You are on page 1of 3

SUMBER

:

http://www.blogdokter.net/2007/03/08/batu-empedu/

Batu empedu adalah timbunan kristal di dalam kandung empedu atau di dalam saluran empedu. Batu yang ditemukan di dalam kandung empedu disebut kolelitiasis, sedangkan batu di dalam saluran empedu disebut koledokolitiasis. Penyebab Komponen utama dari batu empedu adalah kolesterol, sebagian kecil lainnya terbentuk dari garam kalsium. Cairan empedu mengandung sejumlah besar kolesterol yang biasanya tetap berbentuk cairan. Jika cairan empedu menjadi jenuh karena kolesterol, maka kolesterol bisa menjadi tidak larut dan membentuk endapan di luar empedu. Faktor Risiko 1. Batu empedu lebih banyak ditemukan pada wanita dan faktor risikonya adalah : 2. Usia lanjut. 3. Kegemukan (obesitas). 4. Diet tinggi lemak. 5. Faktor keturunan. Patofisiologi Sebagian besar batu empedu terbentuk di dalam kandung empedu dan sebagian besar batu di dalam saluran empedu berasal dari kandung empedu. Batu empedu bisa terbentuk di dalam saluran empedu jika empedu mengalami aliran balik karena adanya penyempitan saluran atau setelah dilakukan pengangkatan kandung empedu. Batu empedu di dalam saluran empedu bisa mengakibatkan infeksi hebat saluran empedu (kolangitis), infeksi pankreas (pankreatitis) atau infeksi hati. Jika saluran empedu tersumbat, maka bakteri akan tumbuh dan dengan segera menimbulkan infeksi di dalam saluran. Bakteri bisa menyebar melalui aliran darah dan menyebabkan infeksi di bagian tubuh lainnya. Sebagian besar batu empedu dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan gejala, terutama bila batu menetap di kandung empedu. Kadang-kadang batu yang besar secara bertahap akan mengikis dinding kandung empedu dan masuk ke usus halus atau usus besar, dan menyebabkan penyumbatan usus (ileus batu empedu). Yang lebih sering terjadi adalah batu empedu keluar dari kandung empedu dan masuk ke dalam saluran empedu. Dari saluran empedu, batu empedu bisa masuk ke usus halus atau tetap berada di dalam saluran empedu tanpa menimbulkan gangguan aliran empedu maupun gejala. Gejala dan Tanda Jika batu empedu secara tiba-tiba menyumbat saluran empedu, maka penderita akan merasakan nyeri. Nyeri cenderung hilang-timbul dan dikenal sebagai nyeri kolik. Timbul secara perlahan dan mencapai puncaknya, kemudian berkurang secara bertahap. Nyeri bersifat tajam dan hilang-timbul, bisa berlangsung sampai beberapa jam. Lokasi nyeri berlainan, tetapi paling banyak dirasakan di perut atas sebelah kanan dan bisa menjalar ke bahu kanan.

Jenis pembedahan ini memiliki keuntungan sebagai berikut: * Mengurangi rasa tidak nyaman pasca pembedahan. Penatalaksanaan Jika tidak ditemukan gejala. Penyumbatan menetap pada duktus sistikus menyebabkan terjadinya peradangan kandung empedu (kolesistitis akut). Pada 2-6% penderita. saluran menciut kembali dan batu empedu muncul lagi. Biasanya penyumbatan bersifat sementara dan jarang terjadi infeksi. * Memperpendek masa perawatan di rumah sakit. nyeri ini mungkin disebabkan oleh adanya batu empedu di dalam saluran empedu utama. maka tidak perlu dilakukan pengobatan. maka akan timbul demam. maka dianjurkan untuk menjalani pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Nyeri akibat penyumbatan saluran tidak dapat dibedakan dengan nyeri akibat penyumbatan kandung empedu. Jika terjadi infeksi bersamaan dengan penyumbatan saluran. Pengangkatan kandung empedu tidak menyebabkan kekurangan zat gizi dan setelah pembedahan tidak perlu dilakukan pembatasan makanan. Kandung empedu diangkat melalui selang yang dimasukkan lewat sayatan kecil di dinding perut. menggigil dan sakit kuning (jaundice). Kadang nyeri yang hilang-timbul kambuh kembali setelah kandung empedu diangkat. Kolesistektomi laparoskopik mulai diperkenalkan pada tahun 1990 dan sekarang ini sekitar 90% kolesistektomi dilakukan secara laparoskopi. nyeri. Batu saluran empedu . Teknik lainnya untuk menghilangkan batu kandung empedu adalah: * Pelarutan dengan metil-butil-eter. * Pemecahan dengan gelombang suara (litotripsi). * Pelarutan dengan terapi asam empedu menahun (asam kenodiol dan asam ursodeoksikolik). sebaiknya menghindari makanan berkolesterol tinggi yang pada umumnya berasal dari lemak hewani. Komplikasi Komplikasi yang mungkin segera terjadi adalah: * Perdarahan * Peradangan pankreas (pankreatitis). Batu empedu yang menyumbat duktus pankreatikus menyebabkan terjadinya peradangan pankreas (pankreatitis). Nyeri yang hilang-timbul bisa dihindari atau dikurangi dengan menghindari atau mengurangi makanan berlemak.Penderita seringkali merasakan mual dan muntah. Pencegahan Karena komposisi terbesar batu empedu adalah kolesterol. * Perforasi atau infeksi saluran empedu. jaundice dan mungkin juga infeksi. Batu kandung empedu Jika batu kandung empedu menyebabkan serangan nyeri berulang meskipun telah dilakukan perubahan pola makan.

yang kandung empedunya telah diangkat. Zat kontras radioopak masuk ke dalam saluran empedu melalui sebuah selang di dalam sfingter oddi. Kurang dari 4 dari setiap 1. suatu endoskop dimasukkan melalui mulut. ERCP dan sfingterotomi telah berhasil dilakukan pada 90% kasus. Pada ERCP. karena itu harus dikeluarkan baik melalui pembedahan perut maupun melalui suatu prosedur yang disebut endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). . Pada sfingterotomi. lambung dan ke dalam usus halus. kerongkongan.batu saluran empedu bisa menyebabkan masalah yang serius. otot sfingter dibuka agak lebar sehingga batu empedu yang menyumbat saluran akan berpindah ke usus halus.000 penderita yang meninggal dan 3-7% mengalami komplikasi. ERCP saja biasanya efektif dilakukan pada penderita batu saluran empedu yang lebih tua. sehingga prosedur ini lebih aman dibandingkan pembedahan perut.