You are on page 1of 14

BAB V PEMBAHASAN

5.1

Karakterisistik demografik responden Berdasarkan distribusi jenis stroke pada pasien dalam penelitian ini,

didapatkan hasil dari 107 orang pasien stroke terdapat sebanyak 73 pasien (68,22%) mengalami stroke non hemoragik, dan 34 pasien (31,77%) mengalami stroke hemoragik. Penelitian yang dilakukan oleh laksmi dan kawan-kawan di Rumah Sakit bethesda (2007) dengan total sampel 399 orang, ditemukan kasus stroke iskemik yang lebih banyak dibanding stroke hemoragik, dengan proporsi 72% stroke iskemik dan 28% stroke hemoragik. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Emily dan kawan-kawan (2004) di Amerika didapatkan proporsi stroke iskemik sebesar 89% dan stroke hemoragik sebanyak 11% dari total sampel 711 pasien stroke. Berdasarkan penjelasan tersebut, angka kejadian stroke iskemik memang lebih banyak jika dibandingkan dengan kejadian stroke hemoragik, baik pada kasus yang ditemukan di Indonesia maupun di negara lain. Perbedaan persentase yang terjadi salah satu kemungkinannya disebabkan oleh perbedaan jumlah sampel.33,37 Distribusi umur berdasarkan hasil penelitian ini, memperlihatkan bahwa insiden stroke non hemoragik paling banyak terdapat pada rentang umur 40-49 tahun dengan jumlah pasien sebanyak 24 orang, terdiri dari laki- laki 14 pasien (19,17%), 10 pasien (13,69%) perempuan, tetapi juga terlihat sebaran yang hampir merata pada dekade selanjutnya. Sedangkan kasus yang paling sedikit terlihat pada rentang umur 30-39 tahun. Distribusi umur pasien stroke hemoragik,

52

jadi dapat disimpulkan tidak terdapat banyak perbedaan dalam distribusi umur pasien stroke di Indonesia. dengan rata-rata umur terendah 60.8 tahun di Ukraina dan 75. diantaranya 54. terdapat . Didapatkan kasus stroke paling banyak pada rentang umur 45-65 tahun. Penelitian yang dilakukan oleh Seung-Han Suk dan kawan-kawan (2003) di Manhattan.0 tahun. New York memberikan hasil 67% kasus stroke terjadi pada pasien berumur lebih dari 65 tahun dengan rata-rata umur pasien 70. menunjukkan peningkatan kejadian stroke pada pasien yang berumur lebih dari 65 tahun. dan terlihat juga sebaran yang hampir merata pada dekade selanjutnya serta dekade 40-49 tahun.2% mengalami stroke iskemik dan 59.5 tahun.3% mengalami stroke hemoragik. Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Tim Survey ASEAN Neurological Association (ASNA) (1995) di 28 Rumah Sakit seluruh Indonesia.38 Hasil penelitian di 13 negara berbeda yang dilaporkan oleh Valery dan kawan-kawan.53 didapatkan paling banyak pada rentang umur 50-59 tahun.39 Berdasarkan penelitian tersebut.75%) pada masing-masing jenis kelamin.3 tahun di Norwegia untuk pasien stroke laki-laki. hal tersebut disebabkan pada survey ASNA menggunakan pengelompokan umur yang lebih panjang. Sedangkan insiden paling sedikit ditemukan pada rentang umur kurang dari 30 tahun.0 tahun dan umur rata-rata pasien stroke hemoragik yaitu 58. Umur rata. yaitu sebanyak 5 pasien (14. tetapi persentase pada kedua penelitian tersebut akan tidak jauh berbeda jika menggunakan rentang umur yang sama.rata pasien stroke iskemik yaitu 59.27 Setelah diperhatikan terdapat lebih tinggi persentase kejadian stroke pada kelompok umur survey ASNA jika dibandingkan dengan hasil penelitian ini.

hipertrofi atrium kiri. dalam kasus stroke terutama berkaitan dengan perubahan yang terjadi pada pembuluh darah dan jantung. penimbunan kolagen dan AGEs pada jaringan ikat vaskuler yang akhirnya menyebabkan penurunan elastisitas vaskuler. Aneurysma. Teori Glikosilasi melalui produk Advance Glycation end Products (AGEs) yang menyebabkan penurunan elastisitas dan kerusakan pembuluh darah. pada proses menua akan terjadi perubahan pada pembuluh darah. 34. dan umur lebih dari 65 tahun di negara maju berkaitan erat dengan proses penuaan yang terjadi. status sosial ekonomi. dan tunika media vaskuler menjadi kaku dan fibrotik. dan lainlain. Teori Radikal Bebas yang diperkenalkan oleh Denham. kontraksi dan relaksasi . terutama negara yang lebih maju dibanding Indonesia. dimungkinkan karena perbedaan tingkat status kesehatan masyarakat. tingkat pengetahuan masyarakat terhadap faktor risiko stroke dan ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai. yaitu berupa penebalan intima dinding arteri. Peningkatan kejadian stroke yang sangat signifikan di mulai pada umur 40 tahun di Indonesia. Selain itu.54 perbedaan distribusi umur yang cukup besar antara penelitian yang dilakukan di Indonesia dengan penelitian yang dilakukan di negara lain. sehingga memudahkan terjadinya Aterosklerosis. Perubahan yang terjadi mulai dapat dilihat ketika seseorang memasuki umur 40 tahun. dan teori DNA Repair yang dikemukakan oleh Hart dan setlow.35. Teori yang memberikan penjelasan mengenai perubahan yang terjadi pada proses menua ini diantaranya. Terjadinya perbedaan distribusi umur pasien stroke ini. perubahan yang terjadi pada jantung terlihat berupa berkurangnya sel pacu jantung di nodus SA.36 Berdasarkan teori glikosilasi.

34. dan pada stroke iskemik 1. Hal itu dimungkinkan oleh karena sifat dari hormon Androgen lebih cenderung meningkatkan kadar kolesterol LDL. sedangkan pada perempuan terdapat hormon estrogen pada masa premenopausal . perbandingan laki-laki dan perempuan pada stroke hemoragik adalah sebesar 3 : 1. dan sebanyak 16 pasien (47.55 ventrikel kiri bertambah lama. Sedangkan sebaran umur pada pasien stroke hemoragik.35.36 Distribusi jenis kelamin pada penelitian ini.9%) merupakan pasien stroke non hemoragik perempuan.8 : 1. pada penelitian Al Rasyid dan kawan-kawan di Unit Stroke RSCM (2003). terdapat sebanyak 135 orang pasien stroke laki-laki dan 91 orang perempuan. didapatkan jumlah pasien stroke laki-laki sebanyak 20 orang dan 15 orang pasien stroke perempuan. 41 Selain itu.92) laki. dan menurunkan kadar kolesterol HDL.04%) perempuan.01%) stroke non hemoragik laki-laki dan 35 pasien (47.27 Penelitian yang dilakukan oleh Riani (2002) dengan menggunakan 80 sampel didapatkan perbandingan pasien stroke laki-laki dan perempuan sebesar 2.laki. didapatkan distribusi jenis kelamin pasien stroke iskemik sebanyak 238 pasien laki-laki dan 177 pasien perempuan.42 Hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh Wreksoatmodjo di Unit Gawat Darurat (UGD) salah satu Rumah Sakit di Jakarta (2005). menurunnya curah jantung maksimal. terdiri dari 18 pasien (52. Hasil penelitian ini juga tidak jauh berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Survey ASNA dengan jumlah total responden 415 pasien.43 Berdasarkan data-data penelitian yang sudah dilakukan tersebut terlihat bahwa kejadian stroke lebih sering terjadi pada laki-laki.3 : 1. terdapat sebanyak 38 pasien (52. dan penebalan subendotel oleh jaringan ikat.

67.65%) mengalami hipertensi.35% pasien stroke dengan hipertensi. penurunan kadar fibrinogen.5% hipertensi pada seluruh pasien stroke yang ada. menyebabkan vasodilatasi arteri.27 Peneliti lain. dan menurunkan kadar kolesterol LDL secara tidak langsung melalui peningkatan sintesis reseptor LDL.56 yang berperan meningkatkan kadar kolesterol HDL.45 Penelitian yang dilakukan oleh N.23%) terdapat pada stroke hemoragik. Fajri (2010) menemukan sebanyak 82. Ditemukan sebanyak 53 pasien menderita hipertensi dengan persentase 56.2 Distribusi frekuensi tekanan darah pasien stroke Berdasarkan Tabel 4. Vanketasubramanian (1998) tentang epidemiologi stroke pada populasi di 7 negara Asia.6% pasien stroke di Indonesia mengalami hipertensi. ditemukan sebanyak 65.4 % dan merupakan faktor risiko terbanyak yang ditemukan. Kemudian dari hasil penelitian Wolf dan Kannel .34. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tim Survey ASNA di 28 Rumah Sakit seluruh Indonesia sehubungan dengan hipertensi mendukung hasil penelitian ini.78%) pada stroke non hemoragik dan 30 pasien (88.44 5.34%).2 dapat dilihat dari 107 pasien stroke yang dirawat sebanyak 97 pasien (90. dan 55% ditemukan hipertensi pada pasien stroke di Vietnam. Sedangkan pasien normotensi hanya 10 orang (9.46 Penelitian lainnya yang dilakukan oleh AWM Jansens dan kawan-kawan (2004 dan 2008) melalui catatan rekam medik 97 orang pasien stroke iskemik dan TIA yang berumur kurang dari 50 tahun.3% pasien stroke menderita hipertensi.8% ditemukan hipertensi pada pasien stroke di Singapura. diantaranya 67 pasien (91. serta rata-rata di Asia ditemukan sebanyak 71. didapatkan hasil sebanyak 79.

Hal itu terjadi karena hipertensi dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah secara langsung seperti penjelasan sebalumnya. charcot bouchard aneurysma. Proses kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah otak akibat hipertensi dapat terjadi melalui disfungsi endotel yang selanjutnya menyebabkan terjadinya adesi monosit.57 (1981) juga menemukan hipertensi sebagai faktor risiko terbanyak yang dijumpai. leukosit dan eritrosit. dan aneurysma yang berakhir pada penurunan atau terhentinya aliran darah menuju bagian otak yang diperdarahinya. baik sebagai faktor risiko tunggal ataupun bersamaan dengan faktor risiko lainnya. dan mereka menyebutkan hipertensi akan selalu ditemukan sampai 6 kali lebih sering pada penderita stroke dibanding yang normotensi. konstriksi vaskuler. pengecilan lumen dan akumulasi protein matrik seperti kolagen dan elastin. penebalan dinding vaskuler. dan fibrinoid nekrosis. sehingga dapat . Proses tersebut pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Selain itu juga menyebabkan peningkatan permeabilitas vaskuler dan lipoprotein. aktifnya faktor-faktor pertumbuhan seperti TGF-β1. Hipertensi dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis lebih cepat sampai 20 tahun lebih awal dan meningkatkan kemungkinan terjadinya aterosklerosis 5 kali lipat dibanding orang yang normotensi. dan FGF serta faktor lainnnya.15.47 Hipertensi primer maupun sekunder yang telah berlangsung lama akan menyebabkan komplikasi berupa pembentukan nodular aterosklerosis.16 Berdasarkan literatur dan hasil penelitian tentang faktor risiko stroke. jelas terlihat bahwa hipertensi merupakan faktor risiko yang paling banyak ditemukan dibanding faktor risiko lainnya. Sedangkan komplikasi akutnya dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan Hipertensi Ensepalopati.

8.31%) memiliki kadar kolesterol HDL yang normal.68%) dengan kadar kolesterol HDL rendah. Sebanyak 41 pasien (38.94%) stroke hemoragik. baik aneurysma yang disebabkan oleh hipertensi itu sendiri (Charcot Bouchard Aneurysma) ataupun aneurysma kongenital yang sudah terbentuk sendiri (Aneurysma Sakular/ Berry).58 menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah serebral.16 Pengendalian hipertensi dengan baik dapat menurunkan risiko stroke sebanyak 28-38%. dan modifikasi gaya hidup.23. pertama dengan mengontrol tekanan darah pada kelompok yang berisiko terkena stroke.49%) stroke non hemoragik dan sebanyak 16 pasien (47. memperlihatkan bahwa dari 107 pasien stroke yang telah dirawat didapatkan sebanyak 66 pasien (61.48 5. Sebagai upaya untuk mencegah stroke yang berhubungan dengan kasus hipertensi The National Stroke Association di USA merekomendasikan 3 strategi utama.05%) stroke hemoragik. Selain itu hipertensi juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah serebral yang mengalami Aneurysma. terdiri dari 50 pasien (68. terdiri dari 23 pasien (31. serta terapi farmakologi dapat menurunkan risiko stroke sebanyak 20-50%.3 Distribusi frekuensi kadar kolesterol HDL pasien stroke Berdasarkan hasil penelitian ini. dan ketiga dengan memeriksa dan mengontrol tekanan darah di rumah pada pasien yang menderita hipertensi secara rutin. Penelitian yang dilakukan oleh Wanrita (2007) pada 96 sampel penelitian didapatkan sebanyak 34 orang pasien stroke memiliki kadar kolesterol HDL . kedua dengan pemeriksaan tekanan darah seluruh pasien yang berkunjung ke dokter.5%) stroke non hemoragik dan 18 pasien (52.

Kemudian pada penelitian Cohort yang dilakukan di Inggris didapatkan penurunan yang signifikan pada risiko stroke orang yang memiliki kadar kolesterol HDL yang cukup tinggi. sedangkan penderita dengan kadar kolesterol HDL diatas 40 didapatkan sebanyak 13 orang laki-laki dan sebanyak 29 orang wanita. dengan perbandingan rata.rata kejadian stroke sebesar 0.laki dan wanita jepang ini disimpulkan memiliki hubungan signifikan dan independen terhadap kejadian stroke.8 mg/dl (0.50 Berdasarkan data Framingham heart study didapatkan hubungan yang terbalik antara kadar kolesterol HDL yang tinggi terhadap kejadian stroke akibat aterotrombotik. ditemukan penurunan kasus kematian akibat stroke iskemik dengan peningkatan kadar kolesterol HDL. kemudian sebanyak 33 orang memiliki kadar kolesterol di ambang batas (borderline).2 mg/dl (1. didapatkan sebanyak 50 orang laki-laki dan 40 orang wanita dengan kadar kolesterol HDL kurang dari 40 mg/dl. Jepang terhadap 132 orang laki-laki dan wanita yang mengalami stroke.93 mmol/L). dan sebanyak 27 orang dengan kadar kolesterol HDL tinggi. Penelitian yang diikuti selama 10 tahun pada laki.47 Pada penelitian yang dilakukan oleh Soyama dan kawankawan di kota Oyabe.50 . jika kadar kolesterol HDL pasien rendah. Pada penelitian prospektif yang diikuti selama 21 tahun di Israel terhadap laki-laki berusia lebih dari 42 tahun.6% yang merupakan masalah terbanyak dibandingkan kadar profil lipid lainnya.59 rendah.49 Hasil penelitian AWM Jansens dan kawan-kawan (2004 dan 2008) ditemukan sebanyak 29 pasien yang mempunyai kadar kolesterol HDL rendah dengan persentase 32.59 pada laki-laki dengan kadar kolesterol lebih dari 51.33 mmol/L) jika dibandingkan dengan laki-laki yang memiliki kadar kolesterol sekitar 35.

kolesterol HDL memiliki beberapa fungsi biologis yang berhubungan dengan efek yang ditimbulkannya dalam berbagai proses yang terjadi didalam tubuh. Penelitian ini dan penelitian lainnya yang telah dipaparkan cukup memberikan gambaran yang penting untuk melihat keterkaitan tersebut secara langsung pada pasien. makrofag.2 dan 4. dan reseptor SR-B1.1. dapat diketahui melalui fungsi kolesterol HDL itu sendiri. LCAT. 4.AH. mengeluarkan kolesterol dari membran sel perifer. PAF.4 Distribusi kadar kolesterol HDL dan tekanan darah pasien Stroke Berdasarkan Gambar 4.3. Va. antiinflamasi dengan menurunkan ekspresi molekul adhesi yang diinduksi sitokin pada sel endotelial dan menghambat adhesi monosit. Penjelasan mengenai hubungan kolesterol HDL dan aterosklerosis. Enzim HDL yang memiliki aktivitas antioksidan adalah paraoxonase 1 (PON1). didapatkan kombinasi terbanyak pada pasien stroke secara keseluruhan dan pada stroke non hemoragik adalah kolesterol HDL rendah dan hipertensi. buktibukti yang kuat telah banyak ditunjukkan oleh berbagai penelitian yang dilakukan di banyak negara berkenaan dengan hubungan antara kadar kolesterol HDL terhadap kejadian aterosklerosis dalam kasus kejadian stroke.60 Kolesterol HDL memiliki sifat yang protektif terhadap aterosklerosis. dan antitrombotik dengan menghambat aktivitas faktor koagulasi darah termasuk faktor jaringan. dan VIIIa.32 Sebagai antioksidan yang menghambat oksidasi LDL. ABCG1. vasodilator dengan menstimulasi pengeluaran NO oleh sel endothelial. faktor X. dan GSPx. diantaranya :31. antiapoptosis pada sel endotelial dengan menghambat LDL teroksidasi dan TNF-. dan sel busa melalui ABCA1. menghambat reactive oxygen species (ROS). Sedangkan pada stroke hemoragik ditemukan lebih . 5.

dengan penyebaran 77.29. ataupun pecahnya aneurysma Berry yang didapat secara kongenital. Sehingga memang akan lebih banyak kasus stroke yang ditemukan pada kombinasi faktor risiko ini. Hipertensi menyebabkan pecahnya aneurysma yang sudah terbentuk sejak lama akibat hipertensi itu sendiri (aneurysma charcot Bouchard). hal ini disebabkan karena efek gabungan yang .58% terdapat pada stroke non hemoragik dan 22. didapatkan sebanyak 58 pasien (54.61 banyak kombinasi kadar kolesterol HDL normal dan hipertensi dibanding kombinasi lainnya.2%) dari 107 pasien stroke yang dirawat memiliki kombinasi faktor risiko berupa kadar kolesterol HDL rendah dan hipertensi. yang sewaktu-waktu bisa ruptur dan menyebabkan emboli terbawa sampai ke otak.23.51 5. sedangkan hubungan kolesterol HDL dengan stroke hemoragik belum diketahui secara pasti dan belum ditemukan penelitian yang menyatakan hubungannya. Patogenesis yang mendasari terjadinya stroke non hemoragik sehubungan dengan kombinasi kolesterol HDL rendah dan hipertensi adalah akibat proses aterosklerosis yang terjadi pada pembuluh darah di otak atau ditempat lain. Kombinasi kedua faktor risiko ini merupakan kondisi terbanyak yang ditemukan pada pasien stroke yang dirawat jika dibandingkan hanya berdiri sendiri atau dengan kombinasi lainnya.41% terdapat pada stroke hemoragik.5 Distribusi frekuensi kadar kolesterol HDL rendah dan hipertensi pada pasien stroke Berdasarkan hasil penelitian ini. Sedangkan pada kasus stroke hemoragik.5. faktor risiko utama yang sering ditemukan adalah hipertensi.

yang selanjutnya akan meningkatkan ekspresi dari Vascular Cell Adhesion Molecule (VCAM). akan terjadilah efek gabungan untuk memicu kaskade aterosklerosis. dan Monocyte Colony Stimulating Factor (mCSF) oleh endotel vaskular dan meningkatkan perlekatan monosit. sehingga fungsi kolesterol HDL melalui mekanisme RCT akan terganggu. Peningkatan produksi radikal bebas oksigen akan meningkatkan transkripsi redoks sensitif gen. Belum ditemukan penelitian yang menggambarkan gabungan antara kadar kolesterol HDL dan tekanan darah secara spesifik pada kasus stroke.62 ditimbulkan oleh kedua faktor risiko tersebut dalam menyebabkan aterosklerosis dan kerusakan lainnya. pembentukan superoksida dan penghambatan produksi Endothelial Derivat Relaxing Factor (EDRF) dari endothel. seperti penelitian yang telah dibahas pada sub bab 5. sehingga kasus stroke akan lebih banyak dijumpai pada pasien dengan kadar kolesterol HDL rendah seperti pada penelitian . yang akan berakhir pada pembentukan plak aterosklerosis.56 Kadar kolesterol HDL yang rendah ataupun menurun menyebabkan fungsi anti aterosklerosisnya berkurang. Terjadinya hiperlipidemia ini berkaitan dengan rendahnya kadar kolesterol HDL yang ada dalam darah.4 diatas. Monocyte Chemotactic Protein-1 (MCP-1). Hipertensi dan hiperlipidemia memiliki efek yang mirip terhadap dinding pembuluh darah. Ketika hipertensi terdapat secara bersamaan dengan hiperlipidemia pada pasien. dan menyebabkan juga efek anti inflamasi dan anti oksidannya berkurang. kebanyakan baru dilakukan secara terpisah. keduanya akan meningkatkan stres oksidatif yang menyebabkan aktifnya respon inflamasi.3 dan 5.

5%) terdapat pada stroke hemoragik. akan menjadi lebih kuat bila ditemukan bersama dengan kadar kolesterol HDL yang rendah pada seorang pasien stroke.52. maka kemampuannya untuk mengambil kolesterol di jaringan. didapatkan hubungan yang sangat kuat terhadap peningkatan volume plak karotid yang disebabkan oleh rendahnya kolesterol HDL. bahkan dalam penelitian Mc mahon et al dikatakan terjadi penurunan sampai 38% kasus. .5. memperlihatkan kasus stroke yang tidak terlalu banyak pada kombinasi ini.54 Kemudian menurut The Systolic Hipertension in the Elderly Program (SHEP). dimungkinkan karena pengaruh dari kolesterol HDL pada kasus stroke tidak sekuat pengaruh yang ditimbulkan oleh hipertensi.47%).53 5. disamping fungsi kolesterol HDL lainnya yang juga akan menurun. Ketika kadar kolesterol HDL rendah.55 Hasil penelitian ini. Hipertensi yang diketahui sebagai penyebab independen kejadian stroke. didapatkan insiden stroke pada pasien yang memiliki kadar kolesterol HDL rendah dan normotensi sebanyak 8 pasien (7.6 Distribusi frekuensi kadar kolesterol HDL rendah dan normotensi pada pasien stroke Berdasarkan Tabel 4. Sebarannya sebanyak 5 pasien (62. terjadi penurunan kasus stroke sampai 36% kasus dengan terapi hipertensi yang dilakukan.5%) pada stroke non hemoragik dan 3 pasien (37.8. vaskuler dan makrofag yang terdapat pada plak aterosklerosis akan menurun. tetapi jika keduanya bergabung akan saling memperkuat pengaruh terhadap stroke.63 ini. Penelitian yang dilakukan oleh johnson dan kawan-kawan (2005) pada pasien yang di ikuti selama 7 tahun.

64 5.7 Distribusi frekuensi kadar kolesterol HDL normal dan hipertensi pada pasien stroke Pada penelitian ini didapatkan insiden stroke pada pasien yang memiliki kadar kolesterol HDL normal dan hipertensi sebanyak 39 pasien (36. zat vasoaktif lokal seperti angiotensin II. terutama pada responden yang berusia lebih dari 75 tahun. Selain itu juga terdapat disfungsi endotel dengan lumen yang konsentris. melaporkan bahwa efek protektif dari kolesterol HDL terhadap aterosklerosis sangatlah kuat pada semua kelompok etnik yang diteliti di Amerika. dan kombinasi ini merupakan keadaan kedua terbanyak yang ditemukan pada pasien stroke.41%) dan 17 pasien (43. didapatkan persentase hipertensi sebagai faktor risiko stroke sebesar 73. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis yang lebih cepat dibandingkan orang yang memiliki tekanan darah normal. Sebarannya pada pasien stroke non hemoragik sebanyak 22 pasien (56. pengecilan lumen dan peningkatan matrik ekstraseluler. sehingga aterosklerosis akan semakin cepat terjadi.51 Tetapi jika seseorang mengalami hipertensi maka kecendrungan untuk mengalami stroke akan lebih kuat lagi walaupun kolesterol HDL nya normal.B1).58%) pada stroke hemoragik. serta peningkatan ekspresi faktor pertumbuhan seperti Transforming Growth Factor–B1 (TGF. sedangkan . Perubahan perubahan yang terjadi pada pembuluh darah diakibatkan oleh hipertensi dapat dilihat dari penebalan tunika media vaskular.9%. Penelitian yang dilakukan oleh NOMASS.44%). protein matriks (kolagen dan elastin) dan proteinase (kolagenase dan elastase).25 Pada kasus stroke telah dibuktikan dan disepakati bahwa tekanan darah tinggi bisa menjadi faktor risiko tunggal dan faktor risiko utama. Penelitian yang dilakukan oleh Misbach.

Atrial Fibrilasi.4%.5. tetapi perlu diingat bahwa masih ada faktor risiko stroke lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya kasus stroke.8%) yang memiliki kadar kolesterol HDL optimal dan normotensi.5 5.29 . dengan sebaran yang sama antara kedua jenis stroke. didapatkan sebanyak 2 pasien (1.65 hiperkolesterolemia hanya 16. Seharusnya pada kombinasi yang sangat baik ini tidak terdapat kasus stroke. kasus stroke terbanyak kedua terdapat pada kombinasi ini. Diabetes Melitus. Alkohol dan lain-lain. sehingga wajar pada hasil penelitian ini. Kadar kolesterol HDL optimal dan normotensi pada pasien stroke merupakan keadaan yang paling sedikit ditemukan pada pasien stroke dibandingkan dengan kombinasi lainnya.8 Distribusi frekuensi kadar kolesterol HDL normal dan normotensi pada pasien stroke Berdasarkan data-data dalam Tabel 4. seperti. merokok.7.