You are on page 1of 17

PENUNTUN PRAKTIKUM

dr. Frida Lorita HP
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran UNEJ 2011
1

Urine Post Prandial : 1 ½ .00 06.3 jam setelah makan 5. Urine pagi : urine pertama di pagi hari  Paling baik untuk urinalisis : .lebih kental . Urine sesaat : urine acak ( random ) 2.00 dibuang ditampung 2 .SAMPEL URINE 1. Urine segar ( < 1 jam dari penampungan ) 4. Urine 24 jam : 06.pH rendah 3.volume dan osmolaritas seragam .

Sedimen (torak) : rusak Ureum   Glukosuria : kadar glukosa   hasil negatif palsu ! Bilirubin (terikat)  hidrolisis  as. MgSo4 . Tidak steril : timbul bakteri  ureum  CO2 + NH3 pH urine : basa CaSo4  . Glukorunat + biluribin (bebas) oksidasi biliverdin (hijau) 3 .URINE  disimpan   > 1 jam : terjadi perubahan sel / susunan kimia.

Pemeriksaan Urine: A. 3. 5. sel epitel. 2. Kristal 4 . Pemeriksaan Mikroskopis : 1. 3. 2. Jumlah Bau Buih Warna Kejernihan Berat jenis. 4. Pemeriksaan Kimia : C. 1. 6. 4. 5. Pemeriksaan Fisis : 1. Sel darah. 6. 2. pH Protein Glukosa Badan keton Bilirubin Urobilinogen / Urobilin B. Torak 3.

Pemeriksaan Fisis : 1.Luas permukaan tubuh .Normal  putih . Buih : .Kelembaban udara / penguapan.A.Pemakaian cairan .Kuning  pigmen empedu (bilirubin) phenylazodiaminopyridin 5 . Jumlah Urine : Normal : 1200-1500 ml/24jam  Variasi tergantung . Bau : .Patologis 3. 2.Normal  baru : tidak keras .Mudah berbuih  protein .

4. Warna :  Normal  kuning muda ( urokhrom )  Abnormal  non patologis  patologis 6 .

Merah : Phenol-phthalein. merkurokhrom.Kuning : karoten.Hitam : : : : : bilirubin urobilin. santonin.Kuning coklat (seperti teh) . Perubahan yang patologis : . tembaga sulfat.Warna : Perubahan non-patologis disebabkan bahan atau obat-obatan yang dimakan. riboflavin .Merah dengan kabut coklat .Biru/hijau : metilen biru. protonsil.Coklat hitam . 7 .Merah coklat . porpirin darah dan pigmen darah melanin asam homogentisik (alkaptonuria) Terlihat setelah ditambah basa. misalnya : . atebrin.Hijau : akriflavin . piridium dll .

Protein .Pemeriksaan Kimia .Urobilin 8 .pH .Glukosa .Urobilinogen .Bilirubin .Keton bodies .

Reagen : 1.(10%) 2. .BILIRUBIN Normal dalam urine :  0. CARA HARRISON Prinsip : Bilirubin mereduksi FeCl3 menjadi senyawa warna hijau ( sebelumnya Bilirubin dalam urine diendapkan dengan larutan BaCl2 ).10 ml larutan FeCl3 10 g/100 ml Aq.TCA 25 g/100 ml Aq.02 mg/dl  kadar Bilirubin terkonjugasi dalam darah normal  tak terdeteksi. Larutan Fouchet terdiri dari : . Larutan BaCl2 10% 9 .

TEHNIK : 3 ml BaCl2 10% 3 ml Urine Tambahkan larutan Fouchet 1-2 tetes Filtrat dipakai untuk reaksi Schlesinger Saring dengan kertas saring ( + ) endapan hijau ( .) endapan tak berwarna ( coklat ) 10 .

Reagen SCHLESINGER : suspensi jenuh zink acetat dalam alkohol. 2. Larutan amoniak encer (10%) 11 . Reagen : 1.UROBILIN : TES SCHLESINGER Prinsip : Urobilin bereaksi dengan Zink Acetat dalam larutan amoniak membentuk garam Zink yang memberikan flouresensi hijau.

Iodii 1-2 tetes Amoniak encer ( + ) : flouresensi hijau ( baca dalam kotak urobilin dengan sinar tak langsung ) Saring dengan kertas saring 12 .) Tidak dapat dipakai 3 ml reagen Schlessinger + larutan Tct.TEHNIK : Fluoresensi ( + ) 3 ml filtrat urine dari reaksi Harisson Fluoresensi ( .

Bilirubin  diendapkan dulu.Eosin. Akriflavin. b.Catatan :   Urine harus baru Yang mengganggu percobaan : a. 13 .Vitamin Bcompleks ( Riboflavin ) . Urine berflouresensi  dapat disebabkan oleh : . Eritrosit .Merkurokhrom.

UROBILINOGEN Tes dari Ehrlich Reagen : Para Dimetil Amino Benzaldehid 2% dalam HCl 50%. Cara : 10-12 tetes reagen Campur 5 menit Urine 5 ml  Syarat : baru Warna merah ( urobilinogen positif ) 14 .

urine lama (sinar matahari)  teroksidasi .Sumber Kesalahan : Negatif palsu : .formaldehid (200 mg/dl) . Positif palsu : obat-obatan derivat azo  phenazopyridin 15 .pengawet  formalin.terapi hexametilen tetranium ( dosis >> ) .

Pemeriksaan Darah Samar  Guaiac based  Benzidine  Rx kimia pada kertas  deteksi aktivitas pesudoperoksidase heme atau hemoglobin  Keuntungan: murah dan mudah  Keterbatasan: tidak spesifik deteksi Hb.false (+) akibat obat2an (vit C) atau makanan (daging mentah) 16 .