You are on page 1of 24

EPIDEMIOLOGI KLINIK II ABNORMALITAS

NUR NASRY NOOR

KELAINAN /ABNORMALITAS(1)
• Perbedaan biologi “normal” dan “abnormal”. • Pembagian ini masih sering menimbulkan kekeliruan dalam klasifikasi. • Pemisahan ini bertujuan untuk tindakan selanjutnya yakni bila normal diabaikan, dan bila abnormal dilanjutkan dengan diagnosis dan pengobatan

obat yang rasanya enak dll. ..data demografi dll). umpamanya keadaan sudah membaik.PENGUKURAN KERAS DAN LUNAK • Pengukuran keras diartikan data yang andal yang bersifat dimensional artinya umumnya dinyatakan dalam bentuk angka/bilangan (seperti hasil lab. • Pengukuran lunak adalah data yang didasarkan pada pengamatan yang bersifat subjektif yang dikemukakan oleh pengamat maupun yang diamati yang biasanya dinyatakan dalam kata-kata.

. • Validitas adalah tingkatan hasil-hasil pengukuran yang sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dari fenomena yang diukur (akurasi) • Reliabilitas adalah tingkatan dimana pengukuran fenomena yang relatif stabil diulang-ulang dan hasilnya bisa berdekatan.VALIDITAS DAN RELIABILITAS • Validitas dan reliabilitas adalah dua konsep untuk menerangkan kualitas pengukuran tanpa melihat skala yang digunakan.

perbedaan biologis secara individual dari waktu ke waktu. • Yang mempengaruhi terjadinya variasi antara lain tindakan pengukuran.VARIASI • Pengukuran klinik bisa dilakukan pada berbagai tingkatan yang menimbulkan variasi yang dapat menimbulkan kekeliruan tentang apa yang diukur. dan perbedaan biologis antar individual. .

• Dalam observasi klinik pengaruh kesalahan acak dan kesalahan observasi dapat terjadi. • Variasi akan lebih besar bila pengukuran lebih melibatkan manusianya dari pada instrumennya (contoh baca hasil x-ray).PENGUKURAN VARIASI • Semua pengukuran terpengaruh oleh variasi akibat pengukuran yang dapat disebabkan instrumen dan penelitinya. • Variasi juga dapat timbul bila pengukuran hanya dilakukan pada sampel fenomena yang sedang diterangkan (pemeriksaan biopsi hati) .

.

beda satu pengukuran dan beberapa pengukuran pada satu penderita atau pada banyak penderita). . Pengukuran tekanan darah. • Variasi acak pada umumnya tidak mengubah representasi fenomena yang sebenarnya (bisa dikurangi dengan memperbesar sampel). • Beberapa sumber variasi adalah kumulatif (ump.VARIASI BIOLOGIK • Variasi biologik adalah variasi yang timbul karena perubahan biologik dalam diri individu sejalan dengan perubahan waktu atau dari satu orang ke orang lain.

.

.

standar deviasi dan persentil). . – Kecenderungan sentral (mean. • Untuk meringkas keterangan pada distribusi frekuensi secara dasar dapat digunakan ukuran. dan – Dispersi (range.median dan mode).DISTRIBUSI • Data yang diukur dengan skala interval sering digambarkan dalam bentuk distribusi frekuensi yang memberikan informasi yang lebih rinci.

Ekspresi dari Kecenderungan Sentral Ekspresi Rerata Definisi Jumlah harga-harga dari observasi Banyaknya observasi (pengamatan) Titik dimana banyaknya observasi di atas sama dengan banyaknya observasi di bawah Harga/nilai yang paling sering Tidak mudah dipengaruhi oleh harga ekstrim Kelebihan Kekurangan Dipengaruhi oleh harga-harga ekstrim Sangat cocok untuk manipulasi matematis Median Tidak cocok untuk manipulasi matematis Kadangkala tidak ada atau banyak. dan sebagian besar hanya berupa nilai Mode Memudahkan arti .

Ekspresi dan Dispersi Definisi Kisaran (range) Dari harga yang terendah sampai harga tertinggi dalam suatu distribusi Nilai mutlak dari perbedaan rata-rata untuk masingmasing harga dari rerata Kelebihannya Kekurangannya Sangat dipengaurhi oleh harga-harga ekstrim Meliputi semua harga Deviasi standarª Untuk distribusi yang non Gaussian tidak Sangat cocok untuk bisa menerangkan manipulasi matematis proporsi observasi yang diketahui Menerangkan "ketidakbiasaan" dari Tidak cocok untuk suatu nilai tanpa manipulasi statistik asumsi tentang bentuk distribusinya Perbandingan dari semua observasi Persentil yang berada diantara hargaharga tertentu .

.

.

dimana perubahan dari sehat ke sakit berjalan secara halus. maka akan tampak sebagai dua populasi pada satu distribusi. . • Namun dalam klinik.ABNORMALITAS (1) • Bila distribusi kelompok normal dengan abnormal berbeda jelas. maka klinisi harus menentukan dimana titik batas diletakkan. kadangkadang batas antara normal dan tidak normal samar-samar • Bila tidak ada titik pemisah yang jelas.

.

.

Berapa harga ekstrim jelas jarang sekali. berkaitan dengan risiko kejadian penyakit dalam berbagai tingkatan dari rendah sampai yang tinggi (kolesterol) 3. Bila semua harga di luar batas statistik yang bebas ump.ABNORMALITAS (2) 1. 4. Banyak hasil uji lab. 2. namun lebih baik dari normal (tekanan sistolik 100 mmHg). . Persentil ke 95 dianggap abnormal. maka prevalensi semua penyakit akan sama (5%). Sering ada penderita yang jelas sakit namun hasil laboratorium masih pada batas-batas normal.

.

.

.

• Penentuan abnormal akan lebih baik kalau penentuannya hanya dilakukan kalau tindakan pengobatan akan memperbaiki keadaan. disability. . • Penentuan tentang risiko yang penting bisa bervariasi (contoh besarnya kadar asam urat dengan timbulnya gout).ABNORMALITAS (3) • Pendekatan untuk membedakan normal dari abnormal (sakit) adalah dengan menggunakan observasi yang berkaitan dengan keadaan sakit. atau mati.