You are on page 1of 11

PEMBUATAN VIDEO UNTUK PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Danu Purwanto Alumni

2012 (097) Jurusan Teknik Elektro Drs. Wisnu Djatmiko, MT Dosen Pembimbing I Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Elektronika Hamidillah Ajie, MT Dosen Pebimbing II Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer Anggun Palawati Palupi Mahasiswi Universitas Negeri Jakarta Program Studi Pend. Teknik Elektronika Angkatan 2012 (5215120376)

ABSTRACT Danu Purwanto. Making Video for Field Work Practice Guidelines in State University of Jakarta Department of Electrical Engineering. Thesis, Jakarta: Education Program Electronic Engineering, Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, State University of Jakarta, in 2012. This study aims to make a video for Field Work Practice guidelines in the Department of Electrical Engineering. Results of the making of the video will be used by students to prepare for and carry out practical activities fieldwork. Dilakasanakan research in the Department of Electrical Engineering, State University of Jakarta from January to July 2012. Video explains the several activities of street vendors, namely the planning, implementation and testing. In the study, researchers used descriptive method by conducting an assessment of media experts, subject matter experts and students to give judgments and opinions of the video media. After assesment given by experts, and continued assesment of the ten students who do not perform field work practice. The Results of the assessment by the video media lecturers media expert is 75% or better, for the assessment given by experts to the media video content is 74% or better, and the assessment given by the students was 85% or excellent. The calculation results prove that the video gets a good ratings, the video will be used by students to carry out the field work practices. Kata Kunci: Pengertian Video, Peralatan Pembuatan Video, Teknik Pengambilan Video, Teknik Perekaman Video, Metodelogi Penelitian Pembuatan Video, Hasil Penelitian Pembuatan Video.

11 Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro (Danu Purwanto)

Latar Belakang

Praktik Kerja Lapangan merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional, yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program pendidikan disekolah dan program penguasahaan diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung didunia kerja untuk mempermudah suatu tingkat keahlian profesional. Pendidikan sistem ganda atau biasa disebut dengan Praktik Kerja Industri akan menjadi salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan kejuruan sesuai dengan ketentuan pada Undang-Undang nomor 22/1989 tentang pendidikan nasional, dan peraturan pemerintah nomor 39 tahun 1992 tentang peranan masyarakat dalam pendidikan nasional, serta kepmendikbud nomor 080/U/19993 tentang kurikulum. Sebelumnya peniliti telah melakukan survey kepada mahasiswa untuk mengetahui apa yang menjadi keterlambatan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan PKL, sering terjadi. Peniliti sebelumnya telah mengadakan wawancara kepada beberapa mahasiswa, khususnya mahasiswa yang mengalami keterlambatan di jurusan teknik elektro. Dari 20 mahasiswa, 10 mahasiswa (50%) tidak mengetahui perusahaan mana yang dapat
12

menerima mahasiswa PKL. 5 (25 %) mahasiswa tidak mengetahui prosedur atau tahap pelaksanaan PKL. 5 (25 %) mahasiswa tidak mengetahui kapan harus memulai mencari PKL. Untuk memudahkan mahasiswa dalam melaksanakan proses pelaksanaan PKL, dibutuhkan sebuah pedoman yang dapat memahami apa yang menjadi kendala mahasiswa saat pelaksanaan PKL. Dengan berangkat dari masalah tersebut, peneliti membuat sebuah solusi berupa media yang dapat mempermudah mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan yang sering terjadi saat pelaksanaan PKL berlangsung. Dengan pembuatan media video untuk pedoman PKL dan mahasiswa melihatnya, diduga pemahaman mahasiswa akan pelaksanaan kegiatan PKL dapat bertambah dan dengan adanya video animasi pedoman PKL ini dapat dipergunakan oleh mahasiswa saat pelaksanaan PKL nantinya.

Tujuan Adapun tujuan dari membuat penelitian ini adalah membuat media berbentuk video sebagai pedoman untuk Praktek Kerja Lapangan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta.

HAELKA, Vol 097, No.02, September 2012 : 11-20

Kegunaan Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mempersiapkan mahasiswa saat akan melaksanakan praktik kerja lapangan. 2. Hasil dari pembuatan video dapat dipergunakan sebagai pedoman praktik kerja lapangan oleh mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Jakarta. Pengertian Video Video adalah teknologi pemrosesan sinyal elektronik mewakili gambar bergerak. Atau dengan kata lain video merupakan rangkaian gambargambar yang bergerak cepat sert kontinu. Gambar-gambar yang bergerak cepat memberikan proses visual yang melukiskan suatu peristiwa atau cerita-cerita benda murni seperti sesungguhnya. (Hamalik Oemar, 1994). Video dapat pula diartikan sebagai salah satu hasil dari proses pengambilan gambar oleh kamera yang disusun sedemikian rupa, sehingga menghasilkan alur cerita yang bermakna. Gambar-gambar yang digabung tersebut dinamakan

frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame rate, dengan satuan fms (frame per second). Karena dimainkan dalam kecepatan yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate maka akan semakin halus pergerakan yang akan ditampilkan. Beberapa keuntungan dari video adalah : 1. Video sangat baik untuk menjelaskan suatu proses, bila perlu dengan menggunakan slow motion 2. Tiap murid dapat belajar sesuatu dari video baik itu yang pandai maupun yang kurang pandai 3. Video sejarah dapat menggambarkan peristiwaperistiwa masa yang lalu secara realistis dalam waktu yang singkat. 4. Video dapat membawa anak dari negara yang satu ke negara yang lain dan dari masa yang satu ke masa yang lain.

5. Video dapat diulangi bila perlu untuk menambah kejelasan. Hasil menunjukkan bahwa untuk belajar butiran-butiran yang bersifat faktual. Kelompok siswa yang menggunakan teks berikut video, 14,8 % lebih baik pada test permulaan dan 33,4 % lebih baik

13 Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro (Danu Purwanto)

pada tes berikutnya. Sedang untuk aplikasi atau penerapan informasi yang di dapatkan dari video dan buku teks 24,1 % lebih baik daripada test permulaan 41 % lebih baik pada test berikutnya. (Gene L Wilkinson, 1984) Cara video bekerja, ketika cahaya tersebut akan di konversikan menjadi sinyal elektronik oleh sensor khusus yang disebut charge-coupled device (CCD). Kamera broadcast (siar) berkualitas tinggi memiliki tiga CCD (masing-masing untuk warna merahhjau-dan biru) untuk meningkatkan resolusi kamera. Output CCD diproses oleh kamera menjadi sebuah sinyal yang membuat tiga channel dari informasi warna dan getaran sinkronisasi (sync). Yang termasuk kedalam unsur video yakni teks, image dan suara.

Untuk dapat mendigitalkan dan menyimpan video klip full-motion selama 10 menit ke dalam komputer, peneliti harus mentransferkan dalam jumlah yang banyak daalam waktu yang singkat. Untuk memproduksi satu frame dari komponen video digital 24 bit, diperlukan data komputer hampir 1MB, video yang tidak terkompresi dengan layar penuh selama 30 detik akan memenuhi hardisk bermuatan gigabyte. Video berukuran penuh dan fullmotion memerlukan komputer yang dapat mengirimkan data kurang dari 30 Mbps. Kemacetan teknologi kompresi video digital atau codec (coder/decoder). Codec adalah alogaritma yang digunakan untuk mengompresi (codec) sebuah video untuk dikirimkan, kemudian didekodekan secara langsung untuk pemutaran yang cepat. Codec yang berbeda dioptimasi untuk pengiriman metode yang berbeda. Alogaritma kompersi video langsung seperti MPEG, Indeo, JPEG, Cinepak dan Sorensontersedia untuk mengkompresi informasi video digital dengan kecepatan yang memiliki range 50 : 1sampai 200 : 1. Selain untuk mengompresi data video, teknologi streamin di implementasikan untuk menyediakan kualitas video yang bagus dengan bandwidth rendah di Web. Dengan memulai pemutaran video setelah data yang cukup di transfer ke

Video digital tersusun atas sebuah format untuk mengkode dan memainkan kembali file video dengan komputer dan menyertakan sebuah player yang dapat mengenali dan membuka file yang dibuat untuk format tersebut. Arsitektur video digital yang utama adalah Aple Quick Time, Microsoft Media Format, dan Real Network Real Media. Format file video yang terkait adalah QuickTime Movie (.mov) , Audio Video Interlave (.avi) dan Real Media (.rm). beberapa player mengenali dan memainkan lebih dari satu format file video.
14

HAELKA, Vol 097, No.02, September 2012 : 11-20

komputer pengguna untuk mendukung pemutaran tersebut, pengguna tidak perlu menunggu untuk men-download file yang terkadang terlalu besar.

Peneliti mengakui perbedaan kualitas pengambilan gambar antara penggunaan camera digital dengan menggunakan camera recorder. 2. Perangkat Pendukung (Camcorder) : Terdapat tripot yakni perlengkapan untuk dudukan camcorder saat melakukan pengambilan gambar, Pencahayaan (Lighting), Perekam Suara (Sound Recorder), Kabel roll dan Kabel Audio Video. 3. Personal Komputer (PC)/ Laptop Digunakan untuk mengedit gambaryang telah terekam dari camcorder dan mentransfer file gambarke disk berupaVCD ataupun DVD. 4. Sacanner Dalam proses Pembuatan video menggunakan scaner untuk dapat men-scan dokumen yang diperlukan saat pelaksanaan praktik kerja lapangan. 5. Software (Perangkat Lunak) Software atau perangkat lunak editting berupa program komputer yang digunakan untuk proses editng lebh menarik (Andi Vaughan Tay, 2006). Adapun software yang ada sangat bervariasi, seperti Adobe Premier,

Peralatan Pembuatan Video

Didalam dunia pengambilan gambar (shooting), pemeriksaan dan perbaikan (editing) , dan transfer CD diperlukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Serupa halnya dengan komputer, perangkat keras (hardware) disini merupakan komponen atau perangkat yang digunakan dalam proses. Singkatnya perangkat keras, (hardware) merupakan peralatan yang terlihat leh mata dan dapat dipegang atau disentuh oleh tangan. Perangkat lunak (software) adalah komponen data prosessing sistem yang berupa sebuah program untuk mengontrol sistem. Adapun beberapa macam peralatannya sebagai berikut : 1. Perangkat Keras ( Hardware ) : Camera Digital digunakan dalam penelitian dikarenakan untuk memanfaatkan barang yang ada.

15 Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro (Danu Purwanto)

Matrox, Avid, Ulead Video, Corel Video Studio dan Pinnacle

mengambil sekian banyak shot dari unsur-unsur gambar yang ada dilokasi sesuai dengan alur cerita. Tipe shot membutuhkan penempatan kamera pada posisi yang paling baik, indah dan menarik hasilnya bagi pandangan mata penonton, bagi dekorasi, tata set dan action pemainn dalam suatu adegan sesuai naskah, Oleh sebab itu, memilih angel kamera merupakan faktor yang mat penting dalam membangun kesan psikologis, dramatik dan indah dari sebuah gambar secara berkesinambungan /contiunity sehingga hasilnya menarik perhatian penonton untuk menyaksikan suatu adegan. Tujuan dari camera angel adalah untuk menentukan titik pandang mata penonton dalam menyaksikan suatu adegan dalam program acara. Faktor-faktor yang menentukan camera angel yakni Ukuran Objek (Pertama, Long Shot digunakan untuk menunjukan lokasi/geografis dari suatu tempat/menunjukan panorama alam dan menunjukan konfigurasi dari suatu tempat. Kedua, Medium Shot digunakan untuk menunjukan objek utama dan aktifitasnya,dan terakhir Close Shot digunakan untuk menunjukan bagian kecil dari suatu benda) dan Angel Objek dan tinggi Kamera yakni setiap objek memiliki 3 dimensi, dalam pengambilan gambar sebaiknya menampilkan minimal 2

Teknik Pengambilan Video Unsur-unsur gambar adalah apa yang dapat dilihat oleh mata/lensadilokasi atau tempat pengambilan gambar. Unsur-unsur gambar dapat berupa : a. Pemain, termasuk kostum dan make up b. Perlengakapan pemain c. Lokasi, dekorasi, dan properti d. Warna, cahaya dan lain-lain Program suatu acara menjadi lebih menarik ditonton, sangat ditentukan oleh beberapa hal antara lain : isi cerita, urutan penyajian, pengisi acara, komposisi gambar, inovasi, dekorasi dan lain-lain. Komposisi gambar pengaturan dan penataan dan penempatan unsurunsur gambar kedalam frame /bingkai gambar. Dalam komposisi gambar, terdapat beberapa aspek umum yang terkait sesuai dengan apa yang dilihat dan dirasakan penonton yaitu : 1. Aspek Pembingkaian (Framing) Penentuan untuk penempatan (seleksi) seberapa banyak unsur gambar yang akan dimasukkan kedalam frame dan bagaimana mengelompokannya. 2. Aspek Sudut Kamera/ Camera Angle Dalam produksi film, seorang sutradara dan penata kamera harus
16

HAELKA, Vol 097, No.02, September 2012 : 11-20

dimensi yakni bagian depan dan samping objek.

Gambar 1 Prosedur Perekaman Video Camcorder Sonny DCRTRV60/TRV70 Sumber : Skiripsi Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro, hlm. 32.

Teknik Perekaman Video

Berikut perekaman video menggunakan digital video camera recorder Sonny DCRTRV60/TRV70: 1. Lepaskan tutup kamera dan tarik tali pengikat tutup lensa 2. Pastikan ada sumber tegangan dan masukkan kaset 3. Atur tombol POWER ke KAMERA dengan menekan tombol berwarna hijau 4. Tekan OPEN untuk membuka panel LCD sehingga gambar nampak di layar

Metodologi Penelitian Pembuatan Video

Penelitian dilakukan Jurusan Teknik Elektronika FT-UNJ yang berlokasi di Rawamangun-Jakarta Timur. Penelitian dilakukan pada bulan Maret samapai Agustus (semester genap) tahun ajaran 2010/1011. Dalam rangka pembuatan video, peneliti berusaha dengan kemampuan untuk mencari, mengumpulkan dan mengolah data yang telah diperoleh untuk mengkaji permasalahan dengan metode penelitian, dan berdasarkan penelitian metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode Deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasi objek sesuai dengan apa adanya. Penelitian Deskriptif pada umumnya dilakukan dengan tujuan utama, yaitu menggambarkan secara sistematis

5. Tekan START/STOP untuk memulai perekaman sehingga muncul indikator REC dilayar. Hal ini ditandai dengan menyalanya lampu perekam kamera didepan camcorder. Untuk menghentikan perekaman, tekan START/STOP sekali lagi

17 Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro (Danu Purwanto)

fakta dan karakteristik objek dan subjek yang diteliti secara tepat. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Pengamatan (Observasi) 2. Wawancara Suatu teknik pencarian fakta dimana analisis sistem mengumpulkan informasi dari individu melalui interaksi saling berhubungan satu sama lain. 3. Rancangan Pembuatan Video Berikut ini adalah point-point atau tahapan dalam pembuatan video : Pertama, Pre Produksi meliputi yakni untuk film : pembuatan ide cerita, pembuatan story line, pembuatan skenario, pengambilan gambar. Kedua, Produksi meliputi Hasil dari pengambilan gambar akan disatukan, disusun, serta diolah menjadi sebuah bentuk film jadi dengan menggabungkan suara, teks dan foto. Ketiga, Post Produksi pada tahap ini film yang telah jadi akan dipublish atau menjadikan file yang masih dalam tahap pengerjaan (project) menjadi ke file DVD agar dapat dibuka disemua laptop atau PC yang memiliki DVD player. 4. Prosedur Pengujian
18

Hasil Penelitian Pembuatan Video

Tahap Video untuk pedoman PKL menjadi tiga tahap penjelasan yaitu tahap perencanaan PKL, tahap saat melaksanakan PKL, dan tahap pengujian PKL.

Gambar 2 Tampilan Awal Video Sumber : Skiripsi Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro, hlm 53.

Untuk tampilan awal terdapat pilihan Play All, dan Select Title. Play All berfungsi untuk memainkan semua scene (tahapan) PKL yang terdiri dari tahap perencanaan PKL, tahap saat melaksanakan PKL, dan tahap seminar PKL. Berikutnya terdapat pilihan Select Title, pilihan tersebut nantinya akan menampilkan beberapa scene yang ada pada layar berikutnya, yang nantinya jika scene atau layar tersebut dipilih maka akan memainkan satu scane atau tahapan saja. Pengambilan data awal atau survey awal yang peniliti lakukan kepada mahasiswa, untuk

HAELKA, Vol 097, No.02, September 2012 : 11-20

mengetahui apa yang menjadi kendala mahasiswa telat melaksanakan PKL. Setelah pengambilan data tersebut nantinyadapat dijadikan bahan acuan untuk melakukan penelitian berikutnya. Hasil dari survey awal yang telah dilakukan kepada 20 mahasiswa memperoleh hasil 10 mahasiwa (50 %) tidak menegetahui perusahaan mana yang dapat menerima mahasiswa PKL, 5 (25 %) mahasiswa tidak mengetahui prosedur atau tahap pelaksanaan PKL, 5 (25 %) mahasiswa tidak mengetahui kapan harus memulai PKL. Faktor Keterlamabatan PKL sebagai berikut : 1. Tidak mengetahui perusahaan yang menjadi tempat PKL 2. Tidak mengetahui prosedur PKL 3. Tidak mengetahui kapan harus memulai PKL Hasil dri media penelitian media tidak hanya memberikan penelitian terhadap media begitu saja, tetapi memberikan kritikserta saran terhadap media yang telah peneliti buat, berikut ini beberapa kritik dan saran yang peneliti peroleh dari par ahli dan mahasiswa a. Menampilkan dokumendokemen yang diperlukan untuk PKL.

b. Kurangi gambar yang tidak diperlukan , seperti mahasiswa duduk di depan jurusan. c. Gambar yang tampil harus sesuai dengan penjelasan. d. Memberitahukan kegiatan untuk mencatat alat dan barang yang dihadapi sewaktu PKL seperti nomor seri dan lain-lain.

Kesimpulan Penelitian Dari serangkaian proses pembuatan hingga penelitian dalam pembuatan media berupa video untuk praktik kerja lapangan. Dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Sebagian mahasiswa yang telat melaksanakan PKL karena mahasiswa tidak mengetahui perusahaan yang biasa dijadikan tempat melaksanakan PKL, mahasiswa juga kurang mengetahui prosedur perencanaan PKL, serta tidak mengetahui informasi kapan harus melaksanakan PKL. 2. Mahasiswa siap melaksanakan PKL saat SKS lebih dari 100 SKS 3. Kendala atau hambatan yang sering ditemukan adalah kurangnya informasi perusahaan tempat melaksanakan PKL, tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan diperusahaan,

19 Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro (Danu Purwanto)

kurangnya informasi kapan mahasiswa harus mencari PKL. 4. Media yang baik adalah media yang mudah dibawa kemana saja, media yang dapat mereka gunakan kapan saja, dan yang terpenting adalah kejelasan dan kelengkapan informasi yang didapat oleh mahasiswa. Peneliti mengakui masih ada kekurangan dalam membuat media video untuk pedoman praktik kerja

lapangan. Hal itu dimaksudkan agar peneliti berikutnya dapat membuat yang lebih baik lagi. Dalam proses baik microphone, cahaya dan kamera pembantu karena peniliti hanya menggunakan satu buah kamera saja pembuatan usahakan direncanakan terlebih dahulu secara matang atau buat ide cerita terlebih dahulu agar penyampaian film menjadi lebih jelas. Kurangnya alat yang mendukung proses pembuatan film.

DAFTAR PUSTAKA Andi Vaughan Tay. 2006. Multimedia : making it work edisi 6. Yogyakarta : Dikbud dan CV Rajawali Purwanto, Danu. 2012. Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan Di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro. Jakarta : Fakultas Teknik

Gene L. Wilkinson. 1984. Media dalam Pembelajaran. Jakarta : Pustekkom

Hamalik Oemar. 1994. Media Pembelajaran. Bandung : PT. Citra Aditya Bakti

20

HAELKA, Vol 097, No.02, September 2012 : 11-20

21 Pembuatan Video Untuk Praktik Kerja Lapangan di Universitas Negeri Jakarta Jurusan Teknik Elektro (Danu Purwanto)