You are on page 1of 20

Pengertian

Grounded research adalah suatu metode penelitian yang mendasarkan diri kepada fakta dan menggunakan analisa perbandingan bertujuan untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori di mana pengumpulan data dan analisa data berjalan pada waktu yang bersamaan

Ciri-ciri Grounded Research


1. Grounded theory dibangun dari data suatu fenomena, bukan suatu hasil pengembangan teori yang sudah ada 2. Penyusunan teori dilakukan dengan analisis data secara induktif, bukan secara deduktif 3. 4 kriteria penyusunan teori yaitu cocok (fit), dipahami (understanding), berlaku umum (generality), pengawasan (control), juga dibutuhkan kepekaan teori (theoretical sensitivity) dari peneliti 4. Kemampuan memberi makna terhadap data dari peneliti sangat dipengaruhi oleh kedalaman pengetahuan, pengalaman, dan penelitian dari bidang yang relevan dan banyaknya literatur yang dibaca

Proses Analisis Data Gronded Theory

Open Coding Axial Coding Selective Coding Conditional Matrix

Tujuan Grounded

untuk mengadakan generalisasi empiris, menetapkan konsep-konsep, membuktikan teori dan mengembangkan teori.

Tahap-Tahap dalam Grounded


Tahap Penciuman Lapangan Tahap Lapangan II Tahap Lapangan III

Judul : Makna Profesionalisme Perawat Dalam Perspektif Pasien: Pendekatan Kualitatif dengan Grounded Theory 1. Pernyataan Fenomena yang di Amati Fenomena sudah diidentifikasi secara jelas, hal ini dapat dilihat dari pernyataan :masih banyak keluhan masyarakat (pasien dan keluarga pasien) terhadap kualitas pelayanan perawat di rumah sakit. Terdapatnya berbagai keluhan mengenai sikap dan tindakan perawat yang mengecewakan: galak, judes, kurang perhatian ...... ( Paragraf 2 halaman 1), alasan : fenomena ini sudah diidentifikasi secara jelas karena masalah kualitas pelayanan merupakan pengalaman-pengalaman subjektif manusia yang mengalaminya.

2. Tujuan Peneliti menuliskan secara eksplisit tujuan dilakukan riset yaitu: untuk memahami makna perawat yang profesional ditinjau dari prespektif pasien. (Paragraf 3 halaman 4 ). Berdasarkan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode grounded theory, peneliti berusaha menemukan dimensi-dimensi yang tercakup dalam pengertian perawat yang professional, dan perilaku yang harus dikembangkan oleh perawat professional.

METODE
Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode grounded theory dimana peneliti ingin menemukan model teoritik mengenai profesionalisme perawat dengan cara langsung mendapatkan informasi dari perawat

Sampling
Peneliti menggunakan teknik snow-ball sampling yaitu teknik penentuan jumlah sampel yang semula kecil kemudian terus membesar ibarat bola salju. Sehingga penelitian tidak didasarkan pada jumlah populasi, melainkan pada keterwakilan konsep dalam beragam bentuknya. Secara keseluruhan penelitian ini melibatkan enam orang informan atau partisipan, terdiri dari 5 orang yang pernah menjalani rawat inap, dan seorang anggta keluarga yang berinteraksi secara intensif dengan perawat di ruangan

Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam (indepthinterview), dengan menggunakan panduan wawancara yang mempunyai daftar pertanyaan namun peneliti melakukan pendalaman wawancara tanpa adanya panduan wawancara yang berupa pertanyaan-pertanyaan

tahapan analisis terdiri atas 4 tahap yaitu


Open koding Axial coding Selective coding Konditional matrix

Hasil
Kondisi Sakit Kompetensi Perawat Makna Perawat

Fisik Tidak sadar, tidak dapat beraktivitas secara normal, infeksi, luka, nyeri Perasaan Gelisah, bingung, tidak nyaman, dan menjadi sensitif

Afektif Pelayanan Keterampilan Assesment dan intervensi Komunikasi Berfikir kritis Manajemen Kepemimpinan Pengajaran Etik Profesi Human carring Relasi sosial

Dirasa sangat membantu Tidak melakukan kesalahan Mampu menenangkan pasien Dirasa dapat mempercepat kesembuhan pasien

AFEKTIF

Pelayanan

Tanggung jawab Kepekaan Assurance/ kepastian pelayanan Empati


Evaluasi, mengintegrasikan data pasien dari berbagai sumber Pemecahan masalah Pengambilan keputusan Administrasi, kooordinasi perencanaan, pendelegasian, supervisi Kolaborasi, assertiveness, pengambilan resiko Kreativitas Akuntabilitas profesional, peran-peran behavioral, penampilan Petunjuk-petunjuk praktis Promosi kesehatan, pemulihan kesehatan

Perawatan teratur Ramah, sabar Membantu tanpa diminta Bertanya dan menghibur pasien
Mengenali kesalahan resep Memberi alternatif mengatasi kesulitan pasien Melakukan pertolongan darurat Membagi shift kerja Membuat catatan medik Berbagi tugas dengan rekan kerja Membujuk pasien yang bandel dengan sabar Bercerita pengalaman untuk menghibur pasien Tampil dengan ramah namun tetap tegas, disiplin tinggi Mengajarkan kepada pasien atau keluarga pasien untuk menggunakan alat-alat tertentu di rumah Menjelaskan cara perawatan di rumah

Keterampilan

Berfikir kritis Manajemen Kepemimpinan Pengajaran

Etika Profesi

Human caring Relasi sosial

Moralitas, legalitas Advokasi klien Penghargaan terhadap budaya Kerjasama

Tidak melakukan mal praktek : mengelembungkan jumlah pemakaian alatalat yang harus dibeli pasien, dll Memberikan hak-hak pasien akan informasi, dsb, tanpa membedabedakan Ramah sesuai dengan budaya asli Bekerja secara rutin

Kesimpulan , Implikasi dan Rekomendasi


Beberapa partisipan dalam penelitian ini mengaku bahwa para perawat pada umumnya memperhatikan pasien dengan baik, namun beberapa orang yang lain merasa belum mendapatkan perhatian yang tulusikhlas dan tindakan yang tepat dari perawat, bahkan masih ditemukan adanya tindakan-tindakan yang tidak etis. Baik yang puas maupun yang tidak puas terbadap para perawat yang merawat dirinya, para partisipan menemukan makna bahwa keberadaan perawat itu sangat penting, dan bahwa mereka sangat membutuhkan perawat. professional.

Makna yang ditemukan dari para partisipan antara lain: Perawat dirasa sangat membantu Dengan profesionalismenya perawat tidak melakukan kesalahan perawatan Perawat mampu menenangkan pasien Dirasa dapat mempercepat kesembuhan pasien.

Rekomendasi: Perlunya kompetensi atau profesionalisme 'perawat dalam usaha penyembuhan penyakit pasien. Dengan kompetensi yang dimiliki oleh para perawat, para pasien akan merasakan makna profesionalisme perawat baginya. Mengenai kompetensi perawat, dalam teori tersebut belum tercakup indikator serta contoh-contoh perilaku dari tiap-tiap dimensi kompetensi professional perawat.