You are on page 1of 22

Presentasi Referat

DERMATITIS SEBOROIK
Oleh Velysia Nova Pembimbing dr. Yuli Kurniawati, SpKK

Dermatitis Seboroik
• Pendahuluan • Patogenesis • Gambaran klinis
– Dermatitis seborrheic pada infant – Dermatitis seborrheic pada dewasa – Dermatitis seborrheic pada individu imunocompromise

• • • •

Diagnosis banding Diagnosis Tatalaksana Prognosis

Pendahuluan Definisi Epidemiologi Etiologi Tujuan Penulisan .

Pendahuluan • Dermatitis seboroik adalah dermatosis papulosquamosa kronik yang biasanya mudah dikenali. • Berkaitan dengan peningkatan produksi sebum (seborrhea) • Terutama terjadi pada kulit di daerah folikel sebasea pada wajah dan trunkus. • Mengenai infant dan dewasa. . • Manifestasi klinis pada infeksi HIV.

• Tidak terkait dengan ras. • Ditemukan pada 85 % pasien dengan infeksi HIV dan AIDS. • Laki-laki lebih sering daripada wanita.Pendahuluan • Usia puncak – Infant 3 bulan awal kehidupan – dekade empat sampai tujuh • 3 % sampai 5 % dari populasi di Amerika Serikat. .

khususnya bagi dokter umum selaku lini pertama.Pendahuluan • Walaupun terdapat banyak teori. Oleh sebab itu dalam referat ini akan dibahas tinjauan pustaka mengenai dermatitis seboroik. penyebab dari dermatitis seboroik masih tidak diketahui. • Pentingnya pendekatan dari segi klinis untuk mendiagnosis penyakit ini membuat perlunya informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini. .

kulit kepala. bakteri aerob. . dan badan bagian atas khususnya yang memiliki banyak folikel sebasea – Pada DS terjadi perubahan komposisi lipid • Mikrobial – Candida albican. Malassezia furfur . telinga.Teori Etiopatogenesis • Seborrhea – Adalah peningkatan produksi sebum – Usia puncak penderita DS sama dengan tingkat aktivitas kelenjar sebasea – Wajah. Propionibacterium acnes.

– M. furfur dan produk hasil metaboliknya dapat menyebabkan reaksi inflamasi.Teori Etiopatogenesis – M. • • • • • • Obat-obatan Stress dan tekanan emosional Temperatur dan kelembaban yang rendah Proliferasi epidermal yang meningkat Defisiensi nutrisi (zinc dan biotin) Imunodefisiensi . furfur merupakan mikroorganisme yang paling banyak mengalami peningkatan jumlah pada pasien dengan DS.

tebal.Gambaran Klinis DS pada Infant • Kulit yang terkena tampak berminyak. • Rambut tidak rontok dan jarang terjadi inflamasi. atau cradle cap). krusta susu. • Patch eritem dilapisi oleh skuama yang berminyak. biasanya terdapat krusta dengan fisura (krusta lactea. .

Gambaran Klinis DS pada Infant .

Biasanya disertai infeksi bakteri sekunder.Gambaran Klinis pada Infant • Lesi biasanya terdapat pada – Kulit kepala – Trunkus (termasuk daerah lipatan kulit dan daerah celemek) • Leiner disease – Sisik kemerahan pada kulit – Kondisi yang berat disertai anemia. diare dan muntah. .

ketombe putih pada kulit kepala. • Bentuk Ringan – Ditandai dengan seborrhea. . Rambut tipis asimptomatik. kemerahan yang ringan. – Bentuk ini dikenal sebagai pityriasis sicca. dan sering disertai pruritus pada kulit kepala. alis. lipatan nasolabial. sisik. dan daerah retroaurikuler sebagaimana diatas sternum dan bahu.Gambaran Klinis DS pada Dewasa • Eritema dan skuama yang berminyak dan agak kekuningan.

dan mengenai supraorbita. .Gambaran Klinis DS pada Dewasa • Bentuk Klasik – Eritema dan krusta yang tebal – Rambut cenderung mengalami kerontokan – Dikenal sebagai pityriasis steatoides • Bentuk berat – Perluasan ke leher disertai krusta yang tebal. Seluruh kepala dapat tertutup.

Gambaran Klinis DS pada Dewasa .

ditandai dengan kondisi yang parah. contohnya pada pasien dengan infeksi HIV memiliki beberapa perbedaan dengan bentuk klasik. • Perbedaan tersebut meliputi distribusi lesi yang luas. dan pengobatannya sering mengalami kesulitan untuk sembuh. .Dermatitis seboroik pada individu imunocompromise • Gambaran dermatitis seboroik yang tampak pada individu dengan imunocompromise.

Differential Diagnosis • Tergantung lokasi dan beratnya penyakit – Psoriasis Vulgaris – Pitiriasis Rosea – Tinea Kapitis – Liken Simpleks Kronikus – Dermatitis Atopik .

Diagnosis • Gejala klinis yang khas. • Bila diperlukan untuk diagnosis banding – Pemeriksaan histopathologi DS : gambaran dermatitis kronis. tak ada hifa – Pemeriksaan lampu Wood DS : fluoresen negatif . krusta bersisik dengan gambaran neutrofil pada puncak dari folikuler ostium. – Pemeriksaan KOH 10-20% DS : negatif.

dan sebagainya. seperti stres emosional. terapi bertujuan untuk – menghilangkan sisik dengan keratolitik dan sampo – menghambat pertumbuhan jamur dengan pengobatan anti jamur – mengendalikan infeksi sekunder – mengurangi eritema dan gatal dengan steroid topikal – Pasien harus diberitahu bahwa penyakit ini berlangsung kronik dan sering kambuh. Harus dihindari faktor pencetus.Tatalaksana • Secara umum. . makanan berlemak.

Tatalaksana • Pengobatan topikal – Obat anti inflamasi (immunomodulatory) – Keratolitik – Anti fungi • Sistemik – Anti histamin – Infeksi sekunder diberikan antibiotik – Berat → dapat diberikan kortikosteroid sistemik. dosis prednisolon 20 – 30 mg .

Dapat terjadi eksaserbasi dan eksfoliasi general dermatitis. defisiensi seng.• Infant Prognosis – Dapat menetap selama beberapa minggu sampai beberapa bulan. Prognosisnya baik walaupun tanpa terapi. – Dapat terjadi lesi penyebaran yang luas akibat pengobatan topikal yang tidak tepat . atau imunodefisiensi. Penyakit yang persisten pertimbangkan diagnosis psoriasis. • Dewasa – Menetap beberapa tahun sampai beberapa dekade dengan fase penyembuhan pada cuaca hangat dan fase eksaserbasi pada cuaca dingin. histiositis sel Langerhan’s.

Terima Kasih .