2. Memahami ada berapa dan apa saja yang menjadi variabel penelitian 3. Memahami metode dan rincian isi instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data 4. Mengenal subjek penelitian 5. Mengetahui jenis tknik analisis data.

C. Menyusun Jadwal Pelaksanaan Penelitian Tahap terakhir sebelum kegiatan penelitian dimulai adalah mengatur waktu pelasanaan yang dituangkan kedalam bentuk jadwal. Di dalam penyusunan jadwal penelitian, peneliti perlu mempertimbangkan beberapa hal yang terkait dengan kegiatan penelitian yaitu: 1. Waktu luang atau waktu yang penting baik dimiliki oleh para petugas 2. Kelonggaran waktu dan kesempatan dilapangan 3. Fakta-fakta pendukung.

VIII.

Menyususn Instrumen Penelitian A. Langkah-langkah dalam menyusun instrumen Secara umum penyusunan instrumen pengumpulan data dilakukan dengan pemahaman sebagai berikut : 1. Mengadakan identifikasi terhadap variabel yang ada dalam rumusan judul penilaian 2. Menjabarkan variabel menjadi sub atau bagian variabel 3. Mencari indekator setiap 4. Menderetkat deskriptor dari setiap indikator 5. Merumuskan setiap deskriptor dari setiap indikator 6. Melengkapi instrumen dengan ( pedoman atau instruksi ) dan kata pengantar. Contoh :

Konstribusi kemandirian siswa, perhatian orang tua (terhadap anak ) dan kelengkapan sarana terhadap kualitas pelaksanaan CBSA disekolah Dasar Negeri di daerah istimewa Yogyakarta Caturwulan I ( satu ) Tahun ajaran 1989/1990. Variabel bebas : Kemandirian siswa Perhatian orang tua Kelengkapan sarana Variabel terikat : Kualitas pelaksanaan CBSA

B. Menyusun butir-butir instrumen pengumpulan data Untuk mengusahakan jumlah butir yang agak seimbang, peneliti dapat mengambil strategi, sebagai berikut : Mengurangi jumlah butir pada variabel atau sub variabel yang rincian indikatornya cukup banyak dengan memilih hanya salah satu wakil-wakil indikator yang diperkirakan merupakan indikator inti Membuat butir ekuivalen yaitu butir yang mengukur hal yang sama dari sesuatu indikator. Di dalam menentukan banyaknya butir instrumen peneliti sering kali dihadapkan pada pertimbangan jumlah keseluruhan dan keseimbangan jumlah antara variabel. Sebaiknya instrumen betul-betul dipikirkan masak-masak ditinjau dari pihak responden maupun peeliti sendiri. Pertimbnagan tentang instrumen bukan hanya mengenai butir-butirnya saja, tetapi juga banyaknya lembaran, kemudian pengisian, bahasa, instruksi, dan kata pengantar. C. Komponen-komponen kelengkapan instrumen Instrumen penelitian tidak cukup hanay butir-butir, walaupun berfungsi sebagai pengungkap data memeng hanya butir-butir tersebut. Bagi instrumen yang digunakan oleh peneliti sendiri, keberadaan butir-butir kiranya sudah cukup memberikan bantuan memenuhi keinginannya mencari data. Namun demikian sebagai peneliti, mereka dituntun untuk melaporkan hasil penelitiannya. Di dalam melaporkan hasil penelitiannya, peneliti dituntut untuk menyertakan instrumen selengkap-lengkapnya. Tentu saja instrumen dengan petunjuk mengerjakan untuk tiap-tiap bagian serta petunjuk umum keseluruhan instrumen. Untuk instrumen yang dilepas oleh penelitinya dengan cara dikirim, yaitu : angket. Peneliti harus mengetahui bagaimana membuat pedoman untuk sebuah instrumen : a) Bahasa harus jelas dan mudah dipahami

b) Rumusan harus singkat agar responden tidak kehabisan waktu hanya untuk membaca instrumen c) Setiap bagian seyogianya diberi insruksi secara terpisah agar responden tidak usah membalik-balik halaman yang memuat kumpulan instruksi.

IX. Menyiapkan Kanca Penelitian A. Menyiapkan subjek penelitian Subjek penelitian adalah benda, hal atau orang, tempat data untuk variabel penelitian yang dipermasalahkan melekat ( Bab VI ). Dengan demikian peneliti mau tidak mau harus menyetujui pendapat bahwa subjek penelitian merupakan sesuatu yang sangat penting kedudukannya di dalam penelitiannya. Subjek penelitian harus di data sebelum peneliti siap untuk mengumpulkan data. B. Mengurus perizinan penelitian Urusan perizinan merupakan suatu langkah formal karena bersangkut paut dengan para pejabat yang mempunyai wewenang mengenai sesuatu wilayah tempat subjek penelitian berada yang jadi tanggung jawab pejabat. Dalam melakukan perizinan ini peneliti perlu memiliki pengetahuan yang tepat tentang wilayah tanggung jawab pejabat, ditinjau dari departemenlisasi yang ada di negara kita. Berdasarkan atas tinjauan departemenlisasi ini di dalam suat daerah geografis sering terdapat wilayah kekuasaan yang berbeda. Secara urut, langkah dalam mengurus perizinan sebagai berikut : a) Peneliti mengurus perizinan di dalam lembaganya sendiri b) Mengurus per izinan ke Direktorat sosial politik ( bagi yang di daerah sendiri ) c) Mengurus perizinan ke Direktorat sosial politik dan daappeda tempat penelitian dilakukan ( untuk wilayah propinsi ). C. Melakukan penelitian pendahuluan Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan penelitian pendahuluan: 1) Peneliti membaca buku laporan penelitian atau jurnal yang memuat hasil penelitian 2) Peneliti mempelajari situasi wilayah yang akan dijadikan ajang penelitian 3) Peneliti mendatangi calon wilayah penelitiannya, bertmu dengan pejabat atau calon responden untuk mengadakan penjajakan seperlunya. D. Memilih calon subjek penelitian

Di dalam menentukan sebuah subjek penelitian ini peneliti harus berpikir tentang dua hal yaitu : subjek untuk uji calon instrumen pengumpulan data dan subjek untuk pengambilan data. Untuk pengambilan ke dua jenis subjek ini harus mengarahkan perhatiannya pada pengertian tentang populasi dan sampel. Sejenak kita kembali pada tiga jenis strategi penelitian yaitu : 1. Penelitian kasus adalah penelitian yang dilakukan dalam lingkuk yang sangat terbatas dengan subjek penelitian yang sedikit dan kesimpulannya hanya berlaku bagi subjek yang diteliti tersebut. 2. Penelitian populasi adalah penelitian yang dilakukan terhadap lingkup yang luas, dengan semua subjek penelitian dan kesimpulannya berlaku bagi semua subjek penelitian subjek. 3. Penelitian sampel adalah penelitian yang dilakukan hanya terhadap bagian saja.

X.

Melaksanakan Uji Coba Istrumen A. Pentingnya Kegiatan Uji Coba Instrumen Pengumpul Data Secara umum instrumen terbagi dua yaitu instrumen yang disusun sendiri oleh peneliti dan yang sudah tersetandar (standarized). Ke dua instrumen tersebut kebanyakan bersifat rahasia dan hanya boleh digunakan oleh orang-orang yang memang berwenang. Validitas Instrume Ada dua jenis validitas instrumen yaitu validitas logis dan validitas empris. Dari ke dua validitas tersebut yang lebih banyak diminati oleh peneliti adalah validitas logis sebuah instrumen dikatakan memiliki validitas logis apabila instrumen tersebut secara analisis akal sudah sesuai dengan isi dan aspek yang diungkapkan. Reliabilitas Instrumen Reliabilitas adalah persyaratan pokok ke dua dari instrumen pengumpul data. Ada tiga teknik untuk menguji reliabilitas instrumen yaitu: Teknik paralel (paralel form), teknik tes ulang (test retest) dan teknik belah dua (sput halve method). Ada tiga cara yang dapat diambil dalam melakukan pembelahan: a) Membelah atas dasar nomor ganjil-genap Belahan pertama Belahan ke dua : butir-butir dan nomor ganjil : butir-butir dan nomor ganjil

b) Membelah atas dasar nomor awal-akhir Belahan pertama : butir-butir pada separo bagian awal

Belahan ke dua

: butir-butir pada separo bagian akhir

c) Membelah dengan cara undian sBelahan pertama Belahan ke dua : butir-butir kelompok undian pertama : butir-butir yang tidak termasuk pada belahan pertma.

B. Cara Melaksanakan Uji Coba Instrumen Pengumpul Data 1. Uji coba instrumen Di dalam bagian lain sudah disinggung sedikit tentang bermacam-macam tes : ada tes bakat atau tes bawaan (aptitude test), tes sikap (attitude test) dan tes pencapaian (achivemen test). Tujuan uji coba paling tidak adalah agar dari kegiatan tersebut dapat diketahui : 1) Validitas tes adalah tingkat sesuatu test mampu mengukur apa yang hendap diukur; 2) Reliabilitas tes maksudnya penjelasan tentang reliabilitas serta teknik-teknik yang dapat digunakan sudah dijelaskan secara panjang lebar; 3) Taraf kesukaran (difficulty index) maksudnya kemampuan test tersebut dalam menjaring banyaknya subjek peserta test yang dapat mengerjakan dengan betul; 4) Daya pembeda (discrim power) maksudnya kemampuan test tersebut dalam memisahkan antara subjek yang pandai dengan subjek yang kurang pandai; 5) Pola jawaban adalah gambaran tentang penyebaran jawaban responden. 2. Uji coba instrumen bukan tes Adapun tujuan uji coba instrumen bukan tes adalah : a. Untuk mengetahui tingkat pemahaman responden terhadap instrumen; b. Untuk mengetahui ketepatan penyelenggaraan sekaligus mencari pengalaman dan mengidentifikasi kemungkinan kekurangan sarana penunjang yang masih harus dipersiapkan sebelumnya; c. Untuk mengetahui reliabilitas instrumen. Jenis-jenis skala sikap yang banyak dikenal adalah : 1) Skala model Thurtone; 2) Skala model Ukert; 3) Smantic Diffrential (perbedaan smantic); 4) Skala Gultman; 5) Skala Inkeles. Ada tiga langkah dalam penyusunan instrumen yaitu :

1. Menentukan batasabn objek sikap maksudnya pengertian mengenai sesuatu asfek sikap seperti yang dimaksudkan oleh penyusun. Dengan tujuan menghindari perbedaan penafsiran tentang objek sikap yang bersangkutan; 2. Kategorisasi dimensi, langkah ke dua dari pengembangan skala sikap adalah mengidentifikasikan aspek dari objek sikap yang akan diukur. Jika disejajarkan dengan penyusunan soal tes prestasi belajar kategorisasi adalah menjabarkan komponen menjadi aspek-aspek; 3. Menyusun butir-butir pertanyaan, sesudah penyusunan mempunyai kisi-kisi selanjutnya adalah menyusun butir-butir pertanyaa. Sebelum memulai rencananya, penyusunan sudah mempunyai angan-angan model, skala manakah yang akan dipilih dan digunakan. Hal-hal yang harus diingat adalah : a) Bentuk luar/teknis; b) Isi butir pertanyaan. C. Mengadakan Latihan Menggunakan Instrumen Pengumpulan Data 1. Melatih angket dan skala; 2. Melatih instrumen wawancara; 3. Melatih instrumen pengamatan.

Pelaksanaan Penelitian XI. Pelaksanaan Penelitian Eksprimen A. Pengertian Penelitian Eksprimen Penelitian eksprimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjek selidik. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksprimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Secara singkat di dalam penelitian eksprimen peneliti mengupayakan untuk mengontrol vanans yaiti : a. Memaksimalkan vanans yang berhubungan dengan hipotesis penelitian; b. Meminimalkanvanans ekstra atau vanans variabel yang tidak diharapkan yang tidak menjadi titik perhatian dalam kegiatan eksprimen; c. Meminimalkan kesalahan-kesalahan : dalam subjek, dalam melakukan eksprimen dan dalam pengukuran hasil;

Untuk menghindari kesalahan-kesalahan tersebut, maka seyogiyanya : a. Peneliti mengambil subjek secara random; b. Peneliti mengelompokkan subjek ke dalam kelompok pertama dan ke dua secara random; c. Peneliti menentukan mana kelompok eksprimen dan kelompok pembanding. Strategi dan langkah-langkah penelitian eksprimen pada dasarnya sama dengan langkah-langkah penelitian penelitian umumnya. 1) Calon peneliti mengadakan studi uterator; 2) Mengadakan identipikasi masalah (rumus); 3) Merumuskan batasan ilmiah; 4) Menyusun rencana eksprimen; a. Mengidentifikasi semua pariabel; b. Memilih model eksprimen; c. Memilih sampel; d. Menggolongkan subjek; e. Memilih dan menyusun instrumen; f. Membuat garis besa (kerangka); g. Merumuskan hipotesis nol atau hipotesis statistik. 5) Melaksanakan eksprimen; 6) Memilih data sedemikian rupa; 7) Menggunakan teknik yang tepat. B. Penelitian Pengukuran Sesudah Kejadian (PSK) Yang dilakukan peneliti adalah : 1. Mencoba mengadakan identifikasi terhadap jenis-jenis perlakuan yang diperkirakan sesudah dilakukan atau dengan sendirinya terjadi; 2. Mencoba mengadakan identifikasi terhadap akibat-akibat dari perlakuan yang menjadi titik pusat perhatian. XII. Pelaksanaan Penelitian Evaluasi A. Pengertian dan Pentingnya Penelitian Evaluasi Model penelitian evaluasi merupakan salah satu diantara model penelitian yang cukup populer dikalangan para pejabat penelitian ini juga dikenal sebagai penelitian program. Fungsi penelitian evaluasi dapat di bedakan menjadi dua yaitu :

1) Evaluasi formatif difungsikan sebagai pengumpulan data pada waktu pendidikan masih berlangsung; 2) Evaluasi sumatif dilangsungkan jika program kegiatan sudah betul-betul selesai di laksanakan. B. Jenis Pelaksanaan Penelitian Evaluasi Jika pelaku besar dari dalam program disebut sebagai evaluator internal, sedangkan kalau pelakunya berasal dari luar disebut evaluator eksternal. Baik evaluator internal dan eksternal masing-masing mempunyai kebaikan maupun kelemahan : 1. Evaluator Internal a) Kebaikan Memahami seluk beluk program yang akan di evaluasi sehingga pelaksanaan evaluasi akan dapat menyeluruh secara cermat. b) Kelemahan Oleh karena personal evaluasi juga pelaksana program unsur-unsur subjektifitasnya dapat dengan leluasa ke dalam diri penilai. 2. Evaluator Eksternal a) Kebaikan Pelaku evaluasi akan bertindak dengan hati-hati, cermat, berpijak, pada desain penilaian yang disusun terlebih dahulu. b) Kelemahan Berlawanan dengan kelemahan yang terdapat dalam penilaian oleh evaluator internal. C. Penelitian Evaluasi dan Evaluasi Pendidikan Ditinjai dari tujuan, penelitian evaluasi dengan evaluasi pendidikan terdapat perbedaan-perbedaan, tiga perbedaan yang penting adalah : 1. Penelitian evaluasi biasanya di laksanakan dalam langka pengambilan keputusan; 2. Dalam hal penggeneralisasianhasil yang diperolek; 3. Dalam pertimbangan nakna dan nilai. D. Cara-Cara Melaksanakan Penelitian Evaluasi Penelitian evaluasi adalah salah satu bentuk dari berjenis-jenis penelitian yang dapat dilaksanakan oleh peneliti. Seperti halnya pelaksanaan penelitian yang lain, penelitian evaluasi melalui prosedur sebagai berikut :

Peneliti mengadakan pengkajian buku-buku, lapangan, dan menggali informasi dari pakar untuk memperoleh gambaran tentang permasalahan; Penelitian merumuskan problematika penelitian; Peneliti menyusun proposal penelitian dengan mencantumkan latar belakang masalah; Peneliti mengatur perencanaan penelitian; Pelaksanaan yang dalam bentuk yang disesuaikan dengan model penelitian yang dipilih; Peneliti mengumpulkan data dengan instrumen yang telah disusun berdasarkan rician komponen yang akan di evaluasi; Menganalisis data yang terkumpul; Menyimpulkan hasil penelitian; Informasi mengenai hasil penelitian evaluasi disampaikan kepada anggota pengelola.

XIII. Penelitian Deskripsi A. Pengertian Penelitian Deskriptif Penelitian deskriptif tidak dimaksudkan untuk menguji hipotesis tertentu, tetapi hanya menggambarkan apa adanya tentang suatu variabel, gejala atau keadaan. Ada beberapa jenis penelitian yang dapat dikategorikan sebagai peneliti diskriptif yaitu : Penelitian survei, studi kasus, penelitian perkembangan, penelitian tindak lanjut, analisis dokumen, dan penelitian kolerasional. B. Penelitian Survei Survei merupakan satu jenis penelitian yang banyak dilakukan oleh peneliti dalam bidang sosial, politik, bisnis, pemerintahan dan pendidikan. Penelitian survei yang terkenal adalah The Gallup Poll yang dimaksudkan untuk mengetahui pendapat masyarakat. Informasi yang diperoleh dari penelitian survei dapat dikumpulkan dari seluruh populasi dan dapat pula hanya sebagai dari populasi, survei yang dilakukan terhadap semua populasi dinamakan penelitian sensus, sedangkan pengumpulan data hanya dilakukan pada sebagian dari populasi disebut sebagai survei sampel. Menurut pendapat Donald Ary, dkk (1985) survei dapat dilakukan untuk sesuatu hal data yang sifatnya nyata (tangible). Misalnya : berapa banyak siswa

yang pergi ke sekolah dengan bersepeda, dan berapa jumlah rata-rata orang sakit demam berdarah dalam setiap tahun. C. Penelitian Kasus Penelitian kasus dengan penelitian eksprimen untuk satu variabel disebut ada kemiripan. Kebanyakan studi kasus dilakukan karena didorong oleh keperluan pemecahan masalah. Studi kasus yang sangat terkenal adalah yang dilakukan oleh seorang ahli ilmu jiwa dalam yang bernama Freud. Penelitian yang dilakukan Freud yang didorong oleh keinginannya untuk memecahkan masalh-masalah kepribadian. Seperti dasar dugaannya bahwa tingkah laku seseorang banyak dipengaruhnya masa laluhnya. Manfaat tersebut dari studi kasus yang dilakukan oleh ahli ilmu jiwa ini adalah adanya kemungkinan pandangan umum bahwa individu merupakan totalitas dengan lingkungannya. D. Penelitian Perkembangan Penelitian perkembangan merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mencoba mengetahui perkembangan subjek, misalnya : bagaimana bayi berkembang ditinjau dari fisik dan psisikisnya. Ada dua metode yang dapat digunakan dalam penelitian perkembangan yaitu : 1) Metode alur 2) Metode silang-sekal (cross-sectional) E. Penelitian Analisis Dokumen Penelitian yang dilakukan terhadap informasi yang didokumentasikan dalam rekaman, baik gambar, suara, tulisan, atau lain-lain bentuk rekaman biasa dikenal dengan penelitian analisis dokumen atau analisis isi. Dalam analisis isi ini peneliti bekerja secara objektip dan sistematis untuk mendeskrifsikan isi bahan komunikasi melalui pendekatan kuantitatif. F. Penelitian Tindak Lanjut Penelitian tidak lanjut merupakan lanjutan dari penelitian perkembangan dengan metode alur panjang lagi. Penelitian tindak lanjut tidak berhenti pada satu seri runutanpengukuran tetapi peneliti masih terus melakukan pelacakan untuk kejadian yang menjadi tindak lanjut. G. Penelitian korelasional Merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengethui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabel. Dengan teknik kolerasi seorang

peneliti dapat mengetahui hubungan variasi dalam sebuah variabel dengan variasi yang lain.

XIV. Penelitian Historis A. Pengertian dan Mamfaat Penelitian Historis Penelitian historis merupakan penelitian dokumen serta sumber-sumber lain yang berisi informasi mengenai masa lampau dan dilaksanakan secara sistematis. Penelitian historis menitik beratkan kegiatannya pada upaya menelaah dokumen hasil rekaman para ahli dari berbagai bidang seperti ahli jurnalistik, ahlibhukum, kedokteran, penuis buku harian, ahli fotografi, dan ahli-ahl lain yang kadangkadang bidang keahlian dan profesinya tidak dipahami oleh sejarawan. B. Prosedur Dalam Penelitian Historis Seperti prosedur yang dalam oleh penelitian jenis lain, langkah-langkah pokok yang dilakukan peneliti adalah : Merumuskan problematika atau pertanyaan peneliti, menelaah sumber yang mengandung fakta-fakta sejarah, mengambil kesimpulan, dan menghubungkan, merangkum serta menafsirkan fakta-fakta sejarah seperti yang dikerjakan oleh peneliti-peneliti lain.

Pengelolahan Data XV. Analisis Data Penelitian Deskriptif A. Analisis Data Dengan Teknik Analisis Deskripsif Kuantitaf Rencana tentang teknik analisis data harus sudah dipahami oleh para pelaksana penelitian bukan hanya penanggung jawabnya saja tetapi juga orang-orang lain terutama yang terlibat di dalam proses analisis data. Beberapa keuntungan bagi peneliti jika sudah memahami proses analisis data adalah : 1. Petugas yang terlibat analisis sudah dapat menyiapkan alat bantu atau instrumen analisis seperti tabel, lembar pengkodean, kertas gambar/, kertas militer, alat-alat tulis lain analisis yang berlepan. 2. Pengumpl data dapat membantu mengumpulkan imformasi yang diperlukan. B. Analisis Data Dengan Teknik Analisis Deskriptif Kualitatif Penelitian yang banyak menggunakan analisis deskriptif kualitatif adalah penelitian evaluasi yang disajikan pada Bab XIV. Penelitian evaluasi memang bertujuan untuk menilai sejauh mana variabel yang diteliti telah sesuai dengan tolak ukur yang sudah ditentukan.

C. Analisis Data Dengan Teknik StatistikDeskriptif Sudah dikenal bahwa statistik merupakan salah satu cara yang banyak manfaatnya bagi peneliti untuk menganalisis data. Satu modal yang penting yang harus dikuasai terlebih dahulu oleh peneliti yang akan menggunakan teknik statistik adalah pengertian mengenai jeni data yang akan dianalisis. Sebelum mulai dengan penjelasan teknikteknik analisis, terlebih dahulu akan dikemukakan uraian mengenai jenis data. Data Diskrit Data diskrit adalah data yang hanya dapat dikelompok secara terpisah menjadi dua atau beberapa kelompok yang tidak ada hubungannya disebut data diskrit, pilah, dan kategori. Data Ordinal Data ordinal adalah data yang menunjuk pada tingkatan sesuatu istilah Ordinal sendiri sudah menunjuk pada Tingkatan karena serumpun dengan kata Order, yang artinya Urutan. Data Interval Data interval tergolong sebagai data kontinum yang mempunyai tingkatan yang lebih tinggi lagi dibandingkan dengan data ordinal karena mempunyai tingkatan yang lebih banyak lagi. Data Rasio Data rasio merupakan data yang tergolong ke dalam data kontinum juga tetapi yang mempunyai ciri tertentu. Analisis data statistik biasa dibedakan menurut banyaknya variabel yang dianalis. Menurut banyaknya variabel yang dianalis tersebut secara umum dapat dibedakan adanya analisis statistik. 1) Analisis data satu variabel disebut analisis univariat; 2) Analisis data lebih dua variabel disebut analisis bipariat; 3) Analisis data lebih dari dua variabel atau dikenal dengan anaisis data banyak variabel disebut analisis multivariat. Analisis statistik deskriptif yang dijelaskan dalam bagian ini adalah : frekuensi mutlak, frekuensi relatif, mode, median, dan mean. Manfaat statistik deskriptif sebagai teknik analisis adalah memberi alternatif ke pada peneliti agar dapat memaparkan hasil penelitiannya secara visual pembaca. dan lebih mudah dipahami oleh

XVI. Analisis Statistik Infrensial A. Fakta-Fakta Yang Dipertimbangkan Dalam Menggunakan Rumus Statistik Sudah disebutkan bahwa statistik deskriptif berfungsi untuk mengelompokkan data, menggarap, menyimpulkan, memaparkan, serta menyajikan hasil olahan, sesuai dengan fungsinya ini maka data statistik fungsi pertama cocok sekali untuk penelitian yang tujuannya hanya mendeskripsikan, yaitu penelitian deskriptif. Statistik inferensial berfungsi untuk menggeneralisasikan hasil penelitian yang dilakukan pada sampel bagi populasi sesuai dengan fungsi tersebut maka statistik infrensial cocok untuk penelitian sampel. Fungsi statistik ke tiga, yaitu statistik regresi atau statistik prediksi berfungsi untuk menentukan nilai Y bagi benda, hal atau individu apabila telah diketahui nilai X dari benda, hal atau individu tersebut. Gabungan antara fungsi ke dua dan ke tiga cocok untuk penelitian korelasi, komparasi, dan sebagainya dalam rumus-rumus, uju-t, uji-f regresi, analisis jalur, dan lain-lain. Sekurang-kurangnya ada lima hal yang dipertimbangkan dalam pemilihan teknik statistik untuk analisis data yaitu : 1) Banyaknya subjek penelitian; 2) Tersedianya kelengkapan atau saran penunjang; 3) Keadaan atau penyebar data; 4) Banyaknya variabel yang dianalisis; 5) Jenis data yang akan diolah. B. Pengujian Data 1. Uji Normalitas Sampel Yang dimksud uji normalitas sampel atau menguji tidaknya sampel, tidak lain sebenarnya adalah mengadakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis. Jika peneliti memiliki dua dari nilai variabel yang berbeda, misalnya nilai kedisiplinan dan nilai prestasi matematika maka pengujian normalitas juga harus dilakukan terhadap ke dua variabel tersebut. Demikian juga variabel yang diolah lebih dari dua buah, pengujian dilakukan banyak variabel yang akan diolah. Banyak cara yang dapat digunakan untuk melakukan pengujian terhadap normal tidaknya penyebaran data yaitu : a. Dengan kertas probabiutas norma; b. Dengan rumus chi-kuadrat; c. Uji kemencengan kurva (skew ness)

2. Uji Homogenitas Sampel Disamping pengujian terhadap penyebaran nilai yang dianalisis jika peneliti akan menggeneralisasikan hasil penelitian hrus terlebih dahulu yakin bahwa kelompok-kelompok yang membentuk sampel berasal dari populasi yang sama. Kesamaan asal sampel ini antara lain dilakukan adanya kesamaan variansi kelompok-kelompok yang membentuk sampel tersebut. Jika ternyata tidak terdapat perbedaan variansi diantara kelompok-kelompok sampel, dan ini mengandung arti bahwa kelompok-kelompok tersebut homogen, maka dapat dikatakan bahwa kelompok-kelompok sampel tersebut berasal dari populasi yang sama. C. Strategi Statistik Inferensial Statistik infrensial merupakan teknik yang dimaksudkan untuk

menggeneralisasikan hasil penelitian sampel pada populasi. Dengan dekian statistik infrensial merupakan cara ilmiah untuk membantu penelitian yang mempunyai subjek terbatas. Sebagai modal kerja statistik infrensia adalah hipotesis nol. 1. Kolerasi product moment Teknik kolerasi yang dikemukakan oleh pearson ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara dua variabel berjenis interval. 2. Teknik tatajenjang (dari spearmen) Teknik korelasi tatajenjang adalah teknik yang igunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan dua variabel yang datanya berupa jenjang atau rangking. 3. Kendalls tau atau tau dari kendall Tau merupakan bentuk lain dari kolerasi tatajenjang atau kolerasi peringkat (rangking) yang mempunyai keuntungan dibandingkan dengan korelasi (rho)

spearman yang sudah diterangkan. 4. Korelasi biserial Digunakan apabila peneliti mempunyai data diketahui buatan untuk variabel pertama dan data interval untuk variabel yang lain. 5. Korelasi biserial sebaran luas (wide spread biserial corelation) 6. Korelasi tetrakhorik dan koefisien korelasi phi Digunakan untuk mengetahui hubungan antara dua vriabel dikatomi. 7. Chi-kuadrat dan koefisien kontingensi Digunakan untuk menguji proporsi subjek pada beberapa sampel, menggunakan kontingensi yang tidak tetap (biasanya 2x2). Banyaknya sel kontingensi tergantung dari banyaknya kategori yang dibandingkan frekuensinya.

8. Korelasi ganda a) Korelasi ganda Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti untuk mengetahui apakah ada korelasi antara sesuatu variabel bebas dengan variabel tergantung setelah dikontrol dengan variabel bebas yang lain. b) Kolerasi berganda dan negresi Digunakan oleh peneliti untuk menunjukkan hubungan antara dua variabel. XVII. Analisis Data Penelitian Eksprimen A. Berbagai Model Penelitian Eksprimen Penelitian eksprimen sangat sulit dilakukan terhadap populasi yang sangat besar ukurannya Oleh karena itu eksprien kebanyakan dikenakan pada sampel yang kesimpulannya diharapkan dapat diberlakukan pada populasi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penelitian eksprimen kebanyakan dianalisis dengan statistik infrensial. Untuk mengetahui efektipitas perlakuan subjek yang dikenai perlakuan harus dikontrol benarbenar. Sehingga apabila sudah selesai eksprimen diketahui adanya efek, maka efek tersebut betul-betul hanya diakibatkan oleh adanya perlakuan. Dalam menyiapkan eksprimen dengan model ini peneiti seyogianya melakukan randomisasi dalam beberapa hal : 1. Dalam memilih subjek yang akan dilibatkan dalam eksprimen; 2. Menentukan subjek yang akan dimasukkan ke kelompok -I dan kelompok II. 3. Menemukan kelompok yang menjadi pengontrol.

XVIII. Analisis Varians A. Pengertian dan Manfaat Anava Analisis varians (analysis ot varians) merupakan sebuah teknik inferensial yang digunakan untuk menguji perbedaan rerata nilai. Sebagi sebuah teknik analisis varians sering kali disebut dengan anava, yang mempunyai banyak kegunaan. Pertama, anava dapat digunkan untuk menentukan apakah rerat dari atau lebih sampel berbeda secara signifikan ataukah tidak. Kedua, perhitungan anva menghasilkan harga F yang secara signifikan menunjukkan kepada peneliti bahwa sampel yang diteliti berasal dari populasi yang berbeda, walaupun anava tidak dapat menunjukkan secara rinci. Kegunaan yang ketiga adalah digunakan untuk menganalisis data yang dihasilkan dengan desain faktorial jamak.

Keuntungan lain dari anava adalah kemampuannya untuk mengetes signifikasi dari kecenderungan yang dihipotesiskan. Hasilnya disebud dengan analisis kecenderungan. B. Macam Anava dan Harga-Harga Yang Diperlukan Secara garis besar ada dua macam anava yaitu anava klasifikasi tunggal dan anava klasifikasi ganda. Anava tunggal adalah anava satu variabel dan anava ganda adalah anava dengan lebih dari satu variabel (satu, dua, tiga variabel dan seterusnya). 1. Sumber variasi Digunakan sebagai judul kolom dalam tabel persiapan anava. Hal-hal yang terkandung di dalam judul tersebut adalah hal-hal yang dipandang menunjukkan variasi sehingga menyebabkan timbulnya perbedaan nilai yang akan dianalisis. 2. Jumlah kuadrat Dimaksud dngan jumlah kuadrat adalah penjumlahan dari tiap-tiap deviasi nilai dari reratanya. Ada beberapa jenis jumlah kuadrat yang akan dijumpai dalam pekerjaan analisis varians: jumlah kuadrat total, jumlah kuadrat antar kelompok dan jumlah kuadrat dalam kelompok. C. Analisis Varians Satu Jalan Yang dimaksud dengan analisis varians satu jalan adalah analisis varians yang digunakan untuk mengolah data yang hanya mengenal satu variabel pembanding. D. Analisis Varians Dua Jalan Analisis varians dua jalan merupakan teknik analisis data penelitian dengan desain faktorial. Dua faktor dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang digunakan untuk dasar peninjauan skor untuk variabel terikat. 1. Uji joli antar sel variabel Sel antar variabel adalah sel-sel kolom atau sel-sel baris. 2. Uji joli antar sel interaksi Sel interaksi adalah yang terjadi karena perpotongan antara variabel kolom dengan variabel baris. E. Analisis Varians Tiga Jalan Pada bagian ini akan disajikan contoh perhitungan dengan teknik anava ganda tiga jalan, yang mengandung pengertian bahwa teknik ini digunakan untuk mengolah dari data-data penelitian dengan desain faktorial tiga faktor. F. Analisis Regresi (anareg)

Dalam uraian regresi dikatakan bahwa untuk menjawab apakah harga R (1,2) signifikan atau tidak. Kita harus melakukan analisis regresi (anareg). Analisis regresi tidak lain adalah gabungan antara anava dengan regresi.

Penyusunan Laporan Penelitian XIX. Kerangka Laporan Penelitian A. Pengertian dan Makna Laporan Penelitian Laporan penelitian adalah urain tentang hal-hal yang akan berkaitan dengan proses kegiatan penelitian. Dengan demikian isi laporan penelitian bukan hanya tentang langkah-langkah yang telah dilalui oleh penelitian saja tetapi juga latar belekang permasalahan, kerangka berpikir, dukungan teori, dan lain sebaganya yang bersifat memperkuat makna penelitian yang dilakukan. B. Garis-Garis Besar Isi Laporan 1. Pendahuluan Dengan singkat, dapat dikemukan bahwa bagian pendahuluan ini, berisi antara lain: a) Rumusan problematika yang didahului oleh latar belakangmasalah; b) Rumusan hipotesis (kalau ada), tujuan yang ingin dicapai, atau target yang ingin diraih; c) Penjelasan istilah, yang sering disebut dengan batasan istilah, arti termologi, (defenisi istilah). 2. Kajian Pustaka Di dalam bagian ini peneliti menyajikan pertanggungjawaban ilmiah tentang pustaka apa saja yang sudah berhasil ditelaah sehubungan dengan keinginan yang diajukan dan upaya yang akan dilakukan. Penelitian adalah upaya untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan melalui cara-cara yang sudah ditentukan. Isi bagian ini sekurang-kurangnya mencakup hal yaitu: a) Tesa-tesa, pernyatan kebenaran, pendapat, informasi, fakta atau bentuk data yang lain yang digunakan sebagai acuan tempat bertumpu peneliti dalam kerangka mengajukan kerangka berpikir, asumsi atau hipotesis; b) Intisari dari hasil kajian; c) (Alternatif) hipotesis yang diajukan; d) (Alternatif) daftar pustaka. 3. Metologi Penelitian Uraian metodologi meliputi: a) Metede penetuan populasi dan sampel penelitian, disertai dengan metode yang dipilih; b) Metode pengumpulan data; c) Metode analisis data. 4. Hasil Penelitian Secara rinci bagian ini berisi: a) Penyajian dat yang telah dikumpul;

b) Langkah-langkah pengolahan data sesuai dengan model penelitian yang diambil. 5. Kesimpulan dan Inpukasi Penelitian Isi bab ini adalah: a) Kesimpulan penelitian; Diskusi; b) Saran dan inplikasi penelitian. C. Berbagi Model Penelitian 1. Model pertama Model ini adalah model yang paling banyak digunakan oleh para mahasiswa penyusun skripsi atau tesis. Untuk medel pertama ini nasih terdapat beberapa variasi yang dapat disajikan: Variasi pertama : Bab I : Pendahuluan. Bab II : Penyusunan kerangka teori. Bab III : Metodologi penelitian. Bab IV : Laporan penelitian. Bab V : Kesimpulan dan saran. Variasi kedua : Bab I : Pendahuluan. Bab II : Landasan teori. Bab III : Landasan fakta. Bab IV : Persiapan. Bab V : Hasil-hasil penelitian. Bab VI : Kesimpulan, diskusi, inplikasi dan saran. 2. Model kedua Yang termasuk dalam model ini adalah laporan penelitian yang wujudnya tidak seluas dan sekomprehenshifskripsi, tesis atau desertasi. Contoh : Bab I : Pendahuluan. Bab II : Cara penelitian. Bab III : Hasil dan analisis penelitian. Bab IV : Kesimpulan dan saran. XX. Pokok Isi Laporan Penelitian A. Bagian-Bagian Dari Laporan Penelitian Laporan yang lengkap, misalnya skripsi, tesis bahkan disertai secara garis besar dapat dibedakan menjadi: 1. Bagian yang berisi hal-hal yang berkenaan langsung tentang penelitian. Bagian ini lebih tepat disebut sebagai bagian utama laporan. 2. Bagian yang lebih banyak merupakan dan berfungsi sebagai pelengkap dari bagian pertama. B. Bagiab Utama Laporan 1. Pendahuluan

2. Kajian pustaka 3. Metodologi penelitian Sehubungan dengan kepentingannya, maka seurang-kurangya peneliti haris menjelaskan tentang: a. Populasi yang dijadikan ajang peneliti b. Sampel c. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data d. Metode analisis data 4. Hasil penelitian a. Penyajian data penelitian b. Pengolahan awal terhadap data yang dikumpul c. Pengolahan dan analisis data d. Kesimpulan sementara 5. Kesimpulan, diskusi dan saran a. Kesimpulan Penyusunan kesimpulan hendaknya: 1) Singkat, jelas dan mudah dipahami; 2) Selaras, sejalan dan sesuai dengan problematika; 3) Dibuat dalam rumusan sedemikian rupa; 4) Tidak mengandung informasi kuantitatif. b. Diskusi Penyajian pembahasan secukupnya. c. Saran-saran Agar para pembaca dapat mengambil manfaat secara maksimal dari hasil penelitian tersebut, baiknya peneliti menunjukkan kepada para pembaca siapa saja yang dapat memanfaatkan hasil penelitiannya.untuk apa dan dengan cara bagaimana. d. Implikasi Implikasi merupakan bagian dari kesimpulan, yang asal katanya dari inggris implication yang berarti maksud/pengertian yang artinya sudah tersimpul di dalamnya. Secara tersimpul (John M. Echols dan Hasan Shadily, 1975:313). Di dalam sajian implikasi peneliti dapat memisahkan menjadi tiga kelompok yaitu: 1. Implikasi bagi teori; 2. Implikasi bagi praktik; 3. Implikasi bagi peneliti berikutnya. XXI. Bagian-Bagian dan Tata Tulis Laporan Penelitian A. Pelengkap Laporan Penelitian 1. Kata pengantar 2. Daftar isi 3. Daftar pustaka B. Rambu-Rambu Penelitian Laporan Penelitian

1. Judul penelitian a. Singkat ttapi jelas apa yang dimaksudkan; b. Memuat aspek-aspek yang dikehendaki oleh peneliti dalam problematika. 2. Pendahuluan a. Dikemukakan dalam rumusan yang jelas dan eksplisit dengan judul penelitiannya; b. Dikemukakan dengan jelas dan eksplisit sesuai dengan masalah yang akan dicari jawabannya; c. Ada alasan pemilihan problematika; d. Istilah teknik diterangkan; e. Addda tujuan penelitian; f. Diterangkan manfaat dan inplikasi penelitian. 3. Kajian pustaka a. Menyajikan teori-teori yang relevan,lengkap b. Banyaknya teori-teori yang dikemukakan berasal dari sumber-sumber teori; c. Dikemukakan dengan cara yang betul. 4. Metodologi a. Memuat metode-metode yang akan digunakan; b. Setiap metode didahului alasan pemilihannya; c. Penyajian metode pengumpulan data disesuaikan dengan urutan problematika; d. Ada aturan yang akan diikuti. 5. Hasil penelitian a. Mengikuti prosedur penyajian data; b. Data yang terkumpul secara lengkap, teratur, jelas sehingga mudah diikuti alur pikirannya; c. Disajikan secara berurutan sesuai dengan problematika; d. Penyajian data tidak berlebihan; e. Analisis data dilakukan dengan lengkap, urut, dan jelas; f. Ada kesimpulan sementara. 6. Kesimpulan a. Dirumuskan dengan jelas, runtut dengan problematika atau hipotesis; b. Ada disukai atau implikasi yang dirumuskan dengan betul; c. Ada saran yang sejalan dan selaras dengan kesimpulan. 7. Komponen pelengkap a. Isi komponennya lengkap dan urut; b. Penyajian komponen sesuai dengan urutan yang dianit . Dengan menggunakan butir-butir penilaian ini sebagai acuan dalam penelitian hasil laporan, walaupun hanya dilakukan sendiri terhadap hasil penelitian tidak terlalu mengecewakan.

PENUTUP Dalam era globalisasi sekarang ini, perkembangan dunia yang begitu pesat mengakibatkan persaingan yang begitu ketat, sehingga pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan tersebut, apabila tidak, kehidupan tidak akan berjalan dengan keadaan sehat, artinya kehidupan ini akan lebih banyak kearah negative ( bermoral). Dari hal tersebut perlu dilakukan penelitian dalam ruang lingkup pendidikan. Untuk itu buku manajemen penelitian menyajikan kajian- kajian yang berkaitan dengan penelitian yang bisa dijadikan pedoman penelitian.

DAFTAR PUSTAK

Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 1990. Prof. DR. H. Fathoni Abdurrahman, M. Si. Metodologi Penelitian, Bandung: Rineka Cipta,1992.

KOMENTAR

Selaku mahasiswa yang hendak melajukan penelitian, seharusnya banyak membaca buku yang berhubungan dengan kegietan penelitia. Terlebih penelitian yang bersubjek/ objek penelitian dalam lingkup pendidikan. Buku yang dimaksud diantaranya adalah Manajemen Penelitian, yang mengkaji hal-hal yag berhubungan dengan penelitian. Buku ini sudah cukup lengkap, unsur yang berkaitan dengan penelitian penelitian di jelaskan dengan jelas, bila dibandingkan dengan metode penelitian bahasa.

Judul Skripsi Penulis Tahun Terbit Lembaga Terbit Tebal Buku

: Laporan Bacaan : Saridon Simbolon : 2010 : STKIP : 55 lembar

Garis- garis Besar Buku Bab I : Pendahuluan A. Latar Belakang Dalam latar belakang perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam, kenapa hal demikian dapat terjadi. Jika hal ini kita kaji lebih jauh tentu hal ini ada kaitannya dengan penyelenggaraan pendidikan. B. Identifikasi Masala Dalam identifikasi masalah dijelaskan bahwa aktivitas belajar seorang siswa. Keberhasilan Siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya dipengaruhi faktor aktivitas belajar. C. Batasan Masalah Mengingat banyaknya faktor yang ikut mempengaruhi prestasi belajar sisw makadalam penelitian ini yang menjadi kajian adalah faktor prinsif aktivitas belajar. D. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis dalam penelitian ini merumuskan masalah Sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui sejauh mana prinsif aktivitas siswa di SMK Negeri 2 Padangsidimpuan? 2. Bagaimana gambaran pencapaian prestasi belajar yang dicapai siswa di SMK Negeri 2 Padangsidimpuan 3. Sejauh manakah hubungan antara prinsif aktivitas belajar siswa dengan prestasi belajar siswa di SMK Negeri 2 Padangsidimpuan E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka dalam penelitian ini ada beberpa tujuan yang yang ingin di capai: 1. Untuk mengetahui sejauhmana prinsif aktivitas belajar siswa SMK Negeri 2 Padangsidimpuan

2. Untuk mengetahui sejauhmana prestasi belajar siswa SMK Negei 2 Padangsidimpuan 3. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara prinsif aktivitas belajar siswa dengan prestasibelajar siswa di SMK Negeri 2 Padangsidimpuan Bab II : landasn Teoritis dan Pengajuan Hipotesis A. Deskripsi Teorertis 1. Hakekat Perestasi Belajar Siswa Prestasi belajar siswa merupakan tujuan yang ingin dicapai dalam setiap kegiatan pembelajaran. Prestasi belajar dicapai melalui aktivitas belajar. Dengan demikian makin banyak usaha belajar dilakukan, maka makin bai perubahan yang diperoleh. Perubahan yang bersifat aktif artinya, bahwa perubahan itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan karena usaha individu sendiri. a. Behaviorisme Menurut teori ini manusia sangat dipengaruhi oleh kejadian- kejadian di dalam lingkungannya, yang akan memberikan pengalaman- pengalaman tertentu kepadanya. b. Koknitivisme Belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor- faktor lainnya. Proses belajar di sini antara lain mencakup stimulus yang diterima dan menyesusaikan dengan struktur kognitif yang terbentuk dalam pikiran seseorang berdasarkan pengalaman- pengalaman sebelumnya. 2. Hakekat Prinsip Aktivitas Dalam Belajar Dalam setiap belajar banyak hal- hal yang harus diperhatikan agar belajar iru berhasil. Salah satu hal yang penting untuk dipedomani oleh setiap guru, adalah prinsip- prinsip belajar. Menurut Dimyati dan Mudjiono terdapat tujuh prinsip umum dalam belajar yaitu: 1, Perhatian dan motivasi 2, Keaktifan 3, Keterlibatan langsung 4, Pengulangan 5, Tantangan 6, Balikan dan penguatan 7, Perbedaan individual Prinsip ini merupakan hal yang sangat menentukan dalam keberhasilan siswa belajar. a. Prinsip aktivitas dan konsepsi tentang jiwa

Dalam pendidikan yang memberi dan mengatur isinya adalah guru. Karena Itu gurulah yang harus aktif, sedangkan anak didik bersifatreseptif. Aktivitas anak terutama terdiri dari mendengarkan, mencatat, menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya. b. Learning by experience

Pengalaman adalah suatu interaksi antara individu dengan lingkungan. Dengan interaksi dimaksud adanya dari lingkungan berupa perangsang- peransang dari luar, untuk itu kita harus bereaksi. c. Aktivitas jasmani dan rohani Dengan aktivitas tidak hanya dimaksud aktivitas jasmani saja, melainkan juga aktivitas rohani. Dan sebenarnya kedua- duanya harus dihubungkan. Tampa perbuatan, anak tak berfikir, agar anak berfikir sendiri, ia harus diberi kesempatan untuk berbuat sendiri. B. Kerangka Berfikir Dari uraian yang dilakukan pada landasan teoritis di atas, dapat dipahami bahwa keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh berbagai faktor dan prinsip- prinsip belajar. Salah satu prinsip belajar adalah prinsip aktivitas. Prinsip ini memiliki konsep bahwa dalam setiap kegiatan yang dilakukan termasuk dalam belajar sangat ditentukan oleh sejauhmana orang yang melakukan kegiatan itu dengan perhatian dan kesungguhan. Artinya, ia turut serta melakukan semua aktivitas yang ada baik dalam bentuk fisik maupun dalam bentuk fsikis. C. Pengajuan Hipotesis Penelitian sangat memerlukan suatu hipotesis agar dapat dijadikan sebagai arah dalam penelitian. Hipotesis adalah jawaban sementara terdapat suatu permasalahan, yang selanjutnya dilakukan pengujian lewat pengumpulan data lapangan. Hal ini senada dengan pendapat Suharsimi Arikunto, bahwa hipotesis biasanya menunjuk pada hubungan antara dua atau lebih variable. Bab III : Metologi Penelitian A.Tempat dan Waktu Penelitian Kegiatan penelitian di laksanakan di SMK Negeri 2 Padangsidimpuan. Objek penelitian ini ditetapkan atas dasar pertimbangan bahwa masalah yang berhubungan dengan frinsip aktivitas belajar dan frestasi belajar ini belum ada yang meneliti.

B.Metode Penelitian Metode yang dipergunakan adalah bentuk survey, yakni untuk memberikan gambaran tentang kedua variabel penelitian dan juga untuk melihat hubungan di antara variabel. Metode survey yang dipergunakan adalah dalam bentuk koreksi, yakni untuk menggambarkan hubungan

kedua variabel penelitian yaitu frinsip aktivitas dalam belajar sebagai variabel bebas ( variabel X) dan frestasi belajar siswa sebagai variabel terikat ( variabel Y). C.Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti baik berupa manusia, benda, peristiwa maupun gejala yang terjadi. Populasi ini sangat penting karena hal ini merupakan variabel yang diperlukan untuk memecahkan masalah sehingga tujuan penelitian tercapai. D.Instrumen Penelitian Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yakni aktivitas belajar yang disebut sebagai variabel bebas (variabel X) dan hasil belajar sebagai variabel terikat (variabel Y). Prinsip aktivitas belajar siswa dimaksudkan dalam penelitian ini adalah keaktifan yang ditunjukkan oleh siswa baik dalam bentuk fisik maupun mental dalam belajar. E.Tehnik Pengumpulan Data Dalam rangka mendapatkan data tentang kedua variabel yang menjadi objek penelitian, maka penelitian menggunakan tehnik angket atau kuesioner dan documenter. Angket mempunyai kelebihan- kelebihan antara lain: responden dapat lebih leluasa memberikan jawaban karena tidak ada hubungan antara peneliti dengan responden sehingga jawaban yang diberikan akan lebih baik karena difikirkan secara matang. F.Tehnik Analisis Data Untuk melakukan analisis terhadap data yang dikumpulkan, maka ada dua tahap yang dilakukan: 1.Analisis secara deskriftif guna memberikan gambaran umum tentang keadan kedua variabel penelitian, di akan ditetapkan klasifikasi/ kriteria penilaian untuk mengetahui posisi dari setiap variabel. 2.Analisis statistic dipergunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang ditegakkan dalam penelitian ini, apakah hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak. Bab IV:Hasil Penelitian A.Deskripsi Data Sebelum melakukan analisis deskriptif terhadap kedua variabel penelitian, yakni prinsip aktivitas belaja sebagai variabel X dan prestasi belajar siswa sebagai variabel Y, maka terlebih dahulu di sajikan data hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan. Setelah semua data diperoleh, selanjutnya data dimasukkan dalam table untuk mempermudah dalam menganalisis datanya.

B.Pengujian Hipotesis Berdasarkan kajian teoritis yang dilakukan pada bagian terdahulu peneliti mempunyai dugaan yang kuat atau hipotesis bahwa: Terdapat hubungan yang signifikan antara frinsip aktivitas dalam belajar dengan hasil belajar siswa di SMK Negeri 2 Padangsidimpuan. C.Keterbatasan Penelitian Dalam melakukan penelitian ini alat yang dipergunakan adalah angket dalam bentuk tertutup. Kuesioner dalam bentuk ini disusun berdasarkan indicator- indicator yang ada pada variabel prinsif aktivitas dalam belajar dan variabel prestasi belajar siswa . Butir- butir soal yang diajukan kepada responden dapat saja kurang sesuai dengan variabel yang akan diukur. Hal ini dimungkinkan kurangnya kemampuan penulis dalam membuat indicator dan penyususn butirbutir pertanyaan yang dapat mengukur variabel penelitian.

Bab V: Kesimpulan Dan Saran A.Kesimpulan Berdasarkan kepada hasil pembahasan penelitian yang diuraikan pada bagian terdahulu maka ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, sebagai berikut: 1.Tinggi rendahnya prestasi belajar siswa yang diperoleh tergantung kepada seberapa besar prinsip aktivitas dalam belajar yang dimiliki setiap warga belajar. 2.Prestasi belajar siswa di SMK Negeri 2 padangsidimpuan dapat ditentukan oleh prinsip aktivitas dalam belajar. Dengan kata lain, prinsip aktivitas dalam belajar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. B.Implikasi Hasil Penelitian Dari beberapar kesimpulan di atas, maka dapat diajukan sebagai implikasi dari hasil penelitian tersebut sebagai berikut: Salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah dengan mempesiapkan secara matang setiap tahapan dalam proses belajar mengajar mulai dari perencenaan, pelaksanaan proses belajar mengajar sampai melakukan evaluasi hasil belajar. Apabila hal ini dapat dilakukan maka akan lebih memungkinkan para siswa dapat belajar dengan baik dan pada gilirannya perolehan hasil belajar semakin meningkat. Di samping itu pula, para guru hendaknya dalam proses belajar mengajar melibatkan para siswa sehingga mereka turut mengalami peristiwa belajar siswa. C.Saran- Saran Berdasarkan pada kesimpulan dan inflikasi yang diuraikan di atas ada beberapa saran yang diajukan oleh peneliti, yakni: 1.Bagi guru, hendaknya dapat melakukan upaya membangkitkan prinsip aktivitas dalam belajar. Prinsip aktivitas ini sangat penting mengingat seseorang akan lebih muda memahami pelajaran apabila ia turut serta dalam belajar atau mengalami sendiri kegiatan belajar itu. 2.Bagi mahasiswa STKIP Tapanuli selatan padangsidimpuan dan peneliti lainnya, hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan bahan untuk melakukan kajian yang lebih mendalam terutama faktor lain yang berkaitan dengan hasil belajar atau melakukan penelitian ulang terhadap prinsip aktivitas dalam belajar ditinjau dari aspek lainnya.

DAFTAR PUSTAKA.

Ali, Mohamad, Penelitian Kependidikan: Prosedur dan Strategi, Bandung: Angkasa, 1982. Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 1990.